........
Hujan diluar sangat deras,angin memporak porandakan suasana.menerbangkan setiap benda yang dilaluinya.diruang tengah tampak Bian sedang asyik bermain dengan kucing persianya yang berwarna kuning kecoklat coklatan.
"Brunie,kamu kucing apa anjing?"tanya Bian yang tidur tiduran dilantai sambil memainkan buntut Brunie yang panjang.
"Brunie!ayo lari ada mama!"seru Bian sambil menepuk nepuk punggung Brunie
Beberapa saat kemudian terdengar suara langkah mendekat dan dari sudut ruangan tampak seorang wanita berdiri dengan pakaian blusnya.
"Sudah belajar Bian?"tanya wanita itu memecahkan suasana yang hanya berisi suara gemuruh angin dan hujan.
"Bosen kali ma belajar melulu!"jawab Bian ketus.wanita itu mendekati Bian yang masih malas malasan diatas lantai berlapis permadani.
"Ujian sebentar lagi.Bian.Bagaimana kamu bisa lulus,dapet nilai bagus kalau kamu malas belajar!?"gerutu wanita itu.
"Mama,Bian baru aja belajar.Bian lagi istirahat."jelas Bian.
"Kamu pikir mama percaya?"seru wanita itu.
"Mama!"seru Bian sambil bangun dari tidurannya.
"Mama ga ada alasan buat ga percaya ama Bian!"seru ian dengan nada merayu.
"Mulai besok mama akan pangil guru private untuk ngelesin kamu dirumah!"seru wanita itu tegas.
"Mama!Bian bukan anak TK yang harus ikut les!"protes Bian."memang!umur anak SMA tapi kelakuan kayak anak SD!"seru wanita itu yang kemudian pergi meninggalkan Bian yang tampak kesal.
"Mama mah norak.masa anak SMA pake les segala.!"gerutu Bian.
"Brunie!"panggil Bian.dan beberapa saat kemudian Brunie datang dan Bian menyambutnya.
...........
Ditempat tongkrongannya,Bian menceritakaan semua yang dikatakan ibu Bian padanya.tentang rencana beliau untuk mengles private kan Bian dalam menunggu ujian nasional nanti.sontak membuat Toro,Dias,dan Arif tertawa terbahak bahak dan mengejeknya habis habisan.
"Udah!ngeledeknya?"tanya Bian ketus.
"Ian,gue punya ide!.supaya guru les loe ga betah ngajarin loe!"seru Dias.
"Apaan?"tanya Bian.
Dias membisikan pada Bian agar teman temannya tak tahu.
"Ah loe Ias!maen rahasia rahasiaan!"seru Toro sewot.
"Udah udah!nanti kalau rencananya berhasil aku traktir kalian dan aku kasih tahu kamu Toro,Arif."seru Bian
Tiba tiba hp Bian berbunyi dan cepat cepat Bian mengambil hpnya yang ada disaku celananya.dilihatnya nama orang yang menghubunginya.
"Mama..!"seru Dias Toro dan Arif hampir bersamaan.
"Rese deh!"seru Bian bangkit dari tempatnya dan mengangkat telepon dari ibunya.
"Halo ma,ada apa?"tanya Bian.
"Kamu dimana?cepat pulang.ada orang yang mau bertemu dengan kamu!".
"Siapa?"tanya Bian penasaran.
"Makannya cepet pulang!"paksa ibu Dian.ibu Bian.
"Tapi disini ujan ma!"pake Taksi.bayar dirumah!".
"Ya ya!"seru Bian sewot.
Bian mematikan teleponnya.
"Fren,mama nyuruh gua pulang nih,cabut dulu ya!"
."Kan lagi ujan Ian!".
"Udah perintah si bos turuti!"celeteku Toro.
Bian menembus hujan menuju parkiran motor untuk pulang.
............
Dengan badan basah kuyup Bian masuk kedalam rumah yang kering.
"Siapa sih yang datang.ampe aku disuruh pulang segala!"gumam Bian didepan teras.
