Minggu, 23 Februari 2014

(MUNGKIN) PACAR 5 LANGKAH

Pacarku memang dekat
Lima langkah dari rumah
   Mungkin lirik itu akan menggambarkan keadaanku jika aku memberikan jawaban,padanya.seseorang yang tinggal tepat didepan rumahku.setiap saat kami bisa saling menyapa jika bertemu.

Tak perlu kirim surat
Sms juga gak usah
 Tapi dilirik berikutnya tidak akan berlaku padaku,karena setelah 3 tahun berturut turut,dia sampai sekarang belum juga mengatakan apa yang ada di dalam hatinya,secara terang terangan.
Justru malah sebaliknya,ia selalu memberikan aku perhatian,melalui sms (kalau surat sudah kuno kali ya).Sedangkan jika kami bertemu,kami layaknya orang asing,hanya saling menyapa dan berkata seperlunya,dan tidak pernah sedikitpun membahas,hal hal yang ia tuliskan di sms,yang selalu ia kirimkan padaku tiap saat,saat kami tak saling tatap muka.
Kalo rindu bertemu
Tinggal ngomong depan pintu
  Rindu????,entahlah,aku tak tahu dengan perasaanku,aku sama sekali tak tertarik dengan pesonanya,wajahnya yang (lumayan) tampan,kulitnya yang putih,badannya yang tinggi,dan atletis.
 Tapi jika aku tak melihatnya aku merasa kehilangan,aku kehilangan seorang teman untuk mengobrol,walau kadang obrolan kami tidak nyambung.Dan ketika ia ada,aku merasa senang,walau kami hanya mengobrol tentang hal hal yang tidak (terlalu)penting.

Tangan tinggal melambai
Sambil bilang helo sayang
Tidak terfikir sama sekali dia akan melakukan hal konyol itu,untuk menjelaskan apa isi smsnya yang ia kirimkanpu aku tak bertanya,dan begitu pula dengan dirinya yang pernah aku tanyai.
“semalam kamu sms aku ya????”
Melambaikan tangan,sering,tapi bukan untuk menyapa,hanya untukmeminta tolong.
Duh aduh memang asyik
(mungkin kalau..)Punya pacar tetangga
Mungkin ga sih???<tapi kok kesannya ga modal ya,kalau seandainya itu terjadi,apakah akan seperti itu,tapi aku sama sekali tidak terfikir akan hal itu,aku merasa malu jika nanti kami putus,karena jujur aku sudah terlalu dekat dengan keluarganya,apalagi dengan adiknya,udah CS,Walaupun usia kami terpaut 16 tahun.
Biaya apel pun irit
Gak usah buang duit
Benarkah?????,selama aku mengobrol dan ia temani,memang kami tidak pernah mengeluarkan biaya sepeserpun untuk makan dan minum,karena kami mengobrol hanya di depan rumah.
Tak ada malam mingguan
Malam apapun sama
Aku setuju dengan ini,karena hampir setiap malam kami bertemu,untuk saling menyapa,ataupun untuk mengobrol.
Tiap hari berduaan
Merenda cinta yg mesra
Memang setiap hari berduaan,tapi bukan untuk hal itu,kami berduaan,benar benar pure hanya mengobrol,dengan obrolan yang tidak ada tujuannya,alias tidak bermutu,dan tidak pernah serius.
Tidak usah ditelepon
Kalo kangen langsung jalan
Nggak pake sms-an
Lima langkah langsung nyampai
Ya kami hanya perlu keluar rumah dan bertemu,dan mengobrol tentang hal hal yang tidak penting,tapi ketika kami berpisah barulah ia mengirim sms dan mengatakan hal hal yang taka aku mengerti,sebernarnya apa mau orang ini,beda di nyata beda di pesan.
Intinya aku nulis ini,aku hanya ingin menyampaikan bahwa lirik lagu di atas sangatlah mirip dengan kisah yang sedang aku jalani saat ini,hanya saja hal itu (mungkin) terjadi jika aku menjawab pertanyaan di smsnya.tapi sayang satu hal yang membuat aku kecewa,ia tidak pernah bertanya langsung padaku,dan itu sudh berlangsung selama 3 tahun,dan setiap bulan februari,ia sms aku,walaupun aku sudah mengganti nomor berkali kali,(mungkinkah ia bersekongkol dengan ibunya,atau mungkin ia diam diam mengambil nomorku dari ibunya,karena aku dekat dengan ibunya).
Setiap 14 februari,dia selalu mengirimkan kata kata romantis,untukku di hari valentine,sampai aku memaksakan diri untuk mengganti nomorku.
Tapi jujur aku lebih senang jika kamu tetap seperti ini,tetap menjadi teman,teman untuk berbagi cetita,karena akan berbeda situasinya jika status kami berubah.
Dan dengan sikapnya yang seperti satu orang dua karakter,aku akan membiarkan hal itu terjadi,aku akan biarkan ia terus memperhatikanku melalui tulisan tulisannya,dan kami saling cuek jika betemu.Tapi kadang aku juga geregetan dengan hal itu,kadang aku ingin bertanya tentang semuanya,tapi seorang sahabat memberitahuku sebaiknya jangan lakukan hal itu karena akan berbeda jika hal itu terjadi,karena aku sama sekali tidak tertarik dengannya,karena dia memang teman masa kecilku,walaupun untuk beberapa waktu kami sempat berpisah karena keadaan,aku lebih suka keadaan kamu yang sekarang,sebagai teman.





Rabu, 19 Februari 2014

MAKANAN ANJING!!!!!!!!!!

