..................
Beberapa kali Rama mencoba menemui Raisha tapi Raisha selalu menghindar dengan bermacam macam alasan.dan beberapa kali Rama melihat Raisha bersama Ale.
Beberapa kali Rama mencoba menemui Raisha tapi Raisha selalu menghindar dengan bermacam macam alasan.dan beberapa kali Rama melihat Raisha bersama Ale.
Pemandangan itu membuat Rama mengerti dan tahu benar apa keputusan Raisha.Tapi
Ramapun ingin memberi tahukan sesuatu tentang Ale pada Raisha,sesuatu yang
penting walau pada akhirnya Raisha tak pernah memilihnya,tapi Rama ingin Raisha
kebenarannya.
Jam makan siang Rama mendatangi tempat makan biasa Raisha datang bersama
Dewi,setelah kerjasama dengan Dewi tentunya,ditempat yang sudah di janjikan
oleh Dewi.
Rama datang dan dengan pasti ia melangkah menghampiri meja Dewi dan Raisha.
"Permisi"seru Rama dengan nada tenang.
Wajah Raisha tampak terkejut saat melihat Rama muncul dari belakangnya.
"Eh,ada Rama.Mau lunch juga ya?"tanya Dewi basa basi.
"Oh enggak,aku sengaja datang kesini untuk menemui Raisha"jelas
Rama.
"Oh,kalau begitu aku ganggu dong?"celetuk Dewi.
"Kalau bisa sih aku minta waktu untuk ngobrol berdua sama
Raisha"seru Rama tanpa ekspresi.
"Oke deh aku juga mau ke toilet!"seru Dewi sambil bangkit dari
tempat duduknya.
Dari raut wajahnya tampak Raisha tak ingin ditinggal hanya berdua bersama
Rama.
"Aku cuma sebentar kok."seru Rama yang bisa membaca ekspresi
wajah Raisha.
Raisha terdiam dan ia mengubah ekspresi wajahnya menjadi biasa.
"Boleh aku duduk?"tanya Rama.
"Silahkan!"seru Raisha.
Rama duduk didepan Raisha,dan Raisha tampak gugup berhadapan dengan Rama.
"Kamu apa kabar?"tanya Rama yang berhasil dengan sempurna
menyembunyikan rasa groginya.
"Baik!,kamu bagaimana?"tanya Raisha balik.
Beberapa saat suasana hening,masing masing tenggelam dalam pikirannya sendiri
sendiri.
"Raisha..."panggil Rama.
"ya!"jawab Raisha.
"Aku tahu beberapa hari ini kamu menghindari aku,dan aku tak tahu
karena apa,dan kedatanganku ini bukan untuk menanyakan apa masalahnya?aku
menemuimu karena ada hal yang ingin aku katakan agar aku tak menyesal
dikemudian hari.Karena tak mengatakannya padamu sejak awal."seru Rama
panjang.
"Tentang apa?"tanya Raisha tak mengerti dan sangat ingin tahu.
"Tentang kita,aku ga akan maksa kamu lagi,ga akan maksa kamu untuk
mencintaiku,karena aku tahu itu masalah hati,dan aku tahu selama ini, kedekatan
kita hanya keterpaksaan kamu aja.Kamu tidak akan bisa mencintai aku,dan
kedekatan kita karena keterpaksaan kamu"seru Rama.
Dan kembali Raisha hanya terdiam dan tak mampu menatap wajah Rama yang
terus menatapnya selama ia berbicara.
"Aku tahu kamu masih berharap pada Ale.ya kan?.mantan pacar kamu di
SMA dulu?"lanjut Rama.
Raisha terkejut mendengar nama Ale disebut sebut.
"Darimana Rama tahu tentang
Ale?.Jangan jangan Dewi cerita pada Rama,dan dia yang merencanakan semua ini"seru
Raisha dalam hati bertanya tanya.
"Mungkin kamu kaget kenapa Aku kenal Ale.Raisha kamu ingat tempat kita
bertemu dalam acara reunian sekolah?,pemilik gedung itu adalah temanku namanya Sarah.Dulu dia teman satu kerjaan
denganku dan beberapa waktu lalu kami bertemu dan kami mengobrol panjang.Dia
menceritakan tentang dirinya,dan dia menceritakan tentang rumah tangganya yang
berada di pintu perceraian"cerita Rama.
"Maksud kamu apa cerita itu ke aku?"tanya Raisha tampak sewot.
Wajah Rama masih terlihat tenang.
"Dia mau cerai dengan suaminya dan suaminya adalah Ale".
Mendengar nama Ale disebut untuk kedua kalinya Raisha benar benar terkejut
seperti dipukul dengan benda tumpul di belakang kepalanya.dan Raisha hanya
mampu terdiam walau hatinya terasa sangat sakit dan ingin sekali menangis.
