Sabtu, 28 September 2013

05:05 parts 13




......
Kendar mendatangi kakaknya yang terlihat begitu marah padanya Yang diikuti oleh Ken dibelakangnya. Ken melihat kemarahan dimata Yas,tapi ia tak tahu apa,yang ia tahu hanyalah Yas menangis saat ia meninggalkannya.
“Ada apa?”tanya Kendar dengan wajah polosnya.
“Kau laki laki tapi bermulut ember!”Seru Yas dengan nada tertahan menahan marah.
Ken terkejut mndengar kata kata Yas untuk adiknya.
“Apa yang terjadi?”tanya Ken dalam hati sambil terus memperhatikan mereka berdua yang menahan emosi dalam diam.
“Maksud kakak apa?,aku tidak mengerti!”Bela Kendar menudian.
“Plakkkkk!”          
 Terdengar suara tamparan yang begitu keras.Dengan tanpa diduga,Yas menampar adiknya begitu saja dan itu didepan Ken.
Kendar menahan sakit diwajahnya sambil menundukan wajah,sementara Ken,ia tak tahu apa yang harus ialakukan,ia berdiri di tempat yang salah,karena yang sedang dihadapannya adalah masalah keluarga yang tak seharusnya ia ketahui.
Ken berusaha untuk pergi dari tempat itu dengan melangkahkan kaki berjalan mundur,Dan pergi kekamarnya secepat mungkin.
Kendar masih ditempatnya sambil menahan sakit diwajahnya.
“Maksud kakak apa?”tanya Kendar kemudian ketika mereka hanya berdua.
“Darimana kau tahu aku putus dengan Tommy?”Tanya Yas dengan emosi yang tertahan.
Kendar terdiam dan tak bisa menjawab.
“Jawab!”Teriak Yas yang hampir menagis.
“Kakak,bukan mempermasalahkan darimana kau tahu hal itu,yang ingin kakak tahu kenapa kau beritahu ibu juga!,kau tahu,itu urusan kakak!,tidak seharusnya kau memberitahu ibu masalah pribadi kakak!”Seru Yas dengan airmata yang tertahan.
“Ibu tahu?”Seru Kendar dengan nada nada bertanya dan terkejut.
“Aku tidak mengatakan apapun pada ibu,bahkan kami jarang berkumpul akhir akhir ini,aku sibuk dan begitu juga ibu,jadi mana mungkin aku memberitahu ibu,lagipula itu adalah urusan kakak kan!”Seru Kendar menjelaskan.
“Lalu dariman kau tahu?”tanya Yas mengulangi pertanyaan itu.
“Atau mungkin Tommy?”Tanya Kendar mencari pembelaan.
“Tidak usah mencari alasan!”Seru Yas dengan nada masih kesal.
“Aku tidak mencari alasan,tapi aku mengatakan kebenaran!,dan aku sangat setuju saat tahu kakak putus dengan Tommy!”Seru Kendar tanpa beban.
“Plakkkkk!”
Kembali Yas mendaratkan tamparan diwajah Kendar diwajah sebelahnya.
“Jadi kau senang diatas penderitaan orang lain!”Seru Yas yang makin kesal pada adiknya.
Kendar tak merasakan sakit diwajahnya yang baru,ia segera mengambil hp miliknya yanga ia simpan dikantong celananya .membuka menu dan menunjukan sesuatu pada kakaknya.
“Kakak membela orang yang seperti ini?”tanya Kendar sambil menunjukan foto Tommy dengan seorang wanita sedang berpelukan.
Yas terdiam dan mematung melihat apa yanga dilihatnya,ia tak bisa percaya,tapi itu adalah nyata,dan itu memang benar benar Tommy.dan foto itu tak hanya satu,Kendar memotretnya beberapa kali dengan kamaera di hpnya.
“Kapan itu terjadi?”tanya Yas yang masih belum percaya.
“Beberapa hari yang lalu!”Jawab Kendar berat.
Yas tak bisa berkata apa apalagi,ia hanya bisa menahan airmata di kelopak matanya sambil terus terdiam.
“Ken!,sebaiknya kau pulang!”Seru Yas sambil mendorong adiknya untuk keluar dari lingkungan rumahnya.
“Tapi kak!”Seru Kendar yang tak mau pergi.
“Kakak mohon!”,keluar!”Seru Yas dengan nada yang sedikit dinaikan.
Mendengar teriakan kakaknya Kendar tak bisa berbuat apa apalagi,ia segera pergi sambil mendorong motornya keluard dari pintu gerbang rumah kakaknya.
Sementara Yas segera masuk kedlam rumahnya,menutup pintu dan ia pergi kekamarnya dan menangis.
......
Didalam kamarnya Ken hanya menunggu permasalahan keluarga itu berakhir sambil menikmati mie cupnya yang dibuatnya.
“Keluarga!,masalah dalam keluarga!,aku membencinya!”Seru Ken sambil mengunyah mienya yang terakhir.
Ken mendengar suara mesin motor dinyalakan Ia segera bangkit dari tempatnya,dan berlari menuju balkon,dan melihat motor Kendar tak ada di halaman rumag Yas.
“Kendar pergi!,padahal aku baru akn mengajarinya main gitar lagi!”Gumam Ken sambil berjalan menuju anak tangga untuk turun.
Ken menuruni anak tangga sambil melihat keadaan rumah Yas yang tertutup.Ken mengerutkan kening dan memikirkan sesuatu.Tapi hal itu tak lama,karena Dengan segera Ken pergi menuju pintu gerbang dan pergi entah kemana,menuju tempat yang ia sendir tak tahu.
Dengan emnggunakan topi yang selalu dibawanya,Ken mencoba untuk menenangkan diri,setelh teringat hal hal yang baru terjadi.
Sesekali Ken berdiri mematung ditepi jalan,memperhatikan jalan yang kadang ramai dengan kendaraan,dan kadang sepi.
“Aku tidak bisa seperti ini terus!,aku hatus bicara dengan ayahku!,aku harus bicara agar beliau berhenti menggangguku!”seru Ken
Ken kembali melanjutkan langkahnya dan kembali menelusuri jalanan dengan ujung yang tak tentu.
Langkah Ken terhenti ketika ia berada di sebuah tikungan.Ia melihat seseorang deng motor yang ia kenal dengan mobil sedan disana.Dengan langkah Pelan Ken berjalan untuk menghampiri dua orang yang sepertinya sedang berdiskusi.
“Kendar!”Seru Ken mengenali siapa orang salah satu dari mereka.
Kendar melihat kearah orang yang memangginya dan tida tiba sebuah tinjuan mendarat diwajah Kendar.
Kendar langsung tersungkur ketanah,Ken yang melihat itu langsung datang menghampiri dan membalas orang yang memukul Kendar dengan sebuah tonjokan juga,hingga orang itupun tersungkur ketanah.
“Kalau berani jangan sama anak SMA!”teriak Ken yang sudah siap untuk kembali untuk memukul.
“Ken!”teriak Kendar.
Ken menghampiri Kendar yang masih diposisinya terduduk sambil memegangi wajahnya yang memerah.
“Udah ga usah dilawan!”Seru Kendar yang menahan sakit diwajahnya.
“Pasti sakit ditampar dua kali ditempat yang sama!”Seru Ken meledek Kendar.
“BUKKKK!”
Seperti Kendar.Kenpun menerima pukulan diwajahnya,yang membuat hidungnya mengelurkan darah.Dan pukulan kedua ia terima diwajahnya.
Ken mencoba untuk melawan tapi orang itu sudah kabur membawa mobilnya.
 Ken dan Kendar terduduk di pinggir trotoar sambil menahan sakit yang sama sama mereka terima.
“Bagaimana lukamu?”tanya Ken yang terus menghadap keatas agar darahnya tidak terus keluar.
“Aku baik baik saja!,bagaimana denganmu?”tanya Kendar yang sedang memijat wajah yang memar.
“Ada masalah apa kau dengan orang itu?”Tanya Ken.
“Dia menghianati kakakku!”seru Kendar enggan.
“Dia mantan kak Yas?”tanya Ken ingin tahu,dan begitu antusias.
“Kenapa?”tanya Kendar tak senang.
“Emmmm....,sebaiknya kita pulang kerumah Kak Yas!,obati lukamu!”Seru Ken sambil bangun dari tempat duduknya.
Kendar juga bangkit dari tempatnya,dan menghampiri motornya tanpa berkata apa apa pada Ken.Ken duduk dibelakang Kendar dan bersiap untuk pergi.
“Ayo!”Seru Ken sambil menepuk punggung Kendar.
