......
Beberapa hari berlalu dan dengan rajinnya Ken membantu pekerjaan Yas,membuatnya selesai tepat waktu.dan itu memuaskan pelanggan.
Dan sejak kehadirannya pula satu pelanggan tak ada berhentinya mengunjungi Yas tiap sore dan dia adalah Kendar,setaiap pilang sekolah ia selalu menyempakan diri untuk mampir kerumah kakaknya wlaupun hanya untuk meminta minum,ataupun makan,bahkan mandi,hal itu ia lakukan agar ia tahu keadaan kakaknya baik baik saja walaupun dengan adanya orang asing dirumah itu.
Tapi walaupun seperti itu,tetap saja pikiran yang bukan bukan ,dan hal hal aneh selalu membayangi pikiran Kendar.
"Bagaiman jika itu hanya penampilan lurnya saja!,bagaimana jika kak Yas mengatakan 'baik baik saja' dibawah ancaman orang asing itu.Dan perlakuan tidak menyenangkan terjadi setelah kepergiannya!"
Pikiran pikiran negatif terus menghampirinya dan membuatnya sangat tidak tenang membuatnya ingin pindah kerumah Kakaknya tapi ia pun tak mau meninggalkan adik dan ibunya yang sama sama perempuan.
Kendar selalu mencoba untuk mempercayai ucapan kakaknya yang berkata semua akan baik baik sja,tapi tetap saja kepercayaan itu menjadi tidak berarti sejak kedatangan orang asing itu yang tampaknya semakin akarab dengan kakaknya itu dan membuatnya tak suka.
Kendar meninggalkan rumah kakaknya tapi matanya terus memperhatikan kedalam rumah dengan Ken yang sedang fokus memotong bahan.
Ken yang merasa diperhatikan mengangkat kepalanya dan melihat keluar rumah dan benar saja,ia melihat Kendar masih memperhatikannya dan dengan senyuman penuh arti Ken melambaikan tangannya pada Kendar,membuat Kendar ingin masuk lagi dan ingin menghajarnya,Tapi ia urungkan karena Ken langsung mengubah raut wajahnya dan melanjutkan pekerjaannya,dengan dipenuhi rasa kesal Kendar keluar pintu gerbang sambil membanting pintu gerbang.
Yas mendengar suara itu ia langsung melihat keluar dan dilihatnya Kendar menaiki motornya.
"Dia belum pergi!"seru Yas yang merasa aneh,karena Kendar berpamitan padanya beberapa menit yang lalu.
"Mungkin ia masih mencurigaiku!"Seru Ken tanpa megalihkan pandangannya.
"Apa dia mengatakan hal itu kepadamu?"tanya Yas yang sedang memegangi meteran.
"Tidak secara langsung tapi pandangannya mengatakan hal itu!"seru Ken menyerukan pendapatnya.
"Pantas saja kalian tidak pernah akur,karena pikiran kalian sama saja!"Seru Yas meninggalkan Ken dan kembali ke pekerjaannya.
"Kak!,bahannya masih sisa banyak!"Seru Ken yang menyelesaikan tugasnya memotong.
"Kumpulkan saja!,nanti bisa dibuat lap!"seru Yas tanpa melihat.
"Bagaimana jika kugunakan untuk membuat bajuku!"Seru Ken sambil mengangkat bahannya didepan wajahnya.
Sekilas Yas melihat bahan yang dimaksud Ken dan ia menggeleng.
"Itu tak cukup,hanya akan menutupi seperempat badanmu!"seru Yas memberitahu.
"Bukankah kakak punya bagan sisa yang lain!"Seru Ken mengingatkan.
"Apa yang akan kau lakuakan?"tanya Yas yang melihat Ken mendekati kardus uang berisi sisa sisa kain yang lumayan lebar.
"Aku akan meminta kakak untuk membuatkan baju untuku!,seperti kakak membuatkan baju untuk Kendar!"Seru Ken sambil tersenyum manis pada Yas.
Yas hanya menggeleng tanpa menjawab ucapan Ken dan kembali melanjutkan pekerjaannya membuat pola.
