..................
Acara reunian sekolah diadakan di sebuah gedung yang berada di tengah tengah kota.Rama sedikit banyak tercengang,melihat teman teman seangkatannya sudah banyak berubah.Ada yang dulu gemuk jadi kurus,kurus jadi gemuk Yang dulu biasa jadi luar biasa dan perubahan terlihat semua kecuali perasaannya pada Raisha.
Acara reunian sekolah diadakan di sebuah gedung yang berada di tengah tengah kota.Rama sedikit banyak tercengang,melihat teman teman seangkatannya sudah banyak berubah.Ada yang dulu gemuk jadi kurus,kurus jadi gemuk Yang dulu biasa jadi luar biasa dan perubahan terlihat semua kecuali perasaannya pada Raisha.
Perasaannya masih sama bahkan makin bertambah,dan malam ini Rama memandang
Raisha tampak begitu berbeda,ia tampak begitu cantik dan anggun dengan pakaian
muslim warna biru muda,yang sedang mengobrol dengan temannya yang sedang
menggendong anak.Rama terus memperhatikannya dari sudut ruangan yang ramai.
"Wah bro,ga dulu ga sekarang masih aja ya penyendiri.!"seru Wahyu
yang dulu seorang siswa dengan prestasi olahraga yang membanggakan sekolah dan
kini menjadi Chef di sebuah Restorant Bonafit.
"Fisik boleh berubah tapi sifat belum tentu!"seru Rama.
"Iya juga sih,ngomong ngomong Raisha makin keliatan cantik ya pake
Jilbab?"tanya Wahyu dengan nada meledek.
"Ya sangat cantik!"puji Rama tanpa mengalihkan pandangannya pada
Raisha yang sekilas melirik kearahnya dan kini berjalan kearahnya.
"Dia masih Single ya?"tanya Wahyu berbisik.
"Aku ga tahu!"seru Rama tampak gugup.
"Kalau aku masih single aku mungkin bakalan ngejar dia
lagi."gumam Wahyu.
Mata Rama terbelalak mendengar ucapan wahyu.
"Emang kamu pernah jadian sama Raisha?"tanya Rama penasaran.
"Ngarep doang!!!.Tapi ga kesampean,kan kamu tahu sendiri Dulu Raisha
lengket banget sama Ale,Kakak kelas kita.”Seru Wahyu.
“Oh!.inget istri dan anak!"ledek Rama.
"Dia masih sama Ale ga sih?"tanya wahyu.
"A..Aku ga tahu!"jawab Rama singkat.
"Gua tinggal dulu ya!"seru wahyu,sambil berlalu pergi.
Ditempatnya Rama kembali terdiam menatap Raisha yang langkahnya terhenti
dan mengobrol dengan teman yang menghampirinya.
..................
Raisha merasa iri melihat teman temannya sudah mendapatkan cita citanya,dan yang paling menyenangkan adalah mereka sudah berkeluarga dan memiliki keturunan.
..................
Raisha merasa iri melihat teman temannya sudah mendapatkan cita citanya,dan yang paling menyenangkan adalah mereka sudah berkeluarga dan memiliki keturunan.
"Pasti menyenangkan mengurus anak dan suami!"seru Raisha pada
Alisha yang sudah memiliki 2 orang anak.
"Enak ga enak lah.Capek ujung ujungnya."keluh Alisha.
"Kamu kapan nyusul?"sambung Alisha.
"Ga tahu nih.Ga ada yang mau.!"Seringai Raisha.
"Bisa aja kamu.Masa sih cewek cantik kayak kamu ga ada yang
mau?"tanya Alisha tak percaya.
"Ini buktinya.Masih Single and Jomblo."jelas Raisha dengan nada
ceria.
"moga moga aja dapet jodoh di sini!"harap Alisha.
"Mudah mudahan aja.Tapi aku ga mau yang main main.aku maunya yang
serius,Capek pacaran terus.Ga ada akhirnya."seru Raisha curhat.
"Nanti aku suruh kambing guling untuk melamar kamu!"seru Alisha.
Raisha tertawa mendengar ledekan Alisha.
"Ga papa kalau Chef kambing gulingnya ganteng dan
berkepribadian!"seru Raisha.
"Maksudnya berkepribadian itu,Rumah pribadi?Mobil pribadi?Tabungan
pribadi?Tanah pribadi?"seru Alisha.
