Senin, 23 September 2013

05:05 parts 10

......
    Pagi menjelang dan diawali dengan hujan yang turun sejak pagi subuh.Ken masih terperangkap di kamarnya,walupun jam sudah menunjukan pukul 8 pagi.
    Ken tak bisa keluar dari kamranya karena ad alasan khusus yang membuatnya haeus tetap di kamar,sampai ia memiliki waktu untuk menyusun alasan.
     Ken duduk di tepi tempat tidurnya sambil memandangi air hujan yang turun,Ia melihat kearah cup mie miliknya yang masih untu,karna Ken lebih bnayak memakan mie yang ada di dapur.
    Melihat cup mie yang belum dibuka membuat perut Ken tiba tiba berbunyi.Dan dengan segera Ken mendekati mienya dan mengangkat termos air miliknya.
    "AH......!!!"sepetinya termospun tak mengijinkan aku untuk makan disini!"Seru Ken mengeluh kesal.
    Ken bertahan untuk tetap berada dikamarnya,paling tidak sampai hujannya berhenti,tapi perutnya tak bisa diajak kerja sama,beberapa kali perutnya bunyi,sementara Ken hanya bisa menhelusnya seperti orang hamil yang mengelus perut buncitnya.
  Beberapakali berbunyi membuat Ken dibuat stres hingga membuatnya mondar mandir sendiri di kamarnya.
   "Baiklah!,aku ak turu ,dan menganggapnya bukan apa apa,karean dia yang lebih dulu menciumku!"seru Ken meyakinkan diri.
       "Di bibir!"Sambung Ken kemudian dengan nada lirih,dan langsung menyapu bibirnya dengan jari telunjuknya.
      Dengan langkah berat Ken menurunu anak tangga yang sedikit basah karena terkena cipratan air hujan yang turun sejah tadi.
    Ken memeluk termos air miliknya sambil membayangkan hal yang ia lakukan semalam,dan tanpa sadar ia bertemu dengan Yas yang memperhatikannya aneh.
   "Kakak!"Seru Ken kaget dan langsung menurunkan termos dari pelukannya dan terdiam.
   "Apa yang sedang kau lakukan?"tanya Yas yang masih berdiridihadapan Ken.
   "Aku....!,ingin mau minta air panas!"seru Ken.
   "Masuklah!"seru Yas.
    Dan barulah ken meninggalkan Ken ditempatnya.
    Ken masuk kedalam rumah dan langsung menuju dapur,dengan apanci yang biasa ia gunakan untuk memasak mie Ken mencoba untuk memasak air.
      Ken mengisi penuh panci itu dan meenyalakan api,selama memasak Ken tidak beranjak dari tempatnya,ia lebih memilih memperhatikan api yang menyala ketimbang harus keluar dari dapur yang akan membuatnya bertemu dengan Yas yang sedang sibuk menjahit.
      Ken duduk sambil melamun sampai sebuah suara memanggilnya,dan ia baru tersadar ketika air dalam pancinya sudah mendidih dan saking penuhnya,air itu tumpah dan membasahi kompor.Ia tersadar karena Yas lah yang mematikan komporyang ada dihadapannya.
     "Apa yang kau lakukan?,kalau yang kau lakukan untuk menunggu Air mendidih,kenapa kau biarkan air itu jatuh dan membasahi Kompor!"Omel Yas yang seperti biasanya.
     Ken hanya tersenyumdan bangkit dari tempatnya,Ken berniat untuk memasukan air kedalam termos tetapi Yas sudah terlebih dahulu melakukannya sambil memarahinya tadi.
     Yas memberikan termos itu pada Ken dan setelah itu ken pergi dari dapur.
    "Hey!,mau kemana?"tanya Yas yang selalu ketus ketika ia marah.
    "Kekamar!"Jawab Ken polos.
    "Kau tidak memakan sarapanmu dulu?"Tanya Yas sambil membukakan tudung saji,yang berisi satu piring nasi goreng.
     Ken menelan ludah dan ia masih terdiam ditempatnya,dalam hatinya ingin segera dudu dan menyantap makanan yang ada dihadapannya,tapi otakanya masih diselimuti rasa canggung.