Ken menjauhi Kardus setelah mendapatkan apa yang ia ianginkan,ia mendekati meja kerjanya sambil membawa empat potong kain sisa dengan empat warna yang berbeda pula.
"Apa yang akan kau lakuakn dengan itu?" Tanya Yas sambil mengkalungkan meteran di lehernya.
"Aku akan memnuat bajuku sendiri!"seru Ken yang mulai mwnggelar kain sisa diatas meja.
"Kak Jas!,boleh aku minta bantuan kakak!"seru Ken dengan tersenyum manis tapi terselubung,berharap Yas akan mengabulkan permintaannya tanpa memohon dua kali.
"Berhenti memanggilku dengan kak Jas!"Seru Yas tak senang dengan menghampirinya.
"Lalu dengan sebutan apa aku memanggilmu!"tanya Ken.
"Kalau kau menganggapku kakak!,panggil namaku seperti yang adiku gunakan.
"Siapa?,aku tak pernah mendengar mereka memanggil nama kakak!,mereka hanya memanggil kakak dengan sebutan kakak!"seru Ken yang menunggu bantuan Yas.
"Panggil aku dengan panggilan itu!,atau Yas!,pelangganku memanggilku seperti itu!"seru Yas memberitahu.
"OKE!"Seru Ken yang masih menunggu bantuan Yas.
Yas mulai mengukur badan Ken yang sudah ditunggu Oleh Ken sejak tadi.Yas mulai mengukur Bagian bahu,lengan ,dada dan leher.
Diam diam Ken memperhatikan Yas yang sedang berdiri dihadpannya.
"Panjangnya mau seberapa"Tanya Yas.
Ken tak menjawab,ia masih terdiam memperhatikan Yas yang terus berlalu lalang dihadapannya.
"Ken!"seru Yas memanggil.
"Sejadinya bahan!"Seru Ken yang langsung mengalihkan pandangan ketika Yas melihat kearahnya.
"Seharusnya aku tidak menanyakan hal itu!"seru Yas sambil tersenyum dan kembali mengkalungkan meterannya.
"Sudah selesai?"tanya Kendar.
"Kakak sudah punya pacar?"tanya Ken tiba tiba.Dan kenpun menutup mulutnya merasa kata kata itu meluncur dari mulutnya begitu saja.
Yas mendesah tapi tak berubah dari posisinya yang sedang membelakangi Ken.
Selesai mengukur Ken langsung membuat polanya,sementara Yas ia memilih untuk mandi,karena waktu sudah menjelang malam,dan sepertinya ia mempunyai janji setelah mendapatkan telepon dari seseorang tadi.
"Malam ini harus jadi!"Seru Ken yang begitu bersemangat untuk membuat bajunya karena ia hanya memiliki dua potong baju,baju yang sedang ia pakai dan baju yang sedang dijemur.dan baju itupun baju pemberian Yas tempo hari yang ternyata baju milik Kendar adik Yas.
"Ken!"
"Ya!"jawab Ken singkat tanpa menoleh pada lawan bicaranya karena ia sedang fokus pada pekerjaannya.
"Aku akan pergi,dan mungkin akan pulang malam!"seru Yas.
Mendengar ucapan Yas Ken tersadar,Yas sudah hendak pergi Ken yang masih dalam keadaan membungkuk masih dalam posisinya hanya saja ia menghentikan pekerjaanya.
"Ken!,kau mendengarku?"tanya Yas yang menginginkan Ken melihat lawan bicaranya.
Akhirnya Ken menegakan badannya tapi masih dalam posisi membelakaingi Yas.dan baru kemudian ia menoleh pada Yas.
Sejenak ia terdiam melihat Yas begitu berbeda dengan keadaannya yang biasa dengan saat ini.
"Kau akan kemana?"tanya Ken tanpa ekspresi.
"Aku akan pergi dengan seorang teman dan mungkin akan pulang malam.Jadi kumohon jaga rumahku dan jangan lakukan apapun,karena aku percaya padamau!"seru Yas yang akan membuka pintu.
"Mana temanmu?,dia belum datang?"tanya Ken yangmengintip lewat kaca rumah.
Aku akan menunggunya diluar,sengaja aku lakukan agar dia tidak menemuimu!,aku takut akan terjadi salah paham diantara kalian,seperti yang telah terjadi anatara kau dan adiku!"Seru Yas menjelaskan.