"Ya ampun Bian,kamu kayak anak kecil aja ujan ujanan.mama kan udah bilang.pake Taksi.motor kamu kan bisa dititipin ke temen kamu."omel ibu Dian.
"Telat,Bian udah nyampe!"seru Bian ketus sambil melangkah.
"Bian!tunggu disini!biar mama ambil anduk dulu!"perintah ibu Dian menghentikan langkah Bian.
"Makasih ma!"seru Bian.sambil menunggu mamanya mengambil anduk.Bian melepaskan pakaiannya yang basah.
Beberapa saat kemudian ibu Dian datang membawa anduk besar bergambar Garfield.
"Keringkan badan kamu dan masuk kamar lewat pintu samping dan temui mama di ruang tengah!"seru ibu Dian memberi petunjuk.
"Kenapa ga lewat pintu aja seh.kayak biasanya aja!"seru Bian yang langsung masuk lewat pintu utama.dengan menggunakan singlet dan boxer berwarna biru dongker basah dengan handuk yang menyelimuti punggungnya.
Dengan santainya Bian berjalan melewati ruang tamu.
"Ya ampun!"seru Bian terkejut ketika melihat ada wanita lain selain ibunya dirumahnya.tanpa berkata apa apa
Bian berlari menuju kamarnya.
"Itu anaknya calon murid kamu!"seru ibu Dian pada wanita yang ada diruang tamu.
Didalam kamarnya setelah mandi Bian berpakaian sambil menggerutu.
"Siapa sih tuh cewek?temennya mama?"tanya Bian bertanya tanya.selesai merapikan diri dan merasa dirinya wangi.
Bian keluar dari kamarnya.menuju ruang tengah,sesuai perintah mamanya.
"Brunie!kamu dimana sayang?"panggil Bian pada kucingnya.dan beberapa saat kemudian kucing Persia itu datang menghampiri sang majikan sambil mengibas ngibaskan buntutnya yang panjang.
"Ayo sayang!"seru Bian sambil mengangkat Brunie menggendongnya dan membawanya menuju ruang tengah.
Dengan berjalan pelan menuju ruang tengah.untuk menemui ibunya.
"Halo mamaku sayang!"seru Bian sambil melirik orang yang duduk disamping ibu Dian.seorang wanita muda berjilbab warna biru langit.kalau dilihat dari wajahnya tidak mungkin dia adalah teman ibu Dian.Tapi kalau bukan.lalu siapa dia.
Teman Bianpun bukan.Bian tak mengenal perempuan berkerudung itu.
"Bian sini!"seru ibu Dian.
Bian mendekat tapi tiba tiba raut ketakutan dan geli tampak terlihat diwajah perempuan berkerudung itu.
"Mbak Rere kenapa?"tanya ibu Dian.
Ibu Dian melirik Bian yang duduk disampingnya sambil menggendong Brunie.
"Oh ini toh!Bian lepasin Brunie.Biarin dia main sendiri!"perintah ibu Dian.
"Kenapa ma?.Brunie ga nakal kan?"tanya Bian.
"Mbak Rere ga suka kucing.dia geli kalau liat."jelas ibu Bian.
"Oh!oh ya kita belum kenalan.aku Febrian tapi cukup pangil aja Bian."seru Bian yang memperkenalkan diri sendiri terlebih dahulu.
"Saya Renata.cukup panggil Rere!"balas perempuan itu.
"Oh ya Bian,Rere ini yang jadi guru les private kamu!"jelas ibu Dian.
"Apa...!!"seru Bian sangat amat terkejut.ternyata ucapan ibunya benar benar terlaksana dalam waktu secepat ini.rasanya petir diluar rumah menyambar kepalanya.
...........
Rere dengan seriusnya menerangkan jadwal mengajarnya pada Bian sementara Bian tampak cuek.Bian serius dengan pikirannya sendiri.
"Bian!,bisa kamu perhatikan omongan saya?"tanya Rere yang tahu Bian tak memperhatikannya.
