...........
Pagi pagi Yas
menyiapkan sarapan untuk Mereka berdua sementara Ken belum bangun dari
tidurnya,Yas yang berada didapur beberpakali menengok ke ruang tamu untuk
mengecek Ken yang sednag tertidur di sofa.
Dan beberapa saat
kemudian Ken bangun sambil mengeluh pada dirinya sendiri karena badannya yang
terasa pegal pegal.
Ken merentangkan
tangannya dan dan menguap.
“Badanku sakit
semua!”Seru Ken dengan wajah yang masih lusuh.
“Selamat pagi!”Sapa
Yas sambil membawakan dua piring nasi goreng.Dan dengan wajah berseri seri.
“Wah...apa akan
seperti ini jika aku menikah nanti!”Seru Ken sambil tersenyum senang dan
melirik Yas.
Yas melihatnya tapi
ia pura pura tidak melihatnya.
Ken hendak
mengambil piringnya yang diletakan didepannya tapi dengan cepat Yas melarangnya
dengan menggesernya lebih jauh dari jangkauan Ken.
“Kenapa?”tanya Ken
tak mengerti.
“Cuci muka
dulu!,baru makan!”Seru Yas memerintah.
Ken teringat dan
langsung bangkit dari tempat duduknya,dan pergi menuju kamar mandi yang tak
jauh dari tempatnya.Sementara Yas hanya terdiam memandangi kepergian Ken.
Selesai
menyelesaiakn urusannya dikamar mandi,Ken kembali ke ruang tamu menemui Yas dan
sarapannya.
“Ayo makan!”Seru
Yas yang sudah menunggu.
Ken tak menjawab ia
hanya duduk dan mengambil jatahnya dan langsung melahapnya.
“Sudah lama aku
merindukan ini!”Seru Ken sambil memasukan sendokan pertama kedalam mulutnya.
“Apa tidurmu
nyenyak!”tanya Yas menunggu.
“Harusnya nyenyak
tapi karena tidur disofa jadi tidak nyenyak!”Seru Ken mengeluh sambil memegangi
lehernya yang terasa kaku.
Yas hanya tersenyum
dan kembali memasukan sendok berisi nasi goreng kedalam mulutnya.
“Aku sudah
menyuruhmu untuk kembali kekamarnu!dan seperti biasa,tapi kau berkeras untuk
tidur disini!”Seru Yas membela.
“Aku takut pencuri
akan datang lagi!”Seru Ken sambil melirik Yas.
“Apa lagi yang bisa
dicuri?,disini hanya tertinggal kulkas!,dan mungkin laptopmu!”Seru Yas dengan
nada menyindir diakhir kalimatnya.
Ken tersenym sinis
dan kemudian meletakan piringnya ang sudah habis.
“Aku takut mereka
akan mencurimu dariku!”Seru Ken dengan nada serius.
Yas terdiam dan kemudaian
tertawa.
“Kau berlebihan dan
itu tidak mungkin!”
“Ken!,apa ayahmu
tidak akan kecewa jika kau memilihku wanita yang lebih tua darimu!,apa
tanggapanya nanti?”tanya Yas mengalihkan pembicaraan.
“Ayahku menerima
apa saja mauku selama itu tidak melanggar hukum dan sesuai dengan yang ia
nginkan!”
“Kau
melanggarnya!,kau melanggar salah satu point dalam daftar kriteria wanita
pilihamu,dan mungkin aku bukanlah orang yang beliau inginkan karena kau memilih
aku daripada wanita pilihan ayahmu!”Jelas Yas panjang.
“Kakak!,Ya memang
aku melanggar point dalam kriteria yang aku pilih sendiri tapi hatiku ternyata
memilih kakak!”Seru Ken dengan nada merayu.
Yas tak bereaksi ia
hanya bangkit dari tempat duduknya dan pergi kedapur sambil membawa piring
bekas sarapan mereka.
Ken mengikuti Yas
kedapur dan terus mengoceh.
“Kakak kenapa?,apa
ada yang salah?”Tanya Ken yang berhenti ketika
Yas berhenti didepan Ken.
Yas membalikan
badan dan menatap Ken yang tiba tiba mengubah ekspresi wajahnya menjadi seperti
wajah anak kecil yang tidak berdosa.
