......
Pagi yang cerah,tak akan ada yang menyangka jika semalam telah turun hujan yang deras.Kecuali jika mata menghadap kebawah,dan melihat ketanah,bahwa tanahnya masih basah.dan sampah sampah dari got berserakan di jalan,dan itu menjadi tugas tambahan untuk petugas kebersihan.
Yas keluar dari rumahnya dengan membawa dua helai handuk yang basah.ditangannya.Sejenak ia terdiam dan kemudian ia mendongak keatas,menatap pintu dari lantai tertinggi rumahnya.
Matanya menyipit,dan tangannya mengepal erat.
"Dia belum bangun!"seru Yas dalam hati sambilmenaruh handuknya di tali yang sudah tersedia,dan dnegan cepat ia berjalan menaiki anak tangga.
Suara gaduh datang terdengar dari suara sendal jepitnya yang menghantam lantai kramik berwarna krem itu.
Yas menarik nafas ketika ia sampai dilantai yang ia tuju,raut kesal tampak diwajahnya dan dengan pelan ia mencoba membuka pintu yang ada dihadapannya.
"Aku kira ini sudah siang untuk bangun!"seru Yas,mempersiapkan alasan jika orang yang ada didalam mengeluh.
"Hey sudah siang ayao bangun dan pergi!"seru Yas yang langsung menerobos masuk.
Yas terdiam ketika ia melihat orang itu masih bersembunyi dibalik selimut ynag diberikannya.Dengan pelan Yas berjalan mendekati dan tanpa sengaja ia menendang tempat makan yamg ia gunakan untuk membawa nasi goreng semalam.
Yas mengerutkan kening dan sedikit kesal ketika melihat tempat makan itu dilantai,dan juga sia nasi goreng yang berhamburan di lantai.
"Dia manusia atau apa!"makan tak ada rapihnya,berserakan dimana mana,kucing tetangga saja makannya lebih rapi dari ini!"serunya sambil mengeluh dan juga mencoba mengumpulkan sisa sisa nasi yang berserakan dengan sapu yang ada diruangan itu.
"Hey bangun!.Sudah siang!"seru Yas sambil menyingkap selimut.
Tapi cepat cepat Ken yang ada didalam selimut itu menahan selimutnya dengan tangannya
"Ayo bangun sudah siang!"sru Yas mengingatkan sambil melepaskan selimut yang di pegangnya.
"Aku tidak memakai baju!"seru Ken beralasan karena ia terlalu rapat menutup tubuhnya dengan selimut.
"Tapi semalam aku memberimu baju kering!"seru Yas mengingatkan.
"Aku tidak memakai celana!"lanjut Ken yang belum mau bangun.
Yas mencari celana Ken,yang mungkin tergeletak di disampingnya tapi tak ditemukannya.
"Ayo bangun,dan segera pergi!,karena akau tidak akan meminta uang sewa!"seru Yas menjelaskan.
"Aku ingin bangun siang!,jadi nanti aku bayar!"Seru Ken yang belum keluar dari dalam selimutnya.
"Tapi ini sudah siang!"seru Yas yang memaksa untuk menarik selimut yang dipakai Ken untuk bersembunyi.
Ken tak tahan dan akhirnya ia keluar dari dalam selimutnya dan dan mencengkram tangan Yas untuk menyingkirkan nya dari Selimutnya.
Sesaat Yas terdiam dan melepaskan selimut yang dipegangnya dan membiarkan Ken bersembunyi lagi dibalik selimut.
"Oke!,sekarang jam sembilan Aku harap kau pergi sebelum jam satu!,karena akan ada orang yang datang dan aku tidak ingin mereka salah paham dengan keberadaanmu dirumahku!"seru Yas yang kemudian berjalan menuju pakaian yang belum kering dan berniat untuk menjemurnya.
"Apa itu suami kakak?"Tanya Ken yang langsung keluar dari persembunyiannya.
"Akhirnya kau bangun juga!"seru Yas yang sudah siap mengeluarkan jemurannya.
"Bukankah kakak sudah mengijinkanku untuk pergi sebelum Jam satu nanti!,sekarang masih jam sembilan lewat jadi masih ada waktu untuku untuk kemali tidur!"seru Ken dengan suara Berat.Dan kembali merenahkan badannya.
"Kau tak ingin sarapan atau membeli obat!"seru Yas yang tahu Ken demam.
"Cuma pusing!"seru Ken yang kembali menarik selimut.
