....
Laki laki itu tak kehilangan akal ia dengan segera mengambil payung yang sudah tak berbentuk payung karena mengalami tabrak lari,setelah mengambil payung itu Laki laki itu nekad melompati pagar rumah Yas dan menggedor pintu rumah Yas.
.....
Yas terkejut,dengan suara yang sangat tidak sopan itu,ia keluar dari kamarnya setelah berganti pakaian,suara terdengar kesal sambil marah marah,menganggap itu adalah Kendar yang datang terlambat.
"Hey!,kau tak tahu kalau ini sudah malam!,sudah terlambat tak sopan pula!"seru Yas sambil mengeringkan rambut dan berjalan menuju pintu depan sambil melilitkan handuk untuk menyembunyikan rambutnya yang basah.
Yas membuka pintu,tapi orang yang di ditunggunya tak tampak tapi sebuah kejutan tiba tiba mrenghampirinya.Seorang laki laki menerobos masuk dan membungkam mulutnya,sambil menutup pintu rumah.
Dengan suara tertahan Yas mencoba berteriak tapi cengkraman tangan itu terlalu kuat sehingga ia hanya bisa meronta dan hampir menngis.
"Aku akan lepaskan,tapi berjanji jangan teriak!"seru suara laki laki.
Yas melotot setelah mendengar suara yang sudah didengarnya dan kemudian ia mengangguk tanda setuju.
Laki laki itu perlahan mengendorkan bungkamannya dan kembali menutup mulut Yas,karena Yas hampir berteriak kembali.
"Sudah kubilang jangan berteriak!"seru Laki laki itu dengan nada berbisik namun ditinggikan.
Yas kembali mengangguk dan ini sungguh sungguh.
Dengan perlahan Laki laki itu melepaskan tangannya dan melepaskan Yas.
"Apa yang akan kau lakukan?,kau belum puas merusak payungku!,atau kau akan merampok rumahku?"seru Yas berkata tidak tidak.
"Pintar sekali arah bicaramu!,tapi aku tidak akan melakukan itu,aku hanya akan meminta satu hal padamu!"seru Laki laki itu sambil duduk di bangku dekatnya.
"Siapa yang menyuruhmu duduk!"seru Yas yang langsung mengusir Laki laki itu untuk berdiri.
Laki laki itu menurut dan tiba tiba saja ia berlutut tepat dihadapan Yas,dan membuat Yas terkejut.
"Hey,apa yang akau lakukan!"seru Yas.
"Kakak!,aku mohon untuk malam ini,izinkan aku untuk tinggal disini,isinkan akau menginap!,atau aku akan bayar untuk satu malam ini.!"seru Laki laki itu dengan nada memohon dan penuh harap.
"Menginap!,kau tak punya rumah?,atau kau kabur dari rumah!"tebak Yas.
Aku tidak bisa mengatakan apa alasannya tapi aku bisa menjamin,kalau akau adalah orang baik dan aku tidak akan melakukan apapun yang melanggar hukum!"
"Lalu denagn apa kau akan meyakinkanku jika kau bukannlah orang jahat!"tanya Yas menantang.
Dengancepat laki laki itu mengeluarkan dompet dari dalam kantong celananya dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya.
"Emmmm.....!,mungkin kalau uang cash aku tak punya untuk saat ini,tapi aku punya jaminan!"seru Laki laki itu sambil mengeluarkan KTP,Beberapa kartu kredit,dan ATM.
"Kakak bisa menggunakan kartu kartu itu jika kakak mau selama aku disini,tapi memakainya jangan disekitar sisni ya!"seru Laki laki itu.
Yas diam saja,ia hanya memandangi kartu kartu yang kini ada ditangannya kartu kredit dengan warna warna yang mewakili jumlah limit pengambilan,dan KTP.
"Nama.....!"
"Panggil aku Ken saja!"seru Laki laki bernama Ken itu memotong ucapan Yas.
