Jumat, 27 Desember 2013

DILEMA CINTA PERTAMA DAN TERAKHIR Parts 06

..................
    Beberapa kali Rama mencoba menemui Raisha tapi Raisha selalu menghindar dengan bermacam macam alasan.dan beberapa kali Rama melihat Raisha bersama Ale.
Pemandangan itu membuat Rama mengerti dan tahu benar apa keputusan Raisha.Tapi Ramapun ingin memberi tahukan sesuatu tentang Ale pada Raisha,sesuatu yang penting walau pada akhirnya Raisha tak pernah memilihnya,tapi Rama ingin Raisha kebenarannya.
Jam makan siang Rama mendatangi tempat makan biasa Raisha datang bersama Dewi,setelah kerjasama dengan Dewi tentunya,ditempat yang sudah di janjikan oleh Dewi.
Rama datang dan dengan pasti ia melangkah menghampiri meja Dewi dan Raisha.
"Permisi"seru Rama dengan nada tenang.
Wajah Raisha tampak terkejut saat melihat Rama muncul dari belakangnya.
"Eh,ada Rama.Mau lunch juga ya?"tanya Dewi basa basi.
"Oh enggak,aku sengaja datang kesini untuk menemui Raisha"jelas Rama.
"Oh,kalau begitu aku ganggu dong?"celetuk Dewi.
"Kalau bisa sih aku minta waktu untuk ngobrol berdua sama Raisha"seru Rama tanpa ekspresi.
"Oke deh aku juga mau ke toilet!"seru Dewi sambil bangkit dari tempat duduknya.
Dari raut wajahnya tampak Raisha tak ingin ditinggal hanya berdua bersama Rama.
"Aku cuma sebentar kok."seru Rama yang bisa membaca ekspresi wajah Raisha.
Raisha terdiam dan ia mengubah ekspresi wajahnya menjadi biasa.
"Boleh aku duduk?"tanya Rama.
"Silahkan!"seru Raisha.
Rama duduk didepan Raisha,dan Raisha tampak gugup berhadapan dengan Rama.
"Kamu apa kabar?"tanya Rama yang berhasil dengan sempurna menyembunyikan rasa groginya.
"Baik!,kamu bagaimana?"tanya Raisha balik.
Beberapa saat suasana hening,masing masing tenggelam dalam pikirannya sendiri sendiri.
"Raisha..."panggil Rama.
"ya!"jawab Raisha.
"Aku tahu beberapa hari ini kamu menghindari aku,dan aku tak tahu karena apa,dan kedatanganku ini bukan untuk menanyakan apa masalahnya?aku menemuimu karena ada hal yang ingin aku katakan agar aku tak menyesal dikemudian hari.Karena tak mengatakannya padamu sejak awal."seru Rama panjang.
"Tentang apa?"tanya Raisha tak mengerti dan sangat ingin tahu.
"Tentang kita,aku ga akan maksa kamu lagi,ga akan maksa kamu untuk mencintaiku,karena aku tahu itu masalah hati,dan aku tahu selama ini, kedekatan kita hanya keterpaksaan kamu aja.Kamu tidak akan bisa mencintai aku,dan kedekatan kita karena keterpaksaan kamu"seru Rama.
Dan kembali Raisha hanya terdiam dan tak mampu menatap wajah Rama yang terus menatapnya selama ia berbicara.
"Aku tahu kamu masih berharap pada Ale.ya kan?.mantan pacar kamu di SMA dulu?"lanjut Rama.
Raisha terkejut mendengar nama Ale disebut sebut.
"Darimana Rama tahu tentang Ale?.Jangan jangan Dewi cerita pada Rama,dan dia yang merencanakan semua ini"seru Raisha dalam hati bertanya tanya.
"Mungkin kamu kaget kenapa Aku kenal Ale.Raisha kamu ingat tempat kita bertemu dalam acara reunian sekolah?,pemilik gedung itu adalah temanku  namanya Sarah.Dulu dia teman satu kerjaan denganku dan beberapa waktu lalu kami bertemu dan kami mengobrol panjang.Dia menceritakan tentang dirinya,dan dia menceritakan tentang rumah tangganya yang berada di pintu perceraian"cerita Rama.
"Maksud kamu apa cerita itu ke aku?"tanya Raisha tampak sewot.
Wajah Rama masih terlihat tenang.
"Dia mau cerai dengan suaminya dan suaminya adalah Ale".
Mendengar nama Ale disebut untuk kedua kalinya Raisha benar benar terkejut seperti dipukul dengan benda tumpul di belakang kepalanya.dan Raisha hanya mampu terdiam walau hatinya terasa sangat sakit dan ingin sekali menangis.
"Raisha aku mengatakan kebenaran ini agar kamu tidak salah untuk memilih.Tapi aku juga tidak memaksa kamu,aku hanya tidak mau kamu berfikir aku melalukan ini karena aku,lelaki yang juga mengharapkan pintu hatimu terbuka untukku,aku tidak berharap akulah lelaki yang tepat untuk kamu pilih,aku hanya berharap kamu menemukan seseorang yang lebih,baik dari Ale!”seru Rama.
“Hanya itu yang ingin kamu katakan?"tanya Raisha yang tak sanggup lagi menahan airmatanya.
Raisha yang cepat cepat bangkit dari tempat duduknya.
............
   Raisha menangis sejadi jadinya dalam pelukan Dewi.
