......
Pagi pagi benar Ken pergi tanpa berpamitan pada pemilik rumah.Ia memilih untuk melompati pagar seperti pencuri,seperti biasanya,Daripada harus membangunkan pemilik rumah hanya untuk sekedar membukakan pintu gerbang dipagi buta.
Pagi pagi Yas mengantarkan kedua adiknya kedepan yang akan pulang kerumah,karena semalam mereka telah menginap.
Pagi pagi Yas mengantarkan kedua adiknya kedepan yang akan pulang kerumah,karena semalam mereka telah menginap.
Dan ketika agak siang,Yas tak merasa ada yang aneh dengan keadaannya,hanya saja ketika ia bangun pintu kamar Ken masih tertutup dan itu tak seperti biasanya,walaupun ia tak keluar kamar,tapi pintu kamar selalu terbuka.
Dengan rasa penasaran didalam hati,Akhirnya Yas,memutuskan untuk menemuinya,dengan alasan akan mengambil sisa pakaian yang masih ada didalam kamar,dan setelah itu ,Ken bisa memiliki kamar itu sepenuhnya.
Dengan rasa penasaran didalam hati,Akhirnya Yas,memutuskan untuk menemuinya,dengan alasan akan mengambil sisa pakaian yang masih ada didalam kamar,dan setelah itu ,Ken bisa memiliki kamar itu sepenuhnya.
Awalnya Yas ragu,karena jika kamar tertutup mungkin saja Ken masih tidur dan belum bangun,Akhirnya Yas memutuskan untuk Membersihkan kamar Kendar dulu yang sudah lama tak dilihatnya.
Dan benar saja,Beberapa minggu tak dilihat,kamar Kendar eperti kapal pecah,barang barang tergeletak dimana mana,dan sampah tak dibuang ditempatnya.
Dan Yaspun menghabiskan waktu lama untuk membersihkan kamar Kendar yang tak pantas disebut kamar.
.......
Ken meninggalkan rumah ketempat yang sangat jauh jaraknay dari tempatnya tinggal,hal itu ia lakukan agar ia bisa menggunakan kartu kredit yang mungkin sengaja oleh ayahnya tidak ti blokir,agar mengetahui dimana ia bertransaksi.
Tapi sepertinya Ken sudah lebih pintar,Jark yang jauh dari tempat tinggalnya adalah salah satu trik yang ia gunakan untuk meninggalka jejak tapi tak terdeteksi.
Di sebuah pusat perbelanjaan Ken membeli semua barang barang yang yang sudah ia tulis dalam list belanjaannya.
"Jika ini sudah diblokit terpaksa tabunganku harus aku gunakan!"Seru Ken yang sedang mengantri dengan troli penuh dihadapannya.sambil menatap Kartu kredit berwarna metalik.
Beberapa pasng mata memperhatikannya membuatnya aneh dan melihat barang belanjaannya.
"Belum pernah liat cowok keren belanja ya!"Seru Ken yang melihat trolinya berisi bahan bahan makanan pokok.
Selesai menghitung semua belanjaan Ken memberikan kartu ajaibnya dan berbisik kepada penjaga kasirnya.
"mbak!,coba pakai ini dulu!,kalau tidak bisa bilangnya pelan pelan ya!"seru Ken sambil berbisik.
Dan ternyata benar dugaannya semua berjalan seperti dugaannya.setelah membayar Ken langsung pergi dari tempat itu dengan menggunakan mobil yang sengaja ia pesan pada temannya yang sudah siap menunggunya di parkiran.
"Ayo masuakn cepat!"Seru Ken yang sudah tak sabar untuk pergi.
Dan dengan cepat mobil pergi meninggalkan parkiran pusat perbelanjaan tersebut.
"Akan samapai kapan kau akan kucing kucingan seperti ini?"Tanya Ras,yang menjadi supur Ken.
"Samapai ayagku berhenti mengejarku!"Seru Ken sambil membuka topinya.
"Huh......capek ya!"Seru Ken sambil mengibas ngibaskan topi kearah wajahnya.
Dan disisi lain Seseorang yanag sejak lama menunggu transaksi dari kartu yang Ken gunakan tersenyum senang karena ia bisa melacak dimana buruannya,dan dengan sepat ia menyeruh anak buahnya uantuk mendatangi Tempat tersebut.
.......
