Jumat, 28 Juni 2013

TULANG RUSUK ADAM Bagian 02

....
  Namanya adalah Ibnu ia adalah seorang pedagany yang berdagang didekat tempatku bekerja.dan aku adalah seorang karyawan disebuah Restaurant.pinggir jalan.
  Ibnu adalah teman dari tetangga didepan Resto yang seorang penjual majalah dan koran.Sebenarnya aku sudah mengetahunya sejak lama tapi aku baru memperhatikannya akhir akhir ini.
   Awalnya.Setiap pulang kerja,disaat aku kedapatan sift pagi,maka aku akan pulang sore dan aku seperti biasanya selalu nongkrong dulu tempat temannku yang seorang pedagang koran dan majalah,terkadang aku membantunya menjual dagangannya ataupun hanya sekedar membaca beberapa tulisan yang kadang membuatku menarik untuk aku baca.
   Waktu itu secara tak sengaja Tatang pemilik kedai koran pergi untuk mencari makanan.dan aku mendapatkan tugas untuk menjaga kedainya,tentu saja aku mau,karena sudah jadi kebiasanku juga dengan jatah aku membaca majalah yang ada disana.
  Dengan serius aku membaca koran yang memang dari awalnya sudah dibaca oleh Tatang tapi sayang koran itu adalah koran basi,karena koran yang aku baca itu adalah koran yang terbit 2 hari lalu.
   "Tatangnya mana Neng?"
  Aku tak langsung menjawab,kuperhatikan orang tersebut,seorang pria dengan kemeja putih lengkap dengan celan bahan berwarna hitam,dan kacamata minus bertengger didepan matanya.
"Dia sedang pergi mas,sebentar lagi juga balik!"seruku tanpa berpindah  posisi dari posisiku.
"Oh ya sudah saya tunggu deh!"serunya sambil duduk disampingku.
  Aku membiarkannya menunggu sementara aku tetap fokus pada kegiatanku.
   "Wah kamu!,pantesan pulang kerja tidak langsung pulang.ternyata adara ibu a yang ditungguin!"
  Kudengar suara ibu Rani  Manager Restaurantku menyindirku dari depan pintu masuk restauranngku dan kulihat .Aku hanya tersenyum dan menoleh pada laki laki yang ada disampingku dan ia juga tersenyum.
"bisa aja!"seruku malu.
" Nu, udah lama disini!"kudengar suara Tatang menyapanya orang tersebut.
  Aku hanya menoleh dan  kembali melanjutkan membacaku.Sekilas kulihat Tatang duduk disamping  orang itu yang duduk disampingku.
 Mereka mengobrol berdua sementara aku serius dengan bacaanku.
  Beberapa waktu berlalu dan ketika malam mulai memjelang aku baru sadar aku harus pulang,memang sih tak ada yang menungguku dirumah tapi aku punya tanggung jawab dirumah yaitu  mencuci pakaian kotorku.
 .....
    Sampainya dirumah aku segera menjalankan kewajibanku mencuci pakaian dan yang lain lain.sampai pada akhirnya aku datang pada duniaku,yaitu anteng didepan laptopku.
  Browsing internet dan membuka akun jejaring sosialku.

Kamis, 27 Juni 2013

TULANG RUSUK ADAM Bagian 01

......
  Setiap manusia pasti sudah diciptakan jodohnya masing masing tinggal menunggu waktu bertemu dan tempatnya.Dan usaha tentunya,tapi sepertinya usaha untuk mencari jodoh yang sudah ditentukan oleh Tuhan itu sulit,dan jika tidak kebetulan akan sangat menyakitkan. jika berakhir tak sesuai dengan yang diinginkan.
   Dan aku,Mungkin aku adalah orang yang paif,selama ini aku terlalu bahagia dengan kehidupan yang aku jalani tanpa harus menoleh,melihat kearah lain yang mungkin memiliki daya tarik yang lebih dari duniaku yang menurutku lebih menarik,tapi mungki menjenuhkan jika dilihat dari mata orang lain.
  Namaku Hawa,wanita berusia 23 tahun yang masih berfikir bahwa dirinya masih berusia dibawah 20 tahun,karena aku masih memiliki egois tinggi,tak peduli orang lain,bahkan yang ada di sekitarku,yang aku tahu aku senang dengan apa yang aku lakukan tanpa peduli orang lain akan senang atau tidak dengan apa yang aku senangi.
  Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara,Kakaku Nala,wanita berusia 27 tahun dan masih single.Dia seorang wanita yang penuh perhatian,dewasa,mandiri,dan sangat mudah bergaul.berbeda denganku yang cuek,masih kekanak kanakan,manja,dan sangat jauh dari kata bergaul,aku termasuk orang yang pendiam,aku lebuh banyak menghabiskan waktuku didepan layar komputer.Berselancar di internet,aktif di jejaring sosial jauh dari pergaulan dalam dunia nyata.Dan kadang hal itu membuat kakakutakut aku akan menjadi seperti dirinya yang terlalu asyik dengan duninya dan tak memikirkan kehidupan kedepan ,terutama kehidupan cinta.
  Dia menyesal,itu katanya karena diusianya yang sudah tidak lag muda ia belum juga mendapatkan pasangan,sementara untuk wanita seusia mereka pasti sudah memiliki pasangan dan terkadang sudah memiliki beberapa anak.Ia iri,itu mungkin pasti,tapi ia tak pernah menunjukannya,tapi aku tahu dan aku dapat merasakannya.
  "Aku belum memikirkan hal itu!"
  Seruku saat ia menyinggungku tentang kekasih,ya.Aku akui sampai saat ini,aku belum pernah sekalipun aku merasakan namanya pacaran,tapi aku pernah merasakan yang namanya jatuh cinta,dan aku selalu merasakannya,dan itu tak pernah menjadi kenyataan.Aku hanya merasakan betapa indahnya jatuh cinta dan mencintai,walaupun dalam kenyataanya aku tak pernah sekalipun merasakan cinta dari orang yang juga mencintaiku.
  Sangat menyakitkan memang tapi itulah kennyataanya yang harus aku terima dan aku menerimanya sampai saat ini,sampai aku menganggapnya biasa saja ,dan bukanlah hal yang luat biasa.
  Pernah kutuliskan dalam biodataku di sebuah biodata di jejting sosial,dalam kolom itu aku menuliskan kalimat
."LEBIH BAIK DICINTAI,DARIPADA MENCINTAI,KARENA DENGAN DICINTAI KITA BISA BELAJAR MENCINTAI,DAN WAKTULAH YANG AKAN MENUNTUN KITA."
   Dan sepertinya aku tak dapat menjalankan apa yang aku tuliskan itu,karena kenyataanya begitu sangat sulit untuk aku coba dan aku jalani.
  Itu hanyalah sebuah kalimat yang siapa saja bisa menulisnya,tapi dlam kehidupan pribadiku aku mengalaminya.Jujur saja walaupun tak pernah sekalipun dalam hidupku aku merasakan pacaran,tapi aku pernag merasakan jatuh cinta dan ingin dicintai.
   Aku pernah merasakan jatuh cinta,cinta tak terbalas,dan dicintai yang tak dicintai.Aku mencoba mencintai seseorang yang sudah secara teru sterang mengutarakan isi hatinya padaku,tapi dengan dingin aku menanggapinya,dan dengan ketus aku menolaknya,hingga diantara kami tercipta permusuhan yang membuat kami jauh,sementara saat aku membuang rasa maluku untuk mengatakan pada seseorang yang aku cinta,aku mengatakan aku mencintainya,dan dengan sangat sopan ia menolaku dengan alasan aku sama dengan mantan kekasihnya.
   Menyakitkan ,sangat menyakitkan tapi tetap aku jalani,sampai aku putuskan untuk tetap diam dan memendam apa yang sedang aku rasakan.Jatuh cinta,patah hati dan semua perasaan yang diciptakan dari kata,CINTA.
   Aku menyimpannya rapat rapat dalam hatiku,dan mungkin anya Tuhan dan aku yang atahu.semua perasaan yang sedang akau alami entah itu senang,sedih ataupun campuran.Dan sempat aku mendengar cerita aku adalah penyuka sesama jenis.Oh....benarkah1!!!,aku sendiri tidak mengetahuinya.
   Dan sampai saat ini aku senang dengan keadanku yang seorang JOMBLO ABADI,SEJATI ataupun JOJOBA (JOBLO JOMBLO BAHAGIA).
   Waktuku kuhabiskan untuk bekerja,hidup,menghirup udara yang Tuhan berikan,meniknati kebahagiaan besar yang tercipta dari hal kecil dalam hidupku,menikmati hal hal yang aku suka,dan kebetulan kesukaanku adalah berselancar di internet,MEMBACA dan menonton TV.Dan acara TV yang paling aku suka adalah acara musik dan drama korea.karena menurutku para karakter disana,para tokohnya adalah karakter yang sangat aku inginkan.Dan terkadanga aku terbawa akan karakter tersebut.
.....
   Aku menikmati duniaku,tapi aku juga terkadang ingin melepaskan diri,ataupun berusaha sedikit keluar dari duniaku yang lebih aktif didepan komputer ataupun pikiranku.
   Di kerjaanku aku mencoba membuka diri,mencoba menerima hati yang mencoba bertamu didalamnya,walaupun sulit tapi tetap aku coba.Tak pernh sekalipun aku merasakan yang namanya pacaran,tapi aku sudah pernah merasakan beberapa kali menolak seseorang yang terus terang mengurtarakan perasaanya padaku.
   Sekian lama aku menutup diri,akhirnya aku mencoba untuk membukanya.Awalnya aku tak yakin,tapi perasaan ini sama seperti dengan perasaan yang biasa aku rasakan pada tiap orang yang aku suka.
  Saat melihatnya jantung terasa lebih cepat berdetak,lebih cepat dari biasanya,Suhu badan terasa naik,dan panas dingin,dan yang pasti aku merasa tak berada di dalam tubuhku saat aku berad adidekatnya,dan hal aitu yang aku rasakan pada seseorang yang sebenarnya sudah aku tahu tapi belum begitu aku tahu.
  Namanya Nanda dia seorang yang tampan,tinggi tegas,dan putih.ia seorang pedagang didekat tempatku kerja,walaupuntempat kerjanya tak juah dari tepatku tapi kami tak pernah bertemu setiap waktu,kami akan bertemu jika dia menemui temannya yang juga temanku.
  Perkenalan kami begitu saja dan tak ada yang istimewa tapi sanga menyenangkan jika diingat.
....
belum TAMAT
  