                        
MAKANAN ANJING,demikianlah kami menyebutnya,walaupun jujur kami katakan hampir 30 % pendapatan kami berasal dari penjualan barang barang tersebut.
Tapi bagi mereka hal yang kami sebut demikian adalah TIKET EKSPRES MENUJU SURGA,Semua hal ,tergantung bagaimana orang berfikirnya.
Sebenarnya barang barang itu tidak menjadi makanan anjing jika tidak di salah gunakan oleh penggunanya,mungkin dan pasti dalam dunia kedokteran sudah tidak asing lagi dengan nama nama sebagai berikut:
-Tramadol HCL,
-Trihexyphenidyl atau tri X,
-Riklona,
-Dumolind,
-Zolastin,
-Dextro,
-Hexzymer,
Dan masih banyak lagi jenis jenis obat yang seharusnya bisa menolong orang tapi jika di salah gunakan akan menjadi pembunuh bagi mereka.
Mungkin jika di bandingkan dengan narkoba efek dari obat obatan tersebut tidak terlalu parah,karena termasuk dalam jenis obat yang dianjurkan untuk pasien oleh para dokter,tapi bagaimana jika disalah gunakan oleh mereka mereka yang menggunakannya sebagai obat penghilang ‘ingatan’yang sesaat???.
Menurut sumber (mereka yang mengkonsumsi) mereka menggunakan obat obatan tersebut sebagai doping untuk pekerjaan mereka,ya memang doping tapi jika di gunakan terus menerus akan sama saja dengan narkoba yang dijual secara khusus tapi umum.
Ironisnya kebanyakan para pemakai (yang menyalah gunakan dalam penggunaannya) adalah mereka mereka anak jalanan yang  sudah diketahui pekerjaan mereka hanya mengamen.
Bagi saya pribadi hal itu sanagtlah disayangkan,karena 1 jam mereka mengamen,dibayar satu lembar Tramadol HCL,atau tri X,ataupun satu biji riklona,zolastin.
Mungkin tidak sayang bagi mereka yang memang mencarinya hanya untuk membeli itu,tapi sungguh sangat disayangkan bagi kami yang melihat uang dengan pikiran kebutuhan.
Lain cerita dengan para anak jalanan yang mencari receh untuk membeli obat obatan tersebut,ada cerita yang saya dapatkan dari seorang suamu,beliau membli salah satu obat tersebut untuk istrinya,yang katanya tidak bisa tidur,dan harus minum obat tersebut agar bisa tidur.Mungkin hal inilah yang sebenarnya dianjurkan kenapa obat obatan tersebut dibuat,dan saya juga mengakuinya.
Karena gangguan tidur yang saya derita saya pun pernah mengkonsumsi obat tersebut dalam jumlah seperempat tablet,dan efeknya langsung terasa,tidak membutuhkan setengah jam saya sudah bisa langsung tidur.tapi jika di teruskan mungkin saya juga akan menjadi salah satu anggota dari mereka.
Saya merasa miris melihat mereka mereka yang kebanyakan anak anak punk,pengamen,yang hanya menggunakan uang mereka hanya untuk membeli obat obatn tersebut.MAKANAN ANJING.
MAKANAN ANJING,kami menyebutnya walaupun,itu terlalu sadis,tapi jika disalah gunakan bukankah akan sama saja,jadi tidak akan masalah jika kami menyebutnya untuk mereka mereka yang memang menyalah gunakannya.
Bagaimana mungkin,hal itu sebagai bumerang,yag seharusnya bisa menolong orang,malah justru bisa membunuh juga.
Obat penenang kok jadi obat beler.

NB:UNTUK PARA GENERASI MUDA,SEBAIKNYA MANFAATKAN SEMUA YANG KALIAN MILIKI UNTUK HAL YANG BERGUNA.

