Sabtu, 26 Oktober 2013

05:05 parts 18



...........
Pagi pagi Yas menyiapkan sarapan untuk Mereka berdua sementara Ken belum bangun dari tidurnya,Yas yang berada didapur beberpakali menengok ke ruang tamu untuk mengecek Ken yang sednag tertidur di sofa.
Dan beberapa saat kemudian Ken bangun sambil mengeluh pada dirinya sendiri karena badannya yang terasa pegal pegal.
Ken merentangkan tangannya dan dan menguap.
“Badanku sakit semua!”Seru Ken dengan wajah yang masih lusuh.
“Selamat pagi!”Sapa Yas sambil membawakan dua piring nasi goreng.Dan dengan wajah berseri seri.
“Wah...apa akan seperti ini jika aku menikah nanti!”Seru Ken sambil tersenyum senang dan melirik Yas.
Yas melihatnya tapi ia pura pura tidak melihatnya.
Ken hendak mengambil piringnya yang diletakan didepannya tapi dengan cepat Yas melarangnya dengan menggesernya lebih jauh dari jangkauan Ken.
“Kenapa?”tanya Ken tak mengerti.
“Cuci muka dulu!,baru makan!”Seru Yas memerintah.
Ken teringat dan langsung bangkit dari tempat duduknya,dan pergi menuju kamar mandi yang tak jauh dari tempatnya.Sementara Yas hanya terdiam memandangi kepergian Ken.
Selesai menyelesaiakn urusannya dikamar mandi,Ken kembali ke ruang tamu menemui Yas dan sarapannya.
“Ayo makan!”Seru Yas yang sudah menunggu.
Ken tak menjawab ia hanya duduk dan mengambil jatahnya dan langsung melahapnya.
“Sudah lama aku merindukan ini!”Seru Ken sambil memasukan sendokan pertama kedalam mulutnya.
“Apa tidurmu nyenyak!”tanya Yas menunggu.
“Harusnya nyenyak tapi karena tidur disofa jadi tidak nyenyak!”Seru Ken mengeluh sambil memegangi lehernya yang terasa kaku.
Yas hanya tersenyum dan kembali memasukan sendok berisi nasi goreng kedalam mulutnya.
“Aku sudah menyuruhmu untuk kembali kekamarnu!dan seperti biasa,tapi kau berkeras untuk tidur disini!”Seru Yas membela.
“Aku takut pencuri akan datang lagi!”Seru Ken sambil melirik Yas.
“Apa lagi yang bisa dicuri?,disini hanya tertinggal kulkas!,dan mungkin laptopmu!”Seru Yas dengan nada menyindir diakhir kalimatnya.
Ken tersenym sinis dan kemudian meletakan piringnya ang sudah habis.
“Aku takut mereka akan mencurimu dariku!”Seru Ken dengan nada serius.
Yas terdiam dan kemudaian tertawa.
“Kau berlebihan dan itu tidak mungkin!”
“Ken!,apa ayahmu tidak akan kecewa jika kau memilihku wanita yang lebih tua darimu!,apa tanggapanya nanti?”tanya Yas mengalihkan pembicaraan.
“Ayahku menerima apa saja mauku selama itu tidak melanggar hukum dan sesuai dengan yang ia nginkan!”
“Kau melanggarnya!,kau melanggar salah satu point dalam daftar kriteria wanita pilihamu,dan mungkin aku bukanlah orang yang beliau inginkan karena kau memilih aku daripada wanita pilihan ayahmu!”Jelas Yas panjang.
“Kakak!,Ya memang aku melanggar point dalam kriteria yang aku pilih sendiri tapi hatiku ternyata memilih kakak!”Seru Ken dengan nada merayu.
Yas tak bereaksi ia hanya bangkit dari tempat duduknya dan pergi kedapur sambil membawa piring bekas sarapan mereka.
Ken mengikuti Yas kedapur dan terus mengoceh.
“Kakak kenapa?,apa ada yang salah?”Tanya Ken yang berhenti ketika  Yas berhenti didepan Ken.
Yas membalikan badan dan menatap Ken yang tiba tiba mengubah ekspresi wajahnya menjadi seperti wajah anak kecil yang tidak berdosa.