Sabtu, 22 Juni 2013

....ITU AKU....BAGIAN 04

......
  Di sekolahan Dias melihat Naya dan Abu bersama dan mengobrol begitu akrab dan itu membuat ada perasaan yang aneh dalam hatinya.Ada sesuatu yang hilang dan datang.Hilang,Dias merasa posisinya telah diambil oleh Abu dan perasaan kehilangan telah menghampirinya.Disudut kelasnya,dengan jelas Dias melihat Abu dan Naya  mengobrol didekat balkon.
"Aku menyuruhmu untuk berbaikan dengannya bukannya kembali menjalin hubungan  dengannya!"gerutu Dias dalam hati sambil menggaruk garukan kepala.
 Dias memegangi dadanya seperti ada yang menusuk hatinya,rasanya begitu menyakitkan dan dalam.Rasa itu muncul sejak kemarin saat ia membentu Abu untuk menyelasaikan kesalah pahaman antara Abu dan Naya.Tapi ternyata perbuatan baikanya membuatnayasakit hati dan merana.Ia merasa telah kehilangan sesuatu,dan itu asalah Naya.
   Naya yang selalu menjadi temannya ketika istirahat kini sudah memiliki teman yang mungkin bisa lebih mengerti dirinya,biar bagaimanapun Abu pernah menjdi seseorang yang special dalam hatinya,hidupnya,dan Dias orang yang sudah sedari kecil ada bersamanya tak mengetahui akan hal itu.Dan itu sedikit membuatnya kecewa.
.......
   Pulang sekolah Dias dikejutkan dengan kedatangan Naya yang begitu tiba tiba.ada didepan kelasnya,namun keterkejutan itu ia sembunyikan karena ia tahu,Kedatangan Naya bukan untuk mengajaknya pulang bersama tapi untuk menemui Abu yang mungkin kini jadi partnernya untuk pulang bersama.
"Nay!,Abu masih ada di dalam!"seru Dias  dengan nada Datar.dan kemudian keluar kelas tanpa bekata apa apa lagi.
"Dias!,tunggu!"panggil Naya yang langsung mengejar Dias.
"Ada apa denganmu?,mengapa perlakukan aku seperti ini!"seru Naya dengan nada bertanya.
  Dias,terdiam dan menatap Naya lalu membuang muka.
"Aku tak memperlakukannmu berbeda!,"seru Dias tanpa memandang Naya.
"Tapi aku merasa seperti itu!,kau menjauhiku!,kenapa kau tak menemuiku saat istirahat tadi!"
   Dias kembali terdiam,tapi ia tak sedikitpun memandang Naya.Dan ia segerap pergi meninggalkan Naya tanpa mendengarkan panggilan Naya yang terus memanggilnya.
"Ada apa dengan Dias?"tanya Abu yang mendatangi Naya.
"Aku ga tahu!"seru Naya ketus,sambil meninggalkan Abu.
   Abu mengejar Naya dan mengajaknya untuk pulang bersama,aling tidak Abu berniat untuk menganarkannya pulang seperti saat dulu.
"Maaf!tapi aku ingin pulang sendiri!"seru Naya yang terus berjalan dan berharap dapat mengejar Dias yang entah ada dimana.Tapi dalam hatinya Naya yakin Dias ada diparkiran motornya.
"Maaf Bu!,aku harus pergi dulu!"seru Naya yang kini berlari meninggalkan Abu.
  Abu memperhatikan  Naya pergi,dan ia pergi ke Parkiran Motor,tidak langsung menuju Pintu gerbang.
   Abu mengikuti kemana Naya pergi dan benar saja Naya ke parkiran dan ia mencari seseorang dan entah itu siapa.Dari kejauhan Abu memperhatikan Naya.
......
  Naya mencari keberadaan motor Dias dan setelah menemuinya,Naya  langsung menghamirinya.
"Dias!"seru Naya yang tiba tiba ada di belakang Dias.
  Dias tampak terkejut dan berbalik.
"Naya!"seru Dias terkejut."Kamu ngapain disini!"Lanjut Dias.
"Bisa anterin aku!"seru Naya dengan nada memohon.
 Dias terdiam dan sedikit terdiam.
"Ayo!"jawab Dias kemudian.
   Dias dan Naya pergi mennggalkan Parkiran motor dan Abu melihatnya..
  Sepanjang perjalanan Dias dan Naya tak berbicara sedikitpun mereka saling diam dan dan tenggelam dalam pikiran masing masing.
"Ada Apa dengannmu Ias!"tanya Naya  menatap Bahu Dias yang ada didepannya.
   Dengan ragu tapi perlahan Naya memberanikan diri memasukan tangannya kesamping pinggang Dias yang sedang mengemudi.
  Dias dapat merasakan tangan Naya memeluk pinggangnya tapi ia biarkan saja.
  Mungkin Naya takut karena ia membawa motor terlalu kencang!.pikir Dias.
  Naya memberanikan diri untuk menyandarkan kepalanya di bahu Dias dan Dias hanya diam.
    Sesaat kemudian motor berhenti didepan rumah Naya dan Dias hendak turun Dari motornya tapi tangan Naya masih memeluknya.
"Naya!"seru Dias mencoba memberitahu.
"Dias!,aku mencintaimu!"seru Naya tiba tiba dan membuat Dias terkejut.
  Dias hendak melepaskan tangan Naya dari pnggangnya tapi Naya menolak.
"Biarkan tetap seperti ini!"seru Naya yang terasa makin erat memeluk pinggangnya.
"Aku tak tahu kapan aku merasakan perasaan itu tapiaku yakin aku menyukaimu sudah lama,hanya saja aku tak tahu perasaan apa itu.Aku merasa nyaman saat bersamamu,walaupun aku seharian tadib bersama Abu.
  Dias menghela nafas,dan memaksa membalikan badannya.
"SAMA!"Seru Dias sambil tersenyum.
"Jadi sekarang ada aku dihati kamu!"seru Dias.
.....