Jumat, 14 Februari 2014

14 FEBRUARI.....


“Pernahkah kau berfikir untuk sejenak,bahwa aku.Yang kini ada di hadapanmu adalah salah satu orang yang berharap bisa menempati sat sisi di hatimu???”
Anya berjalan meninggalkan Dimas setelah mengucapkan kalimat itu dalm hati sambil menatap Dimas yang sedang sibuk dengan teman wanitanya,yang bisa disebut sebagai penggemarnya,karena kemanapun Dimas pergi,mereka selalu ada di sekitar Dimas untuk mengekorinya.
“Hemmm...!,apa ada yang salah denganku??”tanya Anya pada diri sendiri sambil menatap langit biru yang ada di hadapannya.
“Apa kau melakukan hal yang bertentangan dengan hati nuranimu?”tanya Panji tiba tiba yang kini berdiri dihadapannya.
Anya memanyunkan bibirnya menatap wajah orang yang ada di hadapannya,seolah olah ia tidak mengharapkan kehadirannya saat ini.
Panji menghampiri Anya sambil menyunggingkan senyumannya yang khas,dengan gigi ngingsul miliknya.
Tanpa meminta izin pada Anya Panji menarik tangan Anya dan mengajaknya untuk duduk di trotoar,seperti seorang pengemis.
“Kau tidak memiliki kesempatan untuk dilirik Dimas tadi?”tanya Panji yang seolah olah tahu apa yang telah terjadi beberapa saat sebelum saat ini.
“Apa cerita di dongeng itu benar benar bisa terjadi di dunia nyata?”tanya Anya sambil melirik Panji penuh arti.
“Dongeng yang mana?”tanya Panji tidak mengerti.
“Handsome and the Beast!”guman Anya.
“Siapa maksudmu?,apa aku si handsome  itu?,dan kau adalah si Beast itu?”tanya Panji dengan nada meledek.
“Apa yang akan kau lakukan jika Dimas memiliki saudara kembar identik,apakah kau akan mengincar saudara kembarnya karena kau tidak bisa mendapatkan Dimas?”tanya Panji berandai andai,sambil menatap Anya yang sepertinya tidak memperhatikan ucapannya.
Panji mendesah,karena sepertinya Anya benar benar tidak mendengarkan kalimat yang diucapkannya.
Anya memalingkan wajahny,untuk melihat Wajah Panji dengan mata berbingkai kacamata.
Dengan tanpa meminta izin dari Panji tiba tiba Anya mengambil kacamata milik Panji dan sesaat memperhatikannya wajahnya,masuk kedalam matanya.
Dengan cepat Panji mengambil kacamatanya dan memalingkan wajahnya agar tidak bertatapan dengan Anya.
“Kau memiliki mata yang indah!”seru Anya kemudian.
“Mataku bagus?”tanya Panji yang kembali memakai kacamatanya.
“Mungkin karena itulah Minus betah bersarang dimataku,hingga aku harus menggunakan kacamata!”seru Panji dengan nada serius.
Anya tersenyum dan tiba tiba ia menyandarkan kepalanya pada bahu Panji yang tinggi.
Dengan perlahan Panji menarik nafas,dan menghembuskannya perlahan,perasaannya tiba tiba menjadi kacau,karena hal itu,dan Anya tidak mengetahuinya.
“Apa kau tidak ingin pulang?”tanya Panji sambil mendorong kepala Anya dengan telunjuknya.
“Apa kita harus pulang sekarang?,aku masih ingin seperti ini untuk beberapa waktu lagi!”seru Anya sambil kembali menyandarkan kepalanya pada lengan Panji.
Panji hanya menarik nafas lagi dan menghembuskannya dengan kencang.
“Apa kau sedang mengeluh?”tanya Anya sambil mendongakan kepalanya untuk menatap Panji.
Untuk sesaat wajah mereka bertemu,dan mata pandangan mereka saling bertemu di udara.
“Sepertinya wajahnu tidak asing!”seru Anya mencairkan suasana.
“Benarkah?,apa aku seperti artis?”tanya Panji dengan nada gugup dan berusaha mengalihkan pandnagannya.
Dan tanpa sadar ia telah berpindah posisi,hingga membuat Anya hampir jatuh karena posisinya masih bersandar pada bahu Panji.
Dengan refleks Panji menarik Anya yang hampir terjatuh,dengan mengorbankan kacamatanya terjatuh.
“Apa kau baik baik saja?”tanya Panji dengan terus menatap Anya.
“Kau benar benar mirip dengan seseorang!”seru Anya yang menjadi begitu penasaran.
“Dengan siapa!”seru Panji yang langsung bangkit dari duduknya dan tak menatap Anya.
“Seseorang yang aku kenal!”seru Anya masih penasaran.
Dan tanpa meminta izin tiba tiba Anya mengacak ngacak rambut Panji yang tertata rapi.
“Apa yang kau lakukan?”tanya Panji sambil menepis tangan Anya agar tidak semakin lancang terhadap rambutnya.
“Aku akan pulang sekarang,kau mau ikut atau tidak itu terserah pada dirimu!”seru Panji yang terlihat kesal.
Panji meninggalkan Anya yang masih terdiam di tempatnya menatap punggung Panji,sambil berfikir keras mengingat pada siapa Panji mirip.
....
Di dalam kamarnya Anya belum bisa memejamkan matanya,ia masih memikirkan Dimas,seseorang yang sudah 6 bukan lamanya membuat hatinya berdebar,karena perasan suka dan juga perasaan tidak suka,suka karena banyak alasan untuknya jatuh hati pada Dimas,dan perasaan tidak suka karena ia harus bersaing untuk mendapatkan perhatian Dimas dari para wanita yang terus mencari perhatiannya Dimas.
