Selasa, 29 Oktober 2013

05:05 parts 19



............
Ken mengikuti Yas yang dibawa Ambulance,Kecemasan dan kekhawatiran di wajahnya tampak begitu jelas.Walaupun tim medis telah menghentikan darah yang keluar dari luka yang terdapat diperutnya.
Ken terus menggenggam tangan Yas yang tak sadarkan diri,tangannya terasa dingin dan rasa takut yang dalam begitu mendera hatinya.
Sampainya dirumah sakit Ken terus mengikuti Yas yang dibawa oleh para suster dan tim medis,tapi ketika sampai didepan sebuah ruangan Suster melarangnya untuk masuk dan Ken makin frustasi dibuatnya.
Didepan ruang UGD Ken hanya mampu mondar mandir dn berdoa untuk keselamatan Yas,dengan baju yang berlumuran darah.
Sesaat kemudian seorang dokter dan mencari keluarga pasien.DengAn cepat Ken menghampiri dokter itu dan menanyakan apa yang terjadi,dan harus dilakukan.
“Bagaimana keadaannya dok?”tanya Ken yang tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.
“Anda keluarga pasien?”tanya Dokter.
“Ya!,apa yang terjadi?”
“Salah satu saluran rahimnya mengalami kerusakan akibat luka yang disebabkan karena kecelakaan itu,dan pasien harus menjalani operasi pengangkatan saluran rahim!”Seru Dokter itu menjelaskan.
“Apa saja!,lakukan saja!,asal dia selamat!”Seru Ken yang masih terus panik.
“Tapi operasi ini memiliki resiko,Pasien akan sulit memiliki anak!.”Lanjut Dokter.
Ken sejenak terdiam,dan bimbang.
“Apa hanya itu jalan satu satunya untuk menyelamatkannya?”tanya Ken putus asa.
“Ya!,karena pasien terluka parah dibagian itu!”
“Lakukan saja!”Seru Ken kemudian.
“Kalau begitu silahkan lakukan administrasi!”Seru Dokter sambil menunjuk Suster yang akan membantunya.
Ken mengikuti suster dan akan menyelesaikan semua ketentuan yang berlaku.
Ken kemudian menghubungi Tyas untuk datang kerumah sakit tanpa berkata apa apa tentang keberadaannya disana.
Beberapa saat kemudian Tyas datang sesuai dengan apa yang diperintahkan Ken.Tyas terkejut ketika melihat Baju Ken berlumuran darah.
“Apa yang terjadi?,kakak kecelakaan?,dimana Yas?”tanya Tyas berurutan.
“Dia sedang menjalani operasi!,dia yang terluka!,ini darahnya!”Seru Ken tanpa ekspresi.
“Ayo ganti bajumu!,aku akan menunggunya!”Seru Tyas sambil menyerahkan pesanan Ken.
Ken meninggalkan Tyas didepan ruang operasi dengan perasaan was was.
“Bagaimana bisa!”Seru Tyas tak percaya.
Sesaat kemudian tiga orang datang bersama dengan seorang suster yang menanyakan ruang operasi dimana Yas sedang menjalaninya.
Tyas berdiri ketika melihat salah satu dari orang yang datang.seseorang yang pernah dilihatnya beberapa hari yang lalu dirumag sakit.
Sesaat kemudian Ken datang ,dan melihat orang yang datang itu,ia segera menghampirinya,tapi dengan tiba tiba salah satu dari mereka datang menghampiri Ken dan mendorongnya ke tembok,membuat sedikit kekacauan,tapi dengan cepat Tyas melerainya.
“Apa yang kau lakukan pada kakakku?”tanya Kendar dengan nada marah yang tertahan sambil terus Menahan Ken ketembok.
“Lepaskan dia!”Seru Tyas yang terus berusaha untuk melepaskan Tangan Kendar dari baju Ken.
Sementara Ibu Kendar menahan putranya untuk menghentikan tindakannya.
“Semua terjadi begitu cepat dan aku tidak bisa menolongnya!”Seru Ken putus asa.
“Sudah Kendar!,lepaskan dia!,mari kita dengar penjelasannya!”Seru Ibu Kendar bijak.
Kendar melepaskan cengkraman tangannya dari baju Ken dan mencoba untuk tenang.Ibu Kendar mengajak putranya untuk duduk dan diikuti oleh Tyas dan Ken.
Ken mulai menceritakan apa yang terjadi,sesuai apa yang ia lihat sampai akhirnya mereka ada disana.
Mereka bertiga menunggu dalam kecemasaan.dan saling diam.Ken yang paling terpukul,ia tahu Yas sedang menjalani operasi apa,tapi ia tidak menceritakan  pada orang yang kini ada dihadapannya.
“Sebaiknya kakak istirahat!”Seru Tyas mengingatkan yang melihat wajah Ken tampak begitu lelah.
“Bagaimana mungkin aku bisa istirahat!”Seru Ken parau.dengan airmata yang sudah mengering.
“Atau mau aku belikan sesuatu?”tanya Tyas yang berdiri.
