.....
Hari itu Ken mengajakYas ke makam ibunya.Dengan membawa seikat bunga yang dibeli dipinggir jalan,Ken memperkenalkan Yas sebagai rekan bisnis yang baru dimulainya,walaupun itu belum benar benar terjadi.
Ken dan Yas duduk saling berhadapan dikedua sisi makam,mereka membersihkan makam,dan menaburkan bunga dan tk lupa membacakan doa.
Hari itu Ken mengajakYas ke makam ibunya.Dengan membawa seikat bunga yang dibeli dipinggir jalan,Ken memperkenalkan Yas sebagai rekan bisnis yang baru dimulainya,walaupun itu belum benar benar terjadi.
Ken dan Yas duduk saling berhadapan dikedua sisi makam,mereka membersihkan makam,dan menaburkan bunga dan tk lupa membacakan doa.
Ken berdiri,dan tiba tiba dirinya merasa ada yang memperhatikan,ia melihat kedaerah sekitar yang tak jauh dari pemukiman warga,dan tak jauh dari sana pula Ken melihat ada dua orang yang memperhatikan mereka.
"Udah aku duga!"Gumam Ken yang langsung menghampiri Yas dan mengajaknya bangun sambil menarik tangannya.
"Ada apa?,tanya Yas yang terkejut ketika dipaksa untuk berdiri.
"Ayo ikut!"Seru Ken dengan tatapan mata memohon.
Yas tak mengataan kata kata lagi,ia hanya mengikuti kemana Ken akan membawanya.
Ken sengaja mengajak Yas berlari memasuki kawasan pemukiman warga,agar orang yang mengejar mereak tidak mudah mendapatkan mereka.
Disebuah gang barulah Ken menghentikan langkahnya untuk sekedar mengambil nafas.
"Aku sudah tidak kuat lagi Ken!"Seru Yas dengan nafas terengah engah!
"Sama!,tapi kita harus lari!"Jawab Ken yang juga kehabisan nafas.
"Mungkin kalau kau adalah Raisha,aku akan mengendongmu!,tapi.....sepertinya tidak mungkin!"Seru Ken sambil tersenyum diakhir kalimatnya.
Yas hanya memalingkan wajahnya sambil mengelap wajahnya yang penuhkeringat.
"Ayo kita pergi!"Seru Ken yang mulai menarik tangan Yas lagi.
"Lagi!"Seru Yas yang merasa lelahnya belum reda.
Ken hanya menatapnya ,denga memohon.
Tanpa berkata apa apa lagi,Yas menurti perintak Ken,mereka berlari bersamaan,menuju jalan raya,berharap segera bertemu dengan kendaraan yang akan mengentarkan mereka pulang.
Ken tersenyum lega ketika melihat bus yang akan mereaka naiki.
"Ayo!,sedikit lagi!"Seru Ken menyemangati.lalu tersenyum.
Yas balas tersenyum dan mereka menunggu bis yang datang.Setelah bus datang Ken langsung menyuruh Yas naik dan barulah ia ikut naik.
Ken dan Yas mencari tempat duduk yang kosong,dan dengan segera mereka duduk,Ken lngsung membuka jendela lebar lebar agar angin yang masuk besar,Semtara Yas hanya duduk diam disampingnya,menunggu penjelasan dari Ken.
"Ini!"Seru Yas sambil menyodorkan satu botol air mineral.
Ken menerimanya dan langsung meminum setengah dari isinya.
"Seperti buronan!"Seru Ken dengan nafas masih terengah engah.
Ken sekilas memandang kearah Yas yang terdiam dengan keringat masih mengalir diwajahnya.
"Maaf ya!"Seru Ken yang masih memandangi wajah Yas yang lelah.
"Tidak papa!"Seru Yas yang kembali meminum minumannya.
"Mereka orang yang sama !,orang orang yang mengejarku Dan Raisha!"Seru Ken buka suara.
"Sebenarnya apa masalahmu?"tanya Yas sambil menunggu jawaban Dari Ken.
Ken mendesah dan membuang muka.Dan ia kembali memandang Yas yang masih pada posisinya.
"Mereka suruhan ayahku!,ayahku menyuruhku untuk segera menikah dengan calon yang sudah disiapkan,jika aku tidak menikah dengan pilihanku!"cerita Ken dengan nada sedikit malu malu.