“Kau masih
memanggilku kakak!”Seru Yas dengan tanpa ekspresi.
“Ya!,karena aku
menghormatimu!”Jawab Ken polos.
“Lalu apa hubungan
kita?”tanya Yas kemudian.
Ken terdiam
sejenak,ia melipat kedua tangannya di depan dada,dan pandangannya menatap
langit langit sambi memikirkan sesuatu.
“Apa ya!”Seru Ken berfikir.
Yas mendesah dan
terselip kekesalan didalamnya.Yas berharap Ken akan mengatakan hal lain untuk
menjelaskan hubungan mereka,agar lebih jelas dan ia tak akan salah paham jika
suatu saat nanti akan terjadi sesuatu.
Yas membalikan
badanya dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci piring Dan Ken terus
mengikutinya.
Untuk sesaat tak
ada pembicaraan diantara mereka ,mereka sibuk dengan pikiran masing masing.Yas
sibuk mencuci piring sementara Ken hanya diam menunggu sambil terus berdiri
dibelakang Yas.
Ken menarik tangan
Yas hingga Yas membalikan badannya dan menghadapnyaketika Ken tahu Yas sudah
selesai dengan pekerjaannya.
“Ada apa?”tanya Yas
terkejut dengan tindakan Ken.
Ken Tak menjawab ia
hanya diam dengan terus memperhatikan Yas yang bingung dengan kelakuannya.
Ken terus menatap
Yas hingga membuat Yas merasa bingung dan sedikit takut.
Ken berjalan
maju,dan Yas berjalan mundur untuk menjaga jarak diantara mereka agar tidak
terlalu dekat,Ken terus maju,dan Yas mencoba untuk mundur tapi langkahnya
terhenti karena ia sudah mentok wastafel.
“Apa yang kau
lakukan?”tanya Yas yang mulai panik.
Ken tak menjawab ia
makin mendekatkan tubuhnya pada Yas,tapi Yas tidak bisa mundur lagi karena
sudah buntu.
Yas memalingkan
wajahnya agar tidak langsung bertemu dengan wajah Ken tapi dengan tiba tiba
Kedua tangan Ken menahannya,menaruh kedua tangannya diantara kepala Yas,dan
membiarkan wajah mereka bertemu dan saling menatap.
Yas
menunduk,megalihkan pandangannya dari mata Ken,tapi Ken mengikutinya dan
mencari wajahnya dengan cara lebih menundukan kepalanya dan mendongakan
kepalanya.
“Apa yang kau
inginkan sebenarnya?”tanya Yas kemudian yang akahirnya mengangkat wajahnya yang
masih dipegangi oleh Ken.
Ken tak juga
menjawab,ia hanya tersenyum licik dan kemudian mendekatkan wajahnya untuk
semakin dekat.
Yas menutup matanya
dengan penuh ketakuta.Sementara Ken hanya bisa kembali tersenyum geli.
Dalam diamnya Yas
menunggu apa yang akan Ken lakukan padanya.
Ken mendekatkan
wajahnya dan kemudian mencium ujung hidung Yas yang sedikit lebih mancung
darinya.
Yas terkejut dan
segara membuka matanya.
“Apa yang kau
lakukan?”tanya Yas terkejut.
“Itu artinya aku
menyukaimu!”Seru Ken mengulaingi kata katanya yang kemarin.
Yas mendesah dan
sedikit kecewa karena Ken tidak meningkatkan kata katanya untuk menunjukan
persaannya padanya.
“Aku sudah
ta.....!”
Ken kembali mencium
Yas,tapi kali ini pada pipi dan memotong kata kata Yas.
“Apa itu?”tanya Yas
yang masih terkejut.
“Itu artinya aku
menyayangimu!”Seru Ken menjawab pertanyaan Yas.
Yas sedikit
menyunggingkan senyum walaupun sangat tipis tapi ia senang karena ada
peningkatan dalam kata kata Ken untuk menunjukan perasaannya padanya.
Ken kembali mencium
Yas tapi kali ini pada keningnya dan kembali Yas hanya terdiam,karena jikapun
ia menolak,ia tak bisa karena tangan Ken masih sigap menahan kepalanya.
“Apa itu
artinya?”tanya Yas yang sudah mengerti itu pasti juga memiliki arti.
