Sabtu, 28 September 2013

05:05 parts 13




......
Kendar mendatangi kakaknya yang terlihat begitu marah padanya Yang diikuti oleh Ken dibelakangnya. Ken melihat kemarahan dimata Yas,tapi ia tak tahu apa,yang ia tahu hanyalah Yas menangis saat ia meninggalkannya.
“Ada apa?”tanya Kendar dengan wajah polosnya.
“Kau laki laki tapi bermulut ember!”Seru Yas dengan nada tertahan menahan marah.
Ken terkejut mndengar kata kata Yas untuk adiknya.
“Apa yang terjadi?”tanya Ken dalam hati sambil terus memperhatikan mereka berdua yang menahan emosi dalam diam.
“Maksud kakak apa?,aku tidak mengerti!”Bela Kendar menudian.
“Plakkkkk!”          
 Terdengar suara tamparan yang begitu keras.Dengan tanpa diduga,Yas menampar adiknya begitu saja dan itu didepan Ken.
Kendar menahan sakit diwajahnya sambil menundukan wajah,sementara Ken,ia tak tahu apa yang harus ialakukan,ia berdiri di tempat yang salah,karena yang sedang dihadapannya adalah masalah keluarga yang tak seharusnya ia ketahui.
Ken berusaha untuk pergi dari tempat itu dengan melangkahkan kaki berjalan mundur,Dan pergi kekamarnya secepat mungkin.
Kendar masih ditempatnya sambil menahan sakit diwajahnya.
“Maksud kakak apa?”tanya Kendar kemudian ketika mereka hanya berdua.
“Darimana kau tahu aku putus dengan Tommy?”Tanya Yas dengan emosi yang tertahan.
Kendar terdiam dan tak bisa menjawab.
“Jawab!”Teriak Yas yang hampir menagis.
“Kakak,bukan mempermasalahkan darimana kau tahu hal itu,yang ingin kakak tahu kenapa kau beritahu ibu juga!,kau tahu,itu urusan kakak!,tidak seharusnya kau memberitahu ibu masalah pribadi kakak!”Seru Yas dengan airmata yang tertahan.
“Ibu tahu?”Seru Kendar dengan nada nada bertanya dan terkejut.
“Aku tidak mengatakan apapun pada ibu,bahkan kami jarang berkumpul akhir akhir ini,aku sibuk dan begitu juga ibu,jadi mana mungkin aku memberitahu ibu,lagipula itu adalah urusan kakak kan!”Seru Kendar menjelaskan.
“Lalu dariman kau tahu?”tanya Yas mengulangi pertanyaan itu.
“Atau mungkin Tommy?”Tanya Kendar mencari pembelaan.
“Tidak usah mencari alasan!”Seru Yas dengan nada masih kesal.
“Aku tidak mencari alasan,tapi aku mengatakan kebenaran!,dan aku sangat setuju saat tahu kakak putus dengan Tommy!”Seru Kendar tanpa beban.
“Plakkkkk!”
Kembali Yas mendaratkan tamparan diwajah Kendar diwajah sebelahnya.
“Jadi kau senang diatas penderitaan orang lain!”Seru Yas yang makin kesal pada adiknya.
Kendar tak merasakan sakit diwajahnya yang baru,ia segera mengambil hp miliknya yanga ia simpan dikantong celananya .membuka menu dan menunjukan sesuatu pada kakaknya.
“Kakak membela orang yang seperti ini?”tanya Kendar sambil menunjukan foto Tommy dengan seorang wanita sedang berpelukan.
Yas terdiam dan mematung melihat apa yanga dilihatnya,ia tak bisa percaya,tapi itu adalah nyata,dan itu memang benar benar Tommy.dan foto itu tak hanya satu,Kendar memotretnya beberapa kali dengan kamaera di hpnya.
“Kapan itu terjadi?”tanya Yas yang masih belum percaya.
“Beberapa hari yang lalu!”Jawab Kendar berat.
Yas tak bisa berkata apa apalagi,ia hanya bisa menahan airmata di kelopak matanya sambil terus terdiam.
“Ken!,sebaiknya kau pulang!”Seru Yas sambil mendorong adiknya untuk keluar dari lingkungan rumahnya.
“Tapi kak!”Seru Kendar yang tak mau pergi.
“Kakak mohon!”,keluar!”Seru Yas dengan nada yang sedikit dinaikan.
