......
Kendar mendatangi kakaknya yang terlihat
begitu marah padanya Yang diikuti oleh Ken dibelakangnya. Ken melihat kemarahan
dimata Yas,tapi ia tak tahu apa,yang ia tahu hanyalah Yas menangis saat ia
meninggalkannya.
“Ada apa?”tanya Kendar dengan
wajah polosnya.
“Kau laki laki tapi bermulut
ember!”Seru Yas dengan nada tertahan menahan marah.
Ken terkejut mndengar kata kata
Yas untuk adiknya.
“Apa yang terjadi?”tanya Ken
dalam hati sambil terus memperhatikan mereka berdua yang menahan emosi dalam
diam.
“Maksud kakak apa?,aku tidak
mengerti!”Bela Kendar menudian.
“Plakkkkk!”
Terdengar suara tamparan yang begitu
keras.Dengan tanpa diduga,Yas menampar adiknya begitu saja dan itu didepan Ken.
Kendar menahan sakit diwajahnya
sambil menundukan wajah,sementara Ken,ia tak tahu apa yang harus ialakukan,ia
berdiri di tempat yang salah,karena yang sedang dihadapannya adalah masalah
keluarga yang tak seharusnya ia ketahui.
Ken berusaha untuk pergi dari
tempat itu dengan melangkahkan kaki berjalan mundur,Dan pergi kekamarnya
secepat mungkin.
Kendar masih ditempatnya sambil
menahan sakit diwajahnya.
“Maksud kakak apa?”tanya Kendar
kemudian ketika mereka hanya berdua.
“Darimana kau tahu aku putus
dengan Tommy?”Tanya Yas dengan emosi yang tertahan.
Kendar terdiam dan tak bisa
menjawab.
“Jawab!”Teriak Yas yang hampir
menagis.
“Kakak,bukan mempermasalahkan
darimana kau tahu hal itu,yang ingin kakak tahu kenapa kau beritahu ibu
juga!,kau tahu,itu urusan kakak!,tidak seharusnya kau memberitahu ibu masalah
pribadi kakak!”Seru Yas dengan airmata yang tertahan.
“Ibu tahu?”Seru Kendar dengan
nada nada bertanya dan terkejut.
“Aku tidak mengatakan apapun pada
ibu,bahkan kami jarang berkumpul akhir akhir ini,aku sibuk dan begitu juga
ibu,jadi mana mungkin aku memberitahu ibu,lagipula itu adalah urusan kakak kan!”Seru
Kendar menjelaskan.
“Lalu dariman kau tahu?”tanya Yas
mengulangi pertanyaan itu.
“Atau mungkin Tommy?”Tanya Kendar
mencari pembelaan.
“Tidak usah mencari alasan!”Seru
Yas dengan nada masih kesal.
“Aku tidak mencari alasan,tapi
aku mengatakan kebenaran!,dan aku sangat setuju saat tahu kakak putus dengan
Tommy!”Seru Kendar tanpa beban.
“Plakkkkk!”
Kembali Yas mendaratkan tamparan
diwajah Kendar diwajah sebelahnya.
“Jadi kau senang diatas
penderitaan orang lain!”Seru Yas yang makin kesal pada adiknya.
Kendar tak merasakan sakit
diwajahnya yang baru,ia segera mengambil hp miliknya yanga ia simpan dikantong
celananya .membuka menu dan menunjukan sesuatu pada kakaknya.
“Kakak membela orang yang seperti
ini?”tanya Kendar sambil menunjukan foto Tommy dengan seorang wanita sedang
berpelukan.
Yas terdiam dan mematung melihat
apa yanga dilihatnya,ia tak bisa percaya,tapi itu adalah nyata,dan itu memang
benar benar Tommy.dan foto itu tak hanya satu,Kendar memotretnya beberapa kali
dengan kamaera di hpnya.
“Kapan itu terjadi?”tanya Yas
yang masih belum percaya.
“Beberapa hari yang lalu!”Jawab
Kendar berat.
Yas tak bisa berkata apa
apalagi,ia hanya bisa menahan airmata di kelopak matanya sambil terus terdiam.
“Ken!,sebaiknya kau pulang!”Seru Yas
sambil mendorong adiknya untuk keluar dari lingkungan rumahnya.
“Tapi kak!”Seru Kendar yang tak
mau pergi.
“Kakak mohon!”,keluar!”Seru Yas
dengan nada yang sedikit dinaikan.
Mendengar teriakan kakaknya
Kendar tak bisa berbuat apa apalagi,ia segera pergi sambil mendorong motornya
keluard dari pintu gerbang rumah kakaknya.