"Maaf mbak,ucapan anda tidak bisa saya perhatikan tapi hanya bisa saya dengarkan."seru Bian sambil tersenyum geli.
"Itu maksud saya.saya ulangi!dalam seminggu kita mengadakan 5 pertemuan.disetiap pertemuan menghabiskan waktu 2 jam.jam aktif antara 4 sore atau lebih.dan jadwal bisa berubah kita sesuaikan dengan keadaan."terang Rere panjang.
"Banyak amat sih mbak!kapan istirahatnya?"keluh Bian.
"Ga akan kebanyakan kalau kamu menikmati pelajarannya!"seru Rere.
"Oke!"seru Bian yang melambai lambai pada Brunie yang ada didepan pintu.
Dengan cepat Brunie berlari menuju Bian,dan naik keatas pangkuannya.
"Sayang!kangen ya?"tanya Bian sambil mengelus punggung Brunie.
"Bian,bisa minta tolong jangan kamu ajak belajar kucing kamu itu?!"seru Rere yang tampak menjauhkan diri dan menjaga jarak.
"Dia juga pengen pintar mbak!"seru Bian tampak cuek.
Brunie,maen diluar dulu ya!"seru Bian sambil menaruh Brunie dilantai.
"kenapa sih mbak rere takut kucing.kucingkan manis,imut!".jelas bian.
"Saya juga aneh,kenapa cowok kayak kamu suka sama kucing.kucingkan identik dengan perempuan!"jelas Rere tak mau kalah.
Bian tertunduk ia merasa kalah dengan ucapannya sendiri.
"Oke,cukup perkenalannya.sekarang kita bisa mulai belajar.pelajaran apa yang tak kamu mengerti?"tanya Rere sambil membuka buku yang berisi materi pelajaran.
"Perkenalan!.siapa yang mau kenalan.ini juga karena terpaksa!"gumam Bian dalam hati.
"Mbak,boleh ngomong sesuatu ga?"tanya Bian sambil mengangkat tangannya.
"Boleh.dan kamu ga perlu angkat tangan.karena kita cuma berdua."seru Rere tegas.
"Iya!"seru Bian malu.
"aAda apa?"suara Rere melembut
"Saya disekolah kan jadwalnya padat dan pulang ga tentu waktu jadi sepertinya les ini banyak terganggu!"jelas Bian.
"Jadwal kamu padat ya?".
Bian mengangguk.
"Bian,kamu bisa tanggung jawab dengan semua urusan kamu disekolah.dan les ini adalah tanggung jawab kamu dirumah.dan saya yakin kamu bisa mempertanggung jawabkannya.dan satu lagi.kalau tanggung jawab kamu di sekolah harus sesuai waktu.tapi untuk les ini saya beri kamu keringanan.kita bisa memulai belajar jika kamu merasa ada waktu dan itu memungkinkan.dengan catatan harus ada waktu untuk les ditiap harinya."jelas Rere.
"Tiap hari?sesuai jadwal!"gumam Bian dalam hati.
"Biarpun malam hari?"tanya Bian memastikan.
"Ya.ayo kita mulai."
...........
Selama beberapa hari les Bian selalu mengulur ngulur waktu agar telat pulang kerumah.tapi tetap saja Rere selalu menantinya dirumah.
"Gila....gila....gila....!!!.masa gua kayak buronan tiap pulang ada yang nungguin.kayak orang disidang."keluh Bian pada teman temannya.
"Tapi enak kan otak tambah encer!"seru Toro.
"Encer apaan.makin butek otak gua.ga ada istirahatnya buat mikir."keluh Bian lagi.
"Tapi gurunya killer ga?"tanya Arif.
Bian menggeleng
"Baik banget malah.justru itu yang ngebuat gua ga tega kalo ga ikut pelajarannya.males tapi susah nolak!"seru Bian
."Cewek.cowok?"tanya Toro.
"Pengen tahu aja!"seru Bian masih merahasiakan identitas guru lesnya.