Mendengar teriakan kakaknya Kendar tak bisa berbuat apa apalagi,ia segera pergi sambil mendorong motornya keluard dari pintu gerbang rumah kakaknya.
Sementara Yas segera masuk kedlam rumahnya,menutup pintu dan ia pergi kekamarnya dan menangis.
......
Didalam kamarnya Ken hanya menunggu permasalahan keluarga itu berakhir sambil menikmati mie cupnya yang dibuatnya.
“Keluarga!,masalah dalam keluarga!,aku membencinya!”Seru Ken sambil mengunyah mienya yang terakhir.
Ken mendengar suara mesin motor dinyalakan Ia segera bangkit dari tempatnya,dan berlari menuju balkon,dan melihat motor Kendar tak ada di halaman rumag Yas.
“Kendar pergi!,padahal aku baru akn mengajarinya main gitar lagi!”Gumam Ken sambil berjalan menuju anak tangga untuk turun.
Ken menuruni anak tangga sambil melihat keadaan rumah Yas yang tertutup.Ken mengerutkan kening dan memikirkan sesuatu.Tapi hal itu tak lama,karena Dengan segera Ken pergi menuju pintu gerbang dan pergi entah kemana,menuju tempat yang ia sendir tak tahu.
Dengan emnggunakan topi yang selalu dibawanya,Ken mencoba untuk menenangkan diri,setelh teringat hal hal yang baru terjadi.
Sesekali Ken berdiri mematung ditepi jalan,memperhatikan jalan yang kadang ramai dengan kendaraan,dan kadang sepi.
“Aku tidak bisa seperti ini terus!,aku hatus bicara dengan ayahku!,aku harus bicara agar beliau berhenti menggangguku!”seru Ken
Ken kembali melanjutkan langkahnya dan kembali menelusuri jalanan dengan ujung yang tak tentu.
Langkah Ken terhenti ketika ia berada di sebuah tikungan.Ia melihat seseorang deng motor yang ia kenal dengan mobil sedan disana.Dengan langkah Pelan Ken berjalan untuk menghampiri dua orang yang sepertinya sedang berdiskusi.
“Kendar!”Seru Ken mengenali siapa orang salah satu dari mereka.
Kendar melihat kearah orang yang memangginya dan tida tiba sebuah tinjuan mendarat diwajah Kendar.
Kendar langsung tersungkur ketanah,Ken yang melihat itu langsung datang menghampiri dan membalas orang yang memukul Kendar dengan sebuah tonjokan juga,hingga orang itupun tersungkur ketanah.
“Kalau berani jangan sama anak SMA!”teriak Ken yang sudah siap untuk kembali untuk memukul.
“Ken!”teriak Kendar.
Ken menghampiri Kendar yang masih diposisinya terduduk sambil memegangi wajahnya yang memerah.
“Udah ga usah dilawan!”Seru Kendar yang menahan sakit diwajahnya.
“Pasti sakit ditampar dua kali ditempat yang sama!”Seru Ken meledek Kendar.
“BUKKKK!”
Seperti Kendar.Kenpun menerima pukulan diwajahnya,yang membuat hidungnya mengelurkan darah.Dan pukulan kedua ia terima diwajahnya.
Ken mencoba untuk melawan tapi orang itu sudah kabur membawa mobilnya.
 Ken dan Kendar terduduk di pinggir trotoar sambil menahan sakit yang sama sama mereka terima.
“Bagaimana lukamu?”tanya Ken yang terus menghadap keatas agar darahnya tidak terus keluar.
“Aku baik baik saja!,bagaimana denganmu?”tanya Kendar yang sedang memijat wajah yang memar.
“Ada masalah apa kau dengan orang itu?”Tanya Ken.
“Dia menghianati kakakku!”seru Kendar enggan.
“Dia mantan kak Yas?”tanya Ken ingin tahu,dan begitu antusias.
“Kenapa?”tanya Kendar tak senang.
“Emmmm....,sebaiknya kita pulang kerumah Kak Yas!,obati lukamu!”Seru Ken sambil bangun dari tempat duduknya.
Kendar juga bangkit dari tempatnya,dan menghampiri motornya tanpa berkata apa apa pada Ken.Ken duduk dibelakang Kendar dan bersiap untuk pergi.
“Ayo!”Seru Ken sambil menepuk punggung Kendar.
“Apa yang kau lakukan?”tanya Kendar sambil menoleh kebelakang melihat Ken yang duduk santai dibelakangnya.