"


Selasa, 18 Juni 2013

.....ITU AKU....BAGIAN 03

..... 
 Di sekolahan Sikap Dias pada Abu berubah ia menjadi dingin tak banyak bicara dan menjauh.Abu bisa mengerti hal itu dan iapun membiarkan Dias mendiaminya dan menjauhinya.
   Dalam diamnya Abu pun berfikir dan memikirkan Naya yang tak ia ketahui bagaimana keadaannya setelah hari itu.Sebenaranya ingin sekali Abu bertanya pada Dias tapi sikap Dias memberitahunya untuk tak mengganggunya saat ini dan sampai waktu yang ia inginkan.
 "Aku tak akan mencari tahu apa yang telah terjadi antara kau dan Naya.tapi cukup aneh jika Naya bersikap demikian padamu,terlebih dia mempertaruhkan nyawanya hanya karena gengsi didepanmu.Naya tidak akan bersikap seperti itu jika bukan pada orang yang dibencinya!"seru Dias buka suara dan panjang.
  Abu menhela nafas dan tersenyum kecil karena merasa sudah menemukan waktu yang tepat untuk berbicara.
"Aku tahu dan itu sudah dari dulu!"seru Abu menjawab.
"Lalu apa masalahmu dengannya?"tanya Dias mencoba memancing.
"Aku mantannya!"seru Abu dan berharap Dias akan terkejut oleh pengakuannya.
  Tapi apa yang diharapkannya tak terbukti Dias tak bereaksi hanya mengusap kumis tipisnya dengan tangannya.
"Sudah kutebak!,kalian pasti sudah ada masalah dalam hal emosi!"seru Dias datar.
"Kau menyakitinya!,dan membuatnya membencimu setengh mati!,aku tahu benar siapa Naya,dia seorang pendendam.!"jelas Dias sedikit.
"Kau tahu bagaimana mendapatkan maaf darinya?"tanya Abu dengan nada sedikit berharap.
  Dias menoleh pada Abu dan raut keseriusan tampak diwajahnya.
"Tell me what your trouble!"seru Dias mengawali.
  Abu menarik nafasnya panjang dan membetulkan posisi duduknya dan mulai bercerita.
"Satu tahun lalua aku menjalin hubungan dengannya.dan tanpa memberitahunya aku pergi meninggalkannya tanpa ada kejelasan dari hubungan kami.!"
"That your troubles!,Naya paling ga suka dengan hal yang tidak ada kejelasan!"seru Dias memberikan inti Dari masalah mereka.
"Waktu itu aku baru lulus smp!,aku belum memiliki pendirian!,mungkin kau boleh tertawa padaku dan menganggap aku selalu bersembunyi dibawah ketiak orang tuaku!,dan itu benar!,aku tanpa memberi penjelasan aku pergi meninggalkan Kota ini mengikuti orang tuaku yang bertugas keluar kota.Aku pesimis tapi aku juga berharap dengan kepergianku yang cukup lama.Dan ketika aku kembali aku berharap bisa bertemu dengannya dan jika aku bisa bertemu dengannya aku berharap bisa menjelaskan apa yang membuatku pergi.!"
"Mungkin Naya biasa mendengarkan Penjelasanmu jika kau besungguh sungguh menjelaskannya tapi jika dilihat dari sikapnya kau harus ekstra untuk mendapatkan maaf darinya!,dan apakah kau juga berharap bisa menjalin hubungan kembali dengannya?"tanya Dias denag nada hati hati dibagian akhir kalimatnya.
  "Aku tak berharap seperti itu!,aku hanya berharap aku bisa mendapatkan maaf darinya,dan hubungan kami menjadi baik kembali,Dan seandainya hubungan kami bisa kembali seperti semula mungkin itu adalah hadiah dari Tuhan untuku!"seru Abu berharap.
"Semoga saja!"seru Dias sambil mendesah.
....
  Dengan niat baik Dias membantu Abu untuk bisa menjelaskan pada Naya apa ang sebenarnya terjadi pada Abu,dan berharap Abu bias mendapatkan maaf darinya.Tapi di sisi lai ketakutan menghampiri Dias,ketakutan yang menurutnya tak beralasan tapi sangat kuat mempengaruhi hatinya.
  "Kautunggu disini,aku akan masuk duludn dan berbicara pada Naya agar dia tak kaget nantinya!"seru Dias pada Abu ketika mereka berada didepan Rumah Naya,dan Abu hanya menuruti dan ia menunggu didepan rumah.
  Dias mencoba masuk kerumah Naya melalui jendela kamar Naya karena sudah dipastikan pintu depan rumah Naya dikunci,dan kuncinya pasti dibawa Naya yang mungkin sedang berada dikamar,dan kunci yang satunya dibawa Nia kakak Naya yang mungkin sedang bekerja.
  "Nay!"panggil Dias yang muncul dari balik bingkai jendela yang terbuka. 
"Dias!,what you do!!!!"seru Naya terkejut yang langsung bnagkit dari tempat tidurnya.
"Bagaimana kabarmu?"tanya Dias sambil melompat masuk seperti maling.
"You can see it!"seru Naya dengan kulit yang tampak masih merah dan 'gemuk'
"Ini catatan pelajaran hari ini,aku pinjamkan dari Risa!"seru Dias sambil menaruh beberapa buku diatas meja.
"Risa!,you can talk with her!!!!"seru Naya tampak tak percaya.
"Terpaksa,karena hanya dia yang aku kenal dikelasmu,lagipula dia teman satu bangkumu kan!"
"Ya!,so kapan kau akan memberitahu perasaanmu padanya!"tanya Naya yang tahu Dias memiliki perasaan pada teman satu kelasnya itu.
"My feeling!"seru Dias aneh.
"oke!Forget it!"lamjut Dias sambil duduk disamping Naya.
"Nay!,seandainya adaseseorang yang datang dan mau menjelaskan sesuatu padamu apakah kau akan mendengarkannya dan akan memaafkannya jika dia meminta maaf!"tanya Dias menatap Naya serius
   Naya terdiam dan hanya menatap Dias aneh,tapi ia dengan cepat dapat menebak arah pembicaraan Dias.
 "Apa maksudmu Abu!"Tebak Naya.
   Dengan cepat emosi Naya langsung naik dan membuat Dias menjadi serbasalah.
"Iam sorry but,kamu harus mendengarkan sebuah alasan untuk mengambil kesimpulan kan!"seru Dias mencoba menenangkan.
"Alasan!,alasan apa yang dia bawa,alasan apa yang membuatmu mau membantunya!"tanya Naya dengan emosi 
"Aku takan menceritakannya tapi dia sendiri yang akan menjelaskannya!"seru Dias.
  Mata Naya terbelalak mendengar Abu ada dirumahnya.
"Dia disini!"seru Naya memastikan.
"Ya!,dia menunggu diluar!"seru Dias.
"Untuk apa dia kesini!"tanya Naya kesal.
"Dia akan menjelaskan tentang kesalah pahaman kalian!"seru Dia bersabar.
"Ayo temui dia,kasihan dia menunggumu lama diluar!"seru Dias.
.....
  Dengan sangat terpaksa Naya mengikuti permintaan Dias untuk menemui Abu yang sudah menunggunya diluar.
   Dias membukakan pintu rumah Naya untuk Abu yang sudah menunggunya diluar sementara Naya dengan malas menunggunya diruang tamu sambil duduk di sudut ruangan.
  Dias menemui Abu yang patuh menunggunya dibawah pohon Mangga yang  ditanam tepat didepan rumah.
