............
Rob
menaiki KRL ekonomi pukul 8 pagi dari stasiun Tanahabang.Sepanjang
jalan Rob menatap gedung gedung yang menjulang tinggi yang kemudian
berganti dengan perumahan kumuh para penduduk yang begitu dekat dengan
jalan kereta.
Untuk mencapai tujuannya Rob harus transit disetiap Stasiun yang dimulai dari Palmerah setelah Tanahabang,lalu kemudian Kebayoran Lama,Pondok Ranji,Jurang Mangu,Sudimara,Rawabuntu dan berakhir di Stasiun Serpong.
Rob turun di stasiun itu.bersama dengan penumpang
lain.Rob berjubel menaiki anak tangga melewati petugas yang sudah
dikenalnya,Rob menuruni anak tangga dan berjalan menuju jalan raya yang
lumayan jauh dari stasiun Serpong.Rob berjalan dengan lurus mengikuti
trotoar.setelah beberapa menit akhirnya Rob sampai di jalan raya tepat
berada disamping palang pintu.untuk menuju tempat kerjanya lagi Rob
harus kembali naik kendaraan angkutan umum antara roda niaga ataupun 03
a.sepanjang jalanan Rob kembali melamun memandangi tempat tempat yang
dilewati.
"Setiap hari melewati tempat yang sama!"gumang Rob dalam
hati.sampainya dilampu merah dekat Jerman Centre Rob turun.
Dipandangnya
gedung tinggi yang ada dihadapannya tapi jauh dari tempatnya berdiri.dan
dipandangnya gedung yang setengah jadi di dekatnya.gedung yang
direncanakan akan menjadi pusat perbelanjaan GIANT yang berada di
kawasan BSD.
Rob menyebrang saat lampu jalan menumukan warna merah.Rob
berjalan lurus menuju tempat magangnya EKA HOSPITAL. tepat magangnya
untuk menjadi dokter.baru beberapa melangkah setelah menyebrang tiba
tiba telihat kerumunan orang dan keributan dekat gedung Jerman Centre.hal itu menarik perhatian Rob .dan dia menghampirinya dengan
sedikit berlari.
Rob menembus kerumunan dan dilihatnya hal yang menjadi
kerumunan itu.
"Ada apa mas?"tanya Rob yang belum melihat korban.
"Ga tahu
mas tadi tiba tiba jatuh!"seru salah seorang yang menyaksikan Rob
melihat korban .
Rob memperhatikan dan matanya tersentak ketika tahu
orang itu.
"Pak!bawa kerumah sakit.saya kenal dia!"seru Rob cepat.
......
......
Korban
itu seorang perempuan dia bernama Dhea orang yang pernah dikenal Rob
dulu saat masa sekolah.Gadis itu dibawa menggunakan brankar menuju ruang
UGD,untuk mengetahui kondisinya.
Rob menunggu di luar ruang UGD.Wajahnya
tampak tegang.seperti anggota keluarganya yang sedang berada dalam
ruang UGD.
"Rob!,kamu belum ganti baju?"tanya dokter Ilham dokter
senior.
"Oh iya!"seru Rob yang cepat cepat bangkit dari duduknya dan
berjalan cepat menuju ruang ganti untuk mengambil seragam.beberapa saat
berlalu.setelah mengetahui Dhea tak lagi berada di UGD.Rob langsung
mencari dokter yang menangani Dhea tadi.sepanjang koridor Rob mencari
ruang dokter Ikhlas.setelah menemukannya Rob langsung masuk dan
nampaknya dokter Ikhlas sudah menunggunya.
"Selamat pagi,dok?"sapa Rob
basa basi.
"Masuk Rob!ada yang harus saya katakan pada kamu tentang teman
kamu itu!".seru dokter Ikhlas sambil mempersilahkan Rob duduk.
"Apa
sakitnya serius?"tanya Rob penasaran.
"Teman kamu mengalami benturan
keras dikepala belakangnya yang membuat darah mengumpul di kepala
belakangnya menutupi syaraf dan sepertinya teman kamu akan mengalami
koma!"jelas dokter Ikhlas.
"Koma!!??"seru Rob tak percaya.
.......
Rob mendatangi kamar Dhea yang ditempatkan dikamar khusus.fasilitas yang diberikan dokter lkhlas.sebagai salah satu anak magang yang disukainya karena kerjanya baik.Rob memandangi Dhea yang tertidur dengan selang selang infus disekitar tubuhnya.Rob mendekati tubuh Dhea yang tanpa daya.menatapnya dengan teliti dan diperiksanya alat bantu yang menempel pada tubuh Dhea.setelah memeriksa semuanya dan dirasa tak ada masalah.
.......