"Oke!,baiklah!"Sru Ken patuh yang hanya berdiri dibalik korden dekat jendela sementara Yas keluar dan menutup pintu.
"Oh ya!,nanti kalau ada suara mobil jangan lupa matikan lampu,dan kau boleh menyalakannya jika suara mobil sudah tak ada!,karena dia hanya tahu aku tinggal sendiri disini!"seru Yasmengingatkan yang kembali membuka pintu tapi hanya memperlihatkan kepala dan wajahnya.
"Ya!,Apa dia kekasihmu?"tanya Ken ingin tahu.
Yas hanya tersenyum senang
"Matikan lampunya!,dia datang!"Seru Yas senang,lalu menutup pintunya.
"Sepertinya dia memang kekasihmu!,itu terlihat dari dandanan dan raut wajahmu!"Seru Ken yang langsung mematikan lampunya.
Ken menunggu suara mobil dari depan rumahnya pergi dan barulah ia kembali menyalakan lampunya,tiba tiba suara dalam perutnya berbunyi dan memintanya untuk mengisinya.Dengan cepat Ken lari kedapur,membuka tudung saji dan berharap menemukan makanan disana,tapi sial bagi Ken ia tak menemukan makanan apaun disana,dan dengan wajah kusut ia terduduk di bangku dapur.
"Aku tidak punya uang ungtuk membeli makanan!"Apa aku harus mengambil uang di ATM!"seru Ken.
Tiba tiba ken teringat jika makan nasi saja bukankah sudah termasuk makan malam.
Ken bangkit dari tempat duduknya dan dengan segera ia membuka magicom dan betapa sialnya,bahkan nasi dalam magicom pun tak ada nasi.
.......
Ken tertidur disofa dengan perut kosong,tapi itupun tak sepenuhnya bisa tertidur lelap karena suara dalam perutnya terus memintanyauntuk diisi.
Sesekalia Ken menengok jam didinding dan jampun sudah menunjukan pukul 9.30 malam dan Yas pun belum juga pulang. sementara Yas pergi sejak pulul 7 tadi.
Dan kembali Ken mencoba untuk menutup matanya sampai ia mendengar suara yang memanggil manggil pemilik rumah.
"Kak Yas!"Panggil sebuah suara lelaki sambil menggedor pintu Rumah.
Dengan cepat Ken bangkit dari tempatnya dan segera membuka pintu .Dari balik pintu dilihatnya Kendar dan juga Raisha .
"Ada apa kalian datang malam malam?"tanya Ken yang terkejut.
"Kau tidur disini?"tanya Kendar yang tak senang melihat Ken berada di rumah kakaknya di jam malam seperti ini.
"Kakakmu tidak ada di rumah,jadi kau menunggunya disini!"seru Ken membela diri.
"Kak Yas dimana malam seperti ini?"tanya Raisha.
"Mungkin berkencan!"seru Ken santai.
"Kencan!,dengan siapa?"tanya Kendar kesal dan marah.
"Tentu saja dengan kekasihnya.masa denganmu!"seru Ken yang terus memegangi perutnya.
Ken terus memperhatikan Raisha yang sedang duduk didekat mesin jahit,Kendar melihat hal itu dan langsung menutupi wajah Ken dengan bahan Yang ada didekatnya.
"Hey!,ada apa?"tanya Ken sambil menampik kain yang Kendar tutupkan pada pandangannya
"Aku curiga padamu!,apa kau Pedofilia?"tanya Kendar pada Ken yang melihat Ken memperhatikan Raisha.
Ken terkejut dan ia segera bangkit dari duduknya,Berhenti mencurigaiaku!"seru Ken yang kemudian berjalan mendekati Raisha gadis berusia 13 tahun itu.
"Raisha apa kau bisa masak?"Tanya Ken sambil berjongkok didekat Raisha.
Kendar menghela nafas kesal dan berjalan mendekati Ken.
"To the point!,apa maumu!"tanya Kendar yang selalu tarik urat jika berbicara dengan Ken.