“Apa yang kau lakukan?”tanya Kendar sambil menoleh kebelakang melihat Ken yang duduk santai dibelakangnya.
“Bukankah kita akan kerumah Yas!,sekalain saja!”Seru Ken enteng.
Kendar tak berkata apa apa.ia segera menyalakan motornya dan segera meninggalkan tempat itu.Kendar mengantar Ken kerumah Yas,dan sampainya di depan rumah Yas Ken Turun dan segera membuka pintu gerbang,tapi Kendar langsung tancap gas dan meninggalkan Ken sendiri.
“Anak itu!,pergi tidak pamit!”Seru Ken sambil masuk kedalam lingkungan rumah,dan melihat pintu rumah Yas masih tertutup.
Ken terus memegangi hidungnya yang berdarah dengan memar disekitar hidungnya.Ken mendatangi rumah Yas yang tertutup dan dengan perlahan ia mengetuk pintu rumah tapi tak ada jawabannya.
Dengan perlahan Ken membuka pintu yang ternyata tidak dikunci,Ken masuk untuk mecari kotak P3K untuk mengobati lukanya.
Setelah mendapatlannya,Ken duduk disofa dan mencoba untuk membersihkan bekas darah yang sudah mengering dengan kapas.
Dari kamarnya,Yas keluar dengan mata yang sembab dan bengkak.
“Kak Yas abis tidur,atau menangis?”tanya Ken yang sibuk membersihkan luka dihidungnya.
“Apa yang terjadi?”tanya Yas yang langsung menghampiri Ken dan duduk disampingnya.
“Udah ga papa!”Seru Ken yang merasa sedang diperhatikan.
Yas bangkit dari duduknya dan pergi kedapur,sementara Ken sibuk dengan lukanya.Sesaat kemudian Yas datang dengan membawa baskim berisi air hangat dan lap.
Ken menyambar baskom yang dibawa Yas dan ia mencoba untuk membersihkan lukanya sendiri.
“Sudah,diam,biar aku yang membersihkan lukamu!”Seru Yas langsung merebut lap yang Ken pegang.
Mendengar teriakan Yas Ken langsung diam dan membiarkan Yas membersihkan lukanya.
“Kau sama seperti Kendar!,suka berkelahi!,ada masalah apa?”tanya Yas yang begitu telaten membersihkan luka Ken.
“Aku membantu Kendar!”Seru Ken yang terus menatap kelangit langit rumah.
Yas terdiam sejenak dan menatap wajah Ken.
“Membantu Kendar?,apa yang terjadi?,dimana dia?”tanya Yas yang langsung panik.
“Tadi sudah kuajak masuk,tapi dia malah pergi tanpa pamit padaku!”
“Apa dia terluka1”tanya Yas penasaran.
“Dia lebuh parah!”Seru Ken memanas manasi.
“Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian?,apa kalian berkelahidibelakangku?”tanya Yas menembak.
“PD sekali!,ini urusan laki laki!”Seru Ken yang menagan Sakit ketika Yas mengobati luka diwajahnya.
“Ini bukan soal laki laki atau apa!,yang jelas,berkelahi tidak dibenarkan dimanapun!”Seru Yas sedikit marah.
“Separah apa dia?”tanya Yas lagi.
“Dia mengalami pukulan di wajah yang sama,diwajah yang pernah kakak tampar tadi.maaf tadi aku melihatnya!”Seru Ken.
Yas selesai mengobati Ken ia segera pergi kekamarnya dan kemudian keluar kembali sambil membawa tas.
“Kakak mau kemana?”tanya Ken yang belum beranjak dari tempatnya.
“Aku akan menemui Kendar!,bagaimanapun juga dia adiku,rasanya tidak adaik aku disini mengobati orang asing,sementara adiku sendiri babak belura!”Seru Yas yang kemudian pergi tanpa berpesan.
........
Setelah Yas pergi Ken hanya duduk diam memperhatikan mesin jahit yang dibelinya dan melihat barang barang yang dibelinya beberapa hari lalu,dan kemudian ia mengambil laptopnya dan membukanya.
Ken membuka akun facebook miliknya,dan melihat halaman yang dibauatnya,ternyata jauh dari dugaannya,banyak teman temannya yang menyukai halamannya,dan menuliskan beberapa komentar di dinding halamannya untuk menanyakan alamat tailor milik Yasmine.Dan kebanyak dari mereka adalah perempuan.
Ken tersenyum melihat perkembangan yang baru dimulainya itu,ia melihat usahanya pasti akan sukses,walaupun itu masih jauh dari nyata.
..........

Jumat, 27 September 2013

05:05 Parts 12

.....
   Hari itu Ken mengajakYas ke makam ibunya.Dengan membawa seikat bunga yang dibeli dipinggir jalan,Ken memperkenalkan Yas sebagai rekan bisnis yang baru dimulainya,walaupun itu belum benar benar terjadi.
   Ken dan Yas duduk saling berhadapan dikedua sisi makam,mereka membersihkan makam,dan menaburkan bunga dan tk lupa membacakan doa.
   Ken berdiri,dan tiba tiba dirinya merasa ada yang memperhatikan,ia melihat kedaerah sekitar yang tak jauh dari pemukiman warga,dan tak jauh dari sana pula Ken melihat ada dua orang yang memperhatikan mereka.
   "Udah aku duga!"Gumam Ken yang langsung menghampiri Yas dan mengajaknya bangun sambil menarik tangannya.
   "Ada apa?,tanya Yas yang terkejut ketika dipaksa untuk berdiri.
   "Ayo ikut!"Seru Ken dengan tatapan mata memohon.
   Yas tak mengataan kata kata lagi,ia hanya mengikuti kemana Ken akan membawanya.
   Ken sengaja mengajak Yas berlari memasuki kawasan pemukiman warga,agar orang yang mengejar mereak tidak mudah mendapatkan mereka.
   Disebuah gang barulah Ken menghentikan langkahnya untuk sekedar mengambil nafas.
  "Aku sudah tidak kuat lagi Ken!"Seru Yas dengan nafas terengah engah!
   "Sama!,tapi kita harus lari!"Jawab Ken yang juga kehabisan nafas.
  "Mungkin kalau kau adalah Raisha,aku akan mengendongmu!,tapi.....sepertinya tidak mungkin!"Seru Ken sambil tersenyum diakhir kalimatnya.
    Yas hanya memalingkan wajahnya sambil mengelap wajahnya yang penuhkeringat.
   "Ayo kita pergi!"Seru Ken yang mulai menarik tangan Yas lagi.
  "Lagi!"Seru Yas yang merasa lelahnya belum reda.
   Ken hanya menatapnya ,denga memohon.
   Tanpa berkata apa apa lagi,Yas menurti perintak Ken,mereka berlari bersamaan,menuju jalan raya,berharap segera bertemu dengan kendaraan yang akan mengentarkan mereka pulang.
     Ken tersenyum lega ketika melihat bus yang akan mereaka naiki.
   "Ayo!,sedikit lagi!"Seru Ken menyemangati.lalu tersenyum.
   Yas balas tersenyum dan mereka menunggu bis yang datang.Setelah bus datang Ken langsung menyuruh Yas naik dan barulah ia ikut naik.
    Ken dan Yas mencari tempat duduk yang kosong,dan dengan segera mereka duduk,Ken lngsung membuka jendela lebar lebar agar angin yang masuk besar,Semtara Yas hanya duduk diam disampingnya,menunggu penjelasan dari Ken.
    "Ini!"Seru Yas sambil menyodorkan satu botol air mineral.
   Ken menerimanya dan langsung meminum setengah dari isinya.
    "Seperti buronan!"Seru Ken dengan nafas masih terengah engah.
    Ken sekilas memandang kearah Yas yang terdiam dengan keringat masih mengalir diwajahnya.
    "Maaf ya!"Seru Ken yang masih memandangi wajah Yas yang lelah.
    "Tidak papa!"Seru Yas yang kembali meminum minumannya.
    "Mereka orang yang sama !,orang orang yang mengejarku Dan Raisha!"Seru Ken buka suara.
    "Sebenarnya apa masalahmu?"tanya Yas sambil menunggu jawaban Dari Ken.
    Ken mendesah dan membuang muka.Dan ia kembali memandang Yas yang masih pada posisinya.
    "Mereka suruhan ayahku!,ayahku menyuruhku untuk segera menikah dengan calon yang sudah disiapkan,jika aku tidak menikah dengan pilihanku!"cerita Ken dengan nada sedikit malu malu.
    Yas akan tersenyum tapi ia tahan,karena ia tahu,bukan saatnya ia tertawa diatas penderitaan orang lain,bahkan untuk tersenyum.