Rob mendatangi kamar Dhea yang ditempatkan dikamar khusus.fasilitas yang diberikan dokter lkhlas.sebagai salah satu anak magang yang disukainya karena kerjanya baik.Rob memandangi Dhea yang tertidur dengan selang selang infus disekitar tubuhnya.Rob mendekati tubuh Dhea yang tanpa daya.menatapnya dengan teliti dan diperiksanya alat bantu yang menempel pada tubuh Dhea.setelah memeriksa semuanya dan dirasa tak ada masalah.
Rob duduk dibangku yang ada dikamar itu.dengan pandangan tak luput dari
Dhea.disudut meja Rob melihat tas kecil dan sebuah buku yang dijilid rapi
dengan sampul berwarna biru didalam tas berbahan kain.tampak seperti
makalah.karena penasaran diambilnya buku itu yang tersimpan dalam
kantong kain itu.
Rob mengambilnya dan dibacanya judul yang besar di
halaman pertama PERJALANAN itulah judul yang tertera dihalaman depan.Rob
membuka halaman utama yang ternyata berisi tulisan tangan yang rapi
dalam garis kertas folio yang dijilid.Rob membaca tulisan tangan yang
rapi itu.tulisan yang terangkai dalam sebuah kata yang tersusun menjadi
sebuah kalimat yang menjadikan sebuah prosa yang mengandung makna.Rob
membaca tulisan itu yang tampak seperti sebuah salam pembuka.
.......
.......
Dan waktu berlalu.hampir setiap hari Rob menemui pasien koma yang ditemukannya tempo
hari.walaupun tak ada hubungan apa apa tapi Rob merasa memiliki tanggung
jawab atas diri gadis bernama Dhea itu.Rob selalu memperhatikan tiap
detail hal hal yang akan suster lakukan padanya.mulai dari pakaian,dan
memandikan tubuh Dhea yang tiada bergerak.dan disetiap harinya Rob
selalu menghabiskan waktunya dikamar Dhea.menghabiskan waktunya untuk
menjaga gadis itu.bahkan Rob rela menginap dan tidur dibangku untuk
menjaga Dhea.dan berharap Dhea akan membuka matanya dan dirinya orang
pertama yang dilihatnya.sebagai penebus kesalahannya dimasa lalu.Rob
sudah membuka dan membaca beberapa halaman buku yang dibawa Dhea buku
yang berisi tentang cerita,sebuah kisah.
"kamu belum pulang Rob?"tanya
dokter Ikhlas yang kebetulan lewat depan kamar Dhea,dan Rob baru keluar
dari kamar Dhea.
"Belum,dok!"jawab Rob.
"Bisa kita bicara diruangan
saya?"tanya dokter ikhlas.
"Bisa dok!."dokter ikhlas berjalan dan Rob
mengikutinya dari belakang.
.......
"Rob,saya yakin kamu tahu
kalau orang koma tidak dapat diprediksi kapan ia akan terbangun!"seru
dokter ikhlas.
"Ya saya tahu dok!"jawab Rob tenang.
"Jadi sampai kapan
kamu akan membiayai perawatan pasien itu dirumah sakit ini?.dan kenapa
kamu tidak menghubungi keluarga pasien?."tanya dokter ikhlas.
"Selama
saya masih mampu membiayai dia,saya akan membiayai dia!"seru Rob.
"Oke
kalau begitu!tapi apa tidak sayang pengeluaran kamu jadi besar?."tanya
dokter ikhlas lagi.
"Itu biar menjadi tanggung jawab saya pada orang tua
saya!"jelas Rob lagi.
Dokter ikhlas terdiam ia tahu seperti apa sifat Rob
yang memang keras kepala.
"Oke!,kalau seperti itu mau kamu!"seru dokter
Ikhlas menyerah.setelah berbincang beberapa lama Rob dan dokter Ikhlas
berbincang.
Rob kembali kekamar Dhea dan kembali terjaga untuk menemani
Dhea yang tertidur.hampir tiap malam Rob mengajak ngobrol Dhea suatu
cara untuk membantunya untuk cepat sadar dari komanya.karena orang koma
dapat mendengar suara suara dari luar tapi tak dapat memberi
respon.mondar mandir Rob bercerita tentang masa lalu mereka saat masih
di sma.sampai sampai Rob kehilangan kisah untuk diceritakan.sejenak Rob
menghentikan ocehannya dan dipandanginya wajah Dhea yang polos.
"Aku
bukan tipikal orang yang banyak bicara.tapi untuk beberapa hari ini aku
merasa sudah berbicara terlalu banyak padamu!."seru Rob yang mengambil
buku yang dibawa Dhea.
Rob membuka lagi buku itu dan mebacanya lagi dari
awal.
"Aku akan membacanya untukmu!"seru Rob.
.........
