Rabu, 11 Desember 2013

CINTA (TAK) MENUNGGUMU LAGI Part 01

Citra duduk terdiam mengadahkan wajahnya kearah langit.menikmati hembusan angin pantai yang dengan lembut menampar wajahnya.perlahan Citra membuka matanya yang tertutup dan menatap langit.kini langit berwarna kuning jingga.sekejap memori masa lalunya datang menghampiri.waktu itu,5 tahun yang lalu perasaannya campur aduk menjadi 1.
  Dimana hari itu Citra mendapatkan surat kelulusannya.dan saat itu juga Dika mendapatkan Tiket untuk menyusul orang tuanya ke luar negri.dan melanjutkan sekolah disana.
  Entah apa perasaan yang harus ia tunjukan,bahagiakah atau kesedihan yang melanda,ditinggalkan orang yang selalu memberi warna pelangi diharinya.
  "Jadi kamu akan pergi?"tanya Citra yang melihat tiket pesawat ditangannya.
 "ya!"jawab Dika singkat.
 "Oke kalau begitu!"seru Citra mencoba tegar Walau dalam hatinya rapuh.
 "Apakah kau akan kembali?"gumam Citra dalam hati.
 "Kamu ga papa?"tanya Dika memastikan.belum sempat Citra menjawab tiba tiba Dika mendapatkan telepon dan Dikapun langsung mengangkatnya dan seperti kebiasaannya Dika mengabaikan Citra. 
 Citra tersadar itu sudah 5 tahun yang lalu.waktu itu sudah berlalu.tak perlu menyesali dengan apa yang telah terjadi.tak perlu membongkar kenangan yang sudah terkubur.
 Tapi ada 1 hal yang membuat Citra sampai kini penasaran.selama itu Citra masih berharap hubungannya dengan Dika masih sama,tak ada yang berubah.mereka masih memiliki hubungan.
 Hal yang bodoh memang jika Citra masih mengharapkannya.tapi hatinya terus menguatkannya untuk bertahan dengan keyakinannya. 
............. 
 Lamunan Citra buyar karena kedatangan iren teman yang sudah menemaninya sejak bangku SMP. "Maaf ya,nunggunya lama ya??"seru Iren dengan suara cemrengnya.
 "Lumayan."jawab Citra datar.
 "Ada apa?ada yang penting?sampai sampai kamu ngajak aku ketemuan disini?"tanya Citra.
 Iren duduk disamping Citra dan merangkul bahu Citra dan kemudian menyenderkan kepalanya dibahu Citra.
 "Cit,kamu udah denger kan kalau aku dijodohin sama anaknya temen papaku yang dari luar negri??".tanya Iren.
 "Ya!,kenapa?"tanya Citra yang juga merebahkan kepalanya dikepala Iren.
 "Dia udah dateng ke Indonesia,dan aku udah ketemu dengannya!"jelas Iren.
 "Oh ya?bagaimana orangnya?"tanya Citra yang tampak antusias dengan mengangkat kepalanya dan menatap wajah Lren yang tampak Ceria.
 "Dia ganteng sekali.dan aku ga niat nolak kalau harus menikah dengannya.emm...aku punya fotonya,kamu mau liat?".tanya Iren sambil mengambil ponselnya.
 "Em...kayaknya ga perlu.aku harus segera mengangkat telepon ini dan pergi!"seru Citra sambil bangkit dari tempatnya dan meninggalkan Iren.sementara Iren masih di tempatnya dan memandangi layar ponselnya. 
............
  Dengan perasaan campur aduk Citra menemui manager barunya yang super nyebelin.gayanya sok cool tapi nyebelin.ke coolannya yang membuat semua bawahan serba salah.dengan langkah sedikit berlari Citra menghampiri managernya yang bernama Restu yang sedang berdiri didepan pintu  "Mungkin dia mau menjadi patung selamat datang!"gumam Citra dalam hati,dan menyungingkan senyum tipis diwajahnya.
 "Kenapa kamu senyum senyum sendiri?.seperti orang....tidak waras!"seru Restu dengan nada agak ketus.
 "Maaf pak!"seru Citra sambil mengangguk.
 "Kamu tidak sopan ya,tidak mau menatap lawan bicara kamu!"seru Restu.
 "Maaf pak!"seru Citra sambil mendongakan kepala dan menatap wajah Restu lekat lekat.
Sejenak suasana hening antara Citra dan Restu.tampak Restu memperhatikan Citra dari atas kebawah,dan Citrapun memperhatikan Restu yang memperhatikannya dengan tatapan aneh.
 "Senyum kamu manis juga!"seru Restu dengan suara berbisik.
 Seketika Citra menjadi ilfil melihat atasannya sambil menyerengitkan hidungnya yang mancung seperti burung Beo.
 "Jadi sepertinya kamu pantas jadi patung selamat datang disini!"lanjut Restu dengan nada normal.
 Dengan seketika hati Citra menjadi dongkol dan ingin meledak.tapi hanya dia wakilkan dengan tatapan sinis pada Restu managernya.
 "Citra!"panggil Restu.
 "Ya pak!"jawab Citra cepat.
 "Apa ada yang salah dengan wajah saya?"tanya Restu.
 "Tidak pak!"jawab Citra sambil menggeleng polos seperti anak kecil tak berdosa.
 "Lalu kenapa kamu terus menatap saya dengan tatapan seperti itu pada saya!"jelas Restu.
 "Kan bapak sendiri yang bilang.harus menatap lawan bicara,jika sedang bicara!"jelas Citra tak mau kalah.