Yas belem selesai merapikan kamar Kendar ketika Ken datang dengan mobil minibusnya.Ia menurunkan barabg barangnya sendiri Samapai mobil itu pergi,Yas baru menyadarinya,jika suara mobil yang tadi didengarnya berhenti didepan pintu masuk rumahnya.
Yas belum menyelsaikan pekerjaannya,tapi melihat Ken yang kerepotan membawa barang belanjaannya,Yas langsung turun untuk membantu.
'Kau dari mana Saja?"tanya Yas yang masih memegang kemoceng.
"Aku belanja!"Seru Ken sambil menggotong sebuah kardus.
"Apa itu?"tanya Yas yang meliahAT ken memasukannya kedalam Rumahnya,bukan keatas yaitu kamarnya.
"Itu mesin jahit baru!"Seru Ken yang kembali mengambil barang barang yang lainnya.
"Untuk apa?"tanya Yas terkejut.
"Pekerjaan kakak kan banyak,kurang efektif jika hanya menggunakan 1 mesin jahit,jadi aku memutuskan membelinya untuk membantu kakak!"Seru Ken menjelaskan.
"Kau tak perlu melakukannya!"Seru Yas yang merasa tak enak.
"Anggap saja ,ini sebagai jaminan kalau aku boleh tinggal lebih lama lagi disini!"Seru Ken sambil tersenyum.
Yas membalas senyum Ken dan membantunya.
"Aku kira kau masih tidur diatas!"Seru Yas yang membantu menata mesin jahit diruangan yang sempit itu.
"Aku pergi pagi pagi sekali,suapaya tidak memakan waktu!"Seru Ken.
"Apa sudah buka tokonya?"
"Aku menemui temanku terlebuh dahulu!"
"OH!,kau sudah sarapan?"tanya Yas yang melepaskan celemek dari badannya.
"Belum!"Jawab Ken sambil memegangi perutnya.
Ken berjalan menemui barang barang pribadinya dan duduk dismpingnya,ia melihat sesuatu yang ia rasa ia mengenalnya.
"Wow!"Seru Ken takjub.
"Ada apa?"tanya Yas yang hanya mengeluarkan kepalanya dari dapur.
"Kakak yang menjahitkannya?"Tanya Ken.
"Ya,iseng semalam!"Seru Yas yang kembali masuk ke dalam dapurnya.
"Terima kasih ya!"seru Ken yang berniat untuk mencobanya.
Ken mencoba bajunya dan ia melihat didalam cermin yang biasa pelanggan gunakan untuk mencoba
"Asyik buat jalan jalan!"Seru Ken yang kembali melpas bajnya.
Ken merapikan kemabali baju yang baru digunakannya itu dan kemudian sebuah ide muncul diotaknya.Ken berjalan menuju Dapur dan dilihatnya Yas sedang memasaksesuatu untuk sarapan mereka berdua.
Dengan langkah hati hati Ken mendekati Yas yang terliaht begitu serius dengan Pekerjaannya.
"Kakak!"Panggil Ken
"Ya!"Jawb Yas
Yas berbalik dan betapa terkejutnya Yas ketika ia tiba tiba berada di hadapan Ken,dengan posisi Ken yang seperti akan memeluknya.
"Maaf!"Seru Yas yang langsung mundur.
"Ada apa?"Tanya Yas yang salah tingkah.
"Apa aku mengagetkan kakak?"tanya Ken yang biasa saja,tapi didalam hatinya ia juga salah tingkah.
"Kau muncul dihadapanku tiba tiba.Tentu saja itu mengejutkanku!"jawab Yas yang kembali melanjutkan acara masaknya.
"Aku pinjam Laptopnya sebentar boleh?"Tanya Ken yang tak beranjak dari tempatnya.
"Tentu!"Jawab Yas yang tak melihat lawan bicaranya.
"Dimana?"tanya Ken yang beranjak dari tempatnya.
Ken berjalan membelakangi Yas dan dengan cepat tangannya mengusap dadanya dengan wajah gemas gigi saling beradu.
"Dikamar!"Jawab Yas yang masih sibuk dengan urusannya.
"Boleh aku masuk kekamar?,atau kakak akan mengambilkannya,biarkab aku yang menggantikannya!"Seru Ken memberi pilihan sambil menunggu didepan kamar Yas.
"Ambil saja!,pintunya tidak dikunci!"Seru Yas.