"Aku udah tahu semuanya,Sha,tiap hari disaat kamu sibuk dengan Ale,aku selalu berusaha menemui Rama,Untuk menanyakan perempuan yang kita lihat tempo hari,dan di saat ada kesempatan aku selalu menanyakan hal itu,dan Rama hanya menjawab mereka hanya teman,teman dan teman,sampai suatu hari aku tak sengaja bertemu dengan perempuan bernama Sarah itu.aku menceritakan padanya tentang siapa aku,aku harus berbohong.Mengaku aku teman baik Rama,sampai dia percaya,dan waktu kami sedang mengobrol tiba tiba datang seorang lelaki yang ia bilang adalah suaminya.Wajah suaminya tampak familiar dan aku meyakinkan diri kalau suami Sarah adalah Ale.awalnya aku tak percaya,tapi setelah aku mendesak dan memaksa Rama akhirnya Rama mau bercerita.tentang Temannya"cerita Dewi panjang lebar.
"Kenapa kamu ga pernah cerita sama aku?"seru Raisha dalam isak tangisnya.
"Aku udah berusaha kasg penjelasan sama kamu tapi kamu selalu menolak dan ga mau dengar aku,apa kamu ga inget tempo hari saat aku berusaha menjelaskan kamu selalu menolaknya.dan menganggap aku hanya memanas manasi,aku kerja sama dengan Rama"jelas Dewi tak mau disalahkan.
"Jadi kamu sekarang maunya bagaimana?"tanya Dewi.
"Aku harus tanya langsung pada Ale.Dia harus menjelaskan padaku langsung"seru Raisha.
"Ya ampun Sha.apa belum jelas penjelasanku dan Rama?"tanyaDewi.
"Aku ingin penjelasan dia secara langsung"seru Raisha keras kepala.
............

Satu tahun berlalu sejak saat itu,sejak pertemuan terakhir Raisha bertemu dengan Rama,disaat Rama menjelaskan semuanya pada dirinya,dan sejak saat itu hingga setahun kemudian mereka tak pernah bertemu lagi,secara sengaja ataupun tak sengaja,menurut penuturan Shinta.
Rama pindah kerjaan keluar kota,Mereka berhubungan hanya melalui saluran telephon ataupun jejaring sosial.
begitu juga dengan Raisha diam diam berhubungan dengan Rama melalui akun Facebook.Tetapi Rama tak mengetahui jika selama ini Raishalah orang yang selalu Online dengannya,dengan menggunakan nama lain dan foto profil sama sekali bukan dirinya.
Melalui Onlinenannya Raisha mengetahui betapa Rama memang benar benar mencintainya,dan membuat Raisha sadar dan benar benar sadar,Rama lah lelaki yang benar benar mencintainya,dan seharusnya Raisha menghargai itu.
Tapi entahlah Hati Raisha masih bingung untuk mengaku,jika dalam hatinya memang sudah sedikit ada rasa istimewa untuk Rama.
"Apa aku sudah benar benar mencintainya?,bukan karena keterpaksaan tapi memang dari hati??"tanya Raisha dalam hati.
"Aku telah jatuh cinta pada orang yang juga mencintaiku tapi tak dapat aku miliki karena semua salahku???" 
............ 
  Hari yang ditunggu telah tiba,karena hari itu merupakan hari terbahagia untuk Dewi.Karena hari itu adalah hari pernikahan Dewi dengan Yudha,lelaki yang sudah dipacarinya selama Satu tahun,dan hubungan mereka berlanjut dan berakhir di hari ini.
Dimana mereka berjanji untuk bersama dalam suka maupun duka,membina rumah tangga dan memasuki kehidupan yang baru.
"Selamat ya.akhirnya kamu ngeduluin aku!"seru Raisha dengan nada senang walau dalam hatinya ia terasa sangat sangat sakit,tapi ia tetap tersenyum pada Dewi yang sedang bersiap siap.
"Maaf ya sayang!"seru Dewi sambil memeluk Raisha.
"Oke!!!!.Ga papa.mungkin jodoh aku belum datang!"seru Raisha berbesar hati.
"Aku yakin jodoh kamu akan datang,dan aku yakin dan mungkin hari ini dia datang."seru Dewi menghibur.
"Doakan nak,tapi aku bahagia dengan kehidupan aku yang sekarang,bermain main dengan keponakanku!"jelas Raisha.
"Kamu ga bisa berbohong Raisha,apalagi padaku?.aku tahu kamu menyesal kan telah menyianyiakan Rama,lelaki yang sudah sangat jelas mencintai kamu,demi......".Dewi menghentikan ucapannya dan menatap Raisha yang berkaca kaca.
"Kamu mencintai Rama kan?.benar benar mencintai dia."tanya Dewi dengan nada memaksa.
"Biarpun aku jawab 'IYA'belum tentu kita bisa bersama kan,dia entah berada dimana."seru Raisha dengan nada pasrah.
"Kalau kalian berjodoh pasti kalian akan dipertemukan.Entah dimana?kapan?atau mungkin setelah kalian menikah dengan pasangan masing masing".jelas Dewi.
"Jadi menurut kamu kita bercerai baru kita bertemu dengan jodoh kita sebelumnya?"tanya Raisha.
"Aku ga tahu tapi Tuhan yang tahu". 
............. 
   Acara sakral itu telah berlalu dan uraian airmata membanjiri suasana saat itu,teman teman saudara dan kerabat saling memberikan selamat pada Dewi dan Yudha,setelah mengucapkan selamat dan doa pada sahabatnya,Raisha menyendiri,meninggalkan keramaian dan bersembunyi.
