.......
Kendar memacu kendaraannya sampai disebuah tikungan dia menghentikannya dengan sangat cepat,remnnya yang pakem membuatnya percaya diri untuk melajukan motornya dan menghentikannya secara tiba tiba.
Kendar tidak turun dari motornya dia hanya mengeluarkan HPnya dan memotret beberapa pemandanagn yang ia lihat didepannya dan dan beberapa obyek yang berupa orang sedang berdiri ditepi jalan.
Kendar menegecek hasil fotonya dan sesaat raut wajahnya berubah seperti terkejut tapi ia tak melakukan apa apa,ia hanya kembali mencari obyek tersebut dan kembali memotretnya.
Kendar tersenyum licik dan kemudian mengirimkan foro foto itu pada sebuah nomor sambil mengetik beberapa pesan,dan foto itu terkirim.
"Kita tunggu balasannya!"Seru Kendar yang kembali memoto pemandangan yang ada di hadapannya.
Beberapa saat kemudian Kendar menancapakan gas motornya lagi dan pergi setelah mendapatkan balasan sms itu.
........
Ken memenuhi janjinya.Di hari minggu pagi ia sudah menyibukan diri dengan menggunakan ojek yang palin dekat Ken mendatangi temnanya yang rumahnya cukup juah dari tempat tinggalnya sekarang.
Entah apa yang ia bicarakan dengan temnanya,tapi ia berhasil memenghadirkan mobil minibus kedepan rumah Yas.Yas yang hanya mengikuti perintah untuk menunggunya datang terheran heran karena Ken datang dengan mengendarai mobil yang entah milik siapa.
Ken menggunakan baju barunya yang ia buat dengan sisa bahan yang ada,dan hal itu baru diberi tahu Yas,karena ia sempat lupa dengan miliknya itu.
Yas dan Raisha sudah bersiap siap untuk pergi,tinggal menunggu Kendar yang belum juga muncul batang hidungnya.
"Sebaiknya kita beangkat sekarang!,sebelum jalanan macet!"Teriak Ken yang duduk dibelakang kemudi. sambil terus memperhatiakn baju yang ia pakai ia melihatnya dari spion monil.
"Kita tunggu sebentar lagi!"Seru Yas yang belum masuk kedalam mobil bersama dengan Raisha.
Mereka masih sabar menunggu kedatangan Kendar yang tak juga datang.
"Anak itu!,selalu membuat emosi,dan darahku naik!"seru Ken sambil memainkan klakson mobilnya.
Beberapa saat kemudian Kendar datang dengan tas motornya ia sengaja parkir disamping mobil yang dibawa Ken.
"Kau mencuri mobil di mana?"tanya Kendar dengan nada mengejek sambil menaikan tangannya diatas pintu mobil yang terbuka pintunya.
"Kau tak perlu tahu darimana aku mendapatkan mobil ini,yang perlu kau tahu!,kita sudah terlambat!"Seru Ken yang sudah memanaskan mesin sejak tadi.
"Seharusnya kalian jalan saja dulu!,aku bisa menyusul dengan motor!"Seru Kendar yang juga menggas motornya.
Yas dan Raisha sudah duduk dibelakang tinggal Menunggu Ken menjalankan mobilnya.
Ken terdiam,ia meliahat Kendar belum menjalankan motornya dan ia menoleh kebelakang,melihat Yas dan Raisha sedang duduk santai sambil bercanda.
"Hey!,kalian kira aku ini supir kalian!"Seru Ken dengan nada sedikit kesal.
Kesal karena Kendar,dan kesal karena Yas dan Raisha duduk dibelakang.
"Bukankah Kendar akan naik dengan kita?"tanya Yas yang polos.
"Tanya adikmu sendiri!"Seru Ken ketus yang sudah kesal dari tadi.
"Aku sama kakak ya!"Seru Raisha yang sudah berpesan.
"Kendar!,mau ikut mobil atau bawa motor sendiri?"tanya Yas dengan nada tenang.
"Aku bawa motor!"Seru Kendar. yang sudah siap untuk jalan.
"Kalau begitu Kak yas yang duduk didepan menemaniku!."Seru Ken.
Kendar menoleh pada Ken,dan dari dalam Helmnya matanya meloto.Ia memberikan kode pada Ken untuk menunggu.
"Kalau begitu,aku saja yang menemanimu didepan!"Seru Kendar yang berniat memasukan motornya kedalam rumah.
"Hahhhhh......,Lama lagi!"Keluh Ken yang tampak sudah kesal menahan amarah.
"Maaf ya!"Seru Yas yang membuatnya mencoba untuk menenangkan diri.
Tak berapa lama kemudian Mobil melaju meninggalkan Halaman rumah Yas dengan formasi Ken dan Kendar duduk didepan,sementara Yas dan Raisha duduk dibelakang
"Kita seperti pasangan!"seru Ken dengan nada menyindir sambil memperhatiak Yas yang duduk dibelakang bersama Raisha yang Sedang tiduran dipangkuan Yas.
"Pasanagn apa?"Tanya Kendar yang mengerti nada bicara Ken.
"Pasanagn homo!,Kau dan aku duduk didepan,dan mereka dibelakang!"jelas Ken
"Kalau begitu aku yang bawa mobil!,kau dan Raisha dibelakang!,biarkan kak Yas yang didepan!"Seru Kendar.
"Memangnya kau bisa bawa mobil?,"tanya Ken sambil melirik orang yang ada di sampingnya.
"Bisa!,kalau tidak bisa kenapa aku menawarkan diri!"Seru Kendar menjelaskan.
"Apa kau punya SIM?"lanjut Kendar bertanya.
"Tentu saja ,aku punya kalau tidak untuk apa aku bawa mobil!"Balas Ken.
Dibelakang Yas hanya menggeleng gelengkan kepalanya,mendengarkan ocehan pria dewasa,dengan ABG yang sedang berdebat,dengan seolah olah tak menghiraukan perbuatan mereka.
........