    "Aku belum lapar!"Seru Ken yang berusaha menghindar dari Yas.
    Hati dan otak Ken dapat bekerjasama di waktu yang di butuhkan,tapi ternyata tidak untuk perut Ken yang sejak tadi bernyanyi.
     Yas tersenyum dan menyuruhnya untuk duduk sambil menyodorkan nasi goreng agar lebih dekat dengan Ken.
    "Apa perlu aku panaskan lagi?"Tanya Yas.
    "Tidak perlu!"Seru Ken yang akhirnya memilih menuruti perutnya ketimbang otak dan otaknya.
     Yas menuangkan teh hangat untuk Ken dan juga dirinya.Dan Yas duduk tepat dihadapan Ken.
     Ken terkejut,ternyata ia ditemani sarapan walaupun hanya dengan minum teh,Ken merasa canggung ,bahkan ia tak bisa memasukan sendok yang berisi nasi goreng kedalam mulutnya dengan benar.
     Ken terlihat gemetar,apalagi Mata Yas yang tak melepaskan pandangannya dari wajag Ken.
    "Kakak tidur dengan nyenyak?"Tanya Ken mencoba baik baik saja.
     Ken melihat Mata yang besar,ia sadar,bahwa semalam memang benar,ia tidak bermimpi,(Kenyataan yang dicoba untuk dijadikan mimpi),Jika Yas menangis.
     "Soal semalam!"
     Ken membelalakan mata dan mentap Yas tanpa ekspresi.
    "Aku ingin menganggapanya tidak pernah terjadi apa apa,tapi aku kembali teringat,aku melibatkan dirimu,dan aku ingin mengatakan sesuatu agar tidak terjadi salah paham diantara kita!"Seru Yas menjelaskan.
    "Ya!,tentu saja!,akupun akan mengatakan sesuatu tentang semalam.Biar bagaimanapun.........Aku yang berinisiatif!"Seru Ken dengan nada rendah diakhir kalimatnya dan memakan sarapannya untuk mengalihkan perhatian.
     "Anggap saja itu adalah 'sesuatu'yang tak pernah terjadi dan perlu di ingat,atau dibahas,karena aku melakukannya dalam keadan emosi sedang tidak terkontrol!"
     "Ya!aku setuju!"dukung Ken sambil meminum minumannya.
   "Karena aku tidak mungkin mau memiliki 'hubungan' dengan wanita yang usianya diatasku,dan lagipula aku belum mapan,aku belum mencapi target dalam hidupku!.Menjadi orang sukses dan baru memikirkan menikah!"Seru Ken kemudian menyeruakan alasannya.
     Yas terkejut,Ken mengetahui usianya yang diatasnya,tapi Yas berusaha tenang.
   "Akupun sama!,seperti yang pernah kita bicarakan waktu malam itu,mungkin aku memang salah satu wanita matre!,karena aku tidak akan menjalin hubungan dengan pria yang usianya dibawahku,dan aku mencari pria mapan untuk aku jadikan pasangan!"Seru Yas mantap.
   "Anggap  Saja itu sebagai bonus,karena aku menenagkan kakak!"Seru Ken enteng.
    Kemudian keduanya saling diam dan beradu dengan pikiran masing masing.
........
     Suasana kembali mencair diantar keduanya,mereka saling bicara seperti biasanya,berdiskusi dan berkomentar sampai pada akhirnya Ken mengutarakan keinginannya.
    "Kak,bagaimana kalau kita juga buka toko baju!"seru Ken yang sedang menggunting bagan sambil menekgok Yas dari bawah ketiaknya.
    Yas mengerutkan kening dan dan menggaruk garuk keningnya yang tidak gatal.
    "Terlalu besar modalnya!"Seru Yas tek setuju.
    "Bagaiman kalau aku yang memberi modal,aku yang akan membeli semua modalnya!"seru Ken yang tampak serius dengan idenya.
     Yas terdiam dan menatap Ken Aneh.
    "Kau ingin menjadikanku tempat untuk memulai usaha sebelum kau menikah?"Tanya Yas menebak.
    Ken tersenyum dan mengangguk polos.
    "Usiaku sudah cukup kan!"Seru Ken.
      "Tapi kau masih seperti ABG labil!"Seru Yas berkomentar.
