Rabu, 25 Desember 2013

DILEMA CINTA PERTAMA DAN TERAKHIR Parts 04

..................
   Acara reunian sekolah diadakan di sebuah gedung yang berada di tengah tengah kota.Rama sedikit banyak tercengang,melihat teman teman seangkatannya sudah banyak berubah.Ada yang dulu gemuk jadi kurus,kurus jadi gemuk Yang dulu biasa jadi luar biasa dan perubahan terlihat semua kecuali perasaannya pada Raisha.
Perasaannya masih sama bahkan makin bertambah,dan malam ini Rama memandang Raisha tampak begitu berbeda,ia tampak begitu cantik dan anggun dengan pakaian muslim warna biru muda,yang sedang mengobrol dengan temannya yang sedang menggendong anak.Rama terus memperhatikannya dari sudut ruangan yang ramai.
"Wah bro,ga dulu ga sekarang masih aja ya penyendiri.!"seru Wahyu yang dulu seorang siswa dengan prestasi olahraga yang membanggakan sekolah dan kini menjadi Chef di sebuah Restorant Bonafit.
"Fisik boleh berubah tapi sifat belum tentu!"seru Rama.
"Iya juga sih,ngomong ngomong Raisha makin keliatan cantik ya pake Jilbab?"tanya Wahyu dengan nada meledek.
"Ya sangat cantik!"puji Rama tanpa mengalihkan pandangannya pada Raisha yang sekilas melirik kearahnya dan kini berjalan kearahnya.
"Dia masih Single ya?"tanya Wahyu berbisik.
"Aku ga tahu!"seru Rama tampak gugup.
"Kalau aku masih single aku mungkin bakalan ngejar dia lagi."gumam Wahyu.
Mata Rama terbelalak mendengar ucapan wahyu.
"Emang kamu pernah jadian sama Raisha?"tanya Rama penasaran.
"Ngarep doang!!!.Tapi ga kesampean,kan kamu tahu sendiri Dulu Raisha lengket banget sama Ale,Kakak kelas kita.”Seru Wahyu.
“Oh!.inget istri dan anak!"ledek Rama.
"Dia masih sama Ale ga sih?"tanya wahyu.
"A..Aku ga tahu!"jawab Rama singkat.
"Gua tinggal dulu ya!"seru wahyu,sambil berlalu pergi.
Ditempatnya Rama kembali terdiam menatap Raisha yang langkahnya terhenti dan mengobrol dengan teman yang menghampirinya.
..................
  Raisha merasa iri melihat teman temannya sudah mendapatkan cita citanya,dan yang paling menyenangkan adalah mereka sudah berkeluarga dan memiliki keturunan.
"Pasti menyenangkan mengurus anak dan suami!"seru Raisha pada Alisha yang sudah memiliki 2 orang anak.
"Enak ga enak lah.Capek ujung ujungnya."keluh Alisha.
"Kamu kapan nyusul?"sambung Alisha.
"Ga tahu nih.Ga ada yang mau.!"Seringai Raisha.
"Bisa aja kamu.Masa sih cewek cantik kayak kamu ga ada yang mau?"tanya Alisha tak percaya.
"Ini buktinya.Masih Single and Jomblo."jelas Raisha dengan nada ceria.
"moga moga aja dapet jodoh di sini!"harap Alisha.
"Mudah mudahan aja.Tapi aku ga mau yang main main.aku maunya yang serius,Capek pacaran terus.Ga ada akhirnya."seru Raisha curhat.
"Nanti aku suruh kambing guling untuk melamar kamu!"seru Alisha.
Raisha tertawa mendengar ledekan Alisha.
"Ga papa kalau Chef kambing gulingnya ganteng dan berkepribadian!"seru Raisha.
"Maksudnya berkepribadian itu,Rumah pribadi?Mobil pribadi?Tabungan pribadi?Tanah pribadi?"seru Alisha.
"Ga ilang ilang ya gokilnya"seru Raisha sambil tertawa.
"Maaf apa saya mengganggu!,"suara laki laki menghentikan obrolan Raisha dan Alisha.