"Raisha aku mengatakan kebenaran ini agar kamu tidak salah untuk
memilih.Tapi aku juga tidak memaksa kamu,aku hanya tidak mau kamu berfikir aku
melalukan ini karena aku,lelaki yang juga mengharapkan pintu hatimu terbuka
untukku,aku tidak berharap akulah lelaki yang tepat untuk kamu pilih,aku hanya
berharap kamu menemukan seseorang yang lebih,baik dari Ale!”seru Rama.
“Hanya itu yang ingin kamu katakan?"tanya Raisha yang tak sanggup lagi
menahan airmatanya.
Raisha yang cepat cepat bangkit dari tempat duduknya.
............
Raisha menangis sejadi jadinya dalam pelukan Dewi.
............
Raisha menangis sejadi jadinya dalam pelukan Dewi.
"Aku udah tahu semuanya,Sha,tiap hari disaat kamu sibuk dengan Ale,aku
selalu berusaha menemui Rama,Untuk menanyakan perempuan yang kita lihat tempo
hari,dan di saat ada kesempatan aku selalu menanyakan hal itu,dan Rama hanya
menjawab mereka hanya teman,teman dan teman,sampai suatu hari aku tak sengaja
bertemu dengan perempuan bernama Sarah itu.aku menceritakan padanya tentang
siapa aku,aku harus berbohong.Mengaku aku teman baik Rama,sampai dia percaya,dan
waktu kami sedang mengobrol tiba tiba datang seorang lelaki yang ia bilang
adalah suaminya.Wajah suaminya tampak familiar dan aku meyakinkan diri kalau
suami Sarah adalah Ale.awalnya aku tak percaya,tapi setelah aku mendesak dan
memaksa Rama akhirnya Rama mau bercerita.tentang Temannya"cerita Dewi
panjang lebar.
"Kenapa kamu ga pernah cerita sama aku?"seru Raisha dalam isak
tangisnya.
"Aku udah berusaha kasg penjelasan sama kamu tapi kamu selalu menolak
dan ga mau dengar aku,apa kamu ga inget tempo hari saat aku berusaha
menjelaskan kamu selalu menolaknya.dan menganggap aku hanya memanas manasi,aku
kerja sama dengan Rama"jelas Dewi tak mau disalahkan.
"Jadi kamu sekarang maunya bagaimana?"tanya Dewi.
"Aku harus tanya langsung pada Ale.Dia harus menjelaskan padaku
langsung"seru Raisha.
"Ya ampun Sha.apa belum jelas penjelasanku dan Rama?"tanyaDewi.
"Aku ingin penjelasan dia secara langsung"seru Raisha keras
kepala.
............
............
Satu tahun berlalu sejak saat itu,sejak
pertemuan terakhir Raisha bertemu dengan Rama,disaat Rama menjelaskan semuanya
pada dirinya,dan sejak saat itu hingga setahun kemudian mereka tak pernah
bertemu lagi,secara sengaja ataupun tak sengaja,menurut penuturan Shinta.
Rama pindah kerjaan keluar kota,Mereka
berhubungan hanya melalui saluran telephon ataupun jejaring sosial.
begitu juga dengan Raisha diam diam berhubungan
dengan Rama melalui akun Facebook.Tetapi Rama tak mengetahui jika selama ini
Raishalah orang yang selalu Online dengannya,dengan menggunakan nama lain dan
foto profil sama sekali bukan dirinya.
Melalui Onlinenannya Raisha mengetahui betapa
Rama memang benar benar mencintainya,dan membuat Raisha sadar dan benar benar
sadar,Rama lah lelaki yang benar benar mencintainya,dan seharusnya Raisha
menghargai itu.
Tapi entahlah Hati Raisha masih bingung untuk
mengaku,jika dalam hatinya memang sudah sedikit ada rasa istimewa untuk Rama.
"Apa aku sudah benar benar mencintainya?,bukan
karena keterpaksaan tapi memang dari hati??"tanya Raisha dalam hati.
"Aku telah jatuh cinta pada orang yang
juga mencintaiku tapi tak dapat aku miliki karena semua salahku???"
............
Hari yang ditunggu telah tiba,karena hari itu merupakan hari terbahagia untuk Dewi.Karena hari itu adalah hari pernikahan Dewi dengan Yudha,lelaki yang sudah dipacarinya selama Satu tahun,dan hubungan mereka berlanjut dan berakhir di hari ini.
............