Setelah menghabiskan beberapa waktu,dan bertemu beberapakali kemacetan akhirnya mereka smapai ketempat tujuan yaitu pantai.Yas,Kendar,dan Raisha sengaja Ken turunkan di tepi jalan untuk Mencari tempat untuk menggelar tikar,sementara ia mencari tempat parkir.
Ken mengikuti kendaraan yang lain mengantri memasuki area parkir,Laju mobilnya beberapa kali terhenti karena antrian panjang untuk masuk kearea parkir.
Sambil bersenandung Ken mencoba untuk menghibur diri,sampai akhirnya matanya tertuju pada satu mobil dengan nomor polisi yang ia kenal.
"Sial!"Seru Ken yang tiba tiba merasa kesal.Ingin rasanya ia memutar balik dan meninggalkan tempat iti,tapi tak ada celah untuk melakukannya,dan dengan terpaksa,Ken mengikuti antrian ,dan tiba tiba ia menggunakan kacamata hitam yang lebar untuk menutupi wajahnya.
Ditepi pantai Yas Dan Kendar sudah menemukan tempat untuk menggelat tikar,tinggal menunggu Ken untuk menemukannya.
"Semoga saja dia tak menemukan kita!'Gumam Kendar lirih.
Yas membalikan badan dan melihat kearah Kendar,ia mendangarnya dan menegur Adiknya.
"Kenapa kau benci sekali pada dia?"Tanya Yas sambil terus memperhatikan adiknya untuk menjawab.
"Karena dia tinggal bersama kakak!'Seru Kendar mengutarakan ketidak sukaannya.
"Apa salahnya!,dia bekerja pada kakak!,dia membayar uang sewa kamar!,kalau marah seharusnya kakak yang marah,karena kakak pemilik rumah itu!"Seru Yas menasehati.
"Aku kesal karena dia laki laki!,bagaimana mungkin seorang perempuan membiarkan seorang laki laki tinggal satu atap dengannya tanpa ada status!"Seru Kendar mengingatkan.
"Kita tinggal tidak satu atap!,dan status kita berdua adalah karyawan dan bos!"Seru Yas membela
"Atau kau mau tinggal dirumah kakak?,tapi resiko harus kamu tanggung sendiri,bangun pagi,pulang kerumah,antar Raisha sekolah!,dan uang bensin kau yang tanggung!"Seru Yas memberikan pilihan yang'sulit'.
"Sepeetinya itu ide yang bagus!"Seru Ken yang ternyata mendengarkan pembicaraan kakak beradik itu.
"WOW!,kakak keren!"Puji Raisha yang melihat Ken datang dengan menggunakan kacamata hitam ala polisi.
Yas melihat sekilas dan kembali pada pandangannya yang semula.
"Ayo kita makn dulu!"seru Yas yang mengajak adiknya untuk duduk.
Ken yang tidak disuruh duduk disebelah Yas,sementara Kendar hanya menghela nafas kesal sambil duduk di samping Raisha yang duduk disamping Yas.
"Baju yang aneh!"Seru Kendar yang mencela baju Ken yang terbuat dari bahan bahan sisa kain.
Yas langsung memberi kode Ken untuk tak menanggapai uacapan adiknya dan Kenpun menurut.
'"Raisha!,apa kakak keren dengan gaya seperti ini?"Tanya Ken pada salah satu wanita yang ada diantara mereka.
"Tentu!"Jawab Raisha dengan senyum yang sama dimiliki Yas,tapi yas jarang memperlihatkannya.
Selesai makan Ken mengajak Raisha bermain dipantai,sementara Yas memilih untuk tetap duduk di tikar ditemani oleh Kendar.
Meraka berdua sama sama memperhatikan pantai yang masih surut.
"Apa kita tidak terlalu pagi datang kesini?"tanya Kendar.
"Agar kita tidak ketemu macet!"Itu alsannya,kalau kau ingin tahu,tapi kalau untuk mencari kesalahan Ken,kakak tidak akan jawab!"seru Yas yang sudah tak ingi n berdebad lagi soal Ken.
Kendar menghela nafas,dan mengeluarkan nya melalui mulut.
"Pemandangannya indah!,coba punya kamera pasti bagus kalau difoto!" seru Kendar mengganti topik membicaraan.
Tak ada respon dari Yas,dan kembali ia terdiam.
"Apa kakak masih berhubungan denga ornag yang bernama Tommy itu?"Tanya Kendar yang tak betah terus seperti itu.
Yas tak langsung menjawab,ia hanya melirik Adiknya penuh tanda tanya.
"Ada apa,tumben kau menanyakannya?"tanya Yas kemudian.
"Hanya bertanya saja!,sepertinya tadi aku melihat orang seperti dia!"
"Dimana?"tanya Yas ingin tahu.
"Di dekat tempat kerjanya!"Jawb Kendar sambil tersenyum.
"Berapa tabunagnmu?,apa masih jauh untuk membeli kamera DSLR???"tanya Yas mengalihkan pembicaraan.
"Masih sangat jauh,tentunya!"Jawab Kendar yang kembali tersenyum.
" Jual motormu!"Maka kau akan mendapatkan kamera itu!"Seru Yas sambil tersenyum licik dan pergi meninggalkan Kendar.
Sementara Yas dan Kendar bermain pasir dan air di pantai,ditempatnya,Ken dan Raisha sedang menikmati pemandangan dengan menaikai ayunan yang tersedia disana.Mereka mengobrol,tentang banyak hal,dan walaupun usia Raisha masih 13 tahun tapi ia bisa mengobrol dengan Ken seperti orang dewasa.
"Lihat kakak kakakmu,seperti anak kecil!"Seru Ken yang tak melepaskan kacamatanya.
"Ya!"jawab Raisha singkat dan mengencangkan ayuanannya.
"Raisha kau tahu ketika kau tersenyum,senyumu seperti senyum Kaka Yas,tapi kak Yas jarang menunjukannya!"Seru ken mengubah topik pembicaraan.
"Dan wajagku satu tipe dengan wajah kak Kendar!"Lanjut Raisha.
"Ya!"Jawab Ken.
