Jumat, 06 Desember 2013

CERITA DALAM SEBUAH KISAH parts 05

.........
   3 hari lamanya aku tak bangun dari tempat tidurku.3 hari aku tak masuk sekolah dan 3 hari aku tak melihatnya.3 hari yang lalu kakiku di gips karena ada tulang kakiku yang retak.dan aku harus banyak banyak istirahat.
   Banyak teman yang mengjengukku.tapi diantara yang datang,yang aku tunggu tak datang.entah kenapa sejak malam itu aku memikirkannya terus.memang tak aneh karena dia selalu melintas dipikiranku.tapi ia datang dengan sifat jeleknya.dan untuk kali ini berbeda.ia datang dalam pikiranku membawa hal lain.hal yang mengusik hatiku.rasa ingin bertemu muncul didalam hati.apa karena semua sudah biasa.aku terbiasa melihat,mendengar sikap dan sifat ketusnya padaku.dan kenapa dari semuanya yang datang,hanya dia yang tak datang.aku menginginkan.aku menunggu kedatangannya dihadapanku.
   "Jangan kebanyakan ngelamun,nanti kesambet!"seru suara mas Robby dari depan kamarku.
   "Ah mas Robby ganggu aja!"grutuku.
   Mas Robby masuk kedalam kamar sambil membawa tak kertas.
  "Bagaimana keadaan kamu?"tanya mas Robby sambil duduk dibangku yang ada di depan pintu.
  "Aku baik baik aja.cuma kakiku kurang sehat.sebenernya aku bisa jalan.tapi gipsnya kegedean jadi susah jalan!"keluhku.
  "Gips itu fungsinya untuk menjaga agar tulang tidak geser dan mempercepat penyembuhan!"jelas mas Robby.
  "Iya pak dokter!!"seruku meledek.
  "Dhe!,mau tanda tangan artis ga?"tanya mas Robby sambil bangkit dari duduknya.dan mengambil spidol dari atas mejaku.
  "Nih buat kamu!"seru mas Robby sambil menyerahkan tas kertasnya padaku.
  "Aku tungguin dari tadi!"seru ku menerima pemberian mas Robby.
  "Bukan makanan kali!!".
  "Apa aja boleh lah!"seruku.
  Aku mengambil tas itu dan membuka isinya.
  "Buku!"seruku..
  "Buat hiburan!".serunya.
  "Aku kasih tanda tangan ya!.kamu beruntung aku kasih tandatangan.kalau beberapa tahun lagi tanda tanganku mahal nih.tiap tanda tanganku menghasilkan duit!"celoteh mas Robby.
 "Terserahlah!"seruku cuek.
 "Mau tanda tangan dimana nih?di gips paling atas?"tanya mas Robby sambil cengengesan.
  "Dasar piktor pikiran kotor!"seruku sambil melempar tas kertas itu pada mas Robby yang sudah mengotori gipsku dengan tanda tangan sok pentingnya.
...........
   La Tahzan dan beberapa lembar kertas folio dengan isi tulisan yang menerangkan tentang mata pelajaran yang tak aku ikuti.
   Mas Robby itu memang aneh tapi nyata.biarpun sudah kuliah tapi tetap saja dia mau bersusah payah membantuku dan menghiburku.walaupun sekarang dia sudah kuliah kedokteran.dan aku harap mas Robby melakukan ini bukan karena ada hal lain.karena yang aku tahu.mas Robby orangnya sangat baik jika ada sesuatu.
  Apa mungkin ada bubungannya dengan Viko.Jangan jangan mas Robby menjadikan sakitku sebagai alasan agar bisa dekat dengan Viko.dan meminjam catatan sebagai alasan untuk dekat dengan Viko.
  Ah mas Robby banyak alasan untuk mencapai tujuannya.
  Dan buku La Tahzan.begitu menenangkan jiwa.tiap membaca tiap kalimatnya.kira kira mas Robby pinjem apa beli ya?aku perlu ngebalikin ga ya?.ah mas Robby sangat misterius.sulit ditebak.tapi kejutannya selalu membuat tertawa.walaupun dia bukan kakak kandungku tapi sudah kuanggap sebagai kakaku.tempatku berbagi,bertanya.bagiku dia adalah Google tempat bertanya,mencari dan mendapat jawaban.walau kadang jawaban yang diberikan tak sesuai dengan yang diinginkan.tapi tetap saja selalu membuat tertawa.