 "Kamu ini!"seru Restu dengan nada gemas.
 "Susi!kamu gantikan tempat Citra.Hari ini Citra menggantikan tempat Adit!"seru Restu dengan nada sedikit berteriak.
 Sementara dari kejauhan Citra dan Susi saling melempar pertanyaan dengan bahasa tubuh dan tatapan mata.dan wajah cemberut yang terpasang diwajah Citra.
............. 
 Akhirnya jam jam yang melelahkan telah berakhir dengan langkah kaku Citra berjalan menuju pangkalan ojek,tempat biasa ia tuju tiap pulang kerja,karena disana telah menunggu dengan setia tukang ojek langganannya pak Bagyo.
 Belum sampai ditempat tukang ojek mangkal tiba tiba sebuah mobil Kijang berwarna biru dongker mencegatnya.dan kemudian kaca mobil terbuka.
 "Citra!masuk biar saya antarkan kamu!"seru pemilik mobil agak jadul itu.seketika raut wajah Citra berubah,ketika melihat pemilik mobil itu.
 "Pak Restu!ga salah nawarin gua tumpangan!"pikir Citra tak percaya.
 "Terima kasih pak,tapi saya sudah ada jemputan!"tolak Citra dengan alasan yang lumayan halus.
 "Tukang ojek itu?"tanya Restu dengan pandangan menatap kearah tukang ojek yang tak jauh ditepi jalan.
 "Iya!"jawab Citra sambil cengar cengir.
 "Cepat masuk,saya tahu kamu pasti lelah berdiri beberapa jam dengan memakai sepatu hak setinggi itu,ayo naik,kamu akan nyaman duduk di jok mobil dibandingkan jok motor tukang ojek itu!"seru Restu panjang agar Citra mau naik mobilnya.
 "Kalo udah tahu aku pake hak setinggi ini kenapa anda tetap menyuruh saya untuk jadi patung selamat datang!"gerutu Citra dalam hati.
 "Ayo naik,apa perlu saya membukakan pintu mobil dan mendorongmu untuk masuk?"tanya Restu masih memaksa.
 Tanpa berpikir panjang Citra langsung masuk mobil dan duduk dengan patuh.dan seketika kenikmatan duduk dirasakan Citra.
 "Bagaimana cukup enakan kalau duduk lurus!dibandingkan harus duduk menyamping di jok motor tukang ojek!"seru Restu.
 "Iya pak!"jawab Citra dengan senyum terpaksanya.
 "kamu bisa lepas sepatu kamu sebelum kamu turun dari mobil ini.pakai sabuk pengaman,biar bagaimanapun keselamatan jadi nomor 1.dan 1 lagi.jangan panggil saya pak,karena ini bukan lagi jam kerja!"oceh Restu panjang lebar,membuat Citra panas mendengarnya.
 Mobil Restu berjalan dan kemudian berhenti tepat didepan pangkalan ojek langganan Citra.
 "Kok kita berhenti P...!".suara Citra terhenti ketika ia bingung harus memanggil Restu apa kecuali pak.
 "Restu.cukup panggil saya Restu diluar jam kerja.ojek langganan kamu mana?panggil!"seru Restu.
 Citra terkejut dan penasaran apa yang akan Restu lakukan pada pak Bagyo.dan Citra patuh dengan memanggil pak Bagyo.
 "Mba Citra,sudah ada yang mengantar?"tanya laki laki setengah baya itu dengan nada agak kecewa.
 "Iya pak,mumpung ada tumpangan gratis!"seru Citra dengan nada agak menyindir.
 "Pak ini buat bapak,karena malam ini langganan bapak tidak naik ojek bapak!"seru Restu yang tiba tiba memberikan uang pada Ojek langganan Citra.
 "Pak apa apaan ini!"seru Citra terkejut."itu rejeki beliau!"seru Restu yang kemudian menjalankan mobilnya. 
............. 
 Mobil Restu telah lama berhenti ditepian jalan yang terbagi menjadi 3 bagian.ia bingung harus mengarahkan kemana mobilnya.karena ada 3 arah jalan didepannya,sementara Citra orang yang tahu persis jalan menuju rumahnya sedan terpulas karena kelelahan yang melandanya.
  Restu tak tega membangunkannya karena ia tampak sangat kelelahan.maka Restu memutuskan untuk menunggu Citra sampai ia bangun.sesekali Restu mencuri pandang kearah wajah Citra yang terlelap.dan diam diam Restu mencuri gambar wajah Citra dengan menggunakan kamera hapenya.tapi sial untuk Restu,baru selesai mengambil 1 gambar,Citra terbangun karena suara efek dari kamera hapenya yang tidak di silence.
 "Pak Restu,sedang apa?"tanya Citra yang terbangun.
 "Oh,tidak,saya sedang mencoba kamera hape saya!"seru Restu beralasan dan tampak salah tingkah.
 "Oh kita dimana?"tanya Citra sambil melihat keluar mobil.
 "Didepan ada 3 jalan.dan saya tidak tahu,jalan manya yang menuju rumahmu!"seru Restu menjelaskan.
 "Kenapa bapak tak bangunkan saya!"seru Citra kesal.
 "Kita ga usah bahas itu?sekarang kasih tahu saya,mana jalan menuju rumah kamu?"tanya Restu sambil menyalakan mesin.
 "Ni orang berbuat baik tapi tetep bikin kesel."gumam Citra dalam hati. 

............. 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar