.......
Hari itu Ken dan Yas menjalankan rencana mereka,sejak pagi Ken dan Yas sudah pergi untuk membeli bahan bahan yang diperlukan,mulai dari kain,kancing,riseleting dan masih banyak lagi.
Ken dan Yas pergi menggunakan kereta,alat transport yang paling muda,murah dan nyaman.
"Sekarang kereta sudah seperti diluar negeri ya!"Seru Ken yang sudah lama tidak menaiki kereta.
Yas hanya tersenyum mendengar pengakuan Ken yang seperti anak kecil.
"Kapan kau terakhir naik kereta?"Tanya Yas yang duduk dekat pintu keluar.
"Sudah lama,mungkin sekitar 5 tahunan!"
"Lama sekali!,aku hampir 1 bulan sekali naik kereta!"
"Kemana?"Belanja bahan!"Seru Yas.
Suasana yang lengang dan sedikit penumpang,membeuta mereka leluasa dalm mengobrol sepanjang jalan.
Setelah melewati beberapa stasiun Yas Dan Ken turun dari kereta,dan mereka langsung menuju tempat yang sudah mereka incar sejak awal,Di Sana ,Yaslah orang yang paling mengerti,apa yang harus ia lakukan,sementara Ken hanya bertugas sebagai bos yang membayar bon,bon yang sudah dibuat.
Beberapa kali mereka masuk kedalam toko,dan beberapa kali juga Ken mencari mesin ATM.Dan ketika siang menjelang,barulah mereka mencari tempat makan untuk beristirahat dan makan siang.
"Apa yang kita butuhkan sudah kita dapatkan semua?"tanya Ken yang melihat list belanjaan mereka.
"Sepertinya sudah!,seru Yas sambil melihat bon yang sudah menjadi beberapa lembar.
Ken bernafas lega,sambil menunggu pesanan mereka datang.
"Kalau sudah jadi,bagaimana kita menjualnya?"Tanya Yas yang merasa tempatnya kurang strategis untuk berjualan baju.
"System online!"Kita gunakan dunia si Maya untuk menjalankan bisnis!"seru Ken optimis.
"Caranya?"tanya Yas yang belum menegrti.
Ken tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada Yas.
"Itu aku yang bertugas!,yang penting kakak cukup membuatnya saja dulu,Kita buat 1 model dengan 3 ukuran.S,M,L. dan nati kita foto,dan setelah itu baru tugasku untuk promosi1"Jelas Ken mantap.
"Aku ikut saja!,tapi sebaiknya kita jangan buat terlalu bnyak dulu,Bagaiman kalau kita buat 1 model 1 saja,setelah itu kan di pajang.kalau ada yang minat,baru kita buat sesuai ukuran!"Seru Yas berpendapat.
Ken terdiam dan berfikir
"Boleh juga!,kalau urusan jahit mengjahit memang urusan kakak!"Seru Ken kemudian.
Ternyata kepergian mereka untuk berbelanja,menjadi ajang untuk jalan jalan juga,Ken yang awalnya berniat hanya membeli kain,ia menjadi tertarik membeli baju,dan iapun membelikan Yas baju,walaupun awalnya Yas menolak tapi setelah Ken memaksa,akhirnya Yas menerima.
Sore menjelang dan mereka terjebak dengan jam pulang para pekerja yang biasa menggunakan jasa kereta.
Mereka harus berdesak desakan dengan penumpang lain agar bisa masuk kedalam kereta.Ken berusaha masuk dengan terus memaksa,dan ketika ia sudah berada didalam,Ken baru sadar kalau ia meninggalkan sesuatu.Yas masih berlomba untuk masuk.
Dengan segera Ken kembali keluar dan melihat Yas masih mencoba masuk.Dengan tangannya yang terjulur panjang Ken menarik Yas masuk yang membawa barang belanjaan mereka.
Ken dan Yas memaksa masuk,mendahului orang orang yang juga berlomba,Banya yang mengeluh,kelakuan Ken yang terlalu memaksakan diri tapi Ken tak menghiraukannya.Ia terus menarik Yas untuk masuk samapi mereka berada ditengah gerbong.
Ken dan Yas harus berdesak desakan dengan penumpang lain,yang tidak mendapatkan tempat duduk seperti mereka.
Ken menggantungkan tangan kirinya pada pegangan yang tersedia diatasnya,sementara tangan kananya masih memegangi tangan Yas.
Ken tak menlepaskannya sedikitpun,sampai Kereta berjalan,dan semua bergoyang membuat semua orang hampir kehilangan keseimbangan,begitu juga Ken,tapi ia bisa mengendalikan diri karena tangannya berpegangan pada apa yang ada diatasnya,seperti yang lainnya,tapi tidak untuk Yas,Yas tak mendapatkan pegangan,ia hanya dapat menahan diri dengan berusaha terus tegak berdiri.
Ken tahu Yas pasti merasakan hal yang sama denagnnya.Dan maka dari itu Ken lebih menguatkan pegangannya pada tanangan Yas.Bahkan Ken memaksakan Yas untuk lebih dekat padanya agar bila kereta berhenti dan mengalami pergeseran,Yas bisa tertahan dengan adanya tubuhnya didekatnya.
Yas berdiri begitu dekat dengan Ken,bahkan wakah mereka terlalu dekat,jika mereka berhadapan.Tapi Yas memilih untuk tetap menunduk dan memegangi belanjaannya dengan satu tangannya,sementara tangan yang satunya masih dipegang oleh Ken.
Yas berusaha melepaskan tanagnnya denga memberi kode pada Ken melalui matanya,tapi Ken menolak denga gelengan kepalanya.
Ken malah menarik kembali Tubuh Yas,agar lebih dekat denganya,Dengan cara,ia melepaskan tanagn Yas,dan menarik pinggang Ken.
Yas mencoba mundur,karena jarak mereka begitu dekat,tapi Tanagn Ken menahanya sambil menggelebgkan kepalanya.
"Ini tidak akan lama!"bisik Ken.
Yas memaksa,dan Ken melepaskannya,tapi dengan cepat Tangan Ken menarik kembali tanagn Yas,dan ia memegang kuat lengan Yas.
"Kita akan mengalami hal seperti ini untuk beberapakali!"Seru Ken menjelaskan.
Dan itu benar,Beberapa kali ketika kereta berhenti banyak orang turun dan banyak orang pula yang naik,membuat Yas hanrus semakin dekat dengan Ken.
.......
Setelah melewati beberapa kali penambahan penumpang akhirnya mereka sampai di stasiun yang mengharuskan mereka turun.Dengan terus menggandeng tangan Yas,Ken turun tanpa beban,dan setelah mereka menginjakan kaki di peron,barulah Ken melepskan pegangannya dan merebut barang belanjaannya dan membawanya.
Untuk sampai didepan rumah mereka,Ken Dan Yas harus naik satu kali bus.Dan ternyata Naik bus pun harus seperti itu,Ken mendorong Yas untuk masuk duluan dan barulah ia menyusul.
Didalam buspun mereka tidak mendapatkan tempat duduk,dan terpaksa Mereka harus berdiri.Yas tahu mungkin kejadian diKereta akn terjadi lagi,sehingga ia menjaga jarak dengan Ken,Ken yang tahu Yas akan melakukan apa yang dipikirkannya,memilih untuk diam ,dan berdiri sendiri sendiri ditempat masing masing.
Sambil menenteng belanjaannya,Ken mencoba untuk tak memberikan perhatiannya pada Yas,tapi ia melihat Yas yang terlalu jauh darinya membauatnya tak tahan dan akhirnya Ken berdesak desakan menembus orang orang dengan segala aromannya,untukn menari Yas mendekat padanya.
Ken menarik Yas mendekatinya dan tiba tiba Bus berhenti mendadak,membuat Yas hampir jatuh tapi Dengan tubuhnya yang tinggi,membuat Ken dapat menhan Tubuh Yas yang jatuh kearahnya.
Beberapa penumpang turun dan ada beberapa bangku kosong dengan segera Ken menghampiri bangku yang kosong yang paling dekat dengannya dan meninggalkan Yas.
Yas sejenak terdiam melihat Ken yang begitu nafus untuk duduk hingga meninggalkannya.Yas mencari tempat duduk yang mungkin kosong,tapi ia sudah terlambat dan dengan terpaksa ia harus berdiri.
Tiba tiba Ken memanggilnya dengan kode dari mulutnya yang memanggilnya dengan pelan,Yas menyadarinya dan dengan susah payang melewati orang orang ia berhasil mendekati Ken.
Tiba tiba Ken berdiri,dan memberikan tempat duduknya pada Yas.
"Duduklah!"Seru Ken.
"Bagaimana denagnmu?"Tanya Yas.
"Aku sudah duduk!"
"Kapan?"
"Tadi!"
Yas duduk,dan ia tersenyum melihat tingakah Ken yang aneh.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka samapi didekat rumah mereka,tapi ada pemandangan yang aneh,Semuanya gelap.
"Mungkin mati lampu!"Seru Ken
"Atau pemadaman bergilir!"Lanjut Yas yang kemudian menggunakan hpnya untuk menyalakan senternya.
Dengan menggunakan senter Ken dan Yas berjalan menuju rumah mereka yang pasti sangat gelap.
"Aku lapar!"Seru Ken yang megeluh ketika Membuak pintu gerbang.
"Sama!"Seru Yas yang tak seperti biasanya.
Sampainya didalam rumah Ken langsung duduk di sofa dan merebahkan badannya disofa.
"Nyamannya!"Seru Ken.
Tiba tiba alaran di jamnya berbunyi,Ken melihatnya dan kemusdian mendesah.
"Padahal aku ingin melupakannya!"Seru Ken lirih.
"Ken!,lilin habis!"Seru Yas dari dapur.
"Terus?"Tanya Ken yang malas Bangun dari posisinya.
"Beli lilin!"Seru Yas.
Dengan malas Ken menurut,ia segera kewarung dekat rumahnya untuk membeli lilin,tapi sial untuknya.Lilin sudh habis terjual dan tak ada lagi warung yang dekat dan yang buka.
Ken kembali kerumah dengan tangan kosong,membuat Yas sedikit kecewa.
Dengan ditemani senter dari hpnya Yas dan Ken memilih untuk tetap duduk dan menunggu keajaiban datang,yaitu lampu nyala.
Alaram di jam Ken kembali berbunyi dan mmebuat mereka terkejut,karena sejak tadi mereka hanay diam tanpa ada suara untuk berbicara.
"Suara apa itu?"Tanya Yas.
"Alarm!"
"Alaram apa?,jam segini sudah bunyi!"komentar Yas.
"Alaram yang hanya akan bunyi 1 tahun sekali!"Jawab Ken enggan .
Yas diam ia mencerna kata kata Ken.
"Kakak masih punya minyak goreng?"tanya Ken yang langsung bangkit dari tempatnya.
"Masih!,untuk apa?"tanya Yas tak mengerti.
"Punya kapas?"tanya Ken lagi tanpa menjawab pertanyaan Yas.
"Ada di lemari!"Jawab Yas yang langsung membuka lemari yang ada didekatnya.
Dengan menggunakan senter milik Yas,Ken berjalan menuju dapur untuk mencari minyak goreng.Dan setelah mendapatkannya,ia kembali kedepan dan menemui Yas denag kapas yang ada di meja.
Ken datang membawa gelas berisi air dengan sebagain minyak,Dan menaruhnya distas meja.
"Untuk apa ini?"tanya Yas tak menegrti.
Ken tak menjawab,ia hanya melakukan apa yang ia tahu.Ken mengambil beberapa lembar kapas dan lalu ia ambil ujungnya untuk dijepit dijepitan besi yang biasa digunakan untuk menjepit kertas,Ujungnya sengaja dikeluarkan dari permukaan minyak,dan sebagian sengaja dimasukan kedalam minyak,dan dengan korek yang dibawanya Ken menyalakn lilin buatnnya.
Dari sinat apai yang terpancar Ken bisa meliahat wajah Yas yang lelas sedang tersenyum melihat karyanya.
"Aku baru ingat kalau minyak goreng juga bisa dibuatkan lilin,bukan hanya minyak tanah.Tapi kenapa hatus pakai air.
"Buat variasi aja,biasanya airnya diberi warna,supaya terlihat menarik.!"seru Ken menjelaskan.
.........
Lampu belum juga menyala,dan malam makin malam,Ken membuat beberapa lampu itu,sambil menunggu Lampu menyala,Ken memutuskan untuk Mandi,sementara Yas memilih untuk masak untuk makan malam mereka.
Alarm jam Ken kembali berbunyi ketika Ken berada di kamar mandi,sementara Jamnya berada di ruang tamu Yas.
Yas yang merasa terganggu menghampiri jam itu dan mencoba untuk mematiaknny,tapi tiba tiba matanya terpana ketika ia melihat ada tanda lilin dalam jamnya dengan lampu berkedip kedip bersamaan dengan bunyi alaram.
