......
Persidanganpun terjadi dengan dua terdakwa yang duduk disana,Ken dan Yas yang menjadi terdakwa hanya duduk terdiam saling berdampingan.Semetara Kendar berlaku sebagi hakim yang bertugas untuk menanyai kebenarannya.Sementara Raisha duduk dibelakang mesin jahit.
Hujan yang hanya lewat menjadi saksi kemarahan Kendar yang hampir meledak.
Ken terus memijat kepalanya yang masih terasa pusing sementara Yas hanya hanya terdiam dengan sejuta alasan yangingin ia kataka.
"Kakak tahu jawabanny apa?,dari pertanyaan yang akan aku tanyakan?"tanya Kendar sambil terus menatap Ken kesal.
"Ini!,Ini laptop miliki!,jadikan ini sebagai uang muka,sampai aku mendapatkan uang untuk menebusnya,dan sebelumnya izinkan aku untuk tinggal sementara waktu disini!,sampai aku mendapatkan tempat tinggal disekitar sini!"seru Ken membuka tasnya dan menaruh laptop miliknya diatas meja.
"Apa itu?,kau ingin menyogoku?"tanya Kendar melihat Laptop Ken ynag berembun.
"Paling tidak sampai aku menemukan tempat tinggal disekitar sini!,karena tempat kerjaku disekitar sini!"Kata Ken berbohong.
"Lalu kenapa kau memilih rumahku?"Tanya Yas sambil menoleh menatap Ken.
Ken menatap Yas,dan memberikan kode untuk tetap diam dan biarkan dia yang bicara.
Yas tak tahu apa maksud tatapan mata Ken dan kedipan matanya tapi yang ia tahu ia harus diam dan mendengarkan.
"Aku adalah guru private!,aku mengajar tiga murid dalam waktu yang berbeda!,sementara muridku tinggal di daerah sini,sedangkan aku tinggal jauh dari sini!,jika aku pulang dan pergi dari rumahku,akan memakan banyak biaya,dan lagipula aku tak memiliki kendaraan pribadi!"Jelas Ken sambil mengelap Laptopnya dengan tangan.
"Aku pikir tasku anti air,tapi kenap bisa bocor ya!"seru Ken sambil membuka laptopnya untuk memeriksa.
Melihat hal itu membuat Raisha tertarik dan mendekati Kakak perempuannya.
"Apa aku harus percaya dengan alasan itu?"tanya Kendar yang masih tak percaya.
"Dan dari mana kau tahu kalau di sini masih ada'tempat' ?"tanya Kendar lagi.
"Untunglah tidak apa apa!"Seru Kentak menjawab pertanyaan Kendar.
"Aku melihat bentuk bangunan ini,yang lebih sesuai seperti Tempat kost!"jawab Ken kemudian.
"Baiklah aku yang punya kuasa disini!,karena ini rumahku!"Seru Yas angkat bicara dan juga berdiri dari tempat duduknya dan menyuruh Raisha duduk ditempat duduknya.
Raisha duduk ditempat bekas kakaknya dan senang memperhatikan Ken yang sedang mengecek Laptopnya.
"Kakak sudah menyetujui dia tinggal disini!,dan dia akan menempati kamar paling atas!"Seru Yas mengambil keputusan mendadak.
Walaupun tak sesuai dengan hatinya tapi hal itu ia lakukan untuk sedikit meredam amarah yang sedang melanda hati adik laki lakinya itu.
"Tapi dia laki laki,dan kakak perempuan!,bagaimana omongan tetangga nanti!"seru Kendar yang tak bisa terima keputusan kakaknya itu.
"Justru itu kakak menyuruhnya untuk tinggal di kamar paling atas!"
"Tenang aku tidak akan melakukan hal hal yang aneh!"Seru ken berjanji dan menjamin.
"Siapa yang akan menjamin dengan ucapanmu itu?"Tanya Kendar yang belum bisa percaya.
Kalau begitu surug saja kakakmu mengunci pintu sejak sore!,agar aku tidak bisa masuk!"Seru Ken yang belum mendpatkan kepercayaan.
