..................
Beberapa hari terakhir Raisha mengacuhkan Rama,Raisha tak menemui Rama,tak membalas sms,tak menjawab ajakan Rama untuk bertemu.
Beberapa hari terakhir Raisha mengacuhkan Rama,Raisha tak menemui Rama,tak membalas sms,tak menjawab ajakan Rama untuk bertemu.
Raisha selalu menghindari rama,dan sebaliknya Raisha lebih intens bertemu
dengan Ale,dan dengan pelan tapi pasti.Raisha kembali mengalami dilema dengan
perasaannya.
Sekuat tenaga Raisha mencoba menerima kehadiran cinta Rama untuknya,dan
menikmatinya,Tapi cinta pertama memang tak akan pernah hilang walau cinta
kedua,ketiga,keempat,dan cinta berikutnya hadir.
Sampai cinta terakhir itu datang,tetap saja cinta pertama yang paling
manis,walaupun kadang pahitnya melebihi empedu,dan kini disaat Raisha
mengukuhkan dan memantapkan perasaan bahwa Rama lah cinta terakhirnya.
Cinta pertama itu datang,dan kembali tumbuh,dan kini perasaan Raisha lebih
condong pada Ale,Apalagi semenjak kejadian tempo hari,pemandangan yang sekilas
itu membuat luka menggores perasaannya.
"Kamu masih menghindari Rama?"tanya Dewi saat mereka sedang
bersantai di malam jumat.
"Ya!"jawab Raisha singkat.
"Kenapa?kamu masih marah sama dia?,Raisha.Kalau kamu terus menghindari
dia kapan Rama punya waktu buat ngejelasin ke kamu."jelas Dewi.
"Aku bingung Wi!,beberapa hari aku menghindari Rama,beberapa hari aku
deket sama Ale,aku merasa perasaan aku ke Ale ada lagi."jelas Raisha hati
hati.
Dewi tampak terkejut
"Raisha kamu jangan becanda,ini masalah perasaan,kamu harus tentukan
pilihan,jangan permainkan perasaan orang,apalagi itu cowok."jelas Dewi
berapi api.
"Ya aku tahu,tapi perasaan ga bisa dibo'ongin kan?".seru Raisha
tak mau disalahkan karena perasaannya.
"Sha,coba deh kamu kasih kesempatan Rama buat ngejelasin".
"Emang kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Raisha dengan
nada mengintrogasi.
"ya logika aja,setiap kejadian pasti ada penjelasannya,dan satu
lagi,kamu masih ingat sama janji kamu?kamu akan terima orang yang melamar kamu
duluan,dan kenyataannya,dari awal Rama sudah melawar kamu tapi kamu mengulur
ulur waktu.Sementara Ale,apa dia pernah ngomongin hal yang menurut kamu menuju
ke arah yang serius?,menurut aku enggak."seru Dewi serius dan tampak
berapi api dan kemudian pergi.
..................
Sepanjang malam Raisha memikirkau tiap kata yang diucapkan oleh Dewi.Setiap kata kata Dewi ia pikirkan dan cerna,dan baru kali ini Raisha melihat Kekesalan Dewi pada dirinya yang tampak terlihat dari gaya bicaranya.
..................
Sepanjang malam Raisha memikirkau tiap kata yang diucapkan oleh Dewi.Setiap kata kata Dewi ia pikirkan dan cerna,dan baru kali ini Raisha melihat Kekesalan Dewi pada dirinya yang tampak terlihat dari gaya bicaranya.
"Ucapan Dewi benar."gumam Raisha mengaku salah pada diri sendiri.
"Aku harus memberi Rama waktu untuk menjelaskan,Agar tidak terjadi
kesalah pahaman dan aku tidak akan menyesal nantinya!".
Pelan pelan Raisha membuka akun facebooknya yang sudah beberapa hari tak
dibukanya,disana ada beberapa teman yang minta dikonfir,beberapa kotak masuk
dan beberapa komentar.