"Dia sudah menunggu didalam,ingat jelaskan sesuai apa yang terjadi,karena Naya sudah aku bujuk untuk mendengarkannya!"seru Dias memperingatkannya.
"Baiklah!"seru Abu sambil menarik nafas.
  Dias menemani Abu masuk kedalam rumah Nya dengan pandangan matanya sampai Abu hilang dibalik tembok.
   Dibawah pohon Mangga Dias menunggu dengan cemas,dan perasaan yang bercampur aduk,yang ia sendiri tak mengerti.Waktu ynag berlalu terasa begitu lambat dan waktunya menunggu begitu terasa membosankan sampai akhirnya ia pergi meninggalkan rumah Naya dan membiarkan mereka berdua menyelesaikan urusan mereka masing masing.
   Sementara didalam sesuai dengan perintah Dias Abu menjelaskan semua yang telah terjadi dan alasan ia meninggalkan Naya tanpa pamit dan tentu saja status hubungan mereka.
"Jadi apakah kau mau memaafkannku dengan semua alasan dan penjelasan yang sudah aku berika?"tanya Abu berharap dan cemas.
  Naya menarik nafas panjang setelah mendengarkan cerita Dari Abu dan menatap Abu sesaat dan lalu membuang muka.
"Menurutmu aku harus memaafkanmu?"tanya Naya ketus.
"Itu yang aku harapkan!"jawab Abu mantap.
"Baiklah,aku memaafknmu,tapi jangan kau ulangi lagi karen aku tak suka!"seru Naya yang mulia mencair suasana hatinya.
"Oke!,baiklah!"seru Abu dengan senyum tersungging diwajahnya.
"Lalu bagaiman ahubungan kita?"tanya Abu kemudian.
  Naya melirikan matanya dan terkejut.
"Hubungan kita?,kita sudah menjadi teman mulai saat ini!"jawab Naya yang tahu arab bicara Abu.
  Abu menarik nafas panjang dan mencoba menjelaskan lebih detil lagi.
"Sebelum aku meninggalkanmu bukankah kita memilki hubungan!"seru Abu mengingatkan.
"Yang sudah berlalu aku sudah menguburnya dan kau bisa mengartikannya sendiri!"seru Naya yang kembali ketus.
"Bisakah kita memulainya kembali???"tanya Abu berharap.
  Naya menarik Nafas  dan mendesahkannya dengan sangat jelas.
"Bisakah kita mengawalinya menjadi teman saja!"jawab Naya yang secara halus menolaknya.
"Apakah kau sudah memiliki kekasih?"tanya Abu ingin tagu.
"Haruskah aku memberi tahumu tentang hal pribadiku?"tanya Naya yang mulai kesal.
"Mungkin jika kau memperbolehkannya!"seru Abu.
"Aku tak mengizinkannya!,sebaiknya kau panggil Dias karena aku punya urusan dengannya dan jika kau sudah tak ada urusan silahkan pergi!"seru Naya yang secara halus mengusirnya.
   Abu hanya terdiam dan mengikuti perintah Naya.Sementara Naya bangun dari tempatnya dan berjalan masuk.
"Naya!"panggil Abu.
 Naya mengehntikan langkahnya tapi ia tak membalikan badan.
"Dari dulu sampai sekarang.sejak aku meninggalkanmu,aku berharap jika suatu saat nanti kita bertemu kembali aku masih bisa mengatakan aku masih mencintaimu!"seru Abu.
"Jika kau keluar jangan Lupa pintunya ditutup dan katakan pada Dias aku menunggunya dirumah!"seru Naya yang kembali melangkah menuju kamarnya dan menutup pintu kamarnya.
.....
   Naya masuk kedalam kamarnya dan betapa terkejutnya dia saat ia mendapati  Dias sedang menyalin isi buku yang ia pinjam dari Risa.
   Dengan langkah canggung Naya berjalan menghampiri Dias yang tampak serius menulis dan kemudian ia duduk disamping Dias.
"Maaf,aku masuk kamarmu lewat jendela,dan berterima kasihlah karena tanpa kau minta aku sudah hampir selesai menyalin tulisan ini!"seru Dias yang seolah olah tak tahu apa apa.
   Naya tak menjawab.ataupun berkomentar,dengan pelan ia menyandarkan kepalanya dibahu Dias yang tinggi dan menarik Nafas panjang.
"Apa kalian sudah berbaikan?"tanya Dias yang terus serius menulis,tanpa menoleh pada Naya yang mengajaknya bicara.
"Sudah,sesuai permintaanmu!"seru Naya lesu.
   Tiba tiba suara hp Dias berbunyi dan sms datang dari nomor Abu.
    ' Kau dimana?,Naya mencarimu,datanglah kerumahnya.aku pulang dulu!'
Tulis Abu yang kemudian ia tunjukan pada Naya.
"Kau menginginkan aku kerumahmu?,sementara aku ada didalam kamarmu!,apa yang ingin kau bicarakan!Aku siap untuk mendengarkannya!"seru Dias sambil menoleh pada Naya yang sudah nyaman dengan posisinya.
"Dia mengingikanku kembali!"seru Naya sambil mengangkat kepalanya dan Menatap Dias yang menundukan kepalanya serius menatap tulisan yang sedang dibacanya.
  Mendengar ucapan Naya otak Dias aberhenti sejenak dari kegiatanya,rasa tak nyaman dan panas menyelimuti dirinya dengan tiba tiba.
"Tidakah kau meras dikamarmu ini terasa begitu panas!,kau bisa betah berlama lama diruangan yang sempit dan pengap seperti ini!"seru Dias yang langsung bangkit Dari tempat duduknya dan membawa bebrapa buku termasuk buku yang dibawanya.
" Bagaiman jika kita keruang tamu!mungkin disana lebih sejuk,dan aku takut kakakmu akan berfikir aneh aneh jika melihat kita berdua duan dalam kamar!"seru Dias beralasan sambil pergi meninggalkan kamar Naya.
   Naya mendesah dan mengikuti Dias yang sudah terlebih dahu;lu meninggalkan kamarnya.Naya tahu Dias berusaha mengalihkan pembicaraan mereka,tapi Naya ingin sekali tahu apa pendapatnya.
  Diruang tamu Naya mendapatkan Dias sedang duduk,bukan menulis tapi memperhatikan layar hpnya.
"Abu mengirimiku sms,dan dia menanyakan apa pendapatku tentangmu!"Tanya Dias sambil melihat kearah Naya yang duduk dihadapannya.
"Jawab saja sesuai pandanganmu tentangku!"seru Naya yang sudah tak semanagt lagi untuk melanjutkan obrolan mereka wakaatu dikamar tadi.
   Dias mengetik sms untuk Abu tampa Naya tahu apa isi sms yang Dias tuliskan Untuk aBU.
"Apa menurutmu?"tanya Naya penasaran.
"Naya itu gadis yang cantika tapi sadis,gadis yang lembut seperti cream tapi kadang lembut seprti es batu!"seru Dias membacakan isi smsnya.
"Apa aku seperti itu?"tanya Naya dengan nada serius.
"Hey aku hanya bercanda!"seru Dias yang takut Naya akan marah padanya.
"Apakah kau menerima Abu kembali?"tanya Dias mengganti topik pembicaraan.
"Aku kira kau melupakan topik pembicaraan kita tadi!"seru Naya .
"Bagaiman abisa!,justru aku ingin sekali mengetahuinya!"seru Dias dalam hati.
"Ceritakan padaku!"tanya Dias sambil menutup bukunya dan bangun dari tempatnya dan duduk disamping Naya untuk mendengarkan ceritanya.
.....

