Kamis, 28 November 2013

CERITA DALAM SEBUAH KISAH Parts 03

.......
   Jujur aku masih sangat sayang pada Dimas.keputusanku untuk berpisah dengan Dimas.adalah keputusan yang terpaksa.Dimas terus memintaku untuk putus.sudah beberapa kali Dimas memintaku untuk putus,tapi aku selalu menolaknya.sampai akhirnya aku jenuh dan kuputuskan kita berpisah.walau berat tetap aku menerimanya.dan sekarang setelah 3 bulan berpisah tiba tiba Dimas mengajaku untuk baikan.
  Tapi entah mengapa hal yang selalu aku harapkan itu datang.tiba tiba menjadi biasa.atau aku sudah terbiasa menjalani waktuku tanpa Dimas.atau memang rasa cintaku untuknya sudah tak ada.walau ada tetapi tinggal sedikit.atau aku telah memiliki seseorang yang aku inginkan.
........
   Aku berjalan menelusuri trotoar berjalan sendiri diteriknya matahari sore.panas sekali sore ini tak seperti biasanya.sayup sayup kulihat cowok itu masuk kedalam rumah yang aku tahu itu rumah pak Andi,Guru olahragaku.yang kebetulan dekat dengan rumahku.hanya berbeda 4 rumah.
    Dengan langkah hati hati aku mendekati rumah itu dan tepat didepan rumah itu aku melihat cowok itu sedang mengobrol dengan pak Andi.penasaran.hal pertama yang membuat aku melakukan hal ini.diam diam aku mengendap endap masuk kedalam pekarangan rumah pak andi.
     Hal yang tak biasa aku lakukan.dari balik jendela kuintip kedalam.kulihat cowok itu bercerita.terlihat dari mulutnya yang tak henti hentinya bergerak.dan beberapa hal yang janggal.matanya tampak merah seperti menangis dengan luka lebam dipipi kirinya.apa yang terjadi padanya?.apa dia baru berkelahi?.cemen amat.baru terluka dikit udah ngadu!.
   Terlalu asyik menguping aku tak sadar.ibu Rima,istri pak Andi datang dan aku tak mengetahuinya.
   "Dhea!kenapa diluar ayo masuk!"seru ibu Rima dengan nada tinggi yang mungkin mengganggu pak Andi dan cowok itu.
  "Emmm...anu....mas Robbynya ada?"tanyaku cepat dalam mencari alasan.
  "Oh Robby.Robby belum pulang.dia kan kuliah siang.mungkin nanti agak sore baru pulang!"jelas ibu Rima.
  "Oh!"seruku sambil cengar cengir.
  "Ada apa ini?ada tamu kok ga diajak masuk!"seru pak Andi yang sudah ada didepan pintu bersama cowok itu.
  "Sore pak!"sapaku cengengesan.
  "Ini loh pak Dhea mencari Robby!"seru ibu Rima.
  "Iya pak tapi mas Robbynya belom pulang."jelasku.
  "Pak!bu! saya pamit pulang."seru cowok itu memotong.
  "Kok cepat cepat tidak nunggu Robby juga?"tanya ibu Rima.
  "lain kali saja Bu!".jawabnya.
  "Saya juga pamit bu!,bilangin ke mas Robby.aku pinjem bukunya!"celetuku asal.
  Cowok itu meninggalkan rumah pak Andi lebih dulu dan aku menyusul di belakang.ternyata kami searah.tapi kok kita ga pernah ketemu ya.
  "Hey!,tunggu!"panggilku sambil berjalan cepat untuk menyusul.cowok itu hanya menoleh dan kemudian melanjutkan langkahnya lagi.
  "Abis nangis ya?"tanyaku yang berhasil menyamai langkahnya.dengan cepat cowok itu berhenti dan menatapku marah.
  "Bisa diem ga?.dan jangan nyebarin fitnah!"
   "Kenyataannya.begitu kok fitnah".seruku.
  "Oke!,gua jujur gua abis nangis.puas!"serunya yang kemudian melangkah pergi.
  "Oke!diterima"seruku yang kembali mengejar cowok itu.
  "Lalu luka itu?"tanyaku lagi.
  "Gua udah jawab pertanyaan loe.jadi jangan tanya lagi!".serunya yang masih dan selalu ketus.
  "Oke,depan rumahku.mau mampir?lukanya bakal tambah parah kalo ga diobatin.jadi tambah jelek tuh muka!"seruku panjang.
  "Gua ga tahu maksud loe apa.tapi thanks dah.".katanya masih ketus.
  "Jadi kasarnya kamu nolak!"tanyaku.
  "Masuk gih itu rumah lne kan?"tanyanya ketus.
  "Iya.mau mampir?"tanyaku.
  "Thanks aja"serunya selalu ketus.aku tak menanyainya lagi dan melangkah menuju gerbang rumahku.
   Tapi tiba tiba aku terhenti dan berbalik.dan kulihat dia masih berdiri ditempatnya.
   "Tunggu sebentar disini aku ga akan lama!"seruku sambil cepat cepat masuk kedalam rumah.
    Kulempar tas sembarang.aku segera berlari menuju dapur.kuambil beberapa balok es batu yang kecil.kumasukan kedalam kantong plastik.setelah itu kuambil kotak p3k.sebisa mungkin aku cepat.berharap dia tak pergi.dan untunglah dia tak pergi selama kedalam.dia memang benar benar tak pergi,bahkan berpindah dari tempatnyapun tidak.
  "Ada apaan sih lama banget!".serunya ketus.
  "Nih es batu biar ga bengkak.dan ini plester!"seruku sambil menyerahkan semua yang ku bawa padanya.dengan cepat dia mengambil yang kuberikan dan dengan cepat pergi.
  "Thanks!"serunya.dan baru kali ini suaranya terdengar lembut.
  "Oh ya thanks juga buat yang tadi,kamu udah nyelametin aku dari dimas!"seruku.dia tak menjawab tapi tersenyum.senyum yang baru aku lihat dari wajahnya yang selalu datar dan ketus.
........
     Mas robby mendapatkan pesanku dari mamanya.hal itu terbukti dengan telepon mas Robby yang menyuruhku untuk datang ke rumahnya,untuk memilih sendiri buku yang aku inginkan.
  Karena mas Robby tak tahu buku apa yang aku cari.jangankan mas Robby.akupun bingung buku apa yang ingin kupinjam.buku mas Robby kan punyanya buku pelajaran kuliah.malam malam aku harus joging menuju rumah mas Robby.
  Dan benar saja.memang tak ada buku yang bisa aku pinjam dari mas Robby.karena bukunya yang tebal tebal adalah buku kuliahnya.aku memang tidak berniat untuk meminjam.jadi tanpa basa basi lagi aku pulang.dalam perjalanan pulang aku sengaja berjalan santai,agar tidak terlalu mengeluarkan keringat.kan ga enak malam malam kulit terasa lengket.aku berjalan santai menelusuri jalan yang sepi dan dari kejauhan aku melihat pedagang makanan.tanpa pikir panjang aku berlari menuju pedagang itu.kudekati pedagang itu dan ternyata itu pedagang jagung rebus dan kacang rebus.aku membeli beberapa ribu kacang.dan beberapa batang jagung.lumayan bisa untuk menemani membaca nanti.
   Aku berjalan berbalik arah karena pedagang jagung itu berjualan jauh dari rumah.sepanjang perjalanan aku memakan kacang rebus itu sambil membuang kulitnya sembarang.
  "Ga pernah diajarin buang sampah ya???"teriak seseorang dari belalang.aku menoleh dan kulihat cowok itu berdiri tak jauh dari tempatku berdiri.
  "Maaf!"seruku.
.........
     Aku mendekati cowok itu.entah darimana ia datang tiba tiba ada dibelakangku
  "Eh kamu lagi ngapai sendirian malem malem?"tanyaku.
   "Seharusnya gua yang tanya ngapain cewek jalan sendirian malam malam pake buang sampah sembarangan!"serunya ketus.
  "biasa aja kali!seruku.
  "Mau"tanyaku kemudian sambil mengarahkan kantong hitam yang ada ditanganku.yang berisi kacang dan jagung..
   "Perlu loe tahu ya.yang loe makan itu lemak!"jelas dia
  "So???"tanyaku.
  "Ga papa!"serunya sambil mengambil mengambil segenggam kacang yang aku sodorkan.
  "Thanks,mending sekarang loe pulang udah malem"serunya sambil pergi meninggalkanku dan duduk di trotoar.aku masih berdiri ditempatku kulihat dia duduk disana dan kemudian aku mendekatinya.
  "Boleh gabung ga?"tanyaku sambil duduk tak jauh dari tempatnya.
  "Loe rese ya!pulang ga?"serunya ketus dengan nada tinggi dan bangkit dari duduknya.
  "Santai aja kali!"seruku dengan penekanan diakhir kalimat.
  "Udah kita bisa ngobrol baik baik kan?"tanyaku lirih.
  "Oke!loe mau ngobrol apa sama gua?"tanya cowok itu sambil duduk lagi ditempatnya.
  "Sambil makan jagung dan kacang ya!"seruku sambil menyodorkan jagung,kacang diantara kami.
   Awal awal aku tak tahu harus memulainya bagaimana.cowok itu terlalu pendiam diam dalam pikirannya karena ia tak memiliki apapun untuk menarik perhatiannya.
  "Maaf sebelumnya tapi boleh tahu ga lebam itu karena apa?"tanyaku yang melihat pipinya diplester oleh plester yang aku berikan tadi siang.
  Plester berwarna coklat dengan gambar kecil diujungnya.
   "Ini urusan gua!"
   "Aku kan cuma nanya?"seruku selembut mungkin.
  "Aku tahu kamu pasti punya masalah dan asal kamu tahu.masalah itu jangan dipendam.karena bisa jadi penyakit.dan kalau kamu mau cerita aku bisa ngedengerin cerita kamu"jelasku mencoba terus membujuknya.untuk beberapa saat.
  Suasana hening.cowok itu tak bersuara dan aku tak menanyakan apa apa lagi padanya.
   "Gua lahir tanpa tahu kasih seperti apa ibu gua.seperti apa kasih sayang seorang ibu!.sementara dengan tiba tiba ayah saya memutuskan untuk menikah lagi.".
  "Lalu??.kamu ga setuju dan kamu mendapatkan bogem mentah itu?"tanyaku sambil membuka kulit jagung.
   "Mau aku kasih taht seperti apa seorang ibu itu?"tanyaku mencoba menghibur.
  Cowok itu menatapku aneh membuatku risih."kayak apa dia?apa seperti di film film yang cuma akting.atau ibu tiri yang selalu kejam.seperti apa sosok ibu itu.gua ga pernah dapet kasih sayang seorang ibu.yang gua tahu cuma bapak yang selalu keras dalam mendidik"tanyanya penasaran dan seperti benar benar tak tahu sosok seperti apa ibu itu.
   "Ibu itu adalah wanita paling sempurna dengan segala kekurangannya.seorang wanita merasa telah sempurna jika ia sudah mampu membangun rumah tangganya dan menjadi seorang ibu untuk anak anak yang dilahirkannya.seorang ibu akan melakukan apapun untuk kebahagiaan anaknya.ibu adalah segalanya ibu tempat paling tepat untuk berbagi.tempat terbaik untuk menangis"jelasku yang hampir menangis.karena tiba tiba saja teringat dan rindu pada almarhum ibu.
   "Kok loe nangis?"tanya cowok itu
  "Aku sedih.aku keingetan almarhum ibuku!"seruku sesenggukan.
   "Jangan nangis dong.malu tahu diliat orang.dikiranya gua ngapa ngapain loe lagi!".serunya dengan nada agak lembut.
  "Apa ibu itu sempurna banget ya?"tanyanya.
   "Sangat sempurna tapi juga rapuh!jadi sering kita denger, kebanyakan seorang perempuan disakiti secara fisik maupun perasaan.jangan bilang kalo kamu ga tahu cara memperlakukan seorang wanita?."tanyaku.
  "Jujur gua ga tahu bagaimana sosok ibu!"serunya.
  "Hargai perempuan jangan terlalu ketus sama perempuan."seruku sekaligus menyindir.sepanjang malam kami mengobrol menghabiskan jagung dan kacang rebus bersama.semalam itu aku itu aku menjadi tahu sisi lain seorang Yang tampak angkuh ketus itu ternyata ada sisi lembut dan juga rapuh.ia tak tahu bagaimana memperlakukan seorang wanita jadi diapun tak tahu bagaimana nanti jadinya jika benar benar ia memiliki ibu tiri
   ".Ibu tiri ga semuanya kejam seperti di film film ataupu sinetron.paling engak ibu tiri tak sekejam ibu kota.
.........