"Kenapa saat ini aku begitu merindukannya?"gumam Raisha pada diri sendiri.
"Siapa yang kamu rindukan?"tanya seseorang dari arah belakang.
Raisha terkejut dan cepat cepat Raisha menoleh kearah suara itu berasal.
"Rama!"seru Raisha tak percaya.
"Hai Raisha!!,edang apa kamu disini?bukannya berbaur dengan pengantin baru,ikut berbahagia"seru Rama sambil mendekati Raisha yang duduk disudut ruangan.
Raisha tak menjawab ia masih syok dengan kedatangan Rama yang tiba tiba di hadapannya.
"Kamu disini?"tanya Raisha masih tak percaya.
"Dewi mengundangku,lewat Facebook.".
"Oh.".jawab Raisha singkat.
"Raisha,untuk kedua kalinya maukah kau menikah denganku?"tanya Rama dengan menatap Raisha serius Dan tib tiba.
Raisha tak menjawab,pertanyaan yang ditunggu tunggunya tiba tiba menjadi pertanyaan yang menakutkan untuk didengarnya.
"A...aku..!".
"Raisha tidak yakinkah kamu dengan semua penjelasanku semua tentang perasaanku padamu tempo hari tiap kali kita Online?"seru Rama.
Raisha terkejut seolah olah ia merasa semua kain yang membalut tubuhnya telah dilucuti dan hanya perasaan malu yang menyelimuti.
"Darimana kamu tahu?"kata Raisha yang sudah tak mampu lagi menutupi lagi.
"Kamu bisa membohongiku tapi teman temanmu tidak bisa,Raisha!.Jadi Raisha maukah kau menikah denganku?"tanya Rama lagi.
Raisha masih terdiam ia masih bingung dengan perasaannya.
"Raisha maukah kamu menjalani sisa hidupmu denganku??."tanya Rama lagi.Dengan perlahan Raisha mengangguk tanpa bersuara. 
Dan seulas senyum kelegaan tersungging di wajah Rama.
............. 


Kamis, 26 Desember 2013

DILEMA CINTA PERTAMA DAN TERAKHIR Parts 05

..................
   Beberapa hari terakhir Raisha mengacuhkan Rama,Raisha tak menemui Rama,tak membalas sms,tak menjawab ajakan Rama untuk bertemu.
Raisha selalu menghindari rama,dan sebaliknya Raisha lebih intens bertemu dengan Ale,dan dengan pelan tapi pasti.Raisha kembali mengalami dilema dengan perasaannya.
Sekuat tenaga Raisha mencoba menerima kehadiran cinta Rama untuknya,dan menikmatinya,Tapi cinta pertama memang tak akan pernah hilang walau cinta kedua,ketiga,keempat,dan cinta berikutnya hadir.
Sampai cinta terakhir itu datang,tetap saja cinta pertama yang paling manis,walaupun kadang pahitnya melebihi empedu,dan kini disaat Raisha mengukuhkan dan memantapkan perasaan bahwa Rama lah cinta terakhirnya.
Cinta pertama itu datang,dan kembali tumbuh,dan kini perasaan Raisha lebih condong pada Ale,Apalagi semenjak kejadian tempo hari,pemandangan yang sekilas itu membuat luka menggores perasaannya.
"Kamu masih menghindari Rama?"tanya Dewi saat mereka sedang bersantai di malam jumat.
"Ya!"jawab Raisha singkat.
"Kenapa?kamu masih marah sama dia?,Raisha.Kalau kamu terus menghindari dia kapan Rama punya waktu buat ngejelasin ke kamu."jelas Dewi.
"Aku bingung Wi!,beberapa hari aku menghindari Rama,beberapa hari aku deket sama Ale,aku merasa perasaan aku ke Ale ada lagi."jelas Raisha hati hati.
Dewi tampak terkejut
"Raisha kamu jangan becanda,ini masalah perasaan,kamu harus tentukan pilihan,jangan permainkan perasaan orang,apalagi itu cowok."jelas Dewi berapi api.
"Ya aku tahu,tapi perasaan ga bisa dibo'ongin kan?".seru Raisha tak mau disalahkan karena perasaannya.
"Sha,coba deh kamu kasih kesempatan Rama buat ngejelasin".
"Emang kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Raisha dengan nada mengintrogasi.
"ya logika aja,setiap kejadian pasti ada penjelasannya,dan satu lagi,kamu masih ingat sama janji kamu?kamu akan terima orang yang melamar kamu duluan,dan kenyataannya,dari awal Rama sudah melawar kamu tapi kamu mengulur ulur waktu.Sementara Ale,apa dia pernah ngomongin hal yang menurut kamu menuju ke arah yang serius?,menurut aku enggak."seru Dewi serius dan tampak berapi api dan kemudian pergi.
..................
   Sepanjang malam Raisha memikirkau tiap kata yang diucapkan oleh Dewi.Setiap kata kata Dewi ia pikirkan dan cerna,dan baru kali ini Raisha melihat Kekesalan Dewi pada dirinya yang tampak terlihat dari gaya bicaranya.
"Ucapan Dewi benar."gumam Raisha mengaku salah pada diri sendiri.
"Aku harus memberi Rama waktu untuk menjelaskan,Agar tidak terjadi kesalah pahaman dan aku tidak akan menyesal nantinya!".
Pelan pelan Raisha membuka akun facebooknya yang sudah beberapa hari tak dibukanya,disana ada beberapa teman yang minta dikonfir,beberapa kotak masuk dan beberapa komentar.
