Minggu, 22 September 2013

05:05 parts 09

......
   Sampainya dirumah,Kendar dan Raisha langsung pulang karen hari sudah menjelang malam,sementara Ken memilih untuk istirahat di kamarnya.Dan Yas ia hanyaberdiam diri di rumahnya,berdiam diri sambil melihat lihat pekerjaannya.
      Dalam otaknya sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin ia ajukan kepada Ken,tapi sepertinya Ken belum bisa diganggu.Mungkin Ia masih ingin menenangkan diri,setelah kejadian yang baru dialaminya.Yas memang tak tahu jelas apa yang sebenaranya terjadi,tapi setelah mendengarkan cerita Raisha membuat Yas dan juga Kendar ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.
      Sementara dikamarnya Ken hanya bisa merebahkan badannya sambil terus mengingat ingat hal yang baru terjadi padanya.
    "Seperti buronan!"seru Ken yang sambil menutup wajahnya dengan selimut.
     Tak betah berlama lama seperti itu membuat Ken bangkit dari tempattidurnya dan kemudian ia keluar dari kamarnya.Ternyata malam telah menjelang dan ia baru menyadarinya.Sambil memeluk selimut ia berdiri ditepi balkon sambil menatap langit yang bersih dari bintang.Warnanya kelam,gelap tak ada sinar,bahkan bulanpun tak ada disana.
     "Seperti hatiku!"Gumam Ken yang sadar kalau ia masih mengjomblo.
    Tiba tiba kesendiriannya terusik ketika ia mendengar suara klakson mobil berbunyi beberapa kali,yang jelas itu bukan mobilnya yang terparkir di halaman rumah.Suara itu terdengar dari mobil yang berhenti didepan rumah tempat tinggalanya.
     "Apa itu tamu Yas!"Gumam Ken yang mencoba mencari tahu sambil menengok ke bawab,dan menar saja,sesaat kemudian Yas berlari kecil menuju pintu gerbang rumahnya dan sesaat kemudian mobil pergi meninggalkan rumah tanpa Yas yang kembali.
     "Selain jomblo aku juga tak punya teman dirumah!"Gumam Ken yang kemudian beranjak dari tempatnya dan turun.
     Ken membuka pintu rumah yang mungkin dikunci tapi ternyata tidak.Ia segera berjalan kedapur dan membuat sesuatu yang bisa ia makan.Setelah mencari di lemari es,lemari dapur akhirnya Ken memasak Mie instant bahan makanan yang mudah dibuat dan bahan makanan yang paling ia sukai.
    Setelah beberapa saat Ken memakan masakan buatnnya sambil memperhatikan mesin jahit yang baru ia belikan untuk Yas.
    "Kenapa akau membelikan mesin jahit untuknya?"tanya Ken sambil menyuapkan mie kedalam mulutnya.
     "Ini tidak seperti biasanya!"Gumamnya lagi yang terus berfikir.
     Ken buru buru menghabiskan makannya dan setelah itu ia mendekati mesin jahit barunya dan duduk di depannya.
    "Mungkin aku bisa membuka usaha dengan bekerjasama dengan Yas!,siapa tahu ini akan menjadi mata pencarian yang kelak akan menghidupinya dan keluarga yang mungkin biasa ia bangun dnegan pasangannya kelak!"Seru Ken dalam pikirannya.
    "Seharusnya Yas tak hanya menerima pesanan,tapi juga harus membuat agar bisa di jual langsung".
    Dan tiba tiba sebuah ide datang diotak Ken Ia mencari kertas dan kemudian membuat sebuah disain,baju yang paling dasar.
    " Mungkin aku memang berbakat menjadi seorang perancang busana!"Seru Ken yang bangga pada dirinya sendiri sambil senyum senyum sendiri.
     Ken berfikir sambil mondar mandir sampai akhirnya ia melihat laptopnya yang disimpan didalam lemari kaca milik Yas.
    Tanpa berfikir panjang Ken mengambilnya dan membuka laptopnya. 
    Ken membuka folder dengan nama 'MAMA' Dan sesaat kemudian berpuluh puluh gambar baju hasil jahitan ibunya terbentang didepan layar laptopnya.
    "Pasti Yas bisa menirunya!"Gumam Ken senang.
    Setelah beberapa lama Ken kembali menutup laptopnya dan bersiap siap untuk masuk kembali ke kamarnya.