CERITA DALAM SEBUAH KISAH Parts 02

........
   .Aku tak tahu apa yang salah dariku.hal yang membuatku selalu salah dipandangan cowok itu.hal hal yang selalu membuatnya ketus padaku,membakar emosiku,untuk sesaat membencinya.tapi tak lama.hanya sesaat.setelah tak lagi melihatnya rasa marah benci kesal itu hilang.namun datang setiap kita bertemu mempermasalahkan hal halyang tak penting.dan memperbesarkan masalah yang kecil.sepertinya memang waktu tidak mengizinkan kita untuk dekat walau hanya untuk berteman saja.karena semua usahaku untuk mengawali pertemanan selalu digagalkan olehnya dengan kata kata yang membakar emosi.tapi walau bagaimanapun aku akan berusaha mendekatinya.karena aku tahu ada sesuatu yang dia miliki ada pengetahuan yang ingin aku gali dari cowok ketus itu.
.......
"Dhe?,kamu udah dapet bahan bahan buat pelajaran bahasa?"tanya Viko.
  Aku terdiam dan memikirkan apa yang dimaksud Viko.
  "Ya ampun aku lupa!"seruku histeris.
  "Lalu?"tanya Viko tampak bingung menatapku.
  Aku berfikir keras bagaimana mendapatkan bahan bahan itu dalam waktu singkat tanpa keluar dari sekolah.
  "Aku harus ke perpustakaan!"seruku,berlari meninggalkan Viko.
  "Waktu tinggal 20 menit lagi sebelum bel!"teriak Viko terdengar sayup sayup.dengan cepat aku masuk keperpustakaan yang tampak sepi.Dan segera kusambar bangku paling ujung tempat kosong yang langsung menghadap komputer.dengan cepat kumasuki Google dan ku ketik bahan bahan yang aku cari.semua berjalan lancar,tapi banyak pilihan dan mau tak mau aku harus memilih dan itu yang membuang waktuku dengan percuma.
  "Ga akan keburu kalo harus milih.dan harus mencari bahan lainnya.!"keluhku sambil membaca cepat artikel yang terpampang.
  "Nih,buat tugas loe!"seru sebuah suara sambil menaruh beberapa lembar kertas HVS berisi artikel diatas keyboard di hadapanku.aku terkejut dan kulihat orang itu.entah mengapa tiba tiba dan dengan cepat emosiku naik dan ingin marah rasanya.
  "Butuh ga tuh?"tanyanya kasar dan sedikit membentak.
  "Aku baca dulu,kalau sesuai aku ambil kalau enggak aku kembalikan!"seruku sesopan mungkin sambil menahan emosi.dan membaca artikel yang ada dihadapanku.
  "Ga usah dikembaliin,buang aja ditong sampah!"serunya sambil ngeloyor pergi.
  Sebenarnya aku tak mau menerima bantuannya.apalagi mendengar nada omongannya.tapi bagaimana lagi,saat ini aku membutuhkannya dan terpaksa aku mengambilnya.
........
       Jika mengutamakan ego aku seharusnya marah dan kesal atas sikapnya.tapi jika mengutamakan etika aku seharusnya mengucapkan terima kasih berkat artikel yang diberikannya aku sangat puas karena nilainya A.entah darimana cowok itu mendapatkan bahan.hingga menghasilkan artikel itu.
  Hem...aku harus mengucapkan terima kasih padanya walau hatiku menolak dengan keras.tapi itulah yang harus aku lakukan.ucapkan terima kasih dan hutang budi selesai.jam istirahan kedua aku cepat cepat ke perpustakaan karena jam pertama aku tak sempat keluar kelas karena terlalu sibuk dengan tugasku yang aku selesaikan dari nol.aku segera menemuinya ditempat favoritnya.yaitu bangku paling pojok perpustakaan.tapi aneh untuk saat ini ia tak ada ditempatnya.kutanyakan pada petugas,mereka jawab tak melihatnya masuk.dimana lagi tempatnya berdiam diri selain diperpustakaan.dan sepertinya etika aku simpan dulu untuk saat ini karena ego datang menghampiri.aku harus mengisi perutku yang sudah bernyanyi sejak tadi pagi.aku berjalan cepat menuju kantin bersaing dan memburu waktu istirahat yang hampir selesai.tapi sialnya aku.sampainya di kantin tak ada satu kedai makananpun yang sepi.semua menunggu dan mengantri.dan tak akan keburu untuku
  ."Makan nih daripada ngantri!"seru seseorang sambil menyodorkan sebungkus roti sobek padaku dengan rasa kombinasi.
  "Terima kasih!"seruku sambil berbalik dan melihat malaikat penyelamat itu.dan W.O.W luar biasa,dia selalu datang tiba tiba.
  "Kamu!!" seruku terkejut.
  "Aku pikir buku doang makanan kamu!!"kataku mencoba mengakrabi.
"Cepat makan sebelum bel masuk bunyi!"perintahnya masih dan selalu ketus padaku.
"BTW thanks ya!atas bantuannya!"seruku teringat rencana awal.
  "Gue kira udah loe buang!".dengan cepat emosi dalam diriku muncul tiap kali mendengar katanya yang selalu ketus.
  "Bisa ga sih jangan selalu ketus padaku??"tanyaku.
 "Abisin!sebentar lagi masuk"serunya sambil meninggalkanku yang memakan hampir seperdelapan roti itu.
  Sebenarnya apa mau cowok itu.sesaat ia datang sebagai malaikat penyelamat dan sesaat ia pergi seperti iblis yang berhasil memperdayai manusia untuk marah.
........
   Sebenernya mau cowok itu apa sih?.aku merasa tak punya masalah sama dia.tapi kenapa dia selalu ketus sama aku.apa aku pernah melakukan kesalahan yang tidak aku sadari?tapi kayaknya enggak deh.kita jarang ketemu dan tentu juga jarang mengobrol.
  "Dhea!,ada yang nunggu kamu di depan gerbang!"seru Wahyu yang datang hanya untuk menyampaikan hal itu.ya.saat ini aku melangkah menuju pintu gerbang untuk pulang.langkahku kupercepat dan segera mencari orang yang mencariku.didepan gerbang aku celingukan mencari orang yang mencariku.
  "Halo Dhea!"sapa seseorang mengagetkanku.
  "Dimas!!!"seruku terkejut.
  "Tadi aku nunggu kamu waktu istirahat kamu ga keliatan.jadi kutunggu disini!"jelasnya panjang.
  "Ada apa?"tanyaku yang tak sabar untuk pergi.
  "CLBK nih!"seru Viko yang lewat.
  "Apaan sih!"seruku pada Viko yang tak setuju dengan gurauannya.
  "Ada apa?"tanyaku lagi.
 "Aku pengen kita balikan!"seru Dimas.aku terdiam dan mencoba mencerna kata kata Dimas.
  "Apa??"tanyaku kemudian.
  "Aku pengen kita balikan!"ulang Dimas.
  "Ga mungkin.Dimas!"seruku tegas.
  "Kenapa?".tanya Dimas.
  "Aku pikir kamu tahu.bukannya kamu yang selalu minta putus tapi aku ga pernah mau.dan sekarang.aku kabulkan permintaan kamu.tapi kenapa kamu minta balikan lagi?.
  ".Dimas terdiam ia tak bisa menjawab pertanyaanku.
  "Aku ga mau kita balikan!"seruku tegas dan kemudian pergi meninggalkan Dimas.
  "Dhea tunggu!"teriak Dimas sambil menarik tas cangklongku.
  "Dimas,lepasin!"pintaku.apalagi tak hanya satu pasang mata yang memandangku tapi beberapa mata siswa yang memperhatikan kami.
  "Aku ga terima!"seru Dimas menahan emosi.
  "Itu konsekuensinya dimas.aku udah mengabulkan permintaan kamu!"jelasku lagi.
  "Ga ada cowok ya?beraninya sama cewek?!"seru suara yang ketus.aku menoleh dan cowok itu ada dihadapan kami.
  Dengan cepat dimas melepaskan tangannya dari tasku.
  "Siapa loe?"tanya Dimas pada cowok itu.kulihat Dimas terbakar emosi dan aku harus segera ambil tindakan.
  "Jangan ribut disini!"seruku sambil menjauh dari Dimas dan mendekati cowok itu.aku mendorong cowok itu untuk menjauh.
  "Ayo kita pergi!"seruku pada cowok itu.dan kini giliran aku yang harus menarik tas cowok itu untuk menjauh.
......
  "Loe bisa ga ga buat masalah yang ngerepotin gua!!"seru cowok itu ketika kami sudah jauh dari Dimas.
  Aku terkejut mendengar ucapan cowok itu yang seolah olah aku selalu menyusahkannya.
  "Sejak kapan aku nyusahin kamu? dan kalau kejadian tadi mengganggu kamu aku minta maaf"seruku kesal.seperti biasa dia selalu membuatku emosi.
  "Bagus deh kalau begitu!dan satu pesan buat loe.jangan lagi berurusan sama tuh cowok.!"serunya memperingatkan.
  "Apa urusan kamu?"tanyaku.
  "Gua cuma kasih tahu aja.kalo ga dipake buang aja ke tong sampah
  "Oke fine!mau kamu apa sebenernya?"tanyaku yang dengan nada meninggi hampir membentak.cowok itu tak menjawab.ia pergi meninggalkanku.
........