    "Tertawalah,kalau ingin tertawa,kadang aku juga tertawa sendiri kalau mengingat hal itu,aku hanya tidak habis pikir,kenapa ayahku menginginkan aku untuk segera menikah,padahal usaiku masih terlalu muda untuk membangun rumah tangga,apalagi dengan kondisiku yang masih PENGACARA pengangguran banyak acara!"Jelas Ken.
    Dan setelah mendengar kata kata terakhir dari kalimat Ken,Yas baru tertawa.
   "Mungkin ayahmu,punya rencana,kalau kau menikah sekarang kau akan mendapatkan warisan!,kau anak tunggal?,atau kau punya saudara?"
   "Anak tunggal!,aku nak lelaki tunggal dari perusahaan Garment!"
  "Hey,apakah kau tidak berfikir kalau usaha yang akan kau rintis itu satu jalur dengan usaha ayahmu?"tanya Yas mengingatkan.
   "Ya,aku tahu,tapi yang aku inginkan adalah,aku ingin berdiri diatas kakiku sendiri!"Seru Ken yang memang keras kepala.
    Lalu,kapan kakak akan menikah?,bukankah calonnya sudah ada?,"Tanya Ken emgalihkan pembicaraan.
     "Kami sudah putus!"Seru Yas dengan nada lirih.
    "Oh!,maaf!"Seru Ken menyesal.
    "Jangan jangan tangisan itu,adalah tangisan putus cinta!"Tebak Ken dengan nada sedikit ditinggikan,membuat orang orang disekitar mereka memperhatikan mereka.
     "Jangan keras keras!"Seru Yas mengingatkan yang merasa malu.
    "Maaf!"
    "Kakak orang yang baik!,aku yakin,kakak akan mendapatkan yang lebih baik.yang sesuai denag kriteria kakak!"seru Ken.
    "Seperti Apa kriteriamu?"tanya Yas Dengan tatapan menunggu jawaban.
    "Aku???"Tanya Ken yang merasa bingung.
    "YA!"Seru Yas menunggu.
    "Aku!,1.Dia harus lebih muda dariku,2.dia harus cantik dimataku!,3.menerima aku apa adanya!,jangan ada apanya!,4.pengertian,pasti!.,5.mau diajak susah dan senang bareng!"Seru Ken denagn nada bercanda.
    "Kalau kakak sendiri?"Tanya Ken balik.
    Yas yang mendapatkan pertanyaan itu,terlihat terkejut dan langsung membuang muka.
    "Ayo dong!,jangan begitu,kita harus terbuka!"Seru Ken dengan nada menggoda.
     Yas mebalikan wajahnya dan menatap Ken dengan rait wajah percaya diri.
   "Sama seperti kriteriamu!,tapi ada 2 points yang bikin beda!,points 1 dan 2.Dia harus lebih tua dariku!,dan dia harus mapan!"Seru Yas mantap.
    "Berarti tampang ga perlu!"Seru Ken.
    "Mungkin buat perempuan seusiaku itu tidak perlu!"Seru Yas lirih.
   Ken terdiam,ia merasa bersalah karena telah mengatakan hal itu.
   Semoga kakak mendapatkan apa yang kakak inginkan!,dan doakan aku juga ya!"Seru Ken sambil tersenyum.
........
     Yas kembli kerumah tanpa ditemani Ken,Mereka berpisah di jalan sesaat setelah mereka turun dari bus.Yas pulang kerumaH,sementara Ken entah pergi kemana.
   Yas menghentikan langkahnya ketika ia melihat siapa orang yang berdiri didepan rumahnya.Dengan langkah agak ragu,Yas berjalan menghampirinya.
     Sekilas,Yas melemarkan senyuman kepada seorang wanita paruh baya yang berdiri dihadapannya itu,dan begitu pula dengan wanita tua itu.
    Sesaat kemudian Yas mengajaknya masuk tanpa berkata apa apa.
    Yas,menyuruhnya untuk duduk,sementara Yas membuatkan minuman dengan beberapa cemilan.
  "Ibu sudah lama didepan?"tanya Yas sambil mmebawakan minuman dan makanan kecil.
  Tidak juga!,ibu baru saja sampai,dan belum sempat buka pintu gerbang ketika kau datang!,dari mana kau?,masig pagi sudah pulang!"Tanya Iu paruh baya yang ternyata adalah ibu tirinya.
   "Mengantar teman!"Seru Yas sambil duduk didekat ibunya.
   "Laki laki atau perempuan?"tanya Ibu lagi dengan pandangan menunggu.
   "Emmmmm....!"
   "Ibu dengar kau putus lagi dengan pacarmu yang baru?"tanya Ibu tiri Yas yang memotong jawaban Yas yang belum diucapkan Yas.
    "Ya!"jawab Yas lirih.
   "Apa itu tandanya kau sudah mau menerima saran ibu?"tanya Ibu itu dengan wajah yang sedikit tenang.
    "Darimana ibu tahu?"Tanya Yas penasaran.
    "Kendar!"Seru ibu itu dengan nada mantap.
   "Kendar ember!"Seru Yas kesal dalam hati.
   "Bagaimana?,kau mau dengan rencana ibu,untuk menjodohkanmu dengan teman ibu?,ibu kasihan padamu,yang harus menunggu dan menunggu sementara usia terus bertambah,lagipula biarpun ibu ini ibu tirimu,ibu juga ingin cepat cepat menimang cucu darimu!"Seru Ibu tiri Yas yang berharap penuh,Yas menerima tawarannya yang sudah diberikannya jauh jauh hari.
   "Aku masih berusaha bu!"Seru Yas yang tetap menolak.
   "Sampai kapan?"tanya Ibu Yas kesal.
   "Tahun ini!,kalau sampai usiaku 32 belum juga mendapatkan suami,aku mau menerima orang yang ibu jodohkan denganku!"Seru Yas membuat perjanjian.
    "Benar itu?,ibu tunggu janjimu!"Seru Ibu Yas sambil meminum minumannya dan kemudian mendekti puti tirinya.
    "Selamat ualang tahun ya anakku!"Seru Ibu Yas sambil memeluk putrinya sayang.
    "Terima Kasih bu!"Seru Yas senang.
   "Ibu tidak lama lama!,ibu harus menjemput Raisha!"Seru Ibu Yas sambil meleasakan pelukannya pada putrinya.
    Yas mengantarkan ibunya sampai didepan pintu gerbang.
     Sementara Ken drri kamarnya memperhatikan keakraban kedua wanita itu dari kamarnya.Ken yang tahu Yas sedang menrima tamu,memilih untuk kekamarnya dengan diam diam agar tidak menimbulkan pertanyaan dan mendatangkan jawaban yang tak ingin ia katakan jika mereka bertemu.
     Dengan hati hati Ken terus memperhatikan wanita tua itu pergi,sampai Yaspun kembali kedalam rumahnya.
    Setelah menunggu beberapa lama,Ken akhirnya turun dengan membawa kantong yang berisi cemilan dan beberapa cup mie instant miliknya.
    "Kakak!"Panggil Ken ketika ia sampai didepan pintu rumah Yas yang tertutup.
    Tak ada jawaban dari  Yas dan akhirnya Ken masuk kedalam rumah yang pintunya tidak terkunci.Ken menata banrang barangnya didalam kulkas,dan lemari sambil terus memanggil Yas yang tak juga mendaptkan jawaban.
    "Kak Yas!,aku tahu kakak ada dirumah!,tapi aku tidak tahu dimana kakak sekarang!"Seru Ken yang sudah selesai dengan kegiatannya.
     Ken mencari Yas kemanapun,,kesemua arah yang ada dirumah itu.
    Ken membuka kamar milik Raisha,Yas tidak ada disana.Dan pikirannya tertuju pada kamar Yas,tapi ia ragu untuk membukanya,dan lagi pula itu tidak sopan.
     "Buat apa aku mencarinya terlalu seperti ini!"Seru Ken yang melihat kamar Yas terbuka sedikit karena ada sesuatu yang mengganjal.
    Dengan perlahan Ken mendekati,karena penasaran dan sampai akhirnya Ken mendengar siuara tangisan dari balik Pintu.
    "Kak Yas!,Ayo kita makan!"Panggil Ken yang sudah tanggung masuk kedalam kamar dan mendengar suara tangisan yang lirih.
     "Kak Yas kenapa jongkok disitu?"tanya Ken yang melihat Yas berjongkok sibalik pintu sambil menyembunyikan wajahnya.
      Dengan ragu Ken mendekati Yas,dan ikut Jongkok dihadapannya sambil menutup pintu.
     "Kakak menangis lagi?"tanya Ken sambil mencoba melihat wajah Yas untuk memastikan dengan mengangkat kepalanya dengan dorongan jari telunjuknya.
