......
Menjadi guru private adalah pekerjaan yang mau tak mau harus Dhea lakukan karena saldo dalam tabungannya menipis,sementara kiriman dari orang tua belum datang karena tanggal kedatangan masih jauh.
Menjadi guru private adalah pekerjaan yang mau tak mau harus Dhea lakukan karena saldo dalam tabungannya menipis,sementara kiriman dari orang tua belum datang karena tanggal kedatangan masih jauh.
Semua kejadian bermula saat secara tak sengaja Dhea menabrakan diri dengan sepeda gunung harta satu satunya pada sebuah Mercy yang bisa dibilang tak mahal(memang tak mahal sih segala hal yang berhubungan dengan mobil itu).
Tak ada yang terluka parah dalam kejadian naas itu,hanya saja ada korban.Mobil Mercy itu mengalami lecet lecet dan sedikit penyok pada bemper belakangnya dan pemilik mobil dengan tegas meminta Dhea untuk menggantinya.Karena merasa itu memang salahnya dan dengan ikhlas tapi terpaksa Akhirnya Dhe hrus bertanggung jawab atas kerusakan itu.Tayang seluruh saldo tabungannya belum cukup untuk menutupi.Dan perjanjianpun dibuat.
Dhea harus menjadi guru private bagi pemilik mobil itu dengan gaji yang dihitung secara harian dan jumlah gaji itu ternyata tak banyak,dann Dhea harus menjad guru private orang itu selama beberapa hari sampai jumlah uang yang terima mampu untuk membayar hutangnya.sementara mobil Mahal itu harus beristirahat dulu di bengkel.
Dan ini adalah hari ketiga Dhea menjadi guru private bagi muridnya yang bernama Junior.Dan sampai sekarang Dhea tak tahu apa alasannya mengapa ia menginginkannya menjadi guru private untuknya padahal mereka belum sekalipun bertemu,Dan sangat tidak mungkin kalau orang itu tahu kalau Dhea memiliki otak encer dan nilainya selalu masuk sepuluh besar.
Tapi apapun itu,Dhea merasa beruntung bisa memanfaatkan otaknya yang pintar untuk berbagi dengan orang yang kurang beruntung seperti Junior.
Junior adalah seorang anak dari keluarga pengusaha yang sukses tapi juga kesepian karena kedua orang tuanya tak pernah aada dirumah untuk menemaninya,bahkan selama Dhea mengajari Junior,tak pernh sekalipun Dhea bertegur sapa dengan pemilik rumah itu kecuali dengan Junior,pembantu rumah tangga,dan supir Junior yang mengenal Dhea dari awal mereka bertemu.
Untuk menjadikanya guru private pun Itu adalah inisiatif junior sendiri,mungkin ia merasa orang bodoh yang kaya,atau orang kaya yang bodoh,toh artimya akan sama saja,hanya pembolak balikan kata.
Junior Dimata Dhea adalah orang yanaga tidak terlalu bodoh,karena dengan sanagat cepat ia bisa menangkap apa yang telah Dhea jelaskan.Dan yang membuat Dhea makin terkejut adalah Junior tak pernah menyang pendidikan formal,ia selalu mengikuti metode pembelajaran Home schooling,dan mungkin itulah yang membuat ia semakin kesepin,selain jarang bertemu dengan orangtuanya,ia juga tak mempunyai teman,seperti teman sekolah.
Junior dimata Dhea adalah sosok anak laki laki yang pendiam,tapi kadang juga sangat cerewet dan selalu fokus pada satu hal,termasuk padanya.
Sudah beberapa detik lalu,Mata Junior menatapnya dari balik kaca matanya yanag minus.Sementara Dhea begitu semangat menjelaskan sampai sampai ia tak tahu jika Junior memperhatikannya.
"Apakah kau tak capek terus berbicara!"seru Junior buka suara sambil menaruh wajahnya diatas tangan yang ia taruh diatas meja.
Sejenak Dhea terhenti dari pekerjaannya dan melirik Junior yang sedang memperhatikannya.
"Kau memperhatikanku!,atau memperhatikan penjelasanku!"tanya Dhea yang hanya sekilas memandang Junior.
"Keduanya!"jawab Junior tanpa mengubah posisinya.
"Apa kau selalu seperti ini jika bersama gurumu!,hingga membuat mereka 'kabur'"tanya Dhea sambil membuka halaman buku dan sesekali melirik Junior.
"Tidak pernah!"jawab Junior singkat.
"Aku sengaja memberi mereka cuti agar aku biasa bersamamu!"seru Junior yang terdengar terus terang.
Dhea mendelik mendengar ucapan Junior dan membuatnya bertanya tanya.
"Lalu dari mana kau tahu jika otaku diatas rata rata!"seru Dhea dengaan nada sombong.
"Aku pernah melihatmu di koran!"jawab Junior junur.
"Benarkah!"seru Dhea senang."apa isi berita itu?"tanya Dhea penasaran.
"SISIWA BERPRESTASI DAN BERBAKAT!"Jawab Junior dengnan nada yang menyenangkan hati Dhea.
"Bolehkah aku membaca berita itu!"tanya Dhea berharap.
"Ups sorry waktu itu aku membaca berita tentangmu disebuah koran yang menjadi bungkus kue pancong yang aku beli,dan tentu saja sudah kubuang.
Seketik wajah Dhea menjadi cemberut dan tak bersemangat untuk mengajar lagi.
"Kita istirahat sebentar!"seru Dhea menutup bukunya.dan beranjak dari temmpat duduknya.
"Bagaiman kalau kita istirahat lama!,ngomong ngomong soal kue pancong tiba tiba aku ingin memanaknya!"seru Junior,sambil bangkit dari tempatnya.
"Kau tahu dimana pedagang kue pancong itu!,aku kira tak ada pedagang yang lewat di kompleks perumahan mewah ini kecuali tukang sayur,loper koran,dan hal hal yang bisa dibilang tak biasa!"seru Dhea sambil mendongak pada Junior yang berdiri disampingnya.
"Kita akan menmukannya diluar kompleks!"seru Junior sambil menarik tangan Dhea untuk berdiri.
"Kau tahu tempatnya dimana?"tanya Dhea yang terseok seok mengikuti langkah Junior yang panjang.
"Kau tahu dimana tempatnya!"tanya Dhea mencoba mengimbangi.
"Kita akan mencarinya!"seru Junior optimis.
Sementara Dhea hanya menuruti dan bingung.
....
Sebelum pergi mereka bedua pamitan pada kedua orang yang ada di rumah,yaitu pembantu dan supir Junior.
Awalnya Mereka berdu ts mengijinkan tapi Junior meyakinkan dan Dhea juga mengatakan jika ia juga akan menjaga majikan mereka,karena sedikit banyak Dhea lebih tau medan diluar kompleks,dibandingkan Junior yang selalu keluar pintu gerbang kompleks menaiki mobol mercymya yamg sedang beristirshst dibengkel.
Wlaupun Dhea berhasil meyakinkan penghuni rumah tapi urat kekahawtiran tampak diwajah mereka membuat Dhea bertanya tanya tapi tak ia tanyakan pada Junior kenapa.
Dengan berjalan kaki Junior mengajak Dhea keluar dari istananya dan keluar dari area kompleks rumahnya.
Padahal dalam hati Dhea berharap ia akan pergi berdua dengan menggunakan mobil mewah yang lainnya yang ada di garasi yang selalu ditutupi.
"Kau tahu tempatnya diman atukang kue pancong itu?"tanya Dhea sambil mendongk melihat wajah Junior yang terlalu tinggi baginya.
Walaupun usia mereka hampir sama tapi tinggi tubuh mereka terlampau jauh.Dhea hanya setinggi bahu Junior,sementara tinggi Dhea 155 cm.
"Aku tak tahu tapi aku yakin bisa menemukannya!"seru Junior optimis.
"Waktu itu kau menemukannya dimana!"tanya Dhea agak kesal karena merasa dipermankan.
Junior terdiam sejenak dan berfikir
"Waktu itu aku sedang bersama dengan orang tuku dan disaat lampu merah aku lihat pedagang itu,dan ibuku membeliakannyauntuku!"cerita Junior singkat.
Dhea mendelik mendengar penjelasan Junior yang tidak memberikan petunjuk apa apa.
"Junior disini lampu merah banyak sekali,masa kita harus mendaranginyasatu satu!"keluh Dhea kesal.
"Untuk apa kita mencarinya!,lagipula aku sudah tak ingin memakannya sekarang!"seru Junior enteng.
"Lalu apa yang akan kita lakukan disini?,lebih baik kita pulang dan lanjutkan pelajaranmu!"seru Dhea yang hendsk berbalik arah kembali kekompleks perumahan mewah itu.
"Hey!,jangan pergi lagi,aku ingin menikmati kebebasan ini,dan hari ini aku ingin libur belajar!'seru Junior yang menarik tangan Dhea dan menjelaskan
"Tapi aku harus mendapatkan unag agar aku bisa cepat mengembalikan unagmu!"seru Dhea beralasan.
"Hari ini kamu akan tetap aku gaji,asal denagn satu syarat,ajak aku ketempat yang menurutmu menarik untuk dikunjungi!"seru Junior polos dan senang.
Dhea menatap Junior sejenak tampak terlihat harapan dan kebahagiaan denga kebebasannya walaupun ia baru bebas dari gerbang depan kompleks rumahnya.
Dhea menyetujui syarat tersebut dan denga senang hati Dhea mengajak Junior ketempat yang menuruntnya menyenangkan.Junior makin bahagia dibuatnya dan Dheapun merasa senang dengan hal itu
"kapan lagi ketempat yang penegn dikunjungi tapi tidak pernah sempat,dan dibayari pula!"gumam Dhea dalam hati senang.
"Kita akan kemana?"tanya Junior polos.
Dhea milirik jam tangan Junior dan berfikir sejenak.
"Kau suka nonton!"tanya Dhea menemukan sebuah ide.
"Nonton film!,tentu aku suka.suka sekali!"seru Junior meyakinkan.
"Film apa yang kau suka?,horor,action,drama,komedi?"Dhea mengabsen semua jenis film yang ia tahu.
"Aku selalu menonton semua film yang orang tuaku belikan untuku!"jawab Junior polos.
Dhea mengerutkan kening dan menatap Junior aneh dan junior menangkapnya.
"Ada apa?"tanya Junior.
"Kau belum pernah menonton dibioskop?"tanya Dhea sekaligus menebak.
Dengan polos Junior menggeleng dan hati Dhea tertawa karenanya.
"Film apa yang selalu kau tonton?"tanya Dhea ketiak mereka berjalan menuju bioskop yang tak jauh dari perumahan elite itu.
"Entahlah,aku selaulu dibust tertawa olehnya dan kadang menangis!"
"Drama komedi!"seru Dhea menebak.
"Mungkin!"jawab Junior tak pasti.
"Kau ingin menonton Film yang membuat jantungmu hampir copot?"tanya Dhea.
Junior terdiam sejenak dana ia memegangi dadanya.
"Boleh juga!"seru Junior seolah olah meyakinkan dirinya.
.....
Setelah mendapatkan tiket Dhea dan Junior menunggu di depan pintu masuk karena waktu hanya tinggal menunggu.
"akhirnya kesampean juga bisa nonton sama cowok,dan impianku,bisa makan popcorn gratis!"guman Dhea dalam hati senang sementara ketegangan terpampang diwajah Junior.
"Apa filmnya semenegangkan posternya?"tanya Junior tegang.
Belum sempat Dhea menjawb pertantaan Junior tiba tiba petugas bioskop sudah membuka pintu bioskop tempat mereka akan masuk.
"Ayo!"seru Dhea sambil menarik Tangan Junior.dan didepannya berdiri petugas bioskop yang sudah dikenalnya,dan Dhea merasa bangga bisa nonton dengan seorang pria walaupun statusnya bukan kekasih,tapi paling tidak semua mata yang memandang akan beranggapan seperti itu.
Seelah mendapatkan tempat duduk sesuai dengan nomor yang ada ditiket Dhea mulai merayu Junior untuk membelikannya makannan dan minuman yang beredar didalam teater.
"Beli popcorn agar ketegangan tak terlalu terasa,dan jangan lupa minum agar tidak tersedak jika terkejut!"seru Dhea.
Seperti kerbau yang dicocok hidungnya Junior mengikuti setiap ucapan yang dikatakan Dhea,dan Dhea senang dibuatnya.
Film dimulai awalnya Junior menikmatinya tapi lama kelamaan ia tak tahan dan ia lebih banyak menutup mata dan telinganya.bahkan sesekali ia meraih tangan Dhea dan menggenggamnya erat.membat Dhea terkejut tapi Junior segera melepaskannya.
"Bisakah kita keluar sekarang!"bisik Junior dari bising suara yang dihasilkan sound film.
"Ada apa?"tanya Dhea yang merasa terganggu.
"Aku jelaskan nanti!,tapi please kita keluar sekarang ya!"seru Junior memohon.
Dhea merasa kesal pada Junior tapi ia tahan lagi pula ia juga ingat bahwa Juniorlah yang telah membawanya kebioskop dan menikmati makanan yang ingin sekali ia makan tapi selalu ia gagalkn karena harga nya hampir sama dangan harga satu tiket masuk.
......
"Ada apa denganmu?,kenapa tiba tiba kau ingin keluar?"tanya Dhea ketika mereka berdua keluar dari pintu bioskop.
"Ada apa denganmu?,kenapa tiba tiba kau ingin keluar?"tanya Dhea ketika mereka berdua keluar dari pintu bioskop.
"Aku tak suka dengan hal hal yang membuat jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya.itu sangat melelahkan dan aku membencinya!"seru Junior yang tampak pucat.
Dhea memandang wajah Junior,wajahnya tampak pucat dan berkeringat.dengan refleks tangan Dhea menyentuh dahi Junior.
"Kamu ketakutan tadi!"seru Dhea yang melihat kepanikan itu.
Dhea mengambil tissue dari dalam kantongnya dan memberikan selembar pada Junior.
"Lap keringat kamu dulu!"seru Dhea sambil berlalu dan Junior mengikutinya.
"Apakah aku membuatmu kecewa?"tanya Junior yang berusaha mengimbangi langkah Dhea.
"Kau tahu itu adalah film yangbaku tunggu tunggu sejak lama!"seru Dhea meluapkan kekesalannya sedikit.
"Mungkin lain kali kau bisa menontonnya sendiri!"seru Junior menyemangati.
Dhea terdiam dan sejenak memandang Junior yang mulai segar kembali.
"Apakah kau hanya menyukai film drama!"tanya Dhea sekaligus menuduh.
"Entahlah,tapi aku tak menyukai film yang membuat jantungku bekerja lebih keras!"seru Junior menjelaskan lagi.
"Oke!,lupakan itu!,lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya!"tanya Dhea menyimpan kekecewaannya.
"Apakah kau lapar?"tanya Junior sambil memainkan matanya.
Dhea tersenyum dan mengangguk.
"Kau tahu tempat yang enak makannanmya disini?"tanya Junior yang hanya melihat outlet outlet fast food.