Yas akan tersenyum tapi ia tahan,karena ia tahu,bukan saatnya ia tertawa diatas penderitaan orang lain,bahkan untuk tersenyum.
"Tertawalah,kalau ingin tertawa,kadang aku juga tertawa sendiri kalau mengingat hal itu,aku hanya tidak habis pikir,kenapa ayahku menginginkan aku untuk segera menikah,padahal usaiku masih terlalu muda untuk membangun rumah tangga,apalagi dengan kondisiku yang masih PENGACARA pengangguran banyak acara!"Jelas Ken.
Dan setelah mendengar kata kata terakhir dari kalimat Ken,Yas baru tertawa.
"Mungkin ayahmu,punya rencana,kalau kau menikah sekarang kau akan mendapatkan warisan!,kau anak tunggal?,atau kau punya saudara?"
"Anak tunggal!,aku nak lelaki tunggal dari perusahaan Garment!"
"Hey,apakah kau tidak berfikir kalau usaha yang akan kau rintis itu satu jalur dengan usaha ayahmu?"tanya Yas mengingatkan.
"Ya,aku tahu,tapi yang aku inginkan adalah,aku ingin berdiri diatas kakiku sendiri!"Seru Ken yang memang keras kepala.
Lalu,kapan kakak akan menikah?,bukankah calonnya sudah ada?,"Tanya Ken emgalihkan pembicaraan.
"Kami sudah putus!"Seru Yas dengan nada lirih.
"Oh!,maaf!"Seru Ken menyesal.
"Jangan jangan tangisan itu,adalah tangisan putus cinta!"Tebak Ken dengan nada sedikit ditinggikan,membuat orang orang disekitar mereka memperhatikan mereka.
"Jangan keras keras!"Seru Yas mengingatkan yang merasa malu.
"Maaf!"
"Kakak orang yang baik!,aku yakin,kakak akan mendapatkan yang lebih baik.yang sesuai denag kriteria kakak!"seru Ken.
"Seperti Apa kriteriamu?"tanya Yas Dengan tatapan menunggu jawaban.
"Aku???"Tanya Ken yang merasa bingung.
"YA!"Seru Yas menunggu.
"Aku!,1.Dia harus lebih muda dariku,2.dia harus cantik dimataku!,3.menerima aku apa adanya!,jangan ada apanya!,4.pengertian,pasti!.,5.mau diajak susah dan senang bareng!"Seru Ken denagn nada bercanda.
"Kalau kakak sendiri?"Tanya Ken balik.
Yas yang mendapatkan pertanyaan itu,terlihat terkejut dan langsung membuang muka.
"Ayo dong!,jangan begitu,kita harus terbuka!"Seru Ken dengan nada menggoda.
Yas mebalikan wajahnya dan menatap Ken dengan rait wajah percaya diri.
"Sama seperti kriteriamu!,tapi ada 2 points yang bikin beda!,points 1 dan 2.Dia harus lebih tua dariku!,dan dia harus mapan!"Seru Yas mantap.
"Berarti tampang ga perlu!"Seru Ken.
"Mungkin buat perempuan seusiaku itu tidak perlu!"Seru Yas lirih.
Ken terdiam,ia merasa bersalah karena telah mengatakan hal itu.
Semoga kakak mendapatkan apa yang kakak inginkan!,dan doakan aku juga ya!"Seru Ken sambil tersenyum.
........
Yas kembli kerumah tanpa ditemani Ken,Mereka berpisah di jalan sesaat setelah mereka turun dari bus.Yas pulang kerumaH,sementara Ken entah pergi kemana.
Yas menghentikan langkahnya ketika ia melihat siapa orang yang berdiri didepan rumahnya.Dengan langkah agak ragu,Yas berjalan menghampirinya.
Sekilas,Yas melemarkan senyuman kepada seorang wanita paruh baya yang berdiri dihadapannya itu,dan begitu pula dengan wanita tua itu.
Sesaat kemudian Yas mengajaknya masuk tanpa berkata apa apa.
Yas,menyuruhnya untuk duduk,sementara Yas membuatkan minuman dengan beberapa cemilan.
"Ibu sudah lama didepan?"tanya Yas sambil mmebawakan minuman dan makanan kecil.
Tidak juga!,ibu baru saja sampai,dan belum sempat buka pintu gerbang ketika kau datang!,dari mana kau?,masig pagi sudah pulang!"Tanya Iu paruh baya yang ternyata adalah ibu tirinya.