     Yas mengangkat kepalanya,menatap Ken dan kembali menangis sambil menyembunyikan wajahnya dianatar kedua tangannya.
      "Kakak butuh teman curhat?,aku bisa!,tapi kalau kakak malu padaku!,aku bisa  carikan teman curhat untuk kakak!'Seru Ken yang mencoba memberikan solusi.
    Ken mencari sesuatu di depannya dan ia menemukan apa yang dilihatnya.Ken mengambil hp milik Yas yang tergeletak diatas tempat tidur.
    Ken mengetikan sebuah nomor dan menamaianya.
    "Kalau kakak mebutuhkan teman curhat kakak bisa menghubungi nomor ini,aku sudah menyimpannya di kontak kakak dengan nama kotak suara!,Kalau kakak meneleponnya dan tidak diangkat,kakak matikan,maka dia akan menelepon kakak balik!,jangan tanya siapa dia,kakak cukup ceritakan apa yang kakak pengen ceritakan,tapi jangan berharap dia akan memberikan jawaban pada kakak!,karena dia cuma kotak suara!,yang bisa terima tapi tidak bisa bales balik,dia temen curhatiku!,mungkin dnegan bercerita kita bisa lebih lega!,ya kan?"seru Ken yang kemudian meninggalkan Yas dikamarnya.
       Ken keluar dambil menutup kembali pintu kamar Yas dan pergi meningglkan rumah Yas dan kembali kekamarnya.
     Tapi tiba tiba langkah Ken terhenti ketika ia melihat Kendar yang masuk kedalam halaman rumahYas dengan mendorong motornya.
     "Kak Yas,kayakanya ga mau diganggu deh,mendingan jangan ganggu dia dulu!"Seru Ken yang bersikap dewasa.
    Kendar menatap Ken dengan tatapan tak mengerti tapi ia juga mendengarkan kata kata Ken.Untuk tidak mengganggu kakaknya terlebuh dahulu.
.........
    Kendar memilih kekamarnya,untuk bermain gitar,sementara Ken yang berada di kamar diatasnya merasa terganggu dnegan permainan gitar Kendar yang tidak bagus.
    Ken bangun dari tempatnya,dan keluar dari kamarnya,dengan langkah santai ia berjalan menuruni anak tangga,dan menghampiri Kendar yang sedang sibuk dengan Gitarnya.
    Ken duduk didekat Kendar dan mencoba untuk memperhtikan cara bermainnya.
   "Bisakah kita jadi teman?"tanya Ken yang mengajak berdamai.
    "Sejak kapan?"tanya Kendar acuh.
    "Berharap sejak kau mau membantuku menggantikanku untuk membawa mobil!"seru Ken mengingatkan.
    "Oh Itu .lupakan!"Seru Kendar yang masih acuh.
    "Terima kasih!,mungkin aku lupa mengatakan hal itu kemarin!"
    Kendar tak menjawab ia hanya melirik Ken dan menudian kembali memainkan kembali gitarnya.
   "Sama sama!"Seru Kendar kemudian tanpa melihat lawan bicaranya.
    "Boleh aku coba mainkan?"tanya Ken sambil mengambil gitar milik Kendar tanpa permisi.
   Kendar tak menolaknya dan memberikannya begitu saja.
    Ken mulai menunjukan keahliannya bermain gitar dengan menyanyikan lagu milik Anji ex vokalis drive yang berjudul 'melepasmu'
   Kendar terpukau dengan permainan gitar Ken yang begitu mahir memetik senar gitar dan begitu pas nada nada lagunya.
   "Bagaimana?,kau mau mencobanya?"tanya Ken sambil menyerahkan gitarnya pada pemiliknya.
   Tanpa berkata apaupun Kendar menerima gitarnya dan dengan tekun ia megikuti apa yang diberikan Ken padanya.
      Dan untuk pertama kalinya Kendar dan Ken akrab.
     Ken mendengarkan lagu yang dimainkan oleh Kendar sambil menyanyikan lagunya sambil terus memperhatikan pintu rumah Yas.
    "Kendar turun!"Teriak Yas dari bawah yang membuat semua terdiam,dan hanya mampu melihat kemarahan Yas dari balkon kamarnya.
......
  

Selasa, 24 September 2013

05:05 parts 11

.......
    Hari itu Ken dan Yas menjalankan rencana mereka,sejak pagi Ken dan Yas sudah pergi untuk membeli bahan bahan yang diperlukan,mulai dari kain,kancing,riseleting dan masih banyak lagi.
    Ken dan Yas pergi menggunakan kereta,alat transport yang paling muda,murah dan nyaman. 
   "Sekarang kereta sudah seperti diluar negeri ya!"Seru Ken yang sudah lama tidak menaiki kereta.
    Yas hanya tersenyum mendengar pengakuan Ken yang seperti anak kecil.
    "Kapan kau terakhir naik kereta?"Tanya Yas yang duduk dekat pintu keluar.
   "Sudah lama,mungkin sekitar 5 tahunan!"
   "Lama sekali!,aku hampir 1 bulan sekali naik kereta!"
  "Kemana?"Belanja bahan!"Seru Yas.
      Suasana yang lengang dan sedikit penumpang,membeuta mereka leluasa dalm mengobrol sepanjang jalan.
    Setelah melewati beberapa stasiun Yas Dan Ken turun dari kereta,dan mereka langsung menuju tempat yang sudah mereka incar sejak awal,Di Sana ,Yaslah orang yang paling mengerti,apa yang harus ia lakukan,sementara Ken hanya bertugas sebagai bos yang membayar bon,bon yang sudah dibuat.
   Beberapa kali mereka masuk kedalam toko,dan beberapa kali juga Ken mencari mesin ATM.Dan ketika siang menjelang,barulah mereka mencari tempat makan untuk beristirahat dan makan siang.
   "Apa yang kita butuhkan sudah kita dapatkan semua?"tanya Ken yang melihat list belanjaan mereka.
    "Sepertinya sudah!,seru Yas sambil melihat bon yang sudah menjadi beberapa lembar.
    Ken bernafas lega,sambil menunggu pesanan mereka datang.
    "Kalau sudah jadi,bagaimana kita menjualnya?"Tanya Yas yang merasa tempatnya kurang strategis untuk berjualan baju.
    "System online!"Kita gunakan dunia si Maya untuk menjalankan bisnis!"seru Ken optimis.
   "Caranya?"tanya Yas yang belum menegrti.
    Ken tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada Yas.
   "Itu aku yang bertugas!,yang penting kakak cukup membuatnya saja dulu,Kita buat 1 model dengan 3 ukuran.S,M,L. dan nati kita foto,dan setelah itu baru tugasku untuk promosi1"Jelas Ken mantap.
  "Aku ikut saja!,tapi sebaiknya kita jangan buat terlalu bnyak dulu,Bagaiman kalau kita buat 1 model 1 saja,setelah itu kan di pajang.kalau ada yang minat,baru kita buat sesuai ukuran!"Seru Yas berpendapat.
    Ken terdiam dan berfikir
   "Boleh juga!,kalau urusan jahit mengjahit memang urusan kakak!"Seru Ken kemudian.
   Ternyata kepergian mereka untuk berbelanja,menjadi ajang untuk jalan jalan juga,Ken yang awalnya berniat hanya membeli kain,ia menjadi tertarik membeli baju,dan iapun membelikan Yas baju,walaupun awalnya Yas menolak tapi setelah Ken memaksa,akhirnya Yas menerima.
    Sore menjelang dan mereka terjebak dengan jam pulang para pekerja yang biasa menggunakan jasa kereta.
   Mereka harus berdesak desakan dengan penumpang lain agar bisa masuk kedalam kereta.Ken berusaha masuk dengan terus memaksa,dan ketika ia sudah berada didalam,Ken baru sadar kalau ia meninggalkan sesuatu.Yas masih berlomba untuk masuk.
    Dengan segera Ken kembali keluar dan melihat Yas masih mencoba masuk.Dengan tangannya yang terjulur panjang Ken menarik Yas masuk yang membawa barang belanjaan mereka.
     Ken dan Yas memaksa masuk,mendahului orang orang yang juga berlomba,Banya yang mengeluh,kelakuan Ken yang terlalu memaksakan diri tapi Ken tak menghiraukannya.Ia terus menarik Yas untuk masuk samapi mereka berada ditengah gerbong.
     Ken dan Yas harus berdesak desakan dengan penumpang lain,yang tidak mendapatkan tempat duduk seperti mereka.
