Minggu, 15 Desember 2013

FAL'LOVE IN LOST Parts 01

........
    Siang  ini aku begitu tak bersemangat bekerja,tubuh ini seperti ingin beristirahat seharian tanpa melakukan pekerjaan yang biasa aku lakukan sehari hari.
       Menjadi penjaga toko,adalah pekerjaan yang aku lakukan selama lebih dari 2 tahun ini.Bukan menjadi pelayan langsung sih,tapi membantu pekerjaan pelayan,tugasku membantu membawakan barang barang yang kiranya tak pantas dibawa oleh seorang wanita yang terkenal dengan pembawaan mereka yang lemah lembut,pekerjaan yang aku lakukan bisa dibilang sebagai kuli panggul,karena tugasku hanya membawa,merapikan dan hal hal yang kiranya dapat aku lakukan agar tampak terlihat bekerja.
      Partnerku di kerjaan adalah Nia,ia bertugas menarik pelanggan,dan melayaninya,sementara aku mengikuti apa yang pembeli inginkan,mengepak dan membawa jika belanjaannya terlampau banyak.
      Tinggal sendirian tanpa keluarga,mengharuskanku mampu mengatur pengeluaran dan pemasukan,dan mengatur semua yang kiranya aku butuhkan.mulai dari makan sehari hari,membayar listrik dan air  dirumah yang hanya ku tinggali sendiri.
       Selain memenuhi kebutuhanku yang pokok aku juga harus menyisihkan penghasilanku untuk ditabung.Ternyata hidup mandiri itu susah susah gampang.Gampang karena tak ada yang mengatur,tapi susah jika harus menghandle semua kebutuhan yang tiap hari selalu tampak.
     Hampir setiap hari aku melakukan pekerjaan berat itu,rasanya tulang tulangku akan patah tiap malam menjelang,rasanya ingin aku mencari pekerjaan lain yang lebih ringan,tapi sepertinya tidak akan mungkin aku dapatkan apalagi aku seorang laki laki dengan latar belakang pendidikan tidak terlalu tinggi,pekerjaan keras dan kasar adalah makanannya,
      Mungkin jika pendidikanku lebih tinggi aku akan sedikit bersantai,dan mungkin pekerjaan yang akan aku dapatkan akan lebih ringan seperti pekerja kantoran,yang tugasnya hanya duduk diruangan berAC mengetik,membuat laporan lalu menyerahkan pada atasan,dan gajinya pun besar.Tak seperti saat ini,walaupun bekeja keras setengah mati tetap saja masih merasa kurang.
                                         *** 
      Malam ini aku pulang cukup malam karena barang ordean datang terlambat dan mau tidak mau aku harus menunggu,sampai malam tiba,karena hanya aku yang bisa membantu,tak mungkin aku mengajak Nia yang sedang hamil,bisa bisa aku kena marah oleh suaminya.
        Dengan sepeda lipatku yang aku beli dengan mencicil tiap bulan dari tetengga toko,aku pulang.melewati gang gang sempit dan sialnya rumahku berada di tempat yang paling ujung.sebelum sampai dirumahku,aku harus melewati kebun pisang yang berisi beberapa pohon ranbutan yang cukup besar,dan luas tanah yang hampir sama dari dengan luas lapangan bola.
      Mungkin jika aku mati di rumah sendirian tidak akan ada yang mengetehui,apalagi dekat rumahku pohon rambutan yang hanya akan di tengok pemiliknya jika buah rambutannya sudah berbuah dan matang.
     Jarang sekali orang orang yang melintasi tempatku ini,karena memang wilayah buntu,mungkin hanya mereka mereka saja yang sengaja akan mengambil kayu bakar dari ranting ranting kering pohon rambutan.Atau orang orang yang sengaja menyatroni rumahku untuk mencuri.
      Tapi jika pikian konyolku itu terjadi,mungkin maling itu akan bepikir dua kali untuk mengambil barang barang yang ada didalam rumahku,karena didalam rumahku hanya ada lemari plastik susun tiga,susun pertama dari bawah,berisi  beberapa sendal,sepatu dan beberapa tasku yang sudah tak terpakai,atau yang sengaja aku beli tapi belum sempat aku pakai.
      Susun kedua berisi pakaianku yang ku gunakan sehari hari ataupun untuk jalan jalan.