"Ga ilang ilang ya gokilnya"seru Raisha sambil tertawa.
"Maaf apa saya mengganggu!,"suara laki laki menghentikan obrolan
Raisha dan Alisha.
Mata Raisha terpanah pada sosok lelaki yang ada di hadapannya.Seketika
hatinya terasa sejuk,Tapi punggungnya terasa panas.
"Ale?!"seru Raisha seperti tercekik tak ada suara.
"Ya.Raisha!"seru laki laki yang di panggil Raisha Ale.
"Aku pergi dulu ya!"seru Alisha yang langsung pergi meninggalkan
Ale dan Raisha.
Raisha tampak salah tingkah berada di depan Ale.Mantan sekaligus pacar dan
cinta pertamanya.
"Bagaimana kabar kamu?"tanya Ale yang tampak lebih dewasa dan
berwibawa.
"Baik!,bagaimana dengan kamu?,sibuk apa?"tanya Raisha.
"Aku sibuk dengan usahaku karier aku dan cita cita aku!"jawab Ale
sedikit dengan nada sombong.
"Selamat ya akhirnya cita cita kamu jadi kenyataan."
"Terima kasih Raisha.So how with you?."
“Aku aku biasa saja dan seperti ini!"seru Raisha merendah.
"kamu terlihat lebih cantik memakai Jilbab.Sudah berkeluarga?,atau
mungkin suami kamu yang menyuruh kamu untuk memakai Jilbab?"tanya Ale.
"Terima kasih pujiannya,aku hanya ingin berubah kok.”Jawab Raisha.
"Bukan karena kamu botak kan kamu pakai Jilbab!"seru Ale yang
mengundang tawa.
Tiba tiba suara Hp Ale berbunyi.
"Maaf ya aku tinggal angkat telepon dulu".seru Ale yang kemudian
pergi meninggalkan Raisha sendiri.
"Sifatnya masih seperti dulu"seru Raisha dalam hati.
.................
Dari tempat penyendiriannya,Rama mendengarkan semua obrolan Raisha dan Alisha dan begitu juga dengan Ale.
.................
Dari tempat penyendiriannya,Rama mendengarkan semua obrolan Raisha dan Alisha dan begitu juga dengan Ale.
Seketika Rama merasakan ada kesempatan ada peluang untuknya ,Cepat cepat
Rama mendatangi Raisha yang di tinggal pergi oleh Ale yang ia tahu adalah
mantan Raisha.
"Raisha,bisa kita bicara?"tanya Rama tiba tiba.
"Rama.ya ada apa?"tanya Raisha terkejut.
Rama menutup mata dan menarik nafas panjang sebelum ia berbicara.
"Rama,kamu mau ngomong apa?"tanya Raisha menunggu.
"Raisha menikahlah denganku!"seru Rama singkat.
Beberapa saat waktu terasa berbenti bagi keduanya,keramaian saat itu terasa
hilang dan berubah sunyi.
"Mungkin kamu kaget mendengarnya tapi ini jujur.Mungkin kamu udah
denger berita ini,Gosib yang aku suka sama kamu dan tak ada klarifikasi dari
aku.Membuat kamu malu dan sebagainya.Tapi jujur aku suka dan cinta sama
kamu.Sejak dulu sampai sekarang.Dan aku minta sama kamu,Jadilah
istriku!"seru Rama panjang lebar.
Raisha terdiam,sepanjang perkenalannya dengan Rama.baru kali ini Raisha
mendengar Rama berbicara panjang lebar padanya.
"Bagaimana Raisha?"tanya Rama.
"Maaf,Ram.aku belum bisa jawab,Ini hal yang sangat sulit untuku."seru
Raisha menjelaskan.
"Oke.aku beri kamu waktu.!"seru Rama Pantang menyerah.
"Terima kasih ya kamu sudah menjawab dari semua gosip Issue masa
lalu!"seru Raisha.
"Maaf ya.udah menunggu!"suara Ale terdengar diantara mereka.
"Aku permisi dulu!"seru Rama yang cepat cepat pergi.
"Itu Bukannya Rama ya?"Tanya Ale pada Raisha yang melihat
kepergian Rama setelah kedatangannya.
"Ya!dia beda ya?"seru Raisha yang tampak bingung.
"Jadi gosip itu bener?Rama terobsesi sama kamu?"tanya Ale
terdengar cemburu.