Usiamu baru 25 tahun!,dan kau masih mahasiswa!,mahasiswa apa yang mempunyai kartu kredit dengan limit begitu besar.melanjutkan ucapannya setelah mengurangi tahun sekarang dengan tahun kelahiran Ken.
"Itu KTPku 4 tahun 10 bulan yang lalu,karena masa berlakunya masih ada,jadi aku belum memperbaharuinya.!"seru Ken menjelaskan.
"Lalu kartu Kredit ini!,apa ini milik ayahmu!,jangan jangan kau mencurinya lalu kau kabur,dan rumahku tempat persembunyianmu!"seru Yas menuduh.
"Kalau aku mencuri kartu kredit itu,sudah kupastikan semua kartu kredit itu sudah diblokir!"seru Ken menjelaskan lagi.
Untuk beberapa saat suasana hening dan mereka diam dengan pikiran masing masing.
"Baiklah untuk malam ini,kau boleh tidur dirumah ini,tapi bukan di sini!"seru Yas memutuskan.sambil memberikan kembali semua kartu yang diberikan kepadanya.
"Tak ada gunanaya kau memberikan ini kepadaku!"seru Yas.
"Lalu dimana?"tanya Ken sambil bangkit dari acara berlututnya.
"Hey!,siapa yang menyuruhmu bangun,kau tidur disitu!"seru Yas tegas.
"Mana mungkin!,oke!,aku akan membayar menginapku malam ini seperti dihotel bintang 5.tapi tidak sekarang!.dan untuk sekarang aku hanya ingin mandi dan beristirahat!" seru Ken memelas.
"Kamar mandi ada disana!,lakukan apa yang kau inginkan dan tidur!"seru Yas sambil mengunci pintu.
.....
Yas menunggu di depan kamarnya dengan pemukul baseball milik Kendar di dekatnya dan beberapa saat kemudian laki laki asing itu keluat dari kamar mandi dengan pakaian basahnya.
"Dimana kamarku?"tanya Ken sambil melihat kearah Yas .
"Kamarmu tidak disini!,disini hanya ada dua kamar,kamarku dan kamar adiku,dan adiku adalah perempuan,dan masih sekolah,dan aku tidak akan membiarkan Ken masuk kedalam kamarnya!"seru Yas tegas.
"Kalau begitu dikamarmu!"seru Ken sambil menerobos Yas.
"Kau tega sekali pada tamumu!,aku orang baik baik!"seru Ken menahan marah.
"BUKAN disini juga!"seru Yas sambil menghalangi Ken dengan pemukul Bassball dan dengan nada marah yang tertahan juga.
"Lalu dimana!"seru Ken dengan nada keras.
Yas menarik nafas panjang dan dengan nada kesal ia menarik Ken keluar dari rumahnya dan mengantarkannya ketempat yang sudah ia sediaan.
Tanpa banyak bicara Ken mengikuti kemana Yas membawanya.Yas membawa Ken menaiki anak tangga hingga mereka sampai di lantai tertinggi dari rumah itu.
Ken tersenyum sendiri sesampainya diatas,ia teringat dengan kata kata yang ia ucapkan ketika ia melihat rumah itu,ia tak menyangka jika kini ai berada didalamnya.
"Disini,apa ini bisa disebut kamar hotel!"seruu Ken itu dengan nada menyindir.
"Aku tak bilang ini ini kamar hotel,jika kau ingin kamar hotel pergi dari sini dan cari hotel iru sendiri!"seru Yas kesal.
Seketika suasana hening dan tiba tiba terdengar suara aneh berbunyi.Mereka saling berpandangan dan Ken mengaku.
"Itu suara perutku!"seru Ken sambil tersenyum malu.
"Sudah malam.aku mau tidur dan jangn coba caba ganggu aku!"Seru Yas yang kemudian menutup pintu.
