Naya duduk berhadapan dengan sisiwa bernama Abu itu,sesekali tapi sesekali juga ia membuang muka dan berpura pura tak memperhatikan.Dalam hatinya ada sejuta pertanyaan dan sejuta perasaan yang bercampur jadi satu dan tak dapat ia ungkapkan.yng dapat ia lakukan hanyalah duduk diam ,menunggu Dias datanga sambil membawakan pesanannya.
"Bagaimana kabarmu!"seru Abu buka suara.
"Seperti yang kau lihat!"jawab Naya acuh dan agak ketus.
"Akan sampai kapan kau seperti ini padaku????"Tanya Abu sambil menyilangkan tangan diatas meja dan menatap Naya lekat.
"Maksudmu?,aku aseperti ini sampai Dias datang membawakan pesananku!"seru Naya mengalihkan pembicaraan walau ia tahu arah pembicaraan Abu.
Abu menghela nafas dan menutup mulutnya sambil mendesah.
"Padaku!"Seru Abu menjelaskan.
"Apa kita pernah punya masalah?"tanya Naya dengan nada tegas dan mata melebar.
"Aku kira tidak ada!"jawab Abu santai.
"Lalu apa yang kau inginkan!"
"Aku ingin kau mengenalku seperti kita baru kenal!"jelas Abu sambil mencondongkan tubuhnya pada Naya.
"Jadi begitu!,sikapku selalu seperti ini dengan atau bukan pada orang baru.
""Tapi kau tak seperti itu saat kita bertemu dulu!,kau lebih aktif dan komunikatif!"jelas
"Itu bukan diriku yang sekarang!"seru Naya meralat.
"Hey...hey....pesanan datang!"teriak Dias dari arah samping dengan membawa pesanan mereka.
"pesananku mana?????"tanya Naya yang tak melihat pesanannya.
"Sorry Nay!,khusus buat yang kamu pesen udah abis!"seru Dias sambil membagikan makanan pada Abu.
"Ini untukmu!,ini juga makanan kesukaanmu kan!"seru Abu yang tiba tiba menyodorkan makanannya.
Dias memperhatika mereka berdua dan merasa aneh.
"Tidak,trima kasih,aku makn punya Dias saja!!"seru Naya yang langsung mengambil makanan Dias tanpa meminta izin pada pemiliknya.
Dias hanya melongo melihat makanannya diambil dengan garpu ditangannya.
"Itu udang!"seru Abu mengingatkan.
Untuk sesaat Naya terdiam dan melihat kearah makanan yang ada dihadapannya....seporsi udang tempura lengkap dengan teman temannya.
"so....!"seru Naya angkuh.
"Kamu alergi seafood kan!"seru Abu mengingatkan.
"Sekatang udah tidak lagi!"seru Naya yang mulai mengambil satu ekor udang.
Dengan ragu Naya mulai memasukan udang itu kedalam mulutnya sambil memperhatikan kedua orang yang ada dihadapannya.Mata mereka tak beralih dari Naya yang berharap mereka akan mengalihkan pandangan.
"Nay!kamu yakin!"seru Dias bertanya.
Mendengar kata kata Dias Naya makin yakin dan langsung melahap udang itu dalam satu gigitan.
"Aku ambilin makanan yang lain ya!"seru Dias yang mulai khawatir.
"Untuk apa!,kalo aku ambil untukmu sendiri silahkan!"Seru Naya sambil kembali melahap udang yang kedua.
Tampak wajah Dias menegang sementara Abu tampak begitu santai melihat hal tersebut.
"Biar aku yang cari maknan yang lain!"seru Abu abu sambil berdiri dan menyerahkan makanannya pada Dias.
Abu meninggalkan Dias dan Naya yang terus makan.Sementara Naya tampak mulai merasa tak nyaman dengan tubuhnya.Ia mulai gelisah.
"What happen with you!"tanya Dias tak mengerti dengan hal bodoh yang sudah Naya lakukan.
"I dont know!,yang aku tahu sekarang aku pengen pulang!"seru Naya yang bangun dari tempatnya.
