.....
Di sekolahan Sikap Dias pada Abu berubah ia menjadi dingin tak banyak bicara dan menjauh.Abu bisa mengerti hal itu dan iapun membiarkan Dias mendiaminya dan menjauhinya.
Dalam diamnya Abu pun berfikir dan memikirkan Naya yang tak ia ketahui bagaimana keadaannya setelah hari itu.Sebenaranya ingin sekali Abu bertanya pada Dias tapi sikap Dias memberitahunya untuk tak mengganggunya saat ini dan sampai waktu yang ia inginkan.
"Aku tak akan mencari tahu apa yang telah terjadi antara kau dan Naya.tapi cukup aneh jika Naya bersikap demikian padamu,terlebih dia mempertaruhkan nyawanya hanya karena gengsi didepanmu.Naya tidak akan bersikap seperti itu jika bukan pada orang yang dibencinya!"seru Dias buka suara dan panjang.
Abu menhela nafas dan tersenyum kecil karena merasa sudah menemukan waktu yang tepat untuk berbicara.
"Aku tahu dan itu sudah dari dulu!"seru Abu menjawab.
"Lalu apa masalahmu dengannya?"tanya Dias mencoba memancing.
"Aku mantannya!"seru Abu dan berharap Dias akan terkejut oleh pengakuannya.
Tapi apa yang diharapkannya tak terbukti Dias tak bereaksi hanya mengusap kumis tipisnya dengan tangannya.
"Sudah kutebak!,kalian pasti sudah ada masalah dalam hal emosi!"seru Dias datar.
"Kau menyakitinya!,dan membuatnya membencimu setengh mati!,aku tahu benar siapa Naya,dia seorang pendendam.!"jelas Dias sedikit.
"Kau tahu bagaimana mendapatkan maaf darinya?"tanya Abu dengan nada sedikit berharap.
Dias menoleh pada Abu dan raut keseriusan tampak diwajahnya.
"Tell me what your trouble!"seru Dias mengawali.
Abu menarik nafasnya panjang dan membetulkan posisi duduknya dan mulai bercerita.
"Satu tahun lalua aku menjalin hubungan dengannya.dan tanpa memberitahunya aku pergi meninggalkannya tanpa ada kejelasan dari hubungan kami.!"
"That your troubles!,Naya paling ga suka dengan hal yang tidak ada kejelasan!"seru Dias memberikan inti Dari masalah mereka.
"Waktu itu aku baru lulus smp!,aku belum memiliki pendirian!,mungkin kau boleh tertawa padaku dan menganggap aku selalu bersembunyi dibawah ketiak orang tuaku!,dan itu benar!,aku tanpa memberi penjelasan aku pergi meninggalkan Kota ini mengikuti orang tuaku yang bertugas keluar kota.Aku pesimis tapi aku juga berharap dengan kepergianku yang cukup lama.Dan ketika aku kembali aku berharap bisa bertemu dengannya dan jika aku bisa bertemu dengannya aku berharap bisa menjelaskan apa yang membuatku pergi.!"
"Mungkin Naya biasa mendengarkan Penjelasanmu jika kau besungguh sungguh menjelaskannya tapi jika dilihat dari sikapnya kau harus ekstra untuk mendapatkan maaf darinya!,dan apakah kau juga berharap bisa menjalin hubungan kembali dengannya?"tanya Dias denag nada hati hati dibagian akhir kalimatnya.
"Aku tak berharap seperti itu!,aku hanya berharap aku bisa mendapatkan maaf darinya,dan hubungan kami menjadi baik kembali,Dan seandainya hubungan kami bisa kembali seperti semula mungkin itu adalah hadiah dari Tuhan untuku!"seru Abu berharap.
"Semoga saja!"seru Dias sambil mendesah.
....
Dengan niat baik Dias membantu Abu untuk bisa menjelaskan pada Naya apa ang sebenarnya terjadi pada Abu,dan berharap Abu bias mendapatkan maaf darinya.Tapi di sisi lai ketakutan menghampiri Dias,ketakutan yang menurutnya tak beralasan tapi sangat kuat mempengaruhi hatinya.
"Kautunggu disini,aku akan masuk duludn dan berbicara pada Naya agar dia tak kaget nantinya!"seru Dias pada Abu ketika mereka berada didepan Rumah Naya,dan Abu hanya menuruti dan ia menunggu didepan rumah.
Dias mencoba masuk kerumah Naya melalui jendela kamar Naya karena sudah dipastikan pintu depan rumah Naya dikunci,dan kuncinya pasti dibawa Naya yang mungkin sedang berada dikamar,dan kunci yang satunya dibawa Nia kakak Naya yang mungkin sedang bekerja.
"Nay!"panggil Dias yang muncul dari balik bingkai jendela yang terbuka.
"Dias!,what you do!!!!"seru Naya terkejut yang langsung bnagkit dari tempat tidurnya.
"Bagaimana kabarmu?"tanya Dias sambil melompat masuk seperti maling.