Anya kembali mengingat awal mula ia bertemu dengan Dimas,dimana saat itu Dengan mudahnya Dimas memberikan bantuan padanya,padahal Dimas dikenal sebagai seorang yang tampan,tapi begitu sombong,karena ia hanya mau bergaul dengan orang orang yang sepadan dengannya,orang yang memiliki derajat sejajar denagnnya sebagai orang yang tampan,dan mungkin sedikit pntar,karena sampai saat itu kepintaraannya belum bisa di sejajarkan dengan Panji,seorang kutu buku yang hanya mengenal dirinya sebagai temannya.
“Panji!”tiba tiba Anya teringat dengan nama itu,orang itu,dan mata itu.
“Panji!,apa dia masih marah padaku karen aaku menyentuh mahkota di kepalanya?”tanya Anya.
Tanpa pikir panjang Anya langsung mengambil jaketnya dan segera berlari meninggalkan kamarnya.
Dengan menggunakan sepeda gunung milik ayahnya Anya mengayuh sepeda untuk menghamiri rumah Panji yang jaraknya cukup lumayan jauh dar tempat tinggalnya.
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh akhirnya Anya sampai di depan rumah Panji yang ternyata sangat megah setelah dipandang dari jarak dekat,karena sebelumnya Panji selalu menolah untuk mengajak Anya kerumahnya,walaupun Anya selalu memaksa untuk mampir kerumahnya.
Sambil memandikan keringat Anya sedikir ragu untuk memencet bel rumah Panji.
“Dia sudah dewasa.Dia tidak mungkin akan mudah marah hanya karena aku mengacak ngacak rambutnya,tapi pasti Panji sangat marah padaku karen aia pernah berkata padaku jika ia akan sangat marah jika ada yang menyentuh rambutnya,karena itu sangat sangat sangat tidaklah sopan!”seru Anya sambil melamun sebelum benar benar menekan tombol bel yang hanya berjarak beberapa cm dari jari telunjuknya.
“Anya!,apa yang sedang kau lakukan disini?”tanya seseorang yang berisi di samping Anya yang tanpak baru keluar dari pintu gerbang samping.
“Dimas!,kau tahu namaku?’tanya Anya tak percaya dengan apa yang di dengarnya,dan dengan apa yangd dilihatnya.
“Kau berada di rumah Panji?”tanya Anya penasaran sambil melirik pintu samping yang baru saja tertutup.
Sesaat kemudian terlihat tingkah Dimas menjadi berubah,seperti menyembunyikan sesuatu.
“Aku!,aku tidak tinggal disini,aku hanya kebetulan lewat dan aku melihat seseorang yang sepertinya pernah aku lihat!”seru Dimas dengan nada gugup dan seperti menyusun kalimat.
“Benarkah?”tanya Anya tak percaya dan seperti mencurigai sesuatu.
“Emmmmm....,apa yang sedang kau lakukan disini?”tanya Dimas mengalihkan pembicaraan.
“Aku akan menemui seseorang!”jawab Anya sambil melihat kearah rumah itu.
“Siapa?”tanya Dimas penasaran.
“Kau mengenal Panji?”tanya Anya ragu.
“Kutu buku itu!”seru Dimas bergumam,Dengan sedikit nada merendahkan.
“Dia bukan hanya kutu buku,tapi orang hebat!”seru Anya tang tidak setuju dengan nada bicara Dimas.
“Hebat?”tanya Dimas tak percaya.
“Ya dia hebat,bagaimana tidak,waktunya selalu dihabiskan untuk membaca,bisa dibayangkan berapa banyak informasi yang bisa ia dapatkan dan tentu saja kita harus menyebutnya sebagai orang yang hebat!”seru Anya membela.
“Jadi seperti itu menurutmu.
“Tapi dia tidak menarik!”
“Siapa bilang dia tidak menarik,dia memiliki wajah yang....(mungkin) tampan,da mata yang indah,tapi ia selalu menutupinya,dan hanya orang orang tertentu yang isa melihat hal itu!”seru Anya yang tanpa sengaja sudah memuji orang lain di depan orang yang disukainya.
“Jadi menurutmu Panji seorang yang seperi itu?”tanya Dimas menegaskan.
“Ya!”jawab Anya sedikit ragu.
Dan Anya baru tersadar jika ia malah memuji laki laki lain di depan laki laki yang disukainya.
“Lalu bagaimana dengan aku?”tanya Dimas tiba tiba.
“Apa?”tanya Anya tidak percaya.
“Ya!,bagaimana dengan aku?”tanya Dimas menunggu.
“Kau terlalu tampan,dan sulit untuk di gapai!”seru Anya tanpa sadar.
Anya membulatkan matanya dan tersadar ia baru saja mengungkapkan sedikit tentang perasaannya pada orang yang disukainya.
“Apa maksudmu?”tanya Dimas tak mengerti.
“Lupakan!”Seru Anya sedikit lega.karena Ternya Dimas tak mengerti.
“Apa itu sebuah pujian terselubung darimu?”tanya Dimas kemudian.
Kembali Anya membulatkan matanya dan cepat cepat membalikan wajahnya untuk menutupi rasa malunya.
Dan betapa terkejutnya saat ia berbalik,ia melihat orany yang tadi ada di hadapannya kini kembali ada di hadapannya waaupun ia sudah membalikan badannya.
“Dimas!”Seru Anya tidak percaya dengan apa yang dilihtanya.
Sesaat Anya terdiam,tercengan,dengan sedikit rasa sadarnya Anya mengamati orang yang kini ada di hadapannya sedikit berbeda dengan orang yang tadi dilihtanya.
“Cepat sekali kau berganti pakaian?”tanya Anya belum bisa mengerti.
Tapi dengan cepat ia mencoba untuk sadar dna mencari akal sehatnya,Anya kembali berbalik,dan ia kembali dikejutkan dengan kehadiran Dimas di belakangnya dengan palaian yang berbeda pula.
“Tidak mungkin!”Seru Anya sambil memegangi kepalanya tidak percaya.