“Kau masih memanggilku kakak!”Seru Yas dengan tanpa ekspresi.
“Ya!,karena aku menghormatimu!”Jawab Ken polos.
“Lalu apa hubungan kita?”tanya Yas kemudian.
Ken terdiam sejenak,ia melipat kedua tangannya di depan dada,dan pandangannya menatap langit langit sambi memikirkan sesuatu.

“Apa ya!”Seru Ken berfikir.
Yas mendesah dan terselip kekesalan didalamnya.Yas berharap Ken akan mengatakan hal lain untuk menjelaskan hubungan mereka,agar lebih jelas dan ia tak akan salah paham jika suatu saat nanti akan terjadi sesuatu.
Yas membalikan badanya dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci piring Dan Ken terus mengikutinya.
Untuk sesaat tak ada pembicaraan diantara mereka ,mereka sibuk dengan pikiran masing masing.Yas sibuk mencuci piring sementara Ken hanya diam menunggu sambil terus berdiri dibelakang Yas.
Ken menarik tangan Yas hingga Yas membalikan badannya dan menghadapnyaketika Ken tahu Yas sudah selesai dengan pekerjaannya.
“Ada apa?”tanya Yas terkejut dengan tindakan Ken.
Ken Tak menjawab ia hanya diam dengan terus memperhatikan Yas yang bingung dengan kelakuannya.
Ken terus menatap Yas hingga membuat Yas merasa bingung dan sedikit takut.
Ken berjalan maju,dan Yas berjalan mundur untuk menjaga jarak diantara mereka agar tidak terlalu dekat,Ken terus maju,dan Yas mencoba untuk mundur tapi langkahnya terhenti karena ia sudah mentok wastafel.
“Apa yang kau lakukan?”tanya Yas yang mulai panik.
Ken tak menjawab ia makin mendekatkan tubuhnya pada Yas,tapi Yas tidak bisa mundur lagi karena sudah buntu.
Yas memalingkan wajahnya agar tidak langsung bertemu dengan wajah Ken tapi dengan tiba tiba Kedua tangan Ken menahannya,menaruh kedua tangannya diantara kepala Yas,dan membiarkan wajah mereka bertemu dan saling menatap.
Yas menunduk,megalihkan pandangannya dari mata Ken,tapi Ken mengikutinya dan mencari wajahnya dengan cara lebih menundukan kepalanya dan mendongakan kepalanya.
“Apa yang kau inginkan sebenarnya?”tanya Yas kemudian yang akahirnya mengangkat wajahnya yang masih dipegangi oleh Ken.
Ken tak juga menjawab,ia hanya tersenyum licik dan kemudian mendekatkan wajahnya untuk semakin dekat.
Yas menutup matanya dengan penuh ketakuta.Sementara Ken hanya bisa kembali tersenyum geli.
Dalam diamnya Yas menunggu apa yang akan Ken lakukan padanya.
Ken mendekatkan wajahnya dan kemudian mencium ujung hidung Yas yang sedikit lebih mancung darinya.
Yas terkejut dan segara membuka matanya.
“Apa yang kau lakukan?”tanya Yas terkejut.
“Itu artinya aku menyukaimu!”Seru Ken mengulaingi kata katanya yang kemarin.
Yas mendesah dan sedikit kecewa karena Ken tidak meningkatkan kata katanya untuk menunjukan persaannya padanya.
“Aku sudah ta.....!”
Ken kembali mencium Yas,tapi kali ini pada pipi dan memotong kata kata Yas.
“Apa itu?”tanya Yas yang masih terkejut.
“Itu artinya aku menyayangimu!”Seru Ken menjawab pertanyaan Yas.
Yas sedikit menyunggingkan senyum walaupun sangat tipis tapi ia senang karena ada peningkatan dalam kata kata Ken untuk menunjukan perasaannya padanya.
Ken kembali mencium Yas tapi kali ini pada keningnya dan kembali Yas hanya terdiam,karena jikapun ia menolak,ia tak bisa karena tangan Ken masih sigap menahan kepalanya.