     Ken menggantungkan tangan kirinya pada pegangan yang tersedia diatasnya,sementara tangan kananya masih memegangi tangan Yas.
    Ken tak menlepaskannya sedikitpun,sampai Kereta berjalan,dan semua bergoyang  membuat semua orang hampir kehilangan keseimbangan,begitu juga Ken,tapi ia bisa mengendalikan diri karena tangannya berpegangan pada apa yang ada diatasnya,seperti yang lainnya,tapi tidak untuk Yas,Yas tak mendapatkan pegangan,ia hanya dapat menahan diri dengan berusaha terus tegak berdiri.
    Ken tahu Yas pasti merasakan hal yang sama denagnnya.Dan maka dari itu Ken lebih menguatkan pegangannya pada tanangan Yas.Bahkan Ken memaksakan Yas untuk lebih dekat padanya agar bila kereta berhenti dan mengalami pergeseran,Yas bisa tertahan dengan adanya tubuhnya didekatnya.
    Yas berdiri begitu dekat dengan Ken,bahkan wakah mereka terlalu dekat,jika mereka berhadapan.Tapi Yas memilih untuk tetap menunduk dan memegangi belanjaannya dengan satu tangannya,sementara tangan yang satunya masih dipegang oleh Ken.
    Yas berusaha melepaskan tanagnnya denga memberi kode pada Ken melalui matanya,tapi Ken menolak denga gelengan kepalanya.
    Ken malah menarik kembali Tubuh Yas,agar lebih dekat denganya,Dengan cara,ia melepaskan tanagn Yas,dan menarik pinggang Ken.
    Yas mencoba mundur,karena jarak mereka begitu dekat,tapi Tanagn Ken menahanya sambil menggelebgkan kepalanya.
    "Ini tidak akan lama!"bisik Ken.
   Yas memaksa,dan Ken melepaskannya,tapi dengan cepat Tangan Ken menarik kembali tanagn Yas,dan ia memegang kuat lengan Yas.
    "Kita akan mengalami hal seperti ini untuk beberapakali!"Seru Ken menjelaskan.
     Dan itu benar,Beberapa kali ketika kereta berhenti banyak orang turun dan banyak orang pula yang naik,membuat Yas hanrus semakin dekat dengan Ken.
.......
    Setelah melewati beberapa kali penambahan penumpang akhirnya mereka sampai di stasiun yang mengharuskan mereka turun.Dengan terus menggandeng tangan Yas,Ken turun tanpa beban,dan setelah mereka menginjakan kaki di peron,barulah Ken melepskan pegangannya dan merebut barang belanjaannya dan membawanya.
     Untuk sampai didepan rumah mereka,Ken Dan Yas harus naik satu kali bus.Dan ternyata Naik bus pun harus seperti itu,Ken mendorong Yas untuk masuk duluan dan barulah ia menyusul.
    Didalam buspun mereka tidak mendapatkan tempat duduk,dan terpaksa Mereka harus berdiri.Yas tahu mungkin kejadian diKereta akn terjadi lagi,sehingga ia menjaga jarak dengan Ken,Ken yang tahu Yas akan melakukan apa yang dipikirkannya,memilih untuk diam ,dan berdiri sendiri sendiri ditempat masing masing.
    Sambil menenteng belanjaannya,Ken mencoba untuk tak memberikan perhatiannya pada Yas,tapi ia melihat Yas yang terlalu jauh darinya membauatnya tak tahan dan akhirnya Ken berdesak desakan menembus orang orang dengan segala aromannya,untukn menari Yas mendekat padanya.
   Ken menarik Yas mendekatinya dan tiba tiba Bus berhenti mendadak,membuat Yas hampir jatuh tapi Dengan tubuhnya yang tinggi,membuat Ken dapat menhan Tubuh Yas yang jatuh kearahnya.
   Beberapa penumpang turun dan ada beberapa bangku kosong dengan segera Ken menghampiri bangku yang kosong yang paling dekat dengannya dan meninggalkan Yas.
     Yas sejenak terdiam melihat Ken yang begitu nafus untuk duduk hingga meninggalkannya.Yas mencari tempat duduk yang mungkin kosong,tapi ia sudah terlambat dan dengan terpaksa ia harus berdiri.
    Tiba tiba Ken memanggilnya dengan kode dari mulutnya yang memanggilnya dengan pelan,Yas menyadarinya dan dengan susah payang melewati orang orang ia berhasil mendekati Ken.
    Tiba tiba Ken berdiri,dan memberikan tempat duduknya pada Yas.
    "Duduklah!"Seru Ken.
    "Bagaimana denagnmu?"Tanya Yas.
   "Aku sudah duduk!"
   "Kapan?"
  "Tadi!"
   Yas duduk,dan ia tersenyum melihat tingakah Ken yang aneh.
  Setelah beberapa saat akhirnya mereka samapi didekat rumah mereka,tapi ada pemandangan yang aneh,Semuanya gelap.
   "Mungkin mati lampu!"Seru Ken 
   "Atau pemadaman bergilir!"Lanjut Yas yang kemudian menggunakan hpnya untuk menyalakan senternya.
   Dengan menggunakan senter Ken dan Yas berjalan menuju rumah mereka yang pasti sangat gelap.
  "Aku lapar!"Seru Ken yang megeluh ketika Membuak pintu gerbang.
  "Sama!"Seru Yas yang tak seperti biasanya.
   Sampainya didalam rumah Ken langsung duduk di sofa dan merebahkan badannya disofa.
  "Nyamannya!"Seru Ken.
   Tiba tiba alaran di jamnya berbunyi,Ken melihatnya dan kemusdian mendesah.
   "Padahal aku ingin melupakannya!"Seru Ken lirih.
   "Ken!,lilin habis!"Seru Yas dari dapur.
   "Terus?"Tanya Ken yang malas Bangun dari posisinya.
   "Beli lilin!"Seru Yas.
   Dengan malas Ken menurut,ia segera kewarung dekat rumahnya untuk membeli lilin,tapi sial untuknya.Lilin sudh habis terjual dan tak ada lagi warung yang dekat dan yang buka.
    Ken kembali kerumah dengan tangan kosong,membuat Yas sedikit kecewa.
   Dengan ditemani senter dari hpnya Yas dan Ken memilih untuk tetap duduk dan menunggu keajaiban datang,yaitu lampu nyala.
   Alaram di jam Ken kembali berbunyi dan mmebuat mereka terkejut,karena sejak tadi mereka hanay diam tanpa ada suara untuk berbicara.
   "Suara apa itu?"Tanya Yas.
   "Alarm!"
  "Alaram apa?,jam segini sudah bunyi!"komentar Yas.
  "Alaram yang hanya akan bunyi 1 tahun sekali!"Jawab Ken enggan .
    Yas diam ia mencerna kata kata Ken.
    "Kakak masih punya minyak goreng?"tanya Ken yang langsung bangkit dari tempatnya.
   "Masih!,untuk apa?"tanya Yas tak mengerti.
  "Punya kapas?"tanya Ken lagi tanpa menjawab pertanyaan Yas.
  "Ada di lemari!"Jawab Yas yang langsung membuka lemari yang ada didekatnya.
   Dengan menggunakan senter milik Yas,Ken berjalan menuju dapur untuk mencari minyak goreng.Dan setelah mendapatkannya,ia kembali kedepan dan menemui Yas denag kapas yang ada di meja.
    Ken datang membawa gelas berisi air dengan sebagain minyak,Dan menaruhnya distas meja.
  "Untuk apa ini?"tanya Yas tak menegrti.
    Ken tak menjawab,ia hanya melakukan apa yang ia tahu.Ken mengambil beberapa lembar kapas dan lalu ia ambil ujungnya untuk dijepit dijepitan besi yang biasa digunakan untuk menjepit kertas,Ujungnya sengaja dikeluarkan dari permukaan minyak,dan sebagian sengaja dimasukan kedalam minyak,dan dengan korek yang dibawanya Ken menyalakn lilin buatnnya.
    Dari sinat apai yang terpancar Ken bisa meliahat wajah Yas yang lelas sedang tersenyum melihat karyanya.
    "Aku baru ingat kalau minyak goreng juga bisa dibuatkan lilin,bukan hanya minyak tanah.Tapi kenapa hatus pakai air.
   "Buat variasi aja,biasanya airnya diberi warna,supaya terlihat menarik.!"seru Ken menjelaskan.
 .........
    Lampu belum juga menyala,dan malam makin malam,Ken membuat beberapa lampu itu,sambil menunggu Lampu menyala,Ken memutuskan untuk Mandi,sementara Yas memilih untuk masak untuk makan malam mereka.
    Alarm jam Ken kembali berbunyi ketika Ken berada di kamar mandi,sementara Jamnya berada di ruang tamu Yas.