"Ada tapi itu adanya diluar gedung.Bagaimana jika kita makan makanan yang ada disini!,makanannya juga enak!"seru Dhea menwari.
Junior terdiam sejenak untuk berfikir.
"Aku belum pernah makan makanan seperti itu sebelumnya!"seru Junior dalam hati.
"Bagaimana?,tanya Dhea menunggu.
"Baiklah!,tapi kau yang memilihkan makanan untuku!"seru Junior yang terdengar tak mau ambil pusing.sambil menyerahkan selembar uang berwarna merah.
"oke!,kalau begitu kau pilih meja yang kosong dan aku akan membelikan makannnya"seru Dhea sambil pergi meninggalkan Junior dan menuju outlet makanan.
Junior menuruti printah dan ia segera duduk dibangku yang kosong sambil melirik jam tangannya.
"Mengapa waktunya begitu cepat berlalu,padahal aku baru memulainya sekarang!"seru Junior dalam hati.
Sesaat kemudian Dhea datang dengan membawa satu nampan berisi dua minuman dan dua bungkus burger.Dhea menaruh nampan itu dimeja dan dengan heran Junior memperhatikan bungkusan itu.
"Apa itu?"tanya Junior polos.
Dhea mendelik tapi segera ia redam,mencoba mengerti keadaan Junior yang seperti orang primitif tak tahu apa yang ada dihadapannya.
Dhea duduk dihadapan Junior membegi makanan dan minuman yang ada dihadapannya.
"Ini namanya Burger!,roti isi daging,sayuran dan cheese!,apakah kau belum pernah memakannya atau melihatnya?"tanya Dhea sambil membuka bungkusan yang ada dihadapannya.
Dengan polos Junior menggeleng dan Dhea menghela nafas 'kasihan'
"Boleh aku tahu apa alasan orang tuamu memingit anak perjakanya!,atau mungkin kau sudah dijodohkan agar tidak berpaling pada wanita lain sehingga mereka mengurungmu!"seru Dhea menebak.
"Aku tidak tahu apa alasannya tapi yang jelas mereka menyuruhku untuk tidak melalukan aktifitas yang membuat jantungku berdetak terlalu kencang!"jawab Junior polos.
"Apakah kau memiliki riwayat penyakit jantung?"tanya Dhea sambil membuka mulutnya lebar lebar dan menggigit tepian burger itu dengan ketinggian yang lumayan tinggi.
"Hey!,apa seperti itu cara makannya!,menyeramkan sekali,kau tak tampak seperti wanita ketika sedang makan seperti itu,begitu mengerikan tahu!"seru Junior mengomentari.
Dhea terus mengunyah dan kemudian mengambil minum dan meminumnya.matanya terus menata Junior yang belum menyentuh makannanya.
"Ternyata kau juga belum pernsh memakannya ya?"tanya Dhea sambil membantu membukakan bungkus burger tersebut.
"Jika bukan seperti itu cara makannya apakah kau akan memakannya mulia dari lapisan paling atas!"seru Dgea sambil menyodorkan makananya.
"Apakah tak ada makanan yang lainnya?"seru Junior yang tampak enggan untuk menyentuh burger pemberian Dhea.
"Kau cob dulu baru berkomentar!"seru Dhea sambil menyodorkanburger pada mulut Junior damn berniat untuk menyuapinya.
Dengan ragu Junior membuka mulutnya untuk menggigit sesuai apa yang dilihatnya dari Dhea tadi.Tapi Dhea meneriakinya,menyuruhnya untuk lebih lebar membuka mulutnya agar ia mampu menggigit semua lapisan dari atas sampai bawah.
Semua pandanga tertuju pada mereka ada yang tersenyum yang mungkin mereka berfikir jika mereka adalah pasangan kekasih yang sedang menunjukan perhatian ada juga yang memandang mereka dengan pandangan lebay.
Junior berhasil mengigit seluruh lapisan dan mengunyahnya,mulutnya tampak bergerak gerak karena gigitan yang dihasilkannya begitu besar dan memenuhi isi mulutnya.
Dhea menunggu Junior menyelesaikan makanna yang digigitnya ambil memegangi botol minuman milik Junior.
"Bagaimana enak bukan!"seru Dhea
Junior mengangguk dan kemudian merebut minuman yang ada di tangan Dhea.
"Apakah kau melakukan pemeriksaan ritin terhadap jantungmu setiap....,mungkin hari,minggu,bulan????"tanya Dhea ingin tahu.
"Tidah!,orang tuaku tidak pernah mengajaku kedokter jika aku idak sedang sakit!,mereka hanya mengatakan padaku jika aku tidak boleh melakukan hal hal yang terlalu menguras tenaga,dan membuatku lelah!"
"Sebenarnya oramg tuamu sayang padamu,bshksn terlslu sayang,tapi sayang mereka tidak memiliki waktu untuk bisa berkumpul bersamamu!"seru Dhea mengambil kesimpulan.
"Bisakah kita berganti topik pembicaraan!,aku ingin meniknati hari ini tanpa ada pikitan tentang rumah!"seru Junior sambil memakan kembali burgernya dan kali ini ia memakannya sediri.
Dhea tersenyum pada Junior tapisekaligus iba padanya karena oranya yang kini ada dihadapannya begitu tampan tapi juga begitu polos dan bisa dibilang agak bodoh tentang pengetahuan.
"Kau suka berselancar di internet?"tanya Dhea sebelum menggigit burgernya.
"Suka,tapi aku jarang melakukannya!'seru Junior.
"Lalu apa yang kau buka?,sampai hal seperti ini saja kau tak tahu!,aku merasa heran padamu,kadang aku terlalu pintar,untuk bebrapa hal,tapi terkadang kau terlalu dodoh untuk hal hal yang sangat sepele!"seru Dhea bingung.
"Bukankah itu bagus!.diinternet aku selalu mencari info yang aku sendiri tak tahu,dan kura kura!!!!,aku sangat menyukai kura kura,dan aku ingin memeliharanya!"seru Junior sambil melahap gigitan terakhirnya.
"Kenapa kau tak memebelinya!,bukankah aku memiliki banyak uang untuk membelinya,tak hanya satu bahkan jika kau ingin membuka peternakan kura kurapun kau mampu!"seru Dhea menyemangati.
"Aku tak ada waktu dan kau tahu apa alasnnya!"
"Bagimana jika kita beli sekarang!,aku tahu dimana kita bisa membelinya!"seru Dhea sambil bangkit dan menarik tangan Junior untuk pergi.
....
Dhea membawa Junior ketempat penjualan kura kura yang juga berjualan ikan hisa dan perlengkapannya.
Di tempat itu banyak sekali jenis kura kurayang ternyata hampir semua jenisnys dapat Junior tahu,dan itu membuat Dhea kagum.dan ituah kepintaran dari Junior yang begitu polos dan lugu.
"Kamu mau jenis yang mana?"tanya Dhea yang sedang asyik memperhatikan hewan lucu itu.
"Kalau kau yang pilih,akan memilih yang mana?"tanya Junior yang berdiri disamping Dhea.
"Kura kura brazil bagus juga!,coraknya bagus sekali!"seru Dhea berpendapat.
"Mas,saya pilih kura kura Brazilnya dua cewek cowok ya!"seru Junior yang kemudian memilih akuarium dan perlengkapannya.
Sementara Dhea hanya terdiam dan terpaku memperhatiakan Junior yang memperlakukannya seperti itu.
"Kenapa aku harus memilihnya?"tanya Dhea sambil menghampiri Junior yang sedang memilih perlengkapan.
Junior terdiam sejenak dan kemudian tersenyum.
"Sebagai ungkapan terima kasih karena kau sudah mewujudkan sebagian mimpiku!"seru Junior yang kemudian tersenyum.
"Sini bantu aku memilih!"seru Junior sambil menarik tangan Dhea.untuk mendekatinya.
Dhea berdiri disamping dan memberi saran tentang benda benda yang dipilih Junior.
Setelah mendapatkan apa yang dicari Junior menitipkan barang itu pada pemilik Toko yang Dhea sendiri sudah mengenalinya.
"Jadi kita mau kemana sekarang????"
"Kita jalan jalan lagi!,aku ingin menghabiskan hari ini seharian!"seru Junior senang,dan tersenyum lebar.
Dhea dan Junior berjalan meninggalkan tempat itu menuju tempat yang ingin sekali Junior datangi,dan Dhea sebagai penunjuk arahnya.
"Apa selama ini hatimu benar benar belum pernah dibuat deg degan oleh hal yang menurutmu diluar logikamu!"tanya Dhea yang ingin mengetahui kisah asmara Junior.
"Deg degan!,orang tuaku saja tidak boleh menyuruhku melakukan hal hal yang membuat jantungku berdetak lebih kencang dari normal".jelas Junior yang sekilas memandang Dhea dan menyentuh dadanya.
"Maksudnya begini loh,kalau kamu berlari,jantungmu akan berdetak karena melakukan aktifitas tersebut,tapi pernah tidak jantungmu berdetak lebih kencang sementara kau hanya duduk dan melihat seseorang!"tanya Dhea lebih detail.
"Kau sedang mengujiku?"tanya Junior sambil menatap Dhea tajam.dan wajahnya mendekat,danmakin dekat.
Dhea terpaku dan terdiam,dan tak sadar wajah merek Sudah dekat.
"Ada fotobox kita foto yuk!"seru Dhea mengubah suasana,ia langsung berlari dan sambil menarik tangan Junior.
Junior dan Dhea masuk kedalam box dan siap siap untuk berfoto,Dhea tampak biasa saja ketika berada diruangan itu,tapi Junior tampak begitu bingung,dengn apa yang harus ia lakukan.
"Kita harus bagaimana?"tanya Jubior polos.
Dhea tak menjawab,tapi ia malah bergaya sambil merangkul Junior yang tampak kebingungan.Setelah beberapa saat Dhea dan Junior keluar Dan Junior masih kebingungan.Dhea mengambil hasil foto dan melihatnya.
Betapa terkejutnya Dhea saat melihat hasil foto mereka,dalam foto tersebut tampak Dhea berpose imut sementara Junior tampak kebingungan sambil menatap wajah Dhea yang asyik dengan berpose.
Dalam foto tersebut mungkin jika ada orang yang melihat sekilsas akan menyangka jika Junior Hendak mencium Dhea.Dhea malu tapi dalam hatinya tersenyum geli.Dalam otaknya tiba tiba muncul pikiran aneh yang memenuhinya.
"kalau ada yang liat mungkin akan menyangka kalau dia pacarku1"seru Dhea dalam hati.
"Bagaimana hasilnya?"tanya Junior sambil menarik foto yang ada ditangan Dhea,Untuk beberpa saat Dhea menolak untuk memberikannya tapi dengan kecepatan tangannya akhirnya Junior berhasil mendapatkkannya.
Awalnya Junior tersenyum melihat foto tersebut tapi kemudian senyum itu hilang saat Dhea yang menutupu wajahnya dengan tangan melihat ekspresi Junior yang biasa saja.
"Apa itu membuatmu deg degan?"tanya Dhea was was.
"Tidak!,sama sekali tidak!'seru Junior sambil menempelkan tangannya didada.
"oh!"seru Dhea sambil pergi meninggalkan Junior.
"Lalu bagaimana denganmu?."tanya Junior sambil mengejarDhea
"Tentu saja deg degan,aku masih normal,dan aku manusia hidup!'seru Dhea sambil terus berjalan.
....
Hari menjelang malam dari seberang rel kereta Dhe menatap sebuah bianglala yang menjadi pusat perhatian dari matanya yang menandakan bahwa ada pasar malam didaerah itu.
"Apa yang kau lihat?"tanya Junior sambil melihat arah pandangan Dhea.
"Ayo kita kesana!"seru Dhea sambil menunjuk Arah pasar malam itu.
Junior terdiam dam benar benar menatap biang lala itu.
"Aku takut ketinggian!"seru Junior.
"Kita tak perlu naik itu,kita bisa naik yang lainnya atau hanya membeli sesuatu!"seru Dhea
Junior terdiam tapi Dhea dengan cepat menarik tangan Junior dan menyebrangi rel kereta dua jalur untuk sampai ditempat yang dituju.Menembus rumput liar dan lebat dan berduri.
"Kamu mau naik yang mana?"tanya Dhea ketika mereka sedang melihat lihat wahana yang ada.
Junior tak menjawab ia masih binggung dan sepertinya enggan untuk menaiki salah satu dari semuanya.
"Kamu ga akan memilih naik kuda itu kan!"seru Dhea sambil menunjuk wahana yang jaraknya beberapa meter dari hadapnnya.
"Ayo kita naik itu!"seru Junior sambil menarik tangan Dhea menuju wahana yang ia tak tahu apa namanya.
"Kau serius?"tanya Dhea tak percaya.
"Aku ingin mencoba menglahkan ketakutanku!"seru Junior sambil mengeluarkan uang untuk membayar.
Sejenak Junior terdiam,memandangi kakinya yang hendk melangkah sementara Dhea sudah lebih dulu duduk di tempatnya.
"Jun!,ayo!"seru Dhea sambil menarik tangan Junior yang terasa dingin.
Dan Junior melangkah dengan ragu.duduk disamping Dhea.Dhea mengerti keadaan Junior dan akhirnya ia buka suara.
"Ayo kita keluar saja!"seru Dhea yang bangkit dari duduknya.
Tapi dengan cepat tangan Junior menahannya dan menatapnya lalu menggeleng.
"Jangan!.Aku ingin mencobanya!"seru Junior walau raut ketakutan tampak diwajahnya.
Dhea kembali ketempat duduknya dan Dhea menatap Junior yang makin menegang ketik wahana mulai perlahan naik.
Beberapa saat keheningan terjadi diantara mereka dan tiba tiba Tangan Dhea meraih tangan Junior dan menggenggamnya erat.
"Kau bisa percayakan padaku!,kita akan baik baik saja!"seru Dhea meyakinkan.
Junior mengangguk dan mempererat genggammannya.
Seketika Dhea terkejut tapi ia sembunnyikan.
Maakin lama wahana makin naik,dan udara makin terasa dingin,mengayunkan besi yang menjadi tempat duduk mereka.Dan genggaman Junior makin kencang.Dan mata Junior terus tertutup.
"Jun,buka matamu!.kita akan baik baik saja!"seru Dhea mencoba membuatnya tenang. Dengan perlahan Junior membuka matanya dan mengintip kedaerah kesekitar .Kini ia berada di ketinggian dan jantunggnya makin berdetak kencang.
"Tarik nafas kamu yang panjang!."seru Dhea sambil melepaskan genggaman tangannya dan mengusap punggunggnya.
Junior melakukan apa yang diperintahkan oleh Dhea dan perlahan ia bisa melewatinya.
Dhea perlahan mengajak Junior untuk mengobrol ringan untuk membantunya melupakan dimana kini mereka berada.
"Apakah kau pernah merasakan jantungmu berdetak lebih kenccang dari biasanya hanya karena seseorang!,bahkan hanya mendengar suaranya saja?"tanya Dhea mengulang pertanyaan yang pernah ia utarakan beberapa waktu lalu.