    Sebelum kekamarnya Ken tak lupa membawa dua cup mie instan yang ada dilemari.
    "Tiba tiba aku lapar kembali!"seru Ken yang membawa dikedua tangannya.
    Ken mebawa makanannya kekamarnya dan sampainya diatas ia merasa ada sesuatu yang menghalangi langkahnya.dan dilihatnya sehelai benang wool yang panjangnya hanya beberapa meter tersangkut dikakinya.
    Ken menaruh dua cup mienya di anak tangga yang belum dilewatinya dan mengambil benang wool itu.
   "Sejak kapan Yas menjahit dengan benang Wool!"Seru Ken yang kembali melanjutkan lngkahnya setelah menggulung benang itu dan kemudian ia masukan kantong celananya.
    Ken kembali melanjutkan langkahnya dan masuk kedalam kamarnya.Didalam kamar Ken benar benar menghabiskan dua cup mie yang dibuatnya.setelah kenyang ia tak tahu apa yang harus dibuatnya karena tak punya teman mengobrol.dan sebuah ide muncul diotaknya,ide yang mungkin hanya dipikirkan oleh anak kecil.
     Pertama Ken membuang air yang ada didalam cup bekas mienya dan setelah itu ia bersihkan dengan air panas yang ia miliki,dan kemudian ia keringkan dengan tisue yang ia miliki.Ken mengeluarkan benang yang ia temukan di jalan tadi dan dengan ide anak anaknya Ken membuat telepon dari dua cup itu,yang disambung dengan benang woolyang ia temukan.
      "Pasti Raisha akan senang!"Gumam Ken yang kemudian dilanjutkan dengan tidur.
.......
     Ken terbangun ketika ia mendengar sebuah suara seperti suara tangisan,Dengan mata setengah sadar Ken melihat jam tangannya yang masih terpasang ditanagn kirinya.
      "Siapa yang menangis malam malam seperti ini!"Seru Ken yang langsung bangun dari tempat tidurnya.
     Dengan hanya menggunakan kaos lengan buntung Ken keluar dari kamarnya,dan mencoba mencari tahu siapa yang menangis hingga membangunkannya.
      Ken membuka pintu kamarnya dan udara malam langsung masuk kedalam kamarnya.
    "Udaranya dingin sekali!"Seru Ken yang kembali menutup pintu kamarnya dan langsung mengambil selimutnya dan kemudian dililitkannya ketubuhnya.
      Ken berjalan mendekati balkon seperti sore tadi sambil melihat lihat kira kira ispa uyang menangis malam malam seperti ini. Setelah melihat kesegala penjuru sesuai pandangannya ia tak melihat siapaun,yang ia lihat hanya hucing yang berjalan diatas genting milik tetangga.
      "Apa Yas sudah pulang!"Gumam Ken yang langsung menurunkan tingkat pandnagannya dan betapa terkejutnya Ken saat melihat sesosok orang sedang terduduk dipojolan balkon lurus dengannya,satu lantai dibawahnya dan itu tepat didepan kamar Kendar.
     "Apa itu Yas!"Seru Ken dan ia juga menembak jika tangisan itu berasal dari sana.
     "Yas menangis?"Tanya Ken pada udara yang ada di hadapannya.
     "Karena apa?"Tanya Ken sambil berfikir sejenak dan kembali melihat kebawah.
     Ken melangkah menuju anak tangga berniat untuk turun dan menghampirinya,tapi tiba tiba niat itu ia urungkan dan sebuah ide muncul diotaknya.
    Ken masuk kedalam kamarnya dan ia segera mengambil telepon teleponan ynag ia buat tadi.Dengan perlahan Ken menurunkan satu sisi kebawah dan ternyata Yas tak menyadari kehadiran telepon itu.
      "Dia sibuk menangis!"Gumam Ken yang merasa benagnya kurang panjang.
     "Hey!"panggil Ken dengan suara berbisik yang di besarkan.
     Beberapakali Ken memanggil tapi Yas tak juga mendengarnya.
     "Yasmine!"seru Ken dengan nada agak kencang.
      Dan barulah Yas tersadar ia melihat keatas,dan dengan tepat cup sterofoam mengenai kepalanya.
    "Gunakan itu!"Seru Ken sambil memberikan kode dengan menggunakan tangannya.