“Apa itu artinya?”tanya Yas yang sudah mengerti itu pasti juga memiliki arti.
“Itu artinya aku menghormatimu!,karena bagaimanapun kau tetap lebih tua dariku!”Jawab Ken yang kemudian merenggangkan tangannya dari kepala Yas dan kemudian turun dan menarik tubuh Yas untuk dipeluknya.
Yas masih terdiam ketika Ken memeluknya,dan kemudian ia mendesah dan tersenyum dan membalas memeluk Ken.
“Aku juga menyayangimu!”Seru Yas membuat Ken tersenyum dan mempererat pelukannya.
..........
Pagi itu Ken Mengajak Yas untuk mengunjungi sebuah rumah yang menurut Ken yang harus mengetahuinya,dan tanpa berfikir apapun Yas mengikutinya.
Dengan menggunakan Bus,Ken turun portal masuk sebuah kawasan elite.Yas sedikit bingung untuk apa Ken mengajaknya kesana,dan akan bertemu dengan sia mereka di sana.
“Kita akan menemui siapa?”tanya Yas yang masih bingung dan polos.
“Tenang saja aku tidak akan melakuakn apapun pada kakak dirumah itu!”Seru Ken sambil tersenyum liang dan menggandeng tangan Yas dan mengajak Yas masuk melewati pos satpam.
Ken melambaikan tangan pada salah satu satpam yang melihat mereka dan satpam itu membalasnya dan tanpak mereka sudah saling mengenal dan sudah lama.
“Kau mengenalnya?”tanya Yas mencari tahu.
“Hanya formalitas!,kita harus baik pada setiap orang agar kita bisa lebih mudah jika membutuhkan bantuan!”
“Ya!,bersosialisasi!”Seru Yas tanpa memperpanjang.
Langkah Ken berhenti ketika mereka berada didepan sebuah rumah yang ukurannya mungkin sedikit lebih beras daripada rumah rumah yang ada disamping kanan kirinya.
“Rumah ini terlihat sedikit lebih beras dari yang lainnya!”Seru Yas setelah memperhatikan.
“Ya!,ini seperti rumah kakak!,rumah kakak paling beda dengan rumah disekitarnya,rumah berbentuk L dengan tinggkat 3 disalah satu sikunya!”Jelas Ken bersemangat.
“Ayo masuk!”Seru Ken yang langsung menarik tanagn Yas yang menariknya menuju pintu gerbang rumah besar itu.
Yas tak mengerti kenapa Ken mengajaknya kerumah itu,tapi ia hanya menurutinya saja.
Ken bertemu dengan seorang Satpam yang menunggu di post dan kemudian membukakak pintu samping untuknya.
Yas hanya menuruti apa yang dilakukan Ken dan mereka memasuki sebuah halaman rumah yang luas dengan beberapa mobil terparkir digarasi.
“Rumah siapa ini?”tanya Yas yang kemudian menarik tangannya dari genggaman Ken.
“Rumahku!”Seru Ken singkat dan kembali menarik tangan Yas dan menggenggamnya erat,dan mereka kembali berjalan menuju pintu utama rumah beras itu.
Yas hanya terdiam menyembunyikan keterkejutannya dan rasa yang kagetnya dan mengikuti Ken yang terus menariknya.
Pintu dibuka oleh seseorang dengan penampilan seorang pelayan.
“Mbo!aku pulang!”Seru Ken riang pada wanita separuh baya itu dan kemudian menoel wajahnya wanita itu.
“Mas Kenny kebiasaan deh!”seru wanita tua itu  sambil terenyum.
Yas yang melihat hal itu hanya bisa membesarkan bola matanya dan tak percaya.
“Apa reaksimu?”tanya Ken yang ternyata menunggu reaksi Yas ketika sedang cemburu.
“Apa?”Tanya Yas tak mengerti.
“EMMMM......!!!!!!Rumahku!”Seru Ken mengalihkan maksudnya.
Yas hanya terdiam lalu tersenyum mengerti maksud Ken.