"Raisha!,maukah kau memasakan untuku!,aku lapar sekali!"Seru Ken yang benar benar sudah kelaparan.
Raisha masuk kedalam dapur dan dilihatnya magicon tak ada nasi,Tudung saji hanya ada sisa makanan.
Tanpa berteiak kepada dua orang yang disebut kakak!,Raisha mencoba memasak apa yang bisa dimasak,sesuai dengan apa uang ia pelajari,tapi belum pernah ia praktekan secara langsung.
Mulai dari memasak nasi,dan mengeluarkan semua yang ada didalam Kulkas.
"Kakak!"teriak Raisha dari dalam dapur.
Dengan segera Ken mendatangi Dapur dan berharap Raisha selesai dengan acara memasaknya.
"Ada apa?,apa sudah selesai?"Tanya Ken penuh harap.
Ada telur tapi tidak ada minyak!"Seru Raisha dengan nada polos.
"Sudah malam!,direbus saja!"Seru Ken pasrah.
Dan waktu berlalu dengan penuh kelaparan Ken menunggu nasi matang dan telur rebus buatan Raisha.
Tiba tiba suara pintu diketuk dan dengan cepat Kendar membukanya,karena ia orang yang paling dekat dengan Pintu,sementara Ken sedang tidur tiduran bangku dekat Dapur.
"Kendar!,apa yang sedang kau lakukan disini?"tanya Yas yang datang dengan membawa tentengan.
"Apa itu?"Tanya Ken yang melihat plastik berwarna Putih dibawa Yas.
"Oh ini,aku lupa!,tadi aku melupakanmu tanpa meninggalkan makanan didapur.
Dari dalam Dapur Raisha mendesah dan mematikan api di kompor.
"Raisha!,apa sudah matang?"tanya Ken yang melihat Raisha keluar dari dalam dapur tampa menyelesaikan rebusan telurnya.
"Sepertinya sudah tidak perlu!,kak Yas sudah datang dan dia membawakan makanan untuk kakak!"seru Raisha yang seperti sudah mengantuk.
"Tapi itukan martabak!,dan kakak ini orang Indonesia.Belum bisa dibilang makan kalau belum makan nasi!"Seru Ken menghibu.
"Tapi aku sudah mengantuk!"seru Raisha yang langsung masuk kedalam kamar Yas.
"Kakak simpankan buat besok ya!"Teriak Yas sambil menganbil beberapa bagaian untuk Raisha.
Sementara Sisanya dimakan Yas,Kendar dan Ken.
Setelah memakan beberapa potong martabak Ken melihat kearah magicom dan melihat nasi sudah matang,dan ia memenuhi janjinya.
Ken menyendok nasi yang baru matang itu,dan mengambil telur yang masih terendam didlam air panas itu.
"Kak!,aku kekamarku dulu!'Seru Ken yang keluar sambil membawa satu piring nasi.
"Kau masih akan makan lagi?"Tanya Yas yang duduk bersama Kendar.
"Kasihan Raisha,dia sudah masak untuku!"Seru Ken sepenuh hati.
"Bilang saja kalau kau itu rakus!"Seru Kendar yang sepertiny belum bisa berdamai dengan Ken.
Ken mamasuki kamarnya yang belum berubah,ia duduk di samping tempat tidurnya dan mulai memakan nasi yang dibawanya.
Awalnya Ken merasa ada yang aneh dengan nasinya.Ia mencoba untuk menganggapnya biasa tapi semua itu menjadi luar biasa.
"Aku kira rasa nasi yang keras ini,karena aku tadi habis memakan martabak kacang,dan kacangnya masig tersisa dimulutku,tapi ternyata bukan,nasi ini memang masih mentah!"Seru Ken tersenyum,yang kemudian memecahkan telur yang direbus tadi.
Ken memecahkan telur itu dan betapa terkejutnya ketika ia membelahnya menjadi dua,ternyata telur belum sepenuhnya matang,telur kuningnya masih mengental dan jatuh tepat diatas Nasi yang belum matang.
"Apa aku ahrus memakan ini?"tanya Ken pada diei sendiri.Melihat apa yang ada diatas piringnya membuatnya tak nafsu lagi untuk makan dan akhirnya ia menarug piring itu dibawah tempat tidurnya dan mulai untu tidur.