..........
    Hampir seminggu lamanya aku meninggalkan bangku sekolah.dan hari ini pertama kalinya aku kembali menginjakan kakiku walau hanya sebelah di kelas ini.dengan tongkat aku berjalan.dengan langkah tertatih tatih aku melangkah.
  Karena gips masih menempel dikakiku dengan coretan coretan tanda tangan teman diatasnya.yang membuatnya tampak sangat kotor.entah mengapa saat pertama kali aku sampai disekolah.aku ingin sekali keperpustakaan.hanya untuk bertemu dengan dirinya.waktu istirahat pertama terasa sangat lama datang.membuatku tak sabar.apalagi pelajaran sejarah yang membosankan dan membuatku sangat mengantuk.mungkin aku belum terbiasa.maklum.sudah beberapa hari ini jika jam segini aku sedang santai diatas tempat tidur mendengarkan mp3 di hp atau buka Google di laptop.atau juga buka FB.
  Tapi berbeda untuk hari ini aku harus duduk didalam kelas sambil memperhatikan guru menerangkan pelajaran.
  "Vik,mas Robby minta catatan ke kamu ya?"tanyaku disela sela pelajaran.
  "Enggak!"seru Viko tanpa memandangku
  "Masa sih?"seruku tak percaya.
  "Beneran!lagian ngapain anak kuliahan minjem buku anak SMA?!"tanya Viko.
  "Iya juga sih.tapi mas Robby ngasih aku salinan pelajaran yang ga aku ikutin."jelasku.
  "Wah tetangga yang perhatian!"puji Viko.
  "Tapi Dhe!,cowok yang ada di perpus.yang menurut kamu nyebelin banget.dia rajin banget minjem buku aku.jadi pulang sekolah dia pinjem.malamnya dia kembaliin.emang dasar anak malas yang rajin tuh cowok!"seru Viko panjang.
  Aku hanya memandang Viko aneh
  "Males yang rajin?"seruku mengulang kalimat Viko yang terakhir.
  "Ya gimana ya?.dia rajin diperpustakaan,otomatis rajin baca dong!!??.tapi kenapa buat nulis pelajaran dia males".
  Aku terdiam dan berfikir.
  "Atau mungkin mas Robby yang nyuruh dia buat minjem catatan ke aku,trus dikasih ke kamu??"tebak Viko.
  Ucapan Viko makin membuatku bingung.
  "Tapi udah beberapa hari ini dia ga keliatan.diperpustakaan atau dimanapu.dia juga udah ga pinjem catatanku lagi!"
  Mendengar ucapan iko membuatku penasaran.tambah ingin cepat cepat menemuinya.
..........
    Setelah bel berbunyi tanda istirahat aku cepat cepat menuju perpustakaan.dengan langkah susah payah aku mencari sosoknya ditiap bangku dan ditiap tempat biasa ia membaca.rasanya sudah semua sudut kutelusuri tapi tak juga kutemukan dirinya.
  "Dimana kamu?"tanyaku hampir menangis.kemudian aku menghampiri pegawai perpustakaan dan kutanyakan tentang cowok itu!.
  "Dia sudah beberapa hari tidak keperpustakaan!"seru pegawai perpustakaan itu.
    Aku pergi dari tempat itu.entah mengapa hatiku terasa sakit dan rasanya ingin menangis.Dadaku terasa sesak.tak mampu bernafas.
  "Dhea.ngapain kamu disini?"tanya Viko.aku diam sejenak.
  "Aku nyari dia!"seruku.
  "Cowok itu?.Dhea dia udah pindah!"seru Viko.
  Mendengar kabar itu membuatku terasa tersambar petir.perutku terasa bergolak seperti ombak
  "Darimana kamu tahu?"tanyaku tak percaya.
 "Tadi aku ketemu Wahyu.dia kan temen sekelasnya!"jelas Viko.