Yas menuruni anak tangga dan untuk sesaat ia terdiam dan berfikir,dan sesaat kemudian ia kembali melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga.
.....
Diatas dipan yang tak berselimutkan apa apa laki laki bernama Ken itu mencoba tidur sambil meringkuk dan memeluk kakinya karena kedinginan. apalagi bajunya juga basah.
Ken tak bisa tidur perutnya yang kosong,bajunya yang basah,dan tempat tidur yang tak empuk membuat Ken bangun dari tempatnya. ken Mencari sesuatu yang mungki bisa ia gunakan untuk menghangan tubuhnya yang kedinginan.
Dihadapannya hanya da tumpukan baju yang belum di setrika dan baju baju yang belum kering,dan tak ada kain yang lebar.
Benar benar tega wanita itu!"seruken menggerutu.
Ken terkjut ketika tiba tiba terdengar pintu terbuka dan muncul Yas di depan pintu.
"Apa yang sedang kau lakukan di sana!"seru Yas sambil menaruh sesuatu diatas dipan.
"Aku mencari sesuatu yang mungkin bisa aku gunakan untuk menyelimutiku karena aku lapar!"sru Ken yang sudah tak sesuai.
Yas menahan tawanya sambil berjalan mendekati Ken.
"Apakah kau menemukan sesuatu yang bisa kau makan?"tanya Yas meledek.
Yas berusaha keras membangunkan orang yang pingsan di dekatnya dengan cara memukuli wajah laki laki itu dengan pukulan yang cukup keras dalam beberapa kali pukulan.
Sesaat kemudian laki laki itu terbangun dengan mata memerah,menatap Yas dengan tatapan tak jelas
"Hey kau sudah sadar?"tanya Yas yang berjongkok disamping Laki laki yang belum dikenalnya.
"Hah...!"seru laki laki itu yang masih setengah sadar.
"Sebaiknya aku pergi,karena kau sudah sadar!"seru Yas sambil bangun dari tempatnya dan berjalan pergi meninggalkan laki laki yang tak dikenalnya itu.
Dalam hati Yas rasa takut begitu menguasainya,tapi rasa kemanusiaan yang ia miliki sedikit menguatkannya untuk tidak kabur meninggalkan orang yang tak dikenalnya.
Dengan langkah cepat Yas berjalan,mencoba untuk biasanya saja tapi tak bisa.Rasa takut orang itu akan mengikutinya begitu besar menghantuinya dan akhirnya setelah beberapa meter menjauh ia berlari dan dengan segera ia membuka pinti gerbang rumahnya dan masuk kedalam rumah dan menguncinya rapat rapat.
"Aku harus mandi,seluruh badanku basah,dan kenapa sampai jam segini Kendar dan Raisha belum juga datang!"keluh Yas sambil masuk kedalam kamar mandi.
......
Laki laki itu masih setengah sadar saat Dengan tega Yas meninggalkannya,ia terduduk dengan badan basah kuyup dan tempat yang basah,bekas hujan tadi yang kini sudah reda.Dengan kepala sedikit pusing laki laki itu memandangi payung yang ada tak jauh dari hadapannya.Dengan segera diambilnya dan ia berfikir sejenak.
"Payung ini milik wanita itu!"seru laki laki itu kemudian.
Laki laki itu bangkit dari tempatnya dan dengan berjalan sempoyongan ia mencoba menutup payung itu dan menggunakannya sebagai tongkat.
Satu persatu rumah yang dilewatinya ia perhatikan,berharap bisa melihat wanita yang membangunkannya,dan meninggalkan payungnya.
Hampir lima menit sekali Laki laki itu berhenti didepan setiap rumah yang ia lewati tapi tak ada yang keluar,membuatnya kesulitan untuk mengembalikan payung itu.