"OK!"seru Ken yang sudah memegang pegangan pintu dan bersiap membuka.
Ken membuka pintu dan masuk kedalam Ruangan yang tak pernah dilihatnya keseluruhan,nuansa permpuan begitu terlihat disana,dari arom kamar dan warna.Pintu langsung tertutup,karena tak ada pengganjal pintu disana.
Mata Ken mencari laptopnya yang dijadikannya jaminan selama ia tinggal di tempat itu,Kesegala arah ia mencari tapi tak juga dilihatnya sampai pada satu tempat ia melihat sesuatu yang tap pantas dilihatnya tergeletak diatas kasur.
"Apa kau sudah menemukannya?"tanya Yas dengan nafas terengah karena sepertinya ia berlari untuk sampai kekamarnya.
Ken tersadar ia terlalu lama memperhatikan benda yang ada diatas kasur hingga ia baru menjawab beberapa detik setelah pertanyaan itu dilintarkan.
"Belum!"Jawab Ken singkat sambil mengalihkan pandangannya.
Yas buru buru masuk kedalam kamarnya dan menutupi benda itu dengan selimut dan membelakanginya.Dan pintu kamarpun tertutup kembali.
"Aku baru ingat semalam Raisha memintaku untuk membukanya!,dan sekarang ada dikamar Raisha!"Seru Yas yang merasa malu dengan barang yang ia sembunyikan dari Ken.
"Tidak usah disembunyikan!,aku sudah melihatnya,warnanya hitam!"Seru Ken sambil tersenyum dan membuka pintu kamar sambil senyum senyum sendiri.
Yas menutup matanya dengan gugup dan kembali menutupi barang barangnya dengan bantal.Yas menarik nafas dan kemudian keluar menyusul Ken.
"Boleh aku masuk?"tanya Ken lagi.
"Sebaiknya aku saja yang ambil!"Seru Yas yang langsung menerobos kamar Raisha yang melewati Ken.
Ken hanya tersenyum,ia membayangkan kejadian yang baru dilihatnya di kamar Yas akan dilihatnya lagi dikamar Raisha.
"Bocah 13 tahu apa yang bisa dilihat!"Gumam Ken sambil menunggu Yas mengambil laptopnya.
Sesaat kemudian Yas keluar dengaan membawa laptop milik Ken dan kemudian menyerahkannya.
"Seharusnya sebelum dijadikan jaminan,kau hapus dulu gambar gambar yanga ada didalamnya!"seru Yas sedikit kesal setelah ia ingat apa saja yang ia lihat didalam laptop Ken.
"Memangnya apa yang kalain lihat?,Kalian membuka foto fotonya?"Tanya Ken yang teringat ada gambar apa saja didalam laptopnya.
"Itu bukan gambarku!"Seru Ken membela diri.
"Tidak usah mengelak,apaun yang ada didalamnya passti itu semua milikmu!,dan aku bisa memaklumunya,karena itu hakmu,dan berarti kau normal!"Seru Yas yang keluaar dengan membawa satu mangkok besar berisi mie instan dengan beberapa butir baso didalamnya.
Yas menaruhnya di meja,lalu ia kembali kebelakang untuk mengambil piring.
Yas mengambilkan bagian Untuk Ken,sementara Ken sendang sibuk dengan Laptopnya membuka internet dan membuka akun jejaring sosialnya.
"Banyak sekali pemberitahuannya!"Seru Yas yang tak sengaja melihatnya.
"Sudah lama tidak aku buka!"jawab Ken yang hanya sekilas melirik Yas yang duduk disampingnya.
"Kakak punya kamera?"tanya Ken yang ternyata mereka begitu dekat hingga wajah mereka begitu dekat ketika mereka saling betatap muka.
"Tidak!,tapi yang punya adiku!,dan itu ada di rumahnya!"Seru Yas yang langsung mengambil jarak.
"Tapi aku punya HP yang ada kameranya!"Seru Yas yang langsung bangundari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
"Apa yang akan kau lakukan!"Tanya Yas yang menyerahkan HPnya dan kembali duduk dan memakan sarapannya.
"Maaf!,bisa ganggu waktunya sebentar!"seru Ken yang langsung bangaun dari tempat duduknya dan Yas mengikuti.
Ken meminta Yas untuk memegangi Baju yang dibuatnya dan dengan kamera dari Hp ia mengfoto baju itu,beberapa kali ia mengambil foto dan diam diam ia juga mengambil foto pemegang Bajunya.