"Ah loe dari kemaren pake rahasia rahasiaan segala"seru Dias.
Sedang seru mengobrol tiba tiba datang seorang gadis berambut panjang
"Bian bisa kita bicara!"kata gadis itu.
"Udah Ian.datengin tuh Aulia.want speak 4 eyes with you."Seru Toro dengan nada meledek
Dengan cepat Bian menghampiri Aulia dan mengajaknya pergi.setelah berjalan beberapa jauh Bian dan Aulia berhenti.
"Ada apa?"tanya Bian memandang orang yang ada dihadapannya.
"Bian,kayaknya kita harus break deh!"seru gadis itu pelan.
"Break,maksud kamu apa?"tanya Bian langsung sewot.
"Jadi bener gosip itu?.ada orang lain selain aku?.aku kurang apa sih.aku udah setia.tapi kamu tetep ga terima.oke kita putus!"seru Bian emosi tanpa memberikan kesempatan Aulia untuk bicara.
"Dengerin aku dulu!"seru Aulia yang ingin menjelaskan.
"Ga ada yang perlu dijelasin.ternyata aku udah salah.aku udah ga percaya sama temen temen aku yang ternyata bener.dan begonya aku kenapa aku bela mati matian kamu yang salah!"seru Bian yang kemudian pergi meninggalkan Aulia tanpa mendengar penjelasan Aulia.
...........
Bian pulang tanpa berpamitan pada teman temannya.dan Bian pulang lebih awal bahkan sebelum Rere,guru lesnya datang.selama waktu menunggunya Bian menghabiskan waktunya untuk bermain bersama Brunie kucing kesayangannya.
"Lama banget sih tuh cewek!"gerutu Bian.sambil memainkan buntut Brunie.
"Ditungguin ga dateng dateng.ga ditungguin nongol melulu!"lanjut Bian.
"Brunie pergi sana!"usir Bian.
Brunie berlari menuju pintu depan dan sesaat kemudian terdengar suara teriakan kecil seorang perempuan.dengan cepat Bian bangun dari tempatnya dan segera keluar.didepan dilihatnya Brunie dan Rere yang menjauh dari Brunie.
"Udah datang."seru Bian melihat Brunie dan Rere bergantian.
"Brunie!masuk!"perintah Bian sambil memberikan isyarat pada Brunie dengan tangannya.
Brunie berlari menuju dapur.dan setelah itu barulah Rere mau masuk dan itupun masih waspada.ia berjalan dibelakang punggung Bian.
Sesampainya diruang belajarnya,barulah Rere mampu berdiri tanpa harus bersembunyi di balik punggung Bian.
"Maaf soal yang tadi!"seru Rere.
"Ga papa.tapi ada satu hal yang yang ingin saya katakan!"seru Bian.
"Tentang apa?"tanya Rere lembut.
"Terlalu cengeng kalo saya ngaku tapi saya butuh temen.buat cerita!"seru Bian malu malu.
"Cengeng?.kenapa cengeng.setiap orang punya hak untuk bercerita tidak memandang cewek atau perempuan.tapi sebelum cerita sebaiknya kita belajar dahulu!"seru Rere.
"Ga bisa sekarang?"tanya Bian sewot.
"Saya datang kesini karena perintah mama kamu.saya dibayar untuk mengajar kamu.dan itu kewajiban saya.jadi saya harus mengajar kamu baru saya bisa mendengarkan cerita kamu!"jelas Rere.
Bian tampak sewot
"Emangnya mama bayar kamu berapa sih?sampai sampai waktunya diganggu sedikit aja ga bisa!".
"Waktu itu ga akan lama Bian.kalau kamu menikmatinya.kalau begitu bagaiman nanti waktu kita belajar dikurangi dan bisa diisi dengan curhatan kamu."seru Rere sebelum mengawali pelajarannya.
"Oke!.mudah mudahan aja waktu cepet berlalu."seru Bian.yang kemudian membuka buku lesnya.
............
