..............
........
"Saat kuliah dulu aku dan Andika adalah teman,pertemuan kami
tak disengaja,saat itu aku menemukan dompet Andika yang terjatuh,dan didalam
dompet itu aku menemukan sebuah foto,dalam foto itu aku melihat kamu.Beberapa
semester kami bersama sampai akhirnya aku memutuskan kembali ke Indonesia dan
kembali berkuliah.selesai kuliah aku bekerja kesana kesini sampai aku bertemu
denganmu,orang yang ada didalam foto yang ada didalam dompet
Andika."cerita Restu pada Citra yang sudah selesai menangis.
"Kenapa kamu ga bilang kepadaku?"seru Citra dengan nada
menyudutkan.
"Apa pentingnya tugasku untuk memberitahumu?"tanya
Citra.
"Kamu pasti sudah tahu sejak awal kalau Andika sedang
menjalin hubungan dengan seseorang."tanya Citra.
"Banyak hal yang aku pikirkan.aku tahu sampai detik ini kamu
masih mengharapkan Andika.tapi aku tak tahu jika ternyata calon istri Andika adalah
temanmu".
"Darimana kamu tahu tentangku?"tanya Citra dengan
tatapan tajam.
Restu menghela nafas panjang dan mendekati Citra.ditatapnya dalam
dalam wajah Citra yang sembab,dan make upnya yang luntur.
"Untuk seorang laki laki mencari tahu tentang gadis yang
disukainya bukanlah hal yang sulit!"seru Restu menatap tajam mata Citra
tanpa berkedip.
Sementara Citra hanya terdiam mematung.
"Sejak melihatmu difoto itu,aku menyukaimu"seru
Restu,dan dengan cepat tangan Restu meraih kepala Citra dan mengcup keningnya.
"Aku mungkin bukan laki laki yang kamu inginkan.tapi aku bisa
menjadi tempat saat kau membutuhkan"seru Restu kemudian.
Citra masih terdiam.perasaannya makin bercampur aduk dengan
keterus terangan Restu padanya.
"Semua ini membuatku pusing dan lelah!"seru Citra yang
tiba tiba beranjak pergi meninggalkan Restu.
Dengan cepat Restu mengejarnya dan memeluknya dari
belakang.menahannya untuk tidak pergi.
"Kamu tidak harus menanggapi pernyataanku,yang cukup kamu
tahu,seperti apa perasaanku padamu!"bisik Restu yang terus mempererat
pelukannya.
Airmata Citra kembali pecah dan kembali menangis.Restu membalikan
tubuh Citra dan memeluknya erat.sementara Citra hanya meringkuk,menangis dalam
pelukan Restu.
.............
Restu mengantarkan Citra pulang,sementara sepanjang perjalanan
tadi Citra memilih berpura pura tidur,agar tak terjadi pembicaraan diantara
mereka,karena perasaan canggung makin menyelimuti keduanya.
Kini hati Citra menjadi bimbang dan tak tahu apa yang harus
dilakukannya.tiba tiba suara Ringtone hp berbunyi,membangunkan Citra dari
sandiwara tidurnya.
"Halo Iren!"jawab Citra sambil melirik Restu yang sedang
menyetir.
"Citra,kamu dimana?kenapa belum datang juga!"keluh Iren
kesal.
"Maaf Ren,tiba tiba si bos telepon dan meminta untuk diadakan
meeting dadakan"jelas Citra asal.
"Sekarang kamu dimana?kamu harus datang hari ini
juga!"paksa iren yang kemudian diputus.kemudian Citra memandang Restu dan
tak tahu harus berkata apa.
...........
Restu mengantarkan Citra kesalon tempat temannya bekerja.karena
akan tidak mungkin Citra datang kepesta sahabatnya dalam keadaan kumal dan make
up luntur karena airmata yang telah mengalir.
"Citra,tentang perkataanku tadi lupakan saja.jangan kamu
pikirkan dan anggap saja aku tak pernah mengatakannya!"seru Restu
memecahkan keheningan dalam perjalanan menuju salon.
Citra tak menjawab,tapi dalam hati dan pikirannya kata kata Restu
tadi sudah terekam dan tak mungkin dapat dihapus begitu saja.
Sampainya disalon Restu menyerahkan Citra pada Hans temannya untuk
meng make over semuanya dari Citra.beberapa waktu berlalu dan Citra muncul
dengan penampilan yang berbeda dan pakaian yang berbeda pula.
Restu terperanga melihat penampilan Citra yang sangat berbeda.
"Restu,bagaimana oke kan!"seru Hans meledek Restu yang
memang sangat terkesima.
"Lebih baik dari sebelumnya komentar Restu.
"Hanya itu"gumam Citra dalam hati yang berharap Restu
akan memujinya.tapi itulah sifat Restu yang kadang selalu menyebalkan.
"Ayo kita pergi!"ajak Restu.
Dan merekapun pergi sepanjang perjalanan menuju mobil Restu dan
Citra hanya diam,tak ada ucapan yang dapat mencairkan kebekuan mereka.
"Emmm...mungkin ini terdengar klise tapi kamu cantik sekali!.
"Ucap Restu,mengeluarkan beban perasaan yang ia simpan dari
tadi.
Citra tak menjawab,ia hanya tersenyum tipis,karena akhirnya
kekecewaannya tadi telah terjawab.Restu mengakui jika dia memang tampak lebih
cantik dari sebelumnya.
..............
Restu cepat cepat menghampiri Citra yang sudah turun lebih dulu.
"Apa kamu sudah siap?"tanya Restu takut terjadi sesuatu
lagi jika Citra bertemu dengan Andika.
"Ya!jika terjadi sesuatu kamu akan ada disampingku kan?tanya
Citra pada Restu dengan menatap matanya langsung tanpa ragu.
"Ya!"jawab Restu mantap.dengan perlahan Restu merangkul
jari jari tangan Citra yang bersebelahan dengannya.
Jari jarinya memeluk erat jari tangan Citra seolah olah memberikan
perlindungan,dan kenyamanan untuk Citra.
"Kamu sudah siap?"tanya Restu sambil menarik nafas dan
menarik tangan dan jari jarinya dari genggaman Citra.
Yang seolah olah belum siap untuk melepaskannya.perasaan kecewa
sedikit terasa dalam relung hati Citra saat Restu melakukan itu.
"Ayo!"ajak Restu sambil mempersilahkan Citra untuk
Tidak ada komentar :
Posting Komentar