Perlahan Dimas yang ada dibelakang Anya berjalan dan menghampiri Dimas yang ada di hadapan Anya.
“Apa yang sebenarnya terjadi?,apa otaku mulai tidak waras?,apa karen aaku terlalu kelelahan?”tanya Anya pada diri sendiri,yang maish tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Apa maksudmu?,apa kau belum pernah melihat kami berdua?”tanya Dimas yang baru datang.
Sementara Dimas yang diajaknya mengobrol tadi hanya terdiam dan mencoba untuk menyembunyikan wajahnya.
“Ada yang bisa menjelaskan padaku,apa arti dari semua ini?”tanya Anya yang masih tidak percaya.
“Dia saudara kembarku!”seru Dimas yang baru datang.
Rasa tidak percaya Anya sedikit hilang digantikan dengan rasa sedikit senang.
“Kalian lanjutkan saja obrolan kalian!”seru Dimas yang langsung masuk kedalam rumah melalui pintu samping dan kembali membuat Anya terkejut.
“Kenapa Dimas masuk kerumah Panji?”tanya Anya pada kembaran Dimas yang masih mencona untuk menutupi wajahnya.
“Panji!”Seru Anya.
Dan dengan refleks orang yanga da dihadpannya menjawab dan menatap orang yang adadi hadapannya.
Tanpa meminta izin untuk kesekian kalinya Anya kembali mengacak acak rambut kembaran Dimas.dan orang yang diperlakukan seperti itu hnaya diam saja,karena merasa sudah tertangkap basah.
“Panji!”seru Anya setelah merapikan rambut Kembaran Dimasmenjadi gaya rambut milik Panji,dan di sana ia melihat Panji tanpa menggunakan kacamata.
“Panji!,bisa kau jelaskan ini padaku?tanya Anya  hampir menangis karena mersa selama ini telah dipermainkan.
“Apa yang harus aku jelaskan?”tanya Panji polos.
“Semuanya!,sejak kapan kau melakukan ini?”tanya Anya sedikit marah.
“Sudah lama!,sebelum aku mengenalmu!”Jawab Panji tegas.
“Lalu kenapa kau lakukan ini padaku?”tanya Anya yang masih belum puas dengan jawaban Panji.
“Aku tidak melakukan apapun padamu,dan aku sudah biasa melakukannya,karena aku memang seperti ini,aku dan Dimas adalah saudara kembar identik yang selalu mencoba untuk membedakan satu sama lain,walaupun kadang gayaku bukanlah gaya sebenarnya.
“Jadi seperti apa gayamu sebenarnya?”
“Seperti sekarang!”jawab Panji tanpa melihat pada Anya.
“Lalu siapa orang yang aku temui waktu itu?”
“Aku!”
“Kenapa kau tidak langsung mengatakan hal itu langsung padaku?,apa kau menunggu aku mempermalukan diriku terlebih dahulu?”tanya Anya yang sudah sangat malu.
“Kau tidak pernah mengatakan apapun padaku tentang apapun!”seru Panji mencoba untuk menenangkan Anya.
“Kau terlalu pintar untuk bersandiwara!”seru Anya yang sudah benar benar malu,Anya langsung pergi meninggalkan Panji mendekati sepedanya dan mengayuhnya meninggalkan Panji yang terdiam menatapnya pergi.
Sepanjang jalan Anya menangis menahan malu,malu akan curhatannya pada Panji yang selama ini ternyata orang yang disukainya,bahkan Dimas orang yang selamai ini yang dianggapnya sebagai orang yang disukainya sama sekali tidak mengenalnya.
....
Didalam kamar Panji tampa terlihat lesu,sambil menatap langit langit kamarnya ia kembali mengingat kejadian beberapa waktu lalu,saat Dengan gigihnya Anya membelanya dihadapannya yang dianggap Dimas.
Sesekali Panji tersenyum,dan sesekali ia terlihat muram jika melihat kejadian saat Anya hampir menangis dihaapannya.
“Apa yang sesang kau lakukan?,siapa gadis itu?”tanya Dimas yang baru datang sambil membawa beberapa tumpuk buku.
“Temanku!,apa kau tidak mengenalnya?”tanya Panji yang langsung mengubah posisinya.
“Tidak.untuk apa aku mengenalnya?,kau ingin aku dekat dengannya,seperti gadis gadis lainya?”tanya Dimas sambil mmebuka halaman buku yang dibawanya.
“Tidak!”seru Panji yang langsung kembali pada posisinya semula.
“Atau jangan jangan gadis itu datang malam malam kesini,karena ingin menemuiki,tapi pertemu denganku?,kalau iya,katakan padanya sebaiknya jangan atau ia akan sakit hati karena aku sudah memiliki kekasih!”seru Dimas dengan nada bijak.
“Benarkah?”tanya Panji.
“Apa aku pernah mengatakan omong kosong pada sudaraku?”tanya Dimas balik.
“Siapa gadis beruntung itu?”tanya Panji.
“Artika!”Seru Dimas bangga,sambil mengambil foto yang menjadi pembatas buku dan kemudian ditunjukannya pada Panji sambil tersenyum,tapi kali ini tanpa gigi gingsul yang mmebedakannya dengan Panji.
“Kakak kelas kita!”seru Panji meyakinkan.
“Ya!”jawab Dimas mantap.
“Aku kira itu hanya gosip!”
“Sejak kapan laki laki suka bergosip?”
“.....”
Anya belum bisa memejamkan matanya ia masih mengalng memori yang baru saja terjadi,mengingat hal memalukan dalam hidupnya.
“Kenapa?,kenapa?kenapa?kenapa?tanya Anya terus menerus,sambil memukul mukul bantal yang ada di hadapannya.
“Jadi siapa yang sebenarnya aku suka selama ini?”tanya Anya pada diri sendiri.
“Berapa kali aku berbicara dengan Dimas?,baru sekali!”Seru Anya tidak percaya.
“Berapa kali aku bicara dengan Panji?.Berkali kali,dan itu selalu hal tentang Dimas.