Hujan diluar sangat deras,angin memporak porandakan suasana.menerbangkan setiap benda yang dilaluinya.diruang tengah tampak Bian sedang asyik bermain dengan kucing persianya yang berwarna kuning kecoklat coklatan.
"Brunie,kamu kucing apa anjing?"tanya Bian yang tidur tiduran dilantai sambil memainkan buntut Brunie yang panjang.
"Brunie!ayo lari ada mama!"seru Bian sambil menepuk nepuk punggung Brunie
Beberapa saat kemudian terdengar suara langkah mendekat dan dari sudut ruangan tampak seorang wanita berdiri dengan pakaian blusnya.
"Sudah belajar Bian?"tanya wanita itu memecahkan suasana yang hanya berisi suara gemuruh angin dan hujan.
"Bosen kali ma belajar melulu!"jawab Bian ketus.wanita itu mendekati Bian yang masih malas malasan diatas lantai berlapis permadani.
"Ujian sebentar lagi.Bian.Bagaimana kamu bisa lulus,dapet nilai bagus kalau kamu malas belajar!?"gerutu wanita itu.
"Mama,Bian baru aja belajar.Bian lagi istirahat."jelas Bian.
"Kamu pikir mama percaya?"seru wanita itu.
"Mama!"seru Bian sambil bangun dari tidurannya.
"Mama ga ada alasan buat ga percaya ama Bian!"seru ian dengan nada merayu.
"Mulai besok mama akan pangil guru private untuk ngelesin kamu dirumah!"seru wanita itu tegas.
"Mama!Bian bukan anak TK yang harus ikut les!"protes Bian."memang!umur anak SMA tapi kelakuan kayak anak SD!"seru wanita itu yang kemudian pergi meninggalkan Bian yang tampak kesal.
"Mama mah norak.masa anak SMA pake les segala.!"gerutu Bian.
"Brunie!"panggil Bian.dan beberapa saat kemudian Brunie datang dan Bian menyambutnya.
...........
Ditempat tongkrongannya,Bian menceritakaan semua yang dikatakan ibu Bian padanya.tentang rencana beliau untuk mengles private kan Bian dalam menunggu ujian nasional nanti.sontak membuat Toro,Dias,dan Arif tertawa terbahak bahak dan mengejeknya habis habisan.
"Udah!ngeledeknya?"tanya Bian ketus.
"Ian,gue punya ide!.supaya guru les loe ga betah ngajarin loe!"seru Dias.
"Apaan?"tanya Bian.
Dias membisikan pada Bian agar teman temannya tak tahu.
"Ah loe Ias!maen rahasia rahasiaan!"seru Toro sewot.
"Udah udah!nanti kalau rencananya berhasil aku traktir kalian dan aku kasih tahu kamu Toro,Arif."seru Bian
Tiba tiba hp Bian berbunyi dan cepat cepat Bian mengambil hpnya yang ada disaku celananya.dilihatnya nama orang yang menghubunginya.
"Mama..!"seru Dias Toro dan Arif hampir bersamaan.
"Rese deh!"seru Bian bangkit dari tempatnya dan mengangkat telepon dari ibunya.
"Halo ma,ada apa?"tanya Bian.
"Kamu dimana?cepat pulang.ada orang yang mau bertemu dengan kamu!".
"Siapa?"tanya Bian penasaran.
"Makannya cepet pulang!"paksa ibu Dian.ibu Bian.
"Tapi disini ujan ma!"pake Taksi.bayar dirumah!".
"Ya ya!"seru Bian sewot.
Bian mematikan teleponnya.
"Fren,mama nyuruh gua pulang nih,cabut dulu ya!"
."Kan lagi ujan Ian!".
"Udah perintah si bos turuti!"celeteku Toro.
Bian menembus hujan menuju parkiran motor untuk pulang.
............
Dengan badan basah kuyup Bian masuk kedalam rumah yang kering.
"Siapa sih yang datang.ampe aku disuruh pulang segala!"gumam Bian didepan teras.