PACARKU GA ADA ROMANTIS ROMANTISNYA Parts 03


.............
   Pulang kuliah Vllad mengajak Flor pergi.sebagai penebus ksalahannya beberapa waktu lalu.Vllad tak memberi tahu Flor kemana mereka pergi.Vllad hanya memberi tahu supir Taksi kemana dia harus membawa mereka pergi.
 "Kita mau kemana?"tanya Flor yang masih mengglayut di lengan Vllad.
  Seperti biasa Vllad tak memberi tahunya.ia hanya tersenyum.
 "Vllad,Renata,Gio itu siapa sih?"tanya Flor tanpa melihat lawan bicaranya.
  "Mereka teman temanku.satu fakultas"jawab Vllad datar dan sedikit geram.
  "Bukan itu.maksud aku kamu punya masalah apa dengan Gio.kenapa kamu melarang aku berteman dengannya??"tanya Flor mencoba mengorek informasi.
  "Sebaiknya kamu jangan tanyakan hal itu sekarang."seru Vllad yang tampak ketus,terdengar dari suaranya.
 "Oke."jawab Flor singkat.
  Beberapa waktu berlalu dan supir Taksi membawa ketempat yang telah di tunjukan oleh Vllad.
  "Kita dimana Vllad?"tanya Flor yang baru keluar dari Taksi.
 "Ayo ikut!"ajak Vllad sambil menarik tangan Flor setelah membayarTaksi.
 "Kita mau kemana?"tanya Flor.
 "Kita makan.dari tadi kamu belum makan kan?"seru Vllad yang membawa ketempat pemancingan Dengan rumah makannya.
 "Belum sih!"seru Flor.
.............
    Selesai makan.Vllad mengajak Flor memancing.hobinya saat bersama Sammy dulu.
  "Kak Sammy lagi ngapain ya sekarang?"tanya Flor sambil menunggu umpannya dimakan ikan.
  "Kamu kangen sama dia?"tanya Vllad yang duduk disamping Flor.
  "Menurut kamu?"tanya Flor menatap Vllad yang memperhatikannya
  ."Mau aku telephonin?"tanya Vllad.
  "Ga usah.aku bisa telepon kak Sammy nanti."tolak Flor.
 "Pikiran kamu kemana mana ya?"tanya Vllad.
 "Kenapa?"tanya Flor tak mengerti.
 "Dari tadi mancingnya ga dapet dapet."jelas Vllad.
 "Ikannya lagi ga mood makan umpan aku kali"seru Flor sambil menyerahkan pancingannya pada Vllad.
 "Vllad.kamu tahu ga sih?"tanya Flor sambil menatap Vllad yang fokus pada pancingannya.
 "Apa?"tanya Vllad tanpa memandang Flor.
 "Kamu sayang ga sih sama aku?"tanya Flor serius.
 Vllad terdiam.dengan refleks Vllad memandang Flor Dan kemudian tersenyum.
 "Kamu ngomong apaan sih?"tanya Vllad yang tampak risih.
 "Kamu sayang ga sih sama aku?cinta ga sama aku?"tanya Flor lagi.tanpa menghiraukan perkataan Vllad.
 "I!"jawab Vllad menyerah
 "Iya.apanya?"tanya Flor memaksa.
 "Iya.aku sayang dan cinta sama kamu!"jelas Vllad.
 "Aku ga percaya!"seru Flor terdengar ngambek.
 "Kenapa kamu menyimpulkan seperti itu?"tanya Vllad.
 "Kamu ga perhatian sama aku.kamu terlalu cuek kalau disebut pacar."protes Flor.
 Vllad menaruh alat pancingnya dan mendekati Flor.
 "Flor.kamu tahu aku kan?.seperti apa pribadi aku.kamu kenal aku udah bertahun tahun.sejak kita kecil.".
 "Aku kira kamu akan berubah setelah kita pacaran.ternyata ga ada yang berubah.kamu sama seperti dulu.sama seperti kita waktu dulu!"seru Flor menumpahkan kekesalannya.
 "Jadi mau kamu apa?"tanya Vllad terdengar pasrah.beberapa saat hening diantara mereka.
 "Mungkin kamu ingin kita tak bertemu untuk beberapa waktu.kita Rest!"seru Vllad mengambil keputusan.
 "Dan aku harap kita dapat merenungkannya."lanjut Vllad yang tanpa memandang Flor.matanya terus terfokus pada mata pancing yang belum disambar ikan.
 Sementara Flor hanya terdiam.ia tak mampu berkata kata.dadanya terasa sesak.matanya berkaca kaca dan airmatanya meleleh.
 "Bukan itu maksud aku Vllad.aku cuma pengen kamu sedikit perhatian sama aku.cuma itu!"gumam Flor dalam hati.
  Vllad mengantarkan Flor pulang.kini mereka tak sedekat tadi.ada jarak antara mereka.Vllad duduk di samping supir.sementara Flor duduk sendiri di belakang.hatinya terasa sakit.terasa sesak.ternyata hati Vllad memang batu.terlalu keras untuk mengerti.padahal ucapannya tadi hanya permintaannya.ternyata Vllad teguh pada pendirian.pendiriannya yang keras.
............
    Semenjak hari itu Vllad dan Flor tak pernah bertemu lagi.walaupun sebenarnya diantara mereka kadang kadang mencari tahu sedang apa dan kegiatan apa yang sedang masing masing lakukan.Mereka hanya tahu kabar masing masing dari mulut kemulut orang orang yang mereka tanyai
  "Aku ga bisa begini terus.aku yang memulai aku juga yang mengakhirinya".seru Flor yang sedang merenung didalam kamarnya.
 "Aku bener bener kehilangan kamu Vllad.harusnya aku tolak keputusannya.harusnya aku memikirkan kata katanya.aku sudah mengenalnya jauh sebelum kita jadian."lanjut Flor.suasana kamar hening dan flor memeluk Vllado,boneka beruangnya.
 "Permisi...apa ada orang di kamar?"tanya sebuah suara sambil membuka pintu kamar Flor.
 "ada,siapa?"tanya Flor sambil melirik pintu kamarnya.
 "Kak Sam!"teriak Flor yang langsung bangkit dari tempat tidurnya.Flor langsung memeluk erat Sammy.yang menggendong ransel besar dipunggungnya.
 "Sepertinya adiku kangen berat sama kakaknya!"celetuk Sammy sambil membalas pelukan Flor.
  Flor melepaskan pelukannya dan mengajak Sammy duduk.
 "Bagaimana kabar kak Sam?"tanya Flor.
 "Baik.kalau kamu bagaimana?masih lanjut.apa udah bosen karena udah lama bareng"tanya Sammy dengan nada becanda.
 "Kita lagiRrest!".jawab Flor lesu.
 "What?apa?kalian putus?"seru Sammy tak percaya.
 "Wah Vllad ga komit dengan ucapannya"lanjut Sammy.
 "Maksud kakak apa?trus maksud kakak apa nyuruh Vllad buat ngelakuin itu semua?"seru Flor sewot.
 "Ngelakuin apa?kakak ga tahu!"tanya Sammy.
 "Nyuruh Vllad buat merhatiin aku".Sammy terdiam.ia memikirkan kata kata adiknya.
 "Bukannya kamu paling suka diperhatiin."seru Sammy.
 "Dan kayaknya kakak ga pernah deh.nyuruh Vllad perhatiin kamu.kakak telepon atau sms aja jarang."jelas Sammy.
  Flor terdiam dan ia berfikir dan terus berfikir.
 "Emang kenapa?"tanya Sammy.
 "Emmm....".
 "Kenapa?Vllad nyatut nama kakak ya?"tanya Sammy.
 Sammy menarik adiknya dan memeluknya.dan seketika Flor menangis dalam pelukan kakaknya.
 "Flor.kakak udah tahu semuanya.Vllad sudah cerita semua.Flor.kamu kan kenal Vllad udah lama.kamu tahu seperti apa karakter dia.dia perhatian banget sebenernya.tapi dia ga tahu bagaimana cara menunjukannya.dan untuk cari aman dia terlampau cuek.".jelas Sammy.
 "Aku ga tahu!"seru flor.
 "Ga papa!jangan nangis dong"seru Sammy sambil melepaskan pelukannya dan menyapu airmata adiknya.
............ ...
    Flor berangkat kuliah ,Flor terus memikirkan kata kata Sammy tentang Vllad.dan matanya tampak terlihat sembab dan kelopak matanya terlihat besar.
 "Hey.kamu Flor kan?"tanya seorang perempuan.
  Flor menoleh dan dilihatnya seorang gadis yang dikenalnya.
 "Renata!"seru Flor terkejut.
"Ya.kamu kenal aku!pasti Vllad yang mengenalkan namaku padamu?"seru Renata.
 Sementara Flor hanya tersenyum tipis.
 "Flor.bisa kita bicara sebentar?"tanya Renata.
 Flor melirik jam tangannya.
 "Ya.aku ada waktu!"seru Flor.
 Renata dan Flor menuju kesebuah tempat.
 "Aku tahu kalian sedang ada masalah.dan aku merasa ada hubungan di sini!"jelas Renata.
 "Maksud kamu apa?.antara aku dan Vllad.semua real masalah kita.ga ada orang ketiga atau siapapun".jelas Flor yang tak mau mengkambing hitamkan siapapun.
 "Lalu apa?kalau aku boleh tahu?"tanya Renata.
 "Hanya ego masing masing aja."jelas Flor.
 Renata mendesah dan menarik tangan Flor dan menggenggamnya.
 "Flor kamu tahu seberapa dalamnya Vllad mencintai kamu?.dia sangat mencintai kamu.Vllad pernah curhat sama aku.dia bilang dia sangat mencintai kamu dia tahu kamu orang yang manja.dan sangat ingin perhatian.sementara Vllad dia seorang yang cuek.dari pandangan aku.tapi sebenarnya dia sangat perhatian.sangat sangat perhatian.pada teman ataupun pada kamu.mungkin kalau pada teman dapat sangat terlihat tapi pada kamu,aku kadang menebak nebak.dan yang paling aku tahu saat liat kamu mengobrol dengan Gio.kamu tahu.demi menjauhkan kamu dari Gio dia rela telat buat persentasi.padahal itu sangat penting untuk nilainya."jelas Renata panjang.
 Sementara Flor hanya mampu mendengarkan dengan mata berkaca kaca dengan perasaan menyesal sekali.
 "Kalau boleh tahu siapa Gio?kenapa Vllad sangat membencinya?"
  "Gio.yang aku tahu dia adalah rival Vllad selama kuliah semester awal sampe sekarang.dan dia pernah merebut mantan Vllad".
 Kembali Flor berfikir.dan penyesalan benar benar menghinggapi perasaan Flor.
.............
  Flor duduk termenung di kantin.ia memikirkan semuanya.kenyataannya.ternyata semua lebih dari apa yang dikiranya.Vllad terlalu mencintainya,sampai sampai Flor sendiri tak dapat mengartikan seberapa besar cinta yang Vllad miliki untuknya.
  "Vllad kenapa kamu ga bisa terus terang sama aku?.seru Flor dalam kediamannya.
 "Karena aku ga tahu harus bagaimana dan seperti apa menunjukan dan memberikan cinta yang kamu mau!"
 .Tiba tiba suara Vllad mengejutkan Flor.Vllad sudah berdiri di belakang Flor.
 "Vllad!"seru Flor.
 "Vllad tersenyum dan duduk di hadapan Flor.
 "Apa kabar Flor?'tanya Vllad basa basi.
 "Baik.kamu sendiri?'tanya Flor balik
 "Aku tidak baik Flor!'seru Vllad.
  Flor tampak terkejut.
 "Kamu kenapa?'tanya Flor yang refleks menggenggam tangan Vllad yang ada di tepian meja.
  "Maaf!'seru Flor sambil menarik tangannya.tapi dengan cepat Vllad menahannya dan menggenggamnya erat.
  "Karena kamu Flor!'seru Vllad dengan wajah memelas.
 Sementara Flor tampak salah tingkah.
 'Flor aku ga tahu kamu menganggap aku orang macam apa.karena aku hanya seorang Vllad yang terlalu mencintaimu tapi ga tahu bagaimana menunjukannya'.jelas Vllad.
 'Vllad aku udah tahu semuanya.dan aku merasa bersalah karena keegoisanku ini.aku kurang peka terhadap perhatian kamu.sehingga aku ga tahu".
  "Jadi kamu tahu kan seperti apa aku?'.tanya Vllad.
  Flor mengangguk dan tersenyum.
 "Tapi kamu juga jangan begini Terus.karena aku ga selamanya tahu apa yang sebenarnya yang kamu mau.'
  "Oke.aku janji!'seru vllad.
Lalu Flo menarik Vlad dan memeluknya.
.......... 