"Ga kok."protes Raisha.
"Raisha pernah kamu berfikir ada hal yang belum terselesaikan diantara
kita?"tanya Ale.
Raisha terdiam ia memikirkan ucapan Ale dan memikirkannya.
"Emmm...begini Raisha.aku pengen kita seperti dulu!"seru Ale tiba
tiba.terus menatap Raisha.
Raisha makin dibuat bingung satu sisi Raisha senang tapi satu sisi
Raishapun bingung.
"Aku belum bisa jawab Al.!”Seru Raisha.
“Aku akan beri kamu waktu.".seru Ale Tak menyerah.
"Terima kasih.aku permisi dulu"seru Raisha yang kemudian
meninggalkan Ale.
..................
..................
"Apa???"seru
Dewi setelah mendengarkan curhatan Raisha.
"jadi kamu
pilih yang mana?"tanya Dewi antusias.
"Itu yang
aku bingung.aku udah tahu dari dulu kalau Rama sempet suka sama aku dan aku ga
ngira sampai sekarang.dan Ale mantan plus cinta pertama aku tiba tiba datang
dan ngajak balikan."jelas Raisha bingung dan bimbang.
"Inget
Sha,kemarin kemarin kamu pernah bilang kalau ada yang ngelamar kamu,kamu akan
menerima dia dengan Ikhlas."jelas Dewi mengingatkan.
Raisha mendesah
dan mengubah posisi duduknya.
"Tapi
kenyataannya berbeda,Kalau seandainya hanya Rama yang datang mungkin aku bisa
ambil keputusan.Tapi dateng juga Ale.Kamu tahu sendiri kan.Bagaimana perasaan
aku sama Ale selama ini,aku masih sangat mencintai Ale."jelas Raisha.
"Sha,kamu
juga harus inget,Bagaimana dulu Ale nyakitin kamu.Ya walaupun aku cuma dengerin
dari kamu doang,Ga liat langsung.tapi aku bisa ngerasain bagaimana sakitnya di
selingkuhin.Apa kamu ga takut kalau seandainya kamu pilih Ale dan ternyata dia
melakukan kesalahan yang sama."jelas Dewi panjang lebar.
"Setiap
manusia bisa berubah kok,Dan aku yakin Ale bisa berubah,dan aku lihat Ale
banyak berubah,penampilannya,cara ngomongnya.Pokoknya dia beda dari
dulu."seru Raisha meyakinkan.
"Raisha
sayang!.Penampilan tidak menunjukan perubahan hati seseorang,kamu jangan terlalu
yakin sama perasaan kamu.Lagipula Ale belum ngelamar kamu kan?dia baru ngajak
kamu balikan tapi belum ngajak kamu buat serius.Tapi liat deh Rama.Dia saking
cintanya sama kamu dia langsung ngelamar kamu.Dia minta kamu untuk jadi
istrinya,Dia meminta!,bukan bertanya!.Karena dia tidak mau kehilangan kamu.Dia
udah cinta mati sama kamu.?".
"Kamu
kenapa sih.Wi?,Kayaknya kamu ngotot banget nyatuin aku sama Rama,Aku ga cinta
sama dia!"seru Raisha dengan nada meninggi.
"Jangan
jangan kalian kerja sama.Rama nyuruh kamu buat ngeyakinin aku untuk terima
dia."lanjut Raisha Curiga.
"Sama
sekali ga ada hubungannya dengan Rama,Aku cuma kasih kamu pengertian,Inget
Raisha kamu tidak mau kan kalau Rendra nikah duluan.Dan ini menyangkut janji
kamu,Dan aku ga mau kalau kamu sahabat aku kembali tersakiti lagi oleh laki
laki yang sama.Dan cinta,aku yakin Cinta akan tumbuh seiring berjalannya
waktu.!"seru Dewi masih mencoba meyakinkan.
"Soal
pernikahan Rendra,aku sudah siap dilangkah dan aku sudah menyuruhnya untuk
segera menikah!"jelas Raisha.
Dewi terkejut
dengan keputusan Raisha tapi Dewi dapat menerima setelah Raisha menjelaskannya.
"Dan
menurutku ini adalah waktu yang tepat untuk kalian saling mengenal"seru
Dewi tak henti hentinya meyakinkan.
"Dewi!,udah
deh jangan promosiin dia terus."seru Raisha manja.