Mata Raisha terpanah pada sosok lelaki yang ada di hadapannya.Seketika hatinya terasa sejuk,Tapi punggungnya terasa panas.
"Ale?!"seru Raisha seperti tercekik tak ada suara.
"Ya.Raisha!"seru laki laki yang di panggil Raisha Ale.
"Aku pergi dulu ya!"seru Alisha yang langsung pergi meninggalkan Ale dan Raisha.
Raisha tampak salah tingkah berada di depan Ale.Mantan sekaligus pacar dan cinta pertamanya.
"Bagaimana kabar kamu?"tanya Ale yang tampak lebih dewasa dan berwibawa.
"Baik!,bagaimana dengan kamu?,sibuk apa?"tanya Raisha.
"Aku sibuk dengan usahaku karier aku dan cita cita aku!"jawab Ale sedikit dengan nada sombong.
"Selamat ya akhirnya cita cita kamu jadi kenyataan."
"Terima kasih Raisha.So how with you?."
“Aku aku biasa saja dan seperti ini!"seru Raisha merendah.
"kamu terlihat lebih cantik memakai Jilbab.Sudah berkeluarga?,atau mungkin suami kamu yang menyuruh kamu untuk memakai Jilbab?"tanya Ale.
"Terima kasih pujiannya,aku hanya ingin berubah kok.”Jawab Raisha.
"Bukan karena kamu botak kan kamu pakai Jilbab!"seru Ale yang mengundang tawa.
Tiba tiba suara Hp Ale berbunyi.
"Maaf ya aku tinggal angkat telepon dulu".seru Ale yang kemudian pergi meninggalkan Raisha sendiri.
"Sifatnya masih seperti dulu"seru Raisha dalam hati.
.................
    Dari tempat penyendiriannya,Rama mendengarkan semua obrolan Raisha dan Alisha dan begitu juga dengan Ale.
Seketika Rama merasakan ada kesempatan ada peluang untuknya ,Cepat cepat Rama mendatangi Raisha yang di tinggal pergi oleh Ale yang ia tahu adalah mantan Raisha.
"Raisha,bisa kita bicara?"tanya Rama tiba tiba.
"Rama.ya ada apa?"tanya Raisha terkejut.
Rama menutup mata dan menarik nafas panjang sebelum ia berbicara.
"Rama,kamu mau ngomong apa?"tanya Raisha menunggu.
"Raisha menikahlah denganku!"seru Rama singkat.
Beberapa saat waktu terasa berbenti bagi keduanya,keramaian saat itu terasa hilang dan berubah sunyi.
"Mungkin kamu kaget mendengarnya tapi ini jujur.Mungkin kamu udah denger berita ini,Gosib yang aku suka sama kamu dan tak ada klarifikasi dari aku.Membuat kamu malu dan sebagainya.Tapi jujur aku suka dan cinta sama kamu.Sejak dulu sampai sekarang.Dan aku minta sama kamu,Jadilah istriku!"seru Rama panjang lebar.
Raisha terdiam,sepanjang perkenalannya dengan Rama.baru kali ini Raisha mendengar Rama berbicara panjang lebar padanya.
"Bagaimana Raisha?"tanya Rama.
"Maaf,Ram.aku belum bisa jawab,Ini hal yang sangat sulit untuku."seru Raisha menjelaskan.
"Oke.aku beri kamu waktu.!"seru Rama Pantang menyerah.
"Terima kasih ya kamu sudah menjawab dari semua gosip Issue masa lalu!"seru Raisha.
"Maaf ya.udah menunggu!"suara Ale terdengar diantara mereka.
"Aku permisi dulu!"seru Rama yang cepat cepat pergi.
"Itu Bukannya Rama ya?"Tanya Ale pada Raisha yang melihat kepergian Rama setelah kedatangannya.
"Ya!dia beda ya?"seru Raisha yang tampak bingung.
"Jadi gosip itu bener?Rama terobsesi sama kamu?"tanya Ale terdengar cemburu.
"Ga kok."protes Raisha.