Raisha membaca up date status yang kini ada di Brandanya dan dari sekian nama ada satu nama yang di kenalnya. Rama dengan statusnya yang mungkin menggambarkan perasaannya.
"Apa aku mengecewakannya???????,cepat cepat berkomentar!!!!!!!”.
Raisha berkomentar status Rama,tanpa Rama tahu tentang dirinya.
Raisha menggunakan nama lain,dan foto bukan dirinya,dan tak ada satupun foto dirinya di facebook.
"Ada apa?"
Ternyata Rama sedang Online dan mereka saling mengobrol.
"Tak apa".
"Ada seseorang yang telah kau sakiti?"
"Mungkin aku telah mengecewakan orang yang aku cintai.".
"Kenapa?"
"Aku tak tahu.Tapi dia marah padaku".
 Tiba tiba sebuah ide muncul diotak Raisha dan ia menggunakan saran Dewi padanya.
"Jelaskan padanya".
"Sudah aku coba tapi dia tak pernah memberiku kesempatan"
“Waktu akan mempertemukan kalian"
Dan Acara Online mereka berlanjut hingga larut malam.
..................
"Dia sangat mencintaiku!"seru Raisha pada Dewi,dengan nada serak karena habis menangis setelah mengingat ingat obrolannya semalam dengan Rama semalam di FB.
Dewi memeluk Raisha dan mencoba menenangkannya.
"Itu tandanya kamu tidak mempunyai alasan untuk mencurigai dia."seru Dewi.
"Tapi Wi?.aku masih bingung dengan perasaanku."seru Raisha bimbang.
Dewi melepaskan pelukannya dan menatap Raisha sahabatnya.
"Raisha liat aku!"seru Dewi sambil menatap wajah Raisha.
"Tanya hati kecil kamu?kamu lebih memilih siapa?Rama calon cinta terakhir kamu yang sudah sangat jelas mencintaimu,atau Ale cinta pertamamu yang sudah pernah menyakiti hatimu?"tanya Dewi dengan nada serius.
Raisha menggeleng dan tak mampu menatap Dewi yang seperti sedang mengintrogasinya.
"Jangan tanyakan hal itu padaku sekarang."seru Raisha yang merasa tersudut.
"Raisha!,aku cuma mau kamu memilih pilihan yang tepat.Jangan salah pilih,paling enggak untuk saat ini.Aku yakin biarpun Kamu cinta mati sama Ale,belum tentu dia cinta mati sama kamu,buktinya sampai saat ini,dia ga ada niat serius tentang kalian.Walaupun aku kadang sering nyinggung tentang kamu.Tapi Rama.Aku liat dia selalu serius sama kamu dan benar benar serius ingin menjadikan kamu istri."jelas Dewi.
"Aku butuh waktu Wi.Aku masih bingung dengan perasaanku".
..................
    Ditempat kerjanya Rama tak bisa konsentrasi dengan kerjanya.pikirannya jalan jalan entah kemana.Tapi yang pasti ketempat Raisha,karena sejak beberapa hari yang lalu Rama tak bertemu dengan Rama,dan ketika Rama mencoba bertemu dan menghubungi Raisha.
Raisha tak memberi jawaban bahkan mungkin Raisha menghindarinya.
"Apa salahku?.kenapa dia tak memberi tahuku?"tanya Rama dalam hati.
"Aku harus menemui dia menanyakan apa salahku.!"seru Rama.
"Dan aku harus menjelaskan tentang Ale.
    ..................

Rabu, 25 Desember 2013

DILEMA CINTA PERTAMA DAN TERAKHIR Parts 04

..................
   Acara reunian sekolah diadakan di sebuah gedung yang berada di tengah tengah kota.Rama sedikit banyak tercengang,melihat teman teman seangkatannya sudah banyak berubah.Ada yang dulu gemuk jadi kurus,kurus jadi gemuk Yang dulu biasa jadi luar biasa dan perubahan terlihat semua kecuali perasaannya pada Raisha.
Perasaannya masih sama bahkan makin bertambah,dan malam ini Rama memandang Raisha tampak begitu berbeda,ia tampak begitu cantik dan anggun dengan pakaian muslim warna biru muda,yang sedang mengobrol dengan temannya yang sedang menggendong anak.Rama terus memperhatikannya dari sudut ruangan yang ramai.
"Wah bro,ga dulu ga sekarang masih aja ya penyendiri.!"seru Wahyu yang dulu seorang siswa dengan prestasi olahraga yang membanggakan sekolah dan kini menjadi Chef di sebuah Restorant Bonafit.
"Fisik boleh berubah tapi sifat belum tentu!"seru Rama.
"Iya juga sih,ngomong ngomong Raisha makin keliatan cantik ya pake Jilbab?"tanya Wahyu dengan nada meledek.
"Ya sangat cantik!"puji Rama tanpa mengalihkan pandangannya pada Raisha yang sekilas melirik kearahnya dan kini berjalan kearahnya.
"Dia masih Single ya?"tanya Wahyu berbisik.
"Aku ga tahu!"seru Rama tampak gugup.
"Kalau aku masih single aku mungkin bakalan ngejar dia lagi."gumam Wahyu.
Mata Rama terbelalak mendengar ucapan wahyu.
"Emang kamu pernah jadian sama Raisha?"tanya Rama penasaran.
"Ngarep doang!!!.Tapi ga kesampean,kan kamu tahu sendiri Dulu Raisha lengket banget sama Ale,Kakak kelas kita.”Seru Wahyu.
“Oh!.inget istri dan anak!"ledek Rama.