      "Bagaiman?,mau tidak?"Tanya Ken kembali ketopik pembicaraan mereka.
     "Mungkin ide yang bagus,tapi bagaiman dengan model modelnya,apa kita akan membuat pakaian pria saja yang monoton?"Tanya Yas sedikit ragu.
     "Aku sudah memiliki contoh modelnya,mungkin sedikit kuno,tapi kita bisa menambahkan sedikit perubahan agar terlihat masakini!"Seru Ken yang langsung mengeluarkan laptopnya dari tempat penyimpanannya.
    Ken membuka folder yang kemarin dibukanya,dan dengan antusias Yas ikut melihatnya,mereka memperhatikan satu persatu model yang ada dan itu masih original,belum ada yang memiliki model itu.
    "Siapa dia?"Tanay Yas yang melihat seorang remaja laku laki mengunakan topi ala koboy.
    Ken melihat kearah foto yang ditunjukan Yas,ia sedikit terkejut tapi harus mengakuinya.
    "Itu aku saat berusia 15 tahun.
    "Kurus sekali!"Seru Yas.
   "Kurus!,bagaiman kalau sekarang?"tanya Ken yang langsung menunjukan otot dilengannya.
    "Lalu darimana kau akan mendapatkan modal untuk awal?"Tanya Yas yang mulai ragu.
   "Aku yang memberi ide aku yang akan bertanggung jawab,tapi nanti saat membeli bahan kakak ikut ya,bantu aku memilih bahan!"Seru Ken sambil tersenyum dan mengedipkan satu matanya.
    Yas hanya tersenyum malu.
........
      Menjelang siang karena sudah tak ada yang ia kerjakan,karena pesanan sudah jadi semua,Ken minta ijin untuk merapikan kamrnya,sekedar untuk mengecet dan merapikannya,Ken pun sudah membeli kasur busa untuk tempatnya tidur.
     Yas tentu mmeberinya,bahkan ia bersedia membantunya mengecet.
     Dengan celemek yang biasa Yas gunakan ,Yas memulai membantu Ken.Mula mula Yas membantu Ken membersihkan ruangan itu,mengeluarkan semua isinya,dan barulah Mengecet tembok dengan warna dasar,lalu kemudian dilanjutkan dengan warna kedua,Ken memilih warna Biru lau agar terlihat lebih segar.
       Pekerjaan selesai sebelum malam menjelang dan mereka menghabiskannya dengan mengobrol di tempat yang sama dengan suasana yang baru.
    Ken sengaja mengeluatkan dipan yang biasa ada disana,dan menggantinya dengan tikar lalu kasur busa baru yang dibelinya,ia sengaja menaruhnya di bawah,agar terasa seperti benar benar di kamar kost tanpa dipan ,bahkan meja untuk menaruh termos air miliknya.
    "Kemari!,Apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Yas yang penasaran sejak tadi.
    "Kenapa?,apa kakak khawatir?"Tanya Ken dengan mata terus menatap Yas.
     "Aku hnay kasihan padamu,bisa aku bayangkan bagaiaman lelahnya berlari dengan membawa beban 40 kilo diatas pundakmu!"Seru Yas yang sambil tertawa kecil.
     Ken tersenyum sambil memainkan tangannya .
    "Aku juga berkata dalam hati,ini bukan hanya sebuah perumpamaan, 'beban diatas pundak'!,karena itu memang benar benar sebuah beban.
   "Bisakah kita tidak bicarakan hal ini sekarang!,aku ingin mandi!,karena aku belum mandi dari kemarin"Seru Ken enggan yang langsung bangkit dari duduknya.
    Mata Yas terbelalak dan ia juga bangkit dari tempatnya.
  "Kau belum mandi dari kemarin?"Tanya Yas tak percaya.
    Yas tak percaya karena semalam ia menangis dalam pelukan Ken yang menggunakan baju lengan buntung.
    "Ada apa apa ada yang salah?"tanya Ken biasa saja.
   "Belum mandi kau berani memeluku!"Seru Yas.
  "Kakak,yang menangis dalam pelukanku!"Seru Ken membela diri dan kemudian pergi.
......

Tidak ada komentar :

Posting Komentar