  Yas yang merasa terganggu menghampiri jam itu dan mencoba untuk mematiaknny,tapi tiba tiba matanya terpana ketika ia melihat ada tanda lilin dalam jamnya dengan lampu berkedip kedip bersamaan dengan bunyi alaram.
   Ken keluar dari kamar mandi dengan handuk yang sedang mengeringkan rambutnya.
   "Ini tandanya apa?"tanya Yas.
   "Itu!,Hari ini ulang tahunku!"SeruKen yang seperti enggan untuk bercerita.
   "Benarkah!,aku juga ulang tahun hari ini!"Seru Yas sambil tersenyum.
   "Seperti bau gosong!"Seru Ken yang mencium aroma aneh.
   "Masakanku!"Seru Yas yang langsung berlari menuju dapurnya.
  Ken hanya tersenyum melihat tingkah Yas yang bisa bisanya lupa dengan masakannya.
    Dan waktu makanpun tiba,Yas mengeluarkan dua piring berisi nasi goreng yang sedikit gosong untuk menu makan malam mereka.
   "Sepertinya nasi gorengny atahu kalau sekarang gelap,jadinya dia juga ikut gelap!'Seru Ken meledek.
    "Maaf!"Seru Yas yang tak bisa menahan malu.
   "Hemmmm....,sebenarnya aku tidak mau merayannya tapi sepertinya lampu tidak mendukungku,sehingga lampupun mati,dan membiarkanku untuk meniup lilin!"Seru Ken bercerita.
     Yaspun tersenyum membenarkan kata kata Ken sambil manggut manggut.
    "Aku juga seperti itu,aku pikir aku akan melupakannya,karena aku sudah tidak lagi muda!,jadi untuk apa aku merayakannya!"
   "Ngomong ngomong ulang tahun yang keberapa?"tanya Ken ingin tahu.
    Yas menggeleng,ia menolak untuk untuk memberitahu.
    "Ayo!,jangan malu malu!"Ledek Ken sambil menggoda.
   "Bagaimana klaau kita bareng bareng nyebutinnya?"seru Ken menyarankan.
   "26"
  "31"
    Sesaat suasana hening tak ada suara diantara mereka.Ken mnecoba mengubah suasana,ia segera mengambil piringnya dan langsung memakan nasi gorengnya.
   "Selamat ya!"Seru Yas buka suara.
  "Sebenarnya aku tidak suka mendengarnya,tapi....terima kasig!"Seru Ken berat.
   "Kenapa?"tanya Yas ingin tahundan mengentikan makannya.
   "Selamat juga!'Seru Ken yang tak mengiraukan pertanyaan Yas.
   "Kenapa?"tanya Yas yang ingin pertanyaannya dijawab.
   Ken juga menghentikan acara makannya dan menaruh piringnya diatas meja.
   "Hari in,ulang tahunku.dan.......kakak!"Seru Ken yang langsung menunjuk Yas sambi tertawa yang dipaksakan.
  "Dan.......!"tanya Yas yang tahu itu bukan dirinya.
  "Ibuku!"jawab Ken pelan.
  "Bagus dong!,berarti kalian bisa merayakannya bersama.!"Seru Yas dengan nada senang.
  "Lalu kenapa,mencoba menghindar?"
   Mungkin bukan beberapa tahun yang lalu ya,aku selalu menunggu moment itu,tapi sekarang!"Ken tak melanjutkan kalimatnya,tapi dari matanya Yas bisa melihat ada kesediahan yang ditahannya.
  "Kalian tak bersama lagi!"seru Yas yang mencoba menebak apa yang telah terjadi.
  "Maaf!"seru Yas penuh penyesalan.
  Yas mendekati Ken dan duduk disampingnya.
  "Ibuku sudah tak ada!"Seru Ken dengan mata yang sudah tak bisa menampung airmata lagi.
   Ken menunduk dan menyembunyikan wajahnya dan ia menangis.
   Yas hanya bisa terdiam dan melihat Ken yang bisa membuatnyamarah kini terlihat begitu rapuhnya dengan tiba tiba.
   "Hey!,you cry?"tanya Yas pelan.
    Ken tak mengangkat wajahnya dan tiba tiba Dari samping Yas memeluk Ken dan menariknya untuk menangis dalam pelukannya.
    "Aku bisa merasakan hal itu,kehilangan oarang yang paling disayang!"Seru Yas yang juga ingin berbagi.
    "Rasanya begitu menyakitkan,rasanya ingin berteriak tapi tidak bisa,rasa sesak didada begitu terasa dan sulit dikeluarkan!"Seru Yas yang juga mencoba menahan airmatanya.
    "Aku juga tak memiliki,orang tua,ibuku meninggal 15 tahun yang lalu,dan ayahku meninggal 5 tahun yang lalu!"Seru Yas bercerita.
     Ken melepaskan pelukan Yas dan menatap wajahnya.Ken cepat cepat mengelap airmatanya.dan kembali keposisinya semula.
   "Tidak papa,kalau kau juga ingin menangis,bukankah aku juga pernah dihadapanmu!"Seru Yas yang tak bisa menahan airmata lagi,dan akhirnya jatuh ketika ia berkedip.
    "Ada yang bilang laki laki itu adalah makhluk yang kuat tapi rapuh,dia akan menagis untuk sesuatu yang paling berharga untuknya.kalau bukan benda pasti makhluk hidup.Dia akan menagis jika benda kesayangannya atau yang dicintainya hilang,atau dia akan menangis untuk orang yang dicintainya hilangatau tak ada disisinya lagi!.Aku bisa maklum kalau kau menangis untuk orang yang paling kau cintai!"Seru Yas memaklumi.
    "Ibu kakak sudah meninggal 15 tahun yang lalu,lalu siapa ibu yang sering kakak bicarakan selama ini?"tanya Ken.yang tak menghiraukan ucapan Yas
    "Dia,Dia ibu tiriku,ibu kandung dari Kendar,13 Tahun yang lalu,ayahku menikah denga ibu Kendar dan memerikan kami Raisha.
    Ken terdiam dan berfikir sesuatu.
    "Apa kau merindukannya?"tanya Yas sambil melihat kewajah Ken.
     Ken melihat wajah Yas,dan tak mengatakan apa apa.
    "Bagaiman kalau besok kita datang kepemakamannya!"Seru Yas yang tahu Ken rindu walaupun Ken tak menatakannya.
     "Tapi tempatnya sanagt jauh!"Seru Ken beralasan.
    "Untuk orang yang kita cintai,biasanya hal apapun akan dilakukan.ya kan!"Seru Yas yang kini bebar benar bersikap dewasa dihadapan Ken.
   "Baiklah!"Seru Ken sambil tersenyum dan suasana hatinya sudah kembali baik.
   "Bagaimana kita lanjutkan makan?"Tanya Yas sambil mengambil piring milik Yas dan memberikannya pada Yas.dan kemudian ia mengambil miliknya.
     Yas masih duduk disamping Ken dan menghabiskan makanannya.
.........
     Selesai mencuci piring Ken dan Yas kembali ketempat mereka dan duduk manis sambil menunggu lampu menyala.
   "Ulang tahun paling berkesan,tanpa kue,tanpa lilin untuk ditiup!"Seru Ken yang mencoba menghibur diri sambil memainkan api dihadapannya.
     Ken tersenyum,ketika ia menemukan sebuah ide,Ken mengangkat gelas yang berisi minyak,dan api yang menyala.
    "Apa yang akan kau lakukan?"tanya Yas bingung.
    "Sini!"Panggil Ken menyuruh Yas untuk duduk kembali disampingnya.
    Awalnya Yas ragu tapi akhirnya ia mau,Yas berpindah tempat duduk dan duduk disamping Ken.
   "Apa yang akan kau lakukan?"Tanya Yas lagi.
    "Anggap aja ini lilin,bagaimana kalau kita tiup lilin ini bersana!,bukankah kita hari ini berulang tahun?"tanya Ken sambil tersenyum.
    Yas balas tersenyum dan mengangguk ragu.
    "Wait...wait....!"Seru Ken yang sudah siap untuk meniup.
    "Bukankah kita harus make a wish dulu!"Seru Yas mengingatkan.
    "Oh iya!,"Seru Ken membenarkan.
    Yas menutup matanya dan bersiap untuk merdoa dalam hatinya.Ken tak mengikuti apa yang dilakuakn Yas,ia hanya memperhatikan Apa yang asedang dilakuakn Yas.
    Yas membuka mata dan melihat Ken memperhatikannya.
   "Kau tak melakukannya?"tanya Yas yang tahu sedang diperhatikan.
