Jumat, 13 Desember 2013

CERITA DALAM SEBUAH KISAH part 01


............
  Rob menaiki KRL ekonomi pukul 8 pagi dari stasiun Tanahabang.Sepanjang jalan Rob menatap gedung gedung yang menjulang tinggi yang kemudian berganti dengan perumahan kumuh para penduduk yang begitu dekat dengan jalan kereta.
   Untuk mencapai tujuannya Rob harus transit disetiap Stasiun yang dimulai dari Palmerah setelah Tanahabang,lalu kemudian Kebayoran Lama,Pondok Ranji,Jurang Mangu,Sudimara,Rawabuntu dan berakhir di Stasiun Serpong.
  Rob turun di stasiun itu.bersama dengan penumpang lain.Rob berjubel menaiki anak tangga melewati petugas yang sudah dikenalnya,Rob menuruni anak tangga dan berjalan menuju jalan raya yang lumayan jauh dari stasiun Serpong.Rob berjalan dengan lurus mengikuti trotoar.setelah beberapa menit akhirnya Rob sampai di jalan raya tepat berada disamping palang pintu.untuk menuju tempat kerjanya lagi Rob harus kembali naik kendaraan angkutan umum antara roda niaga ataupun 03 a.sepanjang jalanan Rob kembali melamun memandangi tempat tempat yang dilewati.
  "Setiap hari melewati tempat yang sama!"gumang Rob dalam hati.sampainya dilampu merah dekat Jerman Centre Rob turun.
  Dipandangnya gedung tinggi yang ada dihadapannya tapi jauh dari tempatnya berdiri.dan dipandangnya gedung yang setengah jadi di dekatnya.gedung yang direncanakan akan menjadi pusat perbelanjaan GIANT yang berada di kawasan BSD.
  Rob menyebrang saat lampu jalan menumukan warna merah.Rob berjalan lurus menuju tempat magangnya EKA HOSPITAL. tepat magangnya untuk menjadi dokter.baru beberapa melangkah setelah menyebrang tiba tiba telihat kerumunan orang dan keributan dekat gedung Jerman Centre.hal itu menarik perhatian Rob .dan dia menghampirinya dengan sedikit berlari.
  Rob menembus kerumunan dan dilihatnya hal yang menjadi kerumunan itu.
  "Ada apa mas?"tanya Rob yang belum melihat korban.
  "Ga tahu mas tadi tiba tiba jatuh!"seru salah seorang yang menyaksikan Rob melihat korban .
  Rob memperhatikan dan matanya tersentak ketika tahu orang itu. 
   "Pak!bawa kerumah sakit.saya kenal dia!"seru Rob cepat.
......
  Korban itu seorang perempuan dia bernama Dhea orang yang pernah dikenal Rob dulu saat masa sekolah.Gadis itu dibawa menggunakan brankar menuju ruang UGD,untuk mengetahui kondisinya.
  Rob menunggu di luar ruang UGD.Wajahnya tampak tegang.seperti anggota keluarganya yang sedang berada dalam ruang UGD.
  "Rob!,kamu belum ganti baju?"tanya dokter Ilham dokter senior.
  "Oh iya!"seru Rob yang cepat cepat bangkit dari duduknya dan berjalan cepat menuju ruang ganti untuk mengambil seragam.beberapa saat berlalu.setelah mengetahui Dhea tak lagi berada di UGD.Rob langsung mencari dokter yang menangani Dhea tadi.sepanjang koridor Rob mencari ruang dokter Ikhlas.setelah menemukannya Rob langsung masuk dan nampaknya dokter Ikhlas sudah menunggunya.
  "Selamat pagi,dok?"sapa Rob basa basi.
  "Masuk Rob!ada yang harus saya katakan pada kamu tentang teman kamu itu!".seru dokter Ikhlas sambil mempersilahkan Rob duduk.
  "Apa sakitnya serius?"tanya Rob penasaran.
  "Teman kamu mengalami benturan keras dikepala belakangnya yang membuat darah mengumpul di kepala belakangnya menutupi syaraf dan sepertinya teman kamu akan mengalami koma!"jelas dokter Ikhlas.
  "Koma!!??"seru Rob tak percaya.
.......
   Rob mendatangi kamar Dhea yang ditempatkan dikamar khusus.fasilitas yang diberikan dokter lkhlas.sebagai salah satu anak magang yang disukainya karena kerjanya baik.Rob memandangi Dhea yang tertidur dengan selang selang infus disekitar tubuhnya.Rob mendekati tubuh Dhea yang tanpa daya.menatapnya dengan teliti dan diperiksanya alat bantu yang menempel pada tubuh Dhea.setelah memeriksa semuanya dan dirasa tak ada masalah.