Dan kembali Junior tak menjawabnya.
"Apa itu cinta!"seru Junior menatap wajah Dhea dan masuk kedalam matanya.
Dhea gelagapan mendapatkan pertanyaan itu.
"Aku kira begitu!"seru Dhea yang kemudian menarik tangannya dari punggung Junior
Tapi dengan cepat Junior menarik tangan Dhea dan menggenggam kembali.
"Ada apa?"tanya Dhea yang tiba tiba menjadi kikuk.
"Tidak papa!,aku hanya merasa nyaman,seperti menggenggam tangan ibuku!"seru Junior beralasan.
Dhea terdiam,dan memalingkan wajahnya mencoba menikmati pemandangan disekitar dan tanpa sadar mereka sedang berada diketinggian yang paling tinggi.
Angin berhembus kencang dan mengayunkan tempat duduk mereka membuat bergoyang,mengayun.ayun ditempat duduk mereka.
"Apa yang terjadi?"tanya Junior panik dan makin erat mengenggam tangan Dhea.
"Hanya angin,kita berada di ketinggian dan mungkin di bawah ada penumpang baru,sehingga kita berhenti!"seru Dhea menenangkan.
Selesai naik Bianglala mereka meneruskan untuk menonton motor gila dan beberapa wahana yang ada.
....
Hari menjelang malam dan mereka memutuskan untuk pulang.Dengan berjalan melewati daerah yang gelap Junior dan Dhea mencoba untuk melewati rel kereta yang sangat gelap dan penuh rumput liar.
"Perasaan tadi tidak seperti ini!,terlalu menyeramkan!"seru Dhea yang berjalan menembus rumput rumput liar yang ada dihadapannya.
"Hati hati,sepertinya banyak rumput berduri!"seru Junior yang merasa kakinya tergores oleh rumput yang terasa tajam.
Dhea meraih tangan Junior dalam kegelapan meminta untuk di tuntun agar dia tak terjatuh.
Setelah melewati satu rel,dan kini mereka berada di tengah tengah antara dua rel.Betapa terkejutnya mereka ketika dari arah berlawanan sayup sayup suara klakson berbunyi bersautan dan lampu perlahan mendekat.
Junior dan Dhea kalang kabut,mereka tak tahu apa yang harus dilakukan tetap disana atau cepat cepat menyebrang.
"Ayo kita nyebrang!"seru Dhea panik.
"Sudah tidak mungkin!,mereka sudah sangat dekat!"seru Junior mengingatkan.
Dhea mencengkram lengan Junior erat dan ketakutan begitu tampak daricengkraman itu.Junior terdiam dan merasakan hal itu.dalam hatinya muncul keberanian untuk kuat dan tidak takut.
"Tenang kita akan baik baik saja!,asal kita tetap berada ditengah!"bisik Junior pada Dhea yang terus menutup mata.
Junior menatap wajah Dhea yang terus menunduk,dan menutup matanya terlihat dari sinar lampu yang datang dari kereta yang hampir melewati mereka.Perlahan Junior melapas cengkraman tangan Dhea.
"Ada apa?"tanya Dhea tanpa membuka mata ketika suara gaduh mesin melewati mereka.
Junior tak menjawab ia hanya mengenggam tangan Dhea dan menarik tangannya kebelakang,hingga Tubuh Dhea merapat kedalam tubuhnya,Perlahan tangan Junior meraih punggung Dhea dan makin mendekatkan tubuhnya.
Dan dari gaduhnya suara kereta yang melintas Junior menatap wajah Dhea dan memberanikan diri untuk menciumnya.
Kereta meninggalkan mereka berdua,dan Dhea tersadar apa yang baru terjadi,ia membuka mata dan menatap wajah Junior yang belum jauh dari wajahnya.
"Apa yang telah kau lakukan!"tanya Dhea yang langsung menjauhkan diri dari Junior.
Tapi tiba tiba Dhea tersandung,dan hampir jatuh tapi dengan cepat Junior meraih punggang Dhea dan menariknya kedalam pelukannya.
Mata mereka saling bertemu dalam gelap perasaan mereka terasa tak menentu tapi cepat cept mereka menarik diri.
"Apakah jantungmu terasa berdebar lebih dari biasanya?"tanya Junior kemudian memecahlan kecanggungan diantara mereka.
"Apakah kau mengujiku?"tanya Dhea dengan nada menuduh.
"Aku hanya membuktikan pertanyaanmu tadi!"jawab Junior.
"Lalu,mengapa kau tanyakan hal itu padaku!"
"Aku hanya ingin tahu pendapatmu!"seru Junior.
"Sebaiknya kita cepat,karena hari sudah malam!"
......
Sejak kejadin itu kecanggungan diantara Junior Dan Dhea terjadi,mereka pulang bersama,tapi mereka membuat jarak,Junior berjalan Satu meter didepan Dhea,mereka tak berbicara sedikitpun,mereka bergelut dengan ikiran masing masing.Dhea memandangi punggung Junior yang lebar dengan kepala tertunduk.
Dhea terus memandanginya dengan pikiran bertanya tanya.
"Mengapa dia melakukan itu!,mau dia apa!"seru Dhea dalam hati kesal.
Sesaat Dhea menyentuh bibirnya dan senyum tipis tersungging dibibirnya.
"Itu ciuman pertamaku!"seru Dhea dalam hati yang kemudanian merasa kesal dan menunjukan tinjuan keudara pada Junior yang terus berjalan dihadapannya dan makin jauh darinya.
Dhea terus mengekorinya.Walaupun hari sudah malam tapi Ia harus pulang kerumah Junior selain untuk mengambil tasnya yang masih berada disana,Dhea juga bertanggung jawab untuk menjelaskan kemana saja mereka pergi seharian ini.
Pikiran Dhea tiba tiba buyar saat mendengar suaraklakson mobil meneriakinya.Dan dengan cepat Dhea minggir karena ternyata ia berjalan terlalu ketengah.Dan begitu juga dengan Junior,tapi ia tak mengetahuinya dan dengan cepat Dhea berlari untuk mengejar Junior.
"Junior Awas!"teriak Dhea sambil menarik Lengan Junior yang sudah dihadapannya.
Junior terkejut ditarik begitu tiba tiba dan tanpa sengaja Junior memeluk Dhea dan mobil melaju begitu saja.
Junior masih memeluk Dhea dan Dhea masih diam dalam pelukan junior.
Beberapa detik berlalu dan mereka tersadar dengan keadaan mereka.Buru buru Juior melepaskan pelukannya dari tubuh Dhea yang kecil,sementara Dhea masih memegangi tangan Juior yang ditariknya.
"Maaf!"seru Junior.
"Ada apa denganmu!,kau tak tahu kau berjalan terlalu tengah.kau ingin bunuh diri!"seru Dhea mengomel.
Junior tak menjawab,ia hanya diam dan tiba tiba tangannya memegangi dadanya.
"Hey,ada apa denganmu?"tanya Dhea yang merasa ada yang tak beres.
"Aku tidak papa!,sebaiknya kau pulang!,sudah malam,tidak baik perempun masih berada diluar rumah malam seperti ini!"seru Junior yang tahu kini mereka sudah dekat dengan rumahnya.
"Kita pulang bersama!"seru Dhea yang mengkhawatirkan keadaan Junior
"Aku tidak papa!,aku bisa pulang sendiri!"seru Junior berkeras.
"Tapi tasku masih ada dirumhmu!"seru Dhea Beralasan.
Junior terdiam dan teringat,ia masih memegangi Dadanya dan kesakitan makin tampak diwajahnya..Junior tak berkata apa apa tapi ia segera melangkah dan pergi meninggalkn Dhea.
Dhea mengikutinya walaupun Junior sudah melarangnya untuk mengantarkannya pulang.Dan juniorpun tak bisa melarangnya karena Dhea memang harus mengambil barang miliknya.
Memasuki pintu gerbang rumahnya Junior berbisik pada Supir pribadinya sementara Dhea hanya terdiam.Ia berjalan Perlahan mengikutinya dan didepan pintu rumahnya Pembantu rumah tangganya sudah menunggunya dengan wajah khawatir.
Junior menghampirinya dan kembali berbisik,dan mereka berdua masuk kedalam rumah dan Dhea tak tahu apa yang Junior katakan pada dua orang yanag ada dirumahnya itu.
Belum sempat Dhea masuk kedalam rumah Junior untuk mengambil barangnya tiba tiba pembantu rumah tangga itu sudah keluar dengan membawa barang milik Dhea.
"Mba!,ini barang barangnya!"seru pembantu rumag tangga itu yang belum sempat ia ketahui siapa namanya.
Dhea tersenyum getir menerima barangnya,ia merasa kecewadengan sikap Junior yang tiba tiba menjadi seperti itu padanya.
"Mba,sepertinya tadi Junior merasakan kesakitan pada dadanya!"seru Dhea memberitahu.
"Oh ya saya sudah tahu!,maaf ya mbak,sudah malam mas Juniornya harus istirahat!"seru pembantu itu sambil menutup pintu rumag.
Dengan kecewa Dhea berbalik arah dan berjalan menuju pintu gerbang untuk pulang,tapi ditengah jalan ia dicegat oleh supir pribadi Junior yang ia sendiripun tak tahu siapa namanya.
"Silahkan mbak,masuk kedalam mobil,tadi mas Junior meminta saja untuk mengantarkan Mbak Dhea pulang sampai rumah.!"seru Supir itu sambil menunjukan mobil yang akan mengantarkan Dhea pulang.
Dhea terdiam sejenak dan kemudian ia menoleh kerumah Junior dan dilihatnya rumah dua tingkat itu.Diperhatikannya kamar yang baru dinyalakan lampunya dan dengan yakin itu kamar Junior.
"Ada apa dengannya kenapa menjadi seperti ini!"gumam Dhea khawatir.
.....
Dhea merasa bingung,khawatir dan bersalah sejak kejadian beberapa hari lalu.sejak hari itu Junior tak mau menemuinya dan memutuskan untuk menggunakan jasanya untuk memberinya les private,dan perjanjian untuk mengganti uang perbaikan mobil,Junior sudah menganggap hal itu lunas,malahan gaji hari terakhir Dhea memberi les pada Junior dibayarkan,tampa memotongnya sepeserpun.Dan hal itu makin membuatnya bingung.Terlebih semua hal itu disampaikan oleh pembantu rumah tangganya tanpa sedikitpun Junior menunjukan wajahnya.
Dan hari ini adalah hari kesekian Dhea mendatangi rumah Junior hanya untuk sekedar mencari tahu keadaanya setelah kejadian malam itu,tapi jawaban 'baik baik saja 'yang selalu didapatnya dan hal itu ia dapat dari supir pribadi Junior.
Dheapun terkejut ketika menerima titipan untuk dirinya dari Junior yang dititipkan pada supir pribadinya.
Sebuah tiket film dibioskop yang pernah ia kunjungi,dan itu adalah tiket film yang pernah ia tonton.
Sejenak Dhea bingung untuk apa Junior memberikan tiket film yang pernah ia tonton,dan mengapa Junior tak mau menemuinya sedikitpun.
"Apa ada yang salah denagnnya!,apa dia marah padaku!,marah.seharusnya aku yang marah karena ia telah mencuri untuk menciumku!"seru Dhea dalam hari.
Tapi pemberin tiket itu pun dimanfaatkan oleh Dhea,hari itu sesuai jam tayang film Dhea menontonya.walaupun Dhea sudah menontonya tapi belum selesai karena waktu itu Junior memintanya untuk keluar.dan akhirnya Dhea menonton untuk mengikuti kelanjutan jalan ceritanya.
Selesai nonton ,Dhea bernostalgia dengan berjalan mengunjungi tempat tempat yang ia kunjungi bersama Junior beberapa hari lalu. mulia dari makan fast food,fotobox dan tak sengaja ia lewat tempat penjual kura kura dan ternyata kura kura yang mereka beli belum diambil,dan Juniorpun tak mengambilnya.
Dhea mengambil Kura kura dan Perlengkapannya.Dhea dibutat dilema antara membawanya kerumahnya ataupun membawanya kerumah Junior yang sama sekali tak mau menemuinya.
"Tak mau menemuiku!,akupun tak mau menemuinya bahkan walaupun dia memohon padaku!"seru Dhea kesal.
.....
Tapi ucapan tinggalah ucapan.Dan mau tak mau Dhea juga harus mendatangi rumah Junior untuk mengantarkan Kura kura yang dibelinya dan belum sempat diambilnya karena dititipkan.
Dengan berrepot repot ria Dhea membawa semua barang barang itu kerumah Junior.Baru saja akan memanggil Orang yang biasa ada dipost satpam.tapi belum sempat Dhea memanggilnya tiba tiba puntu gerbang dibuka dam sebuah mobil keluar dari dalam rumah,Dhea tampak terkejut karena mobil yang keluar itu adalah mobil yang ditabraknya,dan sudah pasti itu adalah mobil Junior dan pasti Juniorlah yang ada didalamnya.
Dhea segera menghampiri Satpam yang akan menutup pintu gerbang.
"Pak itu Junior bukan?"tanya Dhea buru buru.
"Ya!,ada apa?"tanya satpam bernama Sapto itu.
Dhea melihat Sepednya yang dijadikan jaminan berdiri tak jaug didalam garasi mobil dan sebuah ide muncul diotaknya.
"Pak,bapak masih inget saya kan!,saya guru les Junior dan saya ada perlu dengannya ini,barang milik Jinior dan saya butuh sepeda itu untuk mengejar Junior.
Sejenak Satpam itu berfikir dan aaakhirnya membolehkan karena ia teringat akan pesan Junior yang membolehkan jika orang yang mengjarinya les datang untuk mengambil sepedanya.
Dengan cepat Dhea memberikan Barang barang yang dibawanya dan dengan segera ia mengambil Sepeda yang sudah lama tak dinaikinya.
"Pak kalau boleh tahu Mobil itu pergi kemana ya?"tanya Dhea sebelum mengayaun sepedanya lebih kencang.
"Sepertinya kerumah sakit!"seru Satpam itu.
Sejenak Dhea terdiam dan berfikir.
"Rumah sakit mana?"tanya Dhea
"Saya kurang tahu!"seru Satpam itu.
Dhea tak bertanya lagi ia segera mengayunkan sepedanya dan pergi meninggalkan Rumag Junior.
Dhea terus mengayaunkan sepedanya mencoba mengejar mobil Junior yang masih diingatnya nomor polisinya.
Dhea terus mengayunkan sepedanya sampai ia menekan rem ketika berada di perempatan dan tanda lampu merah menyala.
Dhea mencoba meyelip diantara Mobil mobil yang berhenti mencoba untuk lebih dekat dengan pembatas lampu merah.
Dan secara kebetulan Dhea melihat Mobil Junior dari kejauhan dan itu dapat dilihat dari nomor polisi yang masih ia ingat.