      Dan susun ketiga berisi stok makananku dan beberapa kebutuhan sehari hari.mulai dari makanan ringan,mie instant,kopi,gula teh,sabun mandi,sikat gigi,pasta gigi,shampoo,lilin.Lilin sangat aku butuhkan karena di tempatku mati lampu bisa terjadi kapan saja,tanpa sebab seperti hujan ataupun hal hal yang bisa membuat lampu mati atau harus dimatikan.dan beberapa kebutuhan lainnya.
      Selain lemari di rumahku juga ada meja berukuran sedang,dan dua kursi yang mulai rusak.dan satu tempt tidur ukuran single dengan kasur busa yang mulai menipis terbungkus kain seadanya dan satu bantal tanpa sarung bantal,dan bau yang sudah kunikmati tiap malam.
     Mungkin orang orang yang datang kerumahku akan tidak tahan dengan keadaannya,tapi itulah rumahku yang selalu tak sempat aku rapikan,hanya bisa aku bersihakan dan jika mau aku pel,tapi biarpun rumah seperti itu paling tidak aku tak perlu keluar biaya untuk membayar sewa setiap bulan, karena itu adalah rumah dari orang tuaku.Yang kecil tapi tetap nyaman untuk di tinggali.
     Di dapur hanya ada kompor porteble dua fungsi, pemberian bosku,dengan tabung gas sekali pakai atau tabung melon,yang  jika aku menggunakan tabung yang seperti botol pilok akan mampu bertahan selama tiga hari jika aku menggunakkannya tiada henti,tapi akan bertahan sambai hampir satu bulan jika aku menggunakan tabung melon.Karena aku hanya menggunakannya jika aku ingin membuat kopi,ataupun merebus mie instant jika aku tak membeli makanan di luar.
     Selain kompor ada juga mug stenlis yang mampu menampung air kurang lebih satu liter,selain untuk memasak air kadang aku juga menggunakannya untuk memesak mie,selain itu,ada juga satu pasang sendok garpu,satu piring kaleng,dan satu mug beling hadiah dari membeli kopi yang jika ingin mendapatkannya harus membeli kopi paling sedikit satu pak yang berisi 20 bungkus kopi.
    Kalau ingat itu aku jadi ingin tertawa sendiri,Kaena demi mendapatkan mug itu aku rela meminjam uang pada temanku,Nia.karena jika aku menunggu gajian tiba,pasti promo kopi berhadiah itu sudah selesai,dan kupastikan aku takan mendapatkan mug cantik itu.
   Di ruang tamu hanya ada tikar yang akan di buka jika ada orang yang datang,dan juga tempatku menaruh sepeda lipatku,kendaraan yang menjadi andalanku saat ini.
     Hidupku seperti ini,berangkat pagi dan pulang malam.Tak ada yang dituju dalam hidup,hanya bertahan hidup untuk hari ini dan entah bagaimana besok.
      Mungkin harta paling berhargaku saat ini adalah dompet,dengan beberapa lembar uang,ATM,dan Handphone.
     Handphone pun sengaja aku beli yang bisa aku gunakan sesuai dengan kebutuhannku,mulai dari radio,tv,video,foto,internetan,mp3 dan macam macam aplikasi yang lainya.Karena itu adalah hiburanku satu satunya selama berada di rumah yang seperti kuburan jika aku sudah tidur.
      Setelah beberapa puluh meter aku mengayuh sepeda akhirnya sampai juga di rumah.Rumahku sangat gelap, karena tak ada satu lampupun yang aku nyalakan.
     Setelah selesai merapikan sepedaku aku segera membuka gembok pintu rumahku,dan dengan cepat kunyalakan lampu ruang tamu dan lampu depan.Dengan perlahan kumasukan sepedaku,dan ku kunci pintu rumahku.
      Sampainya di dalam aku segera mengambil handuk dan mandi,guyuran air dingin di malam hari membuat tubuhku segar tapi kemudian disusul rasa dingin.
     Selesai berpakaian aku segera membuka bungkusan makanan yang aku beli sebelum aku pulang tadi.Menu ku malam ini adalah sayur nangka khas dari rumah makan padang, telur dadar dan sambal cabai hijaunya.
     Sambil menikmati musik dari mp3ku kunikmati pula makananku walaupun itu bukan menu kesukaanku,tapi harus bagaimana lagi,di sana hanya itu yang tersisa,dengan harga yang sesuai dengan kantongku saat ini.
