Sabtu, 21 Desember 2013

FAL'LOVE IN LOST Parts 07

.............
..............
Ini minggu pertamaku di tempat kerjaku yang baru.Aku memilih untuk keluar dari tempat kerjaku,agar aku bisa melewati malam tampa perasaan sakit.Karena beberapa minggu belakangan adalah malam malam yang menyakitkan untuk dilupakan.
     Tempat kerjaku yang baru dalah sebuah minimarket yang buka 24 jam.Dan aku dengan suks rela mau masuk sift malam walau sebenatnya sift sudah dibagi,seharusnya malam ini adalah malam untuk Dion,tapi sengaja aku ambil dan malam ini aku berjaga dengan Gani,Ia bertugas dibagian kasir sementara aku bertuga mengecek barang gudan dan display.
    Alasanku untuk mengisi waktu dimalam hari adalah untuk aku melupakan semua malam yang penuh  kenagan yang aku jalani bersama Dwi,yang mungkin kini sedang berbahagia dengan kehidupanya yang baru setelah amnesianya sembuh.
    Tapi jika aku berfikir aku dapat melupakanya ternyata aku salah,justru aku makin mengingatnya dengan kondisiku yang terus terjaga,tiap ada pikiran kosong selelalu aku isi dengan memikitkannya,wajahnya,senyumnya,tangisnya,candanya.Kadang hal itu membuatku menjadi bersemngat untk terus terjaga,tapi kadang juga membuatku ingin menangis.Dan aku mengakui aku memang laki laki rapuh,dan cengeng.
     Entah apa yang terjadi saat ini dengannya,sejak sore tadi otaku selalu dipenuhi oleh hal hal tentangnya.walaupun pekerjaanku sedang penug dengan barang barang yang harus dikeluarjan dari gudang menuju rak rak display.
     Dengan teliti aku menata beberapa barang display.walau kutahu kalau malam malam sperti ini akan sangat sepi sekali orang masuk  tapi untuk melengkapi itu perlu.
    Aku menata barang dirak paling belakang beberapa meter dari pintu masuk,tapi kalau malam malam seperti ini sejauh apapun jaraknya langkah seseorangpun akan terdengar begitu jelas.
    Dan aku mendengarnya ketika Gani menyapa seorang customer yang datang.Aku terus melanjutkan pekerjaanku walau customer itu benar benar masuk.
      Aku terus menata barang barang yang belum masuk kedalam rak dan rak yang paling bawahkah yang masih sangat sangat kosong,sampai akhirnya pekerjaanku terhenti ketika tibs tiba sepasang kaki tiba tiba muncul disampingku tanpa aku tahu suara langkah itu mendekat.
     Aku menggeser tubuhku,agar customer dapat memilih barang yang mungkin ada dibaris dimana aku mengisi barand dirak yang paling bawah.
   Tapi aneh aku bergeser menjauh,justru customer itu mengikutiku.Lalu kuputuskan untuk pindah dari tempatku walau pekerjaanku belum selesai dirak itu.
    Aku berdiri tanpa menoleh pada customer sambil membawa kardus berisi barang barang display.
“Kakak!”
     Mendengar suara merdu itu langkahku terhanti dan dengan tiba tiba jantungku berdetak tak normal.Otaku menebak tapi hatiku menolaknya,Kakiku terasa sangat berat untuk melanjutkan langkah tapi juga tak mampu untuk menoleh.
“Kakak!”Serunya untuk kedua kalinya.
      Aku mendesah pelan dan menghembuskan nafasku melalui mulut.Dengan perlahan aku membalikan Tubuhku dan kulihat seorang yang aku kenal tapi sangat berbeda.
    Dengan langkah senormal mungkin aku mencoba menghampitinya dan menyapanya.
“Hai,Apa apa kabar?,apa yang sedang kau lakukan malam malam seperti ini?”tanyaku berbasa basi dan sedatar mungkin walau dalam hatiku sangat ingin memeluknya dan melepas rinduku yang teramat sangat.
“Aku mencarimu!”jawabnya pelan dan halus.
“Untuk apa?,apa aku masih memiliki hutang padamu!”seruku yang tiba tiba teringat dengan kejadian beberapa minggu lalu.
“Maafkan aku!”serunya lirih.
“Maaf untuk apa?”tanyaku sambil memberanikan diri menatap wajahnya yang kini tampak begitu berbeda dan cantik.
“Semuanya!”
     Aku terdiam dan menatapnya cukup lama,memendangi kecantikannya yang benar benar sangat cantik.
“Sepertinya semua sudah selesai,jadi tak ada yang perlu dimaafkan!”seruku sambil berbalik dan melanjutkan langkahku untuk menjauhinya.