Dengan perasaan senang Dheaberusaha untuk mendekatinya dan tapi sayang belum dekat lampu hijau sudah menyala dan dengan berusaha keras Dhea harus mengejar Mobil itu.Tapi Dhea masih beruntung paling tidak Ia masih bisa mengikuti jejak untuk mengikutinya.
.....
Dari jarak beberapa meter Dhea melihat Mobil Junior masuk kedepan halaman rumah sakit yang ada di daerah tersebut.Dhea mengentikan sepedanya didekat trotoar,karena tidak mungkin jika sepedanya masuk ke area rumah sakit,mungkin juga jika Dhea membawa mobil lain lagi jalan ceritanya.
Dhea terdiam dan berfikir bagaimana cara ia masuk kedaerah steril rumah sakit sementara sepedanya aman.
Sebuah senyuman tiba tiba tersungging diwajah Dhea ketika ia melihat sebuah warung kaki lima dekat trotoar.Dengan menuntun sepedanya Dhea mendekati warung tersebut yang hanya dijaga oleh seorang anak remaja seusianya.
"Permisi mas!"seru Dhea sambil terdenyum.
"Ada apa mbak!,ada yang bisa saya bantu!"seru Dhea dengan wajah yang masih cengar cengir.
Dhea terdiam sejenak dan kemudian melanjutkan idenya lagi.
"Mas!,bisa nitip sepeda sebentar ga?,saya mau kerumah sakit tapi takut sepeda tidak boleh masuk!"seru Dhea hati hati.
"Oh silahkan bawa kesini saja!"seru pemuda itu sambil menuntun sepeda yang ada dihadapannya.
"Mas,yang punya warung ini kan!"seru Dhea memastikan.
"Iya!,tenang mba,saya sudah biasa dititipin,atau pelu mba bawa KTP saya!"seru Pemuda itu menawarkan.
"OH,tidak usah,saya cuma memastikan,soalnya ini harta saya satu satunya!seru Dhea dengan wajah meyakinkan.
"Akan saya jaga mba!"seru Pemuda itu meyakinkan.
.....
Setelah menitipkan sepedanya Dhea bersiap siap untuk kerumah sakit,melewati pintu utama dan dengan melewati lorong rumah sakit,Dhea mendangi meja recipsionis dan menanyakan Junior sebagai nama pasien yang dartabg pada hari ini.
Setelah edapatkan informasi,Dhea segera mencari ruangan yang diberitahukan oleh suster tersebut.Dan Lngkah Dhea terhenti ketika ia menembukan ruangan ynag di beritahukan padanya dengan beberapa orang yang ada menunggu didepannya."
" Siapa mereka!,kenapa Junior berada diruangan itu!"tanya Dhea dalam hati yang berdiri dipersimpangan ruangan.
Beberapa saat kemudian pintu ruangan tersebut dibuka dan sebuah brankar keluar dan dengan jelas Dhea bisa melihat Junior terbaring lemah,pucat,dengan selang menempel dihidung dan jrum infus menusuk ditanganya.
Dhea terdiam,terpaku,dan terkejut melihat apayang ada dihadapannya,tak percaya.
"Sakit apa Junior!"seru Dhea yang tiba tiba meneteskan airmata.
Dhea terdiam ketika Junior melewatinya diikuti oleh orang orang yang mungkin keluarganya.
Setelah beberapa meter Junior meninggalkannya Barulah Dhea bisa melemaskan langkahnya,dan dengan pelan pelan Dhea Melangkah mengikuti kemana Junior dibawa.
Beberapa saat kemudian langkah Dhea kembali terhenti ketika Junior masuk kedalam kamarnya.
"Jadi disana!"seru Dhea sambil menghela nafas lega dan kemudian ia membalikan badanya dan pergi.
....
Setelah pulang dari rumah sakit Dhea terus kepikiran dengan Kondisi Junior yang tidak ia ketahui,dan ingin sekali ia ketahui,
"Apa itu artinya Junior sedang sakit keras,dan Aku tak mengetahuinya!"seru Dhea yang sedang duduk diteras rumahnya.
"Aku harus menemuinya dan menanyakan ada apa!,apa itu ada hubungannya dengan keadaan jantung Junor yang tidak boleh berdetak lebih kencang dari jantung normal!.Heh!,aku kira ia bercanda,dan aku mempercayainya!"seru Dhea berbicara sendiri.
Dhea melirik jam tanganya dan dengan cepat ia mengambil jaketnya dan bersiap siap untuk pergi.Dengan menaiki kendaraan umum,Dhea pergi menuju Rumah sakit yang tidak terlalu jauh,tapi jika didatangi denga cara berjalan kaki tentu saja akan terasa sangat jauh.
Sesampainya didekat rumah sakit Dhea tak lupa membeli buah tangan,agar ada alasan untuknya untuk datang.
Dengan langkah percaya diri yang dipaksa Dhea mencoba melangkah menelusuri lorong rumah sakit untuk menemukan kamar Junior yang sudah ditandai dlam otaknya.
Langkah Dhea kembali terhenti ketika jaraknya dengan pintu masuk kamar Junior hanya beberapa meter didepannya.Dhea menarik nafas dan mengumpulkan keberanian untuk masuk.
Dhea menarik nafas panjang dan kemudian ia melangkahkan kakinya.Dengan ragu Dhea mengintip kedalam melalui kaca yang ada dipintu,dan tak ada siapa siapa disana,hanya terlihat selimut yang bergerak gerak gerak,mumgkin itu adalah Junior.
"Permisi!"seru Dhea dengan suara pelan.Tapi tak ada jawaban dan dengan perlahan Dhea menbuka pintu itu dan menengok kanan dan kiri seperti maling yang akan masik kedalam rumah mangsanya.
"Junior!"panggil Dhea dengan nada pelan.Tapi tetap tak ada jawaban dan makin berani Dhea masuk kedalam kamar itu.
Cepat cepat Dhea msuk kedalam dan menutup pintu,dengan langkah hati hati Dhea mendekati ranjang yang tak jauh dari tempatnya berdiri dan dilihatnya Junior terbaring tertidur dengan selang oksigen menempel dihidungnya dan slang infus tertusuk ditangannya.
"Junior!"seru Dhea dengan nada sedikit tinggi,membuat Junior terkejut tapi tak sampai membangunkannya.
Dhea terkejut dengan suaranya yang dirasanya terlalu tinggi,dan mungkin bisa membuat orang datang.Dhea menaruh bawaannya diatas meja dan kemudian mendekati Junior yang terbaring dan tampak lemah.
Tiba tiba Tubuh Dhea menjadi merinding melihat keadaan Junior yang begitu berbeda,wajanya begiu pucat dan membuatnya menjadi takut.
"Junior!,ada apa denganmu?"tanya Dheayang mencoba lebih dekat dengan Junior.
Dhea tahu tidak adan ia mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang ia tunjukan pada Junior.
Dhea kembali menguatkan diri agar bisa lebih dekat dengan Junior,Ia mencoba untuk duduk dibangku kosong yang ada disamping tempat tidur Junior.
Dhea terdiam dana menatap wajah Junior yang pucatdengan perasaan iba dan juga kasihan.
"Pasti kau sangat menderita!"seru Dhea yang tak henti menatap wajah pucat Junior.
Dengan ragu Dhea meraih tangan Junior yang ada dihadapannya.Terasa dingin dan tak bersemangat,pucat.
"Apa kau kedinginan!"seru Dhea lirih dan tanpa sadar airmatanya jatuh tanpa ia kehendaki.
Cepat cepat Dhea menghapusnya tanpa melepaskan genggaman tangannya dari tangan Junior.Dan entah mengapa ia tak mau melepaskannya.
"Junior dapatkah kau mendengarkau!"seru Dhea dengan suara serak dan hidung yang seperti menahan air.
"Apa aku boleh jujur padamu saat ini!,awalnya aku tak mempercayaimu,saat kau katakan jantungmu harus terus berdetak normal,aku kira itu hanya gurauanmu,karena kau tak mua merasakan betapa jantungmu berdetak begitu kencang saat kau bertemu dengan orang yang mampu membuat jantungmu berdetak jauh dari normal."
Dan tanpa sadar Dhea bercerita banyak pada Junior yang tak juga sadar,Dan bergerak dari tidurnya.
"Jika kau terbangun nanti maukah kau memberitahuku apa yang sebenaranya kau alami!"seru Dhea yang berharap Junior mau membuka matanya untuk melihat keberadaannya.
"Kau tahu sebenarnya aku ingin marah padamu!,karena kau sudah menghilang dan tak mau menemuiku tanpa kau memberi alasan mengapa!"seru Dhea dengan nada kesal.
"Junior!,aku sudah membawa kura kura yang kau beli dan kau tahu,pemilik toko hampir memarahiku karena kau tak juga mengambil barangmu,sementara ia tak tega jika tak memberi makan pada sepasang kura kura itu."
"Junior!boleh aku memberi nama untuk salah satu kura kuramu!,mungkin kura kura betina!,aku ingin memberinama pada kura kura itu 'doki doki'yang artinya deg degan itu dari bagasa Jepang.Mungkin itu akan mewakilimu,yang tidak bisa atau mungkin tidak boleh deg degan.!"
Entah berapa lama Dhea berada disana,tapi semenjak kedatangannya tak ada satu orangpun ynag datang untuk menjenguknya,ataupun para susuter ataupun dokter untuk mengecek keadaannya.
"Junior!,apakah orang tuamu sangat mempedulikan bisnisnya sehingga tak mempedulikanmu lagi!"seru Dhea.yang merasa sudah lelah dan ingin pulang untuk beristirahat.
Dhea bangun drai tempat duduknya dan tanpa ia duga Tangan Junior menahan tangannya yang sejak tadi menghangatkan tangan Junior.
"Junior!"seru Dhea terkejut.Dan buru buru mencoba lepaskan tangannya dari cengkraman tangan Junior.
"Jangan pergi!,tetaplah disini!"seru Junior lirih dan dengan nada terbata.
"Hah!!!!"seru Dhea terkejut.
Mata Junior terbuka sedikit dan dengan jelas melihat Dhea yang beradadisampingnya.
"Kau sudah sadar!"seru Dhea yanag kembali duduk ditempatnya dan mengepalkan tangannya pada tangannya yang satunya lagi yang digenggam Junior.
"Aku akan ada disini!"seru Dhea meyakinkan.
Perlahan Junior melepaskan genggaman tangannya dari tangan Dhea dan begitu juga dengan Dhea yang tersadar masih menggenggam tangan Junior.
" Sejak kapan kau sadar!"seru Dhea dengan ragu dan deg degan.
Senyum tipis tersungging diwajag Junior yang pucat.
"Sejak kau datang!"seru Junior pelan.
Mata Dhea melebar dan ia mencoba untuk mengingat ingat apa saja yang sudah ia katakan selama ia ada disana.
"Emmmmm....Junior!,sebenarnya kau sakit apa?"tanya Dhea mengalihkan pembicaraan.
Junior menghela nafas panjang dan sepertinya enggan untuk bercerita.
"Apa ini ada hubungannya dengan jantungmu!"tanya Dhea hati hati.
"Ya!,dan itu kau!'seru Junior yang mengejutkan Dhea.
"Apa!,kau mengkambinghitamkan diriku!"seru Dhea dengan nada kesal.
"Apa kejadian malam itu!"seru Dhea mengingatkan.
"Aku masih menunggu jawaban dari pertanyaaku!"seru Junior.
Tiba tiba Dhea menjadi salah tingkah dan rasanya ingin segera ia kabur drai tempat itu.
"Pertanyaan yang mana"tanya Dhea yang pura pura Lupa,walaupun dalam hatinya pertanyaan itu masih sangat menempel diotaknya.
Junior tersenyum melihat tingkah Dhea yang sangat jelas.
"Apa perlu aku mengingatkanya lagi!"seru Junior yang terlihat baikan.
Kembali Dhea terkejut dan matanya yang sudah lebar makin melebar.
"Junior!,sepertinya aku harus pulang!,sudah malam dan tidak mungkin kan aku terus disini,dan terima kasih kau sudah melunasi hurangku!"seru Dhea yang buru buru bangkit dari tempat duduknya.
Raut kekecewaan tampak diwajah Junior tapi Dhea tak menghiraukannya dan ia segera berjalan menuju pintu.
"Dhea!,maukah kau datang lagi besok!,aku kesepian!"seru Junior menhentikna langkah Dhea.
Dhea terdiam dan berfikir sejenak.
"Kita lihat saja besok!"seru Dhea yang kini benar benar membuka pintu dan pergi.
.....
Dhea keluar dari kamar Junior dan betapa terkejutnya Dhea saat bertemu dengan seseorang yang sepertinya hendak masuk kedalam kamar Junior.Dhea tersenyum kaku dan ingin cepat cepat pergi dari tempat itu.
"Hey tunggu!"seru Rang itu ketika Dhea lewat disampingnya.
Dhea menahan nafasnya dan berbalik untuk menghadapi orang yang ada disampingnya.
"Ya!"seru Dhea dengan nada sangat hati hati.
Orang itu tak mengajukan pertanyaan,seperti yang Dhea bayangkan melainkan ia menundukan wajahnya memperhatikan wajah Dhea yang sangat rendah dari tinggi badannya.
Dhea risih dengan hal yang sedang terjadi itu akhirnya ia mendongakan wajahnya agar orang itu bisa melihat wajahnya yang sejak tadi dicarainya.
"Sepertinya aku pernah melihat wajahmu!"serunya yang sudah bisa dengan jelas melihat Dhea dengan jelas.
Dhea mengerutkan kening dan mencoba melihat wajah orang itu dan mencoba mengenali apakah ia juga pernah melihat orang tersebut atau belum.
"Maaf sepertinya anda salah orang!"seru Dhea yang tak kenal,lalu kemudian Dhea mulai beranjak pergi.
"Wait!"seru orang itu sambil menahan lengan Dhea.
Dhea kembali terdiam dan melirik orang tersebut.
"Apa kau mengenal Junior?"tanya orang tersebut memastikan.
"Ya!"jawab Dhea singkat dan hati hati.
"Aku ingat kau gadis yang ada didalam koran bekas bungkus kue pancong itu!,gadis berprstasi itu!"seru orang itu membuat Dhea menjadi ingin tahu.
"Ternyata lebih cantik aslinya daripada di gambar yang hitam putih,terkena gula cair pula!"seru Orang itu sambil terus memperhatikan wajah Dhea.
Dhea hanya tertunduk malu dan senyum sedikit tersungging diwajahnya tapi tiba tiba senyum itu hilang saat ia teringat dengan kata kata orang itu tadi.Apa maksudnya.
Dhea mendongakan kepalanya untuk melihat wajah orang itu
"Maksud anda apa?"tanya Dhea pnasaran
"Kenalkan nama saya Shandy!,saya adalah kakak Junior,dan sepertinya kau adalah orang yang adiku suka!,karena demi kertas yang berisi gambar wajahmu ia mau menyimpannya walupun itu sudah rusak dan tak jelas!"
Dhea terkejut dan hanya diam yang bisa ia tunjukan.Sejenak Dhea terdiam dan berfikir,memikirkan sesuatau.