Raisha membaca up date status yang kini ada di Brandanya dan dari sekian
nama ada satu nama yang di kenalnya. Rama dengan statusnya yang mungkin
menggambarkan perasaannya.
"Apa aku mengecewakannya???????,cepat
cepat berkomentar!!!!!!!”.
Raisha berkomentar status Rama,tanpa Rama tahu tentang dirinya.
Raisha menggunakan nama lain,dan foto bukan dirinya,dan tak ada satupun
foto dirinya di facebook.
"Ada apa?"
Ternyata Rama sedang Online dan mereka saling mengobrol.
"Tak apa".
"Ada seseorang yang telah kau
sakiti?"
"Mungkin aku telah mengecewakan
orang yang aku cintai.".
"Kenapa?"
"Aku tak tahu.Tapi dia marah
padaku".
Tiba tiba sebuah ide muncul diotak Raisha dan
ia menggunakan saran Dewi padanya.
"Jelaskan padanya".
"Sudah aku coba tapi dia tak pernah memberiku
kesempatan"
“Waktu akan mempertemukan kalian"
Dan Acara
Online mereka berlanjut hingga larut malam.
..................
..................
"Dia sangat mencintaiku!"seru Raisha
pada Dewi,dengan nada serak karena habis menangis setelah mengingat ingat
obrolannya semalam dengan Rama semalam di FB.
Dewi memeluk Raisha dan mencoba menenangkannya.
"Itu tandanya kamu tidak mempunyai alasan
untuk mencurigai dia."seru Dewi.
"Tapi Wi?.aku masih bingung dengan
perasaanku."seru Raisha bimbang.
Dewi melepaskan pelukannya dan menatap Raisha
sahabatnya.
"Raisha liat aku!"seru Dewi sambil
menatap wajah Raisha.
"Tanya hati kecil kamu?kamu lebih memilih
siapa?Rama calon cinta terakhir kamu yang sudah sangat jelas mencintaimu,atau
Ale cinta pertamamu yang sudah pernah menyakiti hatimu?"tanya Dewi dengan
nada serius.
Raisha menggeleng dan tak mampu menatap Dewi
yang seperti sedang mengintrogasinya.
"Jangan tanyakan hal itu padaku
sekarang."seru Raisha yang merasa tersudut.
"Raisha!,aku cuma mau kamu memilih pilihan
yang tepat.Jangan salah pilih,paling enggak untuk saat ini.Aku yakin biarpun
Kamu cinta mati sama Ale,belum tentu dia cinta mati sama kamu,buktinya sampai
saat ini,dia ga ada niat serius tentang kalian.Walaupun aku kadang sering
nyinggung tentang kamu.Tapi Rama.Aku liat dia selalu serius sama kamu dan benar
benar serius ingin menjadikan kamu istri."jelas Dewi.
"Aku butuh waktu Wi.Aku masih bingung
dengan perasaanku".
..................
Ditempat kerjanya Rama tak bisa konsentrasi dengan kerjanya.pikirannya jalan jalan entah kemana.Tapi yang pasti ketempat Raisha,karena sejak beberapa hari yang lalu Rama tak bertemu dengan Rama,dan ketika Rama mencoba bertemu dan menghubungi Raisha.
..................
Ditempat kerjanya Rama tak bisa konsentrasi dengan kerjanya.pikirannya jalan jalan entah kemana.Tapi yang pasti ketempat Raisha,karena sejak beberapa hari yang lalu Rama tak bertemu dengan Rama,dan ketika Rama mencoba bertemu dan menghubungi Raisha.
Raisha tak memberi jawaban bahkan mungkin
Raisha menghindarinya.
"Apa salahku?.kenapa dia tak memberi
tahuku?"tanya Rama dalam hati.
"Aku harus menemui dia menanyakan apa
salahku.!"seru Rama.
"Dan aku harus menjelaskan tentang Ale.
..................
..................
Tidak ada komentar :
Posting Komentar