"Kak Kendar dan kak Yas bukan saudara kandung!"Seru Raisha.
Ken terdiam dan merasa pembicaraannya denga gadis berusia 13 tahun itu menjadi menarik.
"Apa maksudmu?"Tanya Ken mencoba mengorek informasi.
"Ya,mereka tidak mempunyai hubungan darah,hanya aku yang memiliki hubungan darah dengan mereka berdua!"
"Ini,membingungkan!"Gumam Ken yang berharap Raisha mau menjelaskannya padanya.
"Aku juga bingung,tapi jika nanti aku sudah dewasa mungkin aku akan mengetahuinya!".
Ken terdiam dan tersenyum simpul,ia mentertawakan dirinya sendiri yang mempercayai uacapan bocah usia 13 tahun.
"Apa malam itu kakak memakan nasi maskanku?"tanya Raisha yang menghentikan laju ayunannya.
"Ya!,tentu saja.bukankah kakak sudah memintamu untuk memasakannya untuk kakak!,tentu saja kakak memakannya!"
"Tapi itu kan masih mentah!"Seru Raisha sambil menyerengit.
"Kakak lapar!,jadi mentah ataupun matang kakak tidak peduli,yang penting itu sudah dimasak!"
"Raisha!,kapan kakakmu terlihat cantik?"
Pertanyaan itu membuat Raisha terlihat cemburu dan menatapnya cukup lama.
"Eh,jangan salah paham,kakak hanya bertanya,karena malam itu kakak melihat kakakmu begitu berbeda."
"Seperti apa?"tanya Raisha
"Seperti Apa ya!"seru Ken sambil menerawang menatap langit.
"Kak Yas itu terlihat cantik kalau rambutnya terusai!,menggunakan rok,bibirnya merah.Pokoknya kak Yas terlihat sanagt cantik kalau ada acara tertentu,dan itu jarang!,kak Yas jarang dandan!'Seru Raisha.
"YA!"Seru Kenmembenarkan.
"Selama kakak dirumah kakakmu,baru satu kali kakak melihatnya lebih cantik!"
"Kapan?"
"Saat dia akan pergi!"
"Kak Yas sudah punya pacar?"tanya Raisha.
"Mungkin!"jawab Ken ragu sambil mengangguk.
"Memangnya berapa usia kakakmu?"tanya Ken penasaran.
"Mungkin 30 tahun!"
"Terlalu tua untuk wanita lajang!"gumam Ken dalam hati.
"Kenapa?"tanya Raisha yang melihat kediaman Ken.
"Raisha bagaiman kalau kita buat tatoo!"Tanya Ken yang melihat stand pembuatan tatoo semi permanen.
"Aku kan masih anak sekolah!"
"Itu akan hilang,tidak akan selamanya!"seru Ken menjelaskan sambil turun dari ayaunannya.
Dan merekapun berjalan mendatangi stand pembuatan tatoo tersebut.
"Kakak mau gambar apa?"tanya Raisha dalam perjalanan.
"Gambar wajah kakakmu!"seru Ken dengan nada bercanda.
"Aku akan gambar wajah kakak saja!"seru Raisha mengutarakan pilihannya.
"Kalau begitu,kakak juga akan menggambar wajahmu di punggung kakak!"seru Ken mengganti pilihannya.
......
Yas dan Kendar mencari mereka berdua yang tak menepati janji,ketika mereka bedua berpencar untuk mencari,Ken dan Raisha sedang bersenang senang dengan permen kapas mereka sambil menikmati ayunan.
Ken tiba tiba menghentikan laju ayunannya ketika ia melihat ada dua orang yang sepertinya memperhatikan mereka berdua sejak tadi.
"Raisha,sebaiknya kita kembali,sepertinya kita sudah terlalu lama pergi!"seru Ken yang bangkit dari tempat duduknya.
"Kakak!,Ada apa?"Tanya Raisha yang melihat gelagat Ken aneh.
"Ayo kita pergi!"Seru Ken yang langsung mengandeng tanagn Raisha dan Mengajaknya berlari.
"Kakak!,Aku lelah!"seru Raisha yang sudah ngos ngosan.
Ken tak menghiraukan Ucapan Raisha ia terus berlari mencari tempat untuk bersembunya yang sepertinya tidak ada.
Tiba tiba Raisha melapaskan genggaman tangan Ken dan memilih untuk berhenti.
"Raisha!,apa yang kau lakukan!,ayo!"Teriak Ken yang sudah berlari beberapa langkah.
Raisha menggeleng,dan Ken mencoba untuk menghampiri,tapi orang yang mengejarnya sudah melihat mereka.
Ken bingung anatara dua pilihan ,lari meninggalkan Raisha,atau menemui Raisha dan mungkin akan tertangkap.
Ken kembali menemui Raisha,dan menyuruhnya untuk naik keatas tubuhnya,karena ia berniat untuk menggendongnya.Sesaat Riasha terdiam,tapi ken meneriakinya dan akhirnya ia menuruti perintah Ken.
Ken berlari menghindar sambil menggendong Raisha.
Ia mencoba mencari tempat agar ia bisa bersembunyi,tapi sepertinya sanat sulit,karena kini mereka berada di tengah lapang yang penuh dengan manusia.
Langkah Ken terhenti,sepertinya ia sudah tak kuat lagi intuk berlari,dengan beban yang ada dipundaknya.
"Ini bukan hanya sekedar perumpamaan!,tapi ini kenyataan!"seru Ken dalam hati dengan nafas yang hampir habis.
Ken memperhatikan daerah sekitarnya dan mencari tempat untu bersembunyi walau hanya beberapa saat.Dan ia melihat telepon umum.
"Raisha,kau punya nomor telepon kakakmu?"tanya Ken dengan nafas terengah engah.
"Aku mengingatnya!"Seru Raisha yang nyaman diatas Ken.
Ken tersenyum dan kemudian ia berlari menuju telepon umum yang ada disebrang jalan.
Samapinya si sebrang jalan ken mencari koin didalam knatong celananyanya dan kemudian memasuakn beberapa.