  Tanpa bertanya lagi aku berjalan menuju kelas,dengan perasaan sakit yang tak kuketahui penyebabnya.
..........
   Entah mengapa aku tiba tiba jadi sensitif.pengennya marah marah.tak bisa diajak becanda.hatiku panas kesal dan ingin berteriak sekeras kerasnya.
   Pulang sekolah aku langsung menuju rumah mas Robby.dia harus menjelaskan semua padaku tentang cowok itu.aku tahu mas Robby kenal baik dengan cowok itu.bahkan mungkin sudah akrab.pasti mas Robby tahu kemana dia pergi.
  "Dhea.kamu udah masuk sekolah?"tanya Dimas yang mengagetku didepan gerbang sekolah.
   "Aku mau pulang!"seruku ketus.
  "Mau aku antar?".seru Dimas menawarkan diri.
  "Terima kasih tapi ga usah!"seruku sambil berjalan menelelusuri jalan.
  "Dhe.kenapa sih kamu ga mau maafin aku?".
  Aku menghentikan langkahku dan melihat ke Dimas.
  "Anggap aja penyebab kakiku kayak gini!".seruku ketus.
  "Kamu nyalahin aku?".
  "Maaf apa aku ganggu?"sebuah suara menghentikan perdebatan kami.
  "Mas Robby!"seruku.
  "Dhe.mama kamu nyuruh aku buat jemput kamu!"seru mas Robby.
  "Ayo kita pergi.aku ada urusan sama mas Robby!".seruku sambil menarik tangan mas Robby pergi.
  "Mau aku gendong?apa aku bopong?"tanya mas Robby dengan nada meledek.
  "Aku mau dibonceng!"jawabku.
  Mas Robby membawaku pergi dengan motornya.dan entah kenapa tiba tiba mas Robby menghentikan motornya di tepi jalan.
  "Kita mau ngapain mas?"tanyaku sambil turun dari motor mas Robby?.
  "Kamu laper ga?"tanya mas Robby sambil membantuku berjalan menuju bangku plastik milik penjual makanan pinggir jalan.
  "Mau makan apa?"tanya mas Robby.
  Aku melihat kesekeliling.
  "Adanya cuma Siomay kan?"tanyaku.
  "Iya sih!"seru mas Robby cengengesan.
  "Pake apa aja?"tanya mas Robby lagi.
  "Campur aja!jangan pake Pare,jangan pake Saos and jangan pake lama!".
  "Oke bos!".mas Robby memesan makanannya dan kemudian ia kembali lagi padaku.
  "Bagaimana hari pertama di sekolah?".
  "Biasa.tapi thanks ya gara gara mas Robby aku jadi ga ketinggalan pelajaran."seruku.
  "Oh itu.jangan ke mas.tapi....!".
  "Cowok itu?"seruku.
  "Kamu tahu?".
  "Tebak aja.Mas Robby kan ga biasanya perhatian.kecuali ada maunya!.".seruku.
  Mas Robby tersenyum dan menggaruk garuk kepalanya.
  "Iya juga sih.hehehehe....!kalau begitu dia juga dong?".
  Mataku melotot menatap mas Robby.
  "Mas dia kemana?"tanyaku hati hati.
  "Dia ga pamitan ke kamu?"seru mas Robby tampak terkejut.
  Aku menggeleng.
  "Dasar...Freak.aku udah bilang kedia.untuk pamitan ke kamu!".
  "Emangnya dia pergi kemana?"tanyaku hati hati.dengan perasaan sakit.
  "Ayahnya menikah lagi dan mereka pindah keluar kota."cerita mas Robby singkat.
  "Oh!."seruku singkat.
  "Kamu suka ya sama dia?".pertanyaan mas Robby menjebakku.
  Aku terbelalak mendengarnya.
 "Jangan bo'ong.Bisa diliat kok dari mata kamu!".
  "Aku ga tahu mas!"jawabku.
  Aku tak mengerti apa yang sedang aku alami ini.Perasaanku,semuanya.dan jika memang apa yang aku rasakan adalah cinta.apa dia juga merasakan hal yang sama padaku???
..........
     Rob menyelesaikan bacaannya karena kisah yang ditulis Dhea telah berakhir,tanpa tahu seperti apa akhir ceritanya.