"Tapi Abu!"seru Dias sambil bangun mengikuti Naya.
"Persetan dengannya!,sekarang anterin aku pulang atau aku pulang sendiri!"seru Naya yang langsung pergi setelah mengatakan hal itu.
"Nay!,tunggu!"seru Dias menyusul.
.....
Abu kembali ketempatnya dan mendapatkan Naya dan Dias sudah tak ada.Dari wajahnya tampak kekecewaan terlihat dan kemudian ia duduk ditempatnya sambil menaruh kantong plastik kecil berisi obat alergi yang sengaja ia belikan untuk Naya.Karena ia tahu Naya alergi.dan Naya melakukan hal itu karena ia masih marah padanya.Kebiasaan buruk yang belum berubah.
Beberapa saat kemudian sebuah sms masuk kedalam inbox hpnya.Dengan segera Abu membukanya dan itu datang adari Dias yang mengabarkan jika dia dan Naya pulang duluan tanpa memberitahu Abu terlebih dahulu.
Abu menghembuskan nafas lega,walaupun sedikit kecewa tapi paling tidak ia tahu kemana ia pergi.
Abu mengambil kembali bungkusan yang ia taruh diatas meja dan kemudian ia pergi.
Sementara dalam perjalanan menuju rumah Naya,Naya makin parah dengan kondisinya yang mulai merasakan gatal dan beberapa bagian tubuh yang membengkak.
"Nay.you oke!"seru Dias yang sedang membawa motornya.
Dari kaca motornya Dias melihat Naya yang tak bisa diam dan bagian tubuhnya yang tampak berubah.
Dias menepikan motornya dan melihat kondisi Naya yangmakin mengerikan .
"Tuh kan,kau terlalu keras kepala!,begini jadinya!"seru Dias mengomel sambil melepaskan jaketnya dan ia kenakan pada Naya untuk menutupi badannya.
"Kita kerumah sakit!"seru Dias yang kembali menyalakan mesin motornya .sementara Naya hanya menurut saja.
....
"Nay sebenarnya kalian punya masalah apa sih!,sepertinya kalian adalah dua sosok yang tidak akur!"tanya Dias ingin tahu ketika mereka baru keluar dari rumah sakit.
"Ini urusan pribadiku"seru Naya lesu.
"Tapi sikap kamu buat aku jadi ga mengerti!,like a child!"
'Sorry!"seru Naya singkat.
"OK!,Kita pulang dan jangan lupa minum obatnya!"seru Dis perhatian.
"ya!"jawab Naya singkat dan tak bersemangat.
"Apakah jika kita naik motor kau akan baik baik saja?"tanya Dias yang melihat Naya begitu lemas dan tak bertenaga.
Naya tak menjawab tapi kondisi tubuhnya menjawab demkian .
"Oke,kita pulang naik taksi!"seru Dias sambil berjalan menuntun Naya meninggalkan halaman Rumah sakit.Sementaramotor ia titipkan di parkiran rumah sakit.
Sepanjang perjalanan Naya hany terdiam dan bersandar pada Dias tanpa berkata apa apa.Dan Diaspun sengaja diam tak mengungkit hal itu,walau dalam hatinya pertanyaan terus bersuara untuk dijawab.
"Dia mantanku!"seru Naya buka suara.
Dias menoleh pada Naya kemudian kembali lagi pada posisinya semula.
"Aku sudah menebaknya tapi belum aku pastikan!"seru Dias.
"Dia menyakitimu!"Tanya Dias tanpa menoleh.
Naya diam saja dan memejamkan matanya.
"Aku ngantuk!"seru Naya sambil memejamkan mata.
"Apa kesalahannya begitu fatal hingga kau rela mempertaruhkan nyawamu untuk menolak sesuatu yang ia berikan!"tanya Dias.
Naya tak menjawab tapi ia tersenyum sinis dengan mata yang masih tertutup.
"You!,stupid girl!" seru Dias mengatai.
"Seharusnya kau bilang sejak awal,maka aku akan menghentikannya!"
"Dias,cant you stop it!, I want to sleep!"seru Naya.
....
Tidak ada komentar :
Posting Komentar