"Ayo telepon dia!"Seru Ken sambil mengembil gagang telepon dan menyerahkannya pada Raisha yang masih berada diatas punggungnya.
Ken membungkukan badan dan membiarkan Raisha menekan nomor telepon yang diingatnya.
"Halo!,Kak Yasmine!"Seru Raisha.
Ken langsung merbut teleponnya dan dengan nafas terengahnya ia mualai bicara!"
"Raisha!,kamu dimana?"tanya Yas yang terdengar sangat panik.
"Yas!"panggil Ken yang sudah tak menggunakan sebutan kakak lagi.
"Dengarkan aku!"seru Ken dengan nafas terengah yang makin membuat Yas panik.
"Dimana kalian!"tanya Yas yang benar benar panik.
"Jangan macam macam dengan adiku!"teriak seseorang yang pasti itu adalah Kendar.
"Kendar!,jangan emosi!"Seru Yas menenangkan dari sebrang sana."Kalian dimana?"tanya Yas lagi.
"Berikan Teleponnya pada Kendar!"Pinta Ken yang sudah mulai tenang.
"Apa!,Apa yang alan kau katakan!"Tanya kendar penuh emosi.
"Kendar!,bisakah kita kerja sama saat ini!"pinta Ken sambil tertawa.dan nafas tertahan.
"Ada apa?"tanya Kendar yang mencoba mengatur nada bicaranya.
Ken tak langsung menjawab,ia melihat lihat dimana sekarang.
"Kau tahu pintu masuk parkir?"tanya Ken.
"Ya!."jawab Kendar singkat.
"Bereskan barang barang kalian dan temuai kami di telepon umum dekat pintu masuk parkiran!"seru Ken yang langsung menutup teleponnya.
Selesai menutup teleopn,Ken menurunkan Raisha dan menyuruhnya untuk tetap diam dan menjadi anak yang baik.
"Darimana kau medapatkan ide untuk mengingat nomor telepon daripada menyimpannya?"tanya Ken yang sudah bisa mengatur nafasnya.
"Kak,Yas selalu menyuruhku untuk mengingatnya,agar aku bisa menghubungunya kapan saja!"Jawab Raisha polos.
Ken tersenyum danmembelai rambut Raisha.
"Kak!,apa kakak tidak haus?"Tanya Raisha yang sepertinya haus.
"Haus!,tapi nanti ya!,tunggu kakakmu!"Seru Ken yang matanya terus mencari dan waspada.
"Apa yang kalian lakukan?"tanya Yas dengan penuh emosi.ketika mereka berhasil menemukan Ken dan Raisha.
"Apa yang harus aku lakuakan?"tanya Kendar yang bersikap dewasa.
Ken hanya memandangnya sekilas dan lalu mengeluarkan tiket Parkir dan menyerahkan kunci mobil padanya.
"Kau ambil mobilnya dan aku akan menunggu kalian disini!"Seru Ken yang menyuruh Mereka bertiga untuk pergi.
Kendar mengikuti apa yang dikatakan Ken,tapi Yas tak menghiraukannya,ia tak beranjak dari tempatnya.ia tak beranjak mengikuti Perintah Ken.
"Apa yang kalian tunggu!,ayo pergi!"seru Ken sambil mengibas ngibaskan tangannya,menyuruh mereka untuk pergi.
"Kami tetap disini!,bersamamu!"seru Yas yang terus menjaga Raisha tetap berada dilingkaran tanagnnya.
Ken dan Yas menuju tempat dimana Kendar bisa menemukan mereka denagn mudah dan selama itu Yas tak bertanya apapun,yang ia tahu,baju Ken basah,basah seperti terkena hujan.
Sesaat berlalu,dan Kendar menjemput mereka denag mobil yang dibawanya.Dengan cepat Ken membuka pintu belakang,sementara Yas memasukan Raisha untuk duduk didepan menemani kakaknya mengemudi.Sementara Yas menemani Ken dibelakang.
"Kakak!,aku haus!"Seru Raisha yang sudah menahan haus sejak tadi.
"Ya!"Seru Yas yang melihat Ken langsung tergeletak tak berdaya disampingnya.
Kendar kangsung memanggil penjual asongan dan membeli beberapa gelas air mineral karena tak ada yang dalam bentuk botol.
"Kalian mengikuti lomba lari marathon?"Tanaya Kendar membuka obrolan.
Ken tak menjawab,ia hanya terdenyum lalu langsung meneguk airnya yang kedua dalam sekali tegukan.
"Ken sebaiknya kau lepas bajumu!"Seru Yas yang begitu kahawatir.Tersirat dari raut wajahnya.
Kendar Membesarkan bola matanya sambil melihat melalui spion dalam.Sementara Ken hanya menurut.
"Tapi aku tidak membawa baju ganti!"Seru Ken yang hanya menggunakan dalaman saja.
"Kendar!,Pinjam Jaketmu!"Seru Yas tegas.
Kendar berniat menolak,tapi ia mencoba untu bersikap dewasa,Kendar menepikan Mobilnya dan kemudian melepaskan jaketnya dan lalu memberikannya pada Ken.
"Sebaiknya dalamanmu juga dibuka!,jangan sampai jaketku bau karena keringatmu!"Seru Kendar mengingatkan sambil memperhatikan dari kaca spion.
Kembali Ken hanya tersenyum dan tanpa ragu ia membuka kalos dalamannya di depan Yas,sementara Yas mencoba mengalihkan pandangannya.
"Ken!,Kau tahu jalan pulang kan?"tanya Ken pada kendar dengan nada sedikit mengejek.
"Tentu saja!,Aku biasa lewat sini!jawab Kendar percaya diri .
"Kalau kau tak tahu,kau bisa tanyakan pada polisi lalu lintas!,karena aku ingin istirahat sebentar!"Seru Ken yang hendak pindah kebangku belakang.
Ken membiarakan orang orang yang ada didekatnya bertanya tanya,dan ia menembak Raishalah yang akan menjadi tempat untuk bertanya.Walau itu tak pasti,dan entah apa yang dikatakan Raisha tapi Ken bisa sedikit jelas mendengarnya.