 
 

  

Senin, 17 Juni 2013

...ITU AKU...BAGIAN 02


  Naya duduk berhadapan dengan sisiwa bernama Abu itu,sesekali tapi sesekali juga ia membuang muka dan berpura pura tak memperhatikan.Dalam hatinya ada sejuta pertanyaan dan sejuta perasaan yang bercampur jadi satu dan tak dapat ia ungkapkan.yng dapat ia lakukan hanyalah duduk diam ,menunggu Dias datanga sambil membawakan pesanannya.
 "Bagaimana kabarmu!"seru Abu buka suara.
"Seperti yang kau lihat!"jawab Naya acuh dan agak ketus.
"Akan sampai kapan kau seperti ini padaku????"Tanya Abu sambil menyilangkan tangan diatas meja dan menatap Naya lekat.
"Maksudmu?,aku aseperti ini sampai Dias datang membawakan pesananku!"seru Naya mengalihkan pembicaraan walau ia tahu arah pembicaraan Abu.
  Abu menghela nafas dan menutup mulutnya sambil mendesah.
"Padaku!"Seru Abu menjelaskan.
"Apa kita pernah punya masalah?"tanya Naya dengan nada tegas dan mata melebar.
"Aku kira tidak ada!"jawab Abu santai.
"Lalu apa yang kau inginkan!"
"Aku ingin kau mengenalku seperti kita baru kenal!"jelas Abu sambil mencondongkan tubuhnya pada Naya.
"Jadi begitu!,sikapku selalu seperti ini dengan atau bukan pada orang baru.
""Tapi kau tak seperti itu saat kita bertemu dulu!,kau lebih aktif dan komunikatif!"jelas
"Itu bukan diriku yang sekarang!"seru Naya meralat.
"Hey...hey....pesanan datang!"teriak Dias dari arah samping dengan membawa pesanan mereka.
"pesananku mana?????"tanya Naya yang tak melihat pesanannya.
"Sorry Nay!,khusus buat yang kamu pesen udah abis!"seru Dias sambil membagikan makanan pada Abu.
"Ini untukmu!,ini juga makanan kesukaanmu kan!"seru Abu yang tiba tiba menyodorkan makanannya.
  Dias memperhatika mereka berdua dan merasa aneh.
"Tidak,trima kasih,aku makn punya Dias saja!!"seru Naya yang langsung mengambil makanan Dias tanpa meminta izin pada pemiliknya.
   Dias hanya melongo melihat makanannya diambil dengan garpu ditangannya.
"Itu udang!"seru Abu mengingatkan.
   Untuk sesaat Naya terdiam dan melihat kearah makanan yang ada dihadapannya....seporsi udang tempura lengkap dengan teman temannya.
"so....!"seru Naya angkuh.
"Kamu alergi seafood kan!"seru Abu mengingatkan.
"Sekatang udah tidak lagi!"seru Naya yang mulai mengambil satu ekor udang.
  Dengan ragu Naya mulai memasukan udang itu kedalam mulutnya sambil memperhatikan kedua orang yang ada dihadapannya.Mata mereka tak beralih dari Naya yang berharap mereka akan mengalihkan pandangan.
"Nay!kamu yakin!"seru Dias bertanya.
  Mendengar kata kata Dias Naya makin yakin dan langsung melahap udang itu dalam satu gigitan.
"Aku ambilin makanan yang lain ya!"seru Dias yang mulai khawatir.
"Untuk apa!,kalo aku ambil untukmu sendiri silahkan!"Seru Naya sambil kembali melahap udang yang kedua.
   Tampak wajah Dias menegang sementara Abu tampak begitu santai melihat hal tersebut.
"Biar aku yang cari maknan yang lain!"seru Abu abu sambil berdiri dan menyerahkan makanannya pada Dias.
   Abu meninggalkan Dias dan Naya yang terus makan.Sementara Naya tampak mulai merasa  tak nyaman dengan tubuhnya.Ia mulai gelisah.
"What happen with you!"tanya Dias tak mengerti dengan hal bodoh yang sudah Naya lakukan.
"I dont know!,yang aku tahu sekarang aku pengen pulang!"seru Naya yang bangun dari tempatnya.
"Tapi Abu!"seru Dias sambil bangun mengikuti Naya.
"Persetan dengannya!,sekarang anterin aku pulang atau aku pulang sendiri!"seru Naya yang langsung pergi setelah mengatakan hal itu.
"Nay!,tunggu!"seru Dias menyusul.
.....
 Abu kembali ketempatnya dan mendapatkan Naya dan Dias sudah tak ada.Dari wajahnya tampak kekecewaan terlihat dan kemudian ia duduk ditempatnya sambil menaruh kantong plastik kecil berisi obat alergi yang sengaja ia belikan untuk Naya.Karena ia tahu Naya alergi.dan Naya melakukan hal itu karena ia masih marah padanya.Kebiasaan buruk yang belum berubah.
   Beberapa saat kemudian sebuah sms masuk kedalam inbox hpnya.Dengan segera Abu membukanya dan itu datang adari Dias yang mengabarkan jika dia dan Naya pulang duluan tanpa memberitahu Abu terlebih dahulu.
  Abu menghembuskan nafas lega,walaupun sedikit kecewa tapi paling tidak ia tahu kemana ia pergi.
Abu mengambil kembali bungkusan yang ia taruh diatas meja dan kemudian ia pergi.
   Sementara dalam perjalanan menuju rumah Naya,Naya makin parah dengan kondisinya yang mulai merasakan gatal dan beberapa bagian tubuh yang membengkak.
"Nay.you oke!"seru Dias yang sedang membawa motornya.
  Dari kaca motornya Dias melihat Naya yang tak bisa diam dan bagian tubuhnya yang tampak berubah.
   Dias menepikan motornya dan melihat kondisi Naya yangmakin mengerikan .
  "Tuh kan,kau terlalu keras kepala!,begini jadinya!"seru Dias mengomel sambil melepaskan jaketnya dan ia kenakan pada Naya untuk menutupi badannya.
"Kita kerumah sakit!"seru Dias yang kembali menyalakan mesin motornya .sementara Naya hanya menurut saja.
....
"Nay sebenarnya kalian punya masalah apa sih!,sepertinya kalian adalah dua sosok yang tidak akur!"tanya Dias ingin tahu ketika mereka baru keluar dari rumah sakit.
"Ini urusan pribadiku"seru Naya lesu.
"Tapi sikap kamu buat aku jadi ga mengerti!,like a child!"
'Sorry!"seru Naya singkat.
"OK!,Kita pulang dan jangan lupa minum obatnya!"seru Dis perhatian.
"ya!"jawab Naya singkat dan tak bersemangat.
"Apakah jika kita naik motor kau akan baik baik saja?"tanya Dias yang melihat Naya begitu lemas dan tak bertenaga.
  Naya tak menjawab tapi kondisi tubuhnya menjawab demkian .
"Oke,kita pulang naik taksi!"seru Dias sambil berjalan menuntun Naya meninggalkan halaman Rumah sakit.Sementaramotor ia titipkan di parkiran rumah sakit.
 Sepanjang perjalanan Naya hany terdiam dan bersandar pada Dias tanpa berkata apa apa.Dan Diaspun sengaja diam tak mengungkit hal itu,walau dalam hatinya pertanyaan terus bersuara untuk dijawab.
"Dia mantanku!"seru Naya buka suara.
 Dias menoleh pada Naya kemudian kembali lagi pada posisinya semula.
"Aku sudah menebaknya tapi belum aku pastikan!"seru Dias.
"Dia menyakitimu!"Tanya Dias tanpa menoleh.
  Naya diam saja dan memejamkan matanya.
"Aku ngantuk!"seru Naya sambil memejamkan mata.
"Apa kesalahannya begitu fatal hingga kau rela mempertaruhkan nyawamu untuk menolak sesuatu yang ia berikan!"tanya Dias.
  Naya tak menjawab tapi ia tersenyum sinis dengan mata yang masih tertutup.
"You!,stupid girl!" seru Dias mengatai.
"Seharusnya kau bilang sejak awal,maka aku akan menghentikannya!"
"Dias,cant you stop it!, I want to sleep!"seru Naya.
....