   Ken tersenyum dan ia terus menatap Wajah Yas yang bingung melihat tingkahnya.
   "Ini adalah ulang tahun kita,dengan cara yang tak biasa,bagaiman kalau make a wishnya juga tidak biasa!"Seru Ken yang masih memiliki ide.
    Yas mengecilkan matanya,berfikir apa lagi yang akan dilakukan Ken.
   "Lalu apa yang akan kau lakukan?"tanya Yas penasaran.
    Ken berdiri dari tempat duduknya dan pergi kedapur.Ken membawa mangkok berisi air,dengan lemon ditangan yang satunya.Ken menaruhnya diatas meja ,lalu ia mengambil cotton bud yang ada di laci,dan kemudian ia mengambil kertas hvs yang ia taruh ditas laptopnya.dan setelah itu ia duduk kembali disamping Yas.
    "Apa yang akan kau lakukan?"Tanya Yas.
    "Tulis apa yang menjadi keinginan kakak di kertas ini,tapi nanti dulu!,aku buat tinta ajaibnya dulu!"Seru Ken.
     Ken memotong lemon menjadi dua dan memeras airnya yang langsung dicampur kedalam air yang dibawanya.Lalu ia mengambil cotton bud yang ia gunakan untuk menulis.
    Ken menulis sesuatu di kertasnya dengan menggunakan coton bud sebsgsi pulpennya,dan aiar perasan lemon,ia gunakan sebagai tintanya.
     Setelah menuliskan sesuatu ada ketas hvsnya langsung mengibas kibaskan kertannya supaya kering.
     "Sekarang kakak yang tulis!"Seru Ken yang menggeser tempat duduknya.
    Yas masih bingung dengan apa yanga dilakukan Ken,tapi ia menurutinya.menuliskan sesuatu dalam kertas putih itu yang merupakan doanya sebelum meniup lilin.
    Awalnya Yas bingung,apa yang akan ia tulis,kemudian ia melihat Ken dan ken tersenyum padanya,membuatnya malu,sampai akhirnya ia mampu menulis doanya dalam kertas itu.
     "Sudah!"Seru Yas.
      "Kibas kibaskan!"Perintah Ken.
    Yas menikuti dan melihat ketasnya sudah mulai kering.
    "Kalau sudah,simpan kertas ini,dan kalau kakak ingin melihatnya taruh didepan lampu yang menyala tapi jangan terlalu terang,usahakan lampu hanya menyala dibangain yang akan kakak jadikan tempat untuk membaca!"Seru Ken menjelaskan.
    "Maksudnya seperti lampu tidur gitu?"tanya Yas.
    "Ya!"Seru Ken senang sambil  melipat kertas miliknya dan Yas mengikutinya.
    Setelah melakuaknnya Barulah Ken dan Yas meniup lilin yang terbuat dari minyak sayur itu.
    Diwaktu yang bersamaan ketika Ken dan Yas meniup lilin.Dan lilin mati,diwaktu itu juga Lampu menyala.
    "Ya.....!!!!!"Seru Yas dan Ken hampir bersamaan dan dengan senangnya.
    "Kakau seperti ini jadinya,seharusnya kita meniup lilinnya dari tadi!"Seru Ken yang langsung merebahkan tubuhnya kesandaran Sofa.
    "Kau yang membuatnya lama!,harus menulis dulu!"Seru Yas menyalahkan.
   Tiba tiba sebuah suara deheman terdengardari luar dan ternyata Ken sudah berdiri disana sejak tadi sambil membawa satu kotak Berisi kue tart mini dengan lilin lilin kecil yang sudah menyala.
    "Kendar!"Seru Yas yang terkejut dan langsung berdiri menghampiri adiknya.
    "Selamat ulanng tahun ya kak!"Seru Kendar sambil memeluk kakaknya dengan kua masih ditangannya.
    "Terima kasih!"Seru Yas tampak begitu senang.
   Kendar menrug kue tartnya dimeja dan memperhatikan wajah keduanya tampak berbeda.
   "Kalian abis nonton film drama?"Tanya Kendar yang melihat maya Ken dan Yas hmpir sama yaitu sembab.
    "Sepertinya ini acara keluarga!,sebaiknya aku kekamarku!"Seru Ken yang langsung bangkit da tampat duduknya dan mengambil kertas yang ada diatas meja.
    "Kak!,selamat ualang tahun ya!"Seru Ken sambil menjabat tangan Yas.
    "Terima kasih ya!,jawab Yas sambil tersenyum manis.
   "Ken!,ucapkan juga selamat untuk Ken,karena dia juga ulang tahun hari ini!"
   "Sepertinya tidak!"Karena sekarang jam 12.05!"seru Ken yang kemudian pergi dari rumah Yas.
   Yas meliaht Ken pergi tanpa bisa menikmati tiup lilin ataupun kue tart.
   "Ayo kak tiup lilinnya,dan jangan lupa make a wish!"Seru Kendar mengingatkan.
.......
 

Senin, 23 September 2013

05:05 parts 10

......
    Pagi menjelang dan diawali dengan hujan yang turun sejak pagi subuh.Ken masih terperangkap di kamarnya,walupun jam sudah menunjukan pukul 8 pagi.
    Ken tak bisa keluar dari kamranya karena ad alasan khusus yang membuatnya haeus tetap di kamar,sampai ia memiliki waktu untuk menyusun alasan.
     Ken duduk di tepi tempat tidurnya sambil memandangi air hujan yang turun,Ia melihat kearah cup mie miliknya yang masih untu,karna Ken lebih bnayak memakan mie yang ada di dapur.
    Melihat cup mie yang belum dibuka membuat perut Ken tiba tiba berbunyi.Dan dengan segera Ken mendekati mienya dan mengangkat termos air miliknya.
    "AH......!!!"sepetinya termospun tak mengijinkan aku untuk makan disini!"Seru Ken mengeluh kesal.
    Ken bertahan untuk tetap berada dikamarnya,paling tidak sampai hujannya berhenti,tapi perutnya tak bisa diajak kerja sama,beberapa kali perutnya bunyi,sementara Ken hanya bisa menhelusnya seperti orang hamil yang mengelus perut buncitnya.
  Beberapakali berbunyi membuat Ken dibuat stres hingga membuatnya mondar mandir sendiri di kamarnya.
   "Baiklah!,aku ak turu ,dan menganggapnya bukan apa apa,karean dia yang lebih dulu menciumku!"seru Ken meyakinkan diri.
       "Di bibir!"Sambung Ken kemudian dengan nada lirih,dan langsung menyapu bibirnya dengan jari telunjuknya.
      Dengan langkah berat Ken menurunu anak tangga yang sedikit basah karena terkena cipratan air hujan yang turun sejah tadi.
    Ken memeluk termos air miliknya sambil membayangkan hal yang ia lakukan semalam,dan tanpa sadar ia bertemu dengan Yas yang memperhatikannya aneh.
   "Kakak!"Seru Ken kaget dan langsung menurunkan termos dari pelukannya dan terdiam.
   "Apa yang sedang kau lakukan?"tanya Yas yang masih berdiridihadapan Ken.
   "Aku....!,ingin mau minta air panas!"seru Ken.
   "Masuklah!"seru Yas.
    Dan barulah ken meninggalkan Ken ditempatnya.
    Ken masuk kedalam rumah dan langsung menuju dapur,dengan apanci yang biasa ia gunakan untuk memasak mie Ken mencoba untuk memasak air.
      Ken mengisi penuh panci itu dan meenyalakan api,selama memasak Ken tidak beranjak dari tempatnya,ia lebih memilih memperhatikan api yang menyala ketimbang harus keluar dari dapur yang akan membuatnya bertemu dengan Yas yang sedang sibuk menjahit.
      Ken duduk sambil melamun sampai sebuah suara memanggilnya,dan ia baru tersadar ketika air dalam pancinya sudah mendidih dan saking penuhnya,air itu tumpah dan membasahi kompor.Ia tersadar karena Yas lah yang mematikan komporyang ada dihadapannya.
     "Apa yang kau lakukan?,kalau yang kau lakukan untuk menunggu Air mendidih,kenapa kau biarkan air itu jatuh dan membasahi Kompor!"Omel Yas yang seperti biasanya.
     Ken hanya tersenyumdan bangkit dari tempatnya,Ken berniat untuk memasukan air kedalam termos tetapi Yas sudah terlebih dahulu melakukannya sambil memarahinya tadi.
     Yas memberikan termos itu pada Ken dan setelah itu ken pergi dari dapur.
    "Hey!,mau kemana?"tanya Yas yang selalu ketus ketika ia marah.
    "Kekamar!"Jawab Ken polos.