Kendar tidak turun dari motornya dia hanya mengeluarkan HPnya dan memotret beberapa pemandanagn yang ia lihat didepannya dan dan beberapa obyek yang berupa orang sedang berdiri ditepi jalan.
Kendar menegecek hasil fotonya dan sesaat raut wajahnya berubah seperti terkejut tapi ia tak melakukan apa apa,ia hanya kembali mencari obyek tersebut dan kembali memotretnya.
Kendar tersenyum licik dan kemudian mengirimkan foro foto itu pada sebuah nomor sambil mengetik beberapa pesan,dan foto itu terkirim.
"Kita tunggu balasannya!"Seru Kendar yang kembali memoto pemandangan yang ada di hadapannya.
Beberapa saat kemudian Kendar menancapakan gas motornya lagi dan pergi setelah mendapatkan balasan sms itu.
........
Ken memenuhi janjinya.Di hari minggu pagi ia sudah menyibukan diri dengan menggunakan ojek yang palin dekat Ken mendatangi temnanya yang rumahnya cukup juah dari tempat tinggalnya sekarang.
Entah apa yang ia bicarakan dengan temnanya,tapi ia berhasil memenghadirkan mobil minibus kedepan rumah Yas.Yas yang hanya mengikuti perintah untuk menunggunya datang terheran heran karena Ken datang dengan mengendarai mobil yang entah milik siapa.
Ken menggunakan baju barunya yang ia buat dengan sisa bahan yang ada,dan hal itu baru diberi tahu Yas,karena ia sempat lupa dengan miliknya itu.
Yas dan Raisha sudah bersiap siap untuk pergi,tinggal menunggu Kendar yang belum juga muncul batang hidungnya.
"Sebaiknya kita beangkat sekarang!,sebelum jalanan macet!"Teriak Ken yang duduk dibelakang kemudi. sambil terus memperhatiakn baju yang ia pakai ia melihatnya dari spion monil.
"Kita tunggu sebentar lagi!"Seru Yas yang belum masuk kedalam mobil bersama dengan Raisha.
Mereka masih sabar menunggu kedatangan Kendar yang tak juga datang.
"Anak itu!,selalu membuat emosi,dan darahku naik!"seru Ken sambil memainkan klakson mobilnya.
Beberapa saat kemudian Kendar datang dengan tas motornya ia sengaja parkir disamping mobil yang dibawa Ken.
"Kau mencuri mobil di mana?"tanya Kendar dengan nada mengejek sambil menaikan tangannya diatas pintu mobil yang terbuka pintunya.
"Kau tak perlu tahu darimana aku mendapatkan mobil ini,yang perlu kau tahu!,kita sudah terlambat!"Seru Ken yang sudah memanaskan mesin sejak tadi.
"Seharusnya kalian jalan saja dulu!,aku bisa menyusul dengan motor!"Seru Kendar yang juga menggas motornya.
Yas dan Raisha sudah duduk dibelakang tinggal Menunggu Ken menjalankan mobilnya.
Ken terdiam,ia meliahat Kendar belum menjalankan motornya dan ia menoleh kebelakang,melihat Yas dan Raisha sedang duduk santai sambil bercanda.
"Hey!,kalian kira aku ini supir kalian!"Seru Ken dengan nada sedikit kesal.
Kesal karena Kendar,dan kesal karena Yas dan Raisha duduk dibelakang.
"Bukankah Kendar akan naik dengan kita?"tanya Yas yang polos.
"Tanya adikmu sendiri!"Seru Ken ketus yang sudah kesal dari tadi.
"Aku sama kakak ya!"Seru Raisha yang sudah berpesan.
"Kendar!,mau ikut mobil atau bawa motor sendiri?"tanya Yas dengan nada tenang.
"Aku bawa motor!"Seru Kendar. yang sudah siap untuk jalan.
"Kalau begitu Kak yas yang duduk didepan menemaniku!."Seru Ken.
Kendar menoleh pada Ken,dan dari dalam Helmnya matanya meloto.Ia memberikan kode pada Ken untuk menunggu.
"Kalau begitu,aku saja yang menemanimu didepan!"Seru Kendar yang berniat memasukan motornya kedalam rumah.
"Hahhhhh......,Lama lagi!"Keluh Ken yang tampak sudah kesal menahan amarah.
"Maaf ya!"Seru Yas yang membuatnya mencoba untuk menenangkan diri.
Tak berapa lama kemudian Mobil melaju meninggalkan Halaman rumah Yas dengan formasi Ken dan Kendar duduk didepan,sementara Yas dan Raisha duduk dibelakang
"Kita seperti pasangan!"seru Ken dengan nada menyindir sambil memperhatiak Yas yang duduk dibelakang bersama Raisha yang Sedang tiduran dipangkuan Yas.
"Pasanagn apa?"Tanya Kendar yang mengerti nada bicara Ken.
"Pasanagn homo!,Kau dan aku duduk didepan,dan mereka dibelakang!"jelas Ken
"Kalau begitu aku yang bawa mobil!,kau dan Raisha dibelakang!,biarkan kak Yas yang didepan!"Seru Kendar.
"Memangnya kau bisa bawa mobil?,"tanya Ken sambil melirik orang yang ada di sampingnya.
"Bisa!,kalau tidak bisa kenapa aku menawarkan diri!"Seru Kendar menjelaskan.
"Apa kau punya SIM?"lanjut Kendar bertanya.
"Tentu saja ,aku punya kalau tidak untuk apa aku bawa mobil!"Balas Ken.
Dibelakang Yas hanya menggeleng gelengkan kepalanya,mendengarkan ocehan pria dewasa,dengan ABG yang sedang berdebat,dengan seolah olah tak menghiraukan perbuatan mereka.
........
Setelah menghabiskan beberapa waktu,dan bertemu beberapakali kemacetan akhirnya mereka smapai ketempat tujuan yaitu pantai.Yas,Kendar,dan Raisha sengaja Ken turunkan di tepi jalan untuk Mencari tempat untuk menggelar tikar,sementara ia mencari tempat parkir.