"Pusing!,Deman,lalu kau akan mati di sini,dan akau akan ditanyai oleh polisi!'Seru Yas dengan nada Tinggi sebelum keluar dengan membawa cuciannya yang belum kering.
"Akhirnya kau bangun juga!"seru Yas yang sudah siap mengeluarkan jemurannya.
"Bukankah kakak sudah mengijinkanku untuk pergi sebelum Jam satu nanti!,sekarang masih jam sembilan lewat jadi masih ada waktu untuku untuk kemali tidur!"seru Ken dengan suara Berat.Dan kembali merenahkan badannya.
"Kau tak ingin sarapan atau membeli obat!"seru Yas yang tahu Ken demam.
"Cuma pusing!"seru Ken yang kembali menarik selimut.
"Pusing!,Deman,lalu kau akan mati di sini,dan akau akan ditanyai oleh polisi!'Seru Yas dengan nada Tinggi sebelum keluar dengan membawa cuciannya yang belum kering.
"Kakak!,sadis sekali ucapanmu!"seru Ken yang langsung bangun dari tempat Tidurnya.
"Tapi aku tidak punya uang Cash untuk membeli obat ataupun sarapan!"seru Ken dengan nada memelas.
"Kau masih punya ATM!"kau bisa menggunakannya!,Di minimarket dekat dekat sisni!"seru Yas menyarankan.
Ken menggeleng gelengkan kepalanya sambil menggerutu dalam hati.
"Pelit sekali wanita ini!"seru Ken sambil memegangi kepalanya yang terasa pusiang.
"Atau kau ingin aku membeliaknya untukmu!,karena aku akan berbelanja hari ini!"seru Yas memberi bantuan.
"Boleh juga!,aku pesan roti tawar!,dan teman temannya dan...!"seru Ken bersemanagat.sambil menyebutkan pesanan yang lainnya.
"Hey!,kau pesan banyak sekali!,apa kau punya uang untuk untuk membayar semua itu!"Seru Yas Mengingatkan sambil berdiri di depan pintu.
Ken terdiam dan berfikir.
"Sial!"gerutu Ken yang merasa dibodohi.
"Ini!,pakai ATMku!"Seru Ken menyerahkan ATMnya sambil menyebutkan pinnya.
"Kau tak khawatir aku menggunakan isi tabunganmu?"Tanya Yas sambil menerima kartu itu.
Ken Tersenyum licik.
"Berarti aku memiliki alasan untuk tinggal disini lebih lama!"Seru Ken menang.
"Baiklah!,Jadilah orang yang baik dan jaga rumahku!,atau jika kau berbuat macam macam aku akan melaporkanmu pada polisi!"seru Yas mengancam.
"Bagaimana aku bisa lari!,aku dalam keadaan demam!,dan lagipula KTPku ada pada kakak!"seru ken yang kembali terlentang diatas tempat tidurnya.
.....
Yas pulang dengan belanjaan di kedua tangannya dan ia mendapati Ken sedang duduk diteras rumahnya dengan tangan kiri dibaut lap yang biasa tergantung diwastafel dapurnya.
"Apa yang kau lakukan dengan lap gantungku!"Seru Yas yang terkejut sambil meletakan belanjaannya didepan pintu.
"Kenapa kakak tanyakan lapnya bukan aku!"Seru Ken kesal sambi melemparkan lapnya pada Yas.
"Apa yang terjadi?"Tanya Ya yang melihat Tangan Ken berdarah dan lap dipenuhi darahnya.
"Maaf, tadi aku berniat akan membuat kopi!,saat aku mencari tempat kopi dan gula aku tak sengaja terkena pisau,dan pusau itu mengenai tanganku!"Jelas Ken.
Yas terdiam tanpa ekspresi.
"Kau tahu kenapa itu terjadi!,karena aku tak mengijinkanmu menyentuh barang barangku!"seru Yas yang kemudian mengambil belanjaannya dan masuk kedalam rumahnya.
"Kak!,mana pesananku!"seru Ken sambil bangun dari tempat duduknya.
Ken belum sempat masuk karena Yas keburu keluar dengan kotak P3K.
"Kau ini,pria berusia 25 tahun tapi kelakuan seperti anak usia 17 tahun!"seru Yas sambil menarik tangan Ken yang terluka.
"Kalau saja pisau yang mengenai tanganmu tertimpa benda lain,mungkin salah satu jarimu akan putus!"seru Yas sambil membersihkan darahnya pada luka robek di tangan Ken.
"Kakak tega sekali!,kakak sedang berandai andai atau berharap itu yang terjadi!"seru Ken kesal.