"Ya ampun Bian,kamu kayak anak kecil aja ujan ujanan.mama kan udah bilang.pake Taksi.motor kamu kan bisa dititipin ke temen kamu."omel ibu Dian.
"Telat,Bian udah nyampe!"seru Bian ketus sambil melangkah.
"Bian!tunggu disini!biar mama ambil anduk dulu!"perintah ibu Dian menghentikan langkah Bian.
"Makasih ma!"seru Bian.sambil menunggu mamanya mengambil anduk.Bian melepaskan pakaiannya yang basah.
Beberapa saat kemudian ibu Dian datang membawa anduk besar bergambar Garfield.
"Keringkan badan kamu dan masuk kamar lewat pintu samping dan temui mama di ruang tengah!"seru ibu Dian memberi petunjuk.
"Kenapa ga lewat pintu aja seh.kayak biasanya aja!"seru Bian yang langsung masuk lewat pintu utama.dengan menggunakan singlet dan boxer berwarna biru dongker basah dengan handuk yang menyelimuti punggungnya.
Dengan santainya Bian berjalan melewati ruang tamu.
"Ya ampun!"seru Bian terkejut ketika melihat ada wanita lain selain ibunya dirumahnya.tanpa berkata apa apa
Bian berlari menuju kamarnya.
"Itu anaknya calon murid kamu!"seru ibu Dian pada wanita yang ada diruang tamu.
Didalam kamarnya setelah mandi Bian berpakaian sambil menggerutu.
"Siapa sih tuh cewek?temennya mama?"tanya Bian bertanya tanya.selesai merapikan diri dan merasa dirinya wangi.
Bian keluar dari kamarnya.menuju ruang tengah,sesuai perintah mamanya.
"Brunie!kamu dimana sayang?"panggil Bian pada kucingnya.dan beberapa saat kemudian kucing Persia itu datang menghampiri sang majikan sambil mengibas ngibaskan buntutnya yang panjang.
"Ayo sayang!"seru Bian sambil mengangkat Brunie menggendongnya dan membawanya menuju ruang tengah.
Dengan berjalan pelan menuju ruang tengah.untuk menemui ibunya.
"Halo mamaku sayang!"seru Bian sambil melirik orang yang duduk disamping ibu Dian.seorang wanita muda berjilbab warna biru langit.kalau dilihat dari wajahnya tidak mungkin dia adalah teman ibu Dian.Tapi kalau bukan.lalu siapa dia.
Teman Bianpun bukan.Bian tak mengenal perempuan berkerudung itu.
"Bian sini!"seru ibu Dian.
Bian mendekat tapi tiba tiba raut ketakutan dan geli tampak terlihat diwajah perempuan berkerudung itu.
"Mbak Rere kenapa?"tanya ibu Dian.
Ibu Dian melirik Bian yang duduk disampingnya sambil menggendong Brunie.
"Oh ini toh!Bian lepasin Brunie.Biarin dia main sendiri!"perintah ibu Dian.
"Kenapa ma?.Brunie ga nakal kan?"tanya Bian.
"Mbak Rere ga suka kucing.dia geli kalau liat."jelas ibu Bian.
"Oh!oh ya kita belum kenalan.aku Febrian tapi cukup pangil aja Bian."seru Bian yang memperkenalkan diri sendiri terlebih dahulu.
"Saya Renata.cukup panggil Rere!"balas perempuan itu.
"Oh ya Bian,Rere ini yang jadi guru les private kamu!"jelas ibu Dian.
"Apa...!!"seru Bian sangat amat terkejut.ternyata ucapan ibunya benar benar terlaksana dalam waktu secepat ini.rasanya petir diluar rumah menyambar kepalanya.
...........
Rere dengan seriusnya menerangkan jadwal mengajarnya pada Bian sementara Bian tampak cuek.Bian serius dengan pikirannya sendiri.
"Bian!,bisa kamu perhatikan omongan saya?"tanya Rere yang tahu Bian tak memperhatikannya.