Ini kisahku
awalku bertemu dengannya cowok super cuek dan pendiam.ga mau
bersosialisasi dengan teman temannya bahkan teman satu kelasnya.cowok
yang aneh,tapi aku menyukainya.cowok itu merebut perhatianku.hingga aku
mau diputuskan oleh pacarku dimasa dulu.aku ga tahu bagaimana aku bisa
menyukainya.padahal selama kami satu sekolah kami tak pernah akur.kami
selalu bersaing.dalam hal pelajaran bahkan saingan untuk kursi tempat
duduk di kantin.
Hemm...cinta memang aneh.tapi itu yang aneh.aku dan dia
banyak memiliki kesamaan tapi kami tidak pernah akur.kami sama sama
pendiam,cuek,suka berdiam diri diperpustakaan menghabiskan waktu selama
jam istirahat dan satu yang membuat kami beda.aku masih memiliki teman
akrab dibandingkan dia.masih aku ingat saat pertama kali aku dan dia
berbicara.waktu itu saat aku mengambil buku yang hanya satu dan kami
sama sama menginginkannya.
"Kayaknya itu gua dulu deh yang liat!"seru
cowok itu padaku saat aku sudah berdiri didepan petugas perpustakaan
untuk menukar buku itu dengan kartu perpustakaan.
"Masih ada yang lain
kan?"tanyaku sanbil memandang cowok itu dan petugas perpustakaan
bergantian.
"Ya,itu cuma satu!"seru petugas perpustakaan memenangkan
cowok itu.kalau dia emang cowok sejati pasti dia akan membiarkan
perempuan duluan.
"Loe ga terlalu butuh kan!gua duluan!"cowok itu tiba
tiba merebut buku yang ada di tanganku dan segera menyerahkannya pada
petugas perpustakaan.dengan cepat darah ditubuhku naik.membuat emosiku
ingin diledakan.
"Cewek bacanya novel!"seru cowok itu sambil menarik
tanganku kasar dan menaruh novel karangan Habiburrahman El Shirazy di
tanganku.
"Cowok doyan novel juga ya!"sindirku dengan nada ketus.
"Sudah
sudah kalian nanti bisa gantian bacanya!"seru petugas perpustakaan
memberi solusi.untunglah bel berbunyi yang membuatku cepat cepat masuk
ke kelas tanpa harus beradu argumen dengan cowok dingin itu.ya sejak
saat itu dendam dalam dadaku telah tersulut untuknya.setiap bertemu
dengannya membuatku naik darah seketika tapi tiap melihatnya dari
kejauhan membuatku tenang.dia tak pernah berubah dari posisinya,disudut
ruang perpustakaan.
Hem.... ini membingungkan tapi ini kenyataan.bahkan aku
terus membaca novel yang diberikannya padaku sebagai ganti buku yang
telah diambilnya dari tanganku.sudah lebih dari seminggu aku meminjam
novel itu dari perpustakaan.waktu yang menjadi batas peminjaman telah
aku langgar.dan sudah berulang ulang novel itu aku baca.tapi tiada bosan
aku mengulangnya 'Ayat Ayat Cinta'apa cowok itu
membacanya?.entahlah.tapi novel itu menarik untuk dibaca berulang.minggu
kedua aku kembali ke perpustakaan untuk mengebalikan novel itu.aku
mengembalikan novel itu tanpa memberi tahu bahwa seharusnya aku mendapat
denda karena mengembalikan tak tepat waktu.tapi sepertinya itu sudah
biasa dan beliau diam saja.dengan membawa kartu perpustakaan di tangan
aku mencari buku yang belum pasti aku cari.tiap rak kutelusuri membaca
tiap judul buku yang ada.
"Kamu cari buku ini?"tanya seseorang sambil
menyodorkan buku yang 2 minggu lalu sempat akan aku pinjam.
"Ya"jawabku
sambil melihat siapa orang yang begitu baik hati memberikan buku itu
padaku.aku terdiam saat melihat siapa dia.dia berbeda tak seperti 2
minggu lalu.'
Loe,Gua' tak ada sopan santun.dan sekarang 'aku' dan sangat
sopan.
"Terima kasih!."ucapku sambil mengambil buku itu dari
tangannya.cowok itu cepat cepat pergi meninggalkanku tanpa mengatakan
apapun lagi padaku sambil membawa buku tebal ditanganya.tanpa mencari
lagi aku segera meminjamnya.keluar dari perpustakaan tertinggal satu
pertanyaan untukku.buku apa yang dipinjamnya itu,membuatku
penasaran.karena aku yakin buku yang yang dipinjamnya isinya
bagus.seperti yang ia berikan padaku tempo hari dan saat ini
......
".....The Host karangan Stephenie Meyer.fiksi diluar logika!"seru Rob menjawab
rasa penasaran Dhea tentang buku itu.Rob menyudahi membacanya dan
kemudian ia terlelap diatas bangkunya.
........
Tidak ada komentar :
Posting Komentar