“Kakak!,bisakah kita berbicara dan mengobrol seperti dahulu!!!”tanya Dwi yang sekaligus memohon.
      Aku kembali membalikan badanku dan deng cepat kuhampiri Gadis bernama Ga in itu dan dengan sepenuh hati kupeluk tubuhnya erat.Kulampiaskan semua kerinduanku padanya saat ini,Kucium aromanya yang tak berubah,wangi ranbutnya yang terurai panjang.
    Kurasakan lengannya terangkat aku tahu apa yang mungkin akan terjadi,tapi seandainya apa yang aku pikirkan itu terjadi aku berjanji takan mau melepaskannya saat ini.
    Tapi sepertinya tebakanaku salah,aku merasakan lengannya merangkul bahuku dan memeluku erat,dan aku makin mempererat peluknnya.Aku tak peduli jika ada orang lain yang melihat kami,seperti ini,atau cctv merekam adegan kami saat ini,toh ini hanya sebuah pelukan dan tak lebih dari itu.
“Apa kau merindukanku?”tanyaku tanpa melepaskan pelukanku.
“Sangat kakak!”jawabnya terdengar samar.
    ‘Kakak’terdengar begitu menyakitkan bagiku saat ini,seperti menjadi pembatas diantara kami.
“Bisa kita bicara sesuatu!”seru Ga In sambil melepaskan pelukannya,dan dengan berat hati akupun melepaskan pelukannya.
     Pada Gani aku meminta izin intuk mengobrol di depan toko bersama Ga In.Toh jika sudah tengah malam keadaan biasanya sepi.Dan seperti sudah mengetahui keadaanku saat ini,Gani memberiku ijin.
     Disamping Toko aku dan Ga In mengobrol tentang banyak hal sambil duduk meniknati malam dengan langit gelap tanpa bintang ataupun bulan.
    Saat ini aku mencoba untuk menempatkan posisiku sebagai kakak seperti dahulu,tapi ternyata   aku tak dapat memposisikan hal itu sekarang.Perasaanku yang telah mengubahnya,aku tak hanya ingin melindunginya sebagai seorang kakak tapi juga ingin memilikinya sebagai seorang yang mencintainya.
    “Aku sudah menikah!!!!”
     Aku sudah mengetahui hal itu tapi mengapa terasa begitu menyakitkan ketika aku dengar dari mulutnya langsung.
“Aku  mendapatkan undangannya,dan maaf aku tak dapat hadir,dan selamat semoga kalian berbahagia!”seruku mencoba untuk tabah.
    Kulihat raut wajah Ga In berubah,tampak terkejut dan aku tak tahu mengapa.
“Maaf!”serunya dengan nada tertahan .
 “Untuk apa?,bukankah kau menikah denga orang yang memang kau pilih untuk menjadi suamimu!”seruku mencoba untuk menenangkannya.
“Seharusnya seperti itu,tapi aku merasa ada sesuatu yang membutku merasa berbeda.
“Mengapa!,mungkin sebelum kalian menikh kau telah mengalami hal yang diluar pikiranmu!”seruku untuk meyakinkannya.
“Mungkin!,dan sepertinya hal itu pula yang mengubah hatiku!”mendengar kata katanya membuatku sedikit terkejut dan aku menoleh untuk mentap wajahnya.
“Hatimu!,apa maksudmu!,kau sudah menikah dengannya dan pastilah kau telah mengambil keputusan itu dari hatimu!”Seruku
“Ya!,aku mencintainya tapi sepertinya hatiku tlah selingkuh dan kini dalam hatiku ada dirimu kak!”
  Mendengar kalimat Gain membuatku terkejut tapi aku mencoba untuk menahanya.
“Itu tidak mungkin dan tidak boleh,bagaimanpun kau sekarang adalah seorang istri kau sudah milik orang dan tidak semestinya kau mengatakan hal itu.”Seruku dengan perasaan yang begitu bertolak belakang dengan kata kataku.
“Ya,aku tahu.aku hanya ingin kakak tahu aku memiliki perasaan untuk kakak!”seru Gain.
Aku mencoba tersenyum dan mengusap rambut Gain layaknya seorang kakak kepada adiknya.
“Kau sedang menjebakku?”seruku sambil tersenyum.
“Aku idak sedang menjebak kakak!,aku hany bertanya padamu,apakah kakak juga memiliki perasaan yang sama denganku!”
  Sejenak aku membatu,pertanyaan iyu seolah olah adalah sebuah boomerang yang aku lemparkan dan kembali lagi padaku.
“Apakah aku wajib untuk menjawabnya?”tanyaku.