"Apa saya boleh tahu,Junior sakit apa?"tanya Dhea hati hati.
"Heeemmmmmmm....bagaimana jika kita duduk terlebih dahulu!"seru Orang itu sambil mengajak Dhea duduk dibangku yang ada didekat mereka.
Dhea menuruti sambil mencoba untuk terus tenang agar dapat mendapatkan informasi tentang sakit Junior.
Mereka telah duduk dan diam,diam yang kini terdengar sekarang.
"Disini!"seru orang itu sambil menekan dada kirinya yang langsung menuju jantungnya.Ia punya masalah disini!,disaat semua orang harus berdebar debar menunggu hasil pengumuman tentang kelulusan mereka,Junior harus tetap tenang dikamarnya.saat seseorang berdebar karena menemukan orang yang dicintainya,Junior harus menguburnya.Jantung Junior harus tetap stabil tak boleh ada perasaan yang bisa membuat jantungnya berkerja lebih keras!"cerit aorang tersebut to the point.
"Aku sudah mengetahuinya dan mungkin ia sudah bisa mengendalikannya!"seru Dhea optimis.
Shandy mendelik menatap Dhea dan mencoba mencari tahu apa maksud perkataan Dhea tersebut.
"Apa maksudmu?"tanya Shandy penasaran.
"Beberapa hari yang lalu aku dan dia pergi dan kami melakukan hal hal yang belum pernah ia lakukan!"Seru Dhea datar.
"Apa karena itu penyebabnya!"seru Orang itu menebak sekaligus bertanya.
"Penyebab!,penyebab apa?"tanya Dhea tak mengerti.
"Kau tahu Junior hampir mati!"seru Shandy dengan nada tinggi dan penuh kemarahan.
Dheaterdiam dam membatu,mendengar ucapan Shandy yang begitu keras padanya membuat Dhea terkejut dan menciut,seperti tertimpa benda keras diatas punggunggnya.
"Tapi ia mengatakan baik baik saja!"seru Dhea membela diri.
"Baik baik saja!,karena baik baik saja sehingga sekarang ia ada didalam sana dengan selang dimana mana!"seru Shandy.
Dhea hanya terdiam dan merasa disudutkan,merasa semua kesalahan ialah penyebabnya.
"Boleh aku menemui Junior?.Lagi!"seru Dhea yang hampir menangis.
"Apa itu bisa menyembuhkannya!"seru Shandy bertanya.
"Aku hanya ingin menanyainya!,mengapa ia melakukan hal itu!"seru Dhea yang ingin sekali menemui Junior.
"Silahkan!"seru Shandy.
Dhea cepat cepat kembali membuka pintu kamar Junior Dan dilihatnya Junior masih terbaring tapi matanya tidak terpejam.
"Dhea!,kau kembali lagi!"seru Junior senang sambil berusaha bangun dari posisinya.
"Jangan kau paksakan jika tak bisa!,dan aku tak mau disalahkan untuk kesekian kalinya!"seru Dhea dengan nada ketus sambil menghampiri Junior dan duduk disampinggnya.
"Apa maksudmu?"tanya Junior tak mengerti.
"Punya penyakit lemah jantung tapi masih bialng baik baik saja!,kau ingin membuatku dipenjara karena menghilangkan nyawa seseorang!"seru Dhea masih dengan nada ketus.
"Kau tahu aku memiliki penyakit lemah jantung tapi kau membuatku selalu jantungan!"seru Junior dengan nada serius.
"Jantungan!,waktu itu kenapa kau mau aku ajak Naik Bianglala!"seru Dhea dengan memojokan.
"Aku ingin mencobanya!"jawab Junior pelan."Tapi kau juga memaksaku juga!"seru Junior menuduh.
"Tapi kau mau!"seru Dhea tak mau disalahkan.
"Apa sangat sakit!"seru Dhea dengan nada merendah dan mentap Junior.
Junior menggeleng pelan dan terdiam.
"Aku bertemu dengan kakakmu tadi diluar!"seru Dhea memberitahu.
Junior terkejut,matanya melebar dan detak jantungnya tiba tiba mengencang,dan itu terlihat di monitor dengan kabel yang terhubung dengan tubuhnya.
"Jun!,kamu kenapa?"tanya Dhea panik ketika melihat layar monitor itu.
"Aku baik baik saja!"serunya datar mencoba untuk tenang.
'Hey!,bukankah itu menunjukan kerja detak jantungmu?"tanya Dhea yang melihat garis ynag tak beraturan di alyar.
"Jantungku baik baik saja!,mungkin monitor itu rusak!"seru Junior mengelak.
"Benarkah!"seru Dhea dengan nada menuduh.
Junior mengangguk pelan dan matanya menatap wajag Dhea yang ada dihadapannya,duduk disampingnya
"Kau terkejut mendengar ada kakakmu diluar!"tanya Dhea menebak.
Junior menggelengkan kepalanya menandakan ia menolak tuduhan itu.
"Kau pernah menanyakan hal itu!"seru Dhea mengubah topik pembicaraan.
"Yang mana?"tanya Junior tak mengerti.
"Setelah kau menciumku!"seru Dhea tegas.sambil melirik monitor yang ada disampinggya..
Kembali Garis dimonitor menunjukan kecepatan dan melihat itu Dhea hanya tersenyum simpul lalu kembali melihat Junior yang terdiam.
"Kau ingin tahu jawabannya?"tanya Dhea sambil mencondongkan kepalanya.
"Apa yang akan kau lakukan?"tanya Junior yang tampak makin tegang.
"Aku ingin memberimu jawaban itu! "seru Dhea yang makin mencondongkan keplanya pada Junior.
"Kau akan menciumku!"tanya Junior menebak.
Belum sempat Dhea melakukannya tiba tiba ia menarik diri dan kembali keposisinya.
"Apahak kau merasa dega degan!"tanya Dhea ."tapi sepertinya aku tak perlu jawaban itu!,karena aku sudah mendapatkan jawabannya!"seru Dhea yang kembali melihat layar monitor.
"Kau tahu semua ciuman pasti membuat jantunggu berdetak lebih kencang!,bahkan artis yang harus melakoni adegan ciuman,mereka pun merasakannya!,akupun juga!,apakah kau tidak saat melakukannya!"tanya Dhea menjawab pertanyaan Junior yang dilontarkan beberapa waktu lalu.
seolleda
Dhea memandang wajah Junior,wajahnya tampak pucat dan berkeringat.dengan refleks tangan Dhea menyentuh dahi Junior.
"Kamu ketakutan tadi!"seru Dhea yang melihat kepanikan itu.
Dhea mengambil tissue dari dalam kantongnya dan memberikan selembar pada Junior.
"Lap keringat kamu dulu!"seru Dhea sambil berlalu dan Junior mengikutinya.
"Apakah aku membuatmu kecewa?"tanya Junior yang berusaha mengimbangi langkah Dhea.
"Kau tahu itu adalah film yangbaku tunggu tunggu sejak lama!"seru Dhea meluapkan kekesalannya sedikit.
"Mungkin lain kali kau bisa menontonnya sendiri!"seru Junior menyemangati.
Dhea terdiam dan sejenak memandang Junior yang mulai segar kembali.
"Apakah kau hanya menyukai film drama!"tanya Dhea sekaligus menuduh.
"Entahlah,tapi aku tak menyukai film yang membuat jantungku bekerja lebih keras!"seru Junior menjelaskan lagi.
"Oke!,lupakan itu!,lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya!"tanya Dhea menyimpan kekecewaannya.
"Apakah kau lapar?"tanya Junior sambil memainkan matanya.
Dhea tersenyum dan mengangguk.
"Kau tahu tempat yang enak makannanmya disini?"tanya Junior yang hanya melihat outlet outlet fast food.
"Ada tapi itu adanya diluar gedung.Bagaimana jika kita makan makanan yang ada disini!,makanannya juga enak!"seru Dhea menwari.
Junior terdiam sejenak untuk berfikir.
"Aku belum pernah makan makanan seperti itu sebelumnya!"seru Junior dalam hati.
"Bagaimana?,tanya Dhea menunggu.
"Baiklah!,tapi kau yang memilihkan makanan untuku!"seru Junior yang terdengar tak mau ambil pusing.sambil menyerahkan selembar uang berwarna merah.
"oke!,kalau begitu kau pilih meja yang kosong dan aku akan membelikan makannnya"seru Dhea sambil pergi meninggalkan Junior dan menuju outlet makanan.
Junior menuruti printah dan ia segera duduk dibangku yang kosong sambil melirik jam tangannya.
"Mengapa waktunya begitu cepat berlalu,padahal aku baru memulainya sekarang!"seru Junior dalam hati.
Sesaat kemudian Dhea datang dengan membawa satu nampan berisi dua minuman dan dua bungkus burger.Dhea menaruh nampan itu dimeja dan dengan heran Junior memperhatikan bungkusan itu.
"Apa itu?"tanya Junior polos.
Dhea mendelik tapi segera ia redam,mencoba mengerti keadaan Junior yang seperti orang primitif tak tahu apa yang ada dihadapannya.
Dhea duduk dihadapan Junior membegi makanan dan minuman yang ada dihadapannya.
"Ini namanya Burger!,roti isi daging,sayuran dan cheese!,apakah kau belum pernah memakannya atau melihatnya?"tanya Dhea sambil membuka bungkusan yang ada dihadapannya.
Dengan polos Junior menggeleng dan Dhea menghela nafas 'kasihan'
"Boleh aku tahu apa alasan orang tuamu memingit anak perjakanya!,atau mungkin kau sudah dijodohkan agar tidak berpaling pada wanita lain sehingga mereka mengurungmu!"seru Dhea menebak.
"Aku tidak tahu apa alasannya tapi yang jelas mereka menyuruhku untuk tidak melalukan aktifitas yang membuat jantungku berdetak terlalu kencang!"jawab Junior polos.
"Apakah kau memiliki riwayat penyakit jantung?"tanya Dhea sambil membuka mulutnya lebar lebar dan menggigit tepian burger itu dengan ketinggian yang lumayan tinggi.
"Hey!,apa seperti itu cara makannya!,menyeramkan sekali,kau tak tampak seperti wanita ketika sedang makan seperti itu,begitu mengerikan tahu!"seru Junior mengomentari.
Dhea terus mengunyah dan kemudian mengambil minum dan meminumnya.matanya terus menata Junior yang belum menyentuh makannanya.
"Ternyata kau juga belum pernsh memakannya ya?"tanya Dhea sambil membantu membukakan bungkus burger tersebut.
"Jika bukan seperti itu cara makannya apakah kau akan memakannya mulia dari lapisan paling atas!"seru Dgea sambil menyodorkan makananya.
"Apakah tak ada makanan yang lainnya?"seru Junior yang tampak enggan untuk menyentuh burger pemberian Dhea.
"Kau cob dulu baru berkomentar!"seru Dhea sambil menyodorkanburger pada mulut Junior damn berniat untuk menyuapinya.
Dengan ragu Junior membuka mulutnya untuk menggigit sesuai apa yang dilihatnya dari Dhea tadi.Tapi Dhea meneriakinya,menyuruhnya untuk lebih lebar membuka mulutnya agar ia mampu menggigit semua lapisan dari atas sampai bawah.
Semua pandanga tertuju pada mereka ada yang tersenyum yang mungkin mereka berfikir jika mereka adalah pasangan kekasih yang sedang menunjukan perhatian ada juga yang memandang mereka dengan pandangan lebay.
Junior berhasil mengigit seluruh lapisan dan mengunyahnya,mulutnya tampak bergerak gerak karena gigitan yang dihasilkannya begitu besar dan memenuhi isi mulutnya.
Dhea menunggu Junior menyelesaikan makanna yang digigitnya ambil memegangi botol minuman milik Junior.
"Bagaimana enak bukan!"seru Dhea
Junior mengangguk dan kemudian merebut minuman yang ada di tangan Dhea.
"Apakah kau melakukan pemeriksaan ritin terhadap jantungmu setiap....,mungkin hari,minggu,bulan????"tanya Dhea ingin tahu.
"Tidah!,orang tuaku tidak pernah mengajaku kedokter jika aku idak sedang sakit!,mereka hanya mengatakan padaku jika aku tidak boleh melakukan hal hal yang terlalu menguras tenaga,dan membuatku lelah!"
"Sebenarnya oramg tuamu sayang padamu,bshksn terlslu sayang,tapi sayang mereka tidak memiliki waktu untuk bisa berkumpul bersamamu!"seru Dhea mengambil kesimpulan.
"Bisakah kita berganti topik pembicaraan!,aku ingin meniknati hari ini tanpa ada pikitan tentang rumah!"seru Junior sambil memakan kembali burgernya dan kali ini ia memakannya sediri.
Dhea tersenyum pada Junior tapisekaligus iba padanya karena oranya yang kini ada dihadapannya begitu tampan tapi juga begitu polos dan bisa dibilang agak bodoh tentang pengetahuan.
"Kau suka berselancar di internet?"tanya Dhea sebelum menggigit burgernya.
"Suka,tapi aku jarang melakukannya!'seru Junior.
"Lalu apa yang kau buka?,sampai hal seperti ini saja kau tak tahu!,aku merasa heran padamu,kadang aku terlalu pintar,untuk bebrapa hal,tapi terkadang kau terlalu dodoh untuk hal hal yang sangat sepele!"seru Dhea bingung.
"Bukankah itu bagus!.diinternet aku selalu mencari info yang aku sendiri tak tahu,dan kura kura!!!!,aku sangat menyukai kura kura,dan aku ingin memeliharanya!"seru Junior sambil melahap gigitan terakhirnya.
"Kenapa kau tak memebelinya!,bukankah aku memiliki banyak uang untuk membelinya,tak hanya satu bahkan jika kau ingin membuka peternakan kura kurapun kau mampu!"seru Dhea menyemangati.
"Aku tak ada waktu dan kau tahu apa alasnnya!"
"Bagimana jika kita beli sekarang!,aku tahu dimana kita bisa membelinya!"seru Dhea sambil bangkit dan menarik tangan Junior untuk pergi.
....
Dhea membawa Junior ketempat penjualan kura kura yang juga berjualan ikan hisa dan perlengkapannya.
Di tempat itu banyak sekali jenis kura kurayang ternyata hampir semua jenisnys dapat Junior tahu,dan itu membuat Dhea kagum.dan ituah kepintaran dari Junior yang begitu polos dan lugu.
"Kamu mau jenis yang mana?"tanya Dhea yang sedang asyik memperhatikan hewan lucu itu.
"Kalau kau yang pilih,akan memilih yang mana?"tanya Junior yang berdiri disamping Dhea.
"Kura kura brazil bagus juga!,coraknya bagus sekali!"seru Dhea berpendapat.
"Mas,saya pilih kura kura Brazilnya dua cewek cowok ya!"seru Junior yang kemudian memilih akuarium dan perlengkapannya.
Sementara Dhea hanya terdiam dan terpaku memperhatiakan Junior yang memperlakukannya seperti itu.
"Kenapa aku harus memilihnya?"tanya Dhea sambil menghampiri Junior yang sedang memilih perlengkapan.