Yas Diam saja,ia terus fokus pada apa yang sedang dilakukannya itu.
"Kakak,belanja banyak sekali!,apa itu artinya kakak mengijinkanku untuk tinggal lebih lama lagi disini!"Tanya Ken sambil menatap Yas terlalu fokus.
"Jangan terlalu serius,lukaku tidak terlalu serius!"Seru Ken.
" Aku belanja dengan uangku sendiri,dan ini!"Yas menyerahkan KTP dan ATM pada Ken.
"Aku tidak menggunakannya dan setelah itu kau bisa pergi!"seru Yas yang bangkit dari tempatnya setelah membalut luka Ken dengan perban.
Yas membuka belannjaanya dan menyerahkan makanan pada Ken yang masih terduduk di tempatnya sambil memandangi perban ditangannya yang membuat telapak tangannya tak bisa digenggan.
"Makan ini san segera pergi!"Yas memberikan satu box dari sterofoam berisi bubur ayam beserta dengan obatnya.
"Tapi tanagnku tak bisa menggenggam sendok!"Keluh Ken.
"Yang terluka kan tangan kirimu,kau bisa gunakan tangan kananmu untuk makan!"seru Yas kesal sambil mengeluarkan belanjaannya dari dalam kantong.
"Tapi aku kidal!"Seru Ken dengan wajah memohon.
"Kau ingin aku menyuapimu!"Seru Yas mendesah kesal.
Ken tak menjawab,ia hanya diam saja.
Yas menarik nafas panjang dan menghampiri Ken.Dengan pikiran mungkin dengan ia menyuapinya itu akan mempercepat agar dia cepat pergi dari rumahnya.
Selesai sarapan dan makan obat Ken kembali tertidur karena pengaruh obat yang diminumnya,Ken tertidur disofa ruang tamu,sementara Yas mulai memasak sebelum Kendar dan Raisha datang.
......
Diam diam Raisha dan Kendar datang,dan karena pintu tidak tertutup,dan terbuka lebar.Dengan langkah hati hati Raisha berjalan menghampiri Yas yang dalam posisi membelakangi pintu.
"Kakakku sayang!"seru Raisha sambil memeluk pinggang Yas dari belakang .
"Yas terkejut,tapi ia tak langsung menjawab,Yas melepaskan tangan Raisha dan berbalik.
Sementara diruang tamu Kendar yang baru masuk mendapati orang asing yang sedang tidur disofa rumah kakaknya.
Kendar terus menatapnya dengan curiga sambil menyilangkan tangannya di dada.Seketika mata Kendar berubah menjadi besar ketika melihat baju yang digunakan orang itu.
"Kakak!,bukankah itu baju yang kakak buatkan untuku!"seru Kendar dengan nada tinggi dan kesal.
Seketika Ken terbangun dan langsung duduk,sementara dan kemudian disusul dengan kedatangan Yas dan Raisha dari dapur.
"Ada apa?"tanya Yas terkejut sambil menatap Kendar yang tampak marah dan kesal.
"Kak!,dia siapa?"tanya Raisha sambil yang langsung meraih tangan Yas dan merangkulkannya dibahunya.
Yas dan Ken saling berpandangan bingung untuk memberikan alasan apa pada mereka berdua.
"Dia!,langganan kakak!"Seru Yas terbata dan langsung dibenarkan Ken dengan mengangguk.
"Bukankah,itu baju yang kakak buatkan untuku!"seru Kendar yang melihat inisial namanya yang tertulis dengan bordiran warna hitam dikemeja warna biru dongker itu.
"Oh,ini bajumu!"Seru Ken ringan.
Yas menahan nafas dan menggigit bibirnya karena tahu tempramen adiknya itu yang bisa meldak kapan saja.
"Jawab kak!"seru Kendar minta penjelasan.
"Oh,tapi dia mengalami kecelakaan,dan bajunya kotor karena terkena darah,jadi kakak suruh ganti baju,karena tidak mungkin kan dia keluar pakai baju ada bercak darahnya,nanti orang orang berfikir aneh aneh!"Seru Yas menjelaskan panjang lebar dan langsung dibenarkan oleh Ken.
"Sebaiknya aku pulang dulu!"seru Ken yang langsung pergi.
Ken berjalan keluar menuju pintu gerbang sementara Kendar terus memperhatikan Ken yang pergi.
Kalian datang tidak sesuai perjanjian!,kakak belum selesai masak!"seruYas yang melihat Kendar tak melepaskan pandangannya.
