........
Siang ini aku
begitu tak bersemangat bekerja,tubuh ini seperti ingin beristirahat seharian
tanpa melakukan pekerjaan yang biasa aku lakukan sehari hari.
Menjadi penjaga toko,adalah
pekerjaan yang aku lakukan selama lebih dari 2 tahun ini.Bukan menjadi pelayan
langsung sih,tapi membantu pekerjaan pelayan,tugasku membantu membawakan barang
barang yang kiranya tak pantas dibawa oleh seorang wanita yang terkenal dengan
pembawaan mereka yang lemah lembut,pekerjaan yang aku lakukan bisa dibilang
sebagai kuli panggul,karena tugasku hanya membawa,merapikan dan hal hal yang
kiranya dapat aku lakukan agar tampak terlihat bekerja.
Partnerku di kerjaan adalah Nia,ia
bertugas menarik pelanggan,dan melayaninya,sementara aku mengikuti apa yang
pembeli inginkan,mengepak dan membawa jika belanjaannya terlampau banyak.
Tinggal sendirian tanpa
keluarga,mengharuskanku mampu mengatur pengeluaran dan pemasukan,dan mengatur
semua yang kiranya aku butuhkan.mulai dari makan sehari hari,membayar listrik
dan air dirumah yang hanya ku tinggali sendiri.
Selain memenuhi kebutuhanku
yang pokok aku juga harus menyisihkan penghasilanku untuk ditabung.Ternyata
hidup mandiri itu susah susah gampang.Gampang karena tak ada yang mengatur,tapi
susah jika harus menghandle semua kebutuhan yang tiap hari selalu tampak.
Hampir setiap hari aku melakukan
pekerjaan berat itu,rasanya tulang tulangku akan patah tiap malam menjelang,rasanya
ingin aku mencari pekerjaan lain yang lebih ringan,tapi sepertinya tidak akan
mungkin aku dapatkan apalagi aku seorang laki laki dengan latar belakang
pendidikan tidak terlalu tinggi,pekerjaan keras dan kasar adalah makanannya,
Mungkin jika pendidikanku lebih
tinggi aku akan sedikit bersantai,dan mungkin pekerjaan yang akan aku dapatkan
akan lebih ringan seperti pekerja kantoran,yang tugasnya hanya duduk diruangan
berAC mengetik,membuat laporan lalu menyerahkan pada atasan,dan gajinya pun
besar.Tak seperti saat ini,walaupun bekeja keras setengah mati tetap saja masih
merasa kurang.
***
Malam ini aku pulang cukup malam
karena barang ordean datang terlambat dan mau tidak mau aku harus menunggu,sampai
malam tiba,karena hanya aku yang bisa membantu,tak mungkin aku mengajak Nia
yang sedang hamil,bisa bisa aku kena marah oleh suaminya.
Dengan sepeda lipatku
yang aku beli dengan mencicil tiap bulan dari tetengga toko,aku pulang.melewati
gang gang sempit dan sialnya rumahku berada di tempat yang paling ujung.sebelum
sampai dirumahku,aku harus melewati kebun pisang yang berisi beberapa pohon
ranbutan yang cukup besar,dan luas tanah yang hampir sama dari dengan luas
lapangan bola.
Mungkin jika aku mati di rumah
sendirian tidak akan ada yang mengetehui,apalagi dekat rumahku pohon rambutan
yang hanya akan di tengok pemiliknya jika buah rambutannya sudah berbuah dan
matang.
Jarang sekali orang orang yang melintasi
tempatku ini,karena memang wilayah buntu,mungkin hanya mereka mereka saja yang
sengaja akan mengambil kayu bakar dari ranting ranting kering pohon
rambutan.Atau orang orang yang sengaja menyatroni rumahku untuk mencuri.
Tapi jika pikian konyolku itu
terjadi,mungkin maling itu akan bepikir dua kali untuk mengambil barang barang
yang ada didalam rumahku,karena didalam rumahku hanya ada lemari plastik susun
tiga,susun pertama dari bawah,berisi beberapa sendal,sepatu dan beberapa
tasku yang sudah tak terpakai,atau yang sengaja aku beli tapi belum sempat aku
pakai.
Susun kedua berisi pakaianku yang
ku gunakan sehari hari ataupun untuk jalan jalan.