Dalam kebimbangannya tiba tiba Suara hp Anya bunyi pertanda pesan masuk,dan pesan itu dari Panji.
“Apa kau sudah tidur malam ini?”
“Belum!”balas Anya
Happy B’day!”
“Apa aku berulang tahun hari ini?,bukankah besok!”
“Lihat jam!”
“12.09 tanggal 14 FEBRUARI!”
“Apa aku salah?”
“Tidak!,tidak ada yang salah dengan orang pintar!”
“Tidurlah,sudah malam!”
“Kau melupakan sesuatu!”
“?”
“Kau mengucapkan selamat ulang tahun,tanpa memberikan aku hadiah!”
“Aku ingin memberikannya,tapi au takut kau tidak mau menerimanya!”
“Memangnya apa hadiah yang ingin kau berikan?”
“Aku ingin memberikan hatiku,tapi aku takut kau akan akan menolaknya,dan kau tahu jika dimanapun di dunia ini tidak ada toko yang mau menerima barang Reject karena kecewa!”
“kau bilang itu adalah hadiah,bukankah seperti apapun hadiah itu aku harus menerimanya dengan senang,karena itu adalah sebuah hadiah!”
“Apa karena sebah hadiah kau mau menerimanya?,dan setelah itu kau akan menyimpannya tanpa mau kau lihat lagi?karena kau tidak suka?”
“Kenapa kau mengatakan hal itu?”
“Entahlah!,aku mersa ada yang mengganjal di hatiku!”
“Aku menyukai Dimas!,tapi Dimas yang membantuku saat di perpustakaan,Dimas yang begitu hangat,dan Dimas yang tidak di buntuti oleh gadis gadis.
“Gadis gadis itu hanya melakukan hal yang sia sia,karena Dimas yang merka kejar telah menentukan hatinya untuk orang lain!”
“Siapa Dia?,apa aku?”
“Sepertinya kau adalah gadis yang kesekian yang mungkin akan kecewa!”
“Sepertinya aku tidak akan kecewa,karena sepertinya aku bukan menyukai Dimas,tapi aku menyukai saudaranya Dimas?”
“Aku sepertinya merasa kecewa denganmu!”
“Kenapa?”
“Karena kau mudah sekali berpindah hati!”
“Aku buakan orang yang seperti itu,karena ternyata selama aku menyukai Diams,selama itu pula aku terus memikirkanmu!”
“Aku bukan anak kecil!”
“Jika kau bukan anak kecil,bisakah kau memneriku kesempatan untuku untuk benar benar bisa mempercayaiku,untuk menerima ‘hadiah’ darimu itu?”
“Bisakah aku menjawabnya besok?,karenaini adalah pulsaku yang terakhir untuk membalas pesanmu ini!”
Anya  tersenyum membaca sms terakhir Panji,dan ia mencoba untuk memantapkan hatinya,jika memang selama ini ia menyukai Panji,bukanlah Dimas,orang yang selama ini ia kira.
Apa dari semua smsmu itu bertanda kita bisa memulainya sejak saat ini?,oh ya,sejak kapan kau benar benar menyukaiku?,ups,mungkin aku terlalu dini untuk mengatakan jika kau sedang memintaku untuk menjadi kekasihmu,tapi dengan kau memberikan hatimu padaku,itu bertanpa kau menyukaiku!”
“sebelum kau menyadarinya!”
Jawban Panji yang kali ini dengan nomor baru.
Nomor siapa ini?”
“Dimas!”
Anya memelototkan matanya,hal yang sejak lama ia inginkan kini terjadi pada hari ulang tahunnya,yaitu mendapatkan nomor Dimas,tapi sepertinya hal itu kini tidak lagi menjadi istimewa.
Kenapa kau baru memberikannya sekarang!,sudah lama aku ingin memilikinya!hehehehe....!
Nomor Dimas?”
Siapa lagi?”
Kau sudah membuatku cemburu!,karena kau masih menyukai Dimas”
“Sudah malam,dan hapus sms terakhirmu!”
....