“Itu artinya aku
menghormatimu!,karena bagaimanapun kau tetap lebih tua dariku!”Jawab Ken yang
kemudian merenggangkan tangannya dari kepala Yas dan kemudian turun dan menarik
tubuh Yas untuk dipeluknya.
Yas masih terdiam
ketika Ken memeluknya,dan kemudian ia mendesah dan tersenyum dan membalas
memeluk Ken.
“Aku juga
menyayangimu!”Seru Yas membuat Ken tersenyum dan mempererat pelukannya.
..........
Pagi itu Ken
Mengajak Yas untuk mengunjungi sebuah rumah yang menurut Ken yang harus
mengetahuinya,dan tanpa berfikir apapun Yas mengikutinya.
Dengan menggunakan
Bus,Ken turun portal masuk sebuah kawasan elite.Yas sedikit bingung untuk apa
Ken mengajaknya kesana,dan akan bertemu dengan sia mereka di sana.
“Kita akan menemui
siapa?”tanya Yas yang masih bingung dan polos.
“Tenang saja aku
tidak akan melakuakn apapun pada kakak dirumah itu!”Seru Ken sambil tersenyum
liang dan menggandeng tangan Yas dan mengajak Yas masuk melewati pos satpam.
Ken melambaikan
tangan pada salah satu satpam yang melihat mereka dan satpam itu membalasnya
dan tanpak mereka sudah saling mengenal dan sudah lama.
“Kau
mengenalnya?”tanya Yas mencari tahu.
“Hanya formalitas!,kita
harus baik pada setiap orang agar kita bisa lebih mudah jika membutuhkan
bantuan!”
“Ya!,bersosialisasi!”Seru
Yas tanpa memperpanjang.
Langkah Ken
berhenti ketika mereka berada didepan sebuah rumah yang ukurannya mungkin
sedikit lebih beras daripada rumah rumah yang ada disamping kanan kirinya.
“Rumah ini terlihat
sedikit lebih beras dari yang lainnya!”Seru Yas setelah memperhatikan.
“Ya!,ini seperti
rumah kakak!,rumah kakak paling beda dengan rumah disekitarnya,rumah berbentuk
L dengan tinggkat 3 disalah satu sikunya!”Jelas Ken bersemangat.
“Ayo masuk!”Seru
Ken yang langsung menarik tanagn Yas yang menariknya menuju pintu gerbang rumah
besar itu.
Yas tak mengerti
kenapa Ken mengajaknya kerumah itu,tapi ia hanya menurutinya saja.
Ken bertemu dengan
seorang Satpam yang menunggu di post dan kemudian membukakak pintu samping
untuknya.
Yas hanya menuruti
apa yang dilakukan Ken dan mereka memasuki sebuah halaman rumah yang luas
dengan beberapa mobil terparkir digarasi.
“Rumah siapa
ini?”tanya Yas yang kemudian menarik tangannya dari genggaman Ken.
“Rumahku!”Seru Ken
singkat dan kembali menarik tangan Yas dan menggenggamnya erat,dan mereka
kembali berjalan menuju pintu utama rumah beras itu.
Yas hanya terdiam
menyembunyikan keterkejutannya dan rasa yang kagetnya dan mengikuti Ken yang
terus menariknya.
Pintu dibuka oleh
seseorang dengan penampilan seorang pelayan.
“Mbo!aku
pulang!”Seru Ken riang pada wanita separuh baya itu dan kemudian menoel
wajahnya wanita itu.
“Mas Kenny
kebiasaan deh!”seru wanita tua itu
sambil terenyum.
Yas yang melihat
hal itu hanya bisa membesarkan bola matanya dan tak percaya.
“Apa
reaksimu?”tanya Ken yang ternyata menunggu reaksi Yas ketika sedang cemburu.
“Apa?”Tanya Yas tak
mengerti.
“EMMMM......!!!!!!Rumahku!”Seru
Ken mengalihkan maksudnya.
Yas hanya terdiam
lalu tersenyum mengerti maksud Ken.
“Ternyata kau
memang seorang yang lebih menyukai wanita yang yang lebih tua!,mungkin itu
mengapa kau memuat list kriteria wantia idamamu,agar kau tidak terus terjebak
dengan cinta seperti itu!”Seru Yas menjelaskan dan menunggu reaksi Ken.