"Mengantar teman!"Seru Yas sambil duduk didekat ibunya.
"Laki laki atau perempuan?"tanya Ibu lagi dengan pandangan menunggu.
"Emmmmm....!"
"Ibu dengar kau putus lagi dengan pacarmu yang baru?"tanya Ibu tiri Yas yang memotong jawaban Yas yang belum diucapkan Yas.
"Ya!"jawab Yas lirih.
"Apa itu tandanya kau sudah mau menerima saran ibu?"tanya Ibu itu dengan wajah yang sedikit tenang.
"Darimana ibu tahu?"Tanya Yas penasaran.
"Kendar!"Seru ibu itu dengan nada mantap.
"Kendar ember!"Seru Yas kesal dalam hati.
"Bagaimana?,kau mau dengan rencana ibu,untuk menjodohkanmu dengan teman ibu?,ibu kasihan padamu,yang harus menunggu dan menunggu sementara usia terus bertambah,lagipula biarpun ibu ini ibu tirimu,ibu juga ingin cepat cepat menimang cucu darimu!"Seru Ibu tiri Yas yang berharap penuh,Yas menerima tawarannya yang sudah diberikannya jauh jauh hari.
"Aku masih berusaha bu!"Seru Yas yang tetap menolak.
"Sampai kapan?"tanya Ibu Yas kesal.
"Tahun ini!,kalau sampai usiaku 32 belum juga mendapatkan suami,aku mau menerima orang yang ibu jodohkan denganku!"Seru Yas membuat perjanjian.
"Benar itu?,ibu tunggu janjimu!"Seru Ibu Yas sambil meminum minumannya dan kemudian mendekti puti tirinya.
"Selamat ualang tahun ya anakku!"Seru Ibu Yas sambil memeluk putrinya sayang.
"Terima Kasih bu!"Seru Yas senang.
"Ibu tidak lama lama!,ibu harus menjemput Raisha!"Seru Ibu Yas sambil meleasakan pelukannya pada putrinya.
Yas mengantarkan ibunya sampai didepan pintu gerbang.
Sementara Ken drri kamarnya memperhatikan keakraban kedua wanita itu dari kamarnya.Ken yang tahu Yas sedang menrima tamu,memilih untuk kekamarnya dengan diam diam agar tidak menimbulkan pertanyaan dan mendatangkan jawaban yang tak ingin ia katakan jika mereka bertemu.
Dengan hati hati Ken terus memperhatikan wanita tua itu pergi,sampai Yaspun kembali kedalam rumahnya.
Setelah menunggu beberapa lama,Ken akhirnya turun dengan membawa kantong yang berisi cemilan dan beberapa cup mie instant miliknya.
"Kakak!"Panggil Ken ketika ia sampai didepan pintu rumah Yas yang tertutup.
Tak ada jawaban dari Yas dan akhirnya Ken masuk kedalam rumah yang pintunya tidak terkunci.Ken menata banrang barangnya didalam kulkas,dan lemari sambil terus memanggil Yas yang tak juga mendaptkan jawaban.
"Kak Yas!,aku tahu kakak ada dirumah!,tapi aku tidak tahu dimana kakak sekarang!"Seru Ken yang sudah selesai dengan kegiatannya.
Ken mencari Yas kemanapun,,kesemua arah yang ada dirumah itu.
Ken membuka kamar milik Raisha,Yas tidak ada disana.Dan pikirannya tertuju pada kamar Yas,tapi ia ragu untuk membukanya,dan lagi pula itu tidak sopan.
"Buat apa aku mencarinya terlalu seperti ini!"Seru Ken yang melihat kamar Yas terbuka sedikit karena ada sesuatu yang mengganjal.
Dengan perlahan Ken mendekati,karena penasaran dan sampai akhirnya Ken mendengar siuara tangisan dari balik Pintu.
"Kak Yas!,Ayo kita makan!"Panggil Ken yang sudah tanggung masuk kedalam kamar dan mendengar suara tangisan yang lirih.
"Kak Yas kenapa jongkok disitu?"tanya Ken yang melihat Yas berjongkok sibalik pintu sambil menyembunyikan wajahnya.
Dengan ragu Ken mendekati Yas,dan ikut Jongkok dihadapannya sambil menutup pintu.