Ken keluar dari kamar mandi dengan handuk yang sedang mengeringkan rambutnya.
"Ini tandanya apa?"tanya Yas.
"Itu!,Hari ini ulang tahunku!"SeruKen yang seperti enggan untuk bercerita.
"Benarkah!,aku juga ulang tahun hari ini!"Seru Yas sambil tersenyum.
"Seperti bau gosong!"Seru Ken yang mencium aroma aneh.
"Masakanku!"Seru Yas yang langsung berlari menuju dapurnya.
Ken hanya tersenyum melihat tingkah Yas yang bisa bisanya lupa dengan masakannya.
Dan waktu makanpun tiba,Yas mengeluarkan dua piring berisi nasi goreng yang sedikit gosong untuk menu makan malam mereka.
"Sepertinya nasi gorengny atahu kalau sekarang gelap,jadinya dia juga ikut gelap!'Seru Ken meledek.
"Maaf!"Seru Yas yang tak bisa menahan malu.
"Hemmmm....,sebenarnya aku tidak mau merayannya tapi sepertinya lampu tidak mendukungku,sehingga lampupun mati,dan membiarkanku untuk meniup lilin!"Seru Ken bercerita.
Yaspun tersenyum membenarkan kata kata Ken sambil manggut manggut.
"Aku juga seperti itu,aku pikir aku akan melupakannya,karena aku sudah tidak lagi muda!,jadi untuk apa aku merayakannya!"
"Ngomong ngomong ulang tahun yang keberapa?"tanya Ken ingin tahu.
Yas menggeleng,ia menolak untuk untuk memberitahu.
"Ayo!,jangan malu malu!"Ledek Ken sambil menggoda.
"Bagaimana klaau kita bareng bareng nyebutinnya?"seru Ken menyarankan.
"26"
"31"
Sesaat suasana hening tak ada suara diantara mereka.Ken mnecoba mengubah suasana,ia segera mengambil piringnya dan langsung memakan nasi gorengnya.
"Selamat ya!"Seru Yas buka suara.
"Sebenarnya aku tidak suka mendengarnya,tapi....terima kasig!"Seru Ken berat.
"Kenapa?"tanya Yas ingin tahundan mengentikan makannya.
"Selamat juga!'Seru Ken yang tak mengiraukan pertanyaan Yas.
"Kenapa?"tanya Yas yang ingin pertanyaannya dijawab.
Ken juga menghentikan acara makannya dan menaruh piringnya diatas meja.
"Hari in,ulang tahunku.dan.......kakak!"Seru Ken yang langsung menunjuk Yas sambi tertawa yang dipaksakan.
"Dan.......!"tanya Yas yang tahu itu bukan dirinya.
"Ibuku!"jawab Ken pelan.
"Bagus dong!,berarti kalian bisa merayakannya bersama.!"Seru Yas dengan nada senang.
"Lalu kenapa,mencoba menghindar?"
Mungkin bukan beberapa tahun yang lalu ya,aku selalu menunggu moment itu,tapi sekarang!"Ken tak melanjutkan kalimatnya,tapi dari matanya Yas bisa melihat ada kesediahan yang ditahannya.
"Kalian tak bersama lagi!"seru Yas yang mencoba menebak apa yang telah terjadi.
"Maaf!"seru Yas penuh penyesalan.
Yas mendekati Ken dan duduk disampingnya.
"Ibuku sudah tak ada!"Seru Ken dengan mata yang sudah tak bisa menampung airmata lagi.
Ken menunduk dan menyembunyikan wajahnya dan ia menangis.
Yas hanya bisa terdiam dan melihat Ken yang bisa membuatnyamarah kini terlihat begitu rapuhnya dengan tiba tiba.
"Hey!,you cry?"tanya Yas pelan.
Ken tak mengangkat wajahnya dan tiba tiba Dari samping Yas memeluk Ken dan menariknya untuk menangis dalam pelukannya.
"Aku bisa merasakan hal itu,kehilangan oarang yang paling disayang!"Seru Yas yang juga ingin berbagi.
"Rasanya begitu menyakitkan,rasanya ingin berteriak tapi tidak bisa,rasa sesak didada begitu terasa dan sulit dikeluarkan!"Seru Yas yang juga mencoba menahan airmatanya.
"Aku juga tak memiliki,orang tua,ibuku meninggal 15 tahun yang lalu,dan ayahku meninggal 5 tahun yang lalu!"Seru Yas bercerita.