Ken hanya
mengerucutkan bibirnya dan tapi selama aku menjalin hubungan dengan wanita,baru
kakak saja yang usianya diatasku!”Sergah Ken tak mau kalah.
“Selama menjalin
hubungan dengan wanita!,kau unu ACDC”Seru Yas dengan nada sedikit tinggi dan
terkejut.
“Bu....bukan
itu!”Seru Ken protes.
“Ah kakak ini!,tak
mengerti maksudku!,Tunggu disini dan tunggu aku!”Seru Ken yang meninggalkan Yas
diruang tamu!.
Yas menuruti
perintah Ken dan ia duduk di sofa warna Cokelat untuk menunggu.
Dengan perasaan
yang tak karuan Yas menunggu kedatangan Ken,yang entah sedang menemui siapa.
Sementara Yas
menunggu di ruang tamu,Ken Sendiri menemui Ayahnya yang berada didalam kamar.
Dengan perlahan Ken
membuka pintu kamar ayahnya dengan mengucapkan salam,dan setelah pintu dibuka
tampak Ayah Ken duduk diatas kursi rodanya menghadap ke jendela,menikmati udara
segar dengan sinar matahari yang masuk.kedalam kamar.
“Ayah sudah
bangun!”Sapa Ken berbasa basi sambil berjalan mendekati ayahnya yang hanya mengangkat
kepala tanpa menoleh pada putranya yang datang.
“Sejak kapan ayah
jam segini belum bangun!”Jawab Ayah Ken kemudian.
Ken hanya
mengerutkan kening mengetahui basa basinya tidak berguna.
“Tidur dimana
semalam?,ayah pikir kau kabur lagi”tanya Ayah Ken sambil memandang putranya
yang kini berdiri disampingnya.
“Rumah teman!,dan
tidak mungkin aku kabur tanpa membawa dompetku”Seru Ken beralasan.
“Ayah!,ayo
keluar.Aku akan memperkenalkan ayah dengan calon istriku!”Seru Ken dengan nada
berat diakhir kalimatnya.
Keterkejutan tampak
Diwajah Ayah Ken tapi segera disembunyika dan beliau hany menyuruh Kne untuk
membawanya menemui orang yang dibawa Ken.
Ken mendorong Kursi
roda ayahnya keruang tamu,dan disana Ken tak hanya menemuiYas tapi juga Tyas
yang juga datang kerumahnya.
“Tyas!,apa yang kau
lakukan disini?”tanya Ken yang terkejut dan terus memandiang Yas yang hanya
diam.
“Ayah yang
menyuruhnya untuk datang!,untuk mencarimu yang tidak pulang semalaman!”Seru Ayah
Ken dengan sedikit membentak.
Tyas berjalan
menghampiri Ken dan ayahnya.Kemudian berbisik.
“Siapa dia?,apakah
dia wanita yang aku temui di halte!,yang bersamamu!”bisik Tyas.
Ken hanya
membulatkan bola matanya mendapati perlakuan seperti itu dari Tyas dan Ken
hanya bisa memandang Yas yang diam saja tanpa berbuat apa apa.
“Tinggalkan kami
berdua!”Seru Ayah Ken pada Ken dan Tyas.
Ken hanya melongo
mendengar kata kata ayahnya tapi iapun tidak bisa membantah dan dengan
memberikan kode pada Yas,yang Yas sendiripun tak mengerti Ken Meninggalkannya
bersama Ayahnya.
“Ayo pergi!”Seru
Ken pada Tyas sambil mendorongnya untuk masuk.
Yas hanya terdiam
melihat kepergian Ken dan gadis muda yang tadi menyapanya dengan hangat.
Ayah Ken
menggerakan kursi rodanya,dan dengan sigap Yas menghampirinya dan membantunya.
“Om mau pergi kemana?”tanya
Yas canggung.
“Kau bisa
mengantarku Keiling rumah ini!”Seru Ayah Ken tanpa memandang Yas.
“Oh!,baiklah!”Seru
Yas patuh.
Yas mengantarkan
Ayah Ken keluar dari rumah dan berkeliling halaman rumah yang sangat luas.