.......
Kendar sudah masuk kedalam kamarnya,sementara Yas baru saja berganti pakaian ia melihat pola yang dibuat Ken sesekali ia melihat kamar Ken masih menyala.dan Yas kembali melihat pola yang dibuat Ken.
"Sudah dipotong!,tinggal di jahit!"Seru Yas yang membawa bahan milik Ken kemeja jahitnya. dan malam itu juga Yas menjahit pakaian untuk Ken dan beberapa pakaian yang harus ia selesaikan malam itu juga.
Deru mesin jahit terdengar di tengha malam,Ken yang belum sepenuhnya tertidur mendengarnya.Sejenak ia terdiam memikirkan sesuatau.
"Apa itusuara mesin jahit?"tanya Ken yang kemudian dangun dari duduknya.
Ken menatap jam tangannya yang tergeletak di samping tempat tidurnya.
"Belum terlalu malam!"Gumam Ken kemudian yang bnagkit dari tempat tidurnya.
Ken menuruni anak tangga dan ketika sampai di lantai bawah,ia mendengar suara petikan senar gitar yang tak beraturan,ia mengerti.Kendar berada didalam kamarnya dan harus dengan hati hati Ken melewati kamar itu,atau kalau tidak suara keributan akan terdengar malam malam seperti ini.
Dengan langkah menjinjit Ken melewati depan kamar Kendar dan barulah menurunu anak tangga.Nafas lega dihembuskan Ken ketika ia sampai dibawah dengan selamat.
Dengan perlahan ia berjalan menghampiri pintu rumah Yas dan dilihatnya lampu ruang tengah masih menyala,dan suara mesin jahait makain nyaring terdengar.
"Pekerja keras!"Gumam Ken yang kemudian mengetuk pintu perlahan.
"Siapa?"tanya Yas dari dalam rumah.
"Aku!"Jawab Ken singkat.
Yas dapat mengenali suara itu dan dengan segara ia membukakan pintu.
"Ada apa kau kembali?"tanya Yas yang sepertinya sedang tidak ingin diganggu.
"Bolehkah aku masuk?"tanya Ken.
Yas membukakan pintu lebar dan kemudian Ken masuk.
"Apa pekerjaannya tidak bisa ditunda besok?"tanya Ken yang melihat Yas sedang menjahit sesuatu.
Yas kembali ke tempat kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya.
"Aku lupa,aku sudah menjanjikan baju ini besok,kalau tidak aku kerjakan malam ini,maka pelangganku kan kecewa!"Seru Yas yang terus berbicara di iringi irama bising mesin jahit.
"Kenapa kakak tidak berpesan padakau!,aku kan bisa mengerjakannya!"Seru Ken yang duduk di meja kerja.
"Apa kau tidak dengar tadi!,aku lupa!"seru Yas mengingatkan.
"Oh ya!"seru Ken sambil tersenyum malu."Maklum sudah tua!"lanjut Ken.
"Lebih tua aku!"seru Yas.
"Tadi kekasih kakak?"tanya Ken mengganti topik pembicaraan.
"Ya!"Jawab Yas singkat.
"Berapa usianya?"
Yas melirik pada Ken tapi kemudian kembali lagi pada pekerjaannya.
"Lebih tua beberapa tahun dariku!"seru Yas.
"Kapan kalian akan menikah?"
Yas hanya tersenyum simpul tapi tak menjawab.
"Apa aku seperti ibu ibu di arisan dan kakak akan menjawab Mei!"
Yas kembali tersenyum dan ia bangkit dari tempat duduknya.
"Kami baru menjalani hubungan ini baru 8 bulan dan sepertinya belum serius denganku!"
"Tapi kakak serius dengannya!"Tebak Ken.
"Kita lihat saja nanti!"Seru Yas yang kemudian mendesah.
"Untuk hal hal yang belum pasti sebaiknya kakak jangan terlalu memikirkannya terlalu serius,dibawa santai saja!,kalau dia sudah menhgatakan keseriusannya barulah kakak berfikir serius!"Seru Ken memberi saran.