Dan kembali rintik rintik hujan turun membuat laki laki itu berhenti untuk mencari pemilik payung itu,ia berdiri disebuah rumah yang paling berbeda dengan rumah yang lainnya,bentuk bangunannya unik,tak seperti teman temannya yang tampak seperti rumah mewah tapi minimalis,rumah itu memiliki halaman yang luas sementara bentuk bangunan itu ganya berbentuk persegi panjang yang memanjang keatas,dengan bangunan tiga lantai dengan satu balkon disetiap lantai,dan anak tangga yang ada disetiap samping bnagunan.
"Sepertinya arsiteknya adalah orang yang amatir,tak punya seni,kenapa tidak bikin sarang burung walet saja!"seru laki laki itu bergumam sambil membuka payung yang dipakainya karena hujan mulai deras lagi.
.....
Yas keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit ditubuh dan dikepalanya.ia terkejut ketika melihat hujan turun lagi dan dengan segera ia masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian.
Tak lama kemudian Yas keluar kamar dengan hati kesal dengan hanya menggunakan handuk di badan dan kepala ia keluar rumah dan segera berlari menuju anak tangga.untuk naik menuju tempat yang ia tuju.
Yas,harus menaiki beberapa kali anak tangga untuk sampai ditempat yang ia tuju,dan jika ada yang lihat mungkin akan menjadi pemandangan yang menarik,melihat seseorang dengan hanya menggunakan handuk berdiri di tempat yang paling tinggi.
Yas sampai ditempat yang ditujunya dan dengan segera ia menyambar tumpukan baju yang baru disetrikanya tapi belum sempat ia bawa turun.Dengan tergesa gesa ia membawa tumpukan pakaianitu turun,dan ia makin kesal saat melihat hujan makin deras.
"Hah,hujan lagi.mereka pasti tidak akan datang!"keluh Yas sambil menuruni anak tangga.
Tapi tiba tiba langkahnya terhenti ketika ia melihat payungnya bertengger diluar pagar rumahnya.
"Payungku!"seru Yas dengan nada tinggi.
Tampak terlihat payung itu bergerak,dan dengan cepat Yas menunduk untuk bersembunyi.Ia berjongkok dan ia terdiam.
"Payungku!,dimana tadi payungku!,bukankah aku meninggalkannya di.....!"Yas tak melanjutkan ucapannya tapi ia segera berlari menuruni anak tangga.
Yas masuk kedalam rumahnya mengambil salah satu baju,dan meninggalkan sisianya diatas meja.ia memakai baju itu dan kemudian ia segera keluar.
Dengan langkah hati hati dan hanya menggunakan handuk untuk menutupi kepalanya,Yas berjalan keluar dan mencoba untuk menghampiri payung miliknya yang bertengger diluar pagar rumahnya.
Dengan langkah hati hati Yas mendekati payung miliknya dan dengan cepat ia menarik ujung payung yang berada paling dekat dengannya.tapi sayang tindakannya terhenti karena sesuatu menahan payung miliknya.
Yas terdiam sejenak dan perasaan ingin segera kabur menghampirinya tapi tangannya tak bisa begitu saja melepaskan payung miliknya.
Tiba tiba sesosok wakah keuar dari balik payung itu,wajag yang pucat,basah karena terkena air hujan.
"Halo kak!"sapa laki laki itu sok akrab.
"Kakak!"seru Yas dengan nada tinggi.
Tapi setelah bersuara tinggi tiba tiba Yas menjadi diam dan kikuk.
"Ini payung kakak?"tanya Laki laki itu sambil terus memegangi gagang payung milik Yas.
"Darimana kau tahu?"tanya Yas yang masih berusaha keras untuk merebutnya,tapi sulit.
"Karena kakak berusaha keras untuk mengambilnya!"seru laki laki itu sambil tersenyum manis.
"Kalau begitu lepaskan,karena kau menahan milik orang!"seru Yas kesal,karena ia mulai basah kembali karena hujan yang kembali deras.
Laki laki itu menarik payung dengan paksa dan dengan terpaksa Yas melepaskan payung miliknya,karena ia takut payung itu akan rusak karena ia harus berebut dengan laki laki yang ada dihadapannya.