Ken mengikuti kendaraan yang lain mengantri memasuki area parkir,Laju mobilnya beberapa kali terhenti karena antrian panjang untuk masuk kearea parkir.
Sambil bersenandung Ken mencoba untuk menghibur diri,sampai akhirnya matanya tertuju pada satu mobil dengan nomor polisi yang ia kenal.
"Sial!"Seru Ken yang tiba tiba merasa kesal.Ingin rasanya ia memutar balik dan meninggalkan tempat iti,tapi tak ada celah untuk melakukannya,dan dengan terpaksa,Ken mengikuti antrian ,dan tiba tiba ia menggunakan kacamata hitam yang lebar untuk menutupi wajahnya.
Ditepi pantai Yas Dan Kendar sudah menemukan tempat untuk menggelat tikar,tinggal menunggu Ken untuk menemukannya.
"Semoga saja dia tak menemukan kita!'Gumam Kendar lirih.
Yas membalikan badan dan melihat kearah Kendar,ia mendangarnya dan menegur Adiknya.
"Kenapa kau benci sekali pada dia?"Tanya Yas sambil terus memperhatikan adiknya untuk menjawab.
"Karena dia tinggal bersama kakak!'Seru Kendar mengutarakan ketidak sukaannya.
"Apa salahnya!,dia bekerja pada kakak!,dia membayar uang sewa kamar!,kalau marah seharusnya kakak yang marah,karena kakak pemilik rumah itu!"Seru Yas menasehati.
"Aku kesal karena dia laki laki!,bagaimana mungkin seorang perempuan membiarkan seorang laki laki tinggal satu atap dengannya tanpa ada status!"Seru Kendar mengingatkan.
"Kita tinggal tidak satu atap!,dan status kita berdua adalah karyawan dan bos!"Seru Yas membela
"Atau kau mau tinggal dirumah kakak?,tapi resiko harus kamu tanggung sendiri,bangun pagi,pulang kerumah,antar Raisha sekolah!,dan uang bensin kau yang tanggung!"Seru Yas memberikan pilihan yang'sulit'.
"Sepeetinya itu ide yang bagus!"Seru Ken yang ternyata mendengarkan pembicaraan kakak beradik itu.
"WOW!,kakak keren!"Puji Raisha yang melihat Ken datang dengan menggunakan kacamata hitam ala polisi.
Yas melihat sekilas dan kembali pada pandangannya yang semula.
"Ayo kita makn dulu!"seru Yas yang mengajak adiknya untuk duduk.
Ken yang tidak disuruh duduk disebelah Yas,sementara Kendar hanya menghela nafas kesal sambil duduk di samping Raisha yang duduk disamping Yas.
"Baju yang aneh!"Seru Kendar yang mencela baju Ken yang terbuat dari bahan bahan sisa kain.
Yas langsung memberi kode Ken untuk tak menanggapai uacapan adiknya dan Kenpun menurut.
'"Raisha!,apa kakak keren dengan gaya seperti ini?"Tanya Ken pada salah satu wanita yang ada diantara mereka.
"Tentu!"Jawab Raisha dengan senyum yang sama dimiliki Yas,tapi yas jarang memperlihatkannya.
Selesai makan Ken mengajak Raisha bermain dipantai,sementara Yas memilih untuk tetap duduk di tikar ditemani oleh Kendar.
Meraka berdua sama sama memperhatikan pantai yang masih surut.
"Apa kita tidak terlalu pagi datang kesini?"tanya Kendar.
"Agar kita tidak ketemu macet!"Itu alsannya,kalau kau ingin tahu,tapi kalau untuk mencari kesalahan Ken,kakak tidak akan jawab!"seru Yas yang sudah tak ingi n berdebad lagi soal Ken.
Kendar menghela nafas,dan mengeluarkan nya melalui mulut.
"Pemandangannya indah!,coba punya kamera pasti bagus kalau difoto!" seru Kendar mengganti topik membicaraan.
Tak ada respon dari Yas,dan kembali ia terdiam.
"Apa kakak masih berhubungan denga ornag yang bernama Tommy itu?"Tanya Kendar yang tak betah terus seperti itu.
Yas tak langsung menjawab,ia hanya melirik Adiknya penuh tanda tanya.
"Ada apa,tumben kau menanyakannya?"tanya Yas kemudian.
"Hanya bertanya saja!,sepertinya tadi aku melihat orang seperti dia!"
"Dimana?"tanya Yas ingin tahu.
"Di dekat tempat kerjanya!"Jawb Kendar sambil tersenyum.
"Berapa tabunagnmu?,apa masih jauh untuk membeli kamera DSLR???"tanya Yas mengalihkan pembicaraan.
"Masih sangat jauh,tentunya!"Jawab Kendar yang kembali tersenyum.
" Jual motormu!"Maka kau akan mendapatkan kamera itu!"Seru Yas sambil tersenyum licik dan pergi meninggalkan Kendar.
Sementara Yas dan Kendar bermain pasir dan air di pantai,ditempatnya,Ken dan Raisha sedang menikmati pemandangan dengan menaikai ayunan yang tersedia disana.Mereka mengobrol,tentang banyak hal,dan walaupun usia Raisha masih 13 tahun tapi ia bisa mengobrol dengan Ken seperti orang dewasa.
"Lihat kakak kakakmu,seperti anak kecil!"Seru Ken yang tak melepaskan kacamatanya.
"Ya!"jawab Raisha singkat dan mengencangkan ayuanannya.
"Raisha kau tahu ketika kau tersenyum,senyumu seperti senyum Kaka Yas,tapi kak Yas jarang menunjukannya!"Seru ken mengubah topik pembicaraan.
"Dan wajagku satu tipe dengan wajah kak Kendar!"Lanjut Raisha.
"Ya!"Jawab Ken.
"Kak Kendar dan kak Yas bukan saudara kandung!"Seru Raisha.
Ken terdiam dan merasa pembicaraannya denga gadis berusia 13 tahun itu menjadi menarik.