"Dia masih sama Ale ga sih?"tanya wahyu.
"A..Aku ga tahu!"jawab Rama singkat.
"Gua tinggal dulu ya!"seru wahyu,sambil berlalu pergi.
Ditempatnya Rama kembali terdiam menatap Raisha yang langkahnya terhenti dan mengobrol dengan teman yang menghampirinya.
..................
  Raisha merasa iri melihat teman temannya sudah mendapatkan cita citanya,dan yang paling menyenangkan adalah mereka sudah berkeluarga dan memiliki keturunan.
"Pasti menyenangkan mengurus anak dan suami!"seru Raisha pada Alisha yang sudah memiliki 2 orang anak.
"Enak ga enak lah.Capek ujung ujungnya."keluh Alisha.
"Kamu kapan nyusul?"sambung Alisha.
"Ga tahu nih.Ga ada yang mau.!"Seringai Raisha.
"Bisa aja kamu.Masa sih cewek cantik kayak kamu ga ada yang mau?"tanya Alisha tak percaya.
"Ini buktinya.Masih Single and Jomblo."jelas Raisha dengan nada ceria.
"moga moga aja dapet jodoh di sini!"harap Alisha.
"Mudah mudahan aja.Tapi aku ga mau yang main main.aku maunya yang serius,Capek pacaran terus.Ga ada akhirnya."seru Raisha curhat.
"Nanti aku suruh kambing guling untuk melamar kamu!"seru Alisha.
Raisha tertawa mendengar ledekan Alisha.
"Ga papa kalau Chef kambing gulingnya ganteng dan berkepribadian!"seru Raisha.
"Maksudnya berkepribadian itu,Rumah pribadi?Mobil pribadi?Tabungan pribadi?Tanah pribadi?"seru Alisha.
"Ga ilang ilang ya gokilnya"seru Raisha sambil tertawa.
"Maaf apa saya mengganggu!,"suara laki laki menghentikan obrolan Raisha dan Alisha.
Mata Raisha terpanah pada sosok lelaki yang ada di hadapannya.Seketika hatinya terasa sejuk,Tapi punggungnya terasa panas.
"Ale?!"seru Raisha seperti tercekik tak ada suara.
"Ya.Raisha!"seru laki laki yang di panggil Raisha Ale.
"Aku pergi dulu ya!"seru Alisha yang langsung pergi meninggalkan Ale dan Raisha.
Raisha tampak salah tingkah berada di depan Ale.Mantan sekaligus pacar dan cinta pertamanya.
"Bagaimana kabar kamu?"tanya Ale yang tampak lebih dewasa dan berwibawa.
"Baik!,bagaimana dengan kamu?,sibuk apa?"tanya Raisha.
"Aku sibuk dengan usahaku karier aku dan cita cita aku!"jawab Ale sedikit dengan nada sombong.
"Selamat ya akhirnya cita cita kamu jadi kenyataan."
"Terima kasih Raisha.So how with you?."
“Aku aku biasa saja dan seperti ini!"seru Raisha merendah.
"kamu terlihat lebih cantik memakai Jilbab.Sudah berkeluarga?,atau mungkin suami kamu yang menyuruh kamu untuk memakai Jilbab?"tanya Ale.
"Terima kasih pujiannya,aku hanya ingin berubah kok.”Jawab Raisha.
"Bukan karena kamu botak kan kamu pakai Jilbab!"seru Ale yang mengundang tawa.
Tiba tiba suara Hp Ale berbunyi.
"Maaf ya aku tinggal angkat telepon dulu".seru Ale yang kemudian pergi meninggalkan Raisha sendiri.
"Sifatnya masih seperti dulu"seru Raisha dalam hati.
.................
    Dari tempat penyendiriannya,Rama mendengarkan semua obrolan Raisha dan Alisha dan begitu juga dengan Ale.
Seketika Rama merasakan ada kesempatan ada peluang untuknya ,Cepat cepat Rama mendatangi Raisha yang di tinggal pergi oleh Ale yang ia tahu adalah mantan Raisha.
"Raisha,bisa kita bicara?"tanya Rama tiba tiba.
"Rama.ya ada apa?"tanya Raisha terkejut.
Rama menutup mata dan menarik nafas panjang sebelum ia berbicara.
"Rama,kamu mau ngomong apa?"tanya Raisha menunggu.
"Raisha menikahlah denganku!"seru Rama singkat.
Beberapa saat waktu terasa berbenti bagi keduanya,keramaian saat itu terasa hilang dan berubah sunyi.
"Mungkin kamu kaget mendengarnya tapi ini jujur.Mungkin kamu udah denger berita ini,Gosib yang aku suka sama kamu dan tak ada klarifikasi dari aku.Membuat kamu malu dan sebagainya.Tapi jujur aku suka dan cinta sama kamu.Sejak dulu sampai sekarang.Dan aku minta sama kamu,Jadilah istriku!"seru Rama panjang lebar.
Raisha terdiam,sepanjang perkenalannya dengan Rama.baru kali ini Raisha mendengar Rama berbicara panjang lebar padanya.
"Bagaimana Raisha?"tanya Rama.
"Maaf,Ram.aku belum bisa jawab,Ini hal yang sangat sulit untuku."seru Raisha menjelaskan.
"Oke.aku beri kamu waktu.!"seru Rama Pantang menyerah.
"Terima kasih ya kamu sudah menjawab dari semua gosip Issue masa lalu!"seru Raisha.
"Maaf ya.udah menunggu!"suara Ale terdengar diantara mereka.