Dewi memeluk
Raisha dan berbisik
"Aku yakin
keputusanmu adalah yang terbaik."
.................
Pernikahan Rendra dan Shinta dipercepat,Walaupun dengan berat hati Raisha menerimanya dan selalu mengumbar senyum.Bahagia,walau dalam hatinya menangis.
.................
Pernikahan Rendra dan Shinta dipercepat,Walaupun dengan berat hati Raisha menerimanya dan selalu mengumbar senyum.Bahagia,walau dalam hatinya menangis.
"Kamu
bahagia Shinta?"tanya Raisha pada adik iparnya yang sedang duduk sendiri.
"Iya
mbak!.Maafin Shinta ya mbak!"seru shinta sambil memeluk Raisha dan
menangis bahagia.
"Tidak ada
yang perlu dimaafkan karena tidak ada yang salah."jelas Raisha.
Raisha
melepaskan pelukannya dari Shinta."mbak pergi dulu ya!"seru Raisha
sambil menghapus airmatanya.
Raisha pergi
meninggalkan Shinta.menemui para tamu undangan,yang terdiri dari teman teman
Shinta,Rendra dan beberapa temannya dan diantaranya adalah Rama,Yang duduk
menyendiri diantara keramaian para tamu undangan.
"Mungkin
omongan Dewi ada benarnya juga,cinta bisa datang dengan berjalan
waktu."seru Raisha dalam hati.
Raisha berjalan
menghampiri Rama yang duduk sendirian.
"Hai!"sapa
Raisha sambil duduk didepan Rama.
"Hai!,"seru
Rama tampak terkejut dengan kedatangan Raisha di hadapannya.
"Raisha!"seru
Rama.
"Kok
sendirian,yang lain kemana?"tanya Raisha basa basi.
"Tidak
tahu,kamu sendiri?"tanya Rama.
"aku?.aku
ada.Rama!,soal hari itu...."Raisha terhenti dan Rama menunggu.
"Emm....hari
itu.Hari itu bukan mimpi Raisha.aku serius meminta kamu untuk jadi istri aku.Bukan
karena adik kamu atau apapun tapi karena aku cinta kamu!"seru Rama panjang
Dan terus meyakinkan.
Raisha terdiam
dan melihat Rama berbeda,ia memang telah berubah,ia bukan Rama yang dulu.Rama
yang pendiam,dan penyendiri.
"Kamu
banyak berubah ya"seru Raisha mengalihkan pembicaraan.
"Waktu yang
mengubah aku!"seru Rama dengan nada serius.
"Kamu lebih
dewasa!"kata Raisha.
"Ga
juga.!"tolak Rama.
"Raisha aku
butuh kepastian dari kamu.Jujur,keluarga akupun berharap aku untuk cepat
menikah."curhat Rama.
"Usia kamu
masih muda Rama."seru Raisha.
"28!,
Rasha!aku..Apa aku salah berharap pada wanita yang menjadi cinta pertama aku.Aku
pinta untuk jadi istri aku?.Raisha apa harapan aku tidak berguna?apa kamu sudah
ada pilihan?sebelum aku?"tanya Rama serius.
"Enggak
Rama.Kamu punya hak untuk berharap tapi aku tidak bisa memberimu
kepastian.".seru Raisha menggantung.
"Aku butuh
kepastian kamu.Agar aku bisa memberi kepastian pada keluargaku.Mereka
menginginkan aku cepat menikah,dan aku cuma ingin kamu jadi istri aku,dan
itupun kalau kamu memberi kepastian padaku,agar aku tidak terlalu berharap.”
"Beri aku
waktu"seru Raisha yang kemudian pergi meninggalkan Rama.
"Sudah
terlalu banyak waktu aku untuk menunggu kamu Raisha,dan aku ga akan melepaskan
kamu lagi.walaupun Ale masih jadi saingan aku"
..................
..................
DILEMA CINTA PERTAMA DAN TERAKHIR parts 04
..................
"Apa yang membuatmu percaya jika keinginanku untuk memperistri kamu memang benar dan sungguh sungguh?"tanya Rama pada Raisha ketika mereka makan siang bersama.
"Apa yang membuatmu percaya jika keinginanku untuk memperistri kamu memang benar dan sungguh sungguh?"tanya Rama pada Raisha ketika mereka makan siang bersama.
Raisha tak menjawab ia tertunduk.dalam otaknya masih ada ganjalan entah itu
apa.