“Siapa
namamu?”tanya Ayah Ken membuka obrolan.
“Yasmine!”Jawab Yas
singkat dan ketegangan telihat dari wajahnya.
“Sudah berapa lama
kau mengenal Anakku?”
“Kurang lebih 1
bulan!”Seru Yas ragu.
“Hebat!.baru satu
bulan kau bisa meyakinkan anakku untuk serius menjalani hubungan!”Seru Ayah Ken
takjub.
Yas terkejut dan
juga bingung apa maksud pak Tua ini.
“Maksud om
apa?”tanya Yas hati hati.
“Ken memberitahuku
jika kau adalah calon istri yang ia pilih!,atau mungkin kalian bekerja
sana!,untuk menggagalkan rencanaku!”Seru Ayah Ken curiga.
Yas tergagap ia
tak tahu apa yang harus ia katakan
karena Ken sendiripun tak mengatakan apapun padanya.
“Ka.....kau soal
itu aku sendiri saya sendiri tidak tahu,tapi saya sangat serius dengan anak
om!”Seru Yas meyakinkan,Dan menahan marah Untuk Ken.
“Kalau begitu!,cepatlah
kalian menikah!agar aku percaya ini bukanlah akal akalan Ken!”Seru ayah Ken
memaksa.
Yas terkejut dalam
diam,bagaimana mungkin ia melakukan hal itu sementara Ken menyuruhnya untuk
menunggu.
“Ayo kita pergi
dari sini!”Seru Ayah Ken.Dan Yaspun menuruti perintahnya.
Yas mendorong kursi
roda berkeliling rumah sambil mengobrol sampai akhirnya mereka bertemu dengan
Ken dan Tyas yang sedang asyik mengobrol sambil menikmati secangkir kopi.
“Kenny!”Panggil
Ayah Ken.
Ken langsung
menghentikan kegiatanya bersama Tyas,dengan wajah tegang ia menghampiri Ayahnya
dan Yas dengan khawatir.
Ken sesekali
melihat kearah Yas yang sepertinya menghindari kontak mata denganya tapi dari
raut wajahnya terlihat rasa kesal yang biasa ia tunjukan ketika mereka bersama.
“Kalian sudah
selesai berkeliling?”tanya Ken berbasa basi.
Ken langsung
mengambil alih kursi roda ayahnya dan memberikan isyarat pada Yas,tapi sekali
lagi Yas tak tahu apa maksudnya.
“Kalian
berdua!.cepatlah menikah,dan beikan aku banyak cucu!”Seru ayah Ken dan itu
membuat Ken,Yas dan Tyas terkejut tapi hnaya bisa saling pandang.
“Ayah!,apa yang
ayah katakan!,ayah pikir kamu berdua hanya mesin pencetak anak!”Seru Ken
protes.
Sesaat kemudian
tawa keluar dari mulut Tyas tapi cepat cepat ia menahanya dengan menutup
mulutnya dengan tangannya.
“Kalau mau
tertawa.Tertawalah!,sebelum kau,aku tertawakan balik!”Seru Ken yang kesal.
“Jangan seperti Ken
yang tidak memiliki saudara!”Lanjut ayah Ken tak menghiraukan kata kata Ken dan
Tyas tadi.
“Ayah!”Seru Ken
merajuk.
“Tyas bawa aku
masuk!”Seru Ayah Ken yang meninggalkan Ken dan Yas dan Tyas mengambil alih
mendorong kursi rodanya.
Ken hanya terdiam
memperhatikan kepergian ayahnya dan Tyas.
Ken teringat masih
ada Yas disampingnya,dan dengan hati hati ia melirik Yas yang sejak tadi
memperhatikannya dan menunggu penjelasan.
“Apakah kau baik
baik saja?,apa yang kalian bicarakan?”tanya Ken khawatir.
“Apa yang kau
katakan pada ayahmu?”tanya Yas balik dengan nada ketus.
“Apa?”Tanya Ken tak
mengerti.
“Apa yang
tadi?,ayahku hanya bercanda!”seru Ken menghindar.
“Aku ingin
pulang!”Seru Yas yang langsung pergi.
“Yas tunggu!”Seru
Ken menahan Tangan Yas.
Yas berhenti
sejenak tapi langsung menampik tangan Ken dan pergi.