"Aku permisi dulu!"seru Rama yang cepat cepat pergi.
"Itu Bukannya Rama ya?"Tanya Ale pada Raisha yang melihat kepergian Rama setelah kedatangannya.
"Ya!dia beda ya?"seru Raisha yang tampak bingung.
"Jadi gosip itu bener?Rama terobsesi sama kamu?"tanya Ale terdengar cemburu.
"Ga kok."protes Raisha.
"Raisha pernah kamu berfikir ada hal yang belum terselesaikan diantara kita?"tanya Ale.
Raisha terdiam ia memikirkan ucapan Ale dan memikirkannya.
"Emmm...begini Raisha.aku pengen kita seperti dulu!"seru Ale tiba tiba.terus menatap Raisha.
Raisha makin dibuat bingung satu sisi Raisha senang tapi satu sisi Raishapun bingung.
"Aku belum bisa jawab Al.!”Seru Raisha.
“Aku akan beri kamu waktu.".seru Ale Tak menyerah.
"Terima kasih.aku permisi dulu"seru Raisha yang kemudian meninggalkan Ale.
..................
"Apa???"seru Dewi setelah mendengarkan curhatan Raisha.
"jadi kamu pilih yang mana?"tanya Dewi antusias.
"Itu yang aku bingung.aku udah tahu dari dulu kalau Rama sempet suka sama aku dan aku ga ngira sampai sekarang.dan Ale mantan plus cinta pertama aku tiba tiba datang dan ngajak balikan."jelas Raisha bingung dan bimbang.
"Inget Sha,kemarin kemarin kamu pernah bilang kalau ada yang ngelamar kamu,kamu akan menerima dia dengan Ikhlas."jelas Dewi mengingatkan.
Raisha mendesah dan mengubah posisi duduknya.
"Tapi kenyataannya berbeda,Kalau seandainya hanya Rama yang datang mungkin aku bisa ambil keputusan.Tapi dateng juga Ale.Kamu tahu sendiri kan.Bagaimana perasaan aku sama Ale selama ini,aku masih sangat mencintai Ale."jelas Raisha.
"Sha,kamu juga harus inget,Bagaimana dulu Ale nyakitin kamu.Ya walaupun aku cuma dengerin dari kamu doang,Ga liat langsung.tapi aku bisa ngerasain bagaimana sakitnya di selingkuhin.Apa kamu ga takut kalau seandainya kamu pilih Ale dan ternyata dia melakukan kesalahan yang sama."jelas Dewi panjang lebar.
"Setiap manusia bisa berubah kok,Dan aku yakin Ale bisa berubah,dan aku lihat Ale banyak berubah,penampilannya,cara ngomongnya.Pokoknya dia beda dari dulu."seru Raisha meyakinkan.
"Raisha sayang!.Penampilan tidak menunjukan perubahan hati seseorang,kamu jangan terlalu yakin sama perasaan kamu.Lagipula Ale belum ngelamar kamu kan?dia baru ngajak kamu balikan tapi belum ngajak kamu buat serius.Tapi liat deh Rama.Dia saking cintanya sama kamu dia langsung ngelamar kamu.Dia minta kamu untuk jadi istrinya,Dia meminta!,bukan bertanya!.Karena dia tidak mau kehilangan kamu.Dia udah cinta mati sama kamu.?".
"Kamu kenapa sih.Wi?,Kayaknya kamu ngotot banget nyatuin aku sama Rama,Aku ga cinta sama dia!"seru Raisha dengan nada meninggi.
"Jangan jangan kalian kerja sama.Rama nyuruh kamu buat ngeyakinin aku untuk terima dia."lanjut Raisha Curiga.
"Sama sekali ga ada hubungannya dengan Rama,Aku cuma kasih kamu pengertian,Inget Raisha kamu tidak mau kan kalau Rendra nikah duluan.Dan ini menyangkut janji kamu,Dan aku ga mau kalau kamu sahabat aku kembali tersakiti lagi oleh laki laki yang sama.Dan cinta,aku yakin Cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu.!"seru Dewi masih mencoba meyakinkan.
"Soal pernikahan Rendra,aku sudah siap dilangkah dan aku sudah menyuruhnya untuk segera menikah!"jelas Raisha.
Dewi terkejut dengan keputusan Raisha tapi Dewi dapat menerima setelah Raisha menjelaskannya.
"Dan menurutku ini adalah waktu yang tepat untuk kalian saling mengenal"seru Dewi tak henti hentinya meyakinkan.
"Dewi!,udah deh jangan promosiin dia terus."seru Raisha manja.
Dewi memeluk Raisha dan berbisik
"Aku yakin keputusanmu adalah yang terbaik." 
.................
   Pernikahan Rendra dan Shinta dipercepat,Walaupun dengan berat hati Raisha menerimanya dan selalu mengumbar senyum.Bahagia,walau dalam hatinya menangis.
"Kamu bahagia Shinta?"tanya Raisha pada adik iparnya yang sedang duduk sendiri.
"Iya mbak!.Maafin Shinta ya mbak!"seru shinta sambil memeluk Raisha dan menangis bahagia.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan karena tidak ada yang salah."jelas Raisha.
Raisha melepaskan pelukannya dari Shinta."mbak pergi dulu ya!"seru Raisha sambil menghapus airmatanya.
Raisha pergi meninggalkan Shinta.menemui para tamu undangan,yang terdiri dari teman teman Shinta,Rendra dan beberapa temannya dan diantaranya adalah Rama,Yang duduk menyendiri diantara keramaian para tamu undangan.