"Maaf mbak,ucapan anda tidak bisa saya perhatikan tapi hanya bisa saya dengarkan."seru Bian sambil tersenyum geli.
"Itu maksud saya.saya ulangi!dalam seminggu kita mengadakan 5 pertemuan.disetiap pertemuan menghabiskan waktu 2 jam.jam aktif antara 4 sore atau lebih.dan jadwal bisa berubah kita sesuaikan dengan keadaan."terang Rere panjang.
"Banyak amat sih mbak!kapan istirahatnya?"keluh Bian.
"Ga akan kebanyakan kalau kamu menikmati pelajarannya!"seru Rere.
"Oke!"seru Bian yang melambai lambai pada Brunie yang ada didepan pintu.
Dengan cepat Brunie berlari menuju Bian,dan naik keatas pangkuannya.
"Sayang!kangen ya?"tanya Bian sambil mengelus punggung Brunie.
"Bian,bisa minta tolong jangan kamu ajak belajar kucing kamu itu?!"seru Rere yang tampak menjauhkan diri dan menjaga jarak.
"Dia juga pengen pintar mbak!"seru Bian tampak cuek.
Brunie,maen diluar dulu ya!"seru Bian sambil menaruh Brunie dilantai.
"kenapa sih mbak rere takut kucing.kucingkan manis,imut!".jelas bian.
"Saya juga aneh,kenapa cowok kayak kamu suka sama kucing.kucingkan identik dengan perempuan!"jelas Rere tak mau kalah.
Bian tertunduk ia merasa kalah dengan ucapannya sendiri.
"Oke,cukup perkenalannya.sekarang kita bisa mulai belajar.pelajaran apa yang tak kamu mengerti?"tanya Rere sambil membuka buku yang berisi materi pelajaran.
"Perkenalan!.siapa yang mau kenalan.ini juga karena terpaksa!"gumam Bian dalam hati.
"Mbak,boleh ngomong sesuatu ga?"tanya Bian sambil mengangkat tangannya.
"Boleh.dan kamu ga perlu angkat tangan.karena kita cuma berdua."seru Rere tegas.
"Iya!"seru Bian malu.
"aAda apa?"suara Rere melembut
"Saya disekolah kan jadwalnya padat dan pulang ga tentu waktu jadi sepertinya les ini banyak terganggu!"jelas Bian.
"Jadwal kamu padat ya?".
Bian mengangguk.
"Bian,kamu bisa tanggung jawab dengan semua urusan kamu disekolah.dan les ini adalah tanggung jawab kamu dirumah.dan saya yakin kamu bisa mempertanggung jawabkannya.dan satu lagi.kalau tanggung jawab kamu di sekolah harus sesuai waktu.tapi untuk les ini saya beri kamu keringanan.kita bisa memulai belajar jika kamu merasa ada waktu dan itu memungkinkan.dengan catatan harus ada waktu untuk les ditiap harinya."jelas Rere.
"Tiap hari?sesuai jadwal!"gumam Bian dalam hati.
"Biarpun malam hari?"tanya Bian memastikan.
"Ya.ayo kita mulai."
...........
Selama beberapa hari les Bian selalu mengulur ngulur waktu agar telat pulang kerumah.tapi tetap saja Rere selalu menantinya dirumah.
"Gila....gila....gila....!!!.masa gua kayak buronan tiap pulang ada yang nungguin.kayak orang disidang."keluh Bian pada teman temannya.
"Tapi enak kan otak tambah encer!"seru Toro.
"Encer apaan.makin butek otak gua.ga ada istirahatnya buat mikir."keluh Bian lagi.
"Tapi gurunya killer ga?"tanya Arif.
Bian menggeleng
"Baik banget malah.justru itu yang ngebuat gua ga tega kalo ga ikut pelajarannya.males tapi susah nolak!"seru Bian
."Cewek.cowok?"tanya Toro.
"Pengen tahu aja!"seru Bian masih merahasiakan identitas guru lesnya.