"Apa yang akan kau lakukan?,kau akan mengakuinya,dan membawa pulang!"seru Yas menuduh.
Laki laki itu tak menjawab ia hanya meninggikan payungnya sehingga memayungi mereka berdua walaupun ada pagar yang membatasi mereka.
"Mungkin aku akan mengakuinya tapi aku takn membawanya pulang!"seru Laki laiki itu sambil menyerahkan payung itu pada Yas.
Yas mengambilnya tapi dengan cepat laki laki menahannya dengan terus memegangi tiang payung itu.
"Apa yang kau lakukan,bukankah kau sudah memberikannya padaku!"seru Yas mengingatkan.
"Aku ingin melakukan perjanjian dengan kakak!"seru Laki laki itu yang kembali menyunggingkan senyum ramah.
"Perjanjian!,perjanjian apa?,hal apa yang kau jadikan sandera untuk melakuakn perjanjian yang hanya akan merugikan dirimu sendiri!"seru Yas yang mentah mentah menolak.
"Kau punya paayung berapa?"tanya laki laki itu.
"Satu!"seru Yas tak mengerti arah bicara laki laki yang ada dihadapannya.
"Kalau begitu payung ini yang akan aku jadikan sandera,aku akan mengembalikan payung ini!,langsung.Asal kau mau mengabulkan satu permintaanku!"seru Laki laki itu menyebutkan perjanjiannya.
"Satu permintaan untuk payung!"seru Yas seperti meremehkan."Apa permintaanmu?'tanya yas kemudian setelah terdiam beberapa saat.
Laki laki itu tersenyum menang dan langsung memberikan payung itu pada Yas.
Baru beberapa detik Laki laki itu memberikan payung milik Yas,bahkan tangannya belum terlepas dari gagang payung,kembali laki laki itu menarik payung itu dari tanagn Yas,tapi kali ini sekalian dengan tubuh Yas,Tangan milik laki laki yang lain itu menarik bahu Yas dan memeluknya.Denagn segera Yas berusaha melapaskan diri tapi Laki laki itu menahannya dan tak mau melepaskannya.
"Apa yang kau lakukan?.Lepaskan aku!"seru Yas yang juga merasa malu karena ada orang yang lewat dan memperhatikan mereka.
"Anggap saja permintaanku ada dua!"seru Laki laki itu yang masih memeluk Yas.
"Permintaan kedua bagaimana!,ini permintaan yang pertama danyang terakhir!"seru Yas kesal sambil mendorong laki laki itu sampai sampai payungnyapun terbawa oleh laki laki itu.
Laki laki itu tak bisa menahan lagi dan payungpun terlempar kejalan dan sialnya lagi sebuah mobil lewat dan melindas payung itu hingga tak berbentuk lagi.
Kekesalan tampak terlihat diwajah Yas dan tanpa berkata apa apa ia pergi meninggalkan laki laki itu.
"Kakak perjanjian kita bagaimana?"seru Laki itu dengan nada berbisik yang ditinggikan.
Yas berbalik dan menatap Laki laki itu kesal
,kau juga sudah merusak payungku!,jadi anggap saja perjanjian itu batal,dan aku memang tidak ingin membuatnya!"seru Yas makin kesal dan ia kembali berjalan menuju rumahnya dan masuk lalu membanting pintu.Laki laki itu tak kehilangan akal ia dengan segera mengambil payung yang sudah tak berbentuk payung karena mengalami tabrak lari,setelah mengambil payung itu Laki laki itu nekad melompati pagar rumah Yas dan menggedor pintu rumah Yas.
.....
Yas terkejut,dengan suara yang sangat tidak sopan itu,ia keluar dari kamarnya setelah berganti pakaian,suara terdengar kesal sambil marah marah,menganggap itu adalah Kendar yang datang terlambat.