Junior terdiam sejenak dan kemudian tersenyum.
"Sebagai ungkapan terima kasih karena kau sudah mewujudkan sebagian mimpiku!"seru Junior yang kemudian tersenyum.
"Sini bantu aku memilih!"seru Junior sambil menarik tangan Dhea.untuk mendekatinya.
Dhea berdiri disamping dan memberi saran tentang benda benda yang dipilih Junior.
Setelah mendapatkan apa yang dicari Junior menitipkan barang itu pada pemilik Toko yang Dhea sendiri sudah mengenalinya.
"Jadi kita mau kemana sekarang????"
"Kita jalan jalan lagi!,aku ingin menghabiskan hari ini seharian!"seru Junior senang,dan tersenyum lebar.
Dhea dan Junior berjalan meninggalkan tempat itu menuju tempat yang ingin sekali Junior datangi,dan Dhea sebagai penunjuk arahnya.
"Apa selama ini hatimu benar benar belum pernah dibuat deg degan oleh hal yang menurutmu diluar logikamu!"tanya Dhea yang ingin mengetahui kisah asmara Junior.
"Deg degan!,orang tuaku saja tidak boleh menyuruhku melakukan hal hal yang membuat jantungku berdetak lebih kencang dari normal".jelas Junior yang sekilas memandang Dhea dan menyentuh dadanya.
"Maksudnya begini loh,kalau kamu berlari,jantungmu akan berdetak karena melakukan aktifitas tersebut,tapi pernah tidak jantungmu berdetak lebih kencang sementara kau hanya duduk dan melihat seseorang!"tanya Dhea lebih detail.
"Kau sedang mengujiku?"tanya Junior sambil menatap Dhea tajam.dan wajahnya mendekat,danmakin dekat.
Dhea terpaku dan terdiam,dan tak sadar wajah merek Sudah dekat.
"Ada fotobox kita foto yuk!"seru Dhea mengubah suasana,ia langsung berlari dan sambil menarik tangan Junior.
Junior dan Dhea masuk kedalam box dan siap siap untuk berfoto,Dhea tampak biasa saja ketika berada diruangan itu,tapi Junior tampak begitu bingung,dengn apa yang harus ia lakukan.
"Kita harus bagaimana?"tanya Jubior polos.
Dhea tak menjawab,tapi ia malah bergaya sambil merangkul Junior yang tampak kebingungan.Setelah beberapa saat Dhea dan Junior keluar Dan Junior masih kebingungan.Dhea mengambil hasil foto dan melihatnya.
Betapa terkejutnya Dhea saat melihat hasil foto mereka,dalam foto tersebut tampak Dhea berpose imut sementara Junior tampak kebingungan sambil menatap wajah Dhea yang asyik dengan berpose.
Dalam foto tersebut mungkin jika ada orang yang melihat sekilsas akan menyangka jika Junior Hendak mencium Dhea.Dhea malu tapi dalam hatinya tersenyum geli.Dalam otaknya tiba tiba muncul pikiran aneh yang memenuhinya.
"kalau ada yang liat mungkin akan menyangka kalau dia pacarku1"seru Dhea dalam hati.
"Bagaimana hasilnya?"tanya Junior sambil menarik foto yang ada ditangan Dhea,Untuk beberpa saat Dhea menolak untuk memberikannya tapi dengan kecepatan tangannya akhirnya Junior berhasil mendapatkkannya.
Awalnya Junior tersenyum melihat foto tersebut tapi kemudian senyum itu hilang saat Dhea yang menutupu wajahnya dengan tangan melihat ekspresi Junior yang biasa saja.
"Apa itu membuatmu deg degan?"tanya Dhea was was.
"Tidak!,sama sekali tidak!'seru Junior sambil menempelkan tangannya didada.
"oh!"seru Dhea sambil pergi meninggalkan Junior.
"Lalu bagaimana denganmu?."tanya Junior sambil mengejarDhea
"Tentu saja deg degan,aku masih normal,dan aku manusia hidup!'seru Dhea sambil terus berjalan.
....
Hari menjelang malam dari seberang rel kereta Dhe menatap sebuah bianglala yang menjadi pusat perhatian dari matanya yang menandakan bahwa ada pasar malam didaerah itu.
"Apa yang kau lihat?"tanya Junior sambil melihat arah pandangan Dhea.
"Ayo kita kesana!"seru Dhea sambil menunjuk Arah pasar malam itu.
Junior terdiam dam benar benar menatap biang lala itu.
"Aku takut ketinggian!"seru Junior.
"Kita tak perlu naik itu,kita bisa naik yang lainnya atau hanya membeli sesuatu!"seru Dhea
Junior terdiam tapi Dhea dengan cepat menarik tangan Junior dan menyebrangi rel kereta dua jalur untuk sampai ditempat yang dituju.Menembus rumput liar dan lebat dan berduri.
"Kamu mau naik yang mana?"tanya Dhea ketika mereka sedang melihat lihat wahana yang ada.
Junior tak menjawab ia masih binggung dan sepertinya enggan untuk menaiki salah satu dari semuanya.
"Kamu ga akan memilih naik kuda itu kan!"seru Dhea sambil menunjuk wahana yang jaraknya beberapa meter dari hadapnnya.
"Ayo kita naik itu!"seru Junior sambil menarik tangan Dhea menuju wahana yang ia tak tahu apa namanya.
"Kau serius?"tanya Dhea tak percaya.
"Aku ingin mencoba menglahkan ketakutanku!"seru Junior sambil mengeluarkan uang untuk membayar.
Sejenak Junior terdiam,memandangi kakinya yang hendk melangkah sementara Dhea sudah lebih dulu duduk di tempatnya.
"Jun!,ayo!"seru Dhea sambil menarik tangan Junior yang terasa dingin.
Dan Junior melangkah dengan ragu.duduk disamping Dhea.Dhea mengerti keadaan Junior dan akhirnya ia buka suara.
"Ayo kita keluar saja!"seru Dhea yang bangkit dari duduknya.
Tapi dengan cepat tangan Junior menahannya dan menatapnya lalu menggeleng.
"Jangan!.Aku ingin mencobanya!"seru Junior walau raut ketakutan tampak diwajahnya.
Dhea kembali ketempat duduknya dan Dhea menatap Junior yang makin menegang ketik wahana mulai perlahan naik.
Beberapa saat keheningan terjadi diantara mereka dan tiba tiba Tangan Dhea meraih tangan Junior dan menggenggamnya erat.
"Kau bisa percayakan padaku!,kita akan baik baik saja!"seru Dhea meyakinkan.
Junior mengangguk dan mempererat genggammannya.
Seketika Dhea terkejut tapi ia sembunnyikan.
Maakin lama wahana makin naik,dan udara makin terasa dingin,mengayunkan besi yang menjadi tempat duduk mereka.Dan genggaman Junior makin kencang.Dan mata Junior terus tertutup.
"Jun,buka matamu!.kita akan baik baik saja!"seru Dhea mencoba membuatnya tenang. Dengan perlahan Junior membuka matanya dan mengintip kedaerah kesekitar .Kini ia berada di ketinggian dan jantunggnya makin berdetak kencang.
"Tarik nafas kamu yang panjang!."seru Dhea sambil melepaskan genggaman tangannya dan mengusap punggunggnya.
Junior melakukan apa yang diperintahkan oleh Dhea dan perlahan ia bisa melewatinya.
Dhea perlahan mengajak Junior untuk mengobrol ringan untuk membantunya melupakan dimana kini mereka berada.
"Apakah kau pernah merasakan jantungmu berdetak lebih kenccang dari biasanya hanya karena seseorang!,bahkan hanya mendengar suaranya saja?"tanya Dhea mengulang pertanyaan yang pernah ia utarakan beberapa waktu lalu.
Dan kembali Junior tak menjawabnya.
"Apa itu cinta!"seru Junior menatap wajah Dhea dan masuk kedalam matanya.
Dhea gelagapan mendapatkan pertanyaan itu.
"Aku kira begitu!"seru Dhea yang kemudian menarik tangannya dari punggung Junior
Tapi dengan cepat Junior menarik tangan Dhea dan menggenggam kembali.
"Ada apa?"tanya Dhea yang tiba tiba menjadi kikuk.
"Tidak papa!,aku hanya merasa nyaman,seperti menggenggam tangan ibuku!"seru Junior beralasan.
Dhea terdiam,dan memalingkan wajahnya mencoba menikmati pemandangan disekitar dan tanpa sadar mereka sedang berada diketinggian yang paling tinggi.
Angin berhembus kencang dan mengayunkan tempat duduk mereka membuat bergoyang,mengayun.ayun ditempat duduk mereka.
"Apa yang terjadi?"tanya Junior panik dan makin erat mengenggam tangan Dhea.
"Hanya angin,kita berada di ketinggian dan mungkin di bawah ada penumpang baru,sehingga kita berhenti!"seru Dhea menenangkan.
Selesai naik Bianglala mereka meneruskan untuk menonton motor gila dan beberapa wahana yang ada.
....
Hari menjelang malam dan mereka memutuskan untuk pulang.Dengan berjalan melewati daerah yang gelap Junior dan Dhea mencoba untuk melewati rel kereta yang sangat gelap dan penuh rumput liar.
"Perasaan tadi tidak seperti ini!,terlalu menyeramkan!"seru Dhea yang berjalan menembus rumput rumput liar yang ada dihadapannya.
"Hati hati,sepertinya banyak rumput berduri!"seru Junior yang merasa kakinya tergores oleh rumput yang terasa tajam.
Dhea meraih tangan Junior dalam kegelapan meminta untuk di tuntun agar dia tak terjatuh.
Setelah melewati satu rel,dan kini mereka berada di tengah tengah antara dua rel.Betapa terkejutnya mereka ketika dari arah berlawanan sayup sayup suara klakson berbunyi bersautan dan lampu perlahan mendekat.
Junior dan Dhea kalang kabut,mereka tak tahu apa yang harus dilakukan tetap disana atau cepat cepat menyebrang.
"Ayo kita nyebrang!"seru Dhea panik.
"Sudah tidak mungkin!,mereka sudah sangat dekat!"seru Junior mengingatkan.
Dhea mencengkram lengan Junior erat dan ketakutan begitu tampak daricengkraman itu.Junior terdiam dan merasakan hal itu.dalam hatinya muncul keberanian untuk kuat dan tidak takut.
"Tenang kita akan baik baik saja!,asal kita tetap berada ditengah!"bisik Junior pada Dhea yang terus menutup mata.
Junior menatap wajah Dhea yang terus menunduk,dan menutup matanya terlihat dari sinar lampu yang datang dari kereta yang hampir melewati mereka.Perlahan Junior melapas cengkraman tangan Dhea.
"Ada apa?"tanya Dhea tanpa membuka mata ketika suara gaduh mesin melewati mereka.
Junior tak menjawab ia hanya mengenggam tangan Dhea dan menarik tangannya kebelakang,hingga Tubuh Dhea merapat kedalam tubuhnya,Perlahan tangan Junior meraih punggung Dhea dan makin mendekatkan tubuhnya.
Dan dari gaduhnya suara kereta yang melintas Junior menatap wajah Dhea dan memberanikan diri untuk menciumnya.
Kereta meninggalkan mereka berdua,dan Dhea tersadar apa yang baru terjadi,ia membuka mata dan menatap wajah Junior yang belum jauh dari wajahnya.
"Apa yang telah kau lakukan!"tanya Dhea yang langsung menjauhkan diri dari Junior.
Tapi tiba tiba Dhea tersandung,dan hampir jatuh tapi dengan cepat Junior meraih punggang Dhea dan menariknya kedalam pelukannya.
Mata mereka saling bertemu dalam gelap perasaan mereka terasa tak menentu tapi cepat cept mereka menarik diri.
"Apakah jantungmu terasa berdebar lebih dari biasanya?"tanya Junior kemudian memecahlan kecanggungan diantara mereka.
"Apakah kau mengujiku?"tanya Dhea dengan nada menuduh.
"Aku hanya membuktikan pertanyaanmu tadi!"jawab Junior.
"Lalu,mengapa kau tanyakan hal itu padaku!"
"Aku hanya ingin tahu pendapatmu!"seru Junior.
"Sebaiknya kita cepat,karena hari sudah malam!"
......
Sejak kejadin itu kecanggungan diantara Junior Dan Dhea terjadi,mereka pulang bersama,tapi mereka membuat jarak,Junior berjalan Satu meter didepan Dhea,mereka tak berbicara sedikitpun,mereka bergelut dengan ikiran masing masing.Dhea memandangi punggung Junior yang lebar dengan kepala tertunduk.
Dhea terus memandanginya dengan pikiran bertanya tanya.
"Mengapa dia melakukan itu!,mau dia apa!"seru Dhea dalam hati kesal.
Sesaat Dhea menyentuh bibirnya dan senyum tipis tersungging dibibirnya.
"Itu ciuman pertamaku!"seru Dhea dalam hati yang kemudanian merasa kesal dan menunjukan tinjuan keudara pada Junior yang terus berjalan dihadapannya dan makin jauh darinya.
Dhea terus mengekorinya.Walaupun hari sudah malam tapi Ia harus pulang kerumah Junior selain untuk mengambil tasnya yang masih berada disana,Dhea juga bertanggung jawab untuk menjelaskan kemana saja mereka pergi seharian ini.
Pikiran Dhea tiba tiba buyar saat mendengar suaraklakson mobil meneriakinya.Dan dengan cepat Dhea minggir karena ternyata ia berjalan terlalu ketengah.Dan begitu juga dengan Junior,tapi ia tak mengetahuinya dan dengan cepat Dhea berlari untuk mengejar Junior.
"Junior Awas!"teriak Dhea sambil menarik Lengan Junior yang sudah dihadapannya.
Junior terkejut ditarik begitu tiba tiba dan tanpa sengaja Junior memeluk Dhea dan mobil melaju begitu saja.
Junior masih memeluk Dhea dan Dhea masih diam dalam pelukan junior.
Beberapa detik berlalu dan mereka tersadar dengan keadaan mereka.Buru buru Juior melepaskan pelukannya dari tubuh Dhea yang kecil,sementara Dhea masih memegangi tangan Juior yang ditariknya.
"Maaf!"seru Junior.
"Ada apa denganmu!,kau tak tahu kau berjalan terlalu tengah.kau ingin bunuh diri!"seru Dhea mengomel.
Junior tak menjawab,ia hanya diam dan tiba tiba tangannya memegangi dadanya.
"Hey,ada apa denganmu?"tanya Dhea yang merasa ada yang tak beres.
"Aku tidak papa!,sebaiknya kau pulang!,sudah malam,tidak baik perempun masih berada diluar rumah malam seperti ini!"seru Junior yang tahu kini mereka sudah dekat dengan rumahnya.
"Kita pulang bersama!"seru Dhea yang mengkhawatirkan keadaan Junior
"Aku tidak papa!,aku bisa pulang sendiri!"seru Junior berkeras.
"Tapi tasku masih ada dirumhmu!"seru Dhea Beralasan.