"Raisha pernah kamu berfikir ada hal yang belum terselesaikan diantara kita?"tanya Ale.
Raisha terdiam ia memikirkan ucapan Ale dan memikirkannya.
"Emmm...begini Raisha.aku pengen kita seperti dulu!"seru Ale tiba tiba.terus menatap Raisha.
Raisha makin dibuat bingung satu sisi Raisha senang tapi satu sisi Raishapun bingung.
"Aku belum bisa jawab Al.!”Seru Raisha.
“Aku akan beri kamu waktu.".seru Ale Tak menyerah.
"Terima kasih.aku permisi dulu"seru Raisha yang kemudian meninggalkan Ale.
..................
"Apa???"seru Dewi setelah mendengarkan curhatan Raisha.
"jadi kamu pilih yang mana?"tanya Dewi antusias.
"Itu yang aku bingung.aku udah tahu dari dulu kalau Rama sempet suka sama aku dan aku ga ngira sampai sekarang.dan Ale mantan plus cinta pertama aku tiba tiba datang dan ngajak balikan."jelas Raisha bingung dan bimbang.
"Inget Sha,kemarin kemarin kamu pernah bilang kalau ada yang ngelamar kamu,kamu akan menerima dia dengan Ikhlas."jelas Dewi mengingatkan.
Raisha mendesah dan mengubah posisi duduknya.
"Tapi kenyataannya berbeda,Kalau seandainya hanya Rama yang datang mungkin aku bisa ambil keputusan.Tapi dateng juga Ale.Kamu tahu sendiri kan.Bagaimana perasaan aku sama Ale selama ini,aku masih sangat mencintai Ale."jelas Raisha.
"Sha,kamu juga harus inget,Bagaimana dulu Ale nyakitin kamu.Ya walaupun aku cuma dengerin dari kamu doang,Ga liat langsung.tapi aku bisa ngerasain bagaimana sakitnya di selingkuhin.Apa kamu ga takut kalau seandainya kamu pilih Ale dan ternyata dia melakukan kesalahan yang sama."jelas Dewi panjang lebar.
"Setiap manusia bisa berubah kok,Dan aku yakin Ale bisa berubah,dan aku lihat Ale banyak berubah,penampilannya,cara ngomongnya.Pokoknya dia beda dari dulu."seru Raisha meyakinkan.
"Raisha sayang!.Penampilan tidak menunjukan perubahan hati seseorang,kamu jangan terlalu yakin sama perasaan kamu.Lagipula Ale belum ngelamar kamu kan?dia baru ngajak kamu balikan tapi belum ngajak kamu buat serius.Tapi liat deh Rama.Dia saking cintanya sama kamu dia langsung ngelamar kamu.Dia minta kamu untuk jadi istrinya,Dia meminta!,bukan bertanya!.Karena dia tidak mau kehilangan kamu.Dia udah cinta mati sama kamu.?".
"Kamu kenapa sih.Wi?,Kayaknya kamu ngotot banget nyatuin aku sama Rama,Aku ga cinta sama dia!"seru Raisha dengan nada meninggi.
"Jangan jangan kalian kerja sama.Rama nyuruh kamu buat ngeyakinin aku untuk terima dia."lanjut Raisha Curiga.
"Sama sekali ga ada hubungannya dengan Rama,Aku cuma kasih kamu pengertian,Inget Raisha kamu tidak mau kan kalau Rendra nikah duluan.Dan ini menyangkut janji kamu,Dan aku ga mau kalau kamu sahabat aku kembali tersakiti lagi oleh laki laki yang sama.Dan cinta,aku yakin Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu.!"seru Dewi masih mencoba meyakinkan.
"Soal pernikahan Rendra,aku sudah siap dilangkah dan aku sudah menyuruhnya untuk segera menikah!"jelas Raisha.
Dewi terkejut dengan keputusan Raisha tapi Dewi dapat menerima setelah Raisha menjelaskannya.
"Dan menurutku ini adalah waktu yang tepat untuk kalian saling mengenal"seru Dewi tak henti hentinya meyakinkan.
