.............
..............
Ini minggu pertamaku di tempat kerjaku yang baru.Aku
memilih untuk keluar dari tempat kerjaku,agar aku bisa melewati malam tampa
perasaan sakit.Karena beberapa minggu belakangan adalah malam malam yang
menyakitkan untuk dilupakan.
Tempat kerjaku yang baru
dalah sebuah minimarket yang buka 24 jam.Dan aku dengan suks rela mau masuk
sift malam walau sebenatnya sift sudah dibagi,seharusnya malam ini adalah malam
untuk Dion,tapi sengaja aku ambil dan malam ini aku berjaga dengan Gani,Ia
bertugas dibagian kasir sementara aku bertuga mengecek barang gudan dan
display.
Alasanku untuk mengisi waktu
dimalam hari adalah untuk aku melupakan semua malam yang penuh kenagan
yang aku jalani bersama Dwi,yang mungkin kini sedang berbahagia dengan
kehidupanya yang baru setelah amnesianya sembuh.
Tapi jika aku berfikir aku
dapat melupakanya ternyata aku salah,justru aku makin mengingatnya dengan
kondisiku yang terus terjaga,tiap ada pikiran kosong selelalu aku isi dengan
memikitkannya,wajahnya,senyumnya,tangisnya,candanya.Kadang hal itu membuatku
menjadi bersemngat untk terus terjaga,tapi kadang juga membuatku ingin
menangis.Dan aku mengakui aku memang laki laki rapuh,dan cengeng.
Entah apa yang terjadi
saat ini dengannya,sejak sore tadi otaku selalu dipenuhi oleh hal hal
tentangnya.walaupun pekerjaanku sedang penug dengan barang barang yang harus
dikeluarjan dari gudang menuju rak rak display.
Dengan teliti aku menata
beberapa barang display.walau kutahu kalau malam malam sperti ini akan sangat
sepi sekali orang masuk tapi untuk melengkapi itu perlu.
Aku menata barang dirak paling
belakang beberapa meter dari pintu masuk,tapi kalau malam malam seperti ini
sejauh apapun jaraknya langkah seseorangpun akan terdengar begitu jelas.
Dan aku mendengarnya ketika
Gani menyapa seorang customer yang datang.Aku terus melanjutkan pekerjaanku
walau customer itu benar benar masuk.
Aku terus menata
barang barang yang belum masuk kedalam rak dan rak yang paling bawahkah yang
masih sangat sangat kosong,sampai akhirnya pekerjaanku terhenti ketika tibs
tiba sepasang kaki tiba tiba muncul disampingku tanpa aku tahu suara langkah
itu mendekat.
Aku menggeser
tubuhku,agar customer dapat memilih barang yang mungkin ada dibaris dimana aku
mengisi barand dirak yang paling bawah.
Tapi aneh aku bergeser
menjauh,justru customer itu mengikutiku.Lalu kuputuskan untuk pindah dari
tempatku walau pekerjaanku belum selesai dirak itu.
Aku berdiri tanpa menoleh pada
customer sambil membawa kardus berisi barang barang display.
“Kakak!”
Mendengar suara merdu
itu langkahku terhanti dan dengan tiba tiba jantungku berdetak tak normal.Otaku
menebak tapi hatiku menolaknya,Kakiku terasa sangat berat untuk melanjutkan
langkah tapi juga tak mampu untuk menoleh.
“Kakak!”Serunya untuk kedua kalinya.
Aku mendesah pelan
dan menghembuskan nafasku melalui mulut.Dengan perlahan aku membalikan Tubuhku
dan kulihat seorang yang aku kenal tapi sangat berbeda.
Dengan langkah senormal
mungkin aku mencoba menghampitinya dan menyapanya.
“Hai,Apa apa kabar?,apa yang sedang kau lakukan malam
malam seperti ini?”tanyaku berbasa basi dan sedatar mungkin walau dalam hatiku
sangat ingin memeluknya dan melepas rinduku yang teramat sangat.
“Aku mencarimu!”jawabnya pelan dan halus.
“Untuk apa?,apa aku masih memiliki hutang
padamu!”seruku yang tiba tiba teringat dengan kejadian beberapa minggu lalu.
“Maafkan aku!”serunya lirih.
“Maaf untuk apa?”tanyaku sambil memberanikan diri
menatap wajahnya yang kini tampak begitu berbeda dan cantik.
“Semuanya!”
Aku terdiam dan
menatapnya cukup lama,memendangi kecantikannya yang benar benar sangat cantik.
“Sepertinya semua sudah selesai,jadi tak ada yang
perlu dimaafkan!”seruku sambil berbalik dan melanjutkan langkahku untuk
menjauhinya.