"Hey!,kau tak tahu kalau ini sudah malam!,sudah terlambat tak sopan pula!"seru Yas sambil mengeringkan rambut dan berjalan menuju pintu depan sambil melilitkan handuk untuk menyembunyikan rambutnya yang basah.
Yas membuka pintu,tapi orang yang di ditunggunya tak tampak tapi sebuah kejutan tiba tiba mrenghampirinya.Seorang laki laki menerobos masuk dan membungkam mulutnya,sambil menutup pintu rumah.
Dengan suara tertahan Yas mencoba berteriak tapi cengkraman tangan itu terlalu kuat sehingga ia hanya bisa meronta dan hampir menngis.
"Aku akan lepaskan,tapi berjanji jangan teriak!"seru suara laki laki.
Yas melotot setelah mendengar suara yang sudah didengarnya dan kemudian ia mengangguk tanda setuju.
Laki laki itu perlahan mengendorkan bungkamannya dan kembali menutup mulut Yas,karena Yas hampir berteriak kembali.
"Sudah kubilang jangan berteriak!"seru Laki laki itu dengan nada berbisik namun ditinggikan.
Yas kembali mengangguk dan ini sungguh sungguh.
Dengan perlahan Laki laki itu melepaskan tangannya dan melepaskan Yas.
"Apa yang akan kau lakukan?,kau belum puas merusak payungku!,atau kau akan merampok rumahku?"seru Yas berkata tidak tidak.
"Pintar sekali arah bicaramu!,tapi aku tidak akan melakukan itu,aku hanya akan meminta satu hal padamu!"seru Laki laki itu sambil duduk di bangku dekatnya.
"Siapa yang menyuruhmu duduk!"seru Yas yang langsung mengusir Laki laki itu untuk berdiri.
Laki laki itu menurut dan tiba tiba saja ia berlutut tepat dihadapan Yas,dan membuat Yas terkejut.
"Hey,apa yang akau lakukan!"seru Yas.
"Kakak!,aku mohon untuk malam ini,izinkan aku untuk tinggal disini,isinkan akau menginap!,atau aku akan bayar untuk satu malam ini.!"seru Laki laki itu dengan nada memohon dan penuh harap.
"Menginap!,kau tak punya rumah?,atau kau kabur dari rumah!"tebak Yas.
Aku tidak bisa mengatakan apa alasannya tapi aku bisa menjamin,kalau akau adalah orang baik dan aku tidak akan melakukan apapun yang melanggar hukum!"
"Lalu denagn apa kau akan meyakinkanku jika kau bukannlah orang jahat!"tanya Yas menantang.
Dengancepat laki laki itu mengeluarkan dompet dari dalam kantong celananya dan mengeluarkan sesuatu dari dalamnya.
"Emmmm.....!,mungkin kalau uang cash aku tak punya untuk saat ini,tapi aku punya jaminan!"seru Laki laki itu sambil mengeluarkan KTP,Beberapa kartu kredit,dan ATM.
"Kakak bisa menggunakan kartu kartu itu jika kakak mau selama aku disini,tapi memakainya jangan disekitar sisni ya!"seru Laki laki itu.
Yas diam saja,ia hanya memandangi kartu kartu yang kini ada ditangannya kartu kredit dengan warna warna yang mewakili jumlah limit pengambilan,dan KTP.
"Nama.....!"
"Panggil aku Ken saja!"seru Laki laki bernama Ken itu memotong ucapan Yas.
Usiamu baru 25 tahun!,dan kau masih mahasiswa!,mahasiswa apa yang mempunyai kartu kredit dengan limit begitu besar.melanjutkan ucapannya setelah mengurangi tahun sekarang dengan tahun kelahiran Ken.
"Itu KTPku 4 tahun 10 bulan yang lalu,karena masa berlakunya masih ada,jadi aku belum memperbaharuinya.!"seru Ken menjelaskan.
