................
Aku dibawa
kekantor polisi dengan tuduhan penculikan.Tuduhan yang membuatku terkejut,dan
membuatku mengingat akan traumaku pada polisi.
Banyak pertanyaan yang mereka lontarkan kepadaku,dan
jawaban seadanya aku berikan.Tapi sepertinya mereka tak begitu saja
percaya padaku, membuatku makin kesal dan makin benci pada yang namanya polisi.
Mereka menanyakanku tentang Gain.Nama yang terdengar
asing ditelingaku.
“Siapa Gain?”tanyaku yang benar benar tak mengerti.
“Kau bodoh atau pura pura bodoh!”tanya sala satu
polisi dengan menatapku seperti orang bodoh.
“Jadi selama ii kau tinggaldengan siapa?”tanya plisi
yang satunya.
Aku terdiam dan berfikir sejenak.
“Apa dia yang bernama Gain?”tanyaku menebak.
Salah satu dari mereka tersenyum sinis sedangkan yang
satu hanya diam.
“Aku mengenalnya sebagai Dwi!,menurutku ia hilang
ingatan,karena ia tak tahu darimana ia berasal!”seruku memberi keterangan yang
berharap itu akan membuat mereka percaya.
“Kau pikir kami percaya!”seru polisi yang sejak tadi
tersenyum sinis itu.
“Saya tidak berharap anda percaya!,saya hanya
mengatakan apa yang saya tahu!”seruku dengan emosi tertahan.
“Bisa anda ceritakan kronologi bagaimana anda
menemukan nona Gain?,karena ia adalah korban penculikan!”
Aku terkejut tapi aku mencoba untuk tetap tenang untuk
bercerita.
“Saat saya menemukannya!”seruku memastikan
Polisi tanpa ekspresi itu mengangguk tapi yang satunya
menatapku dengan sangat sinis.
Aku menceritakan semuanya dan berharap mereka bisa
mempercayainya,dan seandainya tidak aku hanya berharap Dwi akan menolongku.
Setelah memberikan keterangan aku dimasukan kedalam
sel,menunggu keputusan selanjutnya.Aku buta tentang hukum tapi aku tahu ini
tidak adil untuku.Bagaimana mungkin aku yang berperan sebagai penolong tiba
tiba berubah menjadi tersangka!,bagaimana mungkin dan aku tak percaya kini aku
berada ditempat yang tak pernah aku bayangkan dan tempat yang paling aku
takutkan.
Dan denan terpaksa aku harus tidur dilantai bersama
orang orang asing yang tak aku kenal dan tak tahu apa masalah mereka.
Aku meringkuk disudut ruanganyang dingin mata mata
mereka menatapku denga pandangan bertanya dan aku hanya diam.
Kucoba untuk menutup mataku dengan posisiku yang tak
layak dikatakan sebagai posisi untuk beristirahat.
***
Pagi menjelang dan entah itu harus aku katakan sebagai
mimpi atau apa,karena pagi itu pula polisi melepaskanku tanpa memberitahuku
siapa yang melepaskannku dan sepertinyapun aku tak mau tau siapa yang
melepaskanku!yang aku tahu akumemang tak pantas untuk masuk penjara dengan
tuduhan penculikan.
Aku segera pulang kerumah dan rumahku sepi,tak ada
lagi yang menungguku dirumah seperti biasanya.Dwi atau Gain.siapa yang harus
aku sebut kini tak ada lagi disana untuk menungguku pulang.
Bagaimana dia sekarang!,apakah ia sudah menemukan
keluarganya!,benrkah ia korban penculikan!,dan kini aku tak mau tahu akan hal
itu.
Didalam rumahku aku hanya bisa melihat benda benda
yang pernah menjadi milik Dwi dan kini tak ada pemiliknya.
Kubuka ruangan yang pernah menjadi kamar Dwi dan disan
aaku membaringkan diri,mencoba untuk tidur membalas tidurku yang tidak nyaman
semalam,Aroma wanagi Dwi begitu kental diruanagn itu membuatku merasakan sesuau
dalam dadaku terasa begitu sakit,kehilangan dan aku sepertinya
merindukannya.Dan aku tak sadar mataku basah.Dan aku mencoba untuk menutup
mata,berharap petemuanku dengannya adalah sebuah mimpi.
..............
Tidak ada komentar :
Posting Komentar