"You can see it!"seru Naya dengan kulit yang tampak masih merah dan 'gemuk'
"Ini catatan pelajaran hari ini,aku pinjamkan dari Risa!"seru Dias sambil menaruh beberapa buku diatas meja.
"Risa!,you can talk with her!!!!"seru Naya tampak tak percaya.
"Terpaksa,karena hanya dia yang aku kenal dikelasmu,lagipula dia teman satu bangkumu kan!"
"Ya!,so kapan kau akan memberitahu perasaanmu padanya!"tanya Naya yang tahu Dias memiliki perasaan pada teman satu kelasnya itu.
"My feeling!"seru Dias aneh.
"oke!Forget it!"lamjut Dias sambil duduk disamping Naya.
"Nay!,seandainya adaseseorang yang datang dan mau menjelaskan sesuatu padamu apakah kau akan mendengarkannya dan akan memaafkannya jika dia meminta maaf!"tanya Dias menatap Naya serius
Naya terdiam dan hanya menatap Dias aneh,tapi ia dengan cepat dapat menebak arah pembicaraan Dias.
"Apa maksudmu Abu!"Tebak Naya.
Dengan cepat emosi Naya langsung naik dan membuat Dias menjadi serbasalah.
"Iam sorry but,kamu harus mendengarkan sebuah alasan untuk mengambil kesimpulan kan!"seru Dias mencoba menenangkan.
"Alasan!,alasan apa yang dia bawa,alasan apa yang membuatmu mau membantunya!"tanya Naya dengan emosi
"Aku takan menceritakannya tapi dia sendiri yang akan menjelaskannya!"seru Dias.
Mata Naya terbelalak mendengar Abu ada dirumahnya.
"Dia disini!"seru Naya memastikan.
"Ya!,dia menunggu diluar!"seru Dias.
"Untuk apa dia kesini!"tanya Naya kesal.
"Dia akan menjelaskan tentang kesalah pahaman kalian!"seru Dia bersabar.
"Ayo temui dia,kasihan dia menunggumu lama diluar!"seru Dias.
.....
Dengan sangat terpaksa Naya mengikuti permintaan Dias untuk menemui Abu yang sudah menunggunya diluar.
Dias membukakan pintu rumah Naya untuk Abu yang sudah menunggunya diluar sementara Naya dengan malas menunggunya diruang tamu sambil duduk di sudut ruangan.
Dias menemui Abu yang patuh menunggunya dibawah pohon Mangga yang ditanam tepat didepan rumah.
"Dia sudah menunggu didalam,ingat jelaskan sesuai apa yang terjadi,karena Naya sudah aku bujuk untuk mendengarkannya!"seru Dias memperingatkannya.
"Baiklah!"seru Abu sambil menarik nafas.
Dias menemani Abu masuk kedalam rumah Nya dengan pandangan matanya sampai Abu hilang dibalik tembok.
Dibawah pohon Mangga Dias menunggu dengan cemas,dan perasaan yang bercampur aduk,yang ia sendiri tak mengerti.Waktu ynag berlalu terasa begitu lambat dan waktunya menunggu begitu terasa membosankan sampai akhirnya ia pergi meninggalkan rumah Naya dan membiarkan mereka berdua menyelesaikan urusan mereka masing masing.
Sementara didalam sesuai dengan perintah Dias Abu menjelaskan semua yang telah terjadi dan alasan ia meninggalkan Naya tanpa pamit dan tentu saja status hubungan mereka.
"Jadi apakah kau mau memaafkannku dengan semua alasan dan penjelasan yang sudah aku berika?"tanya Abu berharap dan cemas.
Naya menarik nafas panjang setelah mendengarkan cerita Dari Abu dan menatap Abu sesaat dan lalu membuang muka.
"Menurutmu aku harus memaafkanmu?"tanya Naya ketus.
"Itu yang aku harapkan!"jawab Abu mantap.
"Baiklah,aku memaafknmu,tapi jangan kau ulangi lagi karen aku tak suka!"seru Naya yang mulia mencair suasana hatinya.
"Oke!,baiklah!"seru Abu dengan senyum tersungging diwajahnya.
"Lalu bagaiman ahubungan kita?"tanya Abu kemudian.
Naya melirikan matanya dan terkejut.
"Hubungan kita?,kita sudah menjadi teman mulai saat ini!"jawab Naya yang tahu arab bicara Abu.
Abu menarik nafas panjang dan mencoba menjelaskan lebih detil lagi.
"Sebelum aku meninggalkanmu bukankah kita memilki hubungan!"seru Abu mengingatkan.
"Yang sudah berlalu aku sudah menguburnya dan kau bisa mengartikannya sendiri!"seru Naya yang kembali ketus.
"Bisakah kita memulainya kembali???"tanya Abu berharap.
Naya menarik Nafas dan mendesahkannya dengan sangat jelas.
"Bisakah kita mengawalinya menjadi teman saja!"jawab Naya yang secara halus menolaknya.
"Apakah kau sudah memiliki kekasih?"tanya Abu ingin tagu.