"Kakak sudah besar!,dan kakak bisa jaga diri!,sebaiknya kalian pulang!,hujan sudah reda dan hari sudah sore!,kakak tidak mua ibu kalian menelepon kakak karena kalin pulang terlambat!"Seru Yas yang melihat jam sudah menunjukan pukul 5 sore.
"Baiklah Kami pulang!"Seru Kendar berat walaupun ia belum ingin pergi.
Kendar menarik Raisha yang sedang asyik melihat laptop milik Ken dan mengajaknya untuk pulang.
"Aku akan sering sering datang!"seru Kendar memberitahu sambil melirik Ken tak senang dan pergi.
"Itu akan lebih baik!"Seru Yas yang mengantarkan Kedua adiknya keluar rumah.
......
Selesai mengantarkan kedua adiknya pergi Yas kembali kedalam rumahnya dan menemui Ken yang sedang sibuk dengna laptopnya.
"Kak.Trima kasih yan sudah membelaku!"Seru Ken sambil berdiri menyambut kedatangan tuan rumah yang berdiri disampingnya.
"Aku membelamu karena aku tahu seperti apa sifat adiku!,apalagi kalau ia tahu sudah dibohongi!"Seru Yas sambil membuka pintu lebar lebar.
Ken terdiam dan merasa sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi.
"Kalau begitu silahkan kau pergi dan jangan pernah kembali!"Seru Yas yang sudah menyambut kepergiannya didepan pintu.
"Bagaimana denga janji kakak tadi!,bukaankah kakak sudah mengijinkanku untuk tinggal dikamar atas!"Seru Ken mengingatkan dengan wajah was was.
"Itu hanya alasan ,agar kau tidak dihajar oleh adiku!,kau tahu adiku itu ABG labil yang bertindak tanpa berfikir dahulu.
"Please kak!,ijinkan aku tinggal disini!,dan kujadikan benda ini sebagai jaminannya sampai aku mendapatkan uang cash.
"Apa laptopmu masih berfungsi dengan baik?,sepertinya dia lama hujan hujanan!"Seru Yas yan melihat kondisi Laptopnya yang berembun.
"Aku sudah mengeceknya dan sudah dah kupastikan ini baik baik saja!"Seru Ken menjamin.
"Apa benar kau adalah seorang guru private?"tanya Yas mengorek pengakuan Ken tadi.
"Soal itu!,aku sedikit berbohong!"Seru Ken sambil nyengir tanpa dosa.
"Sedikit berbohong!"Seru Yas mengulangi.
"Ya!,dulu saat aku masih kuliah,aku seorang guru private!,tapi sekarang bukan lagi!,Murid muridku sudah ikut ujian dan mereka sudah lulus ujian dan melnjutkan sekolah!"Jelas Ken menjelaskan detail tentang pekerjaannya dimasa lalu.
"Lalu sekarang?"Tanya Yas sambil duduk di bangku kerjanya.
"Aku masih menganggur!,dan berencana mencari kerja!"
"Sudah dapat?"tanya Yas lagi.
Ken mendesah kesal dan dalam hatinya mengerutu.
"Ternyata kakaknya lebih cerewet dari adiknya!"Gerutu Ken dalam hati.
"Belum!"jawab Ken yang menjawab dengan pelan dan tak melihat Wajah Orang yang ada dihadapannya.
"Lalu bagaiman kau akan membayar uang sewa disini?'
"Jadikan laptop ini sebagai jaminan dan aku akan mencari uang untuk menebusnya.
"Bagaimana dengan ATMmu?"
"Sepertinya aku belum bisa menggunakannya!"
"Kenapa?"
Ken sejenak terdiam dan sebuah ide muncul diotaknya.
"Apa pekerjaan kakak?"
Ken memperhatikan ruangan itu yang penuh dengan beberapa menekin,tumpukan bahan dan beberapa baju yang digantung didalam lemari kaca,dan mesin jahit yang ada dihadapan Yas.
"Aku tukang jahit!"seru Yas datar.
