Jumat, 27 Desember 2013

DILEMA CINTA PERTAMA DAN TERAKHIR Parts 06

..................
    Beberapa kali Rama mencoba menemui Raisha tapi Raisha selalu menghindar dengan bermacam macam alasan.dan beberapa kali Rama melihat Raisha bersama Ale.
Pemandangan itu membuat Rama mengerti dan tahu benar apa keputusan Raisha.Tapi Ramapun ingin memberi tahukan sesuatu tentang Ale pada Raisha,sesuatu yang penting walau pada akhirnya Raisha tak pernah memilihnya,tapi Rama ingin Raisha kebenarannya.
Jam makan siang Rama mendatangi tempat makan biasa Raisha datang bersama Dewi,setelah kerjasama dengan Dewi tentunya,ditempat yang sudah di janjikan oleh Dewi.
Rama datang dan dengan pasti ia melangkah menghampiri meja Dewi dan Raisha.
"Permisi"seru Rama dengan nada tenang.
Wajah Raisha tampak terkejut saat melihat Rama muncul dari belakangnya.
"Eh,ada Rama.Mau lunch juga ya?"tanya Dewi basa basi.
"Oh enggak,aku sengaja datang kesini untuk menemui Raisha"jelas Rama.
"Oh,kalau begitu aku ganggu dong?"celetuk Dewi.
"Kalau bisa sih aku minta waktu untuk ngobrol berdua sama Raisha"seru Rama tanpa ekspresi.
"Oke deh aku juga mau ke toilet!"seru Dewi sambil bangkit dari tempat duduknya.
Dari raut wajahnya tampak Raisha tak ingin ditinggal hanya berdua bersama Rama.
"Aku cuma sebentar kok."seru Rama yang bisa membaca ekspresi wajah Raisha.
Raisha terdiam dan ia mengubah ekspresi wajahnya menjadi biasa.
"Boleh aku duduk?"tanya Rama.
"Silahkan!"seru Raisha.
Rama duduk didepan Raisha,dan Raisha tampak gugup berhadapan dengan Rama.
"Kamu apa kabar?"tanya Rama yang berhasil dengan sempurna menyembunyikan rasa groginya.
"Baik!,kamu bagaimana?"tanya Raisha balik.
Beberapa saat suasana hening,masing masing tenggelam dalam pikirannya sendiri sendiri.
"Raisha..."panggil Rama.
"ya!"jawab Raisha.
"Aku tahu beberapa hari ini kamu menghindari aku,dan aku tak tahu karena apa,dan kedatanganku ini bukan untuk menanyakan apa masalahnya?aku menemuimu karena ada hal yang ingin aku katakan agar aku tak menyesal dikemudian hari.Karena tak mengatakannya padamu sejak awal."seru Rama panjang.
"Tentang apa?"tanya Raisha tak mengerti dan sangat ingin tahu.
"Tentang kita,aku ga akan maksa kamu lagi,ga akan maksa kamu untuk mencintaiku,karena aku tahu itu masalah hati,dan aku tahu selama ini, kedekatan kita hanya keterpaksaan kamu aja.Kamu tidak akan bisa mencintai aku,dan kedekatan kita karena keterpaksaan kamu"seru Rama.
Dan kembali Raisha hanya terdiam dan tak mampu menatap wajah Rama yang terus menatapnya selama ia berbicara.
"Aku tahu kamu masih berharap pada Ale.ya kan?.mantan pacar kamu di SMA dulu?"lanjut Rama.
Raisha terkejut mendengar nama Ale disebut sebut.
"Darimana Rama tahu tentang Ale?.Jangan jangan Dewi cerita pada Rama,dan dia yang merencanakan semua ini"seru Raisha dalam hati bertanya tanya.