Rabu, 05 Februari 2014

TELAT 2 BULAN

                                 
  Cerita ini saya alami hari ini rabu 2014 02 05 beberapa jam yang lalu,ketika sedang berada di kerjaan (emang kerjaannya).
Cerita berawal ketika saya sedang berdiri di dekat etalase,dari kejauhan saya melihat dua orang gadis turun dari motor scoopy berwarna hitam,mereka dua gadis dengan penampilan yang sangat berbeda,seperti Dara dan Mitha.yang satu tampak begitu Girly dan Maskulin.
Dengan langkah ragu mereka berjalan menghampiri toko tempatku bekerja,menunggu antrian untuk membeli obat.
Beberapa saat berllau dan suasana sedikit sepi,karena tidak ada pembeli  yang mengantri,bahkan saya sediri,masih bisa sedikit memperhatikan mereka yang berkelakuan ‘aneh’.
Dengan langkah ragu mereka berjalan menghampiriku,dan memilih untuk berdiri untuk di pojokan toko,kami berdiri sejajar hanya terpisahkan oleh etalase yang menjadi pembatas.
Dengan sedikit berbisik gadis berpenampilan tomboy berkata padaku.
“Tri x (Trihexyphenidyl)!”
Dengan tanpa ragu saya segera memberikan apa yang mereka pinta ,karena hal itu merupakan hal yang wajar,karena untuk saya pribadi tampang mereka itu tidak jauh dari nama ‘tri x,tramadol,riklona,zolam dan yang lainnya (makanan anjing kami menyebutnya).
Setelah memberikan apa yang mereka berikan,si tomboy memberikan uang 50.000,diatas etalase.
   Belum sempat saya mengambil uangnya dan dan memberikan uang kembaliannya.tiba tiba si tomboy berbisik lagi kepadaku.
“Mba,ada obat buat terlambat datang bulan ga?,yang ampuh?”
Untuk sesaat saya terdiam,dan berfikir kemana kemana.Dan sesaat kemudian saya mengambil barang yang mereka inginkan.
Dengan pengetahuan yang baru saya ketahui,saya memberikan satu bungkus  obat untuk terlambat datang bulan seperti ‘Nanas merah’ dalam bentuk jamu dan pil.
Dengan antusiasnya mereka menerima apa yang saya berikan,tanpa memikirkan uang 50.000 yang tergeletak begitu saja diatas etalase.
Mungkin saja jika saya mau jahil bisa saja uang itu saya ‘lipet’,tapi saya masih sadar dan saya bukan tipe orang yang suka jahil.
“Ada yang lainnya mbak?,”tanya si girly.
“Ada!”jawabku sambil mengambilkan obat terlambat bulan yang lainnya,seperti jamu Wayang,Kates,dan hampir semua jenis obat terlambat datang bulan yang lainnya,yang saya tahu.
“Ini mapuh ga mba?”tanya si tomboy penasaran,dan menatap saya penuh harap.
Saya tersenyum,sambil mengalihkan pandandangan dati dua gadis didepan saya itu.
“Wah saya ga tahu,saya belum pernah pakai sih!”jawabku enteng,karena saya memang belum pernah menggunakan obat obatan tersebut untuk memperlancar tamu bulanan saya.
“Tolong Mba!,udah telat dua bulan nih!”seru si tomboy.
Untik sesaat saya terism,hati saya terkejut,dan rasa takut tiba tiba melanda perasaanku.sebenarnya saya tahu apa yang mereka inginkan,tapi saya masih memegang hukum yang berlaku bagi kami para karyawan.
Rasa bersalah tiba tib amenghampiri perasaan saya.seandainya saya memberikan apa yang mereka inginkan,yang mereka maksud,maka secara tidak langsung saya sudah membunuh,dan saya tidak mau akan hal itu,tapi saya juga tahu,bahwa saya juga sedang mencoba untuk membunuh.
Aku tahu obat yeng mereka maksud adal Cytotec,Peraturan yang kami pegang adalah kami memebrikan apa yang anda minta asalkan anda memberikan contohnya.iTu saja yang kami  bisa berikan.
“ Ya,yang saya tahu Cuma obat obatan itu aja,dan semua katanya ampuh,kata si yang suka make!”seru saya membela diri.
“Bukan buat saya sih,buat teman saya!”seru si Tomboy menjelaskan.(sebuah alasan yang sebenarnya tidak perlu,dan tidak ingin saya ketahui sebenarnya,tapi mereka menjelaskan)
“Ini beneran ampuh mba!,atau mungkin ada yang lebih bagus lagi,coba tanya sama si bosnya barangkali ada!”seru si tomboy memaksa,sambil melirik bos ku yang sedang duduk di singgasana agungnya.
“Sama aja dia juga akan akan memberikan apa yang saya kasih!”jawabku tanpa ingin memperpajang masalah.
“Ya udah deh saya ambil semuanya!”seru si tomboy dengan nada tegas dan sangat bernafsu.
“Enak aja loe mau ngebunuh emak gua!”seru si girly dengan nada kaget,dan begitu juga dengan saya.
“Mendingan mbak ambil slah satu dari obat obatan ini,tapi ngambilnya jangan Cuma satu!”seru saya memberikan solusi.
“Iya!,mending begitu emangnya loe mau ngebunuh orang!”seru Si Girly sambil terus mentap temannya heran.
Dan akhirnya keputusan mereka ambil,mereka mengambil 2 jenis obat dan membelinya dalam jumbah tidak sedikit.
Setelah mereka pergi persaan bersalah saya masih menghampiri saya,sungguh untuk pertama kalinya semenjak saya bekerja di sana saya merasa snagat berdosa.

NOTE:Buat kalian sebagai manusia,seharusnyamulailah mengerti akan arti dari tanggung jawab,karena semua perbuatan pasti ada konsekuensi yang harus di pertanggung jawabkan.                                                                                                              