Dan susun ketiga berisi stok
makananku dan beberapa kebutuhan sehari hari.mulai dari makanan ringan,mie
instant,kopi,gula teh,sabun mandi,sikat gigi,pasta gigi,shampoo,lilin.Lilin
sangat aku butuhkan karena di tempatku mati lampu bisa terjadi kapan saja,tanpa
sebab seperti hujan ataupun hal hal yang bisa membuat lampu mati atau harus
dimatikan.dan beberapa kebutuhan lainnya.
Selain lemari di rumahku juga ada
meja berukuran sedang,dan dua kursi yang mulai rusak.dan satu tempt tidur
ukuran single dengan kasur busa yang mulai menipis terbungkus kain seadanya dan
satu bantal tanpa sarung bantal,dan bau yang sudah kunikmati tiap malam.
Mungkin orang orang yang datang kerumahku
akan tidak tahan dengan keadaannya,tapi itulah rumahku yang selalu tak sempat
aku rapikan,hanya bisa aku bersihakan dan jika mau aku pel,tapi biarpun rumah
seperti itu paling tidak aku tak perlu keluar biaya untuk membayar sewa setiap
bulan, karena itu adalah rumah dari orang tuaku.Yang kecil tapi tetap nyaman
untuk di tinggali.
Di dapur hanya ada kompor porteble dua
fungsi, pemberian bosku,dengan tabung gas sekali pakai atau tabung melon,yang jika
aku menggunakan tabung yang seperti botol pilok akan mampu bertahan selama tiga
hari jika aku menggunakkannya tiada henti,tapi akan bertahan sambai hampir satu
bulan jika aku menggunakan tabung melon.Karena aku hanya menggunakannya jika
aku ingin membuat kopi,ataupun merebus mie instant jika aku tak membeli makanan
di luar.
Selain kompor ada juga mug stenlis yang
mampu menampung air kurang lebih satu liter,selain untuk memasak air kadang aku
juga menggunakannya untuk memesak mie,selain itu,ada juga satu pasang sendok
garpu,satu piring kaleng,dan satu mug beling hadiah dari membeli kopi yang jika
ingin mendapatkannya harus membeli kopi paling sedikit satu pak yang berisi 20
bungkus kopi.
Kalau ingat itu aku jadi ingin tertawa
sendiri,Kaena demi mendapatkan mug itu aku rela meminjam uang pada
temanku,Nia.karena jika aku menunggu gajian tiba,pasti promo kopi berhadiah itu
sudah selesai,dan kupastikan aku takan mendapatkan mug cantik itu.
Di ruang tamu hanya ada tikar yang akan di buka jika
ada orang yang datang,dan juga tempatku menaruh sepeda lipatku,kendaraan yang
menjadi andalanku saat ini.
Hidupku seperti ini,berangkat pagi dan
pulang malam.Tak ada yang dituju dalam hidup,hanya bertahan hidup untuk hari
ini dan entah bagaimana besok.
Mungkin harta paling berhargaku
saat ini adalah dompet,dengan beberapa lembar uang,ATM,dan Handphone.
Handphone pun sengaja aku beli yang bisa
aku gunakan sesuai dengan kebutuhannku,mulai dari
radio,tv,video,foto,internetan,mp3 dan macam macam aplikasi yang lainya.Karena
itu adalah hiburanku satu satunya selama berada di rumah yang seperti kuburan
jika aku sudah tidur.
Setelah beberapa puluh meter aku
mengayuh sepeda akhirnya sampai juga di rumah.Rumahku sangat gelap, karena tak
ada satu lampupun yang aku nyalakan.
Setelah selesai merapikan sepedaku aku
segera membuka gembok pintu rumahku,dan dengan cepat kunyalakan lampu ruang
tamu dan lampu depan.Dengan perlahan kumasukan sepedaku,dan ku kunci pintu
rumahku.
Sampainya di dalam aku segera
mengambil handuk dan mandi,guyuran air dingin di malam hari membuat tubuhku
segar tapi kemudian disusul rasa dingin.
Selesai berpakaian aku segera membuka
bungkusan makanan yang aku beli sebelum aku pulang tadi.Menu ku malam ini
adalah sayur nangka khas dari rumah makan padang, telur dadar dan sambal cabai
hijaunya.
Sambil menikmati musik dari mp3ku
kunikmati pula makananku walaupun itu bukan menu kesukaanku,tapi harus
bagaimana lagi,di sana hanya itu yang tersisa,dengan harga yang sesuai dengan
kantongku saat ini.