"Ibu akan pergi,jadi aku dna kakak disuruh pergi lebih awal!"jelas Raisha.
"Kakak akan melanjutkan masak,apa kalian mau membantu!"seru Yas yang sekalian memanggil Kendar.
Kendar mengikuti Yas dan Raisha kedapur,sementara Ken menunggu Orang orang itu pergi,dan setelah merasa aman ia langsung lari menuju tangga untuk kembali ke "kamarnya".
......
"Tapi aku tidak punya uang Cash untuk membeli obat ataupun sarapan!"seru Ken dengan nada memelas.
"Kau masih punya ATM!"kau bisa menggunakannya!,Di minimarket dekat dekat sisni!"seru Yas menyarankan.
Ken menggeleng gelengkan kepalanya sambil menggerutu dalam hati.
"Pelit sekali wanita ini!"seru Ken sambil memegangi kepalanya yang terasa pusiang.
"Atau kau ingin aku membeliaknya untukmu!,karena aku akan berbelanja hari ini!"seru Yas memberi bantuan.
"Boleh juga!,aku pesan roti tawar!,dan teman temannya dan...!"seru Ken bersemanagat.sambil menyebutkan pesanan yang lainnya.
"Hey!,kau pesan banyak sekali!,apa kau punya uang untuk untuk membayar semua itu!"Seru Yas Mengingatkan sambil berdiri di depan pintu.
Ken terdiam dan berfikir.
"Sial!"gerutu Ken yang merasa dibodohi.
"Ini!,pakai ATMku!"Seru Ken menyerahkan ATMnya sambil menyebutkan pinnya.
"Kau tak khawatir aku menggunakan isi tabunganmu?"Tanya Yas sambil menerima kartu itu.
Ken Tersenyum licik.
"Berarti aku memiliki alasan untuk tinggal disini lebih lama!"Seru Ken menang.
"Baiklah!,Jadilah orang yang baik dan jaga rumahku!,atau jika kau berbuat macam macam aku akan melaporkanmu pada polisi!"seru Yas mengancam.
"Bagaimana aku bisa lari!,aku dalam keadaan demam!,dan lagipula KTPku ada pada kakak!"seru ken yang kembali terlentang diatas tempat tidurnya.
.....
Yas pulang dengan belanjaan di kedua tangannya dan ia mendapati Ken sedang duduk diteras rumahnya dengan tangan kiri dibaut lap yang biasa tergantung diwastafel dapurnya.
"Apa yang kau lakukan dengan lap gantungku!"Seru Yas yang terkejut sambil meletakan belanjaannya didepan pintu.
"Kenapa kakak tanyakan lapnya bukan aku!"Seru Ken kesal sambi melemparkan lapnya pada Yas.
"Apa yang terjadi?"Tanya Ya yang melihat Tangan Ken berdarah dan lap dipenuhi darahnya.
"Maaf, tadi aku berniat akan membuat kopi!,saat aku mencari tempat kopi dan gula aku tak sengaja terkena pisau,dan pusau itu mengenai tanganku!"Jelas Ken.
Yas terdiam tanpa ekspresi.
"Kau tahu kenapa itu terjadi!,karena aku tak mengijinkanmu menyentuh barang barangku!"seru Yas yang kemudian mengambil belanjaannya dan masuk kedalam rumahnya.
"Kak!,mana pesananku!"seru Ken sambil bangun dari tempat duduknya.
Ken belum sempat masuk karena Yas keburu keluar dengan kotak P3K.
"Kau ini,pria berusia 25 tahun tapi kelakuan seperti anak usia 17 tahun!"seru Yas sambil menarik tangan Ken yang terluka.
"Kalau saja pisau yang mengenai tanganmu tertimpa benda lain,mungkin salah satu jarimu akan putus!"seru Yas sambil membersihkan darahnya pada luka robek di tangan Ken.
"Kakak tega sekali!,kakak sedang berandai andai atau berharap itu yang terjadi!"seru Ken kesal.
Yas Diam saja,ia terus fokus pada apa yang sedang dilakukannya itu.
"Kakak,belanja banyak sekali!,apa itu artinya kakak mengijinkanku untuk tinggal lebih lama lagi disini!"Tanya Ken sambil menatap Yas terlalu fokus.
"Jangan terlalu serius,lukaku tidak terlalu serius!"Seru Ken.
" Aku belanja dengan uangku sendiri,dan ini!"Yas menyerahkan KTP dan ATM pada Ken.