PACARKU GA ADA ROMANTIS ROMANTISNYA Parts 02

............
   Vllad berbeda.itulah yang dirasakan Flor saat ini.ini tak seperti biasanya.tak seperti beberapa malam yang lalu.Vbenar benar cuek,mengacuhkannya.Vllad sibuk dengan dirinya sendiri.dan ini sama sekali bukan Vllad yang dulu. 
  Tiap kali ada urusan pasti Vllad selalu memberi tahu Flor.memberi tahu apa yang sedang dilakukannya.dengan siapa dia sekarang.Walaupun cuek tapi Vllad selalu memberitahukan apa kegiatannya,lain dengan saat ini.apa ada sesuatu yang Vllad sembunyikan dari Flor.
  Itulah pertanyaan yang menduduki pringkat pertama dari sederet pertanyaan yang mengantri tentang Vllad di otak Flor.
  Hari ini Flor akan mencari tahu kebenarannya.Vllad harus menjelaskan semua walau dengan memaksa sekalipun.dengan malu malu Flor mencari cari sosok Vllad d Fakultas Teknik.
  Tak ada yang di kenalnya dan tak ada yang dapat ditanyainya.dengan keberaniannya akhirnya Flor menghampiri segrombolan mahasiswa yang sedang berkumpul di sudut ruangan.
  "maaf apa kalian kenal Vllad?"tanya Flor lemah lembut.hampir semua orang dalam grombolan itu melihat kearah Flor 
  Tapi hanya satu yang menanggapi pertanyaannya.seorang pemuda menatapnya aneh.dan Flor merasa risih dengan cara pandangnya.
  "Cari Vllad ya?"tanya pemuda itu.
 "Ya."jawab Flor sambil mengangguk.
 "Kayaknya dia lagi sibuk sama anak dosen di perpustakaan."jelas pemuda itu.
  "Oh ya.terima kasih atas informasinya"seru Flor yang ingin cepat cepat meninggalkan grombolan itu.
 "Mau kemana?jangan buru buru gitu dong.mau aku anterin?"tanya pemuda itu menawarkan diri.
 "Oh ga usah terima kasih.saya tahu dimana perpustakaannya!"tolak Flor halus.
  Flor cepat cepat meninggalkan grombolan itu.
............
  Bersama dengan Renata Vllad keluar dari perpustakaan dan dari kejauhan Vllad melihat Flor sedang berbincang dengan Gio saingannya dalam prestasi.
  "Ren.kamu duluan ya aku ada urusan"seru Vllad yang siap melangkah.
  "Kamu mau kemana Vllad?.kita harus bersama menyerahkan tugas!"jelas Renata.
  "Tapi ini penting Ren!"seru Vllad tak sabar ingin cepat cepat pergi.
  "Ga bisa Vllad kita harus berdua.agar dosen tahu ini kerja kita"jelas Renata lagi.
  "Terserah deh.kalau dosen ga percaya nanti aku bikin lagi.Bukannya di situ ada namaku juga!"seru Vllad beralasan.dan mengingatkan.
  "Ini harus di persentasikan kan? dan kamu yang menjelaskan.karena setengah dari ini adalah ide kamu"seru Renata mengingatkan.
  Vllad menutup mata dan baru ingat.
  "Ada apa sih?mungkin kita bisa bersama sama.mungkin kalau kita telat aku bisa meminta tambahan waktu pada ayahku"seru Renata memberi solusi.
  "Oke ikut aku"ajak Vllad yang tak sabar.
  Vllad berjalan lebih depan dibandingkan Renata yang berjarak beberapa langkah di belakangnya.
  "Flor.kenapa kamu disini?"tanya Vllad sampainya di tempat Flor yang tampak berjalan kearahnya dengan di ikuti Gio.
 "Kayaknya pacar kamu nyariin kamu tuh"jelas Gio memandang Vllad dan berganti memandang Renata yang tak jauh di belakang Vllad.
  "Vllad!"seru Flor langsung mengajak Vllad menjauh.
  "Kamu ngapain disini?"tanya Vllad dengan nada merendah dan mata sesekali memandang Gio.
  "Aku nyari kamu!"seru Flor.
  "Untuk apa?aku baik baik aja"seru Vllad.
  "Sadar ga sih beberapa hari ini kamu menghilang.ga ada kabar.aku khawatir"seru Flor.
  Vllad menarik nafas dan memegang pundak Flor.
 "Flor aku baik baik aja.aku ga menghubungi kamu karena aku sibuk dengan tugasku,aku.terima kasih dengan perhatiannya dan aku baik baik aja.kamu lihat sendiri kan"kata Vllad meyakinkan.
 "Vllad waktu kita sedikit lagi"teriak Renata yang sedang mengobrol dengan Gio.
  "Ya."teriak Vllad.
 "Siapa cewek itu.tumben cewek masuk sini?"tanya Flor curiga.
 "Dia partner aku.Flor janji sama aku jangan dateng lagi kesini.dan jangan dekati Gio"seru Vllad mengingatkan
  "Kenapa?"tanya Flor penasaran.
 "Ga papa.tapi please denger kata kata aku."seru Vllad meyakinkan.
 "Kamu ga lagi menyembunyikan sesuatu kan?"tanya Flor curiga sambil melirik Renata.
  "Vllad ayo!"teriak Renata.
 "Ga ada.percaya sama aku.mending sekarang kamu kembali.nanti kalau aku sudah selesai dengan tugasku.aku akan menemui kamu!"seru Vllad berjanji.
 "Oke."seru Flor sambil tersenyum lega.
 Vllad meninggalkan Flor menuju Renata dan Gio.dan Flor meninggalkan tempat itu dengan perasaan sedikit lega,tapi juga was was apa lagi dengan kehadiran Renata yang Vllad sendiri tak memberitahunya.
  "Berfikirlah positif Flor"seru Flor pada dirinya sendiri sambil melangkah pergi.
............
   Sesuai perintah Flor menunggu Vllad saat dia pulang kuliah.sambil menunggu fikiran Flor melayang jauh.menuju sosok Renata perempuan yang tampak dekat dengan Vllad.
  Rasa takut menghampiri perasaannya,Flor,takut Vllad akan berpaling darinya karena sosok Renata.
  Renata lebih menarik darinya dari segi penampilan tentu sangat berbeda.dan tentu sangat besar kemungkinan Vllad menaruh simpati pada Renata,Secara mereka sering bertemu dan memiliki kesukaan yang sama.Teknik.
  Lalu Gio.siapa Gio?.mengapa Vllad melarangnya untuk berkenalan bertemu ataupun mengenal lebih jauh.
  "Ini ga adil!"seru Flor bersuara.
 "Ga ada yang melarang kan kalau kita berteman?"sebuah suara mengejutkan Flor yang melamun.
 Flor menoleh kebelakang dan dilihatnya Gio berdiri tepat di hadapannya.
 "Kamu Gio kan?"tebak Flor memastikan.
 "Ya.kamu pengingat yang hebat.pantas aja masuk Ekonomi".seru Gio.
 "Kebetulan aja!"seru Flor berusaha biasa saja walau perasaan was was dan takut menyelimuti perasaannya.
 "Soal tadi siang.maaf ya.mungkin aku berlebihan."kata Gio meminta maaf.
 "Soal itu.bukan masalah"jawab Flor ringan.
 "Tapi paling tidak Vllad melarang kamu untuk kita berteman kan?"tanya Gio meyakinkan.
 "Iya sih.tapi apa urusan dia?yang berteman kan kita.ngomong ngomong memangnya ada masalah apa antara kamu dan Vllad?"tanya Flor.
 "Masalah biasa.bukan cowok sejati namanya kalau tidak bisa menjaga rahasianya dan rivalnya"seru Gio.
 "Oh oke.Dalam hal apa"seru Flor.
 "Apa kita bisa berteman?"tanya Gio sambil mengulurkan tangan tanpa menjawab pertanyaan Flor
  Flor memandangi tangan Gio yang di ulurkan kepadanya.dan ia berfikir tentang ucapan Vllad padanya beberapa waktu lalu.Tapi tiba tiba pikiran Flor buyar saat Flor melihat dari kejauhan sosok Vllad berjalan beriringan bersama Renata dan tertawa lepas bersama.
  "Kita bisa berteman.kenapa tidak"seru Flor tersenyum dan menjabat tangan Gio.
............. 
  Dengan wajah marah Vllad menghampiri Flor dan Gio.
 "Flor ayo kita bicara?"seru Vllad memaksa sambil menarik tangan Flor untuk menjauh dari Gio.
 "Ngomong apa?"tanya Flor sambil melirik Renata yang berada tak jauh di belakang Vllad.
  Vllad mengajak Flor menjauh dari Renata dan Gio.
 "Ada apa?"tanya Flor biasa saja.
 "Flor aku udah bilang jangan dekati Gio!"seru Vllad mengingatkan.
 "Emangnya kenapa?apa Gio penjahat?apa dia sesuatu yang menular dan harus dijauhi?"tanya Flor.
  Vllad terdiam.ia tampak kehabisan kata untuk melarang Flor untuk berteman ataupun menemui Gio.
  "Pokoknya kamu jangan berteman dengan Gio."seru Vllad memaksa.
  "Kenapa Vllad?aku pengen tahu alasannya?"seru Flor memaksa.
  "Apa karena Gio tahu hubungan kamu dan Renata?"seru Flor curiga.
  Vllad terperanga mendengar ucapan Flor.
 "Maksud kamu apa?"tanya Vllad.
  "Kamu cemburu?liat aku sama Renata?.aku sama dia cuma partner kerja.untuk tugas aku!.percaya aku kita ga ada apa apa.jangan denger apapun dari Gio tentang aku dan Renata!"seru Vllad meyakinkan.
  "Kamu paksa hati aku untuk yakin dan percaya.bahwa ga ada apa antara kamu dan Renata.tapi mata aku ga.mata aku liat beda.aku liat kamu menyembunyikan sesuatu dari aku.dan semua terjawab kalau aku dekat dengan Gio."jelas Flor.
 "Ayo aku anterin kamu pulang!"seru Vllad tanpa banyak kata dan menyudahi pertengkaran kecil mereka.
.............
   Vllad mengantarkan Flor pulang dengan menggunakan Taksi.menurutnya di saat seperti ini tak nyaman rasanya jika mereka menaiki sepeda gunungnya.
   Didalam Taksi mereka duduk bersebelahan tapi mereka tak bicara.sebenarnya dalam hati masing masing banyak yang ingin dikatakan di share tapi pertengkaran kecil tadi membuat mereka menjadi Canggung.
 Aapa kamu kangen Sammy?"tanya Vllad membuka suara.
  Flor tak menjawab namun dalam hatinya berkata
  "Aku kangen kamu!".perlahan dan malu malu Vllad meraih tangan Flor dan meremasnya kuat.
 Flor tak mengeluh.Flor malah merebahkan kepalanya di pundak Vllad.
 "Maafin aku ya?!"bisik Vllad.
 "Ga ada yang salah dan ga ada yang perlu dimaafkan".seru Flor.
.............