“Ternyata kau memang seorang yang lebih menyukai wanita yang yang lebih tua!,mungkin itu mengapa kau memuat list kriteria wantia idamamu,agar kau tidak terus terjebak dengan cinta seperti itu!”Seru Yas menjelaskan dan menunggu reaksi Ken.
Ken hanya mengerucutkan bibirnya dan tapi selama aku menjalin hubungan dengan wanita,baru kakak saja yang usianya diatasku!”Sergah Ken tak mau  kalah.
“Selama menjalin hubungan dengan wanita!,kau unu ACDC”Seru Yas dengan nada sedikit tinggi dan terkejut.
“Bu....bukan itu!”Seru Ken protes.
“Ah kakak ini!,tak mengerti maksudku!,Tunggu disini dan tunggu aku!”Seru Ken yang meninggalkan Yas diruang tamu!.
Yas menuruti perintah Ken dan ia duduk di sofa warna Cokelat untuk menunggu.
Dengan perasaan yang tak karuan Yas menunggu kedatangan Ken,yang entah sedang menemui siapa.
Sementara Yas menunggu di ruang tamu,Ken Sendiri menemui Ayahnya yang berada didalam kamar.
Dengan perlahan Ken membuka pintu kamar ayahnya dengan mengucapkan salam,dan setelah pintu dibuka tampak Ayah Ken duduk diatas kursi rodanya menghadap ke jendela,menikmati udara segar dengan sinar matahari yang masuk.kedalam kamar.
“Ayah sudah bangun!”Sapa Ken berbasa basi sambil berjalan mendekati ayahnya yang hanya mengangkat kepala tanpa menoleh pada putranya yang datang.
“Sejak kapan ayah jam segini belum bangun!”Jawab Ayah Ken kemudian.
Ken hanya mengerutkan kening mengetahui basa basinya tidak berguna.
“Tidur dimana semalam?,ayah pikir kau kabur lagi”tanya Ayah Ken sambil memandang putranya yang kini berdiri disampingnya.
“Rumah teman!,dan tidak mungkin aku kabur tanpa membawa dompetku”Seru Ken beralasan.
“Ayah!,ayo keluar.Aku akan memperkenalkan ayah dengan calon istriku!”Seru Ken dengan nada berat diakhir kalimatnya.
Keterkejutan tampak Diwajah Ayah Ken tapi segera disembunyika dan beliau hany menyuruh Kne untuk membawanya menemui orang yang dibawa Ken.
Ken mendorong Kursi roda ayahnya keruang tamu,dan disana Ken tak hanya menemuiYas tapi juga Tyas yang juga datang kerumahnya.
“Tyas!,apa yang kau lakukan disini?”tanya Ken yang terkejut dan terus memandiang Yas yang hanya diam.
“Ayah yang menyuruhnya untuk datang!,untuk mencarimu yang tidak pulang semalaman!”Seru Ayah Ken dengan sedikit membentak.
Tyas berjalan menghampiri Ken dan ayahnya.Kemudian berbisik.
“Siapa dia?,apakah dia wanita yang aku temui di halte!,yang bersamamu!”bisik Tyas.
Ken hanya membulatkan bola matanya mendapati perlakuan seperti itu dari Tyas dan Ken hanya bisa memandang Yas yang diam saja tanpa berbuat apa apa.
“Tinggalkan kami berdua!”Seru Ayah Ken pada Ken dan Tyas.
Ken hanya melongo mendengar kata kata ayahnya tapi iapun tidak bisa membantah dan dengan memberikan kode pada Yas,yang Yas sendiripun tak mengerti Ken Meninggalkannya bersama Ayahnya.
“Ayo pergi!”Seru Ken pada Tyas sambil mendorongnya untuk masuk.
Yas hanya terdiam melihat kepergian Ken dan gadis muda yang tadi menyapanya dengan hangat.
Ayah Ken menggerakan kursi rodanya,dan dengan sigap Yas menghampirinya dan membantunya.
“Om mau pergi kemana?”tanya Yas canggung.
“Kau bisa mengantarku Keiling rumah ini!”Seru Ayah Ken tanpa memandang Yas.
“Oh!,baiklah!”Seru Yas patuh.
Yas mengantarkan Ayah Ken keluar dari rumah dan berkeliling halaman rumah yang sangat luas.