"Mungkin kamu kaget kenapa Aku kenal Ale.Raisha kamu ingat tempat kita bertemu dalam acara reunian sekolah?,pemilik gedung itu adalah temanku  namanya Sarah.Dulu dia teman satu kerjaan denganku dan beberapa waktu lalu kami bertemu dan kami mengobrol panjang.Dia menceritakan tentang dirinya,dan dia menceritakan tentang rumah tangganya yang berada di pintu perceraian"cerita Rama.
"Maksud kamu apa cerita itu ke aku?"tanya Raisha tampak sewot.
Wajah Rama masih terlihat tenang.
"Dia mau cerai dengan suaminya dan suaminya adalah Ale".
Mendengar nama Ale disebut untuk kedua kalinya Raisha benar benar terkejut seperti dipukul dengan benda tumpul di belakang kepalanya.dan Raisha hanya mampu terdiam walau hatinya terasa sangat sakit dan ingin sekali menangis.
"Raisha aku mengatakan kebenaran ini agar kamu tidak salah untuk memilih.Tapi aku juga tidak memaksa kamu,aku hanya tidak mau kamu berfikir aku melalukan ini karena aku,lelaki yang juga mengharapkan pintu hatimu terbuka untukku,aku tidak berharap akulah lelaki yang tepat untuk kamu pilih,aku hanya berharap kamu menemukan seseorang yang lebih,baik dari Ale!”seru Rama.
“Hanya itu yang ingin kamu katakan?"tanya Raisha yang tak sanggup lagi menahan airmatanya.
Raisha yang cepat cepat bangkit dari tempat duduknya.
............
   Raisha menangis sejadi jadinya dalam pelukan Dewi.
"Aku udah tahu semuanya,Sha,tiap hari disaat kamu sibuk dengan Ale,aku selalu berusaha menemui Rama,Untuk menanyakan perempuan yang kita lihat tempo hari,dan di saat ada kesempatan aku selalu menanyakan hal itu,dan Rama hanya menjawab mereka hanya teman,teman dan teman,sampai suatu hari aku tak sengaja bertemu dengan perempuan bernama Sarah itu.aku menceritakan padanya tentang siapa aku,aku harus berbohong.Mengaku aku teman baik Rama,sampai dia percaya,dan waktu kami sedang mengobrol tiba tiba datang seorang lelaki yang ia bilang adalah suaminya.Wajah suaminya tampak familiar dan aku meyakinkan diri kalau suami Sarah adalah Ale.awalnya aku tak percaya,tapi setelah aku mendesak dan memaksa Rama akhirnya Rama mau bercerita.tentang Temannya"cerita Dewi panjang lebar.
"Kenapa kamu ga pernah cerita sama aku?"seru Raisha dalam isak tangisnya.
"Aku udah berusaha kasg penjelasan sama kamu tapi kamu selalu menolak dan ga mau dengar aku,apa kamu ga inget tempo hari saat aku berusaha menjelaskan kamu selalu menolaknya.dan menganggap aku hanya memanas manasi,aku kerja sama dengan Rama"jelas Dewi tak mau disalahkan.
"Jadi kamu sekarang maunya bagaimana?"tanya Dewi.
"Aku harus tanya langsung pada Ale.Dia harus menjelaskan padaku langsung"seru Raisha.
"Ya ampun Sha.apa belum jelas penjelasanku dan Rama?"tanyaDewi.
"Aku ingin penjelasan dia secara langsung"seru Raisha keras kepala.
............