“Bukankah kita akan kerumah Yas!,sekalain saja!”Seru Ken enteng.
Kendar tak berkata apa apa.ia segera menyalakan motornya dan segera meninggalkan tempat itu.Kendar mengantar Ken kerumah Yas,dan sampainya di depan rumah Yas Ken Turun dan segera membuka pintu gerbang,tapi Kendar langsung tancap gas dan meninggalkan Ken sendiri.
“Anak itu!,pergi tidak pamit!”Seru Ken sambil masuk kedalam lingkungan rumah,dan melihat pintu rumah Yas masih tertutup.
Ken terus memegangi hidungnya yang berdarah dengan memar disekitar hidungnya.Ken mendatangi rumah Yas yang tertutup dan dengan perlahan ia mengetuk pintu rumah tapi tak ada jawabannya.
Dengan perlahan Ken membuka pintu yang ternyata tidak dikunci,Ken masuk untuk mecari kotak P3K untuk mengobati lukanya.
Setelah mendapatlannya,Ken duduk disofa dan mencoba untuk membersihkan bekas darah yang sudah mengering dengan kapas.
Dari kamarnya,Yas keluar dengan mata yang sembab dan bengkak.
“Kak Yas abis tidur,atau menangis?”tanya Ken yang sibuk membersihkan luka dihidungnya.
“Apa yang terjadi?”tanya Yas yang langsung menghampiri Ken dan duduk disampingnya.
“Udah ga papa!”Seru Ken yang merasa sedang diperhatikan.
Yas bangkit dari duduknya dan pergi kedapur,sementara Ken sibuk dengan lukanya.Sesaat kemudian Yas datang dengan membawa baskim berisi air hangat dan lap.
Ken menyambar baskom yang dibawa Yas dan ia mencoba untuk membersihkan lukanya sendiri.
“Sudah,diam,biar aku yang membersihkan lukamu!”Seru Yas langsung merebut lap yang Ken pegang.
Mendengar teriakan Yas Ken langsung diam dan membiarkan Yas membersihkan lukanya.
“Kau sama seperti Kendar!,suka berkelahi!,ada masalah apa?”tanya Yas yang begitu telaten membersihkan luka Ken.
“Aku membantu Kendar!”Seru Ken yang terus menatap kelangit langit rumah.
Yas terdiam sejenak dan menatap wajah Ken.
“Membantu Kendar?,apa yang terjadi?,dimana dia?”tanya Yas yang langsung panik.
“Tadi sudah kuajak masuk,tapi dia malah pergi tanpa pamit padaku!”
“Apa dia terluka1”tanya Yas penasaran.
“Dia lebuh parah!”Seru Ken memanas manasi.
“Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian?,apa kalian berkelahidibelakangku?”tanya Yas menembak.
“PD sekali!,ini urusan laki laki!”Seru Ken yang menagan Sakit ketika Yas mengobati luka diwajahnya.
“Ini bukan soal laki laki atau apa!,yang jelas,berkelahi tidak dibenarkan dimanapun!”Seru Yas sedikit marah.
“Separah apa dia?”tanya Yas lagi.
“Dia mengalami pukulan di wajah yang sama,diwajah yang pernah kakak tampar tadi.maaf tadi aku melihatnya!”Seru Ken.
Yas selesai mengobati Ken ia segera pergi kekamarnya dan kemudian keluar kembali sambil membawa tas.
“Kakak mau kemana?”tanya Ken yang belum beranjak dari tempatnya.
“Aku akan menemui Kendar!,bagaimanapun juga dia adiku,rasanya tidak adaik aku disini mengobati orang asing,sementara adiku sendiri babak belura!”Seru Yas yang kemudian pergi tanpa berpesan.
........
Setelah Yas pergi Ken hanya duduk diam memperhatikan mesin jahit yang dibelinya dan melihat barang barang yang dibelinya beberapa hari lalu,dan kemudian ia mengambil laptopnya dan membukanya.
Ken membuka akun facebook miliknya,dan melihat halaman yang dibauatnya,ternyata jauh dari dugaannya,banyak teman temannya yang menyukai halamannya,dan menuliskan beberapa komentar di dinding halamannya untuk menanyakan alamat tailor milik Yasmine.Dan kebanyak dari mereka adalah perempuan.
Ken tersenyum melihat perkembangan yang baru dimulainya itu,ia melihat usahanya pasti akan sukses,walaupun itu masih jauh dari nyata.
..........

Tidak ada komentar :

Posting Komentar