“Siapa namamu?”tanya Ayah Ken membuka obrolan.
“Yasmine!”Jawab Yas singkat dan ketegangan telihat dari wajahnya.
“Sudah berapa lama kau mengenal Anakku?”
“Kurang lebih 1 bulan!”Seru Yas ragu.
“Hebat!.baru satu bulan kau bisa meyakinkan anakku untuk serius menjalani hubungan!”Seru Ayah Ken takjub.
Yas terkejut dan juga bingung apa maksud pak Tua ini.
“Maksud om apa?”tanya Yas hati hati.
“Ken memberitahuku jika kau adalah calon istri yang ia pilih!,atau mungkin kalian bekerja sana!,untuk menggagalkan rencanaku!”Seru Ayah Ken curiga.
Yas tergagap ia tak  tahu apa yang harus ia katakan karena Ken sendiripun tak mengatakan apapun padanya.
“Ka.....kau soal itu aku sendiri saya sendiri tidak tahu,tapi saya sangat serius dengan anak om!”Seru Yas meyakinkan,Dan menahan marah Untuk Ken.
“Kalau begitu!,cepatlah kalian menikah!agar aku percaya ini bukanlah akal akalan Ken!”Seru ayah Ken memaksa.
Yas terkejut dalam diam,bagaimana mungkin ia melakukan hal itu sementara Ken menyuruhnya untuk menunggu.
“Ayo kita pergi dari sini!”Seru Ayah Ken.Dan Yaspun menuruti perintahnya.
Yas mendorong kursi roda berkeliling rumah sambil mengobrol sampai akhirnya mereka bertemu dengan Ken dan Tyas yang sedang asyik mengobrol sambil menikmati secangkir kopi.
“Kenny!”Panggil Ayah Ken.
Ken langsung menghentikan kegiatanya bersama Tyas,dengan wajah tegang ia menghampiri Ayahnya dan Yas dengan khawatir.
Ken sesekali melihat kearah Yas yang sepertinya menghindari kontak mata denganya tapi dari raut wajahnya terlihat rasa kesal yang biasa ia tunjukan ketika mereka bersama.
“Kalian sudah selesai berkeliling?”tanya Ken berbasa basi.
Ken langsung mengambil alih kursi roda ayahnya dan memberikan isyarat pada Yas,tapi sekali lagi Yas tak tahu apa maksudnya.
“Kalian berdua!.cepatlah menikah,dan beikan aku banyak cucu!”Seru ayah Ken dan itu membuat Ken,Yas dan Tyas terkejut tapi hnaya bisa saling pandang.
“Ayah!,apa yang ayah katakan!,ayah pikir kamu berdua hanya mesin pencetak anak!”Seru Ken protes.
Sesaat kemudian tawa keluar dari mulut Tyas tapi cepat cepat ia menahanya dengan menutup mulutnya dengan tangannya.
“Kalau mau tertawa.Tertawalah!,sebelum kau,aku tertawakan balik!”Seru Ken yang kesal.
“Jangan seperti Ken yang tidak memiliki saudara!”Lanjut ayah Ken tak menghiraukan kata kata Ken dan Tyas tadi.
“Ayah!”Seru Ken merajuk.
“Tyas bawa aku masuk!”Seru Ayah Ken yang meninggalkan Ken dan Yas dan Tyas mengambil alih mendorong kursi rodanya.
Ken hanya terdiam memperhatikan kepergian ayahnya dan Tyas.
Ken teringat masih ada Yas disampingnya,dan dengan hati hati ia melirik Yas yang sejak tadi memperhatikannya dan menunggu penjelasan.
“Apakah kau baik baik saja?,apa yang kalian bicarakan?”tanya Ken khawatir.
“Apa yang kau katakan pada ayahmu?”tanya Yas balik dengan nada ketus.
“Apa?”Tanya Ken tak mengerti.
“Apa yang tadi?,ayahku hanya bercanda!”seru Ken menghindar.
“Aku ingin pulang!”Seru Yas yang langsung pergi.
“Yas tunggu!”Seru Ken menahan Tangan Yas.