"Haruskah aku memberi tahumu tentang hal pribadiku?"tanya Naya yang mulai kesal.
"Mungkin jika kau memperbolehkannya!"seru Abu.
"Aku tak mengizinkannya!,sebaiknya kau panggil Dias karena aku punya urusan dengannya dan jika kau sudah tak ada urusan silahkan pergi!"seru Naya yang secara halus mengusirnya.
Abu hanya terdiam dan mengikuti perintah Naya.Sementara Naya bangun dari tempatnya dan berjalan masuk.
"Naya!"panggil Abu.
Naya mengehntikan langkahnya tapi ia tak membalikan badan.
"Dari dulu sampai sekarang.sejak aku meninggalkanmu,aku berharap jika suatu saat nanti kita bertemu kembali aku masih bisa mengatakan aku masih mencintaimu!"seru Abu.
"Jika kau keluar jangan Lupa pintunya ditutup dan katakan pada Dias aku menunggunya dirumah!"seru Naya yang kembali melangkah menuju kamarnya dan menutup pintu kamarnya.
.....
Naya masuk kedalam kamarnya dan betapa terkejutnya dia saat ia mendapati Dias sedang menyalin isi buku yang ia pinjam dari Risa.
Dengan langkah canggung Naya berjalan menghampiri Dias yang tampak serius menulis dan kemudian ia duduk disamping Dias.
"Maaf,aku masuk kamarmu lewat jendela,dan berterima kasihlah karena tanpa kau minta aku sudah hampir selesai menyalin tulisan ini!"seru Dias yang seolah olah tak tahu apa apa.
Naya tak menjawab.ataupun berkomentar,dengan pelan ia menyandarkan kepalanya dibahu Dias yang tinggi dan menarik Nafas panjang.
"Apa kalian sudah berbaikan?"tanya Dias yang terus serius menulis,tanpa menoleh pada Naya yang mengajaknya bicara.
"Sudah,sesuai permintaanmu!"seru Naya lesu.
Tiba tiba suara hp Dias berbunyi dan sms datang dari nomor Abu.
' Kau dimana?,Naya mencarimu,datanglah kerumahnya.aku pulang dulu!'
Tulis Abu yang kemudian ia tunjukan pada Naya.
"Kau menginginkan aku kerumahmu?,sementara aku ada didalam kamarmu!,apa yang ingin kau bicarakan!Aku siap untuk mendengarkannya!"seru Dias sambil menoleh pada Naya yang sudah nyaman dengan posisinya.
"Dia mengingikanku kembali!"seru Naya sambil mengangkat kepalanya dan Menatap Dias yang menundukan kepalanya serius menatap tulisan yang sedang dibacanya.
Mendengar ucapan Naya otak Dias aberhenti sejenak dari kegiatanya,rasa tak nyaman dan panas menyelimuti dirinya dengan tiba tiba.
"Tidakah kau meras dikamarmu ini terasa begitu panas!,kau bisa betah berlama lama diruangan yang sempit dan pengap seperti ini!"seru Dias yang langsung bangkit Dari tempat duduknya dan membawa bebrapa buku termasuk buku yang dibawanya.
" Bagaiman jika kita keruang tamu!mungkin disana lebih sejuk,dan aku takut kakakmu akan berfikir aneh aneh jika melihat kita berdua duan dalam kamar!"seru Dias beralasan sambil pergi meninggalkan kamar Naya.
Naya mendesah dan mengikuti Dias yang sudah terlebih dahu;lu meninggalkan kamarnya.Naya tahu Dias berusaha mengalihkan pembicaraan mereka,tapi Naya ingin sekali tahu apa pendapatnya.
Diruang tamu Naya mendapatkan Dias sedang duduk,bukan menulis tapi memperhatikan layar hpnya.
"Abu mengirimiku sms,dan dia menanyakan apa pendapatku tentangmu!"Tanya Dias sambil melihat kearah Naya yang duduk dihadapannya.
"Jawab saja sesuai pandanganmu tentangku!"seru Naya yang sudah tak semanagt lagi untuk melanjutkan obrolan mereka wakaatu dikamar tadi.
Dias mengetik sms untuk Abu tampa Naya tahu apa isi sms yang Dias tuliskan Untuk aBU.
"Apa menurutmu?"tanya Naya penasaran.
"Naya itu gadis yang cantika tapi sadis,gadis yang lembut seperti cream tapi kadang lembut seprti es batu!"seru Dias membacakan isi smsnya.
"Apa aku seperti itu?"tanya Naya dengan nada serius.
"Hey aku hanya bercanda!"seru Dias yang takut Naya akan marah padanya.
"Apakah kau menerima Abu kembali?"tanya Dias mengganti topik pembicaraan.
"Aku kira kau melupakan topik pembicaraan kita tadi!"seru Naya .
"Bagaiman abisa!,justru aku ingin sekali mengetahuinya!"seru Dias dalam hati.
"Ceritakan padaku!"tanya Dias sambil menutup bukunya dan bangun dari tempatnya dan duduk disamping Naya untuk mendengarkan ceritanya.
.....