“Setidaknya kita
pamitan dulu pada ayahku!”Seru Ken mengingatkan.
Yas menghentikan
langkahnya dan melunak.Ken tersenyum dan langsung menghampiri Yas,menggandeng
tangannya dan mengajaknya masuk.
Didalam rumah Ayak
Ken dan Tyas sedang duduk sambil mengobrol.dan langsung berhenti ketika Ken dan
Yas datang.
“Ayah,kami akan
pergi sekarang!,ada urusan yang harus kami selesaikan!”Seru Ken ketika mereka
sampai.
“Kalian tidak menunggu
untuk makan siang!”Seru Ayah Ken dengan nada yang berbeda,terdengar lebih
santai.
“Tidak!,kami harus
menyelesaikannya cepat agar tidak tertunda labih lama lagi!”Seru Ken beralasan.
“Yasmine!,sering
seringlah berkunjung agar kita lebih mengenal!”Seru Ayah Ken terdengar lebih
bersahabat.
Senyum terkembang
diwajah Yas,ia merasa senang sepertinya Ayah Ken menyukainya.Dan senyumpun
tampak diwajah Ken ia merasa Ayahnya bisa menerima keberadaan Yas disisinya.
“Ken bawa
mobil!,agar lebih cepat!,jangan biarkan calon istrimu kelelahan!”Seru Ayah Ken
lagi dan membuat semua melongo.
“W.O.W!”Seru Tyas
tak percaya melihat ayah Ken nmenjadi begitu baik.
“Sepertinya tidak
perlu!.kami menggunakan kendaraan umun saja!”Tolak Yas halus.
“Kau ini sama
seperti Ken tidak mau memakain fasilitas yang ada!”Seru Ayah Ken kecewa.
Ken melihat
perbedaan nada bicara Ayahnya membuatnya cepat cepat mengambil tindakan.
“Emmmmm....lagipula
SIMku mati jadi sebaiknya kami naik bus saja!”Seru Ken beralasan.
Takut menimbulkan
hal hal yang tidak diinginkan terjadi lebih rumit lagi,Ken dan Yas buru buru
berpamitan dan pergi.
Yas Masih mendiami
Ken,dan Ken tak tahu apa yang salah dengan dirinya.
“Kakak!,apa
salahku?”tanya Ken dengan nada memohon.
“Apa yang kau
katakan pada ayahmu?”tanya Yas buka suara.
“Apa?”
“Tentangku?”tanya
Yas menunggu.
Ken terdiam dan
berfikir apa yang ia katakan.
“Ayahmu bilang kita
kerja sama agar kau bisa menggagalkan rencananya untuk menjodohkanmu dengan
wanita pilihannya!”Jelas Yas kemudian yang melihat Ken sama sekali tak tahu.
“Bagaimana ayahku
bisa berfikir seperti itu?’tanya Ken balik bertanya.
“Itu tanggung
jawabmu untuk mencari tahu jawabannya.”Seru Yas berteka teki.
“Baiklah!,nanti
akau akan mencaritahunya!.Lalu sekarang kita akan kemana?”tanya Ken mencoba
untuk mengubah suasana.
“Bagaimana kerumah
ibu Kakaka!”Seru Ken yang langsung menarik tangan Yas untuk naik bus yang akan
mengantarkan mereka kerumah ibu Yas.
“Apa kau tahu
dimana rumahku?”tanya Yas ketika mereka sudah duduk didalam bus.
“Tahu!”Seru Ken
cuek.
“Dari mana?”tanya
Yas penasaran.
“Beberapa waktu
lalu aku mengobrol dengan Raisha,ia mengajaku untuk berkunjung kerumahnya dan
aku meminta alamatnya!”Seru Ken santai.
“Pintar
sekali!”seru Yas memuji sekaligus meledek.
“Tentu saja!”Seru
Ken sambil tersenyum.
.........
Ken terus menatap
Yas yang diam didekat jendela,yang sibuk memandangi pemandangan diluar bus.
Merasa di cueki Ken
mencari hal hal yang mnarik perhatian Yas.Dengan cueknya Ken menarik tangan Yas
dan menggenggamnya erat.
Yas terkejut,tapi
ia membiarkannya dan hanya tersenyum.