Minggu, 02 Februari 2014

MEMOIRS IT’S FUNNY


Kenangan adalah sesuatu yang telah terjadi dan tidak akan mungkin lagi bisa diulang bagamanapun caranya,hanya saja kita bisa mengingat ingatnya kembali walupun pasti ada sedikit potongan potongan yang tidak terbawa dalam kenanangan yang sedang kita ingat.
Setiap kenangan memiliki kategori,kenangan sedih,senang,bahagia,haru,lucu dan masih banyak lagi,bahkan kadang ada kenanngan yang sama sekali kita lupakan,bukan karena kenangan itu tidak teralalu penting tapi mungkin karena memori otak kita tidak bisa menampungnya.
Dan saya akan sedikit bercerita tantang memori memori saya yang menurut saya kejadiannya lucu,memalukan tapi sulit untuk dilupakan.
Cerita diMulai saat saya masih duduk di bangku kelas satu SMP,saat itu adalah jam jam terakhir dan pelajaran terakhir adalah Sejara,bisa dibayangkan selesai olehraga,lalu pelajaran Sejarah,Saungguh sangat membuat kita harus bertahan dari rasakantuk yang melanda,waktu itu,sedang di adakan ulangan,tapi ulangannya bukan dalam lembar jawaban,hanya murid membaca soal dan langsung menjawabnya,dan guru Sejarah saat itu adalah Pak Badrun,saat itu giliran saya,saya membaca soal yang kebetulan sebuah pilihan ganda dan menyebutkan pilihan jawaban,semua benar sesuai jawaban,dan yang menjadi sanagt lucu,(karena seisi kelas tertawa)saya menyebutkan pilihan saya dan itu benar tapi saya salah menyebutkan namanya dan itu membuat saya sungguh sangat malu.(pilihan gandanya benar saya jawab D.dengan jawaban Dongso,tapi saya menyebutkan Dolmen).Mungkin itu akibat dari kondisis tubuh yang sudah tidak singkron dengan pikiran.
Saat itu ujian akhir semester,waktu itu tahun 2003,saat saya sedang mengerjakan ujian untuk B Indonesia.saat itu saya sedang mengerjakan soal esay,dan tugas terakhirnya adaah mengarang.Tanpa pikir panjang saya sudah menyiapkan ide untuk ide mengarang saya,walaupun saya tahu tidak ada tema untuk mengarang.
Mungkin waktu setengah jam berlalu,hingga saya selesai dengan karangan saya,sampai saya akhirnya kembali mengoreksi lembar jawaban saya untuk memperbaiki yang mungkin ada jawaban yang menurut saya salah,dan masih bisa diperbaiki,karena masih ada banyak waktu tersisa,dan betapa terkejutnya saya ketika menjelang waktu waktu terakhir ternyata ,dlam tugas terakhir (memang) adatugas mengarang tapi temanya adaah mengarang membalas surat yang sudah dikirimkan,untuk sejenak saya merasa bingung karena sudah tidak ada waktu dan tempat untuk saya menulis karangan untuk balasan surat itu,tapi untung saja ada sebah ide yang langsung menghampiri saya,dibalik lembar jawaban,saya kembali mengarang untuk membalas surat yang sudah tersedia.Dan hasilnya saya membuat dua karangan untuk tugas akhir dari soal ujian tersebut,sebuah karangan untuk mmebalas surat,dan mengarang untuk ide yang yang sudah saya siapkan dari rumah,(karena setiap ujuan B Indonesia dapat dipastikan ada tugas mengarang.)Sebenarnya tugas kali ini cukup mudah,karena kita hanya di tugaskan untuk membalasa surat untuk tugas mengarang kita,tapi saya terlalu bernafsu,sehingga akhirnya saya membuat dua tugas sekaligus.mengarang dan membalas surat.(semoga nilainya double(telat)).
Sejak kejadian itu tidak ada lagi hal hal yang membuatku malu,ya malu padauru yang mengoreksi,dan lucu,karena aku terlalu kesusu dan nafsu.
Sampai pada suatu hari saat saya duduk di kelas 2 smp.Waktu itu saat pelajaran B Indonesia,entah pelajaran mengenai apa,tapi tiba tiba guru pembimbing bercerita tentang seorang murid yang menulis dua tugas sekaligu,mengarang dan juga menulis surat.
Perasaan saya langsung mencelos,dan menyadari hal itu,karena itu adalah ulah saya,tapi yang jadi pertanyaannya adalah,apakaha guru tersebut tahu jika saya yang melakukan hal itu,pertanyaan itu masih tersimpan sampai saat ini,saat saya menulis tulisan ini.Saya menembak mungkin guru membimbing tahu nama murid yang melakukan hal itu,dan dia ada di kelas yang di bimbingnya ya itu dikekasku.Ibu Herni Rudatin DO YOU KNOW WHO I AM?????.
Kejadian lucu juga terjadi pada saya saat saya duduk di kelas 3 smp. Seperti yg kita tahu pak Dikun guru B Inggris,hanya memberi tugas sebuah Artikel disalin lalu di cari artinya dan kemudian di nilai.Ada cerita unik akan hal itu terutama untuk saya pribadi.Saya diajar B Inggris oleh pak Dikun saat duduk di kelas 3,tepatnya 3E (ANGKATAN 2005).
Waktu itu Sudah beberapa kali pertemuan pelajaran B Inggris,pak Dikun Hanya memberikan tugas untuk menyalin sebuah bacaan lalu di artikan.(Mungkin beliau terlalu sibuk mencari anak anak bandel yang suka nongkrong di luar kelas).Dan kejadian yang unik terjadi pada saya saat ulangan Geografi,saat itu saya duduk di pojok paling belakan,dekat dengan jendela.
Waktu itu guru saya adalah Ibu Sofkhah,sambil memperhatikan muridnya Ibu Sofkhah melihat jadwal pelajaran setelah pelajarannya dan kebetulan waktu itu setelah pelajaran beliau adalah pelajaraan B Inggris,awalnya saya tidak curiga sama sekali saat beliau berkeliling,tapi tiba tiba saat beiau berada di barisan saya,beliau berbisik pada saya untuk menunjukan buku Catatan B Inggris milik saya.
Sontak saya kaget,dan dengan sedikit rasa deg degan saya ambil buku cataan saya dan kemudian saya serahkan pada ibu guru.
Persaan saya campur aduk saat ibu guru melihat lihat satu demi satu tiap lembar buku catatan saya.
Sebenarnya tidak perlu adayang di khawatirkan akan catatan itu karena saya sudah selesai dengan tugas yang pak Dikun berikan tapi yang membuat saya deg degan adalah arti atau terjemahan dari bacaan yang saya terjemahkan itu,karena apa yang saya tuliskan di sana bukanlah arti sebenarnya dari apa yang ditulis disana (bahasa inggrisnya) melainkan yang saya tulis adalah lirik lirik lagu dari penyanyi yang sedang saya sukai,seperti lagu Marcel,Kahitna,Ari Lasso,Yovie and the nuno dan banyak lagi.Saya  tidak tahu apakah ibu guru membaca arti yang saya tulis,(sepertinya sih membacanya).
Tapi saya merasa malu jika mengingatny.Buat yang pernag di ajar b inggris sama pak Dikun pasti tahu kan bagaimana beliau mengajar!!!!!,hanya memberi tugas (banyak) lalu pergi,lalu di kumpulkan,lalu di nilai tanpa mengoreksi terlebih dahulu.....



NOTE:Masih banyak cerita yang memalukan  (menurut saya)yang mungkin lebih memalukan.Dari yang diatas,tapi seperti yang saya tuliskan sebelumnya,memori otak tidak bisa menyerap semuanya.