Setelah mengambil foto Ken memblutooth foto foto yang diambilnya ke Laptopnya dan kemudian ia menghapus foto foto yang aada di dalam hp.
"Sebaiknya kau sarapan dulu,sebelum airnya diserap mie semua!"Seru Yas yang sudah dengan sarapannya dan ia bangkit dan meninggaLkan Ken kedapur.
Ken buru buru menghabiskan sarapannya dan ketika Yas kembali dari dapur,Ken sudah dengan sarapannya.
"Ken!,kau memakannya atau hanya menelannya bulat bulat?"Tanya Yas yang terkejut.
"Aku buru buru dan harus cepat!"Seru Ken yang segera berlari kedapur untuk mencuci bekas makanannya.
"Kakak!,sepertinya aku akan membantu kakak agak siang,jadi maag ya!,aku kekamarku dulu!"Seru Ken yang menutup laptopnya dan segera berlari menuju kamarnya.
Yas hanya terdiam melihat Ken yang tampak begitu buru buru ingin cepat cepat kekamarnya.Dan ia kemudian melihat barang belanjaan Ken yang masih tertinggal didepan rumah.
Yas mengambil belanjaan Ken dan melihatnya.
"Dia belanja!"Seru Yas
Yang melihat beberapa mie instant cup didalamnya dan satu buah termos air panas.dan beberapa potong baju dan celana.dan makanan ringan.
"Mungkin dia juga sekalian menganti pin ATMnya!"Seru Yas.
Yas membawa masuk semua barang milik Ken dan ia kemudian mengambil termos panas milik Ken.
.......
Didalam kamarnya Sambil tiduran santai,Ken mulai mengupload gambar hasil fotonya kedalam halaman Facebook yang baru dibuatnya beberapa menit yang lalu dengan nama halaman.
'KUALITAS BANDROL,HARGA DISKON'
Dan dengan bebrapa slogan Ken menyebutkan nama tailor milik Yas kedalam halaman yang abru dibuatnya,dan dengan teliti ia mualia mengundang semua teman temannya terutama para wanita.
"Ken!"Panggil Yas dari luar sambil mengetuk pintu,walaupun pintu tidak ditutup.
"Oh ya kak!,ada apa?"tany a Ken yang langsung bangkit dari posisinya yang nyaman.
"Barang barangmu ada yang tertinggal!"Seru Yas yang sudah masuk dengan beberapa kantong belanjaannya,Dan termos yang sudah terisi air panas.
"Oh!"seru Ken yang tak banyak bicara dan meliahat Yas meletakan termosnya di sudut tempat tidurnya.
Ken memperhatikan Yas yang langsung mengambil sisa sisa baju miliknya yang belum sempat diambilnya.
"Kamar ini bisa menjadi milikmu sepenuhnya jika aku sudah mengambil barang barangku ini!"seru Yas yang sibuk memasukan Baju bersihnya kedalam keranjang pakaian.
Ken mengambil belanjaannya dan mengeluarkan isinya!,kenapa kakak bawa semuanya kesisini!"Seru ken yang sudah menyisakan bebrapa untuk dibawaturun kembali.
"Semua itu milikmu!,jadi aku bawa semuanya ketempatmu!"Seru Yas yang sudah dengan pekerjaannya.
"Apa kakak menginginkanku terus di kamarku!"Seru Ken dengan nada cemberut seperti anak kecil.
"Tidak!,tentu saja kau harus membantuku dibawah!"Seru Yas tidak membenarkan.
"Lalu kenapa kakak membawakanku air panas sekarang!"Seru Ken.
"Aku kira kau membutuhkannya sekarang!,buknkah kau bilang akan di kamarnu untu beberapa waktu!"seru Yas membela diri.
"Beberapa waktu itu hanya sebentar dan sepertinya sudah selesai sekarang!"Seru Ken yang kemudian menutup laptopnya dan membawanya dengan beberapa barang yang sudah Yas bawakan keatas.
"Ayo kita turun!"Seru Ken yang langsung menaruh laptopnya diatas tumpukan baju yang Yas bawa dan mengambilnya paksa,dan kemudian ia menyerakhan kantong plastik yang ia siapkan untuk dibawa turun.
"Apa ini?"tanya Yas yang tak mengerti.Sambil melihat isinya.