Yas berhenti sejenak tapi langsung menampik tangan Ken dan pergi.
“Setidaknya kita pamitan dulu pada ayahku!”Seru Ken mengingatkan.
Yas menghentikan langkahnya dan melunak.Ken tersenyum dan langsung menghampiri Yas,menggandeng tangannya dan mengajaknya masuk.
Didalam rumah Ayak Ken dan Tyas sedang duduk sambil mengobrol.dan langsung berhenti ketika Ken dan Yas datang.
“Ayah,kami akan pergi sekarang!,ada urusan yang harus kami selesaikan!”Seru Ken ketika mereka sampai.
“Kalian tidak menunggu untuk makan siang!”Seru Ayah Ken dengan nada yang berbeda,terdengar lebih santai.
“Tidak!,kami harus menyelesaikannya cepat agar tidak tertunda labih lama lagi!”Seru Ken beralasan.
“Yasmine!,sering seringlah berkunjung agar kita lebih mengenal!”Seru Ayah Ken terdengar lebih bersahabat.
Senyum terkembang diwajah Yas,ia merasa senang sepertinya Ayah Ken menyukainya.Dan senyumpun tampak diwajah Ken ia merasa Ayahnya bisa menerima keberadaan Yas disisinya.
“Ken bawa mobil!,agar lebih cepat!,jangan biarkan calon istrimu kelelahan!”Seru Ayah Ken lagi  dan membuat semua melongo.
“W.O.W!”Seru Tyas tak percaya melihat ayah Ken nmenjadi begitu baik.
“Sepertinya tidak perlu!.kami menggunakan kendaraan umun saja!”Tolak Yas halus.
“Kau ini sama seperti Ken tidak mau memakain fasilitas yang ada!”Seru Ayah Ken kecewa.
Ken melihat perbedaan nada bicara Ayahnya membuatnya cepat cepat mengambil tindakan.
“Emmmmm....lagipula SIMku mati jadi sebaiknya kami naik bus saja!”Seru Ken beralasan.
Takut menimbulkan hal hal yang tidak diinginkan terjadi lebih rumit lagi,Ken dan Yas buru buru berpamitan dan pergi.
Yas Masih mendiami Ken,dan Ken tak tahu apa yang salah dengan dirinya.
“Kakak!,apa salahku?”tanya Ken dengan nada memohon.
“Apa yang kau katakan pada ayahmu?”tanya Yas buka suara.
“Apa?”
“Tentangku?”tanya Yas menunggu.
Ken terdiam dan berfikir apa yang ia katakan.
“Ayahmu bilang kita kerja sama agar kau bisa menggagalkan rencananya untuk menjodohkanmu dengan wanita pilihannya!”Jelas Yas kemudian yang melihat Ken sama sekali tak tahu.
“Bagaimana ayahku bisa berfikir seperti itu?’tanya Ken balik bertanya.
“Itu tanggung jawabmu untuk mencari tahu jawabannya.”Seru Yas berteka teki.
“Baiklah!,nanti akau akan mencaritahunya!.Lalu sekarang kita akan kemana?”tanya Ken mencoba untuk mengubah suasana.
“Bagaimana kerumah ibu Kakaka!”Seru Ken yang langsung menarik tangan Yas untuk naik bus yang akan mengantarkan mereka kerumah ibu Yas.
“Apa kau tahu dimana rumahku?”tanya Yas ketika mereka sudah duduk didalam bus.
“Tahu!”Seru Ken cuek.
“Dari mana?”tanya Yas penasaran.
“Beberapa waktu lalu aku mengobrol dengan Raisha,ia mengajaku untuk berkunjung kerumahnya dan aku meminta alamatnya!”Seru Ken santai.
“Pintar sekali!”seru Yas memuji sekaligus meledek.
“Tentu saja!”Seru Ken sambil tersenyum.
.........
Ken terus menatap Yas yang diam didekat jendela,yang sibuk memandangi pemandangan diluar bus.
Merasa di cueki Ken mencari hal hal yang mnarik perhatian Yas.Dengan cueknya Ken menarik tangan Yas dan menggenggamnya erat.
Yas terkejut,tapi ia membiarkannya dan hanya tersenyum.