Satu tahun berlalu sejak saat itu,sejak pertemuan terakhir Raisha bertemu dengan Rama,disaat Rama menjelaskan semuanya pada dirinya,dan sejak saat itu hingga setahun kemudian mereka tak pernah bertemu lagi,secara sengaja ataupun tak sengaja,menurut penuturan Shinta.
Rama pindah kerjaan keluar kota,Mereka berhubungan hanya melalui saluran telephon ataupun jejaring sosial.
begitu juga dengan Raisha diam diam berhubungan dengan Rama melalui akun Facebook.Tetapi Rama tak mengetahui jika selama ini Raishalah orang yang selalu Online dengannya,dengan menggunakan nama lain dan foto profil sama sekali bukan dirinya.
Melalui Onlinenannya Raisha mengetahui betapa Rama memang benar benar mencintainya,dan membuat Raisha sadar dan benar benar sadar,Rama lah lelaki yang benar benar mencintainya,dan seharusnya Raisha menghargai itu.
Tapi entahlah Hati Raisha masih bingung untuk mengaku,jika dalam hatinya memang sudah sedikit ada rasa istimewa untuk Rama.
"Apa aku sudah benar benar mencintainya?,bukan karena keterpaksaan tapi memang dari hati??"tanya Raisha dalam hati.
"Aku telah jatuh cinta pada orang yang juga mencintaiku tapi tak dapat aku miliki karena semua salahku???" 
............ 
  Hari yang ditunggu telah tiba,karena hari itu merupakan hari terbahagia untuk Dewi.Karena hari itu adalah hari pernikahan Dewi dengan Yudha,lelaki yang sudah dipacarinya selama Satu tahun,dan hubungan mereka berlanjut dan berakhir di hari ini.
Dimana mereka berjanji untuk bersama dalam suka maupun duka,membina rumah tangga dan memasuki kehidupan yang baru.
"Selamat ya.akhirnya kamu ngeduluin aku!"seru Raisha dengan nada senang walau dalam hatinya ia terasa sangat sangat sakit,tapi ia tetap tersenyum pada Dewi yang sedang bersiap siap.
"Maaf ya sayang!"seru Dewi sambil memeluk Raisha.
"Oke!!!!.Ga papa.mungkin jodoh aku belum datang!"seru Raisha berbesar hati.
"Aku yakin jodoh kamu akan datang,dan aku yakin dan mungkin hari ini dia datang."seru Dewi menghibur.
"Doakan nak,tapi aku bahagia dengan kehidupan aku yang sekarang,bermain main dengan keponakanku!"jelas Raisha.
"Kamu ga bisa berbohong Raisha,apalagi padaku?.aku tahu kamu menyesal kan telah menyianyiakan Rama,lelaki yang sudah sangat jelas mencintai kamu,demi......".Dewi menghentikan ucapannya dan menatap Raisha yang berkaca kaca.
"Kamu mencintai Rama kan?.benar benar mencintai dia."tanya Dewi dengan nada memaksa.
"Biarpun aku jawab 'IYA'belum tentu kita bisa bersama kan,dia entah berada dimana."seru Raisha dengan nada pasrah.
"Kalau kalian berjodoh pasti kalian akan dipertemukan.Entah dimana?kapan?atau mungkin setelah kalian menikah dengan pasangan masing masing".jelas Dewi.
"Jadi menurut kamu kita bercerai baru kita bertemu dengan jodoh kita sebelumnya?"tanya Raisha.
"Aku ga tahu tapi Tuhan yang tahu". 
............. 
   Acara sakral itu telah berlalu dan uraian airmata membanjiri suasana saat itu,teman teman saudara dan kerabat saling memberikan selamat pada Dewi dan Yudha,setelah mengucapkan selamat dan doa pada sahabatnya,Raisha menyendiri,meninggalkan keramaian dan bersembunyi.
"Kenapa saat ini aku begitu merindukannya?"gumam Raisha pada diri sendiri.
"Siapa yang kamu rindukan?"tanya seseorang dari arah belakang.
Raisha terkejut dan cepat cepat Raisha menoleh kearah suara itu berasal.
"Rama!"seru Raisha tak percaya.
"Hai Raisha!!,edang apa kamu disini?bukannya berbaur dengan pengantin baru,ikut berbahagia"seru Rama sambil mendekati Raisha yang duduk disudut ruangan.
Raisha tak menjawab ia masih syok dengan kedatangan Rama yang tiba tiba di hadapannya.
"Kamu disini?"tanya Raisha masih tak percaya.
"Dewi mengundangku,lewat Facebook.".
"Oh.".jawab Raisha singkat.
"Raisha,untuk kedua kalinya maukah kau menikah denganku?"tanya Rama dengan menatap Raisha serius Dan tib tiba.
Raisha tak menjawab,pertanyaan yang ditunggu tunggunya tiba tiba menjadi pertanyaan yang menakutkan untuk didengarnya.
"A...aku..!".
"Raisha tidak yakinkah kamu dengan semua penjelasanku semua tentang perasaanku padamu tempo hari tiap kali kita Online?"seru Rama.
Raisha terkejut seolah olah ia merasa semua kain yang membalut tubuhnya telah dilucuti dan hanya perasaan malu yang menyelimuti.
"Darimana kamu tahu?"kata Raisha yang sudah tak mampu lagi menutupi lagi.
"Kamu bisa membohongiku tapi teman temanmu tidak bisa,Raisha!.Jadi Raisha maukah kau menikah denganku?"tanya Rama lagi.
Raisha masih terdiam ia masih bingung dengan perasaannya.
"Raisha maukah kamu menjalani sisa hidupmu denganku??."tanya Rama lagi.Dengan perlahan Raisha mengangguk tanpa bersuara. 
Dan seulas senyum kelegaan tersungging di wajah Rama.
............. 


Tidak ada komentar :

Posting Komentar