Sementara Yas segera masuk kedlam
rumahnya,menutup pintu dan ia pergi kekamarnya dan menangis.
......
Didalam kamarnya Ken hanya
menunggu permasalahan keluarga itu berakhir sambil menikmati mie cupnya yang
dibuatnya.
“Keluarga!,masalah dalam
keluarga!,aku membencinya!”Seru Ken sambil mengunyah mienya yang terakhir.
Ken mendengar suara mesin motor
dinyalakan Ia segera bangkit dari tempatnya,dan berlari menuju balkon,dan
melihat motor Kendar tak ada di halaman rumag Yas.
“Kendar pergi!,padahal aku baru
akn mengajarinya main gitar lagi!”Gumam Ken sambil berjalan menuju anak tangga
untuk turun.
Ken menuruni anak tangga sambil
melihat keadaan rumah Yas yang tertutup.Ken mengerutkan kening dan memikirkan
sesuatu.Tapi hal itu tak lama,karena Dengan segera Ken pergi menuju pintu
gerbang dan pergi entah kemana,menuju tempat yang ia sendir tak tahu.
Dengan emnggunakan topi yang
selalu dibawanya,Ken mencoba untuk menenangkan diri,setelh teringat hal hal
yang baru terjadi.
Sesekali Ken berdiri mematung
ditepi jalan,memperhatikan jalan yang kadang ramai dengan kendaraan,dan kadang
sepi.
“Aku tidak bisa seperti ini
terus!,aku hatus bicara dengan ayahku!,aku harus bicara agar beliau berhenti
menggangguku!”seru Ken
Ken kembali melanjutkan
langkahnya dan kembali menelusuri jalanan dengan ujung yang tak tentu.
Langkah Ken terhenti ketika ia
berada di sebuah tikungan.Ia melihat seseorang deng motor yang ia kenal dengan
mobil sedan disana.Dengan langkah Pelan Ken berjalan untuk menghampiri dua
orang yang sepertinya sedang berdiskusi.
“Kendar!”Seru Ken mengenali siapa
orang salah satu dari mereka.
Kendar melihat kearah orang yang
memangginya dan tida tiba sebuah tinjuan mendarat diwajah Kendar.
Kendar langsung tersungkur
ketanah,Ken yang melihat itu langsung datang menghampiri dan membalas orang
yang memukul Kendar dengan sebuah tonjokan juga,hingga orang itupun tersungkur
ketanah.
“Kalau berani jangan sama anak
SMA!”teriak Ken yang sudah siap untuk kembali untuk memukul.
“Ken!”teriak Kendar.
Ken menghampiri Kendar yang masih
diposisinya terduduk sambil memegangi wajahnya yang memerah.
“Udah ga usah dilawan!”Seru
Kendar yang menahan sakit diwajahnya.
“Pasti sakit ditampar dua kali
ditempat yang sama!”Seru Ken meledek Kendar.
“BUKKKK!”
Seperti Kendar.Kenpun menerima
pukulan diwajahnya,yang membuat hidungnya mengelurkan darah.Dan pukulan kedua ia
terima diwajahnya.
Ken mencoba untuk melawan tapi
orang itu sudah kabur membawa mobilnya.
Ken dan Kendar terduduk di pinggir trotoar
sambil menahan sakit yang sama sama mereka terima.
“Bagaimana lukamu?”tanya Ken yang
terus menghadap keatas agar darahnya tidak terus keluar.
“Aku baik baik saja!,bagaimana
denganmu?”tanya Kendar yang sedang memijat wajah yang memar.
“Ada masalah apa kau dengan orang
itu?”Tanya Ken.
“Dia menghianati kakakku!”seru
Kendar enggan.
“Dia mantan kak Yas?”tanya Ken
ingin tahu,dan begitu antusias.
“Kenapa?”tanya Kendar tak senang.
“Emmmm....,sebaiknya kita pulang
kerumah Kak Yas!,obati lukamu!”Seru Ken sambil bangun dari tempat duduknya.
Kendar juga bangkit dari
tempatnya,dan menghampiri motornya tanpa berkata apa apa pada Ken.Ken duduk
dibelakang Kendar dan bersiap untuk pergi.
“Ayo!”Seru Ken sambil menepuk
punggung Kendar.
“Apa yang kau lakukan?”tanya
Kendar sambil menoleh kebelakang melihat Ken yang duduk santai dibelakangnya.
“Bukankah kita akan kerumah
Yas!,sekalain saja!”Seru Ken enteng.