     Selesai makan aku mencoba meluruskan tulang tulang yang ada di badanku dengan berbaring diatas tempat tidurku,sambil membuka internet dan mencari berita berita di situs online.
     Banyak judul berita yang menarik perhatianku tapi mataku tak cukup kuat untuk membaca semua.Dan salah satunya adalah tentang penculikan yang makin marak di Indonesia.Tapi sepertinya mataku tak kuat jika harus membaca semua artikel yang lumayan panjang itu.
     Bosan beselancar di internet aku menggantinya dengan radio,sambil memdengarkan dj bercuap cuap aku mencob merilekskan diri,setelah tadi tak jadi mengantuk.
    Aku bangkit dari posisiku,kuambil bekas makananku lalu aku renas remas untuk aku buang.Aku bangkit dari tempatku dan berjalan menuju jendela yang tak jauh dai tempat tidurku.Perlahan kubuka daun jendela dan kulempar bungkusan sampah itu,diluar sangat gelap karena hanya kebun yang ada dan kadang hal itu membuatku menjadi parno,Tapi mungkin karena sudah terbiasa sehingga aku tak begitu peduli dengan gelap yang ada di sekitarku itu.
    Setelah aku membuang sampah itu ku tutupkembali daun jendela itu dan kurasakan angin diluar sangat kencang dan dingin.Aku kembali melangkah menuju tempat tidurku untuk mencoba tidur.Tapi sebuah suara telah mengusik langkahku dan membuatku penasaran.
      Aku kembali mendekat kejendela dan memperhatikan kesekitar rumahku ysng terlihat sangat gelap.
      Tak ada yang aneh,hanya dahan dahan pohon bergoyang yang mugkin tertiup angin.Mungkin hanya perasaanku saja,karena aku hanya tinggal sendiri di rumah ini.
    Aku kembali ketempat tidurku dan mencoba memejamkan mata dan tidur.
                                           ***
   Pagi pagi benar aku bangun hal pertama yang aku kerjakan adalah mencuci baju yang aku pakai kemarin,mencuci perlengkapan makanku,dan kalau sempat aku menyapu dan menepel rumahku.
   Dengan kecepatan semampuku aku mengayuh sepedaku menuju tempat kerjaku,
    Mungkin toko tempat kerjaku adalah toko yang paling awal buka,karena selalu dan selalu aku terlambat jika aku datang ke toko,tapi untunglah bosku orangnya menyenangkan jadi aku tak ada perasaan tak enak ada mereka,tapi kalau terus terusan terlambat tidak enak juga.
     Sampainya di toko untunglah belum buka,jadi aku bisa sedikit istirahat sebelum beraktifitas.Kulipat sepeda lipatku dan ku taruh di samping toko dekat dengan toko sepeda tempatku mengambil sepeda.
     Biasanya sambil menunggu toko buka,aku menyibukan diri dengan membuka internet membuka situs situs berita dan membacanya,itung itung baca koran pagi,daripada harus beli setiap pagi.
     Situs berit yang biasa aku buka biasanya bertemakan infotaiment,ataupun olahraga,mulai dari wowkeren,kapanlagi.com,tabloid bintang dan situs situs yang lainnya.Menmang seperti ibu ibu dan kaum hawa,tapi tidak ada salhnya kan kaklau laki laki juga perlu tahu berita apa yang sedang jadi trending topic didunia maya.Di situs itu juga ada berita bolanya jadi imbang antara hobi ataupun sekedar selingan hiburan.
      Dari semua situs yang aku buka selalu ada kabar berita tentang calon istri seorang pengusaha yang tiba tiba hilang dan sampai sekarang,setelah 3 hari pencarian belum juga di temukan.
   Kasihan sekali,mungkin ada pihak pihak yang tak senang dengan pernikahan mereka.Atau mungkin hanya sebuah modus,mungkin saja si wanita tak mau menikah tapi karena di jodohkan jadi si wanita melakukan sebuah rencana terhadap penculikan dia.
    Tapi memang akhir akhir ini kasus penculikan di tanah air semakin banyak,dan menjadi PR penting untuk para aparan untuk bekerja lebih keras,dan tugas orang tua untuk lebih hati hati dalam menjaga anak anak mereka.