"Aku tidak menggunakannya dan setelah itu kau bisa pergi!"seru Yas yang bangkit dari tempatnya setelah membalut luka Ken dengan perban.
Yas membuka belannjaanya dan menyerahkan makanan pada Ken yang masih terduduk di tempatnya sambil memandangi perban ditangannya yang membuat telapak tangannya tak bisa digenggan.
"Makan ini san segera pergi!"Yas memberikan satu box dari sterofoam berisi bubur ayam beserta dengan obatnya.
"Tapi tanagnku tak bisa menggenggam sendok!"Keluh Ken.
"Yang terluka kan tangan kirimu,kau bisa gunakan tangan kananmu untuk makan!"seru Yas kesal sambil mengeluarkan belanjaannya dari dalam kantong.
"Tapi aku kidal!"Seru Ken dengan wajah memohon.
"Kau ingin aku menyuapimu!"Seru Yas mendesah kesal.
Ken tak menjawab,ia hanya diam saja.
Yas menarik nafas panjang dan menghampiri Ken.Dengan pikiran mungkin dengan ia menyuapinya itu akan mempercepat agar dia cepat pergi dari rumahnya.
Selesai sarapan dan makan obat Ken kembali tertidur karena pengaruh obat yang diminumnya,Ken tertidur disofa ruang tamu,sementara Yas mulai memasak sebelum Kendar dan Raisha datang.
......
Diam diam Raisha dan Kendar datang,dan karena pintu tidak tertutup,dan terbuka lebar.Dengan langkah hati hati Raisha berjalan menghampiri Yas yang dalam posisi membelakangi pintu.
"Kakakku sayang!"seru Raisha sambil memeluk pinggang Yas dari belakang .
"Yas terkejut,tapi ia tak langsung menjawab,Yas melepaskan tangan Raisha dan berbalik.
Sementara diruang tamu Kendar yang baru masuk mendapati orang asing yang sedang tidur disofa rumah kakaknya.
Kendar terus menatapnya dengan curiga sambil menyilangkan tangannya di dada.Seketika mata Kendar berubah menjadi besar ketika melihat baju yang digunakan orang itu.
"Kakak!,bukankah itu baju yang kakak buatkan untuku!"seru Kendar dengan nada tinggi dan kesal.
Seketika Ken terbangun dan langsung duduk,sementara dan kemudian disusul dengan kedatangan Yas dan Raisha dari dapur.
"Ada apa?"tanya Yas terkejut sambil menatap Kendar yang tampak marah dan kesal.
"Kak!,dia siapa?"tanya Raisha sambil yang langsung meraih tangan Yas dan merangkulkannya dibahunya.
Yas dan Ken saling berpandangan bingung untuk memberikan alasan apa pada mereka berdua.
"Dia!,langganan kakak!"Seru Yas terbata dan langsung dibenarkan Ken dengan mengangguk.
"Bukankah,itu baju yang kakak buatkan untuku!"seru Kendar yang melihat inisial namanya yang tertulis dengan bordiran warna hitam dikemeja warna biru dongker itu.
"Oh,ini bajumu!"Seru Ken ringan.
Yas menahan nafas dan menggigit bibirnya karena tahu tempramen adiknya itu yang bisa meldak kapan saja.
"Jawab kak!"seru Kendar minta penjelasan.
"Oh,tapi dia mengalami kecelakaan,dan bajunya kotor karena terkena darah,jadi kakak suruh ganti baju,karena tidak mungkin kan dia keluar pakai baju ada bercak darahnya,nanti orang orang berfikir aneh aneh!"Seru Yas menjelaskan panjang lebar dan langsung dibenarkan oleh Ken.
"Sebaiknya aku pulang dulu!"seru Ken yang langsung pergi.
Ken berjalan keluar menuju pintu gerbang sementara Kendar terus memperhatikan Ken yang pergi.
Kalian datang tidak sesuai perjanjian!,kakak belum selesai masak!"seruYas yang melihat Kendar tak melepaskan pandangannya.
"Ibu akan pergi,jadi aku dna kakak disuruh pergi lebih awal!"jelas Raisha.
"Kakak akan melanjutkan masak,apa kalian mau membantu!"seru Yas yang sekalian memanggil Kendar.
Kendar mengikuti Yas dan Raisha kedapur,sementara Ken menunggu Orang orang itu pergi,dan setelah merasa aman ia langsung lari menuju tangga untuk kembali ke "kamarnya".
......
Tidak ada komentar :
Posting Komentar