Beberapa minggu terakhir tampaknya Rama dan Ale berlomba lomba untuk
menarik perhatian Dirinya.Cara mereka berbeda,Rama selalu menemuinya disaat
yang tepat dan mereka dapat mengobrol dengan santai dan leluasa,Sementara saat
dengan Ale.
Mereka bertemu secara tiba dan kadang terkesan terburu buru seperti ada
seruatu yang mengejar dan memperhatikan Ale tiap bertemu dengannya.
"Jawab Raisha!"seru Rama.
Raisha tersadar dan cepat cepat ia mengangkat wajahnya untuk menatap lawan
bicaranya.
"Kamu tidak perlu melakukan apa apa Rama,aku sudah cukup tahu seberapa
dalam kesungguhan kamu padaku!"jelas Raisha.
"Lalu apa jawban kamu?,kamu masih menggantungkan jawaban.Raisha aku
Rama yang berbeda,aku sudah
berubah."seru Rama meyakinkan.
"Aku percaya itu Rama,tapi aku butuh waktu,aku butuh mengenal lebih
dalam siapa dan seperti apa calon......suamiku."seru Raisha dengan nada
lirih dipenghujung kalimatnya.
Mata Rama terbelalak dan tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Apa itu artinya kamu mau menikah denganku?"tanya Rama tak
percaya.
"Rama,aku bilang aku butuh waktu untuk mengenal kamu.!"seru
Raisha lirih.
"Oke!"jawab Rama kemudian.
"Aku harus kembali,waktu istirahatku hampir habis!"seru Raisha
melihat jam di tangannya.
"Mau aku antar?"tanya Rama menawarkan diri.
"Terima kasih tapi tidak perlu!"tolak Raisha halus.
..................
Turun dari angkutan umum Raisha sudah ditunggu oleh Ale yang berdiri di depan mobil hitamnya.
..................
Turun dari angkutan umum Raisha sudah ditunggu oleh Ale yang berdiri di depan mobil hitamnya.
"Ale!,kamu disini?"tanya Raisha tampak terkejut.
"Ya!,kayaknya aku telat mau ajak kamu lunch!"seru Ale terdengar
ketus.
"Maaf!,aku tidak tahu kalau kamu...".
"Salah aku juga tidak memberi tahu kamu dulu.Rencananya sih mau bikin
Surprise!"seru Ale menabrak kalimat Raisha.
"Mungkin lain kali,karena jam istirahatku sudah habis dan aku harus
masuk!"kata Raisha.
"Aku ga tahu lain kali itu akan ada atau tidak,Tapi sebelum kamu pergi
please kasih aku jawaban atas pertanyaanku yang lalu!"
Raisha mendesah dan menarik nafas panjang.
"Ale maaf!,Aku sudah memutuskan agar kita tetap seperti ini dan tak
lebih"seru Raisha terdengar berat.
"Aku sudah berubah Sha.Aku bukan Ale yang dulu."seru Ale
meyakinkan.
"Aku percaya dan aku tak meragukan itu.Tapi aku tak bisa."seru
Raisha sambil cepat cepat pergi meninggalkan Ale.
..................
..................
Beberapa hari ini Rama merasa bahaia karena
penantiannya yang sekian tahun akhirnya menemukan titik temu.
Raisha gadis yang menjadi pujaan hatinya cinta
pertamanya di SMA dan berharap akan menjadi cinta terakhir dalam hidupnya,kini
ada di depan mata.
Cintanya yang terpendam selama ini perlahan
disambut,walau lampu hijau itu belum benar benar menyala untuknya.Tapi Rama
yakin lampu kuning itu sudah benar benar menyala dihadapannya,dan sepanjang
waktu kedepan Rama selalu berusaha untuk mendapatkan lampu hijau.
"Apa langsung aku lamar aja kekeluarga
dia?"gumam Rama dalam hati.
"Tapi aku takut Raisha akan marah dan
harapan itu benar benar hilang."pikir Rama memikirkan hal terburuk yang
akan terjadi.
"Hai kamu Rama bukan?"sapa seorang
wanita tepat di depan meja Rama yang duduk sendiri.Rama menyipitkan mata dan
mencoba mengingat ingat.
"Siapa ya?"tanya Rama.
Wanita itu tersenyum dan mendekat.
"Boleh aku duduk?"tanya wanita itu.