"Lalu bagaimana denagnmu?,apakah kau selalu serius dengan hubungan yang kau jalani?"tabya Yas balik.
"Aku selalu menerakan apa yang aku katakan dengan apa yang aku jalani!,aku menjalaninya dengan santai tapi juga dengan serius,bukanlah hidup hanya sekali!,dan dak bisa diulang,jadi lakukan segala sesuatunya dengan benar dan bisa membuat kita mengingatnya,karena hal itu tidak bisa dikembalikan untuk di benahi ataupun,diperbaiki!"Seru Ken yang tampak begitu dewasa.
"Sepertinya saat ini aku melihat seorang laki laki yang benar benar berusia 25 tahun!"Seru Yas.
Ken hanya tersenyum.
"Apa dia laki laki mapan?.Jika iya,mungkin aku tidak akan menyia nyiakan waktu,denagn usia yang sudah cukup,tidak ada alsan lagi untuk menundanya.Tapi banyak juga laki laki yang berfikir dengan kemapanannya ia belum cukup,atau kadang kami para laki laki 'kaya'berfikir wanita mendekati kami karena kami kaya!"
"Tidah!,tapi Tentu saja!,kemapanan itu perlu,karena itu akan menjadi bibit kedepannya nanti!,Kalau kau sudah memutuskan untuk berumah tangga,cinta bukanlah hal yang menjadi utama!,mungkin cinta perlu untuk membina rumah tangga!,tapi uangpun menjadi hal pentingyang harus dipikirkan!.Karean manusia hidup tak akan kenyang jika hanya mendengar kata aku mencintaimu!,maukah kau hidup denganku karena aku mencintaimu!"seru Yas
"Wah kalau seperti itu mungkin aku bukanlah kriteria orang yang pantas menjadi pendamping hidup kakak!"seru Ken sambil tertawa.
Yas tersenyum dan mengangguk membenarkan pendapat Ken.
"Mungkin kalau diluaran ada yang bilang wanita matre!,itu ada benarnya,karena wanita harus matre!,karena wanita sudah memikirkan 10 langkah kedepan sebelum ia mengambil 1 langkah di depan!"
'Tapi ada juga laki laki yang belum mapan tapi sudah siap berumah tangga!,karena ia berfikir rejeki itu selalu ada adal kita rajin mencarinya!,dan dengan ia berumah tangga,ia berharap jika saatnya ia sukses ada seseorang yang akan memujinya atas kesuksesannya,orang yang pertama melihat kesuksesannya.dan disaat ia terjatuh,ia berharap istrinya adalah orang pertama yang akan menyemangatinya untuk tak putus asa!.Tapi kebanyakan ketika suami jatuh,para istri pergi meninggalkannya!,apa itu matre yang kejam!"seru K mengutarakan pandangannya.
"Wanita matre tidak selamanya kejam dan egois!,ada kalanya ia matre disituasi yang tepat dan tak tepat!'seru Yas membela.
"Lalu kakaktipe wanita apa?,matre atau diluar dari itu!"seru Ken.
"Aku kebanyakan dari mereka!"seru Yas memberi teka teki.
"Sepertinya kakak bukan wanita matre!,tapi wanita pekerja keras!"
"Kalau kau sendiri?"
"Aku pria egois!,aku untuk kehidupan ku sendiripun aku belum sejahtera,maka aku belum memikirkan untuk menikah sebelum aku mensejahterakan diri sendiri!"
"Tadi bukankah kau bilang kesejahteraan itu bisa didapan bisa saja seteah kau berumah tangga!"seru Yas mengingatkan kata katanya.
"Ya!,itu hanya teori!,tapi untuk mempraktekannya aku masih ragu!,lagipula belum ada yang mau denganku!"Seru Ken.
"Pekerjaanku sudah selesai!,apakah kau mau kembali kekamarmu?,aku sudah lelah dan ingin beristirahat!"Seru Yas yang mengusirnya secara halus.
"Kak!,bagaimana kalau kita jalan jalan!,bukankah kakak sudah bekerja keras selama seminggu dan 12 jam lebih dalam sehari!,mungkin kakak butuh refreshing!"Seru Ken menyarankan.
"Kita!"Seru Yas mengulangi.