"Itu untuk persediaan dibawah!"Jelas Ken yang mendahaulaui Yas turun.
"Kakak!,bolehkah aku menrenovasi kamar itu?"Tanya Ken yang menunggu Yas sebelum mereka menurunu anak tangga.
"Boleh saja,asal jangan kau ubah bentuk bnagunannya!"Seru Yas sambil tersenyum.
"Aku jarang melihatnya!"Seru Ken .
"Apa?"Tanya Yas tak menegrti.
"Senyuman kakak!"Jawab Ken.
Yas tak menjawb ia hanya berjalan mendshului Ken.
"Kak!,soal liburan!,maukah kakak,menyetujuinya kalau kita lakukan minggu besok?"Tanya Ken sambil menyusul Yas yang sudah terlebih dulu jalan.
"Baiklah!,aku akan beritahu mereka berdua!"Seru Yas yang kembali tersenyum,dan berbalik untuk melanjutkan langkahnya.
Ken membalas senyuman itu tanpa berkata,dan barulah ketika Yas berbalik Ken mengelus dadanya.
"Mendamaikan hati!"Gumam Ken dalam hati yang kembali menyusul Yas.
........
Ken mencoba bajunya dan ia melihat didalam cermin yang biasa pelanggan gunakan untuk mencoba
"Asyik buat jalan jalan!"Seru Ken yang kembali melpas bajnya.
Ken merapikan kemabali baju yang baru digunakannya itu dan kemudian sebuah ide muncul diotaknya.Ken berjalan menuju Dapur dan dilihatnya Yas sedang memasaksesuatu untuk sarapan mereka berdua.
Dengan langkah hati hati Ken mendekati Yas yang terliaht begitu serius dengan Pekerjaannya.
"Kakak!"Panggil Ken
"Ya!"Jawb Yas
Yas berbalik dan betapa terkejutnya Yas ketika ia tiba tiba berada di hadapan Ken,dengan posisi Ken yang seperti akan memeluknya.
"Maaf!"Seru Yas yang langsung mundur.
"Ada apa?"Tanya Yas yang salah tingkah.
"Apa aku mengagetkan kakak?"tanya Ken yang biasa saja,tapi didalam hatinya ia juga salah tingkah.
"Kau muncul dihadapanku tiba tiba.Tentu saja itu mengejutkanku!"jawab Yas yang kembali melanjutkan acara masaknya.
"Aku pinjam Laptopnya sebentar boleh?"Tanya Ken yang tak beranjak dari tempatnya.
"Tentu!"Jawab Yas yang tak melihat lawan bicaranya.
"Dimana?"tanya Ken yang beranjak dari tempatnya.
Ken berjalan membelakangi Yas dan dengan cepat tangannya mengusap dadanya dengan wajah gemas gigi saling beradu.
"Dikamar!"Jawab Yas yang masih sibuk dengan urusannya.
"Boleh aku masuk kekamar?,atau kakak akan mengambilkannya,biarkab aku yang menggantikannya!"Seru Ken memberi pilihan sambil menunggu didepan kamar Yas.
"Ambil saja!,pintunya tidak dikunci!"Seru Yas.
"OK!"seru Ken yang sudah memegang pegangan pintu dan bersiap membuka.
Ken membuka pintu dan masuk kedalam Ruangan yang tak pernah dilihatnya keseluruhan,nuansa permpuan begitu terlihat disana,dari arom kamar dan warna.Pintu langsung tertutup,karena tak ada pengganjal pintu disana.
Mata Ken mencari laptopnya yang dijadikannya jaminan selama ia tinggal di tempat itu,Kesegala arah ia mencari tapi tak juga dilihatnya sampai pada satu tempat ia melihat sesuatu yang tap pantas dilihatnya tergeletak diatas kasur.
"Apa kau sudah menemukannya?"tanya Yas dengan nafas terengah karena sepertinya ia berlari untuk sampai kekamarnya.
Ken tersadar ia terlalu lama memperhatikan benda yang ada diatas kasur hingga ia baru menjawab beberapa detik setelah pertanyaan itu dilintarkan.
"Belum!"Jawab Ken singkat sambil mengalihkan pandangannya.
Yas buru buru masuk kedalam kamarnya dan menutupi benda itu dengan selimut dan membelakanginya.Dan pintu kamarpun tertutup kembali.