Junior terdiam dan teringat,ia masih memegangi Dadanya dan kesakitan makin tampak diwajahnya..Junior tak berkata apa apa tapi ia segera melangkah dan pergi meninggalkn Dhea.
Dhea mengikutinya walaupun Junior sudah melarangnya untuk mengantarkannya pulang.Dan juniorpun tak bisa melarangnya karena Dhea memang harus mengambil barang miliknya.
Memasuki pintu gerbang rumahnya Junior berbisik pada Supir pribadinya sementara Dhea hanya terdiam.Ia berjalan Perlahan mengikutinya dan didepan pintu rumahnya Pembantu rumah tangganya sudah menunggunya dengan wajah khawatir.
Junior menghampirinya dan kembali berbisik,dan mereka berdua masuk kedalam rumah dan Dhea tak tahu apa yang Junior katakan pada dua orang yanag ada dirumahnya itu.
Belum sempat Dhea masuk kedalam rumah Junior untuk mengambil barangnya tiba tiba pembantu rumah tangga itu sudah keluar dengan membawa barang milik Dhea.
"Mba!,ini barang barangnya!"seru pembantu rumag tangga itu yang belum sempat ia ketahui siapa namanya.
Dhea tersenyum getir menerima barangnya,ia merasa kecewadengan sikap Junior yang tiba tiba menjadi seperti itu padanya.
"Mba,sepertinya tadi Junior merasakan kesakitan pada dadanya!"seru Dhea memberitahu.
"Oh ya saya sudah tahu!,maaf ya mbak,sudah malam mas Juniornya harus istirahat!"seru pembantu itu sambil menutup pintu rumag.
Dengan kecewa Dhea berbalik arah dan berjalan menuju pintu gerbang untuk pulang,tapi ditengah jalan ia dicegat oleh supir pribadi Junior yang ia sendiripun tak tahu siapa namanya.
"Silahkan mbak,masuk kedalam mobil,tadi mas Junior meminta saja untuk mengantarkan Mbak Dhea pulang sampai rumah.!"seru Supir itu sambil menunjukan mobil yang akan mengantarkan Dhea pulang.
Dhea terdiam sejenak dan kemudian ia menoleh kerumah Junior dan dilihatnya rumah dua tingkat itu.Diperhatikannya kamar yang baru dinyalakan lampunya dan dengan yakin itu kamar Junior.
"Ada apa dengannya kenapa menjadi seperti ini!"gumam Dhea khawatir.
.....
Dhea merasa bingung,khawatir dan bersalah sejak kejadian beberapa hari lalu.sejak hari itu Junior tak mau menemuinya dan memutuskan untuk menggunakan jasanya untuk memberinya les private,dan perjanjian untuk mengganti uang perbaikan mobil,Junior sudah menganggap hal itu lunas,malahan gaji hari terakhir Dhea memberi les pada Junior dibayarkan,tampa memotongnya sepeserpun.Dan hal itu makin membuatnya bingung.Terlebih semua hal itu disampaikan oleh pembantu rumah tangganya tanpa sedikitpun Junior menunjukan wajahnya.
Dan hari ini adalah hari kesekian Dhea mendatangi rumah Junior hanya untuk sekedar mencari tahu keadaanya setelah kejadian malam itu,tapi jawaban 'baik baik saja 'yang selalu didapatnya dan hal itu ia dapat dari supir pribadi Junior.
Dheapun terkejut ketika menerima titipan untuk dirinya dari Junior yang dititipkan pada supir pribadinya.
Sebuah tiket film dibioskop yang pernah ia kunjungi,dan itu adalah tiket film yang pernah ia tonton.
Sejenak Dhea bingung untuk apa Junior memberikan tiket film yang pernah ia tonton,dan mengapa Junior tak mau menemuinya sedikitpun.
"Apa ada yang salah denagnnya!,apa dia marah padaku!,marah.seharusnya aku yang marah karena ia telah mencuri untuk menciumku!"seru Dhea dalam hari.
Tapi pemberin tiket itu pun dimanfaatkan oleh Dhea,hari itu sesuai jam tayang film Dhea menontonya.walaupun Dhea sudah menontonya tapi belum selesai karena waktu itu Junior memintanya untuk keluar.dan akhirnya Dhea menonton untuk mengikuti kelanjutan jalan ceritanya.
Selesai nonton ,Dhea bernostalgia dengan berjalan mengunjungi tempat tempat yang ia kunjungi bersama Junior beberapa hari lalu. mulia dari makan fast food,fotobox dan tak sengaja ia lewat tempat penjual kura kura dan ternyata kura kura yang mereka beli belum diambil,dan Juniorpun tak mengambilnya.
Dhea mengambil Kura kura dan Perlengkapannya.Dhea dibutat dilema antara membawanya kerumahnya ataupun membawanya kerumah Junior yang sama sekali tak mau menemuinya.
"Tak mau menemuiku!,akupun tak mau menemuinya bahkan walaupun dia memohon padaku!"seru Dhea kesal.
.....
Tapi ucapan tinggalah ucapan.Dan mau tak mau Dhea juga harus mendatangi rumah Junior untuk mengantarkan Kura kura yang dibelinya dan belum sempat diambilnya karena dititipkan.
Dengan berrepot repot ria Dhea membawa semua barang barang itu kerumah Junior.Baru saja akan memanggil Orang yang biasa ada dipost satpam.tapi belum sempat Dhea memanggilnya tiba tiba puntu gerbang dibuka dam sebuah mobil keluar dari dalam rumah,Dhea tampak terkejut karena mobil yang keluar itu adalah mobil yang ditabraknya,dan sudah pasti itu adalah mobil Junior dan pasti Juniorlah yang ada didalamnya.
Dhea segera menghampiri Satpam yang akan menutup pintu gerbang.
"Pak itu Junior bukan?"tanya Dhea buru buru.
"Ya!,ada apa?"tanya satpam bernama Sapto itu.
Dhea melihat Sepednya yang dijadikan jaminan berdiri tak jaug didalam garasi mobil dan sebuah ide muncul diotaknya.
"Pak,bapak masih inget saya kan!,saya guru les Junior dan saya ada perlu dengannya ini,barang milik Jinior dan saya butuh sepeda itu untuk mengejar Junior.
Sejenak Satpam itu berfikir dan aaakhirnya membolehkan karena ia teringat akan pesan Junior yang membolehkan jika orang yang mengjarinya les datang untuk mengambil sepedanya.
Dengan cepat Dhea memberikan Barang barang yang dibawanya dan dengan segera ia mengambil Sepeda yang sudah lama tak dinaikinya.
"Pak kalau boleh tahu Mobil itu pergi kemana ya?"tanya Dhea sebelum mengayaun sepedanya lebih kencang.
"Sepertinya kerumah sakit!"seru Satpam itu.
Sejenak Dhea terdiam dan berfikir.
"Rumah sakit mana?"tanya Dhea
"Saya kurang tahu!"seru Satpam itu.
Dhea tak bertanya lagi ia segera mengayunkan sepedanya dan pergi meninggalkan Rumag Junior.
Dhea terus mengayaunkan sepedanya mencoba mengejar mobil Junior yang masih diingatnya nomor polisinya.
Dhea terus mengayunkan sepedanya sampai ia menekan rem ketika berada di perempatan dan tanda lampu merah menyala.
Dhea mencoba meyelip diantara Mobil mobil yang berhenti mencoba untuk lebih dekat dengan pembatas lampu merah.
Dan secara kebetulan Dhea melihat Mobil Junior dari kejauhan dan itu dapat dilihat dari nomor polisi yang masih ia ingat.
Dengan perasaan senang Dheaberusaha untuk mendekatinya dan tapi sayang belum dekat lampu hijau sudah menyala dan dengan berusaha keras Dhea harus mengejar Mobil itu.Tapi Dhea masih beruntung paling tidak Ia masih bisa mengikuti jejak untuk mengikutinya.
.....
Dari jarak beberapa meter Dhea melihat Mobil Junior masuk kedepan halaman rumah sakit yang ada di daerah tersebut.Dhea mengentikan sepedanya didekat trotoar,karena tidak mungkin jika sepedanya masuk ke area rumah sakit,mungkin juga jika Dhea membawa mobil lain lagi jalan ceritanya.
Dhea terdiam dan berfikir bagaimana cara ia masuk kedaerah steril rumah sakit sementara sepedanya aman.
Sebuah senyuman tiba tiba tersungging diwajah Dhea ketika ia melihat sebuah warung kaki lima dekat trotoar.Dengan menuntun sepedanya Dhea mendekati warung tersebut yang hanya dijaga oleh seorang anak remaja seusianya.
"Permisi mas!"seru Dhea sambil terdenyum.
"Ada apa mbak!,ada yang bisa saya bantu!"seru Dhea dengan wajah yang masih cengar cengir.
Dhea terdiam sejenak dan kemudian melanjutkan idenya lagi.
"Mas!,bisa nitip sepeda sebentar ga?,saya mau kerumah sakit tapi takut sepeda tidak boleh masuk!"seru Dhea hati hati.
"Oh silahkan bawa kesini saja!"seru pemuda itu sambil menuntun sepeda yang ada dihadapannya.
"Mas,yang punya warung ini kan!"seru Dhea memastikan.
"Iya!,tenang mba,saya sudah biasa dititipin,atau pelu mba bawa KTP saya!"seru Pemuda itu menawarkan.
"OH,tidak usah,saya cuma memastikan,soalnya ini harta saya satu satunya!seru Dhea dengan wajah meyakinkan.
"Akan saya jaga mba!"seru Pemuda itu meyakinkan.
.....
Setelah menitipkan sepedanya Dhea bersiap siap untuk kerumah sakit,melewati pintu utama dan dengan melewati lorong rumah sakit,Dhea mendangi meja recipsionis dan menanyakan Junior sebagai nama pasien yang dartabg pada hari ini.
Setelah edapatkan informasi,Dhea segera mencari ruangan yang diberitahukan oleh suster tersebut.Dan Lngkah Dhea terhenti ketika ia menembukan ruangan ynag di beritahukan padanya dengan beberapa orang yang ada menunggu didepannya."
" Siapa mereka!,kenapa Junior berada diruangan itu!"tanya Dhea dalam hati yang berdiri dipersimpangan ruangan.
Beberapa saat kemudian pintu ruangan tersebut dibuka dan sebuah brankar keluar dan dengan jelas Dhea bisa melihat Junior terbaring lemah,pucat,dengan selang menempel dihidung dan jrum infus menusuk ditanganya.
Dhea terdiam,terpaku,dan terkejut melihat apayang ada dihadapannya,tak percaya.
"Sakit apa Junior!"seru Dhea yang tiba tiba meneteskan airmata.
Dhea terdiam ketika Junior melewatinya diikuti oleh orang orang yang mungkin keluarganya.
Setelah beberapa meter Junior meninggalkannya Barulah Dhea bisa melemaskan langkahnya,dan dengan pelan pelan Dhea Melangkah mengikuti kemana Junior dibawa.
Beberapa saat kemudian langkah Dhea kembali terhenti ketika Junior masuk kedalam kamarnya.
"Jadi disana!"seru Dhea sambil menghela nafas lega dan kemudian ia membalikan badanya dan pergi.
....
Setelah pulang dari rumah sakit Dhea terus kepikiran dengan Kondisi Junior yang tidak ia ketahui,dan ingin sekali ia ketahui,
"Apa itu artinya Junior sedang sakit keras,dan Aku tak mengetahuinya!"seru Dhea yang sedang duduk diteras rumahnya.
"Aku harus menemuinya dan menanyakan ada apa!,apa itu ada hubungannya dengan keadaan jantung Junor yang tidak boleh berdetak lebih kencang dari jantung normal!.Heh!,aku kira ia bercanda,dan aku mempercayainya!"seru Dhea berbicara sendiri.
Dhea melirik jam tanganya dan dengan cepat ia mengambil jaketnya dan bersiap siap untuk pergi.Dengan menaiki kendaraan umum,Dhea pergi menuju Rumah sakit yang tidak terlalu jauh,tapi jika didatangi denga cara berjalan kaki tentu saja akan terasa sangat jauh.
Sesampainya didekat rumah sakit Dhea tak lupa membeli buah tangan,agar ada alasan untuknya untuk datang.
Dengan langkah percaya diri yang dipaksa Dhea mencoba melangkah menelusuri lorong rumah sakit untuk menemukan kamar Junior yang sudah ditandai dlam otaknya.
Langkah Dhea kembali terhenti ketika jaraknya dengan pintu masuk kamar Junior hanya beberapa meter didepannya.Dhea menarik nafas dan mengumpulkan keberanian untuk masuk.
Dhea menarik nafas panjang dan kemudian ia melangkahkan kakinya.Dengan ragu Dhea mengintip kedalam melalui kaca yang ada dipintu,dan tak ada siapa siapa disana,hanya terlihat selimut yang bergerak gerak gerak,mumgkin itu adalah Junior.
"Permisi!"seru Dhea dengan suara pelan.Tapi tak ada jawaban dan dengan perlahan Dhea menbuka pintu itu dan menengok kanan dan kiri seperti maling yang akan masik kedalam rumah mangsanya.
"Junior!"panggil Dhea dengan nada pelan.Tapi tetap tak ada jawaban dan makin berani Dhea masuk kedalam kamar itu.
Cepat cepat Dhea msuk kedalam dan menutup pintu,dengan langkah hati hati Dhea mendekati ranjang yang tak jauh dari tempatnya berdiri dan dilihatnya Junior terbaring tertidur dengan selang oksigen menempel dihidungnya dan slang infus tertusuk ditangannya.
"Junior!"seru Dhea dengan nada sedikit tinggi,membuat Junior terkejut tapi tak sampai membangunkannya.
Dhea terkejut dengan suaranya yang dirasanya terlalu tinggi,dan mungkin bisa membuat orang datang.Dhea menaruh bawaannya diatas meja dan kemudian mendekati Junior yang terbaring dan tampak lemah.
Tiba tiba Tubuh Dhea menjadi merinding melihat keadaan Junior yang begitu berbeda,wajanya begiu pucat dan membuatnya menjadi takut.
"Junior!,ada apa denganmu?"tanya Dheayang mencoba lebih dekat dengan Junior.
Dhea tahu tidak adan ia mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang ia tunjukan pada Junior.
Dhea kembali menguatkan diri agar bisa lebih dekat dengan Junior,Ia mencoba untuk duduk dibangku kosong yang ada disamping tempat tidur Junior.
Dhea terdiam dana menatap wajah Junior yang pucatdengan perasaan iba dan juga kasihan.
"Pasti kau sangat menderita!"seru Dhea yang tak henti menatap wajah pucat Junior.
Dengan ragu Dhea meraih tangan Junior yang ada dihadapannya.Terasa dingin dan tak bersemangat,pucat.
"Apa kau kedinginan!"seru Dhea lirih dan tanpa sadar airmatanya jatuh tanpa ia kehendaki.
Cepat cepat Dhea menghapusnya tanpa melepaskan genggaman tangannya dari tangan Junior.Dan entah mengapa ia tak mau melepaskannya.