    Yas mengikuti printahnya.
     "Hey!,apa kau mendengarku?"tanya Ken. sambil terus memperhatikan kebawah.
     Ken menaruh cup itu ke telinganya dan membiarkan Yas berbicara.
    "Ya!"Jawab Yas yang kembali menaruh cup itu ditelinganya.
    "Apa kau sedang menangis?"tanya Ken yang terus memperhatikan kebawah.
    "Tidak!"Jawab Yas yang juga terus mendongak keatas.
    "Aku mendengar tangisan!,apa itu tangisan kuntilanak?"tanya Ken dengan nada bercanda.
   "Apa aku mengganggu tidurmu?"
   "Tidak!,atau mungkin aku yang mengganggu acara menangismu,sehingga kau tak mau mengakuinya!"
     Yas tersenyum. sambil melihat keatas.
    "Ya!,aku menangis!"Seru Yas mengaku.
     "Kalau aku boleh tahu,untuk apa kau menangis?,atau untuk siapa kau menangis?"
     Yas tak menjawab,ia hanya mendongakkan kepalanya kembali dan diam.
   Ken memberikan kode pada Yas untuk memasangkan kembali cup itu ketelinganya dan membiarkan ia untuk berbicara.
     "Apakah kau sedang sedih saat ini?,oke.Dengarkan aku saja!,aku tak tahu apa masalahmu tapi aku punya teman yang mungkin bisa membantumu,jika kau tak mau menceritakannya padaku!"Seru Ken panjang.
     Yas melepaskan cupnya dan tak mengerti apa yang dikatakan Ken.
     "Bolehkah aku turun?"tanya Ken.
    Yas tak menjawab tapi Ken menaruh cup miliknya di tepian balkon dan merjalan cepat untuk menuruni anak tangga,agar cepat sampai pada Yas.
     Dengan langkah pelan Ken berjalan menghampiri Yas yang sudah menunggu di tepi balkon dengan cup masih ditangannya.
      "Bolehkah aku mendekatimu?"tanya Ken dengan nada bercanda.
      Yas tersenyum dan kemudian menarik Ken untuk mendekatinya.
      Ken dan Yas berdiri di tepi Balkon dengan tangan bertumpu pada tepinya yang tingginya hampir sepinggang mereka.
     "Apa tangisanku mengganggu tidurmu?"tanya Yas.
     "Aku tidak tahu,itu saatnya aku bangun atau aku terbangun karena suaramu yang masih terdengar fals walaupun ketika menyanyi.
    Yas tersenyum dan mengepal kedua tangnnya.
     Tiba tiba Ken memberikan selimutnya pada Yas,Yas terkeejut dan berniat menolaknya,tapi Kenpun menolaknya.
     "Bagaiman kalau kita gunakan berdua!"Seru Ken.
    Yas tak menjawab tapi ia juga memakainya,dan selimut bau khas Ken menyelimuti mereka menahan mereka dari dinginnya malam.
      "Kau ingin bercerita kepadaku?"tanya Ken membuka obrolan.
     "Aku malu!"seru Yas kemudian.
     "Kenapa?"tanya Ken yang kemudian berbalik melihat Yas.
    "apakah kau telah melakukan hal konyol yang mempermalukanmu,dan aku tak terima,lalu kau menangis?"seru Ken mengibaratkan.
    Yas menggeleng dan wajahnya berubah serius.
    Ken memperhatikan wajah Yas yang terlihat berbeda dan ia mengangkat jari telunjuknya keudara.
    "Aku tahu!,kau berdandan untuk kekasihmu,tapi kekasihmu tidak memuji kecantikanmu!"Jawab Ken menebak.
     "Bukan!,bukan itu!"Seru Yas yang kemudian tertawa geli.
     Ken terdiam dan ia merasa tak berhasil membuat Yas terbuka padanya.
     "Kau punya teman dekat yang bisa kau ajak untuk bercerita?,bertukar pikiran?"
    Yas mengeleng dan mengalihkan wajahnya.
    "Bagaimana,kalau kau jadikan aku orang itu!"Seru Ken yang kemudian meraih tangan Yas dan menaruhnya dikedua pipinya.