“Ya!,karena sejak saat itu aku merasa penasaran dengan hal itu!”
Aku menaikan alisku dan bertanta tanya hal apa yang pernah aku lakuka hingga Gain berfikir seperti itu.
“Hal apa yang pernah aku lakukan padamu?”tanyaku penasaran.
“Kakak pernah menciumku!,dn aku bertanya apakah kakak juga menyukaiku!”
  Aku terdiam dan kulihat mata Gain menunggu jawabanku.
“Kapan aku melakukannya?”tanyaku tak mengertidan sambil berfikir.
“Saat kakak mabuk,malam itu!”
  Aku Teringat dan selama ini aku hanya menganggapnya sebagai mimpi dan hanya aku yang memikirkannya.
“Kau tahu,waktu itu aku mabuk dan tentu saja hal yang aku lakukan itu diluar kendaliku,dan aku tak sadar dengan apa yang aku lakukan!”seruku membantah.
“Tapi aku menganggapnya kakak melakukannya bukan karena pengaruh alkohol tapi karena kakak memang ingin melakukannya.
“Bagaimana kau bisa beranggapan seperti itu?”
“Karena aku menyukaimu!”
“Tapi aku melakukannya karena ketidak kesengajaan!”seruku berkilah.
“Kalau begitu maukah kakak melakukannya karena sadar!”serunya yang membuatku tercengang.
“Kau gila!”seruku sambil bangkit dari temptku dan beranjak pergi.
“Malam ini malam terakhir aku bertemu kakaka,karena esok pagi aku akan menyusul suamiku ke Belandan dan aku akn menetap disana!”seru Gain yang menghentikan langkahku.
Aku membalikan tubuhku dan kembali pada Gain,aku menarik tubuh Gian dan memeluknya.
“Aku memelukmu sebagai tanda perpisahan dariku tapi jangan memintaku untuk menciummu untuk berpisah!”seruku berbisik didekat telingannya.
  Gain takmenjawab apa apa.hanya saja aku merasakan ia melapaskan pelukaku dan tanpa aku sadari ia mencoba untuk menciumku.
   Aku mencoba mundur tapi tdengan cepat ia menahanku dengan melingkarkan tangannya dipunggungku.
“Aku yang akan mencium kakak!,bukan aku yang meminta kakak untuk menciumku!”serunya sambil mendekatkan wajahnya pada wajahku.
Dengan cepat kutarik wajahku dan kukecup keningnya dan aku melepaskan pelukannya.
“Maaf!,mungkin untuk selamanya kita akan menjadi kakak dan adik saja!”seruku.
   Dan entah bagaiman tiba tiba wajah Chinta memenuhi hatiku,Wajahnya tersenyum dalam bayanganku,aku tak boleh menghianatinya,bagaimanapun,ia telah menerimaku dengan segala kekuranganku walau dalam hatikau masih saja menempatkan Gain disisi yang berbeda dengannya.
   Chinta,aku harus menjaga perasaannya walaupun ia tak disini,walaupun ia tak mengetahui apasaja yang mungkinakan aku lakukan,tapi ia telah mempercayakanku untuk menjaga kepercayaannya.
   “Pulangkah,dan beristirahatlah,bukankah besok aku akan melewati perjalanan jauh!”seruku.
  Gain terdianm dan tanpa berkata banyak ia berpamitan untuk pulang.
Aku mengantarkanya menuju mobilnya yang terparkir dihalaman toko,ia menyetir sendiri,dan kekhawatirnakku bertambah.
“Apakah kau baik bauk saja pulang sendiri?”tanyaku.
  Gain tersenyum dam membuka kaca mobil.
“Kapan kita akan berjumpa kembali?”tanyanya.
“Jika aku menikah akan mengirimu undangan!,kau tahu alamat emailku!”seruku sambil tersenyum.
   Kulihat wajah Gain berubah muram tapi aku mencoba untuk tak memperdulikannya.
                                          ***
   Kulihat mobil Gain hilang dalam kejauhan dan aku menlangkahkan kaki untuk kembali ketoko,dan sebuah panggilan masuk kedalam hpku dan itu dari Chinta.
“Apa dia tahu apa yang baru aku lakukan tadi!”seruku dalam hati sambil mengangkat telepon darinya.
“Halo!”seruku pelan.
“Kau masih bekerja!”tanyanya.
“Ya!,kau belum tidur?”tanyaku.
“belum ngantuk!”serunya.
“Bagaiman jika kita pindah posisi,karena saat ini aku sangat mengantuk!”seruku.
  Dan kudengar suara Chinta tertawa begitu menghangatkan hatiku.
..............

Tidak ada komentar :

Posting Komentar