"Dewi!,udah deh jangan promosiin dia terus."seru Raisha manja.
Dewi memeluk Raisha dan berbisik
"Aku yakin keputusanmu adalah yang terbaik." 
.................
   Pernikahan Rendra dan Shinta dipercepat,Walaupun dengan berat hati Raisha menerimanya dan selalu mengumbar senyum.Bahagia,walau dalam hatinya menangis.
"Kamu bahagia Shinta?"tanya Raisha pada adik iparnya yang sedang duduk sendiri.
"Iya mbak!.Maafin Shinta ya mbak!"seru shinta sambil memeluk Raisha dan menangis bahagia.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan karena tidak ada yang salah."jelas Raisha.
Raisha melepaskan pelukannya dari Shinta."mbak pergi dulu ya!"seru Raisha sambil menghapus airmatanya.
Raisha pergi meninggalkan Shinta.menemui para tamu undangan,yang terdiri dari teman teman Shinta,Rendra dan beberapa temannya dan diantaranya adalah Rama,Yang duduk menyendiri diantara keramaian para tamu undangan.
"Mungkin omongan Dewi ada benarnya juga,cinta bisa datang dengan berjalan waktu."seru Raisha dalam hati.
Raisha berjalan menghampiri Rama yang duduk sendirian.
"Hai!"sapa Raisha sambil duduk didepan Rama.
"Hai!,"seru Rama tampak terkejut dengan kedatangan Raisha di hadapannya.
"Raisha!"seru Rama.
"Kok sendirian,yang lain kemana?"tanya Raisha basa basi.
"Tidak tahu,kamu sendiri?"tanya Rama.
"aku?.aku ada.Rama!,soal hari itu...."Raisha terhenti dan Rama menunggu.
"Emm....hari itu.Hari itu bukan mimpi Raisha.aku serius meminta kamu untuk jadi istri aku.Bukan karena adik kamu atau apapun tapi karena aku cinta kamu!"seru Rama panjang Dan terus meyakinkan.
Raisha terdiam dan melihat Rama berbeda,ia memang telah berubah,ia bukan Rama yang dulu.Rama yang pendiam,dan penyendiri.
"Kamu banyak berubah ya"seru Raisha mengalihkan pembicaraan.
"Waktu yang mengubah aku!"seru Rama dengan nada serius.
"Kamu lebih dewasa!"kata Raisha.
"Ga juga.!"tolak Rama.
"Raisha aku butuh kepastian dari kamu.Jujur,keluarga akupun berharap aku untuk cepat menikah."curhat Rama.
"Usia kamu masih muda Rama."seru Raisha.
"28!, Rasha!aku..Apa aku salah berharap pada wanita yang menjadi cinta pertama aku.Aku pinta untuk jadi istri aku?.Raisha apa harapan aku tidak berguna?apa kamu sudah ada pilihan?sebelum aku?"tanya Rama serius.
"Enggak Rama.Kamu punya hak untuk berharap tapi aku tidak bisa memberimu kepastian.".seru Raisha menggantung.
"Aku butuh kepastian kamu.Agar aku bisa memberi kepastian pada keluargaku.Mereka menginginkan aku cepat menikah,dan aku cuma ingin kamu jadi istri aku,dan itupun kalau kamu memberi kepastian padaku,agar aku tidak terlalu berharap.”
"Beri aku waktu"seru Raisha yang kemudian pergi meninggalkan Rama.
"Sudah terlalu banyak waktu aku untuk menunggu kamu Raisha,dan aku ga akan melepaskan kamu lagi.walaupun Ale masih jadi saingan aku"
..................
DILEMA CINTA PERTAMA DAN TERAKHIR parts 04

..................
   "Apa yang membuatmu percaya jika keinginanku untuk memperistri kamu memang benar dan sungguh sungguh?"tanya Rama pada Raisha ketika mereka makan siang bersama.
Raisha tak menjawab ia tertunduk.dalam otaknya masih ada ganjalan entah itu apa.