"Junior dapatkah kau mendengarkau!"seru Dhea dengan suara serak dan hidung yang seperti menahan air.
"Apa aku boleh jujur padamu saat ini!,awalnya aku tak mempercayaimu,saat kau katakan jantungmu harus terus berdetak normal,aku kira itu hanya gurauanmu,karena kau tak mua merasakan betapa jantungmu berdetak begitu kencang saat kau bertemu dengan orang yang mampu membuat jantungmu berdetak jauh dari normal."
Dan tanpa sadar Dhea bercerita banyak pada Junior yang tak juga sadar,Dan bergerak dari tidurnya.
"Jika kau terbangun nanti maukah kau memberitahuku apa yang sebenaranya kau alami!"seru Dhea yang berharap Junior mau membuka matanya untuk melihat keberadaannya.
"Kau tahu sebenarnya aku ingin marah padamu!,karena kau sudah menghilang dan tak mau menemuiku tanpa kau memberi alasan mengapa!"seru Dhea dengan nada kesal.
"Junior!,aku sudah membawa kura kura yang kau beli dan kau tahu,pemilik toko hampir memarahiku karena kau tak juga mengambil barangmu,sementara ia tak tega jika tak memberi makan pada sepasang kura kura itu."
"Junior!boleh aku memberi nama untuk salah satu kura kuramu!,mungkin kura kura betina!,aku ingin memberinama pada kura kura itu 'doki doki'yang artinya deg degan itu dari bagasa Jepang.Mungkin itu akan mewakilimu,yang tidak bisa atau mungkin tidak boleh deg degan.!"
Entah berapa lama Dhea berada disana,tapi semenjak kedatangannya tak ada satu orangpun ynag datang untuk menjenguknya,ataupun para susuter ataupun dokter untuk mengecek keadaannya.
"Junior!,apakah orang tuamu sangat mempedulikan bisnisnya sehingga tak mempedulikanmu lagi!"seru Dhea.yang merasa sudah lelah dan ingin pulang untuk beristirahat.
Dhea bangun drai tempat duduknya dan tanpa ia duga Tangan Junior menahan tangannya yang sejak tadi menghangatkan tangan Junior.
"Junior!"seru Dhea terkejut.Dan buru buru mencoba lepaskan tangannya dari cengkraman tangan Junior.
"Jangan pergi!,tetaplah disini!"seru Junior lirih dan dengan nada terbata.
"Hah!!!!"seru Dhea terkejut.
Mata Junior terbuka sedikit dan dengan jelas melihat Dhea yang beradadisampingnya.
"Kau sudah sadar!"seru Dhea yanag kembali duduk ditempatnya dan mengepalkan tangannya pada tangannya yang satunya lagi yang digenggam Junior.
"Aku akan ada disini!"seru Dhea meyakinkan.
Perlahan Junior melepaskan genggaman tangannya dari tangan Dhea dan begitu juga dengan Dhea yang tersadar masih menggenggam tangan Junior.
" Sejak kapan kau sadar!"seru Dhea dengan ragu dan deg degan.
Senyum tipis tersungging diwajag Junior yang pucat.
"Sejak kau datang!"seru Junior pelan.
Mata Dhea melebar dan ia mencoba untuk mengingat ingat apa saja yang sudah ia katakan selama ia ada disana.
"Emmmmm....Junior!,sebenarnya kau sakit apa?"tanya Dhea mengalihkan pembicaraan.
Junior menghela nafas panjang dan sepertinya enggan untuk bercerita.
"Apa ini ada hubungannya dengan jantungmu!"tanya Dhea hati hati.
"Ya!,dan itu kau!'seru Junior yang mengejutkan Dhea.
"Apa!,kau mengkambinghitamkan diriku!"seru Dhea dengan nada kesal.
"Apa kejadian malam itu!"seru Dhea mengingatkan.
"Aku masih menunggu jawaban dari pertanyaaku!"seru Junior.
Tiba tiba Dhea menjadi salah tingkah dan rasanya ingin segera ia kabur drai tempat itu.
"Pertanyaan yang mana"tanya Dhea yang pura pura Lupa,walaupun dalam hatinya pertanyaan itu masih sangat menempel diotaknya.
Junior tersenyum melihat tingkah Dhea yang sangat jelas.
"Apa perlu aku mengingatkanya lagi!"seru Junior yang terlihat baikan.
Kembali Dhea terkejut dan matanya yang sudah lebar makin melebar.
"Junior!,sepertinya aku harus pulang!,sudah malam dan tidak mungkin kan aku terus disini,dan terima kasih kau sudah melunasi hurangku!"seru Dhea yang buru buru bangkit dari tempat duduknya.
Raut kekecewaan tampak diwajah Junior tapi Dhea tak menghiraukannya dan ia segera berjalan menuju pintu.
"Dhea!,maukah kau datang lagi besok!,aku kesepian!"seru Junior menhentikna langkah Dhea.
Dhea terdiam dan berfikir sejenak.
"Kita lihat saja besok!"seru Dhea yang kini benar benar membuka pintu dan pergi.
.....
Dhea keluar dari kamar Junior dan betapa terkejutnya Dhea saat bertemu dengan seseorang yang sepertinya hendak masuk kedalam kamar Junior.Dhea tersenyum kaku dan ingin cepat cepat pergi dari tempat itu.
"Hey tunggu!"seru Rang itu ketika Dhea lewat disampingnya.
Dhea menahan nafasnya dan berbalik untuk menghadapi orang yang ada disampingnya.
"Ya!"seru Dhea dengan nada sangat hati hati.
Orang itu tak mengajukan pertanyaan,seperti yang Dhea bayangkan melainkan ia menundukan wajahnya memperhatikan wajah Dhea yang sangat rendah dari tinggi badannya.
Dhea risih dengan hal yang sedang terjadi itu akhirnya ia mendongakan wajahnya agar orang itu bisa melihat wajahnya yang sejak tadi dicarainya.
"Sepertinya aku pernah melihat wajahmu!"serunya yang sudah bisa dengan jelas melihat Dhea dengan jelas.
Dhea mengerutkan kening dan mencoba melihat wajah orang itu dan mencoba mengenali apakah ia juga pernah melihat orang tersebut atau belum.
"Maaf sepertinya anda salah orang!"seru Dhea yang tak kenal,lalu kemudian Dhea mulai beranjak pergi.
"Wait!"seru orang itu sambil menahan lengan Dhea.
Dhea kembali terdiam dan melirik orang tersebut.
"Apa kau mengenal Junior?"tanya orang tersebut memastikan.
"Ya!"jawab Dhea singkat dan hati hati.
"Aku ingat kau gadis yang ada didalam koran bekas bungkus kue pancong itu!,gadis berprstasi itu!"seru orang itu membuat Dhea menjadi ingin tahu.
"Ternyata lebih cantik aslinya daripada di gambar yang hitam putih,terkena gula cair pula!"seru Orang itu sambil terus memperhatikan wajah Dhea.
Dhea hanya tertunduk malu dan senyum sedikit tersungging diwajahnya tapi tiba tiba senyum itu hilang saat ia teringat dengan kata kata orang itu tadi.Apa maksudnya.
Dhea mendongakan kepalanya untuk melihat wajah orang itu
"Maksud anda apa?"tanya Dhea pnasaran
"Kenalkan nama saya Shandy!,saya adalah kakak Junior,dan sepertinya kau adalah orang yang adiku suka!,karena demi kertas yang berisi gambar wajahmu ia mau menyimpannya walupun itu sudah rusak dan tak jelas!"
Dhea terkejut dan hanya diam yang bisa ia tunjukan.Sejenak Dhea terdiam dan berfikir,memikirkan sesuatau.
"Apa saya boleh tahu,Junior sakit apa?"tanya Dhea hati hati.
"Heeemmmmmmm....bagaimana jika kita duduk terlebih dahulu!"seru Orang itu sambil mengajak Dhea duduk dibangku yang ada didekat mereka.
Dhea menuruti sambil mencoba untuk terus tenang agar dapat mendapatkan informasi tentang sakit Junior.
Mereka telah duduk dan diam,diam yang kini terdengar sekarang.
"Disini!"seru orang itu sambil menekan dada kirinya yang langsung menuju jantungnya.Ia punya masalah disini!,disaat semua orang harus berdebar debar menunggu hasil pengumuman tentang kelulusan mereka,Junior harus tetap tenang dikamarnya.saat seseorang berdebar karena menemukan orang yang dicintainya,Junior harus menguburnya.Jantung Junior harus tetap stabil tak boleh ada perasaan yang bisa membuat jantungnya berkerja lebih keras!"cerit aorang tersebut to the point.
"Aku sudah mengetahuinya dan mungkin ia sudah bisa mengendalikannya!"seru Dhea optimis.
Shandy mendelik menatap Dhea dan mencoba mencari tahu apa maksud perkataan Dhea tersebut.
"Apa maksudmu?"tanya Shandy penasaran.
"Beberapa hari yang lalu aku dan dia pergi dan kami melakukan hal hal yang belum pernah ia lakukan!"Seru Dhea datar.
"Apa karena itu penyebabnya!"seru Orang itu menebak sekaligus bertanya.
"Penyebab!,penyebab apa?"tanya Dhea tak mengerti.
"Kau tahu Junior hampir mati!"seru Shandy dengan nada tinggi dan penuh kemarahan.
Dheaterdiam dam membatu,mendengar ucapan Shandy yang begitu keras padanya membuat Dhea terkejut dan menciut,seperti tertimpa benda keras diatas punggunggnya.
"Tapi ia mengatakan baik baik saja!"seru Dhea membela diri.
"Baik baik saja!,karena baik baik saja sehingga sekarang ia ada didalam sana dengan selang dimana mana!"seru Shandy.
Dhea hanya terdiam dan merasa disudutkan,merasa semua kesalahan ialah penyebabnya.
"Boleh aku menemui Junior?.Lagi!"seru Dhea yang hampir menangis.
"Apa itu bisa menyembuhkannya!"seru Shandy bertanya.
"Aku hanya ingin menanyainya!,mengapa ia melakukan hal itu!"seru Dhea yang ingin sekali menemui Junior.
"Silahkan!"seru Shandy.
Dhea cepat cepat kembali membuka pintu kamar Junior Dan dilihatnya Junior masih terbaring tapi matanya tidak terpejam.
"Dhea!,kau kembali lagi!"seru Junior senang sambil berusaha bangun dari posisinya.
"Jangan kau paksakan jika tak bisa!,dan aku tak mau disalahkan untuk kesekian kalinya!"seru Dhea dengan nada ketus sambil menghampiri Junior dan duduk disampinggnya.
"Apa maksudmu?"tanya Junior tak mengerti.
"Punya penyakit lemah jantung tapi masih bialng baik baik saja!,kau ingin membuatku dipenjara karena menghilangkan nyawa seseorang!"seru Dhea masih dengan nada ketus.
"Kau tahu aku memiliki penyakit lemah jantung tapi kau membuatku selalu jantungan!"seru Junior dengan nada serius.
"Jantungan!,waktu itu kenapa kau mau aku ajak Naik Bianglala!"seru Dhea dengan memojokan.
"Aku ingin mencobanya!"jawab Junior pelan."Tapi kau juga memaksaku juga!"seru Junior menuduh.
"Tapi kau mau!"seru Dhea tak mau disalahkan.
"Apa sangat sakit!"seru Dhea dengan nada merendah dan mentap Junior.
Junior menggeleng pelan dan terdiam.
"Aku bertemu dengan kakakmu tadi diluar!"seru Dhea memberitahu.
Junior terkejut,matanya melebar dan detak jantungnya tiba tiba mengencang,dan itu terlihat di monitor dengan kabel yang terhubung dengan tubuhnya.
"Jun!,kamu kenapa?"tanya Dhea panik ketika melihat layar monitor itu.
"Aku baik baik saja!"serunya datar mencoba untuk tenang.
'Hey!,bukankah itu menunjukan kerja detak jantungmu?"tanya Dhea yang melihat garis ynag tak beraturan di alyar.
"Jantungku baik baik saja!,mungkin monitor itu rusak!"seru Junior mengelak.
"Benarkah!"seru Dhea dengan nada menuduh.
Junior mengangguk pelan dan matanya menatap wajag Dhea yang ada dihadapannya,duduk disampingnya
"Kau terkejut mendengar ada kakakmu diluar!"tanya Dhea menebak.
Junior menggelengkan kepalanya menandakan ia menolak tuduhan itu.
"Kau pernah menanyakan hal itu!"seru Dhea mengubah topik pembicaraan.
"Yang mana?"tanya Junior tak mengerti.
"Setelah kau menciumku!"seru Dhea tegas.sambil melirik monitor yang ada disampinggya..
Kembali Garis dimonitor menunjukan kecepatan dan melihat itu Dhea hanya tersenyum simpul lalu kembali melihat Junior yang terdiam.
"Kau ingin tahu jawabannya?"tanya Dhea sambil mencondongkan kepalanya.
"Apa yang akan kau lakukan?"tanya Junior yang tampak makin tegang.
"Aku ingin memberimu jawaban itu! "seru Dhea yang makin mencondongkan keplanya pada Junior.
"Kau akan menciumku!"tanya Junior menebak.
Belum sempat Dhea melakukannya tiba tiba ia menarik diri dan kembali keposisinya.
"Apahak kau merasa dega degan!"tanya Dhea ."tapi sepertinya aku tak perlu jawaban itu!,karena aku sudah mendapatkan jawabannya!"seru Dhea yang kembali melihat layar monitor.
"Kau tahu semua ciuman pasti membuat jantunggu berdetak lebih kencang!,bahkan artis yang harus melakoni adegan ciuman,mereka pun merasakannya!,akupun juga!,apakah kau tidak saat melakukannya!"tanya Dhea menjawab pertanyaan Junior yang dilontarkan beberapa waktu lalu.
Junior terdiam dan hanya menatap Dhea.
Tanpa memberi aba aba tiba tiba Dhea mencium Junio dengan cepat sehingga Junior tak sempat menghindar ataupun berbuat apa apa.
"Bagaimana perasaanmu apakah itumembuatmu merasakan hal yang berbeda?"tanya Dhea tenang walaupun dalam hatinya ia merasakan kegugupan yang luar bisa.
"Apakah aku menggangu kalian!"sebuah suara memngejutkan Keduanya tapi cukup membuat suasana yang menegangkan menjadi cair.
"Kak sandy!"seru Junior terdengar begitu senang.
"Sepertinya aku harus pergi!"seru Dhea yang cepat cepat meninggalkan Junior.
"Hey!,kau pergi bukan karena aku datang kan!"seru Shandy saat Dhea ada didekatnya.
"Tidak!,urusanku sudah selesai dengannya!"seru Dhea yang kemudian pergi.
Dhea pulang dengan perasaan yang campur aduk,satu sisi ia merasamalu karena dengan tiba tiba ia telah berani mencium Junior.Dan satu sisi ia marah karena Junior menyembunyikan penyakitnya dari dirinya.
seolleda
Tidak ada komentar :
Posting Komentar