     "Jadikan aku oranya yang paling dekat denganmu!,yang bisa kaujadikan teman,bisa kau caci!,dan bisa kau lakukan apa saja padanya!"seru Ken yang menekankan kedua tanagn Yas diwajahnya hingga membuat bibirnya maju.
     "Dan padamu akua akan menceritakan apa yang sebenarnya aku alami bersama dengan Raisha tadi sore.
      "Apa ini sebuah kesepakatan?"Tanya Yas.
     Ken terdiam dan tiba tiba Yas melepaskan tangannya dan menarik Badan Ken dan memeluknya.
     Ken terkejut tapi ia mencoba untuk memahami,dan Yas muali menangis dalam pelukan Ken.
   Ken membiarkan Yas menangis dalam pelukannya,dan dengan peralahan tangan Ken mengusap usap bagu Yas untuk menenangkannya.
    "Menangislah!,kalau itu bisa membuatmu lega!"seru Ken.yang memeluk Yas lebih erat.
   Ken terdiam dan terus terdiam ,ia merasakan ada sesuatu yang dimbul didalam dadadnya,ketika semakin lama Yas menagis dalam pelukannya.
    Perasaan yang tak rela jika orang yang kini ada dalam pelukannya menangis karena sebab yang membuatnya terluka.
   "Kadang menangis membuatmu lega untuk mencurakhan  rasa yang ada didalam dada,tapi belum bisa menyelesaikan masalah yang kau hadapi!"Seru Ken yang perlahan melepaskan pelukan Yas dari tubuhnya.
    Ken memegang kedua lengan Yas dan memperhatikan wanita yang jarang tersenyum padanya,wanita yang begitu tertutup,wanita pekerja keras yang baru dilihatnya menangis tersedu sedu.
    Ken menarik selimutnya  dan menyelimuti Yas sepenuhnya.
    Perlahan Ken menaruh kedua tangannya diantara wajah Yas,seperti yang ia lakukan pada tanagn Yas dikedua wajahnya.
    Dengan ibu jarinya Ken menghapus airmata Yas yang sudah terlalu banyak mengalir dan dengan serius Ken terus memperhatikan wajah Yas yang sembab.
    "Kakak tak cantik ketika menangis!"Seru Ken yang mencoba untuk menghibur.
     Yas menurunkan tangannya yang masih melingkar sibagu Ken.Dan kemudian Yas kembali menangis dihadapan Ken,Yas mencoba untuk menyembunyikan wajahnya dari Ken tapi tangan Ken menahanya dan membiarkan Yas menangis dihadapannya.
     Ken menarik wajah Yas lebih dekat padanya,sementara Yas berharap bisa kembali menangis dibahu Ken.
      Ken menariknya perlahan dan dengan perlahan pula wajahnya mulai mendekat dan sebuah tindakan berani Ken ambil,Tiba tiba Ken mencium pipi Yas,membuat Yas terkejut,tapi ia membiarkannya dan sebuah tindakanpun tak terdugapun dilakukan Yas.Dengan berani Yas mencium bibir ken setelah ia telah berani mencium pipinya.
     Ken terkejut,tapi ia tak bergerak dari posisinya.Dan beberapa detik berlalu,Yas mendorong Ken dari hadapannya,menjauhkan diri dari hadapnanya.
    Untuk sesaat Mereka berdua saling diam,saling bertatapan tanpa suara,dan beberapa detik kemudian barulah Yas membuang muka.
    "Maaf!"Seru Yas yang kemudian pergi meninggalakan Ken dan selimutnya.
    Ken masih terdiam ditempatnya ia masih tak sadar dengan apa yang baru saja terjadi.Ia tak menyangka.
   "Ini tidak disengaja!"Seru Ken meyakinkan diri.
.......
     Mereka berdua kembali ke kamar masing masing,masih terjaga dan belum tidur,Pikiran mereka masih pada kejadian yang baru beberapa waktu lalu terjadi.
    Ken hanya bisa menatap lagit langi kamarnya sambil terus bertanya tanya.
   "Apa yang baru terjadi!"
    Dan begitu juga dengan Yas ia menatap langi langi kamarnya yang berwarna putih.
   "Hal bodoh apa yang baru saja dilakukannya!"
    Dan mereka berdua menghabiskan malam dengan tidak tenang dengan,tandatanya dan penyesalan yang sedikit ada didalam hati masing masing
.........
  
  

Tidak ada komentar :

Posting Komentar