"Emmmmm....,Bagaimana untuk sementara waktu aku membantu kakak!,aku bisa membuat pola,memotong bahan,aku juga bisa menjalankan mesin jahit,obras!"Jelas Ken antusias menunjukan keahliannya dalam menjahit.
"Apa selain guru private kau juga seorang penjahit?"tanya Yas curiga.
"Bukan!,aku bukan penjahit tapi penjahat!"Seru Ken yang langsung menimbulkan tawa kecil diwajah Yas,dan Kenpun ikut tertawa.
"Bolehkah aku membayarnya dengan bekerja seperti itu dulu?"tanya Ken penuh harap.
"Baiklah!,aku tidak tahu apa yang kau katakan dan apa yang ada didalam hati dan otakmu itu sma atau tidak,tapi aku akan mencoba untuk mempercayainya,dan aku harap kau tidak memanfaatkan kepercayaanku itu!"Seru Yas yang bangkit dari tempatnya dan mengambil bahan yang akan ia mualai kerjakan.
"Baiklah,pekerjaanmu sekarang adalah memotong bahan sesuai dengan pola yang ini!"
Yas membentangkan bahan berwarna putih diatas meja kerjanya dan kemudian menaruh kertas kertas yang sudah dipotong membentuk bola.Yas menandai kain dengan kapur jahit sesuai bentuk yang ia buat di kertas,dan setelah selesai ia menyuruh Ken untuk melanjutkannya sesuai denga apa yang Yas katakan sementara Yas melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena insiden tadi.
"Semua sudah selesai digambar!"Seru Ken setelah beberapa saat.
"Sekarang kau potong!,guntungnya ada di dekat tumpukan benang!"seru Yas sambil menunjukan guntung yang ada didekat mesin obras.
Ken dengan lesu mengambil gunting itu,sesekali ia memegangi perutnya,seperti ada sesuatu yang ingin ia katakan tapi ia tahan.
Tanpa berkata apa apa Ken mulai menggunting.
"Hey tunggu!"Seru Yas yang diam diam memperhatikan pekerjaan Ken.
Yas menghampiri Ken dan melihat hasil pekerjaannya,Yas mengangguk ketika melihat hasil gambar Ken yang rapi,tapi matanya langsung melotot ketika melihat guntingan Ken yang hampir merusak penghasilannya.
"Kau salah mengguntingnya.Seharusnya kau ambil jarak kira kira 1 cm dari garis yang kau gambar,karena garis itu yang akan aku jahit!'Seru Yas menahan marah.
"Kakak!,bolehkah aku mengatakan sesuatu!"Seru Ken dengan raut wajah lelah.
"Apa?"Tanya Yas singkat.
Belum sempat Ken menjawab,tiba tiba perutnya memberi jawaban.
"Kembali senyum kecil tersungging diwajah Yas,sementara Ken hanya menunduk menahan malu.
"Kau belum makan?"tanya Yas yang tahu pertanyaan apa yang ingin Ken Ajukan.
"Ayo kita makan!"Seru Yas yang juga yang belum makan.
Ken langsung mengikuti kemana Yas pergi dan di dapur Yas membuka tudung saji yang tergeletak diatas meja dapur.
Yas mengambil dua piring dirak piring,dan menyodorkannya satu pada Ken,dan satu untuknya,Yas menarik bangu dan duduk yang kemudian mengambil nasi,sementara Ken mengikuti setelah Yas.
"Kau mau makan sambil duduk?"tanya Yas yang melihat Ken mengambil makanan tapi tidak juga duduk.
"Duduk disini?"tanya Ken.
"Iya!,aku tidak menganggapmu sebagai pembantu,jadi aku tidak akan menyuruhnu makan di lantai.Seru Yas yang kemudian melanjutkan makannya.
......
Selesai makan Yas dan Ken melanjutkan pekerjaan mereka,dan ternyata dengan kehadiran Ken yang membantunya membuat pekerjaan Yas menjadi ringan dan cepat,Ken membuktikan ucapannya,dan iapun membuktikannya.
