Rabu, 05 Februari 2014

TELAT 2 BULAN

                                 
  Cerita ini saya alami hari ini rabu 2014 02 05 beberapa jam yang lalu,ketika sedang berada di kerjaan (emang kerjaannya).
Cerita berawal ketika saya sedang berdiri di dekat etalase,dari kejauhan saya melihat dua orang gadis turun dari motor scoopy berwarna hitam,mereka dua gadis dengan penampilan yang sangat berbeda,seperti Dara dan Mitha.yang satu tampak begitu Girly dan Maskulin.
Dengan langkah ragu mereka berjalan menghampiri toko tempatku bekerja,menunggu antrian untuk membeli obat.
Beberapa saat berllau dan suasana sedikit sepi,karena tidak ada pembeli  yang mengantri,bahkan saya sediri,masih bisa sedikit memperhatikan mereka yang berkelakuan ‘aneh’.
Dengan langkah ragu mereka berjalan menghampiriku,dan memilih untuk berdiri untuk di pojokan toko,kami berdiri sejajar hanya terpisahkan oleh etalase yang menjadi pembatas.
Dengan sedikit berbisik gadis berpenampilan tomboy berkata padaku.
“Tri x (Trihexyphenidyl)!”
Dengan tanpa ragu saya segera memberikan apa yang mereka pinta ,karena hal itu merupakan hal yang wajar,karena untuk saya pribadi tampang mereka itu tidak jauh dari nama ‘tri x,tramadol,riklona,zolam dan yang lainnya (makanan anjing kami menyebutnya).
Setelah memberikan apa yang mereka berikan,si tomboy memberikan uang 50.000,diatas etalase.
   Belum sempat saya mengambil uangnya dan dan memberikan uang kembaliannya.tiba tiba si tomboy berbisik lagi kepadaku.
“Mba,ada obat buat terlambat datang bulan ga?,yang ampuh?”
Untuk sesaat saya terdiam,dan berfikir kemana kemana.Dan sesaat kemudian saya mengambil barang yang mereka inginkan.
Dengan pengetahuan yang baru saya ketahui,saya memberikan satu bungkus  obat untuk terlambat datang bulan seperti ‘Nanas merah’ dalam bentuk jamu dan pil.
Dengan antusiasnya mereka menerima apa yang saya berikan,tanpa memikirkan uang 50.000 yang tergeletak begitu saja diatas etalase.
Mungkin saja jika saya mau jahil bisa saja uang itu saya ‘lipet’,tapi saya masih sadar dan saya bukan tipe orang yang suka jahil.
“Ada yang lainnya mbak?,”tanya si girly.
“Ada!”jawabku sambil mengambilkan obat terlambat bulan yang lainnya,seperti jamu Wayang,Kates,dan hampir semua jenis obat terlambat datang bulan yang lainnya,yang saya tahu.
“Ini mapuh ga mba?”tanya si tomboy penasaran,dan menatap saya penuh harap.
Saya tersenyum,sambil mengalihkan pandandangan dati dua gadis didepan saya itu.
“Wah saya ga tahu,saya belum pernah pakai sih!”jawabku enteng,karena saya memang belum pernah menggunakan obat obatan tersebut untuk memperlancar tamu bulanan saya.
“Tolong Mba!,udah telat dua bulan nih!”seru si tomboy.
Untik sesaat saya terism,hati saya terkejut,dan rasa takut tiba tiba melanda perasaanku.sebenarnya saya tahu apa yang mereka inginkan,tapi saya masih memegang hukum yang berlaku bagi kami para karyawan.
Rasa bersalah tiba tib amenghampiri perasaan saya.seandainya saya memberikan apa yang mereka inginkan,yang mereka maksud,maka secara tidak langsung saya sudah membunuh,dan saya tidak mau akan hal itu,tapi saya juga tahu,bahwa saya juga sedang mencoba untuk membunuh.
Aku tahu obat yeng mereka maksud adal Cytotec,Peraturan yang kami pegang adalah kami memebrikan apa yang anda minta asalkan anda memberikan contohnya.iTu saja yang kami  bisa berikan.
“ Ya,yang saya tahu Cuma obat obatan itu aja,dan semua katanya ampuh,kata si yang suka make!”seru saya membela diri.
“Bukan buat saya sih,buat teman saya!”seru si Tomboy menjelaskan.(sebuah alasan yang sebenarnya tidak perlu,dan tidak ingin saya ketahui sebenarnya,tapi mereka menjelaskan)
“Ini beneran ampuh mba!,atau mungkin ada yang lebih bagus lagi,coba tanya sama si bosnya barangkali ada!”seru si tomboy memaksa,sambil melirik bos ku yang sedang duduk di singgasana agungnya.
“Sama aja dia juga akan akan memberikan apa yang saya kasih!”jawabku tanpa ingin memperpajang masalah.
“Ya udah deh saya ambil semuanya!”seru si tomboy dengan nada tegas dan sangat bernafsu.
“Enak aja loe mau ngebunuh emak gua!”seru si girly dengan nada kaget,dan begitu juga dengan saya.
“Mendingan mbak ambil slah satu dari obat obatan ini,tapi ngambilnya jangan Cuma satu!”seru saya memberikan solusi.
“Iya!,mending begitu emangnya loe mau ngebunuh orang!”seru Si Girly sambil terus mentap temannya heran.
Dan akhirnya keputusan mereka ambil,mereka mengambil 2 jenis obat dan membelinya dalam jumbah tidak sedikit.
Setelah mereka pergi persaan bersalah saya masih menghampiri saya,sungguh untuk pertama kalinya semenjak saya bekerja di sana saya merasa snagat berdosa.

NOTE:Buat kalian sebagai manusia,seharusnyamulailah mengerti akan arti dari tanggung jawab,karena semua perbuatan pasti ada konsekuensi yang harus di pertanggung jawabkan.                                                                                                              

Tidak ada komentar :

Posting Komentar