"Kakak menangis lagi?"tanya Ken sambil mencoba melihat wajah Yas untuk memastikan dengan mengangkat kepalanya dengan dorongan jari telunjuknya.
Yas mengangkat kepalanya,menatap Ken dan kembali menangis sambil menyembunyikan wajahnya dianatar kedua tangannya.
"Kakak butuh teman curhat?,aku bisa!,tapi kalau kakak malu padaku!,aku bisa carikan teman curhat untuk kakak!'Seru Ken yang mencoba memberikan solusi.
Ken mencari sesuatu di depannya dan ia menemukan apa yang dilihatnya.Ken mengambil hp milik Yas yang tergeletak diatas tempat tidur.
Ken mengetikan sebuah nomor dan menamaianya.
"Kalau kakak mebutuhkan teman curhat kakak bisa menghubungi nomor ini,aku sudah menyimpannya di kontak kakak dengan nama kotak suara!,Kalau kakak meneleponnya dan tidak diangkat,kakak matikan,maka dia akan menelepon kakak balik!,jangan tanya siapa dia,kakak cukup ceritakan apa yang kakak pengen ceritakan,tapi jangan berharap dia akan memberikan jawaban pada kakak!,karena dia cuma kotak suara!,yang bisa terima tapi tidak bisa bales balik,dia temen curhatiku!,mungkin dnegan bercerita kita bisa lebih lega!,ya kan?"seru Ken yang kemudian meninggalkan Yas dikamarnya.
Ken keluar dambil menutup kembali pintu kamar Yas dan pergi meningglkan rumah Yas dan kembali kekamarnya.
Tapi tiba tiba langkah Ken terhenti ketika ia melihat Kendar yang masuk kedalam halaman rumahYas dengan mendorong motornya.
"Kak Yas,kayakanya ga mau diganggu deh,mendingan jangan ganggu dia dulu!"Seru Ken yang bersikap dewasa.
Kendar menatap Ken dengan tatapan tak mengerti tapi ia juga mendengarkan kata kata Ken.Untuk tidak mengganggu kakaknya terlebuh dahulu.
.........
Kendar memilih kekamarnya,untuk bermain gitar,sementara Ken yang berada di kamar diatasnya merasa terganggu dnegan permainan gitar Kendar yang tidak bagus.
Ken bangun dari tempatnya,dan keluar dari kamarnya,dengan langkah santai ia berjalan menuruni anak tangga,dan menghampiri Kendar yang sedang sibuk dengan Gitarnya.
Ken duduk didekat Kendar dan mencoba untuk memperhtikan cara bermainnya.
"Bisakah kita jadi teman?"tanya Ken yang mengajak berdamai.
"Sejak kapan?"tanya Kendar acuh.
"Berharap sejak kau mau membantuku menggantikanku untuk membawa mobil!"seru Ken mengingatkan.
"Oh Itu .lupakan!"Seru Kendar yang masih acuh.
"Terima kasih!,mungkin aku lupa mengatakan hal itu kemarin!"
Kendar tak menjawab ia hanya melirik Ken dan menudian kembali memainkan kembali gitarnya.
"Sama sama!"Seru Kendar kemudian tanpa melihat lawan bicaranya.
"Boleh aku coba mainkan?"tanya Ken sambil mengambil gitar milik Kendar tanpa permisi.
Kendar tak menolaknya dan memberikannya begitu saja.
Ken mulai menunjukan keahliannya bermain gitar dengan menyanyikan lagu milik Anji ex vokalis drive yang berjudul 'melepasmu'
Kendar terpukau dengan permainan gitar Ken yang begitu mahir memetik senar gitar dan begitu pas nada nada lagunya.
"Bagaimana?,kau mau mencobanya?"tanya Ken sambil menyerahkan gitarnya pada pemiliknya.
Tanpa berkata apaupun Kendar menerima gitarnya dan dengan tekun ia megikuti apa yang diberikan Ken padanya.
Dan untuk pertama kalinya Kendar dan Ken akrab.
Ken mendengarkan lagu yang dimainkan oleh Kendar sambil menyanyikan lagunya sambil terus memperhatikan pintu rumah Yas.
"Kendar turun!"Teriak Yas dari bawah yang membuat semua terdiam,dan hanya mampu melihat kemarahan Yas dari balkon kamarnya.
......
Tidak ada komentar :
Posting Komentar