“Kakak!,bisakah kita berbicara dan mengobrol seperti
dahulu!!!”tanya Dwi yang sekaligus memohon.
Aku kembali
membalikan badanku dan deng cepat kuhampiri Gadis bernama Ga in itu dan dengan
sepenuh hati kupeluk tubuhnya erat.Kulampiaskan semua kerinduanku padanya saat
ini,Kucium aromanya yang tak berubah,wangi ranbutnya yang terurai panjang.
Kurasakan lengannya terangkat
aku tahu apa yang mungkin akan terjadi,tapi seandainya apa yang aku pikirkan
itu terjadi aku berjanji takan mau melepaskannya saat ini.
Tapi sepertinya tebakanaku
salah,aku merasakan lengannya merangkul bahuku dan memeluku erat,dan aku makin
mempererat peluknnya.Aku tak peduli jika ada orang lain yang melihat
kami,seperti ini,atau cctv merekam adegan kami saat ini,toh ini hanya sebuah
pelukan dan tak lebih dari itu.
“Apa kau merindukanku?”tanyaku tanpa melepaskan
pelukanku.
“Sangat kakak!”jawabnya terdengar samar.
‘Kakak’terdengar begitu
menyakitkan bagiku saat ini,seperti menjadi pembatas diantara kami.
“Bisa kita bicara sesuatu!”seru Ga In sambil
melepaskan pelukannya,dan dengan berat hati akupun melepaskan pelukannya.
Pada Gani aku meminta
izin intuk mengobrol di depan toko bersama Ga In.Toh jika sudah tengah malam
keadaan biasanya sepi.Dan seperti sudah mengetahui keadaanku saat ini,Gani
memberiku ijin.
Disamping Toko aku dan
Ga In mengobrol tentang banyak hal sambil duduk meniknati malam dengan langit
gelap tanpa bintang ataupun bulan.
Saat ini aku mencoba untuk
menempatkan posisiku sebagai kakak seperti dahulu,tapi ternyata aku
tak dapat memposisikan hal itu sekarang.Perasaanku yang telah mengubahnya,aku
tak hanya ingin melindunginya sebagai seorang kakak tapi juga ingin memilikinya
sebagai seorang yang mencintainya.
“Aku sudah menikah!!!!”
Aku sudah mengetahui hal
itu tapi mengapa terasa begitu menyakitkan ketika aku dengar dari mulutnya
langsung.
“Aku mendapatkan undangannya,dan maaf aku
tak dapat hadir,dan selamat semoga kalian berbahagia!”seruku mencoba untuk
tabah.
Kulihat raut wajah Ga In
berubah,tampak terkejut dan aku tak tahu mengapa.
“Maaf!”serunya dengan nada tertahan .
“Untuk apa?,bukankah kau menikah denga orang
yang memang kau pilih untuk menjadi suamimu!”seruku mencoba untuk
menenangkannya.
“Seharusnya seperti itu,tapi aku merasa ada sesuatu
yang membutku merasa berbeda.
“Mengapa!,mungkin sebelum kalian menikh kau telah
mengalami hal yang diluar pikiranmu!”seruku untuk meyakinkannya.
“Mungkin!,dan sepertinya hal itu pula yang mengubah
hatiku!”mendengar kata katanya membuatku sedikit terkejut dan aku menoleh untuk
mentap wajahnya.
“Hatimu!,apa maksudmu!,kau sudah menikah dengannya dan
pastilah kau telah mengambil keputusan itu dari hatimu!”Seruku
“Ya!,aku mencintainya tapi sepertinya hatiku tlah
selingkuh dan kini dalam hatiku ada dirimu kak!”
Mendengar kalimat Gain membuatku terkejut
tapi aku mencoba untuk menahanya.
“Itu tidak mungkin dan tidak boleh,bagaimanpun kau
sekarang adalah seorang istri kau sudah milik orang dan tidak semestinya kau
mengatakan hal itu.”Seruku dengan perasaan yang begitu bertolak belakang dengan
kata kataku.
“Ya,aku tahu.aku hanya ingin kakak tahu aku memiliki
perasaan untuk kakak!”seru Gain.
Aku mencoba tersenyum dan mengusap rambut Gain
layaknya seorang kakak kepada adiknya.
“Kau sedang menjebakku?”seruku sambil tersenyum.
“Aku idak sedang menjebak kakak!,aku hany bertanya
padamu,apakah kakak juga memiliki perasaan yang sama denganku!”
Sejenak aku membatu,pertanyaan iyu seolah
olah adalah sebuah boomerang yang aku lemparkan dan kembali lagi padaku.
“Apakah aku wajib untuk menjawabnya?”tanyaku.