Ken melepaskan pelukan Yas dan menatap wajahnya.Ken cepat cepat mengelap airmatanya.dan kembali keposisinya semula.
"Tidak papa,kalau kau juga ingin menangis,bukankah aku juga pernah dihadapanmu!"Seru Yas yang tak bisa menahan airmata lagi,dan akhirnya jatuh ketika ia berkedip.
"Ada yang bilang laki laki itu adalah makhluk yang kuat tapi rapuh,dia akan menagis untuk sesuatu yang paling berharga untuknya.kalau bukan benda pasti makhluk hidup.Dia akan menagis jika benda kesayangannya atau yang dicintainya hilang,atau dia akan menangis untuk orang yang dicintainya hilangatau tak ada disisinya lagi!.Aku bisa maklum kalau kau menangis untuk orang yang paling kau cintai!"Seru Yas memaklumi.
"Ibu kakak sudah meninggal 15 tahun yang lalu,lalu siapa ibu yang sering kakak bicarakan selama ini?"tanya Ken.yang tak menghiraukan ucapan Yas
"Dia,Dia ibu tiriku,ibu kandung dari Kendar,13 Tahun yang lalu,ayahku menikah denga ibu Kendar dan memerikan kami Raisha.
Ken terdiam dan berfikir sesuatu.
"Apa kau merindukannya?"tanya Yas sambil melihat kewajah Ken.
Ken melihat wajah Yas,dan tak mengatakan apa apa.
"Bagaiman kalau besok kita datang kepemakamannya!"Seru Yas yang tahu Ken rindu walaupun Ken tak menatakannya.
"Tapi tempatnya sanagt jauh!"Seru Ken beralasan.
"Untuk orang yang kita cintai,biasanya hal apapun akan dilakukan.ya kan!"Seru Yas yang kini bebar benar bersikap dewasa dihadapan Ken.
"Baiklah!"Seru Ken sambil tersenyum dan suasana hatinya sudah kembali baik.
"Bagaimana kita lanjutkan makan?"Tanya Yas sambil mengambil piring milik Yas dan memberikannya pada Yas.dan kemudian ia mengambil miliknya.
Yas masih duduk disamping Ken dan menghabiskan makanannya.
.........
Selesai mencuci piring Ken dan Yas kembali ketempat mereka dan duduk manis sambil menunggu lampu menyala.
"Ulang tahun paling berkesan,tanpa kue,tanpa lilin untuk ditiup!"Seru Ken yang mencoba menghibur diri sambil memainkan api dihadapannya.
Ken tersenyum,ketika ia menemukan sebuah ide,Ken mengangkat gelas yang berisi minyak,dan api yang menyala.
"Apa yang akan kau lakukan?"tanya Yas bingung.
"Sini!"Panggil Ken menyuruh Yas untuk duduk kembali disampingnya.
Awalnya Yas ragu tapi akhirnya ia mau,Yas berpindah tempat duduk dan duduk disamping Ken.
"Apa yang akan kau lakukan?"Tanya Yas lagi.
"Anggap aja ini lilin,bagaimana kalau kita tiup lilin ini bersana!,bukankah kita hari ini berulang tahun?"tanya Ken sambil tersenyum.
Yas balas tersenyum dan mengangguk ragu.
"Wait...wait....!"Seru Ken yang sudah siap untuk meniup.
"Bukankah kita harus make a wish dulu!"Seru Yas mengingatkan.
"Oh iya!,"Seru Ken membenarkan.
Yas menutup matanya dan bersiap untuk merdoa dalam hatinya.Ken tak mengikuti apa yang dilakuakn Yas,ia hanya memperhatikan Apa yang asedang dilakuakn Yas.
Yas membuka mata dan melihat Ken memperhatikannya.
"Kau tak melakukannya?"tanya Yas yang tahu sedang diperhatikan.
Ken tersenyum dan ia terus menatap Wajah Yas yang bingung melihat tingkahnya.
"Ini adalah ulang tahun kita,dengan cara yang tak biasa,bagaiman kalau make a wishnya juga tidak biasa!"Seru Ken yang masih memiliki ide.
Yas mengecilkan matanya,berfikir apa lagi yang akan dilakukan Ken.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?"tanya Yas penasaran.