"Aku baru ingat semalam Raisha memintaku untuk membukanya!,dan sekarang ada dikamar Raisha!"Seru Yas yang merasa malu dengan barang yang ia sembunyikan dari Ken.
"Tidak usah disembunyikan!,aku sudah melihatnya,warnanya hitam!"Seru Ken sambil tersenyum dan membuka pintu kamar sambil senyum senyum sendiri.
Yas menutup matanya dengan gugup dan kembali menutupi barang barangnya dengan bantal.Yas menarik nafas dan kemudian keluar menyusul Ken.
"Boleh aku masuk?"tanya Ken lagi.
"Sebaiknya aku saja yang ambil!"Seru Yas yang langsung menerobos kamar Raisha yang melewati Ken.
Ken hanya tersenyum,ia membayangkan kejadian yang baru dilihatnya di kamar Yas akan dilihatnya lagi dikamar Raisha.
"Bocah 13 tahu apa yang bisa dilihat!"Gumam Ken sambil menunggu Yas mengambil laptopnya.
Sesaat kemudian Yas keluar dengaan membawa laptop milik Ken dan kemudian menyerahkannya.
"Seharusnya sebelum dijadikan jaminan,kau hapus dulu gambar gambar yanga ada didalamnya!"seru Yas sedikit kesal setelah ia ingat apa saja yang ia lihat didalam laptop Ken.
"Memangnya apa yang kalain lihat?,Kalian membuka foto fotonya?"Tanya Ken yang teringat ada gambar apa saja didalam laptopnya.
"Itu bukan gambarku!"Seru Ken membela diri.
"Tidak usah mengelak,apaun yang ada didalamnya passti itu semua milikmu!,dan aku bisa memaklumunya,karena itu hakmu,dan berarti kau normal!"Seru Yas yang keluaar dengan membawa satu mangkok besar berisi mie instan dengan beberapa butir baso didalamnya.
Yas menaruhnya di meja,lalu ia kembali kebelakang untuk mengambil piring.
Yas mengambilkan bagian Untuk Ken,sementara Ken sendang sibuk dengan Laptopnya membuka internet dan membuka akun jejaring sosialnya.
"Banyak sekali pemberitahuannya!"Seru Yas yang tak sengaja melihatnya.
"Sudah lama tidak aku buka!"jawab Ken yang hanya sekilas melirik Yas yang duduk disampingnya.
"Kakak punya kamera?"tanya Ken yang ternyata mereka begitu dekat hingga wajah mereka begitu dekat ketika mereka saling betatap muka.
"Tidak!,tapi yang punya adiku!,dan itu ada di rumahnya!"Seru Yas yang langsung mengambil jarak.
"Tapi aku punya HP yang ada kameranya!"Seru Yas yang langsung bangundari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
"Apa yang akan kau lakukan!"Tanya Yas yang menyerahkan HPnya dan kembali duduk dan memakan sarapannya.
"Maaf!,bisa ganggu waktunya sebentar!"seru Ken yang langsung bangaun dari tempat duduknya dan Yas mengikuti.
Ken meminta Yas untuk memegangi Baju yang dibuatnya dan dengan kamera dari Hp ia mengfoto baju itu,beberapa kali ia mengambil foto dan diam diam ia juga mengambil foto pemegang Bajunya.
Setelah mengambil foto Ken memblutooth foto foto yang diambilnya ke Laptopnya dan kemudian ia menghapus foto foto yang aada di dalam hp.
"Sebaiknya kau sarapan dulu,sebelum airnya diserap mie semua!"Seru Yas yang sudah dengan sarapannya dan ia bangkit dan meninggaLkan Ken kedapur.
Ken buru buru menghabiskan sarapannya dan ketika Yas kembali dari dapur,Ken sudah dengan sarapannya.
"Ken!,kau memakannya atau hanya menelannya bulat bulat?"Tanya Yas yang terkejut.
"Aku buru buru dan harus cepat!"Seru Ken yang segera berlari kedapur untuk mencuci bekas makanannya.
"Kakak!,sepertinya aku akan membantu kakak agak siang,jadi maag ya!,aku kekamarku dulu!"Seru Ken yang menutup laptopnya dan segera berlari menuju kamarnya.
Yas hanya terdiam melihat Ken yang tampak begitu buru buru ingin cepat cepat kekamarnya.Dan ia kemudian melihat barang belanjaan Ken yang masih tertinggal didepan rumah.