   Rob duduk dibangku yang ada dikamar itu.dengan pandangan tak luput dari Dhea.disudut meja Rob melihat tas kecil dan sebuah buku yang dijilid rapi dengan sampul berwarna biru didalam tas berbahan kain.tampak seperti makalah.karena penasaran diambilnya buku itu yang tersimpan dalam kantong kain itu.
  Rob mengambilnya dan dibacanya judul yang besar di halaman pertama PERJALANAN itulah judul yang tertera dihalaman depan.Rob membuka halaman utama yang ternyata berisi tulisan tangan yang rapi dalam garis kertas folio yang dijilid.Rob membaca tulisan tangan yang rapi itu.tulisan yang terangkai dalam sebuah kata yang tersusun menjadi sebuah kalimat yang menjadikan sebuah prosa yang mengandung makna.Rob membaca tulisan itu yang tampak seperti sebuah salam pembuka.
.......
    Dan waktu berlalu.hampir setiap hari Rob menemui pasien koma yang ditemukannya tempo hari.walaupun tak ada hubungan apa apa tapi Rob merasa memiliki tanggung jawab atas diri gadis bernama Dhea itu.Rob selalu memperhatikan tiap detail hal hal yang akan suster lakukan padanya.mulai dari pakaian,dan memandikan tubuh Dhea yang tiada bergerak.dan disetiap harinya Rob selalu menghabiskan waktunya dikamar Dhea.menghabiskan waktunya untuk menjaga gadis itu.bahkan Rob rela menginap dan tidur dibangku untuk menjaga Dhea.dan berharap Dhea akan membuka matanya dan dirinya orang pertama yang dilihatnya.sebagai penebus kesalahannya dimasa lalu.Rob sudah membuka dan membaca beberapa halaman buku yang dibawa Dhea buku yang berisi tentang cerita,sebuah kisah.
  "kamu belum pulang Rob?"tanya dokter Ikhlas yang kebetulan lewat depan kamar Dhea,dan Rob baru keluar dari kamar Dhea.
  "Belum,dok!"jawab Rob.
  "Bisa kita bicara diruangan saya?"tanya dokter ikhlas.
  "Bisa dok!."dokter ikhlas berjalan dan Rob mengikutinya dari belakang.
.......
 "Rob,saya yakin kamu tahu kalau orang koma tidak dapat diprediksi kapan ia akan terbangun!"seru dokter ikhlas.
  "Ya saya tahu dok!"jawab Rob tenang.
  "Jadi sampai kapan kamu akan membiayai perawatan pasien itu dirumah sakit ini?.dan kenapa kamu tidak menghubungi keluarga pasien?."tanya dokter ikhlas.
  "Selama saya masih mampu membiayai dia,saya akan membiayai dia!"seru Rob.
  "Oke kalau begitu!tapi apa tidak sayang pengeluaran kamu jadi besar?."tanya dokter ikhlas lagi.
  "Itu biar menjadi tanggung jawab saya pada orang tua saya!"jelas Rob lagi.
  Dokter ikhlas terdiam ia tahu seperti apa sifat Rob yang memang keras kepala.
  "Oke!,kalau seperti itu mau kamu!"seru dokter Ikhlas menyerah.setelah berbincang beberapa lama Rob dan dokter Ikhlas berbincang.
  Rob kembali kekamar Dhea dan kembali terjaga untuk menemani Dhea yang tertidur.hampir tiap malam Rob mengajak ngobrol Dhea suatu cara untuk membantunya untuk cepat sadar dari komanya.karena orang koma dapat mendengar suara suara dari luar tapi tak dapat memberi respon.mondar mandir Rob bercerita tentang masa lalu mereka saat masih di sma.sampai sampai Rob kehilangan kisah untuk diceritakan.sejenak Rob menghentikan ocehannya dan dipandanginya wajah Dhea yang polos.
  "Aku bukan tipikal orang yang banyak bicara.tapi untuk beberapa hari ini aku merasa sudah berbicara terlalu banyak padamu!."seru Rob yang mengambil buku yang dibawa Dhea.
  Rob membuka lagi buku itu dan mebacanya lagi dari awal.
  "Aku akan membacanya untukmu!"seru Rob.
.........
   Ini kisahku awalku bertemu dengannya cowok super cuek dan pendiam.ga mau bersosialisasi dengan teman temannya bahkan teman satu kelasnya.cowok yang aneh,tapi aku menyukainya.cowok itu merebut perhatianku.hingga aku mau diputuskan oleh pacarku dimasa dulu.aku ga tahu bagaimana aku bisa menyukainya.padahal selama kami satu sekolah kami tak pernah akur.kami selalu bersaing.dalam hal pelajaran bahkan saingan untuk kursi tempat duduk di kantin.