“Apa yang sedang
kau lakukan!”Seru Yas yang langsung menarik tangannya ketika ada seorang
penumpang duduk di sebrang mereka.
Ken tak peduli,ia
kembali menarik tangan Yas dan menggenggamnya erat.
Yas melirik pada
Ken dan memberi kode untuk melepaskannya.Walaupun tak mengerti kode apa
itu,tapi Ken tahu Yas memintanya untuk melepaskannya.
Ken tersenyum dan
kemudian mendekatkan mulutnya ketelinga Yas.
“Te amo seƱora!, ¿quieres casarte conmigo”
(nona aku mencintaimu!,maukah kau
menikah denganku)
Yas
terkejut,ia tak mengerti apa yang baru diucapkan Ken padanya.Sebuah kata kata
yang asing ditelinganya.
“Apa
itu?”tanya Yas polos.
Ken
mendesah,merasa kecewa,Yas tak dapat mengerti kata katanya.
“Te amo!”(aku mencintaimu!).
Kata kata Ken
membuat orang yang duduk disebrang tersenyum dan menggeleng,seperti mengerti apa
yang sedang Ken katakan.
Ken terdiam dan
merasa malu.
“Sepertinya Kita
hampir sampai!”seru Ken yang langsung berdiri dan mengajak Yas untuk berpindah
tempat.
Ken menyuruh Yas
untuk jalan duluan dan ia mengikuti dari belakang.Tiba tiba penumpang yang
duduk disebrangnya menoel Lengan Ken dan bertanya dalam bahasa Spanyol,seperti
yang Ken katakan pada Yas.
“debo decirle?”(boleh aku memberitahunya?)tanya Pemuda itu
dengan nada meledek.
Ken menggeleng dan
membulatkan bola matanya
“! no, piensa el amor.(tidak! terima
kasih).
Ken segera
meninggalkan pemuda itu yang sepertinya fasih berbahasa Spanyol.
Sementara Yas sudah
menunggu di pintu keluar,hanya tinggal menunggu bus berhenti didepan Halte yang
kini terlihat didepan mereka.
Yas terlebih
dahaulu turun tapi tiba tiba sebuah
motor masuk diantara trotoar dan bus,dan dengan cepat menarik tas tangan
Yas,Denagn sekuat tenaga Yas menagnya tapi penjambret itu lebih kuat,hingga
akhirnya Yas ikut tertarik keluar dan ia terjatuh tubuhnya menimpa tiang tiang
pembatas yang terjejer disamping bnagunan tempat berteduh di halte.
Ken tak menyadari
dengan apa yangtelah terjadi,ia sibuk menunggu uang kembalian dari kernet
bus,ia baru menyadari ketika Suara riuh teriakan .Ken segera mencari apa yang
terjadi,sampai ia akhirnya Ken tak melihat Sosok Yas didepan pintu.
Ken berlari menuju
pintu keluat dan dilihatnya tubuh Yas terkulai lemas di dekat halte dengan
darah keluar dari perutnya.
“Yas!”Seru Ken
terkejut dan ia segera turun.
Sesaaat kemudian
bus melaju dengan kencang meninggalkannya sendirian,sementara tidak ada
seorangpun disana.
“Yas!,bangun
Yas!”Pinta Ken yang sudah berada disisi Yas yang sudah tak sadarkan diri.
Ken terus memanggil
sambil menangis sampai akhirnya segerombolan orang datang menghampirinya.Ada
yang membantunya mengangkat Yas untuk ditepikan di trotoar,ada juga yang
menelepon Ambulance.
Sementara Ken
bingung hal apa yang harus ia lakukan,ia hanya terus memanggil Yas yang sudah
tak sadarkan diri,sambil menekan luka yang dialami Yas agar darah tidak terus
keluar dari luka itu.
Beberapa saat
kemudian Ambulance datang dan Tubuh Yas langsung dibawa diikuti oleh Ken yang
menangis dengan baju penuh darah.
Tim medis
memberikan pertolongan sebisa mereka mampu,sementara Ken hanya menangis dengan
pilu sambil terus menggenggam tangan Yas.
“Aku mohon
Yas!,bertahanlah!”Seru Ken pilu.
...........
Tidak ada komentar :
Posting Komentar