Yas mengambil belanjaan Ken dan melihatnya.
"Dia belanja!"Seru Yas
Yang melihat beberapa mie instant cup didalamnya dan satu buah termos air panas.dan beberapa potong baju dan celana.dan makanan ringan.
"Mungkin dia juga sekalian menganti pin ATMnya!"Seru Yas.
Yas membawa masuk semua barang milik Ken dan ia kemudian mengambil termos panas milik Ken.
.......
Didalam kamarnya Sambil tiduran santai,Ken mulai mengupload gambar hasil fotonya kedalam halaman Facebook yang baru dibuatnya beberapa menit yang lalu dengan nama halaman.
'KUALITAS BANDROL,HARGA DISKON'
Dan dengan bebrapa slogan Ken menyebutkan nama tailor milik Yas kedalam halaman yang abru dibuatnya,dan dengan teliti ia mualia mengundang semua teman temannya terutama para wanita.
"Ken!"Panggil Yas dari luar sambil mengetuk pintu,walaupun pintu tidak ditutup.
"Oh ya kak!,ada apa?"tany a Ken yang langsung bangkit dari posisinya yang nyaman.
"Barang barangmu ada yang tertinggal!"Seru Yas yang sudah masuk dengan beberapa kantong belanjaannya,Dan termos yang sudah terisi air panas.
"Oh!"seru Ken yang tak banyak bicara dan meliahat Yas meletakan termosnya di sudut tempat tidurnya.
Ken memperhatikan Yas yang langsung mengambil sisa sisa baju miliknya yang belum sempat diambilnya.
"Kamar ini bisa menjadi milikmu sepenuhnya jika aku sudah mengambil barang barangku ini!"seru Yas yang sibuk memasukan Baju bersihnya kedalam keranjang pakaian.
Ken mengambil belanjaannya dan mengeluarkan isinya!,kenapa kakak bawa semuanya kesisini!"Seru ken yang sudah menyisakan bebrapa untuk dibawaturun kembali.
"Semua itu milikmu!,jadi aku bawa semuanya ketempatmu!"Seru Yas yang sudah dengan pekerjaannya.
"Apa kakak menginginkanku terus di kamarku!"Seru Ken dengan nada cemberut seperti anak kecil.
"Tidak!,tentu saja kau harus membantuku dibawah!"Seru Yas tidak membenarkan.
"Lalu kenapa kakak membawakanku air panas sekarang!"Seru Ken.
"Aku kira kau membutuhkannya sekarang!,buknkah kau bilang akan di kamarnu untu beberapa waktu!"seru Yas membela diri.
"Beberapa waktu itu hanya sebentar dan sepertinya sudah selesai sekarang!"Seru Ken yang kemudian menutup laptopnya dan membawanya dengan beberapa barang yang sudah Yas bawakan keatas.
"Ayo kita turun!"Seru Ken yang langsung menaruh laptopnya diatas tumpukan baju yang Yas bawa dan mengambilnya paksa,dan kemudian ia menyerakhan kantong plastik yang ia siapkan untuk dibawa turun.
"Apa ini?"tanya Yas yang tak mengerti.Sambil melihat isinya.
"Itu untuk persediaan dibawah!"Jelas Ken yang mendahaulaui Yas turun.
"Kakak!,bolehkah aku menrenovasi kamar itu?"Tanya Ken yang menunggu Yas sebelum mereka menurunu anak tangga.
"Boleh saja,asal jangan kau ubah bentuk bnagunannya!"Seru Yas sambil tersenyum.
"Aku jarang melihatnya!"Seru Ken .
"Apa?"Tanya Yas tak menegrti.
"Senyuman kakak!"Jawab Ken.
Yas tak menjawb ia hanya berjalan mendshului Ken.
"Kak!,soal liburan!,maukah kakak,menyetujuinya kalau kita lakukan minggu besok?"Tanya Ken sambil menyusul Yas yang sudah terlebih dulu jalan.
"Baiklah!,aku akan beritahu mereka berdua!"Seru Yas yang kembali tersenyum,dan berbalik untuk melanjutkan langkahnya.
Ken membalas senyuman itu tanpa berkata,dan barulah ketika Yas berbalik Ken mengelus dadanya.
"Mendamaikan hati!"Gumam Ken dalam hati yang kembali menyusul Yas.
........
Tidak ada komentar :
Posting Komentar