Selesai makan aku mencoba meluruskan
tulang tulang yang ada di badanku dengan berbaring diatas tempat tidurku,sambil
membuka internet dan mencari berita berita di situs online.
Banyak judul berita yang menarik
perhatianku tapi mataku tak cukup kuat untuk membaca semua.Dan salah satunya
adalah tentang penculikan yang makin marak di Indonesia.Tapi sepertinya mataku
tak kuat jika harus membaca semua artikel yang lumayan panjang itu.
Bosan beselancar di internet aku
menggantinya dengan radio,sambil memdengarkan dj bercuap cuap aku mencob
merilekskan diri,setelah tadi tak jadi mengantuk.
Aku bangkit dari posisiku,kuambil bekas
makananku lalu aku renas remas untuk aku buang.Aku bangkit dari tempatku dan
berjalan menuju jendela yang tak jauh dai tempat tidurku.Perlahan kubuka daun
jendela dan kulempar bungkusan sampah itu,diluar sangat gelap karena hanya
kebun yang ada dan kadang hal itu membuatku menjadi parno,Tapi mungkin karena
sudah terbiasa sehingga aku tak begitu peduli dengan gelap yang ada di
sekitarku itu.
Setelah aku membuang sampah itu ku tutupkembali
daun jendela itu dan kurasakan angin diluar sangat kencang dan dingin.Aku
kembali melangkah menuju tempat tidurku untuk mencoba tidur.Tapi sebuah suara
telah mengusik langkahku dan membuatku penasaran.
Aku kembali mendekat kejendela dan
memperhatikan kesekitar rumahku ysng terlihat sangat gelap.
Tak ada yang aneh,hanya dahan dahan
pohon bergoyang yang mugkin tertiup angin.Mungkin hanya perasaanku saja,karena
aku hanya tinggal sendiri di rumah ini.
Aku kembali ketempat tidurku dan mencoba
memejamkan mata dan tidur.
***
Pagi pagi benar aku bangun hal pertama yang aku
kerjakan adalah mencuci baju yang aku pakai kemarin,mencuci perlengkapan
makanku,dan kalau sempat aku menyapu dan menepel rumahku.
Dengan kecepatan semampuku aku mengayuh sepedaku
menuju tempat kerjaku,
Mungkin toko tempat kerjaku adalah toko yang
paling awal buka,karena selalu dan selalu aku terlambat jika aku datang ke
toko,tapi untunglah bosku orangnya menyenangkan jadi aku tak ada perasaan tak
enak ada mereka,tapi kalau terus terusan terlambat tidak enak juga.
Sampainya di toko untunglah belum
buka,jadi aku bisa sedikit istirahat sebelum beraktifitas.Kulipat sepeda
lipatku dan ku taruh di samping toko dekat dengan toko sepeda tempatku
mengambil sepeda.
Biasanya sambil menunggu toko buka,aku
menyibukan diri dengan membuka internet membuka situs situs berita dan
membacanya,itung itung baca koran pagi,daripada harus beli setiap pagi.
Situs berit yang biasa aku buka biasanya
bertemakan infotaiment,ataupun olahraga,mulai dari
wowkeren,kapanlagi.com,tabloid bintang dan situs situs yang lainnya.Menmang
seperti ibu ibu dan kaum hawa,tapi tidak ada salhnya kan kaklau laki laki juga
perlu tahu berita apa yang sedang jadi trending topic didunia maya.Di situs itu
juga ada berita bolanya jadi imbang antara hobi ataupun sekedar selingan
hiburan.
Dari semua situs yang aku buka
selalu ada kabar berita tentang calon istri seorang pengusaha yang tiba tiba
hilang dan sampai sekarang,setelah 3 hari pencarian belum juga di temukan.
Kasihan sekali,mungkin ada pihak pihak yang tak
senang dengan pernikahan mereka.Atau mungkin hanya sebuah modus,mungkin saja si
wanita tak mau menikah tapi karena di jodohkan jadi si wanita melakukan sebuah
rencana terhadap penculikan dia.
Tapi memang akhir akhir ini kasus penculikan di
tanah air semakin banyak,dan menjadi PR penting untuk para aparan untuk bekerja
lebih keras,dan tugas orang tua untuk lebih hati hati dalam menjaga anak anak
mereka.