"Ya, kita!.Bukankah minggu besok Kedua adikmu akan datang kembali!"Seru Ken menjelaskan.
"Emmmmm......!,kita bicarakan lagi besok!"seru Yas yang sempat menyalah artikan ucapan Ken.
Yas membukakan pintu untuk Ken dan Ken keluar sambil tersenyum sebagai ucapan selamat malam.
......
"Apa itusuara mesin jahit?"tanya Ken yang kemudian dangun dari duduknya.
Ken menatap jam tangannya yang tergeletak di samping tempat tidurnya.
"Belum terlalu malam!"Gumam Ken kemudian yang bnagkit dari tempat tidurnya.
Ken menuruni anak tangga dan ketika sampai di lantai bawah,ia mendengar suara petikan senar gitar yang tak beraturan,ia mengerti.Kendar berada didalam kamarnya dan harus dengan hati hati Ken melewati kamar itu,atau kalau tidak suara keributan akan terdengar malam malam seperti ini.
Dengan langkah menjinjit Ken melewati depan kamar Kendar dan barulah menurunu anak tangga.Nafas lega dihembuskan Ken ketika ia sampai dibawah dengan selamat.
Dengan perlahan ia berjalan menghampiri pintu rumah Yas dan dilihatnya lampu ruang tengah masih menyala,dan suara mesin jahait makain nyaring terdengar.
"Pekerja keras!"Gumam Ken yang kemudian mengetuk pintu perlahan.
"Siapa?"tanya Yas dari dalam rumah.
"Aku!"Jawab Ken singkat.
Yas dapat mengenali suara itu dan dengan segara ia membukakan pintu.
"Ada apa kau kembali?"tanya Yas yang sepertinya sedang tidak ingin diganggu.
"Bolehkah aku masuk?"tanya Ken.
Yas membukakan pintu lebar dan kemudian Ken masuk.
"Apa pekerjaannya tidak bisa ditunda besok?"tanya Ken yang melihat Yas sedang menjahit sesuatu.
Yas kembali ke tempat kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya.
"Aku lupa,aku sudah menjanjikan baju ini besok,kalau tidak aku kerjakan malam ini,maka pelangganku kan kecewa!"Seru Yas yang terus berbicara di iringi irama bising mesin jahit.
"Kenapa kakak tidak berpesan padakau!,aku kan bisa mengerjakannya!"Seru Ken yang duduk di meja kerja.
"Apa kau tidak dengar tadi!,aku lupa!"seru Yas mengingatkan.
"Oh ya!"seru Ken sambil tersenyum malu."Maklum sudah tua!"lanjut Ken.
"Lebih tua aku!"seru Yas.
"Tadi kekasih kakak?"tanya Ken mengganti topik pembicaraan.
"Ya!"Jawab Yas singkat.
"Berapa usianya?"
Yas melirik pada Ken tapi kemudian kembali lagi pada pekerjaannya.
"Lebih tua beberapa tahun dariku!"seru Yas.
"Kapan kalian akan menikah?"
Yas hanya tersenyum simpul tapi tak menjawab.
"Apa aku seperti ibu ibu di arisan dan kakak akan menjawab Mei!"
Yas kembali tersenyum dan ia bangkit dari tempat duduknya.
"Kami baru menjalani hubungan ini baru 8 bulan dan sepertinya belum serius denganku!"
"Tapi kakak serius dengannya!"Tebak Ken.
"Kita lihat saja nanti!"Seru Yas yang kemudian mendesah.
"Untuk hal hal yang belum pasti sebaiknya kakak jangan terlalu memikirkannya terlalu serius,dibawa santai saja!,kalau dia sudah menhgatakan keseriusannya barulah kakak berfikir serius!"Seru Ken memberi saran.
"Lalu bagaimana denagnmu?,apakah kau selalu serius dengan hubungan yang kau jalani?"tabya Yas balik.
"Aku selalu menerakan apa yang aku katakan dengan apa yang aku jalani!,aku menjalaninya dengan santai tapi juga dengan serius,bukanlah hidup hanya sekali!,dan dak bisa diulang,jadi lakukan segala sesuatunya dengan benar dan bisa membuat kita mengingatnya,karena hal itu tidak bisa dikembalikan untuk di benahi ataupun,diperbaiki!"Seru Ken yang tampak begitu dewasa.