    Dan motif penculikan sekarang pun bermacam macam tak hanya melulu soal uang,ada juga motif karena dendam,sekedar iseng,bahkan kini di luar negri sudah ada jasa penculikan diri sendiri,tedengar konyol memeng tapi hal itu di lakukan karena banyak permintaan dari masyarakat,mereka beranggapan dengan adanya hal tersebut para korban bisa belajar bagaimana sikap yang harus diambil jika kita dalam keadaan diculik.Dan perjanjian yang di sepakatipun cukup unik dan menurutku cukup bembuat deg degan
    Penculik akan melakukan penculikan terserah pelaku kapan dan dimana itu adalah rahasia pelaku,sementara kotban hanya tinggal menunggu dan mungkin menyiapkan mental,dan jika korban  menyerah korban akan memberikan kode seperti yang telah disepakati.
    Ada ada saja jasa yang di berikan diluar negri,ternyata semua bisa jadi uang,hal sekecil  apapun itu,asalkan kita punya kemauan dan ulet dn rajin.
            Akhirnya setelah beberapa menit menunggu toko buka juga,tumben hari ini toko buka agak siang,ada sesuatu yang mungkin terjadi.
     Selama menunggu pembeli biasanya kami para karyawan beres beres barang ataupun membersihkan debu debu yang menempel di barang.Dan kesempatan ini yang paling aku suka karena dari tempatku berada aku bisa memperhatika karyawan toko seberang yang bekerja sebagai karyawan rumah makan padang.
    Gadis itu tidak cantik tapi manis dan tidak bosan untuk terus diperhatikan.Mungkin kadang kita tak bisa membedakan perbedaan antara manis ataupun cantik.Manis dan cantik menurut definisiku adalah,kalau cantik mungkin suatu saat akan hilang karena usia,tapi manis,dia akan terus terlihat cantik walaupun dia seorang yang berkulit hitam,karena kebanyakan orang mendefinisikan cantik dengan orang orang yang berkulit putih,beda lagi dengan manis,dia akan selalu manis walau kulitnya hitam ataupaun putih.
      Sudah dua bulan ini hatikau selalu dibuat tak mementu oleh sosoknya,tapi walaupun begitu entah setan apa yang merassukiku,tiap kali aku aku berdekatan dengannya selalu saja aku di buat gugup dan tak bis berkata kata,dan membuatku menjadi mati gaya terhadapnya.
     Tiap kali ada kesempatan bertemu seolah olah mulutku terkunci,sangat sulit mulutku berucap,untuk berbicara ataupun sekedar berbasa basi,ataupun menyapa.
      Entah apa yang terjadi pada diriku,aku merasa tak normal,tapi aku menyukia wanita.Tapi untunglah ada Nia yang seorang mudah bergaul aku selalu terbantu olehnya setiap ada dia.Bagiku Nia adalah tiang tempatku untuk bertahan jika menghadapinya.
    Gadis itu bernama Chinta,dan biasa dipanggil Ita.kesempatanku untuk dekat dengannya adalah saat jam makan siang dimana aku selalu membeli nasi disana apalagi aku kenal dengan Uda pemilik tempat itu.
     Aku terbantu olehnya,Udalah tempatku bertanya walau disana ada Ita,malah aku terkesan cuek jika aku berada dekat dengan Ita.
     Jujur Italah semangatku untuk bekerja sejak 2 bulan lalu,karena sejak beberapa bulan lau aku sudah akan memutuskan untuk pergi dari tempat kerjaku,bukan karena konflik dengan sesema karyawan atau konflik dengan bos,tapi konflik dengan pemasukan yang tak sesuai dengan pengeluaran.
     walau sampai saat ini aku tak pernah mengungkapkan perasaanku kepadanya.Dan kadang rasa cemburu menghinggapiku tiap kali ada lelaki yang kenal dengannya dan mungkin mendekatiya.
    “Udah tembak aja,daripada keduluan orang!”seru Nia,yang tahu perasaanku kepada Ita.
“Ga ah!,”seruku sambil terus merapikan barang barang yang sedanga aku rapikan.
“Kalau di tembak orang jangan nyesel ya!”seru Nia ynag sedang memenas manasiku,dan itu terjadi.
“Emangnya siapa yang mau nembak dia?”tanyaku penasaran 100%.

   Nia tak menjawaab Pertanyaanku,dia malah pergi mrninggalkanku dengan rasa penasaran yang sudah mencapai ubun ubun.Walau di dalam hatiku aku meyakinkan diri,itu hanya gertakan Nia agar aku cepat bertindak.
..........


Tidak ada komentar :

Posting Komentar