"Lalu kartu Kredit ini!,apa ini milik ayahmu!,jangan jangan kau mencurinya lalu kau kabur,dan rumahku tempat persembunyianmu!"seru Yas menuduh.
"Kalau aku mencuri kartu kredit itu,sudah kupastikan semua kartu kredit itu sudah diblokir!"seru Ken menjelaskan lagi.
Untuk beberapa saat suasana hening dan mereka diam dengan pikiran masing masing.
"Baiklah untuk malam ini,kau boleh tidur dirumah ini,tapi bukan di sini!"seru Yas memutuskan.sambil memberikan kembali semua kartu yang diberikan kepadanya.
"Tak ada gunanaya kau memberikan ini kepadaku!"seru Yas.
"Lalu dimana?"tanya Ken sambil bangkit dari acara berlututnya.
"Hey!,siapa yang menyuruhmu bangun,kau tidur disitu!"seru Yas tegas.
"Mana mungkin!,oke!,aku akan membayar menginapku malam ini seperti dihotel bintang 5.tapi tidak sekarang!.dan untuk sekarang aku hanya ingin mandi dan beristirahat!" seru Ken memelas.
"Kamar mandi ada disana!,lakukan apa yang kau inginkan dan tidur!"seru Yas sambil mengunci pintu.
.....
Yas menunggu di depan kamarnya dengan pemukul baseball milik Kendar di dekatnya dan beberapa saat kemudian laki laki asing itu keluat dari kamar mandi dengan pakaian basahnya.
"Dimana kamarku?"tanya Ken sambil melihat kearah Yas .
"Kamarmu tidak disini!,disini hanya ada dua kamar,kamarku dan kamar adiku,dan adiku adalah perempuan,dan masih sekolah,dan aku tidak akan membiarkan Ken masuk kedalam kamarnya!"seru Yas tegas.
"Kalau begitu dikamarmu!"seru Ken sambil menerobos Yas.
"Kau tega sekali pada tamumu!,aku orang baik baik!"seru Ken menahan marah.
"BUKAN disini juga!"seru Yas sambil menghalangi Ken dengan pemukul Bassball dan dengan nada marah yang tertahan juga.
"Lalu dimana!"seru Ken dengan nada keras.
Yas menarik nafas panjang dan dengan nada kesal ia menarik Ken keluar dari rumahnya dan mengantarkannya ketempat yang sudah ia sediaan.
Tanpa banyak bicara Ken mengikuti kemana Yas membawanya.Yas membawa Ken menaiki anak tangga hingga mereka sampai di lantai tertinggi dari rumah itu.
Ken tersenyum sendiri sesampainya diatas,ia teringat dengan kata kata yang ia ucapkan ketika ia melihat rumah itu,ia tak menyangka jika kini ai berada didalamnya.
"Disini,apa ini bisa disebut kamar hotel!"seruu Ken itu dengan nada menyindir.
"Aku tak bilang ini ini kamar hotel,jika kau ingin kamar hotel pergi dari sini dan cari hotel iru sendiri!"seru Yas kesal.
Seketika suasana hening dan tiba tiba terdengar suara aneh berbunyi.Mereka saling berpandangan dan Ken mengaku.
"Itu suara perutku!"seru Ken sambil tersenyum malu.
"Sudah malam.aku mau tidur dan jangn coba caba ganggu aku!"Seru Yas yang kemudian menutup pintu.
Yas menuruni anak tangga dan untuk sesaat ia terdiam dan berfikir,dan sesaat kemudian ia kembali melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga.
.....
Diatas dipan yang tak berselimutkan apa apa laki laki bernama Ken itu mencoba tidur sambil meringkuk dan memeluk kakinya karena kedinginan. apalagi bajunya juga basah.
Ken tak bisa tidur perutnya yang kosong,bajunya yang basah,dan tempat tidur yang tak empuk membuat Ken bangun dari tempatnya. ken Mencari sesuatu yang mungki bisa ia gunakan untuk menghangan tubuhnya yang kedinginan.