"Ah loe dari kemaren pake rahasia rahasiaan segala"seru Dias.
Sedang seru mengobrol tiba tiba datang seorang gadis berambut panjang
"Bian bisa kita bicara!"kata gadis itu.
"Udah Ian.datengin tuh Aulia.want speak 4 eyes with you."Seru Toro dengan nada meledek
Dengan cepat Bian menghampiri Aulia dan mengajaknya pergi.setelah berjalan beberapa jauh Bian dan Aulia berhenti.
"Ada apa?"tanya Bian memandang orang yang ada dihadapannya.
"Bian,kayaknya kita harus break deh!"seru gadis itu pelan.
"Break,maksud kamu apa?"tanya Bian langsung sewot.
"Jadi bener gosip itu?.ada orang lain selain aku?.aku kurang apa sih.aku udah setia.tapi kamu tetep ga terima.oke kita putus!"seru Bian emosi tanpa memberikan kesempatan Aulia untuk bicara.
"Dengerin aku dulu!"seru Aulia yang ingin menjelaskan.
"Ga ada yang perlu dijelasin.ternyata aku udah salah.aku udah ga percaya sama temen temen aku yang ternyata bener.dan begonya aku kenapa aku bela mati matian kamu yang salah!"seru Bian yang kemudian pergi meninggalkan Aulia tanpa mendengar penjelasan Aulia.
...........
Bian pulang tanpa berpamitan pada teman temannya.dan Bian pulang lebih awal bahkan sebelum Rere,guru lesnya datang.selama waktu menunggunya Bian menghabiskan waktunya untuk bermain bersama Brunie kucing kesayangannya.
"Lama banget sih tuh cewek!"gerutu Bian.sambil memainkan buntut Brunie.
"Ditungguin ga dateng dateng.ga ditungguin nongol melulu!"lanjut Bian.
"Brunie pergi sana!"usir Bian.
Brunie berlari menuju pintu depan dan sesaat kemudian terdengar suara teriakan kecil seorang perempuan.dengan cepat Bian bangun dari tempatnya dan segera keluar.didepan dilihatnya Brunie dan Rere yang menjauh dari Brunie.
"Udah datang."seru Bian melihat Brunie dan Rere bergantian.
"Brunie!masuk!"perintah Bian sambil memberikan isyarat pada Brunie dengan tangannya.
Brunie berlari menuju dapur.dan setelah itu barulah Rere mau masuk dan itupun masih waspada.ia berjalan dibelakang punggung Bian.
Sesampainya diruang belajarnya,barulah Rere mampu berdiri tanpa harus bersembunyi di balik punggung Bian.
"Maaf soal yang tadi!"seru Rere.
"Ga papa.tapi ada satu hal yang yang ingin saya katakan!"seru Bian.
"Tentang apa?"tanya Rere lembut.
"Terlalu cengeng kalo saya ngaku tapi saya butuh temen.buat cerita!"seru Bian malu malu.
"Cengeng?.kenapa cengeng.setiap orang punya hak untuk bercerita tidak memandang cewek atau perempuan.tapi sebelum cerita sebaiknya kita belajar dahulu!"seru Rere.
"Ga bisa sekarang?"tanya Bian sewot.
"Saya datang kesini karena perintah mama kamu.saya dibayar untuk mengajar kamu.dan itu kewajiban saya.jadi saya harus mengajar kamu baru saya bisa mendengarkan cerita kamu!"jelas Rere.
Bian tampak sewot
"Emangnya mama bayar kamu berapa sih?sampai sampai waktunya diganggu sedikit aja ga bisa!".
"Waktu itu ga akan lama Bian.kalau kamu menikmatinya.kalau begitu bagaiman nanti waktu kita belajar dikurangi dan bisa diisi dengan curhatan kamu."seru Rere sebelum mengawali pelajarannya.
"Oke!.mudah mudahan aja waktu cepet berlalu."seru Bian.yang kemudian membuka buku lesnya.
............
Tidak ada komentar :
Posting Komentar