Kendar tak berkata apa apa.ia
segera menyalakan motornya dan segera meninggalkan tempat itu.Kendar mengantar
Ken kerumah Yas,dan sampainya di depan rumah Yas Ken Turun dan segera membuka
pintu gerbang,tapi Kendar langsung tancap gas dan meninggalkan Ken sendiri.
“Anak itu!,pergi tidak pamit!”Seru
Ken sambil masuk kedalam lingkungan rumah,dan melihat pintu rumah Yas masih
tertutup.
Ken terus memegangi hidungnya
yang berdarah dengan memar disekitar hidungnya.Ken mendatangi rumah Yas yang
tertutup dan dengan perlahan ia mengetuk pintu rumah tapi tak ada jawabannya.
Dengan perlahan Ken membuka pintu
yang ternyata tidak dikunci,Ken masuk untuk mecari kotak P3K untuk mengobati
lukanya.
Setelah mendapatlannya,Ken duduk
disofa dan mencoba untuk membersihkan bekas darah yang sudah mengering dengan
kapas.
Dari kamarnya,Yas keluar dengan
mata yang sembab dan bengkak.
“Kak Yas abis tidur,atau
menangis?”tanya Ken yang sibuk membersihkan luka dihidungnya.
“Apa yang terjadi?”tanya Yas yang
langsung menghampiri Ken dan duduk disampingnya.
“Udah ga papa!”Seru Ken yang
merasa sedang diperhatikan.
Yas bangkit dari duduknya dan
pergi kedapur,sementara Ken sibuk dengan lukanya.Sesaat kemudian Yas datang
dengan membawa baskim berisi air hangat dan lap.
Ken menyambar baskom yang dibawa
Yas dan ia mencoba untuk membersihkan lukanya sendiri.
“Sudah,diam,biar aku yang
membersihkan lukamu!”Seru Yas langsung merebut lap yang Ken pegang.
Mendengar teriakan Yas Ken langsung
diam dan membiarkan Yas membersihkan lukanya.
“Kau sama seperti Kendar!,suka
berkelahi!,ada masalah apa?”tanya Yas yang begitu telaten membersihkan luka
Ken.
“Aku membantu Kendar!”Seru Ken
yang terus menatap kelangit langit rumah.
Yas terdiam sejenak dan menatap
wajah Ken.
“Membantu Kendar?,apa yang
terjadi?,dimana dia?”tanya Yas yang langsung panik.
“Tadi sudah kuajak masuk,tapi dia
malah pergi tanpa pamit padaku!”
“Apa dia terluka1”tanya Yas penasaran.
“Dia lebuh parah!”Seru Ken memanas
manasi.
“Sebenarnya apa yang terjadi pada
kalian?,apa kalian berkelahidibelakangku?”tanya Yas menembak.
“PD sekali!,ini urusan laki laki!”Seru
Ken yang menagan Sakit ketika Yas mengobati luka diwajahnya.
“Ini bukan soal laki laki atau
apa!,yang jelas,berkelahi tidak dibenarkan dimanapun!”Seru Yas sedikit marah.
“Separah apa dia?”tanya Yas lagi.
“Dia mengalami pukulan di wajah
yang sama,diwajah yang pernah kakak tampar tadi.maaf tadi aku melihatnya!”Seru
Ken.
Yas selesai mengobati Ken ia
segera pergi kekamarnya dan kemudian keluar kembali sambil membawa tas.
“Kakak mau kemana?”tanya Ken yang
belum beranjak dari tempatnya.
“Aku akan menemui
Kendar!,bagaimanapun juga dia adiku,rasanya tidak adaik aku disini mengobati
orang asing,sementara adiku sendiri babak belura!”Seru Yas yang kemudian pergi
tanpa berpesan.
........
Setelah Yas pergi Ken hanya duduk
diam memperhatikan mesin jahit yang dibelinya dan melihat barang barang yang
dibelinya beberapa hari lalu,dan kemudian ia mengambil laptopnya dan
membukanya.
Ken membuka akun facebook
miliknya,dan melihat halaman yang dibauatnya,ternyata jauh dari
dugaannya,banyak teman temannya yang menyukai halamannya,dan menuliskan beberapa
komentar di dinding halamannya untuk menanyakan alamat tailor milik Yasmine.Dan
kebanyak dari mereka adalah perempuan.
Ken tersenyum melihat
perkembangan yang baru dimulainya itu,ia melihat usahanya pasti akan
sukses,walaupun itu masih jauh dari nyata.
..........