Beberapa minggu terakhir tampaknya Rama dan Ale berlomba lomba untuk menarik perhatian Dirinya.Cara mereka berbeda,Rama selalu menemuinya disaat yang tepat dan mereka dapat mengobrol dengan santai dan leluasa,Sementara saat dengan Ale.
Mereka bertemu secara tiba dan kadang terkesan terburu buru seperti ada seruatu yang mengejar dan memperhatikan Ale tiap bertemu dengannya.
"Jawab Raisha!"seru Rama.
Raisha tersadar dan cepat cepat ia mengangkat wajahnya untuk menatap lawan bicaranya.
"Kamu tidak perlu melakukan apa apa Rama,aku sudah cukup tahu seberapa dalam kesungguhan kamu padaku!"jelas Raisha.
"Lalu apa jawban kamu?,kamu masih menggantungkan jawaban.Raisha aku Rama  yang berbeda,aku sudah berubah."seru Rama meyakinkan.
"Aku percaya itu Rama,tapi aku butuh waktu,aku butuh mengenal lebih dalam siapa dan seperti apa calon......suamiku."seru Raisha dengan nada lirih dipenghujung kalimatnya.
Mata Rama terbelalak dan tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Apa itu artinya kamu mau menikah denganku?"tanya Rama tak percaya.
"Rama,aku bilang aku butuh waktu untuk mengenal kamu.!"seru Raisha lirih.
"Oke!"jawab Rama kemudian.
"Aku harus kembali,waktu istirahatku hampir habis!"seru Raisha melihat jam di tangannya.
"Mau aku antar?"tanya Rama menawarkan diri.
"Terima kasih tapi tidak perlu!"tolak Raisha halus.
..................
    Turun dari angkutan umum Raisha sudah ditunggu oleh Ale yang berdiri di depan mobil hitamnya.
"Ale!,kamu disini?"tanya Raisha tampak terkejut.
"Ya!,kayaknya aku telat mau ajak kamu lunch!"seru Ale terdengar ketus.
"Maaf!,aku tidak tahu kalau kamu...".
"Salah aku juga tidak memberi tahu kamu dulu.Rencananya sih mau bikin Surprise!"seru Ale menabrak kalimat Raisha.
"Mungkin lain kali,karena jam istirahatku sudah habis dan aku harus masuk!"kata Raisha.
"Aku ga tahu lain kali itu akan ada atau tidak,Tapi sebelum kamu pergi please kasih aku jawaban atas pertanyaanku yang lalu!"
Raisha mendesah dan menarik nafas panjang.
"Ale maaf!,Aku sudah memutuskan agar kita tetap seperti ini dan tak lebih"seru Raisha terdengar berat.
"Aku sudah berubah Sha.Aku bukan Ale yang dulu."seru Ale meyakinkan.
"Aku percaya dan aku tak meragukan itu.Tapi aku tak bisa."seru Raisha sambil cepat cepat pergi meninggalkan Ale.
..................
Beberapa hari ini Rama merasa bahaia karena penantiannya yang sekian tahun akhirnya menemukan titik temu.
Raisha gadis yang menjadi pujaan hatinya cinta pertamanya di SMA dan berharap akan menjadi cinta terakhir dalam hidupnya,kini ada di depan mata.
Cintanya yang terpendam selama ini perlahan disambut,walau lampu hijau itu belum benar benar menyala untuknya.Tapi Rama yakin lampu kuning itu sudah benar benar menyala dihadapannya,dan sepanjang waktu kedepan Rama selalu berusaha untuk mendapatkan lampu hijau.
"Apa langsung aku lamar aja kekeluarga dia?"gumam Rama dalam hati.
"Tapi aku takut Raisha akan marah dan harapan itu benar benar hilang."pikir Rama memikirkan hal terburuk yang akan terjadi.
"Hai kamu Rama bukan?"sapa seorang wanita tepat di depan meja Rama yang duduk sendiri.Rama menyipitkan mata dan mencoba mengingat ingat.
"Siapa ya?"tanya Rama.
Wanita itu tersenyum dan mendekat.
"Boleh aku duduk?"tanya wanita itu.
"Tentu!,silahkan!"seru Rama.