Hari yang ditunggu telah tiba,karena hari itu merupakan hari terbahagia untuk Dewi.Karena hari itu adalah hari pernikahan Dewi dengan Yudha,lelaki yang sudah dipacarinya selama Satu tahun,dan hubungan mereka berlanjut dan berakhir di hari ini.
Dimana mereka berjanji untuk bersama dalam suka
maupun duka,membina rumah tangga dan memasuki kehidupan yang baru.
"Selamat ya.akhirnya kamu ngeduluin
aku!"seru Raisha dengan nada senang walau dalam hatinya ia terasa sangat
sangat sakit,tapi ia tetap tersenyum pada Dewi yang sedang bersiap siap.
"Maaf ya sayang!"seru Dewi sambil
memeluk Raisha.
"Oke!!!!.Ga papa.mungkin jodoh aku belum
datang!"seru Raisha berbesar hati.
"Aku yakin jodoh kamu akan datang,dan aku
yakin dan mungkin hari ini dia datang."seru Dewi menghibur.
"Doakan nak,tapi aku bahagia dengan
kehidupan aku yang sekarang,bermain main dengan keponakanku!"jelas Raisha.
"Kamu ga bisa berbohong Raisha,apalagi
padaku?.aku tahu kamu menyesal kan telah menyianyiakan Rama,lelaki yang sudah
sangat jelas mencintai kamu,demi......".Dewi menghentikan ucapannya dan
menatap Raisha yang berkaca kaca.
"Kamu mencintai Rama kan?.benar benar
mencintai dia."tanya Dewi dengan nada memaksa.
"Biarpun aku jawab 'IYA'belum tentu kita
bisa bersama kan,dia entah berada dimana."seru Raisha dengan nada pasrah.
"Kalau kalian berjodoh pasti kalian akan
dipertemukan.Entah dimana?kapan?atau mungkin setelah kalian menikah dengan
pasangan masing masing".jelas Dewi.
"Jadi menurut kamu kita bercerai baru kita
bertemu dengan jodoh kita sebelumnya?"tanya Raisha.
"Aku ga tahu tapi Tuhan yang tahu".
.............
Acara sakral itu telah berlalu dan uraian airmata membanjiri suasana saat itu,teman teman saudara dan kerabat saling memberikan selamat pada Dewi dan Yudha,setelah mengucapkan selamat dan doa pada sahabatnya,Raisha menyendiri,meninggalkan keramaian dan bersembunyi.
.............
Acara sakral itu telah berlalu dan uraian airmata membanjiri suasana saat itu,teman teman saudara dan kerabat saling memberikan selamat pada Dewi dan Yudha,setelah mengucapkan selamat dan doa pada sahabatnya,Raisha menyendiri,meninggalkan keramaian dan bersembunyi.
"Kenapa saat ini aku begitu
merindukannya?"gumam Raisha pada diri sendiri.
"Siapa yang kamu rindukan?"tanya
seseorang dari arah belakang.
Raisha terkejut dan cepat cepat Raisha menoleh
kearah suara itu berasal.
"Rama!"seru Raisha tak percaya.
"Hai Raisha!!,edang apa kamu disini?bukannya
berbaur dengan pengantin baru,ikut berbahagia"seru Rama sambil mendekati
Raisha yang duduk disudut ruangan.
Raisha tak menjawab ia masih syok dengan
kedatangan Rama yang tiba tiba di hadapannya.
"Kamu disini?"tanya Raisha masih tak
percaya.
"Dewi mengundangku,lewat Facebook.".
"Oh.".jawab Raisha singkat.
"Raisha,untuk kedua kalinya maukah kau
menikah denganku?"tanya Rama dengan menatap Raisha serius Dan tib tiba.
Raisha tak menjawab,pertanyaan yang ditunggu
tunggunya tiba tiba menjadi pertanyaan yang menakutkan untuk didengarnya.
"A...aku..!".
"Raisha tidak yakinkah kamu dengan semua
penjelasanku semua tentang perasaanku padamu tempo hari tiap kali kita Online?"seru
Rama.
Raisha terkejut seolah olah ia merasa semua
kain yang membalut tubuhnya telah dilucuti dan hanya perasaan malu yang
menyelimuti.
"Darimana kamu tahu?"kata Raisha yang
sudah tak mampu lagi menutupi lagi.
"Kamu bisa membohongiku tapi teman temanmu
tidak bisa,Raisha!.Jadi Raisha maukah kau menikah denganku?"tanya Rama
lagi.
Raisha masih terdiam ia masih bingung dengan
perasaannya.
"Raisha maukah kamu menjalani sisa hidupmu
denganku??."tanya Rama lagi.Dengan perlahan Raisha mengangguk tanpa
bersuara.
Dan seulas
senyum kelegaan tersungging di wajah Rama.
.............
.............