“Apa yang sedang kau lakukan!”Seru Yas yang langsung menarik tangannya ketika ada seorang penumpang duduk di sebrang mereka.
Ken tak peduli,ia kembali menarik tangan Yas dan menggenggamnya erat.
Yas melirik pada Ken dan memberi kode untuk melepaskannya.Walaupun tak mengerti kode apa itu,tapi Ken tahu Yas memintanya untuk melepaskannya.
Ken tersenyum dan kemudian mendekatkan mulutnya ketelinga Yas.
Te amo seƱora!, ¿quieres casarte conmigo(nona aku mencintaimu!,maukah kau menikah denganku)
Yas terkejut,ia tak mengerti apa yang baru diucapkan Ken padanya.Sebuah kata kata yang asing ditelinganya.
“Apa itu?”tanya Yas polos.
Ken mendesah,merasa kecewa,Yas tak dapat mengerti kata katanya.
Te amo!”(aku mencintaimu!).
Kata kata Ken membuat orang yang  duduk disebrang  tersenyum dan menggeleng,seperti mengerti apa yang sedang Ken katakan.
Ken terdiam dan merasa malu.
“Sepertinya Kita hampir sampai!”seru Ken yang langsung berdiri dan mengajak Yas untuk berpindah tempat.
Ken menyuruh Yas untuk jalan duluan dan ia mengikuti dari belakang.Tiba tiba penumpang yang duduk disebrangnya menoel Lengan Ken dan bertanya dalam bahasa Spanyol,seperti yang Ken katakan pada Yas.
debo decirle?”(boleh aku memberitahunya?)tanya Pemuda itu dengan nada meledek.
Ken menggeleng dan membulatkan bola matanya
! no, piensa el amor.(tidak! terima kasih).
Ken segera meninggalkan pemuda itu yang sepertinya fasih berbahasa Spanyol.
Sementara Yas sudah menunggu di pintu keluar,hanya tinggal menunggu bus berhenti didepan Halte yang kini terlihat didepan mereka.
Yas terlebih dahaulu turun tapi  tiba tiba sebuah motor masuk diantara trotoar dan bus,dan dengan cepat menarik tas tangan Yas,Denagn sekuat tenaga Yas menagnya tapi penjambret itu lebih kuat,hingga akhirnya Yas ikut tertarik keluar dan ia terjatuh tubuhnya menimpa tiang tiang pembatas yang terjejer disamping bnagunan tempat berteduh di halte.
Ken tak menyadari dengan apa yangtelah terjadi,ia sibuk menunggu uang kembalian dari kernet bus,ia baru menyadari ketika Suara riuh teriakan .Ken segera mencari apa yang terjadi,sampai ia akhirnya Ken tak melihat Sosok Yas didepan pintu.
Ken berlari menuju pintu keluat dan dilihatnya tubuh Yas terkulai lemas di dekat halte dengan darah keluar dari perutnya.
“Yas!”Seru Ken terkejut dan ia segera turun.
Sesaaat kemudian bus melaju dengan kencang meninggalkannya sendirian,sementara tidak ada seorangpun disana.
“Yas!,bangun Yas!”Pinta Ken yang sudah berada disisi Yas yang sudah tak sadarkan diri.
Ken terus memanggil sambil menangis sampai akhirnya segerombolan orang datang menghampirinya.Ada yang membantunya mengangkat Yas untuk ditepikan di trotoar,ada juga yang menelepon Ambulance.
Sementara Ken bingung hal apa yang harus ia lakukan,ia hanya terus memanggil Yas yang sudah tak sadarkan diri,sambil menekan luka yang dialami Yas agar darah tidak terus keluar dari luka itu.
Beberapa saat kemudian Ambulance datang dan Tubuh Yas langsung dibawa diikuti oleh Ken yang menangis dengan baju penuh darah.
Tim medis memberikan pertolongan sebisa mereka mampu,sementara Ken hanya menangis dengan pilu sambil terus menggenggam tangan Yas.
“Aku mohon Yas!,bertahanlah!”Seru Ken pilu.
...........

Tidak ada komentar :

Posting Komentar