Minggu, 16 Juni 2013

......ITU AKU...BAGIAN 01

....

  Naya duduk terdiam didepan tangga dekat kelasnya sambil menikmati pemandangan,dimana anak anak hilir mudik naik turun tangga yang ada dihadapannya.Disana hanya ada satu jenis siswa yaitu wanita sementara para siswa laki laki ada dikelas sebelahnya.
  Naya berfikir menurutnya sekolah yang sekarang ia tempati adalah sekolah yang aneh.Karena menurutnya aneh.
  Untuk apa kelas dipisah antara kelas laki laki dan perempuan sementara pemisahnya hanyalah kelas,bukan sekolahan sekalian seperti sekolah kebanyakan yang hanya menerima siswa laki laki saja atau sebaliknya.Tapi tidak untuk sekolahnya,sekolahnya menerim keduanya hanya saja kelas mereka berbeda.laki laki dan  perempuan.
  Dan pemisahan ini yang selalu mebuat para siswi galau ataupun penasaran,karena mereka tidak leluas untuk melirik siswa siswa yang tampan ataupun pintar dan begitu juga sebaliknya.
"Hey what you doing in here!"seru Dias yang tiba tiba duduk disamping Naya dan membuat Naya terkejut.
 "Apa yang sedang kau lakukan disini!"seru Naya sambil menyingkir beberapa senti dari Dias yang begitu dekat dengannya.
"Istirahat!,kau tak melihatku duduk disini bersamamu!"seru Dias sambil menyodorkan snack pada Naya.
  Naya mengambil snack yang disodorkan Dias dan memakannya.
"Ada cewek cantik dikelas kamu!"tanya Naya sambil terus memakan cemilan yang diberikan  Dias.
"What!,what you say!.dikelasku ga ada cewek cantik adanya cowok cantik."seru Dias seperti terkejut.
"Aku kira ada karena dikelasku tak ada cowok tampan!"seru Naya lesu.
"Kau tak lihat ada cowok tampan dihadapanmu saat ini!"seru Dias sambil cengar cengir.
"Yah,memang kau orang yang paling tampan diantara mereka!"seru Naya sambil menunjuk teman teman perempuannya yang sedan duduk didekat tembok.
  Seketika wajah Dias menjadi cemberut dan mengambi snacknya lagi tapi tiba tiba wajahnya kembali cemberut karena hanya tersisa bungkusnya saja.Dan dilihatnya Naya yang tersenyum tak jelas.
" Kau lapar atau doyan!"seru Dias.
"Keduanya !"seru Naya dengan wajah tanpa rasa bersalah.
"Tapi ada stu cowok baru yang belum kamu kenal!"seru Dias memberi tahu.
  Mata Naya terbelalak dan tampak sangat ingin tahu.
"Benarkah!,seperti apa dia!"seru Naya penasaran.
"Kau benar benar penasaran pada seorang cowok!"seru Dias yang merasa tak senang.
"Tentu saja penasaran,dari kelasmu siapa sisiwa laki laki yang tidak mengenaliku,mungkin hanya dia!"seru Naya membela diri.
"Benar juga sih!"seru Dias mengiyakan.
"Kau ingin mengenalnya?,bagaimana nanti pulang sekolah kita janjian pulang bersama,kebetulan aku dan dia satu bangku dan mungkin hanya aku yang dia kenal saat ini!"lanjut Dias.
"Boleh juga!"seru Naya menyetujui.
....
   Bel dibunyikan sebanyak 4 kali tanda pelajaran telah berakhir untuk hari ini,dengan antusias Naya merapikan semua bukunya dan memasukannya kedalam tas dan segera keluar untu menemui Dias dan teman barunya.
  Dias menunggu didekat tangga sementara Naya baru keluar dari dalam kelasnya.dengan pandangan mencari Naya menghampiri Dias yang sudah menunggunya.
"Mana temannu?"tanya Naya sambil terus mencari.
"Dia sedang kekamar mandi!"jawab Dias dengan nada tak suka.
"Kok begitu,kamu cemburu ya!"Ledek Naya.
"Siapa yang cemburu!,lagi pula untuk apa aku cemburu untukmu!"seru Dias sambil membuang muka.
  Naya menarik nafas panjang dan kembali mencari.
"Nah itu dia!"seru Dias.
  Naya segera mencari arah yang ditunjuk Dias dan betapa terkejutnya Naya sampai ia tak bisa berbuat apa apa.
"Nay,kamu kenapa!,kok jadi seperti patung!"tanya Dias yang melihat Naya menegang.
"Abu!"seru Naya dengan nada suara orang yang sedang dicekik.
"Kalian udah kenal!"seru Dias sambil menarik Naya mendatangi Abu.
"Naya!"seru Abu datar dan seperti biasa saja.
"Apa yang kau lakukan disini!"tanya Naya tak percaya.
  Dias terkejut dengan pertanyaan Naya dan membuatnya bingung.
"Nay apa dia terlalu tampan untuk mu sehingga membuatmu seperti hilang akal.bukankah aku sudah memberi tahumu kalau dia adalah teman satu kelasku!"seru Dias panjang.
....