"Apa maksudmu?"Tanya Ken mencoba mengorek informasi.
"Ya,mereka tidak mempunyai hubungan darah,hanya aku yang memiliki hubungan darah dengan mereka berdua!"
"Ini,membingungkan!"Gumam Ken yang berharap Raisha mau menjelaskannya padanya.
"Aku juga bingung,tapi jika nanti aku sudah dewasa mungkin aku akan mengetahuinya!".
Ken terdiam dan tersenyum simpul,ia mentertawakan dirinya sendiri yang mempercayai uacapan bocah usia 13 tahun.
"Apa malam itu kakak memakan nasi maskanku?"tanya Raisha yang menghentikan laju ayunannya.
"Ya!,tentu saja.bukankah kakak sudah memintamu untuk memasakannya untuk kakak!,tentu saja kakak memakannya!"
"Tapi itu kan masih mentah!"Seru Raisha sambil menyerengit.
"Kakak lapar!,jadi mentah ataupun matang kakak tidak peduli,yang penting itu sudah dimasak!"
"Raisha!,kapan kakakmu terlihat cantik?"
Pertanyaan itu membuat Raisha terlihat cemburu dan menatapnya cukup lama.
"Eh,jangan salah paham,kakak hanya bertanya,karena malam itu kakak melihat kakakmu begitu berbeda."
"Seperti apa?"tanya Raisha
"Seperti Apa ya!"seru Ken sambil menerawang menatap langit.
"Kak Yas itu terlihat cantik kalau rambutnya terusai!,menggunakan rok,bibirnya merah.Pokoknya kak Yas terlihat sanagt cantik kalau ada acara tertentu,dan itu jarang!,kak Yas jarang dandan!'Seru Raisha.
"YA!"Seru Kenmembenarkan.
"Selama kakak dirumah kakakmu,baru satu kali kakak melihatnya lebih cantik!"
"Kapan?"
"Saat dia akan pergi!"
"Kak Yas sudah punya pacar?"tanya Raisha.
"Mungkin!"jawab Ken ragu sambil mengangguk.
"Memangnya berapa usia kakakmu?"tanya Ken penasaran.
"Mungkin 30 tahun!"
"Terlalu tua untuk wanita lajang!"gumam Ken dalam hati.
"Kenapa?"tanya Raisha yang melihat kediaman Ken.
"Raisha bagaiman kalau kita buat tatoo!"Tanya Ken yang melihat stand pembuatan tatoo semi permanen.
"Aku kan masih anak sekolah!"
"Itu akan hilang,tidak akan selamanya!"seru Ken menjelaskan sambil turun dari ayaunannya.
Dan merekapun berjalan mendatangi stand pembuatan tatoo tersebut.
"Kakak mau gambar apa?"tanya Raisha dalam perjalanan.
"Gambar wajah kakakmu!"seru Ken dengan nada bercanda.
"Aku akan gambar wajah kakak saja!"seru Raisha mengutarakan pilihannya.
"Kalau begitu,kakak juga akan menggambar wajahmu di punggung kakak!"seru Ken mengganti pilihannya.
......
Yas dan Kendar mencari mereka berdua yang tak menepati janji,ketika mereka bedua berpencar untuk mencari,Ken dan Raisha sedang bersenang senang dengan permen kapas mereka sambil menikmati ayunan.
Ken tiba tiba menghentikan laju ayunannya ketika ia melihat ada dua orang yang sepertinya memperhatikan mereka berdua sejak tadi.
"Raisha,sebaiknya kita kembali,sepertinya kita sudah terlalu lama pergi!"seru Ken yang bangkit dari tempat duduknya.
"Kakak!,Ada apa?"Tanya Raisha yang melihat gelagat Ken aneh.
"Ayo kita pergi!"Seru Ken yang langsung mengandeng tanagn Raisha dan Mengajaknya berlari.
"Kakak!,Aku lelah!"seru Raisha yang sudah ngos ngosan.
Ken tak menghiraukan Ucapan Raisha ia terus berlari mencari tempat untuk bersembunya yang sepertinya tidak ada.
Tiba tiba Raisha melapaskan genggaman tangan Ken dan memilih untuk berhenti.
"Raisha!,apa yang kau lakukan!,ayo!"Teriak Ken yang sudah berlari beberapa langkah.
Raisha menggeleng,dan Ken mencoba untuk menghampiri,tapi orang yang mengejarnya sudah melihat mereka.
Ken bingung anatara dua pilihan ,lari meninggalkan Raisha,atau menemui Raisha dan mungkin akan tertangkap.
Ken kembali menemui Raisha,dan menyuruhnya untuk naik keatas tubuhnya,karena ia berniat untuk menggendongnya.Sesaat Riasha terdiam,tapi ken meneriakinya dan akhirnya ia menuruti perintah Ken.
Ken berlari menghindar sambil menggendong Raisha.
Ia mencoba mencari tempat agar ia bisa bersembunyi,tapi sepertinya sanat sulit,karena kini mereka berada di tengah lapang yang penuh dengan manusia.
Langkah Ken terhenti,sepertinya ia sudah tak kuat lagi intuk berlari,dengan beban yang ada dipundaknya.
"Ini bukan hanya sekedar perumpamaan!,tapi ini kenyataan!"seru Ken dalam hati dengan nafas yang hampir habis.
Ken memperhatikan daerah sekitarnya dan mencari tempat untu bersembunyi walau hanya beberapa saat.Dan ia melihat telepon umum.
"Raisha,kau punya nomor telepon kakakmu?"tanya Ken dengan nafas terengah engah.
"Aku mengingatnya!"Seru Raisha yang nyaman diatas Ken.
Ken tersenyum dan kemudian ia berlari menuju telepon umum yang ada disebrang jalan.
Samapinya si sebrang jalan ken mencari koin didalam knatong celananyanya dan kemudian memasuakn beberapa.
"Ayo telepon dia!"Seru Ken sambil mengembil gagang telepon dan menyerahkannya pada Raisha yang masih berada diatas punggungnya.