    "Kau tidak memakan sarapanmu dulu?"Tanya Yas sambil membukakan tudung saji,yang berisi satu piring nasi goreng.
     Ken menelan ludah dan ia masih terdiam ditempatnya,dalam hatinya ingin segera dudu dan menyantap makanan yang ada dihadapannya,tapi otakanya masih diselimuti rasa canggung.
    "Aku belum lapar!"Seru Ken yang berusaha menghindar dari Yas.
    Hati dan otak Ken dapat bekerjasama di waktu yang di butuhkan,tapi ternyata tidak untuk perut Ken yang sejak tadi bernyanyi.
     Yas tersenyum dan menyuruhnya untuk duduk sambil menyodorkan nasi goreng agar lebih dekat dengan Ken.
    "Apa perlu aku panaskan lagi?"Tanya Yas.
    "Tidak perlu!"Seru Ken yang akhirnya memilih menuruti perutnya ketimbang otak dan otaknya.
     Yas menuangkan teh hangat untuk Ken dan juga dirinya.Dan Yas duduk tepat dihadapan Ken.
     Ken terkejut,ternyata ia ditemani sarapan walaupun hanya dengan minum teh,Ken merasa canggung ,bahkan ia tak bisa memasukan sendok yang berisi nasi goreng kedalam mulutnya dengan benar.
     Ken terlihat gemetar,apalagi Mata Yas yang tak melepaskan pandangannya dari wajag Ken.
    "Kakak tidur dengan nyenyak?"Tanya Ken mencoba baik baik saja.
     Ken melihat Mata yang besar,ia sadar,bahwa semalam memang benar,ia tidak bermimpi,(Kenyataan yang dicoba untuk dijadikan mimpi),Jika Yas menangis.
     "Soal semalam!"
     Ken membelalakan mata dan mentap Yas tanpa ekspresi.
    "Aku ingin menganggapanya tidak pernah terjadi apa apa,tapi aku kembali teringat,aku melibatkan dirimu,dan aku ingin mengatakan sesuatu agar tidak terjadi salah paham diantara kita!"Seru Yas menjelaskan.
    "Ya!,tentu saja!,akupun akan mengatakan sesuatu tentang semalam.Biar bagaimanapun.........Aku yang berinisiatif!"Seru Ken dengan nada rendah diakhir kalimatnya dan memakan sarapannya untuk mengalihkan perhatian.
     "Anggap saja itu adalah 'sesuatu'yang tak pernah terjadi dan perlu di ingat,atau dibahas,karena aku melakukannya dalam keadan emosi sedang tidak terkontrol!"
     "Ya!aku setuju!"dukung Ken sambil meminum minumannya.
   "Karena aku tidak mungkin mau memiliki 'hubungan' dengan wanita yang usianya diatasku,dan lagipula aku belum mapan,aku belum mencapi target dalam hidupku!.Menjadi orang sukses dan baru memikirkan menikah!"Seru Ken kemudian menyeruakan alasannya.
     Yas terkejut,Ken mengetahui usianya yang diatasnya,tapi Yas berusaha tenang.
   "Akupun sama!,seperti yang pernah kita bicarakan waktu malam itu,mungkin aku memang salah satu wanita matre!,karena aku tidak akan menjalin hubungan dengan pria yang usianya dibawahku,dan aku mencari pria mapan untuk aku jadikan pasangan!"Seru Yas mantap.
   "Anggap  Saja itu sebagai bonus,karena aku menenagkan kakak!"Seru Ken enteng.
    Kemudian keduanya saling diam dan beradu dengan pikiran masing masing.
........
     Suasana kembali mencair diantar keduanya,mereka saling bicara seperti biasanya,berdiskusi dan berkomentar sampai pada akhirnya Ken mengutarakan keinginannya.
    "Kak,bagaimana kalau kita juga buka toko baju!"seru Ken yang sedang menggunting bagan sambil menekgok Yas dari bawah ketiaknya.
    Yas mengerutkan kening dan dan menggaruk garuk keningnya yang tidak gatal.
    "Terlalu besar modalnya!"Seru Yas tek setuju.
    "Bagaiman kalau aku yang memberi modal,aku yang akan membeli semua modalnya!"seru Ken yang tampak serius dengan idenya.
     Yas terdiam dan menatap Ken Aneh.
    "Kau ingin menjadikanku tempat untuk memulai usaha sebelum kau menikah?"Tanya Yas menebak.
    Ken tersenyum dan mengangguk polos.
    "Usiaku sudah cukup kan!"Seru Ken.
      "Tapi kau masih seperti ABG labil!"Seru Yas berkomentar.
      "Bagaiman?,mau tidak?"Tanya Ken kembali ketopik pembicaraan mereka.
     "Mungkin ide yang bagus,tapi bagaiman dengan model modelnya,apa kita akan membuat pakaian pria saja yang monoton?"Tanya Yas sedikit ragu.
     "Aku sudah memiliki contoh modelnya,mungkin sedikit kuno,tapi kita bisa menambahkan sedikit perubahan agar terlihat masakini!"Seru Ken yang langsung mengeluarkan laptopnya dari tempat penyimpanannya.
    Ken membuka folder yang kemarin dibukanya,dan dengan antusias Yas ikut melihatnya,mereka memperhatikan satu persatu model yang ada dan itu masih original,belum ada yang memiliki model itu.
    "Siapa dia?"Tanay Yas yang melihat seorang remaja laku laki mengunakan topi ala koboy.
    Ken melihat kearah foto yang ditunjukan Yas,ia sedikit terkejut tapi harus mengakuinya.
    "Itu aku saat berusia 15 tahun.
    "Kurus sekali!"Seru Yas.
   "Kurus!,bagaiman kalau sekarang?"tanya Ken yang langsung menunjukan otot dilengannya.
    "Lalu darimana kau akan mendapatkan modal untuk awal?"Tanya Yas yang mulai ragu.
   "Aku yang memberi ide aku yang akan bertanggung jawab,tapi nanti saat membeli bahan kakak ikut ya,bantu aku memilih bahan!"Seru Ken sambil tersenyum dan mengedipkan satu matanya.
    Yas hanya tersenyum malu.
........
      Menjelang siang karena sudah tak ada yang ia kerjakan,karena pesanan sudah jadi semua,Ken minta ijin untuk merapikan kamrnya,sekedar untuk mengecet dan merapikannya,Ken pun sudah membeli kasur busa untuk tempatnya tidur.
     Yas tentu mmeberinya,bahkan ia bersedia membantunya mengecet.
     Dengan celemek yang biasa Yas gunakan ,Yas memulai membantu Ken.Mula mula Yas membantu Ken membersihkan ruangan itu,mengeluarkan semua isinya,dan barulah Mengecet tembok dengan warna dasar,lalu kemudian dilanjutkan dengan warna kedua,Ken memilih warna Biru lau agar terlihat lebih segar.
       Pekerjaan selesai sebelum malam menjelang dan mereka menghabiskannya dengan mengobrol di tempat yang sama dengan suasana yang baru.
    Ken sengaja mengeluatkan dipan yang biasa ada disana,dan menggantinya dengan tikar lalu kasur busa baru yang dibelinya,ia sengaja menaruhnya di bawah,agar terasa seperti benar benar di kamar kost tanpa dipan ,bahkan meja untuk menaruh termos air miliknya.
    "Kemari!,Apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Yas yang penasaran sejak tadi.
    "Kenapa?,apa kakak khawatir?"Tanya Ken dengan mata terus menatap Yas.
     "Aku hnay kasihan padamu,bisa aku bayangkan bagaiaman lelahnya berlari dengan membawa beban 40 kilo diatas pundakmu!"Seru Yas yang sambil tertawa kecil.
     Ken tersenyum sambil memainkan tangannya .
    "Aku juga berkata dalam hati,ini bukan hanya sebuah perumpamaan, 'beban diatas pundak'!,karena itu memang benar benar sebuah beban.
   "Bisakah kita tidak bicarakan hal ini sekarang!,aku ingin mandi!,karena aku belum mandi dari kemarin"Seru Ken enggan yang langsung bangkit dari duduknya.
    Mata Yas terbelalak dan ia juga bangkit dari tempatnya.
  "Kau belum mandi dari kemarin?"Tanya Yas tak percaya.
    Yas tak percaya karena semalam ia menangis dalam pelukan Ken yang menggunakan baju lengan buntung.
    "Ada apa apa ada yang salah?"tanya Ken biasa saja.
   "Belum mandi kau berani memeluku!"Seru Yas.
  "Kakak,yang menangis dalam pelukanku!"Seru Ken membela diri dan kemudian pergi.
......