"Tentu!,silahkan!"seru Rama.
Wanita itu duduk didepan Rama,Sementara Rama
masih mengingat ingat.
"Udah berapa tahun kita tidak bertemu,kamu
berubah dan lupa sama aku!"seru wanita itu.
"Emmm...aku inget.kamu Sarah
kan."seru Rama yang baru ingat.
"Akhirnya ingatan kamu balik."seru
wanita itu tersenyum.
"Bagaimana kabarnya?kerja dimana?udah
berkeluarga belum?"tanya Rama berondongan.
"Banyak amat!"seru Sarah.
"Kalau kamu sendiri?"kata Sarah balik
bertanya.
"Belum.masih muda."jawab Rama.
"Coba waktu dulu kamu ga tolak aku pasti
kamu udah punya istri!"celetuk Sarah.
"Bisa aja.Mungkin jodoh aku baru datang
sekarang,Kamu belum jawab pertanyaan aku.Bagaimana sudah
berkeluarga?"tanya Rama mendesak.
"Udah,Udah ada buntut satu.Kamu sendiri
masih berharap sama cewek itu?"tanya Sarah.
"Suami kamu siapa?"tanya Rama
mengabaikan pertanyaan Sarah.
"Kamu ga akan percaya kalau aku kasih
tahu!"seru Sarah buat penasaran.
"Apa sih yang ga mungkin di dunia
ini?"seru Rama optimis.
..................
Raisha menceritakan semua yang telah terjadi padanya kepada Dewi,dan Dewi menyambutnya dengan senang,karena dari awal Dewi memang mendukung Raisha bersama Rama ketimbang Ale.
..................
Raisha menceritakan semua yang telah terjadi padanya kepada Dewi,dan Dewi menyambutnya dengan senang,karena dari awal Dewi memang mendukung Raisha bersama Rama ketimbang Ale.
Walaupun Ale cinta pertama Raisha,tapi Ale juga
yang telah membuat Raisha ngedrop banget.
"Jadi kalian udah jadian dan janur kuning
itu benar benar akan melengkung dalam waktu dekat"seru Dewi dengan nada
meledek.
"Apaan sih!.aku cuma kasih kesempatan buat
perasaanku untuk belajar mencintai dan menyayangi Rama!"jelas Raisha.
"Lalu Ale?"tanya Dewi hati hati.
"Ale!.aku ga tahu sama dia.perasaanku
berbeda saat bersama Rama dan Ale.kalau sama Rama,bawaannya fun,lega,tapi kalau
sama Ale bawaannya grasa grusu,kayak di kejar kejar waktu!"jelas Raisha.
"Chemistrynya udah dapet tuh.BTW kamu
ngajak aku makan bareng Rama?"tanya Dewi ketika mereka sampai di depan
rumah makan tempat biasa Rama dan Raisha bertemu.
"Kita kan udah lama ga lunch
bareng."seru Raisha beralasan.
"Iya sih"seru Dewi membenarkan.
Raisha dan Dewi melangkah masuk sambil terus
mengobrol.
"Kita ga usah makan disini!"seru
Raisha ketus sambil menarik tangan Dewi untuk keluar.
"Loh ada apa?"tanya Dewi tak mengerti
sambil melihat kesekitar dan dari kejauhan Dewi melihat Rama sedang duduk berdua
dengan wanita lain.
Dewi tak bertanya lagi,ia mengikuti ajakan
Raisha untuk pergi.
"Begitu kan cowok.di kasih kesempatan
malah lirik kanan kiri."gerutu Raisha kesal.
"Wah kayaknya ada yang cemburu!"ledek
Dewi.
"Siapa yang cemburu?,Aku Cuma kesel."jelas Raisha.
"Kesel karena liat Rama sama cewek lain.Sama
aja cemburu!"ledek Dewi.
"Udah ah.Ayo kita ketempat lain."seru
Raisha.
"Sha,daripada kamu kesel ga ada
jawabannya,Mending kita samperin Rama dan tanyakan apa yang sebenarnya
terjadi,dan siapa perempuan itu,daripada kita pergi kesel ga tahu dengan apa
yang terjadi."jelas Dewi memberi solusi.
"Aku ga peduli,ayo kita pergi!"seru
Raisha pergi meninggalkan Dewi dan Dewi menyusulnya.
Karena sarannya tak didengar.
..................
..................
Tidak ada komentar :
Posting Komentar