KEHILANGAN




Aku berusaha untuk tak mengakuinya
Jika dalam diamnya sikapku...aku memperhatikannya
memberi pandangan lebih untuk dirinya
tapi aku tak dapat berdusta
hatiku selalu terusik
setiap aku kehilangannya
aku sedih
tiap aku mencoba untuk melupakannya
aku merasa kehilangan
dan aku menderita
aku mencoba untuk tak menganggapnya sebuah rasa sakit
tapi sangat menyiksa
aku mencoba membuat rasa ini sebagai teman
tapi menjadi lebih dalam
dan kini aku benar benar tlah kehilangannya
kini dia tlah menganggapku musuh
tanpa aku tahu apa salahku.
andai aku dapat mengatakannya
ingin aku katakan
aku bukan seperti yang kau anggap
aku ku hanya ingin
kita menjadi teman
teman yang baik
dan kini aku benar benar tlah kehilangannya.
dia menjauhiku
dan terkadang aku mencoba mencarinya
walau dalam diam
hatiku mencari
dan kini tlah berlalu dan kutahu
kau mencoba memperbaikinya
dan aku terima itu
menganggapnya biasa saja
seperti tak terjadi apa apa
tapi masih tetap saja
aku tlah kehilangannya
Dan kukira keadaan mulai membaik
dan aku berharap
kita akan tetap seperti ini
agar tak ada lagi jarak
antara kau dan aku
walau kutahu dengan jelas jarak itu terbentang
diantara kau dan aku