Ken mampu mengobras,menjahit,dan hasilnyapun tidak mengecewakan walaupun terkadang Yas khawatir Ken akan melakukan kesalahan fatal pada mata pencariannya itu.
"Selain jadi guru private apa kamu juga seorang penjahit?"tanya Yas yang sedang sibuk membuat pola pad kertas karton.
"Bukan,aku guru private,ibuku yang mengajariku menjahit,Beliau seorang penjahit!"jawab Ken yang sedang memotong bahan.
"Ibumu mengajarimu secara khusus?"
"Bukan,Aku belajar jagit,karena dulu setiap aku bermain,bajuku selalu robek,dan ibuku tak ada waktu jika hanya untuk menjahitkan bajuku ynag hanya bobek beberapa cm,jadi beliau mengajariku,agar aku bisa menjahit sendiri kalau ibuku sedang tidak ada!"Jelas Ken yang terlihat sedih menceritakana Kisahnya.
"Apa selalu bajumu robek tiap bermain?"tanya Yas lagi.
"Aku bermain ,mainan laki laki!"
Yas mengerutkan kening dan berfikir.
"Aku serung berkelahi!"
" Oh!"seru Yas singkat.
" Ibu atau ayangmu tak melarangmu?"
"Yang mereka tahu bajuku robek karena aku seorang murid yang berlatih karate!"
"Tapikan ada baju khusus!"
"Aku memiliki alasan khusus untuk mengatakan kenapa bukan baju karateku yang sobek!"seru Ken sambil duduk diatas meja.
"Lalu bagaimana denagn kakak,kenapa mereka tak tinggal disini bersama kakak?"tanya Ken yang ingin tahu tentang Orang yang duduk dihadapannya.
"Ceritanya panjang,kau akan bosan mendengarnya!"Seru Yas yang enggan menceritakan kisah pribadinya.
"Kan bisa dipersingkat!,Apa gunannya sinopsis,jika tidak bisa mempersingkat ceritanya yang banyaknya 100 halaman!".
Yas menarik nafas dan meninggalkan pekerjaannya dan duduk dibangku dekat meja yang diduduku Ken.
"Mereka tinggal bersama dengan ibu mereka!"Jawab Yas yang benar benar singkat.
"Lalu kakak!,kenapa tinggal sendiri?,kakak tidak punya teman!,kakak sudah bersuami??"tanya Ken hati hati.
Yas tak menjawab,ia hanya bangkit dari tempat duduknya dan membukakan pintu untuk Ken.
"Sudah malam!,sebaiknya kau kembali kekamarmu dan tidur.!"seru Yas yang sudah membuka lebar pintu rumahnya.
Ken tak bertanya apa apa lagi,ia segera pergi dan baru beberapa langkahmeninggalkan pintu rumah Yas,ken kembali berbalik,sementara Yas sudah bersiap siap untuk menutup pntunya.
"Kak!,ada satu hal lagi yang ingin aku tanyakan pada kakak!"Seru Ken dengan suara agak keras dan melangkah mendekati Yas.
"Apa?" tanya Yas singkat.
"Dari kemarin aku sudah menyusahkan kakak dan sampai sekarang aku belum tahu siapa nama kakak!"Seru Ken.
"Namaku ada di plang nama didepan Gerbang rumah ini!"seru Yas memberi teka teki sambil menutup pintunya.
Ken tak langsung kembali kekamarnya ia segera berlari ke Gerbang rumah yang jadi tempat tinggalnya.ia mencoba untuk membaca plang nama yang kini ada diatasnya.tapi tak terlalu jelas.Dan akhirnya Ken melompati pagar rumah dan barulah ia biasa membaca keseluruhan tulisan yang ada di plang nama itu.
'TAILOR JASMINE'
"Oh namanya Jasmine!"Seru Ken yang berdiri sejenak dibawah plang nama itu.
"Aku tidak bisa pulang untuk saat ini!,aku harus bersembunyi dulu disini!"Gumam Ken yang kembali menatap plang nama itu.
Setelah beberapa lama barulah ia melompat melewati pagar dan kembali kekamarnya.
......
Tidak ada komentar :
Posting Komentar