Dihadapannya hanya da tumpukan baju yang belum di setrika dan baju baju yang belum kering,dan tak ada kain yang lebar.
Benar benar tega wanita itu!"seruken menggerutu.
Ken terkjut ketika tiba tiba terdengar pintu terbuka dan muncul Yas di depan pintu.
"Apa yang sedang kau lakukan di sana!"seru Yas sambil menaruh sesuatu diatas dipan.
"Aku mencari sesuatu yang mungkin bisa aku gunakan untuk menyelimutiku karena aku lapar!"sru Ken yang sudah tak sesuai.
Yas menahan tawanya sambil berjalan mendekati Ken.
"Apakah kau menemukan sesuatu yang bisa kau makan?"tanya Yas meledek.
"Tidak!,aku hanya menemukan baju baju basah,belum disetrika,dan itu!"seru Ken sambil menunjukan pakaian dalam yang masih digantung.
Yas melotot dan geram.
"Menjauh dari sana!"seru Yas berjalan mendekat.
"Untuk apa kau kembali?"tanya Ken menjauh.
"Aku hanya akan mengambil jaminanmu!"seru Yas dan langsung dimengerti Ken.
Ken mengeluarkan dompetnya kembali,dan dikeluarkannya kartu yang tadi ia berikan pada Yas.
"Aku hanya butuh KTPmu saja!,karena aku tidak akan mengambil yang bukan miliku!"seru Yas sambil melemparkan sesuatu pada Ken
"Apa ini!"seru Ken sambil membuka sesuatu yang dilemparkan Yas padanya.dan memberikan KTPnya.
"Pakai itu,dan cabut kata katamu kalau aku ini tega!"seru Yas mengingatkan.
Ken membuka baju basahnya begitu saja dihadapan Yas.
"Hey,apakah kau tak punya sopan santun dalam berpakaian!"seru Yas yang masih berdiri ditempatnya dan sedikit melihat bentuk tubuh Ken yang sixpack.
Ken Cuek dengan apa yang dilakukannya.
"Kenapa bukan kau saja yang menutup mata!,atau pergi,bukankah ini kamar hotelku!"seru Ken mengingatkan.
"Kau ini!"seru Yas geram. dan kemudian pergi meninggalkan Ken.
Yas menutup pinru dengan keras bertanda jika ia marah.
Ken hanya diam saja dengan kepergian Yas,ia menghampiri Dipan dan bersiap untuk tidur walaupun rasa lapar terus mengganggunya.
Ia duduk disamping kain yang dibawakan Yas dan ia mencium sesuatu.
"Apa Tukang nasi goreng ada disekitar sini!,tapi,ini lantai 2 atau 3,baunya samapi siani!"seru Ken yang mencium aroma nasi goreng mengganggu hidungnya dan makin membuatnya lapar.
"Ah...aku tak punya uang cash,jadi tak mungkin aku bisa membelinya!'seru Kensambil menarik kain yang ada disampingnya dan bersiap untuk tidur.
"PLAKKKKK!"
Sebuah suara mengganggunya dan aroma nasi goreng kembali mengusik hidungnya.
"Suara apa itu!"seru Ken yang kembali bangun untuk mencari tahu.
"Alamak!,nasi goreng!"seru Ken ynag langsung mengambil tempat makan nasi goreng itu dari lantai dengan sebagian nasi yang jatuh kelantai juga.
"Belum lima menit!"seru Ken yang memunguti nasi goreng yang jatuh kelantai dengan sendok.
Denagn lahapnya ia memakan seluruh nasi goreng yang ada dan barulah ia kembali berbaring.
"Kau memang bukan orang tega,dan itu bukan sekedar basa basi,untuk sebuah KTP!"Seru Ken yang mulai memejamkan matanya.
......
Tidak ada komentar :
Posting Komentar