Ken membungkukan badan dan membiarkan Raisha menekan nomor telepon yang diingatnya.
"Halo!,Kak Yasmine!"Seru Raisha.
Ken langsung merbut teleponnya dan dengan nafas terengahnya ia mualai bicara!"
"Raisha!,kamu dimana?"tanya Yas yang terdengar sangat panik.
"Yas!"panggil Ken yang sudah tak menggunakan sebutan kakak lagi.
"Dengarkan aku!"seru Ken dengan nafas terengah yang makin membuat Yas panik.
"Dimana kalian!"tanya Yas yang benar benar panik.
"Jangan macam macam dengan adiku!"teriak seseorang yang pasti itu adalah Kendar.
"Kendar!,jangan emosi!"Seru Yas menenangkan dari sebrang sana."Kalian dimana?"tanya Yas lagi.
"Berikan Teleponnya pada Kendar!"Pinta Ken yang sudah mulai tenang.
"Apa!,Apa yang alan kau katakan!"Tanya kendar penuh emosi.
"Kendar!,bisakah kita kerja sama saat ini!"pinta Ken sambil tertawa.dan nafas tertahan.
"Ada apa?"tanya Kendar yang mencoba mengatur nada bicaranya.
Ken tak langsung menjawab,ia melihat lihat dimana sekarang.
"Kau tahu pintu masuk parkir?"tanya Ken.
"Ya!."jawab Kendar singkat.
"Bereskan barang barang kalian dan temuai kami di telepon umum dekat pintu masuk parkiran!"seru Ken yang langsung menutup teleponnya.
Selesai menutup teleopn,Ken menurunkan Raisha dan menyuruhnya untuk tetap diam dan menjadi anak yang baik.
"Darimana kau medapatkan ide untuk mengingat nomor telepon daripada menyimpannya?"tanya Ken yang sudah bisa mengatur nafasnya.
"Kak,Yas selalu menyuruhku untuk mengingatnya,agar aku bisa menghubungunya kapan saja!"Jawab Raisha polos.
Ken tersenyum danmembelai rambut Raisha.
"Kak!,apa kakak tidak haus?"Tanya Raisha yang sepertinya haus.
"Haus!,tapi nanti ya!,tunggu kakakmu!"Seru Ken yang matanya terus mencari dan waspada.
"Apa yang kalian lakukan?"tanya Yas dengan penuh emosi.ketika mereka berhasil menemukan Ken dan Raisha.
"Apa yang harus aku lakuakan?"tanya Kendar yang bersikap dewasa.
Ken hanya memandangnya sekilas dan lalu mengeluarkan tiket Parkir dan menyerahkan kunci mobil padanya.
"Kau ambil mobilnya dan aku akan menunggu kalian disini!"Seru Ken yang menyuruh Mereka bertiga untuk pergi.
Kendar mengikuti apa yang dikatakan Ken,tapi Yas tak menghiraukannya,ia tak beranjak dari tempatnya.ia tak beranjak mengikuti Perintah Ken.
"Apa yang kalian tunggu!,ayo pergi!"seru Ken sambil mengibas ngibaskan tangannya,menyuruh mereka untuk pergi.
"Kami tetap disini!,bersamamu!"seru Yas yang terus menjaga Raisha tetap berada dilingkaran tanagnnya.
Ken dan Yas menuju tempat dimana Kendar bisa menemukan mereka denagn mudah dan selama itu Yas tak bertanya apapun,yang ia tahu,baju Ken basah,basah seperti terkena hujan.
Sesaat berlalu,dan Kendar menjemput mereka denag mobil yang dibawanya.Dengan cepat Ken membuka pintu belakang,sementara Yas memasukan Raisha untuk duduk didepan menemani kakaknya mengemudi.Sementara Yas menemani Ken dibelakang.
"Kakak!,aku haus!"Seru Raisha yang sudah menahan haus sejak tadi.
"Ya!"Seru Yas yang melihat Ken langsung tergeletak tak berdaya disampingnya.
Kendar kangsung memanggil penjual asongan dan membeli beberapa gelas air mineral karena tak ada yang dalam bentuk botol.
"Kalian mengikuti lomba lari marathon?"Tanaya Kendar membuka obrolan.
Ken tak menjawab,ia hanya terdenyum lalu langsung meneguk airnya yang kedua dalam sekali tegukan.
"Ken sebaiknya kau lepas bajumu!"Seru Yas yang begitu kahawatir.Tersirat dari raut wajahnya.
Kendar Membesarkan bola matanya sambil melihat melalui spion dalam.Sementara Ken hanya menurut.
"Tapi aku tidak membawa baju ganti!"Seru Ken yang hanya menggunakan dalaman saja.
"Kendar!,Pinjam Jaketmu!"Seru Yas tegas.
Kendar berniat menolak,tapi ia mencoba untu bersikap dewasa,Kendar menepikan Mobilnya dan kemudian melepaskan jaketnya dan lalu memberikannya pada Ken.
"Sebaiknya dalamanmu juga dibuka!,jangan sampai jaketku bau karena keringatmu!"Seru Kendar mengingatkan sambil memperhatikan dari kaca spion.
Kembali Ken hanya tersenyum dan tanpa ragu ia membuka kalos dalamannya di depan Yas,sementara Yas mencoba mengalihkan pandangannya.
"Ken!,Kau tahu jalan pulang kan?"tanya Ken pada kendar dengan nada sedikit mengejek.
"Tentu saja!,Aku biasa lewat sini!jawab Kendar percaya diri .
"Kalau kau tak tahu,kau bisa tanyakan pada polisi lalu lintas!,karena aku ingin istirahat sebentar!"Seru Ken yang hendak pindah kebangku belakang.
Ken membiarakan orang orang yang ada didekatnya bertanya tanya,dan ia menembak Raishalah yang akan menjadi tempat untuk bertanya.Walau itu tak pasti,dan entah apa yang dikatakan Raisha tapi Ken bisa sedikit jelas mendengarnya.
.......
Tidak ada komentar :
Posting Komentar