PACARKU GA ADA ROMANTIS ROMANTISNYA Part 01

...........
  "Coba pikirin dulu apa alasan kamu jadian sama Vllad?.apa yang kamu liat dari cowok kaca mata kuda itu?"tanya Indah pada Flor yang sedang kesal dengan pacarnya.
   Flor membelalakan mata mendengarkan indah menyebut vllad cowok kaca mata kuda.
 "Kaca mata kuda maksud kamu apa??"tanya Flor.
 "Kamu sadar ga sih,kalo Vllad itu orangnya datar banget.lurus lurus aja.ampe kamu aja bilang Vllad itu orangnya datar.ga ada romantis romantisnya.ga pernah kasih kejutan.atau apalah.bukannya kaca mata kuda itu lurus lurus aja."jelas Indah.
 "Romantis!,kapan ya terakhir Vllad romantis and kasih kejutan ke gua??"tanya fFor sambil mengingat ingat.
 "Waktu kamu sakit kayaknya!"seru Indah.
 "Sakit yang mana?"tanya Flor.
 "Sakit.waktu kamu jatuh dari motor.Vllad dateng bawain kamu boneka Tedy Bear segede gua!"jelas Indah lagi.
 "Oh yang itu?.itu mah bukannya perhatian.tapi dia dateng emang mau nganterin boneka itu dan ada perlu sama kak Sammy.jadi dia dateng kerumah dan kebetulan kak Sammy emang lagi dirumah.Vllad tahu aku jatuh dari motor juga karena kak Sammy yang kasih tahu."cerita Flor panjang.
 "Oh"seru Indah singkat.
 "Jadi kamu mau mengeluh yang mana?semua yang kamu ceritain itu masalah!"tanya Indah.
 "Ga tahu aku bingung!"."Flor ayo kita pulang.udah mau ujan.aku ga mau kamu keujanan dan kak Sammy ngomel ngomel!"seru Vllad yang tiba tiba datang.
 "Ya"jawab Flor.
............   
   Sambil mengayun sepeda gunungnya Vllad terdiam.sementara Flor terus mengoceh tentang kekesalan hatinya.
 "Vllad bisa ga sih kamu kasih perhatiannya ga ada maksud.coba dari hati kamu!"gerutu Flor yang membonceng dibelakang.
 Tiba tiba Vllad mengerem mendadak dan membuat Flor makin mengomel.
 "Vllad,kamu apa apaan sih?"teriak Flor yang langsung turun dari sepedanya.Vllad turun dari spedanya menyekandarkannya.
 "Maksud kamu apa?.semua apa yang aku lakukan itu ada maksud?"tanya Vllad terdengar sewot.
 "Kamu sadar ga sih.kalau setiap perhatian yang kamu kasih ke aku itu.selalu dan pasti ada perintah dari orang lain.yaitu kak Sammy.kamu ga pernah merhatiin aku dari hati kamu.dari hati kamu yang menganggap aku pacar kamu."jelas Flor.
 "Oh...!!.jadi kamu ga suka kalau kakak kamu juga perhatian sama kamu?"tanya Vllad.
 "Aku suka.aku seneng ada orang orang yang perhatian sama aku.tapi aku pengen perhatian khusus dari kamu"seru Flor dengan nada lirih di akhir kalimatnya.
  Vllad membuka kacamatanya dan dimasukannya kedalam kantong.perlahan Vllad menarik tangan Flor dan menatap wajahnya dengan agak menyipitkan wajahnya.
 "Apa yang aku katakan itu adalah amanah dari Sammy.kakak kamu yang jauh di sana.untuk adiknya yang ada dihadapanku.apa yang menjadi amanah kak Sammy.itu juga apa yang ada didalam hati aku!"jelas Vllad. 
  "Tapi aku pengen kamu ngomong langsung.dari hati kamu,untuk aku!"pinta Flor malu malu.
 "Ga penting juga kan kalau memang sama.ga perlu khusus.kalau universalkan tandanya banyak yang perhatian sama kamu!"seru Vllad.
 "Iya juga sih"seru Flor.
 "Ayo kita pulang.udah mendung.aku ga mau kamu sakit.kamu besok ujian kan?"tanya Vllad yang kembali menaiki spedanya.
  "Vllad,besok ada ujiannya jangan di bawa bawa!"grutu Flor dan Vllad hanya tersenyum.
.............
   Diatas tempat tidurnya,Flor belum bisa memejamkan matanya.ia masih memikirkan Vllad.seseorang yang sedikit di bencinya tapi juga sangat dicintainya.
 "Kenapa sih Vllad kamu ga bisa ngertiin aku!"keluh Flor pada boneka Teddy Bear warna coklat miliknya yang selalu menemaninya tidur dan diberi nama Vlado.
  "Aku cuma pengen kamu perhatian sama aku.paling enggak panggil sayang kek,sekali aja."lanjut Flor.
   Tiba tiba suara ringtone hp Flor berbunyi dan cepat cepat Flor mengambilnya dan menatap layar hpnya.
 "Vllad!"seru Flor tampak senang.
 "Halo!"seru Flor datar.mencoba menyembunyikan rasa senangnya.
 "Halo Flor.kamu udah tidur belum?"tanya Vllad dari sebrang sana.
 "Menurut kamu?"seru Flor balik bertanya.
  "Seharusnya sih belum.kan sekarang masih sore.dan sepertinya belum.karena kamu masih bisa angkat telepon dari aku!"jelas Vllad.
 "Ya ya ya!,lalu ada apa?"tanya Flor.
 "Kamu keluar deh sebentar!"pinta Vllad.
 "Buat apa?"tanya Flor penasaran. 
 "Aku di depan rumah kamu!"seru Vllad. 
 "Apa?"seru Flor terkejut.
 Flor cepat cepat bangkit dari tempat tidurnya.pergi menemui Vllad yang menunggunya di luar.
.............
  Flor menemui Vllad yang menunggu di luar pagar yang sedang menunggu diatas sepeda gunungnya.diluar rumah.
 Vllad menjelaskan kedatangannya dengan tentengan yang dibawanya.yang berisi 2 butir telur dan 1 sachet kecap manis.
 "Oke kamu tunggu disini atau mau masuk?"tanya Flor yang sudah menenteng bawaan Vllad.
 "Di sini aja.takut ada fitnah!"seru Vllad yang berdiri disamping sepedanya.
 "Ok.kamu tunggu sini.aku akan buatkan secepatnya!"seru Flor sambil meninggalkan Vllad.
 "Flor tunggu!"panggil Vllad.
 "Ya!ada apa?"tanya Flor menoleh.
 "Makasih ya udah mau direpotin!"seru Vllad.
 "Sama sama!"seru Flor tersenyum dan berlalu masuk kedalam rumahnya.
  Beberapa saat berlalu dan Flor datang membawa pesanan Vllad.
  "Lama ya nunggunya?"tanya Flor.
 "Ga juga!"jawab Vllad.
 "Mau makan dimana?"tanya Flor.
 "Disini aja sama kamu!"seru Vllad.
 Dan Flor hanya tersenyum.
.............
  Di teras rumah Vllad dan Flor memakan nasi goreng buatan Flor dengan modal telur dan kecap dari Vllad.
  "Gimana enak enggak?"tanya Flor yang merasa tak karuan dengan perasaannya.
  "Enak,ini alasan aku datang kesini dan meminta kamu buatin aku nasi goreng!"seru Vllad beralasan.
 "Oh.kenapa ga beli aja.kan lebih enak.ga capek capek harus datang kesini."seru Flor.
 "Flor,kamu ga mau aku repotin ya?kamu ga mau bantu aku?.harusnya kamu bilang dari tadi.jadi kamu ga terpaksa melakukannya."seru Vllad menghentikan makannya.
  "Bu...bukan itu maksud aku"seru Flor merasa bersalah.
 "Ga papa kita makan lagi.ya anggap aja aku lagi kepepet ga punya duit buat beli nasi goreng.adanya cuma bisa buat beli 2 telor dan satu bungkus kecap.dan kebetulan rumah pacar aku deket jadinya aku samperin minta tolong dia buat bikinin aku nasi goreng sekaligus minta nasinya!"seru Vllad mencoba mencairkan suasana.
  "Maaf ya kalau aku nyinggung kamu"seru Flor.
  "Ga papa!jujur masakan kamu enak.aku juga minta kamu masakin aku.karena aku kangen masakan kamu!"bisik Vllad.
  Flor tersenyum tersipu.
  "Jatah nasinya ga berkurang kan?.gara gara aku minta buat makan aku malam ini?"seru Vllad.
 "Enggak lah.bisa aja kamu!"seru Flor sambil tersenyum.
  "Kamu manis deh kalau tersenyum!"seru Vllad.
 "Emmm...ngomong ngomong sebelum kesini atau saat aku tinggal kamu buat nasi goreng kamu ga jatuh atau terbentur sesuatu kan?"tanya Flor heran.
  "Kenapa memangnya?"tanya Vllad.
 "Emm...malam ini kamu beda aja.sedikit cair ga kaku.rada romantis!"seru Flor dengan nada berat."katanya kamu ingin aku sedikit berubah"seru Vllad.
............