Ken berdiri dari tempat duduknya dan pergi kedapur.Ken membawa mangkok berisi air,dengan lemon ditangan yang satunya.Ken menaruhnya diatas meja ,lalu ia mengambil cotton bud yang ada di laci,dan kemudian ia mengambil kertas hvs yang ia taruh ditas laptopnya.dan setelah itu ia duduk kembali disamping Yas.
"Apa yang akan kau lakukan?"Tanya Yas.
"Tulis apa yang menjadi keinginan kakak di kertas ini,tapi nanti dulu!,aku buat tinta ajaibnya dulu!"Seru Ken.
Ken memotong lemon menjadi dua dan memeras airnya yang langsung dicampur kedalam air yang dibawanya.Lalu ia mengambil cotton bud yang ia gunakan untuk menulis.
Ken menulis sesuatu di kertasnya dengan menggunakan coton bud sebsgsi pulpennya,dan aiar perasan lemon,ia gunakan sebagai tintanya.
Setelah menuliskan sesuatu ada ketas hvsnya langsung mengibas kibaskan kertannya supaya kering.
"Sekarang kakak yang tulis!"Seru Ken yang menggeser tempat duduknya.
Yas masih bingung dengan apa yanga dilakukan Ken,tapi ia menurutinya.menuliskan sesuatu dalam kertas putih itu yang merupakan doanya sebelum meniup lilin.
Awalnya Yas bingung,apa yang akan ia tulis,kemudian ia melihat Ken dan ken tersenyum padanya,membuatnya malu,sampai akhirnya ia mampu menulis doanya dalam kertas itu.
"Sudah!"Seru Yas.
"Kibas kibaskan!"Perintah Ken.
Yas menikuti dan melihat ketasnya sudah mulai kering.
"Kalau sudah,simpan kertas ini,dan kalau kakak ingin melihatnya taruh didepan lampu yang menyala tapi jangan terlalu terang,usahakan lampu hanya menyala dibangain yang akan kakak jadikan tempat untuk membaca!"Seru Ken menjelaskan.
"Maksudnya seperti lampu tidur gitu?"tanya Yas.
"Ya!"Seru Ken senang sambil melipat kertas miliknya dan Yas mengikutinya.
Setelah melakuaknnya Barulah Ken dan Yas meniup lilin yang terbuat dari minyak sayur itu.
Diwaktu yang bersamaan ketika Ken dan Yas meniup lilin.Dan lilin mati,diwaktu itu juga Lampu menyala.
"Ya.....!!!!!"Seru Yas dan Ken hampir bersamaan dan dengan senangnya.
"Kakau seperti ini jadinya,seharusnya kita meniup lilinnya dari tadi!"Seru Ken yang langsung merebahkan tubuhnya kesandaran Sofa.
"Kau yang membuatnya lama!,harus menulis dulu!"Seru Yas menyalahkan.
Tiba tiba sebuah suara deheman terdengardari luar dan ternyata Ken sudah berdiri disana sejak tadi sambil membawa satu kotak Berisi kue tart mini dengan lilin lilin kecil yang sudah menyala.
"Kendar!"Seru Yas yang terkejut dan langsung berdiri menghampiri adiknya.
"Selamat ulanng tahun ya kak!"Seru Kendar sambil memeluk kakaknya dengan kua masih ditangannya.
"Terima kasih!"Seru Yas tampak begitu senang.
Kendar menrug kue tartnya dimeja dan memperhatikan wajah keduanya tampak berbeda.
"Kalian abis nonton film drama?"Tanya Kendar yang melihat maya Ken dan Yas hmpir sama yaitu sembab.
"Sepertinya ini acara keluarga!,sebaiknya aku kekamarku!"Seru Ken yang langsung bangkit da tampat duduknya dan mengambil kertas yang ada diatas meja.
"Kak!,selamat ualang tahun ya!"Seru Ken sambil menjabat tangan Yas.
"Terima kasih ya!,jawab Yas sambil tersenyum manis.
"Ken!,ucapkan juga selamat untuk Ken,karena dia juga ulang tahun hari ini!"
"Sepertinya tidak!"Karena sekarang jam 12.05!"seru Ken yang kemudian pergi dari rumah Yas.
Yas meliaht Ken pergi tanpa bisa menikmati tiup lilin ataupun kue tart.
"Ayo kak tiup lilinnya,dan jangan lupa make a wish!"Seru Kendar mengingatkan.
.......
Tidak ada komentar :
Posting Komentar