"Mungkin omongan Dewi ada benarnya juga,cinta bisa datang dengan berjalan waktu."seru Raisha dalam hati.
Raisha berjalan menghampiri Rama yang duduk sendirian.
"Hai!"sapa Raisha sambil duduk didepan Rama.
"Hai!,"seru Rama tampak terkejut dengan kedatangan Raisha di hadapannya.
"Raisha!"seru Rama.
"Kok sendirian,yang lain kemana?"tanya Raisha basa basi.
"Tidak tahu,kamu sendiri?"tanya Rama.
"aku?.aku ada.Rama!,soal hari itu...."Raisha terhenti dan Rama menunggu.
"Emm....hari itu.Hari itu bukan mimpi Raisha.aku serius meminta kamu untuk jadi istri aku.Bukan karena adik kamu atau apapun tapi karena aku cinta kamu!"seru Rama panjang Dan terus meyakinkan.
Raisha terdiam dan melihat Rama berbeda,ia memang telah berubah,ia bukan Rama yang dulu.Rama yang pendiam,dan penyendiri.
"Kamu banyak berubah ya"seru Raisha mengalihkan pembicaraan.
"Waktu yang mengubah aku!"seru Rama dengan nada serius.
"Kamu lebih dewasa!"kata Raisha.
"Ga juga.!"tolak Rama.
"Raisha aku butuh kepastian dari kamu.Jujur,keluarga akupun berharap aku untuk cepat menikah."curhat Rama.
"Usia kamu masih muda Rama."seru Raisha.
"28!, Rasha!aku..Apa aku salah berharap pada wanita yang menjadi cinta pertama aku.Aku pinta untuk jadi istri aku?.Raisha apa harapan aku tidak berguna?apa kamu sudah ada pilihan?sebelum aku?"tanya Rama serius.
"Enggak Rama.Kamu punya hak untuk berharap tapi aku tidak bisa memberimu kepastian.".seru Raisha menggantung.
"Aku butuh kepastian kamu.Agar aku bisa memberi kepastian pada keluargaku.Mereka menginginkan aku cepat menikah,dan aku cuma ingin kamu jadi istri aku,dan itupun kalau kamu memberi kepastian padaku,agar aku tidak terlalu berharap.”
"Beri aku waktu"seru Raisha yang kemudian pergi meninggalkan Rama.
"Sudah terlalu banyak waktu aku untuk menunggu kamu Raisha,dan aku ga akan melepaskan kamu lagi.walaupun Ale masih jadi saingan aku"
..................
DILEMA CINTA PERTAMA DAN TERAKHIR parts 04

..................
   "Apa yang membuatmu percaya jika keinginanku untuk memperistri kamu memang benar dan sungguh sungguh?"tanya Rama pada Raisha ketika mereka makan siang bersama.
Raisha tak menjawab ia tertunduk.dalam otaknya masih ada ganjalan entah itu apa.
Beberapa minggu terakhir tampaknya Rama dan Ale berlomba lomba untuk menarik perhatian Dirinya.Cara mereka berbeda,Rama selalu menemuinya disaat yang tepat dan mereka dapat mengobrol dengan santai dan leluasa,Sementara saat dengan Ale.
Mereka bertemu secara tiba dan kadang terkesan terburu buru seperti ada seruatu yang mengejar dan memperhatikan Ale tiap bertemu dengannya.
"Jawab Raisha!"seru Rama.
Raisha tersadar dan cepat cepat ia mengangkat wajahnya untuk menatap lawan bicaranya.
"Kamu tidak perlu melakukan apa apa Rama,aku sudah cukup tahu seberapa dalam kesungguhan kamu padaku!"jelas Raisha.
"Lalu apa jawban kamu?,kamu masih menggantungkan jawaban.Raisha aku Rama  yang berbeda,aku sudah berubah."seru Rama meyakinkan.
"Aku percaya itu Rama,tapi aku butuh waktu,aku butuh mengenal lebih dalam siapa dan seperti apa calon......suamiku."seru Raisha dengan nada lirih dipenghujung kalimatnya.
Mata Rama terbelalak dan tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Apa itu artinya kamu mau menikah denganku?"tanya Rama tak percaya.
"Rama,aku bilang aku butuh waktu untuk mengenal kamu.!"seru Raisha lirih.
"Oke!"jawab Rama kemudian.
"Aku harus kembali,waktu istirahatku hampir habis!"seru Raisha melihat jam di tangannya.
"Mau aku antar?"tanya Rama menawarkan diri.
"Terima kasih tapi tidak perlu!"tolak Raisha halus.
..................
    Turun dari angkutan umum Raisha sudah ditunggu oleh Ale yang berdiri di depan mobil hitamnya.
"Ale!,kamu disini?"tanya Raisha tampak terkejut.
"Ya!,kayaknya aku telat mau ajak kamu lunch!"seru Ale terdengar ketus.
"Maaf!,aku tidak tahu kalau kamu...".
"Salah aku juga tidak memberi tahu kamu dulu.Rencananya sih mau bikin Surprise!"seru Ale menabrak kalimat Raisha.
"Mungkin lain kali,karena jam istirahatku sudah habis dan aku harus masuk!"kata Raisha.
"Aku ga tahu lain kali itu akan ada atau tidak,Tapi sebelum kamu pergi please kasih aku jawaban atas pertanyaanku yang lalu!"
Raisha mendesah dan menarik nafas panjang.
"Ale maaf!,Aku sudah memutuskan agar kita tetap seperti ini dan tak lebih"seru Raisha terdengar berat.