"Sepertinya saat ini aku melihat seorang laki laki yang benar benar berusia 25 tahun!"Seru Yas.
Ken hanya tersenyum.
"Apa dia laki laki mapan?.Jika iya,mungkin aku tidak akan menyia nyiakan waktu,denagn usia yang sudah cukup,tidak ada alsan lagi untuk menundanya.Tapi banyak juga laki laki yang berfikir dengan kemapanannya ia belum cukup,atau kadang kami para laki laki 'kaya'berfikir wanita mendekati kami karena kami kaya!"
"Tidah!,tapi Tentu saja!,kemapanan itu perlu,karena itu akan menjadi bibit kedepannya nanti!,Kalau kau sudah memutuskan untuk berumah tangga,cinta bukanlah hal yang menjadi utama!,mungkin cinta perlu untuk membina rumah tangga!,tapi uangpun menjadi hal pentingyang harus dipikirkan!.Karean manusia hidup tak akan kenyang jika hanya mendengar kata aku mencintaimu!,maukah kau hidup denganku karena aku mencintaimu!"seru Yas
"Wah kalau seperti itu mungkin aku bukanlah kriteria orang yang pantas menjadi pendamping hidup kakak!"seru Ken sambil tertawa.
Yas tersenyum dan mengangguk membenarkan pendapat Ken.
"Mungkin kalau diluaran ada yang bilang wanita matre!,itu ada benarnya,karena wanita harus matre!,karena wanita sudah memikirkan 10 langkah kedepan sebelum ia mengambil 1 langkah di depan!"
'Tapi ada juga laki laki yang belum mapan tapi sudah siap berumah tangga!,karena ia berfikir rejeki itu selalu ada adal kita rajin mencarinya!,dan dengan ia berumah tangga,ia berharap jika saatnya ia sukses ada seseorang yang akan memujinya atas kesuksesannya,orang yang pertama melihat kesuksesannya.dan disaat ia terjatuh,ia berharap istrinya adalah orang pertama yang akan menyemangatinya untuk tak putus asa!.Tapi kebanyakan ketika suami jatuh,para istri pergi meninggalkannya!,apa itu matre yang kejam!"seru K mengutarakan pandangannya.
"Wanita matre tidak selamanya kejam dan egois!,ada kalanya ia matre disituasi yang tepat dan tak tepat!'seru Yas membela.
"Lalu kakaktipe wanita apa?,matre atau diluar dari itu!"seru Ken.
"Aku kebanyakan dari mereka!"seru Yas memberi teka teki.
"Sepertinya kakak bukan wanita matre!,tapi wanita pekerja keras!"
"Kalau kau sendiri?"
"Aku pria egois!,aku untuk kehidupan ku sendiripun aku belum sejahtera,maka aku belum memikirkan untuk menikah sebelum aku mensejahterakan diri sendiri!"
"Tadi bukankah kau bilang kesejahteraan itu bisa didapan bisa saja seteah kau berumah tangga!"seru Yas mengingatkan kata katanya.
"Ya!,itu hanya teori!,tapi untuk mempraktekannya aku masih ragu!,lagipula belum ada yang mau denganku!"Seru Ken.
"Pekerjaanku sudah selesai!,apakah kau mau kembali kekamarmu?,aku sudah lelah dan ingin beristirahat!"Seru Yas yang mengusirnya secara halus.
"Kak!,bagaimana kalau kita jalan jalan!,bukankah kakak sudah bekerja keras selama seminggu dan 12 jam lebih dalam sehari!,mungkin kakak butuh refreshing!"Seru Ken menyarankan.
"Kita!"Seru Yas mengulangi.
"Ya, kita!.Bukankah minggu besok Kedua adikmu akan datang kembali!"Seru Ken menjelaskan.
"Emmmmm......!,kita bicarakan lagi besok!"seru Yas yang sempat menyalah artikan ucapan Ken.
Yas membukakan pintu untuk Ken dan Ken keluar sambil tersenyum sebagai ucapan selamat malam.
......
Tidak ada komentar :
Posting Komentar