Dan motif penculikan sekarang pun bermacam
macam tak hanya melulu soal uang,ada juga motif karena dendam,sekedar
iseng,bahkan kini di luar negri sudah ada jasa penculikan diri sendiri,tedengar
konyol memeng tapi hal itu di lakukan karena banyak permintaan dari
masyarakat,mereka beranggapan dengan adanya hal tersebut para korban bisa
belajar bagaimana sikap yang harus diambil jika kita dalam keadaan diculik.Dan
perjanjian yang di sepakatipun cukup unik dan menurutku cukup bembuat deg degan
Penculik akan melakukan penculikan terserah
pelaku kapan dan dimana itu adalah rahasia pelaku,sementara kotban hanya
tinggal menunggu dan mungkin menyiapkan mental,dan jika korban menyerah
korban akan memberikan kode seperti yang telah disepakati.
Ada ada saja jasa yang di berikan diluar
negri,ternyata semua bisa jadi uang,hal sekecil apapun itu,asalkan kita
punya kemauan dan ulet dn rajin.
Akhirnya setelah beberapa menit menunggu toko buka juga,tumben hari ini toko
buka agak siang,ada sesuatu yang mungkin terjadi.
Selama menunggu pembeli biasanya kami
para karyawan beres beres barang ataupun membersihkan debu debu yang menempel
di barang.Dan kesempatan ini yang paling aku suka karena dari tempatku berada
aku bisa memperhatika karyawan toko seberang yang bekerja sebagai karyawan
rumah makan padang.
Gadis itu tidak cantik tapi manis dan tidak
bosan untuk terus diperhatikan.Mungkin kadang kita tak bisa membedakan
perbedaan antara manis ataupun cantik.Manis dan cantik menurut definisiku
adalah,kalau cantik mungkin suatu saat akan hilang karena usia,tapi manis,dia
akan terus terlihat cantik walaupun dia seorang yang berkulit hitam,karena
kebanyakan orang mendefinisikan cantik dengan orang orang yang berkulit
putih,beda lagi dengan manis,dia akan selalu manis walau kulitnya hitam
ataupaun putih.
Sudah dua bulan ini hatikau selalu
dibuat tak mementu oleh sosoknya,tapi walaupun begitu entah setan apa yang
merassukiku,tiap kali aku aku berdekatan dengannya selalu saja aku di buat
gugup dan tak bis berkata kata,dan membuatku menjadi mati gaya terhadapnya.
Tiap kali ada kesempatan bertemu seolah
olah mulutku terkunci,sangat sulit mulutku berucap,untuk berbicara ataupun
sekedar berbasa basi,ataupun menyapa.
Entah apa yang terjadi pada
diriku,aku merasa tak normal,tapi aku menyukia wanita.Tapi untunglah ada Nia
yang seorang mudah bergaul aku selalu terbantu olehnya setiap ada dia.Bagiku
Nia adalah tiang tempatku untuk bertahan jika menghadapinya.
Gadis itu bernama Chinta,dan biasa dipanggil
Ita.kesempatanku untuk dekat dengannya adalah saat jam makan siang dimana aku
selalu membeli nasi disana apalagi aku kenal dengan Uda pemilik tempat itu.
Aku terbantu olehnya,Udalah tempatku
bertanya walau disana ada Ita,malah aku terkesan cuek jika aku berada dekat
dengan Ita.
Jujur Italah semangatku untuk bekerja
sejak 2 bulan lalu,karena sejak beberapa bulan lau aku sudah akan memutuskan
untuk pergi dari tempat kerjaku,bukan karena konflik dengan sesema karyawan
atau konflik dengan bos,tapi konflik dengan pemasukan yang tak sesuai dengan
pengeluaran.
walau sampai saat ini aku tak pernah
mengungkapkan perasaanku kepadanya.Dan kadang rasa cemburu menghinggapiku tiap
kali ada lelaki yang kenal dengannya dan mungkin mendekatiya.
“Udah tembak aja,daripada keduluan orang!”seru
Nia,yang tahu perasaanku kepada Ita.
“Ga ah!,”seruku sambil terus merapikan barang barang yang sedanga
aku rapikan.
“Kalau di tembak orang jangan nyesel ya!”seru Nia ynag sedang memenas
manasiku,dan itu terjadi.
“Emangnya siapa yang mau nembak dia?”tanyaku penasaran 100%.
Nia tak menjawaab Pertanyaanku,dia malah pergi
mrninggalkanku dengan rasa penasaran yang sudah mencapai ubun ubun.Walau di
dalam hatiku aku meyakinkan diri,itu hanya gertakan Nia agar aku cepat
bertindak.
..........
Tidak ada komentar :
Posting Komentar