Sabtu, 15 Juni 2013

MEMILIH SETIA


  "Ini adalah hari kedua setelah hari itu,setelah dua hari terakhir Joon tak juga membalas pesan pesanku dan tak mengangkat telepon dariku,ini bukan dia,ini bukan dirinya.Aku tahu Joon akan membalas pesanku walaupun hanya satu dari semua pesan dari yang sudah aku kirimkan.Tapi ini sudah dua hari berlalu dan Joon sama sekali memberiku kabar.dan ini tak biasa.ini bukan Joon yang selama ini aku kenal.Kamu dimana Joon!."
 Ria terus bertanya tanya dalam hati sambil menatap layar hpnya dan entah berapa pesan yang sudah ia kirimkan,dan entah berapa kali ia menghubungi tapi hanya mensin penjawab saja yang menjawab suaranya.
"Hey!,kau melamun lagi!"seru Jim sambil duduk disamping Ria dan menyodorkan air mineral padanya.
 Cepat cepat Ria memasukan hpnya kedalam tasnya yang ada didepannya dan menerima pemberian dari Jim.
"Thanks!"seru Ria sambil cepat cepat membuka dan meminum isinya.
"Wah kamu haus ya!padahal tadi aku ragu mau beliin kamu minum!"seru Jim terus terang.
 Tiba tiba Ria menghentikan minumnya dan berfikir sejenak,lalu melirik Jim.
"Memang seperti itu ya?"tanya Ria tak menyadari.
"Ya kau selalu menjaga jarak denganku dan itu membuatku menjadi merasa jauh!"seru Jim yang berbicara dengan nada serius.
"Benarkah!,aku tidak merasa seperti itu!"seu Ria membela diri.
"Mungkin aku hanya selalu terbawa suasana,aku selalu mengutamakan diri sendiri dan tak menhiraukan orang lain,aku terlalu egois ya!'lanjut Ria.
"Tidak juga,tapi terkadang kau juga harus memperhatikan orang disekitarmu!"
"Aku perhatikan beberapa hari ini kau selalu berteman dengan hpmu,sepanjang waktu aku selalu memperhatikannya,mengamatinya dan itu membuatku 'cemburu'"
  Ria terbelalak dan menatap Jim aneh.
"Apa!,cemburu!"
"Cemburu sebagai teman,Kau mengacuhkanku dan membuatku kesepian!"Seru Jim meralat.
  Ria tersenyum sekilas.dan kemudian merapikan tasnya.
"Aku kehilangan temanku,sudah dua hari ini dia tak dapat kuhubungi!"seru Ria terus terang.
"Laki laki atau wanita?"
"Apa aku harus memberitahumu?"
  Jim mengeleng ditemani senyuman.
"Hanya ingi tahu!"lanjut Jim.
...
 Jim mengajak Ria kesebuah tempat berharap itu dapat membuat Ria bisa melupakan sedikit kesedihanyang sedaang terjadi padanya.
"Kau mau mengajaku kemana?"tanya Ria yang duduk dibelakang Jim yang sedang membawa motornya.
 "Diam aja nanti kalau sampai aku beri tahu!"seru Jim dibalik Helmnya.
"Aku ga mau Tahu aku maunya Ice cream!"seru Ria dengan nadaa bercanda.
 Dari dalam helmya Jim hanya tersenyum simpul sambil terus memacu motornya.
  Beberapa saat berlalu dan mereka sampai disebuah pantai,yang begitu bersih pasirnya dan disana ada sebuah dermaga kecil yang menjorok kelaut.Tanpa berkata apapun pada Jim Ria segera menuju Dermaga tersebut tanpa menghiraukan apa yanga sedang dilakukan oleh Jim.
 Di ujung dermaga Ria mengeluarkan hpnya dan berharap Ada pesan dari Joon.Dan ternyata benar,sebuah pesan masuk kedalam inbox hpnya dan itu pesan dari joon orang yang diharapkan menbalas semua pesan yang telah ia kirimkan.
 Dengan antusias Ria membuka isi pesan itu dan membacanya.
      Sorry beberapa hari ini aku sibuk dan hp tidak aku perhatikan,jadi semua pesan darimu aku tak mengetahuinya.nanti pukul 3 aku akan menghubungimu!.
 Ria tersenyum medapatkan pesan itu,paling tidak ia sedikit lega mendengar alasan itu,dan ia tak sabar menunggu waktu itu tiba.
 Ria melirik jam tangannya dan waktu baru menunjukan pukul 2.45.masih butuh waktu 15 menit lagi untuk saat itu dan itu sangat membuat Ria  tak sabar.
 Sambil memainkan hpnya Ria menunggu waktu itu tiba sambil menikmati pemandangan yang ada dihadapannya.Laut yang luas dengan dengan ombak ombak kecil yang menggulung gulung dan pecah dipantai.
 "Hey!"suara Jim mengejutkan Ria.
 Dengan refleks Ria menjerit karen adengan tiba tiba hp ris dengnan mudahnya terjun bebas kedalam laut.
 Ria histeris dan sibuk dengan dirinya sendiri dan membuat Jim bingung.
"Hey,kamu kenapa kenapa seperti cacing kepanasan,sibuk sendiri?"tanya Jim penasaran yang sedang memegangi dua cone ice cream.
"H....HPku tenggelam!"seru Ria sepeti tercekek."Dan nanti ada yang akan menghubunguku!"lanjut Ria.
  Jim terdiam sejenak dan ia menyadarinya.Dengan segera Jim menyerahkan dua cone ice cream yang dibawanya pada Ria dan dengan cepat ia membuka meletakan barang barang yang dibawanya dilantai dermaga dan segera ia menyeburkan diri kedalam laut.
"Jim!,apa yang kau lakukan!"teriak Ria terkejut
 Jim tak menjawab,dan ia tak muncul dipermukaan dalam waktu yang cukup lama dan itu membuat Ria makin panik
"Jim jangan nakuti aku dong!"seru Ria berteriak teriak tak jelas dan membuat Ria menangis.
"Aku mendapatkannya!"teriak Jim yang muncul dari dalam air ambil mengacungkan hp Ria yang basah.
 Ria membuang ice cream yang sejak tadi meleh ditangannya dan segera membantu Jim yang akan naik keatas.
"Jim kamu nekad banget sih!"seru Ria kesal sambil menarik tubuh Jim.
"Ini tanggung jawabku!,aku yang membuatnya jatuh kan!karena mengejutkanmu"seru Jim menebak  dan itu benar.
"Tapi kamu tidak harus melakukan hal itu juga1"seru Ria sambil manyun.
"Yang penting hpnya selamat dan lagi pula aku bisa berenang ,lalu apa yang harus dikhawatirkan!,kau mengkhawatirkanku?"tanya Jim menebak.
"Siapa bilang!"seru Ria tak mau mengaku.
"Tapi kamu menangis!"kata Jim sambil tersenyum.dan menyerahkan hp Ria yang basah.
 Ria menerima hpnya kembali dan ia mencoba untuk menyalakannya tapi sayang mati total.
"Terlalu PD kamu!.aku menangis karena hpku jatuh dan....."Ria melirik jam tangnnya dan waktu menunjukan pukul 3 kurang beberapa menit."seharusnya aku menerima telepon dari nya saat ini!"seru Ria histeris tapi ia tak dapat melakukan apapun karena hpnya sudah berendam.
 "Hey,siapa sih yang kamu tunggu!?"tanya Jim penasaran sambil menarik tasnya yang ada dilantai.
 Jim membuka tasnya dan mengambil hpnya.dalam diam Jim membuka hpnya dan dengan kasar Jim merebut hp milik Ria dan membukanya diambilnya SIM card dari tempatnya dan dipindahkannya kedalam hpnya.dan kemudian ia serahkan pada Ria.pakai HPku!"seru Jim sambil menyerahkan hpnya pada Ria yang sedang memperhatikan.
....
  Sore menjelang dan matahari yang berwarna jingga sudah mulai masuk keperaduannya sementara Jim dan Ria masih asyik bermain ombak yang makin sore makin meninggi sambil berlarian mengejar onbak atau berlari menghindari ombak mereka menghabiskan waktu bersama.
  Rona kebahagiaan terpancar dari Waja Ria yang ketika sore tadi ia mendapatkan telepon dari orang yang memang sudah lama ia tunggu.
"Siapa dia!,apa kekasihmu?"tanya Jim pada Ria ketika mereka sedang bersantai diatas pasir sambil menikmati sunset.
 Ria tak menjawab ia hanya tersenyum  sambil menikmati pemandangan dihadapannya dengan sangat serius.
"Hey!,aku bertanya padamu!"seru Jim yang tak mendapatkan jawaban.
  Ria melirik Jim dan kembali tersenyum.
"Kau tak perlu tahu sia dia,yang perlu kau tahu dia membuatku bahagia hari ini!"seru Ria membuat teka teki baru untuk Jim.
"Apa aku tidak membuatmu bahagia selama ini?,saat ini?"tanya Jim dengan nada serius.
  Sesaat keheningan tercipta diantara mereka hanya suara burung yang kembali ketempatnya dan ombak yang terdengar.
"Kau selalu membuatku bahagia!,sungguh."seru Ria 
"Tapi hari ini aku cemburu!"seru Jim tanpa melihat Ria.
"Cemburu!,kenapa?"tanya Ria tak mengerti.
"Entahlah,aku merasa sesak nafas saat aku menerima telepon tadi,saat kau tertawa,dengan oranga yang aku tak kenal!"
"Mungkin Kau merasakan hal itu karena kau masuk angin!"tebak Ria.
"Tidak!,aku benar benar cemburu!,Ria.aku cemburu,dan itu memang benar dari dalam hataiku!"
  Kali ini Jim mengatakannya dengan menatap Ria dari sianr matahari yanga mulai meredup dan itu membuat Ria menjadi enak dan tak tahu harus berbuat apa.
"Kamu bercanda Jim!"seru Ria menyangkal tebakannya.
  Jim tak menjawab namun tiba tiba Jim menarik tangan Ria,untuk sesaat ada perlawanan dari Ria,namun Jim tetap memaksanya hingga saatnya tangan Ria menempel didada Jim.
"Disini sudah lama tersimpan ruang untuk kau isi!"seru Ji yang terus menatap Ria,sementara Ria mencoba untuk menghindarinya.
"Maaf Jim tapi itu ga bisa dan tak mungkin!"seru Ria yang terus menunduk tak mampu menatap.
"Kenapa?,kau sudah memiliki kekasih,orang itu kekasihmu?"tanya Jim menebak.
  Ria tak menjawab ia menarik tangannya dan menyembunyikan tangannya dibalik tangan yang lainya.
"Apa selama ini aku memberimu harapan?"tanya Ria yang mulai berani menatap Jim.
"Mungkin aku yang terlalu berharap!"seru Jim lesu.
   Dengan tiba tiba Ria Mendekatkan diri pada Jim Dan kemudian memeluknya.
"Kamu temanku,sahabatku dan akan seperti itu sampai kapanpun.Jangan buat hal itu menjadi jarak diantara kita!"bisik Ria.
  Jim diam dalam pelukan Ria dan dengan sangat halus Ria  melepaskan pelukannya.Ditatapnya wajah Jim yang juga menatapnya.
  Dengan perlahan dan dengan sangat sadar Ria mendekatkan wajahnya pada wajah Jim dan dengan perlahan dan lembut Ria memberikan ciuman pada kening Jim.
  "Pernah beberapa detik dalam hidupku semenjak aku mengenalmu aku memikirkannku!"seru Ria
"Lalu apa arti Ciuman tadi?"tanya Ria mengungkit.
 Ria menghela nafas dan kemudian kembali menatap Jim.
"Itu hanya tindakan yang pernah aku pikirkan tentangmu!"
"Kau juga menyukaiku!"seru Jim yang juga berharap.
"Pernah tapi itu tidak mungkin kan!"seru Ria.
"Jim!,maukah aku mengantar aku pulang!"seru Ria.
...
    Sepanjang perjalanan tak ada obrolan ynag menghangatkan mereka.Semua saling diam dan beradu dalam pikiran masing masing sampai motor berhenti didepan rumah Ria.
  Ria turun dari motor Jim dan kecanggungan hadir diantara mereka,Ria yang biasanya mengajak Jim untuk mampir terlebih dahulu,menjadi cuke dan tak ada pembicaraan.
 "Selamat malam!"seru Ria mengucapkan kata perpisahan.
"Ria tunggu!"seru Jim yang tiba tiba turun dari motornya.
   Jim melepas helmnya dan dengan tiba tiba menarik tangan Ria dan memasukannya kedalam pelukannya.dan tanpa meminta izin Tiba tiba Jim mencium bibir Ria.
  Ria terkejut dengan segera ia mencoba melepaskannya tapi tangan Jim menahan tubuhnya dan akhirnya Ria pasrah dan membalas ciuman itu.
"Maaf!"seru Jim setelah mereka berciuman.
  Ria tak mengatakan apa apa ia segera berlari meninggalkan Jim menuju pintu rumahnya  yang hany berjarak beberapa meter.
   Dengan membantibg pintu Ria merasa marah dan kesal pada dirinya karena telah berbuat serong.Dibalik pntu Ria menangis ketika mengingat hal yang baru ia lakukan denagn Jim.
   Tiba tiba pintu Rumahnya diketuk dan dan ketakutan melanda Ria.
"Siapa?"tanya Ria dengan suara serak.
   Tak ada jawaban dan segera Ria bangkit dari tempatnya dan dari kaca jendela rumahnya Ria menguntip keluar.
  Ria tak mengenali sosok itu tpi ia penasaran dan akhirnya ia membuka pintu dengan ragu.
  Ria terkejut ketika mengetahui siapa dia.
  Dengna senanga Ria memeluk sosok  yang ada dihadapannya.dan Raia menangis dalam pelukan orang itu.
"Aku sangat merindukanmu!"seru Ria sambil terus memeluk.
"Sore ini kau tidak kemana mana!"seru orang itu.
"Aku baru saja pulang dan aku sedang menunggu mu!"seru Ria yang merasa bersalah.
....................................................................TAMAT...............................................................
CATATAN;Manusia tempat lupa dan khilaf,walau kadang raga baerbuat yang tak semestinya tapi hati selalu menyadarinya