Senin, 04 November 2013

PACARI AKU DONG ,MBAK! Parts 05

.............
    Kedatangan Rere dan Bian disambut para penghuni panti dengan raut beragam,tapi dalam tujuan yang sama.heran dan penasaran.karena Rere datang dengan orang asing yang mengantarnya.bukan seperti biasanya tukang ojek langganan atau tukang becak langganan.dan bisik bisik antar penghuni pantipun terjadi.
"Siapa dia?".
"Pacar baru kak Rere?"
."Penghuni baru panti?".
"Atau tukang ojek yang baru?".
    Pertanyaan itu muncul dibenak masing masing para penghuni panti.sambil mengangkat hampir semua belanjaan Bian berjalan dibelakang Rere yang lebih dulu berjalan sambil membawa tentengan.
"Mereka kok ngeliatinnya aneh banget?"tanya bian sambil berbisik pada Rere.
  Rere tak menghiraukan ucapan Bian.
 "Mereka mungkin kaget liat teman mereka terlalu tua!"seru Rere dengan nada meledek.
 "Paling enggak lebih tua dari mbak Rere!"celetuk Bian tak mau kalah.Rere tak menjawab ledekan Bian tapi wajahnya tampak cemberut tanda tak senang dengan ledekan Bian.
 "Ayo anak anak bantu kakak.ambil belanjaan kalian di mas mas itu!"seru Rere dengan nada datar.dan dengan cepat anak anak mengambil barang belanjaan yang dibawa Bian.
 "Udah biar kaka aja yang bawa!"seru Bian.
 "Udah Bian kasih ke anak anak!"seru Rere dengan nada yang sangat Bian kenal.yang menandakan bahwa dia sedang kesal padanya.seperti saat saat Rere kesal padanya waktu les private.
 "Ya ya!"seru Bian kesal.
 "Kakak namanya siapa?"tanya seorang penghuni panti.seorang anak lelaki yang usianya kira kira 6 tahun
 .Bian berjongkok,menyamakan posisinya dengan anak kecil itu.
 "Nama kakak Bian,nama kamu siapa?"tanya Bian sambil menjabat tangan anak kecil itu.
 "wisnu!". Jawab anak itu polos
...............
    Ditaman belakang Bian berbincang bincang dengan pengurus panti ibu Santika.banya kisah yang ibu santika ceritakan.dan semua mengharukan.membuat mata Bian berkaca kaca.merasa kasihan pada anak anak yang tak seberuntung dirinya.yang tak pernah mensyukuri kehidupannya sekarang.
   Kebanyakan mereka ditinggalkan begitu saja didepan panti.atau yang terang terangan menitipkan buah hatinya ditempat itu karena himpitan ekonomi yang melanda.
  "Bagaimana dengan mbak Rere?"tanya Rian dengan mata masih berkaca kaca dan agak serak.
 "Renata!"seru ibu Santika singkat.
 "Dia dititipkan oleh keluarganya karena mereka tak mampu menghidupi satu anggota keluarga mereka yaitu Renata.jadi itu alasan Renata di sini.tapi keluarganya sering berkunjung kesini.tapi Rere tak tahu jika orang yang selalu berkunjung itu adalah keluarganya.orang tuanya.!.
 "Cerita ibu santika."mbak Rere belum tahu siapa orang tuanya?"tanya Bian.
 "Rtu permintaan orang tuanya!"jelas ibu Santika.
 "Lalu bagaimana dengan Rere?apa dia menanyakan asal usulnya.?"tanya Bian terus.
 "Maaf nak.ibu tidak bisa melanjutkan.!"seru ibu Santika sambil bangkit dari duduknya.Bian terdiam ia memperhatikan kepergian pengurus panti itu dengan mata merahnya.dan kemudian dilihatnya kesekeliling melihat kegembiraan diwajah mereka yang polos tanpa tahu siapa orang tua mereka.
  Sejenak Bian terdiam,merenung dan berfikir.ternyata dari kekurangan yang ia rasakan ada kebahagiaan yang tak terkira yang ada dan tak pernah disadarinya walau itu nyata dihidupnya.Bian selalu merasa tak adil dengan kehidupannya.dari segi materi bian memang terpenuhi.semua yang ia inginkan dengan mudah ia dapatkan.tapi tidak halnya dengan kasih sayang.
  Bian kekurangan kasih sayang.orang tuanya tak ada waktu untuknya.
  Ayah Bian meninggal saat usia bian 8 bulan dalam kandungan karena kecelakaan.dan ibu Bian adalah wanita karier yang sibuk.Tiap hari pekerjaannya hanya mencari materi dan materi untuk mencukupi kebutuhan Bian.anak tunggalnya.tanpa ia tahu Bian merasa sendirian sepi dan tak memiliki teman.
  Apalagi setelah neneknya yang sejak kecil merawatnya telah meninggal 5 tahun lalu.Bian makin merasa sendirian.menurutnya teman teman yang mengenalnya kini hanya memanfaatkan sifatnya yang royal dan tak pernah menaruh curiga..dan kini Bian mengerti dan benar benar sadar.ia hanya tak menyadari keberuntungan yang ia dapatkan.ternyata semua yang ia pikirkan.tentang kehidupannya yang tak adil adalah salah.
  Bian adalah anak yang berununtung dapat merasakan kasih sayang seorang ibu walau tanpa ayah.dibandingkan mereka mereka yang ada dihadapannya.tumbuh tanpa kasih sayang dari orang tua.ayah ataupun ibu.
 "Mama, maafin bian yang selalu menganggap mama ga adil sama Bian!"bisik Bian sambil menundukan wajahnya.
...........
   Di panti itu Rere melihat Bian tampak tertawa bahagia.bermain dengan anak anak yang tak sebaya dengannya.selama perkenalannya tak pernah Rere melihat Bian seperti itu.yang ia tahu dan ia lihat hanyalah kejenuhan.keterpaksaan selama ia mengikuti les privatnya.
 "Bian apa kamu menyukai tempat ini?"tanya Rere yang datang menghampiri Rian yang sedang asyik duduk diatas rumput Jepang sambil memainkan bola kasti ditangannya.
 "Sangat menyenangkan.mereka sangat polos.menyenangkan dan teman yang paling jujur yang pernah aku temui"jelas Bian serius.
 "Kangen sekolah dasar?,inget loh besok kamu ujian kelulusan SMA!"Seru Rere mengingtkan
 .Bian memandang Rere sekilas dan tersenyum.
 "Ia aku inget!"jawab Bian.
"Bian,kamu termasuk beruntung loh.kamu punya orang tua.yang menyayangi kamu.memberikan kasih sayang yang berlimpah dan materi!"jelas Rere sambil menyunggingkan senyumannya.
"Enggak mbak!,aku merasa kebahagiaan sejati aku baru aku temukan disini.ditempat ini bersama mereka.tertawa bermain.dan bersama mbak Rere!"celetuk Bian yang kemudian tersenyum nakal
 .Rere tersipu wajahnya tampak merah.
 "...dan teman temanku sebelumnya mereka ga tulus mau berteman denganku!".seru Bian kemudian dengan nada ketus.
"Jangan begitu Bian mereka adalah teman teman terbaik yang pernah kamu miliki.jangan berfikiran jelek tentang mereka.".seru Rere menasehati.
"Semoga saja"seru Bian pesimis.
"Kamu mau pulang?"tanya Rere.
"Ngusir?"tanya Bian.
"Ingat kamu sebentar lagi ujian.banya belajar dan kurangi bermain."nasehat Rere lagi.
"Oke boz...!!".Seru Bian mantap.
..............
    Hari dimana para murid sma menaruhkan masa depannya sudah tiba.Sejak pagi subuh Bian mempersiapkan semuanya sesempurna mungkin.Dan berharap apa yang diharapkan dapat terjadi pada hari ini.dan untuk pertama kalinya ibu Dian meliburkan diri dari pekerjaannya di kantor hanya untuk memberi spirite pada anaknya yang akan berjuang dimedan ujian.dengan spesial ibu Dian membuatkan sarapan kesukaan putranya.dan tak lupa doa doa yang mampu beliau panjatkan ia panjatkan.
 "berjuang ya anaku!"seru ibu dian.sebelum bian berangkat sekolah.ibu dian mengecup kening putranya sebelum berangkat.
 "Dah mam!"seru Bian sebelum pergi.
  Diam diam Bian menelepon seseorang dan berharap ia adalah keberuntungan untuknya.
 "Halo!"."Bian.ngapain kamu telepon pagi pagi?.belajar!"seru seseorang dari sebrang telepon.
 "Sudah.boleh minta satu hal?".
 "Apa?".
 "Doakan aku!"."pasti!.karena kamu adalah murid yang paling tua pertamaku".
 "Ya ya,dah"Bian mematikan teleponnya.dan barulah Bian beranjak pergi menuju tempat perangnya.
.............
   Tiga hari lebih Bian tak bertemu dengan Rere.Dia sama sekali tak menemuinya membuat konsentrasinya sedikit terganggu.tapi ia teringat janjinya pada Rere.hingga ia mampu meredamnya dan tinggalah rindu yang terpendam.hari ke 4 Bian akhirnya menghubungi Rere.
 "Halo mbak Rere!"suara Bian tampak tergesa gesa.
 "Ya Bian ada apa?"tanya Rere terdengar tenang.
 "Mbak Rere dimana?"tanya Bian seperti anak kecil yang merengek.
 "Saya sedang sibuk!sebentar lagi anak anak di panti yang kelas 6 akan ujian jadi saya harus mengajari mereka."jelas Rere.
 "Oh.boleh saya main?".
"Ujian kamu sudah selesai?".
"Sudah!".
"Apa kamu yakin nilainya bagus?".
"Aku yakin karena ada sesuatu di balik itu!".
"Apa?"tanya Rere penasaran.
"Masa lupa perjanjian malam itu?".seru Bian mengingatkan.
"Yang mana?".
"Emmm...aku bilang sekarang aja kali ya?"tanya Bian.
"Apanya?"tanya Rere penasaran.
 "Mbak.mau ga jadi pacar aku?"tanya Bian lugas."......!"
."Halo mbak.masih disitu kan?"tanya Bian yang tak dapat jawaban.
"Bian jangan bercanda.ga lucu.".
"Aku serius.bagaimana diterima ga?".tanya Bian menunggu.
"Saya tidak bisa jawab sekarang.".
"Emmm...apa itu artinya ada harapan buat saya.mungkin mbak Rere butuh waktu untuk menerima brondong seperti aku?"seru Bian dengan nada meledek.
"Bian!"seru Rere kesal
"Maaf.mbak jujur.dari sekian kalinya aku pacaran baru kali ini aku nembak duluan.dan memang sih tidak secara langsung.tapi ini adalah semua keberanian saya yang ada."jelas Bian dengan nada serius.
"Bian.akan saya jawab setelah hasil ujian keluar".
"oke!".seru Bian senang.
"......"
.................
    Menunggu hasil ujian rasanya menunggu pergantian tahun.Bian tak peduli dengan hasil ujian.tapi ia penasaran dengan jawaban Rere atas permintaannya.
  Dan waktu itu tiba.Bian menjadi salah tingkah tak tahu harus berbuat apa.ternyata hari ini ada dua hal yang membuat Bian hampir gila.
"Halo mbak Rere".
"Ya Bian ada apa?"tanya Rere acuh.
"Hari ini aku deg degan banget.".
"Kenapa?".
"Mbak Rere ga inget?"tanya Bian terdengar kesal.
"Memangnya ada apa?.hari ini hasil ujian keluar kan?"tanya Rere mengingatkan.
"Ya!".
"Lalu?"tanya Rere.
"Oke ga usah basa basi lagi.aku ga peduli hasil ujian aku nanti.
"Maksud kamu apa,Bian?"tanya Rere."PACARI AKU DONG,MBAK...!!!PLEASE....!"."......."
....................
........THE END.....