   Hemm...cinta memang aneh.tapi itu yang aneh.aku dan dia banyak memiliki kesamaan tapi kami tidak pernah akur.kami sama sama pendiam,cuek,suka berdiam diri diperpustakaan menghabiskan waktu selama jam istirahat dan satu yang membuat kami beda.aku masih memiliki teman akrab dibandingkan dia.masih aku ingat saat pertama kali aku dan dia berbicara.waktu itu saat aku mengambil buku yang hanya satu dan kami sama sama menginginkannya.
  "Kayaknya itu gua dulu deh yang liat!"seru cowok itu padaku saat aku sudah berdiri didepan petugas perpustakaan untuk menukar buku itu dengan kartu perpustakaan.
  "Masih ada yang lain kan?"tanyaku sanbil memandang cowok itu dan petugas perpustakaan bergantian.
  "Ya,itu cuma satu!"seru petugas perpustakaan memenangkan cowok itu.kalau dia emang cowok sejati pasti dia akan membiarkan perempuan duluan.
  "Loe ga terlalu butuh kan!gua duluan!"cowok itu tiba tiba merebut buku yang ada di tanganku dan segera menyerahkannya pada petugas perpustakaan.dengan cepat darah ditubuhku naik.membuat emosiku ingin diledakan.
  "Cewek bacanya novel!"seru cowok itu sambil menarik tanganku kasar dan menaruh novel karangan Habiburrahman El Shirazy di tanganku.
  "Cowok doyan novel juga ya!"sindirku dengan nada ketus.
  "Sudah sudah kalian nanti bisa gantian bacanya!"seru petugas perpustakaan memberi solusi.untunglah bel berbunyi yang membuatku cepat cepat masuk ke kelas tanpa harus beradu argumen dengan cowok dingin itu.ya sejak saat itu dendam dalam dadaku telah tersulut untuknya.setiap bertemu dengannya membuatku naik darah seketika tapi tiap melihatnya dari kejauhan membuatku tenang.dia tak pernah berubah dari posisinya,disudut ruang perpustakaan.
   Hem.... ini membingungkan tapi ini kenyataan.bahkan aku terus membaca novel yang diberikannya padaku sebagai ganti buku yang telah diambilnya dari tanganku.sudah lebih dari seminggu aku meminjam novel itu dari perpustakaan.waktu yang menjadi batas peminjaman telah aku langgar.dan sudah berulang ulang novel itu aku baca.tapi tiada bosan aku mengulangnya 'Ayat Ayat Cinta'apa cowok itu membacanya?.entahlah.tapi novel itu menarik untuk dibaca berulang.minggu kedua aku kembali ke perpustakaan untuk mengebalikan novel itu.aku mengembalikan novel itu tanpa memberi tahu bahwa seharusnya aku mendapat denda karena mengembalikan tak tepat waktu.tapi sepertinya itu sudah biasa dan beliau diam saja.dengan membawa kartu perpustakaan di tangan aku mencari buku yang belum pasti aku cari.tiap rak kutelusuri membaca tiap judul buku yang ada.
  "Kamu cari buku ini?"tanya seseorang sambil menyodorkan buku yang 2 minggu lalu sempat akan aku pinjam.
 "Ya"jawabku sambil melihat siapa orang yang begitu baik hati memberikan buku itu padaku.aku terdiam saat melihat siapa dia.dia berbeda tak seperti 2 minggu lalu.'
  Loe,Gua' tak ada sopan santun.dan sekarang 'aku' dan sangat sopan.
  "Terima kasih!."ucapku sambil mengambil buku itu dari tangannya.cowok itu cepat cepat pergi meninggalkanku tanpa mengatakan apapun lagi padaku sambil membawa buku tebal ditanganya.tanpa mencari lagi aku segera meminjamnya.keluar dari perpustakaan tertinggal satu pertanyaan untukku.buku apa yang dipinjamnya itu,membuatku penasaran.karena aku yakin buku yang yang dipinjamnya isinya bagus.seperti yang ia berikan padaku tempo hari dan saat ini
......
".....The Host karangan Stephenie Meyer.fiksi diluar logika!"seru Rob menjawab rasa penasaran Dhea tentang buku itu.Rob menyudahi membacanya dan kemudian ia terlelap diatas bangkunya.
........

Tidak ada komentar :

Posting Komentar