   "Dhea.kamu harus segera bangun untuk melanjutkan kisah ini yang belum berakhir!"bisik Rob ditelinga Dhea.
   "Aku sudah menghubungi mas Robby dan memberi tahunya tentang keadaanmu.dan untuk saat ini aku datang untuk pamitan padamu.sebagai penebus dosaku padamu yang aku lakukan padamu waktu masa dulu."bisik Rob.
  Kemudian Rob menulis sesuatu di halaman terakhir buku Dhea.
  "Dhea aku pamit,karena tugasku sudah selesai.sudah berakhir di rumah sakit ini!"bisik Rob lagi.
   Rob pergi meninggalkan ruangan Dhea.dan diluar sudah menunggu dokter Robby yang benar benar baru datang.
  "Mas Robby!"seru Rob.
  "Bagaimana keadaan Dhea?"tanya Robby.
  "Dia koma."jawab Rob singkat.
  "Mas aku mau pamit sekalian.waktuku dirumah sakit ini sudah berakhir.jadi aku titipkan Dhea pada mas Robby.
  "Dokter yang menangani Dhea adalah dokter Ikhlas.Beliau tahu semuanya!".
  "Oke!"
"Kamu sudah pamitan sama Dhea?"tanya dokter Robby.
  "Tenang.aku sudah menebusnya.!"seru Rob.
..........
    5 minggu Dhea koma dan akhirnya ia terbangun dari tidur panjangnya.Dhea senang saat membuka mata yang dilihatnya adalah keluarganya.
  "Hai jagoan!"sapa dokter Robby.
  "Ayo bangun.ada sesuatu buat kamu!"seru dokter Robby membuat penasaran.
  Dhea tampak tersenyum dari tidur bangunnya.
  "Udah berapa lama aku disini?.aku dimana?"tanya Dhea linglung.
  "Kamu dirumah sakit.kamu udah tidur terlalu lama.ayo bangun.kita pulang!"seru dokter Robby menyemangati.
  Beberapa hari berlalu.dan kondisi Dhea sudah membaik dan sudah sehat untuk pulang.sambil menunggu barang barangnya dikemasi.
   Dhea membuka bukunya yang berisi tulisan tulisan tangannya.dan di akhir halaman ia menemukan tulisan tangan yang asing dan bukan tulisan tangannya.

............
     Dhea,kisah kamu belum berakhir.semua menggantung.karena kamu sendiri tak tahu seperti apa perasaan kamu ke cowok itu.dan perlu kamu tahu sikap cowok itu kekamu,karena dia tidak tahu bagaimana menunjukan cintanya padamu.memberikan perhatiannya padamu.tapi dengan berjalannya waktu kamu tahu kalau cowok itu menyayangimu...

    Mata Dhea terbelalak dengan cepat Dhea dapat mengerti siapa penulis itu.
   "Dhea.kamu sudah siap untuk Go Home?"tanya dokter Robby yang baru datang.
   Dhea tak menjawab ia diam saja.
  "Dhea.kamu kenapa?"tanya dokter Robby mendekati dan melihat mata Dhea berkaca kaca.
   "Mas!.Rob pernah kesini?"tanya Dhea.
   Dokter Robby terdiam dan menatap mata Dhea.
  "Jawab mas!"paksa Dhea.
  "Iya Dhea.dia ada disini sejak kamu datang kerumah sakit ini.dia yang menjagamu.selama selama aku belum datang!".
  "Dia dimana sekarang.aku harus menemuinya.?"tanya Dhea tampak tak tenang.
   "Dhea tenang.Rob sudah tidak ada disini.dia sudah pergi."seru dokter Robby berat.
  "Dia ga pamitan sama aku!"seru Dhea dengan emosi yang meledak ledak.
  Dokter robby menarik tubuh Dhea dan memeluknya.
  "Dia menepati janjinya.dia pamitan padamu saat kamu tidur.dan dia mencintaimu.!"
  .Dhea tak tahu apa yang harus dikatakannya.ia hanya mampu menangis dalam pelukan Robby.
..........

Tidak ada komentar :

Posting Komentar