Jumat, 20 Desember 2013

FAL'LOVE IN LOST Parts 06

................
   Aku dibawa kekantor polisi dengan tuduhan penculikan.Tuduhan yang membuatku terkejut,dan membuatku mengingat akan traumaku pada polisi.
Banyak pertanyaan yang mereka lontarkan kepadaku,dan jawaban  seadanya aku berikan.Tapi sepertinya mereka tak begitu saja percaya padaku, membuatku makin kesal dan makin benci pada yang namanya polisi.
Mereka menanyakanku tentang Gain.Nama yang terdengar asing ditelingaku.
“Siapa Gain?”tanyaku yang benar benar tak mengerti.
“Kau bodoh atau pura pura bodoh!”tanya sala satu polisi dengan menatapku seperti orang bodoh.
“Jadi selama ii kau tinggaldengan siapa?”tanya plisi yang satunya.
Aku terdiam dan berfikir sejenak.
“Apa dia yang bernama Gain?”tanyaku menebak.
Salah satu dari mereka tersenyum sinis sedangkan yang satu hanya diam.
“Aku mengenalnya sebagai Dwi!,menurutku ia hilang ingatan,karena ia tak tahu darimana ia berasal!”seruku memberi keterangan yang berharap itu akan membuat mereka percaya.
“Kau pikir kami percaya!”seru polisi yang sejak tadi tersenyum sinis itu.
“Saya tidak berharap anda percaya!,saya hanya mengatakan apa yang saya tahu!”seruku dengan emosi tertahan.
“Bisa anda ceritakan kronologi bagaimana anda menemukan nona Gain?,karena ia adalah korban penculikan!”
Aku terkejut tapi aku mencoba untuk tetap tenang untuk bercerita.
“Saat saya menemukannya!”seruku memastikan
Polisi tanpa ekspresi itu mengangguk tapi yang satunya menatapku dengan sangat sinis.
Aku menceritakan semuanya dan berharap mereka bisa mempercayainya,dan seandainya tidak aku hanya berharap Dwi akan menolongku.
Setelah memberikan keterangan aku dimasukan kedalam sel,menunggu keputusan selanjutnya.Aku buta tentang hukum tapi aku tahu ini tidak adil untuku.Bagaimana mungkin aku yang berperan sebagai penolong tiba tiba berubah menjadi tersangka!,bagaimana mungkin dan aku tak percaya kini aku berada ditempat yang tak pernah aku bayangkan dan tempat yang paling aku takutkan.
Dan denan terpaksa aku harus tidur dilantai bersama orang orang asing yang tak aku kenal dan tak tahu apa masalah mereka.
Aku meringkuk disudut ruanganyang dingin mata mata mereka menatapku denga pandangan bertanya dan aku hanya diam.
Kucoba untuk menutup mataku dengan posisiku yang tak layak dikatakan sebagai posisi untuk beristirahat.
                                      ***
Pagi menjelang dan entah itu harus aku katakan sebagai mimpi atau apa,karena pagi itu pula polisi melepaskanku tanpa memberitahuku siapa yang melepaskannku dan sepertinyapun aku tak mau tau siapa yang melepaskanku!yang aku tahu akumemang tak pantas untuk masuk penjara dengan tuduhan penculikan.
Aku segera pulang kerumah dan rumahku sepi,tak ada lagi yang menungguku dirumah seperti biasanya.Dwi atau Gain.siapa yang harus aku sebut kini tak ada lagi disana untuk menungguku pulang.
Bagaimana dia sekarang!,apakah ia sudah menemukan keluarganya!,benrkah ia korban penculikan!,dan kini aku tak mau tahu akan hal itu.
Didalam rumahku aku hanya bisa melihat benda benda yang pernah menjadi milik Dwi dan kini tak ada pemiliknya.
Kubuka ruangan yang pernah menjadi kamar Dwi dan disan aaku membaringkan diri,mencoba untuk tidur membalas tidurku yang tidak nyaman semalam,Aroma wanagi Dwi begitu kental diruanagn itu membuatku merasakan sesuau dalam dadaku terasa begitu sakit,kehilangan dan aku sepertinya merindukannya.Dan aku tak sadar mataku basah.Dan aku mencoba untuk menutup mata,berharap petemuanku dengannya adalah sebuah mimpi.
..............

Tidak ada komentar :

Posting Komentar