Wanita itu duduk didepan Rama,Sementara Rama masih mengingat ingat.
"Udah berapa tahun kita tidak bertemu,kamu berubah dan lupa sama aku!"seru wanita itu.
"Emmm...aku inget.kamu Sarah kan."seru Rama yang baru ingat.
"Akhirnya ingatan kamu balik."seru wanita itu tersenyum.
"Bagaimana kabarnya?kerja dimana?udah berkeluarga belum?"tanya Rama berondongan.
"Banyak amat!"seru Sarah.
"Kalau kamu sendiri?"kata Sarah balik bertanya.
"Belum.masih muda."jawab Rama.
"Coba waktu dulu kamu ga tolak aku pasti kamu udah punya istri!"celetuk Sarah.
"Bisa aja.Mungkin jodoh aku baru datang sekarang,Kamu belum jawab pertanyaan aku.Bagaimana sudah berkeluarga?"tanya Rama mendesak.
"Udah,Udah ada buntut satu.Kamu sendiri masih berharap sama cewek itu?"tanya Sarah.
"Suami kamu siapa?"tanya Rama mengabaikan pertanyaan Sarah.
"Kamu ga akan percaya kalau aku kasih tahu!"seru Sarah buat penasaran.
"Apa sih yang ga mungkin di dunia ini?"seru Rama optimis.
..................
   Raisha menceritakan semua yang telah terjadi padanya kepada Dewi,dan Dewi menyambutnya dengan senang,karena dari awal Dewi memang mendukung Raisha bersama Rama ketimbang Ale.
Walaupun Ale cinta pertama Raisha,tapi Ale juga yang telah membuat Raisha ngedrop banget.
"Jadi kalian udah jadian dan janur kuning itu benar benar akan melengkung dalam waktu dekat"seru Dewi dengan nada meledek.
"Apaan sih!.aku cuma kasih kesempatan buat perasaanku untuk belajar mencintai dan menyayangi Rama!"jelas Raisha.
"Lalu Ale?"tanya Dewi hati hati.
"Ale!.aku ga tahu sama dia.perasaanku berbeda saat bersama Rama dan Ale.kalau sama Rama,bawaannya fun,lega,tapi kalau sama Ale bawaannya grasa grusu,kayak di kejar kejar waktu!"jelas Raisha.
"Chemistrynya udah dapet tuh.BTW kamu ngajak aku makan bareng Rama?"tanya Dewi ketika mereka sampai di depan rumah makan tempat biasa Rama dan Raisha bertemu.
"Kita kan udah lama ga lunch bareng."seru Raisha beralasan.
"Iya sih"seru Dewi membenarkan.
Raisha dan Dewi melangkah masuk sambil terus mengobrol.
"Kita ga usah makan disini!"seru Raisha ketus sambil menarik tangan Dewi untuk keluar.
"Loh ada apa?"tanya Dewi tak mengerti sambil melihat kesekitar dan dari kejauhan Dewi melihat Rama sedang duduk berdua dengan wanita lain.
Dewi tak bertanya lagi,ia mengikuti ajakan Raisha untuk pergi.
"Begitu kan cowok.di kasih kesempatan malah lirik kanan kiri."gerutu Raisha kesal.
"Wah kayaknya ada yang cemburu!"ledek Dewi.
"Siapa yang cemburu?,Aku  Cuma kesel."jelas Raisha.
"Kesel karena liat Rama sama cewek lain.Sama aja cemburu!"ledek Dewi.
"Udah ah.Ayo kita ketempat lain."seru Raisha.
"Sha,daripada kamu kesel ga ada jawabannya,Mending kita samperin Rama dan tanyakan apa yang sebenarnya terjadi,dan siapa perempuan itu,daripada kita pergi kesel ga tahu dengan apa yang terjadi."jelas Dewi memberi solusi.
"Aku ga peduli,ayo kita pergi!"seru Raisha pergi meninggalkan Dewi dan Dewi menyusulnya.
Karena sarannya tak didengar.
..................

Tidak ada komentar :

Posting Komentar