Minggu, 03 November 2013

PACARI AKU DONG,MBAK! Parts 04

...........
  Bian memacu motornya dengan kencang,berharap agar cepat sampai ditujuannya.dan perjalanan berjalan mulus.
  Bian sampai tanpa mengalami kemacetan yang panjang.tapi setibanya ditempat biasa Bian mengantarkan Rere,Bian berhenti.ia tak tahu dimana rumah Rere yang sebenarnya karena rumah rumah itu terbilang sempit jika dikatakan sebagai panti asuhan.dengan kecepatan rendah Bian melewati tiap rumah yang ada.sambil celingukan bian membaca plang nama yang ada.mulai dari tempat praktek dokter.penerimaan laundry kiloan dan salon.
   Beberapa meter dari plang yang dilewati akhirnya bian menemukan sebuah plang nama yang menjelaskan jika itu adalah panti asuhan.dari luar memang tidak tampak seperti sebuah panti,karena terlihat sangat kecil.tetapi tempat itu bertingkat dan memanjang kebelakang.
   Bian menghentikan motornya didepan panti dan dengan ragu bian memencet bel yang ada didekat gerbang.beberapa kali memencet bel akhirnya seorang perempuan datang dan membukakan pintu.
 "Maaf kami sudah tidak menerima tamu!"seru perempuan separuh baya itu pada Bian.
 "Maaf bu,saya cuma mau bertanya.apa dipanti ini ada yang bernama Rere em maksud saya Renata?"tanya Bian agak ragu.
  Wanita tua itu tak menjawab.ia memperhatikan Bian dalam waktu yang lumayan lama.sementara Bian merasa risih dengan perlakuan itu.
 "Kamu Bian?"tanya wanita itu.
 "I.. iya bu!"seru Bian tampak gugup.
 "Silahkan masuk dulu.Renata ada di dalam.nanti saya pangilkan."seru wanita itu sambil membukakan pintu untuk Bian.
   Bian masuk dan kemudian wanita itu mengajak Bian masuk kedalam rumahnya.
 "Bu,saya menunggu di luar saja!"seru Bian.
  "Baiklah.akan saya panggilkan Renata.
 "Wanita itu masuk kedalam rumahnya untuk memanggil Renata.
  Bian menunggu dengan perasaan cemas.dengan pikiran yang aneh aneh.beberapa saat kemudian terdengar pintu dibuka lebar.dan dengan perasaan tegang Bian bangkit dari duduknya.
.............
   Dalam waktu beberapa lama.Bian dan Rere diam tanpa kata.mereka hanya diam seperti orang yang tak kenal.
 "Ada apa kamu kesini?"tanya Rere terdengar ketus.
"Saya minta maaf!."seru Bian dengan suara lirih.
 "Berapa kali kamu minta maaf.Bian!.berapa kali kamu buat saya kecewa?"seru Rere terdengar emosi.
  Bian hanya diam.ia menunduk dan tak berani untuk melihat kemurkaan diwajah Rere.
 "Mbak!aku benar benar minta maaf untuk kali ini.ini yang terakhir.setelah itu aku janji aku akan tepat waktu untuk mengikuti pelajaran mbak Rere!"janji Bian tampak bersungguh sungguh.
 "Apa saya harus percaya dengan permintaan maaf kamu ini?"tanya Rere.
"Aku janji mbak!"seru Bian bersungguh sungguh.
"Apa yang bisa buat saya percaya dengan janji janji kamu?"
"Sa...saya juga berjanji diujian nanti akan memberikan nilai yang...tidak sempurna tapi diatas rata rata...!"seru Bian menjanjikan.
"Bukan itu yang saya mau!.saya mau kamu mendapatkan nilai yang memuaskan bukan untuk saya tapi untuk diri kamu sendiri.dan tunjukan pada ibu kamu,kalau kamu memang anak yang pintar.!"seru Rere.
  Bian terdiam ia berfikir keras.
  "Itu terlalu berat buat saya mbak!"seru Bian lirih.
 "Kamu harus menyanggupinya.dan buat saya bangga.Bian!"seru Rere tak mau tahu.
 "Oke!,tapi saya juga minta permintaan!"seru Bian tegas.
   Rere tampak terkejut dan memandang Bian.
  "Apa itu?"tanya Rere.
  "Nanti setelah saya memenuhi permintaan mbak Rere.dan mbak Rere harus memenuhi permintaan saya!"seru Bian tegas.
  "Oke!saya terima!"seru Rere menyetujui.
 "Oke,apa sekarang kita baikan?"tanya Bian sambil mendekati
Rere.dan kemudian Bian mengulurkan kelingkingnya pada Rere.
  "Apa ini?"tanya Rere.Bian tak menjawab ia hanya terdiam dan menunggu.
 "Kayak anak kecil tahu!"seru Rere.
  "Berarti mbak Rere belum maafin aku!"seru bian.Rere memenuhi permintaan Bian dan kembali mereka berbaikan.
...........
   Semenjak malam itu Bian menepati janjinya.ia belajar lebih tekun.menomor duakan teman teman.Menomor tigakan ekstrakulikuler yang ditekuninya.dan Bian menghabiskan banyak waktu diperpustakaan untuk membaca dan bertukar pikiran dengan wita.pegawai perpustakaan.Dan Bian selalu tepat waktu sampai dirumah untuk mengikuti les private yang diberikan Rere padanya.dan dengan berjalannya waktu Bian merasakan sesuatu dalam hatinya yang perlahan dan semakin kuat.Perasaan kagum dengan kepintarannya.Terpesona dengan parasnya.
  Sikapnya.Bifatnya dan sesuatu yang membuat bian merasa ada sesuatu yang membuat Bian mengaguminya.dan yang membuatnya bersemangat untuk menjalankan lesnya.selain membahas tentang pelajaran sekolahnya Bianpun selalu mencuri kesempatan melemparkan pertanyaan pertanyaan yang menyangkut pribadi.
 "Jadi sudah berapa lama mbak Rpacaran?kapan mau menikah?jangan lupa ngundang ya!"seru Bian ditengah pelajaran.
 "Perhatikan pelajaran Bian.mana yang tidak kamu mengerti?"tanya Rere yang tak mau mengungkit masalah pribadinya.
 "Maaf mbak,bukannya sejak tadi kita tidak membicarakan soal pelajaran.kita sekang membahas tentang sekilas info untuk menghilangkan kejenuhan."jelas Bian.
  "Jawaban apa yang kamu mau dari saya?"tanya Rere tampak serius.
 "Jawaban dari pertanyaan aku!"seru Bian."pertanyaan kamu tidak perlu saya jawab.karena ini masalah pribadi saya!"seru Rere tampak ketus.
 "Kalau aku daftar boleh ga?"tanya Bian dengan nada bercanda.
 "Isi dulu formulir Universitas mana yang kamu tuju.baru pikirkan itu"seru Rere mengacuhkan seruan Bian.
 "Mbak Rere kan pernah bilang lebih bagus lagi kalau pacar kamu bisa memotivasi kamu untuk lebih giat belajar.dan aku...!".kalimat Bian terhenti dengan tiba tiba.otaknya buntu seketika.
  "Bian,ujian kamu beberapa minggu lagi.dan saya berharap kamu mengfokuskan diri pada ujian dan singkirkan tentang hal hal yang tak penting itu!".seru Rere.
 "Oke!kapan kapan mbak Rere harus mendengarkannya!"seru Bian mengancam.
...........
    Keakraban Bian dan Rere tak hanya saat les berlangsung tapi juga diluar itu.diluar itu keakraban terjadi karena saling membutuhkan sebagai teman untuk bercerita.bertanya dan tempat untuk membantu saat butuh.seperti saat ini.ketika sekolah Bian libur.
   Secara tak sengaja Bian bertemu dengan Rere yang tampak sedang kerepotan dengan barang belanjaannya.
 "Butuh bantuan mbak?"tanya Bian yang sengaja menghampiri Rere dengan 2 tentengannya dikedua tangannya.
  Rere tak menjawab namun Bian langsung mengambilnya dan membawanya ke motornya.sementara Rere mengikuti.
  "Kamu darimana ian?"tanya Rere.
  "Cari buku tapi ga ketemu.!"seru Bian beralasan.
  "Belanja banyak banget.ada acara ya?.boleh dong dateng??"tanya Bian basa basi.
  "Enggak juga.cuma belanja bulanan.kalau mau main,main aja.kamu belum pernah datang kan?"tanya Rere.
 "Siapa bilang!"seru Bian.
  "Bertemu dengan anak anak panti?"tanya Rere.
  Bian terdiam dan tebakan rere benar.walaupun ia pernah datang kepanti.tapi belum pernah bertemu dengan para penghuni panti.
...........