"Aku sudah berubah Sha.Aku bukan Ale yang dulu."seru Ale meyakinkan.
"Aku percaya dan aku tak meragukan itu.Tapi aku tak bisa."seru Raisha sambil cepat cepat pergi meninggalkan Ale.
..................
Beberapa hari ini Rama merasa bahaia karena penantiannya yang sekian tahun akhirnya menemukan titik temu.
Raisha gadis yang menjadi pujaan hatinya cinta pertamanya di SMA dan berharap akan menjadi cinta terakhir dalam hidupnya,kini ada di depan mata.
Cintanya yang terpendam selama ini perlahan disambut,walau lampu hijau itu belum benar benar menyala untuknya.Tapi Rama yakin lampu kuning itu sudah benar benar menyala dihadapannya,dan sepanjang waktu kedepan Rama selalu berusaha untuk mendapatkan lampu hijau.
"Apa langsung aku lamar aja kekeluarga dia?"gumam Rama dalam hati.
"Tapi aku takut Raisha akan marah dan harapan itu benar benar hilang."pikir Rama memikirkan hal terburuk yang akan terjadi.
"Hai kamu Rama bukan?"sapa seorang wanita tepat di depan meja Rama yang duduk sendiri.Rama menyipitkan mata dan mencoba mengingat ingat.
"Siapa ya?"tanya Rama.
Wanita itu tersenyum dan mendekat.
"Boleh aku duduk?"tanya wanita itu.
"Tentu!,silahkan!"seru Rama.
Wanita itu duduk didepan Rama,Sementara Rama masih mengingat ingat.
"Udah berapa tahun kita tidak bertemu,kamu berubah dan lupa sama aku!"seru wanita itu.
"Emmm...aku inget.kamu Sarah kan."seru Rama yang baru ingat.
"Akhirnya ingatan kamu balik."seru wanita itu tersenyum.
"Bagaimana kabarnya?kerja dimana?udah berkeluarga belum?"tanya Rama berondongan.
"Banyak amat!"seru Sarah.
"Kalau kamu sendiri?"kata Sarah balik bertanya.
"Belum.masih muda."jawab Rama.
"Coba waktu dulu kamu ga tolak aku pasti kamu udah punya istri!"celetuk Sarah.
"Bisa aja.Mungkin jodoh aku baru datang sekarang,Kamu belum jawab pertanyaan aku.Bagaimana sudah berkeluarga?"tanya Rama mendesak.
"Udah,Udah ada buntut satu.Kamu sendiri masih berharap sama cewek itu?"tanya Sarah.
"Suami kamu siapa?"tanya Rama mengabaikan pertanyaan Sarah.
"Kamu ga akan percaya kalau aku kasih tahu!"seru Sarah buat penasaran.
"Apa sih yang ga mungkin di dunia ini?"seru Rama optimis.
..................
   Raisha menceritakan semua yang telah terjadi padanya kepada Dewi,dan Dewi menyambutnya dengan senang,karena dari awal Dewi memang mendukung Raisha bersama Rama ketimbang Ale.
Walaupun Ale cinta pertama Raisha,tapi Ale juga yang telah membuat Raisha ngedrop banget.
"Jadi kalian udah jadian dan janur kuning itu benar benar akan melengkung dalam waktu dekat"seru Dewi dengan nada meledek.
"Apaan sih!.aku cuma kasih kesempatan buat perasaanku untuk belajar mencintai dan menyayangi Rama!"jelas Raisha.
"Lalu Ale?"tanya Dewi hati hati.
"Ale!.aku ga tahu sama dia.perasaanku berbeda saat bersama Rama dan Ale.kalau sama Rama,bawaannya fun,lega,tapi kalau sama Ale bawaannya grasa grusu,kayak di kejar kejar waktu!"jelas Raisha.
"Chemistrynya udah dapet tuh.BTW kamu ngajak aku makan bareng Rama?"tanya Dewi ketika mereka sampai di depan rumah makan tempat biasa Rama dan Raisha bertemu.
"Kita kan udah lama ga lunch bareng."seru Raisha beralasan.
"Iya sih"seru Dewi membenarkan.
Raisha dan Dewi melangkah masuk sambil terus mengobrol.
"Kita ga usah makan disini!"seru Raisha ketus sambil menarik tangan Dewi untuk keluar.
"Loh ada apa?"tanya Dewi tak mengerti sambil melihat kesekitar dan dari kejauhan Dewi melihat Rama sedang duduk berdua dengan wanita lain.
Dewi tak bertanya lagi,ia mengikuti ajakan Raisha untuk pergi.
"Begitu kan cowok.di kasih kesempatan malah lirik kanan kiri."gerutu Raisha kesal.
"Wah kayaknya ada yang cemburu!"ledek Dewi.
"Siapa yang cemburu?,Aku  Cuma kesel."jelas Raisha.
"Kesel karena liat Rama sama cewek lain.Sama aja cemburu!"ledek Dewi.
"Udah ah.Ayo kita ketempat lain."seru Raisha.
"Sha,daripada kamu kesel ga ada jawabannya,Mending kita samperin Rama dan tanyakan apa yang sebenarnya terjadi,dan siapa perempuan itu,daripada kita pergi kesel ga tahu dengan apa yang terjadi."jelas Dewi memberi solusi.
"Aku ga peduli,ayo kita pergi!"seru Raisha pergi meninggalkan Dewi dan Dewi menyusulnya.
Karena sarannya tak didengar.
..................