“Ya!,karena sejak saat itu aku merasa penasaran dengan
hal itu!”
Aku menaikan alisku dan bertanta tanya hal apa yang
pernah aku lakuka hingga Gain berfikir seperti itu.
“Hal apa yang pernah aku lakukan padamu?”tanyaku
penasaran.
“Kakak pernah menciumku!,dn aku bertanya apakah kakak
juga menyukaiku!”
Aku terdiam dan kulihat mata Gain menunggu
jawabanku.
“Kapan aku melakukannya?”tanyaku tak mengertidan
sambil berfikir.
“Saat kakak mabuk,malam itu!”
Aku Teringat dan selama ini aku hanya
menganggapnya sebagai mimpi dan hanya aku yang memikirkannya.
“Kau tahu,waktu itu aku mabuk dan tentu saja hal yang
aku lakukan itu diluar kendaliku,dan aku tak sadar dengan apa yang aku
lakukan!”seruku membantah.
“Tapi aku menganggapnya kakak melakukannya bukan
karena pengaruh alkohol tapi karena kakak memang ingin melakukannya.
“Bagaimana kau bisa beranggapan seperti itu?”
“Karena aku menyukaimu!”
“Tapi aku melakukannya karena ketidak
kesengajaan!”seruku berkilah.
“Kalau begitu maukah kakak melakukannya karena
sadar!”serunya yang membuatku tercengang.
“Kau gila!”seruku sambil bangkit dari temptku dan
beranjak pergi.
“Malam ini malam terakhir aku bertemu kakaka,karena
esok pagi aku akan menyusul suamiku ke Belandan dan aku akn menetap
disana!”seru Gain yang menghentikan langkahku.
Aku membalikan tubuhku dan kembali pada Gain,aku
menarik tubuh Gian dan memeluknya.
“Aku memelukmu sebagai tanda perpisahan dariku tapi
jangan memintaku untuk menciummu untuk berpisah!”seruku berbisik didekat
telingannya.
Gain takmenjawab apa apa.hanya saja aku
merasakan ia melapaskan pelukaku dan tanpa aku sadari ia mencoba untuk
menciumku.
Aku mencoba mundur tapi tdengan
cepat ia menahanku dengan melingkarkan tangannya dipunggungku.
“Aku yang akan mencium kakak!,bukan aku yang meminta
kakak untuk menciumku!”serunya sambil mendekatkan wajahnya pada wajahku.
Dengan cepat kutarik wajahku dan kukecup keningnya dan
aku melepaskan pelukannya.
“Maaf!,mungkin untuk selamanya kita akan menjadi kakak
dan adik saja!”seruku.
Dan entah bagaiman tiba tiba wajah
Chinta memenuhi hatiku,Wajahnya tersenyum dalam bayanganku,aku tak boleh
menghianatinya,bagaimanapun,ia telah menerimaku dengan segala kekuranganku
walau dalam hatikau masih saja menempatkan Gain disisi yang berbeda dengannya.
Chinta,aku harus menjaga perasaannya
walaupun ia tak disini,walaupun ia tak mengetahui apasaja yang mungkinakan aku
lakukan,tapi ia telah mempercayakanku untuk menjaga kepercayaannya.
“Pulangkah,dan
beristirahatlah,bukankah besok aku akan melewati perjalanan jauh!”seruku.
Gain terdianm dan tanpa berkata banyak ia
berpamitan untuk pulang.
Aku mengantarkanya menuju mobilnya yang terparkir
dihalaman toko,ia menyetir sendiri,dan kekhawatirnakku bertambah.
“Apakah kau baik bauk saja pulang sendiri?”tanyaku.
Gain tersenyum dam membuka kaca mobil.
“Kapan kita akan berjumpa kembali?”tanyanya.
“Jika aku menikah akan mengirimu undangan!,kau tahu
alamat emailku!”seruku sambil tersenyum.
Kulihat wajah Gain berubah muram
tapi aku mencoba untuk tak memperdulikannya.
***
Kulihat mobil Gain hilang dalam
kejauhan dan aku menlangkahkan kaki untuk kembali ketoko,dan sebuah panggilan
masuk kedalam hpku dan itu dari Chinta.
“Apa dia tahu apa yang baru aku lakukan tadi!”seruku
dalam hati sambil mengangkat telepon darinya.
“Halo!”seruku pelan.
“Kau masih bekerja!”tanyanya.
“Ya!,kau belum tidur?”tanyaku.
“belum ngantuk!”serunya.
“Bagaiman jika kita pindah posisi,karena saat ini aku
sangat mengantuk!”seruku.
Dan kudengar suara Chinta tertawa begitu
menghangatkan hatiku.
..............
Tidak ada komentar :
Posting Komentar