Jumat, 01 November 2013

PACARI AKU DONG ,MBAK! Parts 03

 ........
    Bian mengantarkan Rere pulang.namun sebelum sampai dirumah Rere,Bian sengaja mampir ketoko sembako yang masih buka untuk membeli satu dus Mie instant.dan setelah itu Bian mengajak Rere mampir ke tukang nasi goreng.
 "Untuk kali ini mbak Rere jangan nolak,temani aku makan!"seru Bian sebelum membuka jas hujannya.Rere tak menjawab iya atau tidak.
 "Mau makan apa?"tanya Bian saat mereka sudah duduk didepan meja.
 "Apa aja!"jawab Rere.
 "Nasi goreng ya!"
  Dan kemudian bian memesannya.setelah makan Bian tak langsung pulang.dengan alasan hujan yang kembali membesar.
 "Bian,beberapa hari lalu kamu pernah bilang mau curhat.curhat tentang apa?"tanya Rere.membuka obrolan.
 "Udah basi!"seru Bian."tidak ada kata kata basi.jika masih bisa dibicarakan,dan diselesaikan kenapa tidak dibicarakan dan dicari solusinya?!"seru Rere.
 "Sebenarnya mau cewek apa sih?"seru Bian tiba tiba.membuat mata Rere terbelalak.
  "Tergantung.kamu menanyakan dari sudut mana?.kalau dibicarakan banyak kemauannya.tak hanya perempuan tetapi juga laki laki juga punya kemauan.iyakan?"jelas Rere yang kemudian menyudutkan Bian.
 "Cewek mutusin pacarnya!"jelas Bian singkat.
 "Jadi kamu lagi putus cinta?.itu yang membuatmu lupa rumah.melupakan saya guru lesmu?"tanya Rere.
 "Bian,dalam hal ini seorang perempuan hanya butuh.perhatian,keterbukaan kesetiaan ,dan saling percaya.jika laki laki memegang itu.seorang perempuan tidak akan meminta macam macam lagi.!"jelas Rere.
 "Aku rasa semua yang mbak Rere katakan itu sudah aku lakukan tapi tetap saja...".
  "Pacar kamu ninggalin kamu?"tebak Rere.
"Mungkin kamu terlalu monoton.tidak pernah memberi kejutan.perempuan kadang ada yang suka diberi kejutan dan sedikit gombalan!"seru Rere sambil tersenyum malu malu diakhir kalimatnya.
 "Jadi kalo mbak Rere tipe yang bagaimana?"tanya Bian.
  Rere terdiam dan tak menjawab.
  "Sebenarnya perempuan paling tidak suka digombali.tapi entah mengapa masih saja perempuan termakan gombalan laki laki.dan laki laki tahu bagaimana merayu perempuan!"seru Rere.
  "Tapi aku ga suka gombal ataupun merayu"seru Bian polos.
 "Tidak suka atau tidak menyadarinya?"tanya Rere.
  Rere dan Bian mengobrol terlalu banyak sampai mereka lupa bahwa waktu sudah larut malam.dan hujan sudah lama berhenti.
............
  Bian mengantarkan Rere sampai tikungan gang.seperti waktu lalu.saat pertama kali Bian mengantarkan Rere.
  "Mbak tunggu sebentar!"seru Bian saat rRere hendak melangkah pergi.
 "Ada apa Bian?"tanya Rere."mbak Rere tinggal dipanti asuhan kan?"tanya Bian pelan.
   Rere tak langsung menjawab.dari raut wajahnya ia tampak terkejut.
  "Ya.darimana kamu tahu?"tanya Rere.
  "Kenapa mbak Rere ga bilang waktu malam itu?.kalau aku tahu pasti aku ga akan paksa!"semua udah berlalu Bian."hibur Rere.
"Pasti rame ya mbak?"tanya Bian.
 "Lumayan.kadang rame,kadang juga sepi.".
 "Kenapa?tapi pasti lebg baik dibandingkan dengan aku.yang hidup dalam dunia maya.ga ada kebersamaan!".
  "jangan ngomong begitu.mama kamu lakukan itu semua buat kamu.semua ada alasannya bian."jelas rere.
 "Apa boleh aku main kapan kapan?"tanya Bian.
"Oh tentu aja.kapan kamu mau datang?"tanya Rere tampak bersemangat.
 "Liat waktunya,oh ya mbak.ini untuk anak anak panti,semoga bermanfaat dan aku minta maaf untuk hari ini!"seru Bian sambil menyerahkan satu Dus mie instant.
  "Terima kasih Bian.pasti anak anak akan senang."seru Rere sambil menerima pemberian Bian.
   Bian meninggalkan Rere dengan perasaan sedikit lega.dan ia menyadari kesalahannya.ia mengerti selama ini Bian tak pernah memberi perhatian lebih pada Aulia.ia terlalu sibuk dengan kegiatan ekskulnya dan mereka hanya bertemu saat disekolah dan jikapun ada waktu itu ia habiskan untuk berkumpul dengan teman temannya.dan mungkin itu pula yang membuat Aulia jenuh.
...........
   "Aku ga pernah merasakan ini sebelumnya.dari semua cewek yang pernah aku pacarin ga ada yang kayak ini.biasanya aku ga pernah seperti ini.aku begitu menginginkannya.biasanya aku terlalu cuek hingga mereka yang menembaku dan mereka juga yang memutuskanku.aku memang benar benar telah jatuh cinta padanya tak peduli seperti apa dirinya berapa usianya.ataupun dia mencintaiku atau tidak."cerita Bian pada pegawai baru di perpustakaan sekolahnya yang seorang wanita.
   "Kalau saran saya.sekarang saatnya kamu move on.giliran kamu yang lebih agresif.kamu tembak dia duluan.kamu kan tahu tipe cewek itu.jadi kemungkinan besar walaupun dia suka kamu,ga akan nembak kamu duluan.jadi kamulah yang harus tembak dia duluan."seru perempuan bernama Wita itu.
  "Itu masalahnya,aku ga bisa.aku terlalu pengecut.selama ini aku selalu bersembunyi dibalik punggung teman temanku.menjadikan mereka tameng untuku.dan memenuhi keinginan mereka adalah bayaran dari semuanya."jelas Bian lagi.
  "Kamu memang pengecut.Bian."seru Wita ketus.
   Bian terkejut dengan pengakuan jujur Wita,tapi Bianpun tak menampiknya.dan yang membuat Bian terkejut lagi ketika ia melihat jam tangannya.yang menunjukan waktu sudah sore.
  "Ya ampun mbak,aku udah telat!"seru bian terkejut sambil bangkit dari tempatnya.
  "Telat apa?"tanya Wita santai.
 "Aku ada les!"seru Bian sambil menggendong tasnya.
  "Anak rajin"puji Wita kemudian.
Bian pergi meninggalkan perpustakaan menuju tempat parkir motornya.dan dengan kecepatan tinggi bian mengegas motornya.
"Kena marah lagi gua!"seru bian dalam perjalanan.
..............
   Secepat cepatnya Bian menjalankan motornya.tetap saja ia telat makin jauh,jalanan yang macet yang makin membuat Bian telat.bian menghentikan motornya tepat didepan rumahnya.
    Berharap Rere masih menunggunya didalam,seperti waktu waktu sebelumnya saat dia telat.dengan langkah cepat Bian masuk keteras rumah ia tak melihat Rere duduk disana,tetapi pintu rumah tampak masih tertutup dan terkunci jadi tak mungkin Rere ada didalam.dengan cepat Bian menelepon ibunya yang ada dikantor.
  "Halo,mama.mama dimana?".cerocos Bian.
  "Dikantor.ada apa Bian?.kamu udah lesnya?"tanya ibu Dian.Bian tampak bingung untuk menjawab pertanyaan ibunya.
"Ga ma!ma udah dulu ya...."cepat cepat Bian memutuskan sambungan teleponnya.
 "Aku harus menemui mbak Rere!"seru Bian yang cepat cepat menaiki motornya dan meluncur menuju tempat Rere.
  "Alasan apa lagi biar mbak Rere percaya!"pikir Bian sepanjang perjalanan.motor Bian terhenti ketika lampu merah menyala dijalan.matanya jalan jalan dan dari kejauhan dilihatnya seseorang yang dikenalnya.
  "Kok dia disitu!"seru Bian yang melihat orang diseberang.
  Motor Bian berbelok dan memutar arah ketika lampu hijau menyala.didepan pertokoan Bian menghentikan motornya dan menunggu.Bian meninggalkan motornya ditepi jalan dan berjalan menuju tempat orang yang dilihatnya.
    Bian memperhatikan dari kejauhan diperhatikannya tiap gerak gerik.mereka tampak sedang bertengkar.emosi tertahan tampak dari keduanya dan singkatnya mereka berpisah.beberapa saat kemudian Bian mendekati laki laki yang ditinggalkan oleh teman perempuannya.Bian duduk disamping laki laki yang menyendiri itu.
  "Baru putus ya mas!"seru bian to the point.laki laki itu terkejut dan menatap Bian aneh dan kesal.
  "Sorry bukannya gue lancang.tapi tadi gua liat kalian".jelas Bian.
  "Perempuan diperhatikan dibilang over protektif.dicuekin dikira ga peduli.perempuan maunya apa sih??"keluh pria itu pada Bian.
  "Perempuan maunya diperhatikan tapi juga jangan terlalu berlebihan."seru Bian mengikuti ucapan Rere yang dikatakan padanya beberapa hari lalu.Bian dan pria itu mengobrol kanan kiri.
  "Jadi kalian sudah putus?"tanya Bian memastikan.
"Dia yang menginginkannya."seru pria itu pasrah.
"Sudah malam saya harus pulang."seru Bian yang kemudian beranjak dari tempatnya.
............