Ken menggeleng dan tanpa bertanya lagi Tyas pergi meninggalkan Ken dan keluarga Yas.
Tyas menghampiri keluarga Yas dan menanyakan sesuatu,karena ia akan ke kantin Rumah sakit.Sejenak Tyas memandang Kendar dengan tatapan kesal.
“Kakak boleh aku ikut?”tanya Raisha dengan nada akrab.
“Boleh!”Seru Tyas dengan nada yang juga mengakrabi.
“Raisha jangan bicara dengan orang asing!”Seru Kendar dengan nada ketus.
“Dia bukan orang asing!,dia keluarga Kak Ken!”Seru Raisha mengingatkan.
Kendar terdiam dan sejenak melirik pada Tyas dan kemudian membuang wajah.
“Ayo kita pergi!”Seru Tyas sambil menggandeng tangan Raisha.
..........
   Ken menunggu diluar ruangan sementara Kendar dan Ibunya menemui Yas yang belum sadar.
Ken terus mengepalkan kedua tangannya dan terus berdoa.Airmata tak tahan untuk tetap tertahan di pelapuk matanya hingga akhirnya airmata itu jatuh dan dengan cepat Ken menghapusnya ketika Ibu Yas keluar dari ruangan putrinya.
Ken bangkit dari tempat duduknya dan menemui Ibu Yas
   “Bagaimana keadaannya?”tanya Ken yang tampak begitu cemas.
“Dia belum siuman!,apa hubunganmu dengan Yas?”tanya Ibu Yas dengan tatapan curiga.
“Saya!,saya teman putri anda!”Jawab Ken hati hati dan kikuk.
“Teman seperti apa?”Ibu Yas ingin lebih jelas.
“Saya mencintai putri anda!”jawab Ken tegas.
Ibu Yas terdiam dan menatap Ken,memperhatikannya dengan serius.
“Sudah berapa lama hubungan kalian?”Tanya Ibu Yas untuk lebih meyakinkan.
Ken terdiam sejenak,sangat sulit baginya untuk menjawab pertanyaan itu,karena usia hubungan mereka belum ada 48 jam.
   “Kami baru menjalani hubungan ini sejak kemarin!,tapi saya serius dengan putri anda!,dan saya berencana untuk menikahinya!,bisakah ibu memberi restu pada kami!”Seru Ken meyakinkan,dan spontan.
Sikap tenang terus ditunjukan oleh Ibu Yas yang membuat Ken merasa serba salah.
   “Tetaplah bersamanya!,dia sudah terlalu menderita,terlalu banyak tuntutan!,dan jangan buat dia sakit lagi”Seru Ibu Yas kemudian buka suara.
  Ken terkejut dengan pengakuan Ibu Yas yang ternyata merestui hubungn mereka.
Sesaat kemudian keluarlah Kendar dan Raisha.Kendar menatap Ken sinis tapi tidak dengan Raisha,ia tampak masih bisa bersahabat dengan Ken.
“Boleh saya masuk?”tanya Ken yang sudah tidak sabar untuk menemui Yas.
“Masuklah!”Seru Ibu Yas yang ditolak oleh Kendar dengan bola matanya yang membesar.
Tanpa pikir dua kali Ken langsung masuk kedalam ruangan Yas dirawat,Melewati Kendar yang melihatnya benci.
Ken masuk kedalam kamar Yas dimana Yas terbaring tak sadarkan diri dengan selang yang menempel ditubunhya dan monitor yang memantau detak jantungnya.
Dengan langkah hati hati Ken mendekati tempat tidur Yas dan kemudian duduk disamping tempat tidurnya.Dengan pelan Ken menarik tangan Yas dan diganggamnya lembut.
“Maafkan aku!”Seru Ken yang kemudian menunduk.Ken masih menyesali keputusannya.
Jika seandainya ia mendengarkan ayahnya untuk membawa mobil mungkin kejadiannya tidak akan seperti itu.Tapi semua sudah terjadi dan hanya penyesalan yang kini ia rasakan.
Ken terus berbicara sendiri seolah oleh ia sedang bicara dengan Yas.
Ken menemani Yas dengan sabar,sementara Keluarganya sendiri menunggu Diluar.
Kendar merasa gelisah diluar kamar kakaknya,ia tak tenang meninggalkan Yas dan Ken hanya berdua didalam.
Ibu Yas melihat tingkah anakanya seperti cacing kepanansan,dan kemudian menegurnya.
“Apa yang sedang kau lakukan Ken?”tanya Ibu Yas.
“Kenapa ibu membiarkan mereka hanya berdua!”Seru Kendar tak setuju.
“Bukan masalah kan!,dia adalah kekasih kakakmu!”Seru Ibunya enteng.
Kendar membulatkan matanya terkejut dan tak percaya.
“Apa maksud ibu?”tanya Kendar sambil duduk didepan ibunya.
“Mereka pacaran!”
“Tidak mungkin!”Seru Kendar tak percaya dan protes.
“Kenapa tidak mungkin!,usia kakakmu sudah cukup untuk menikah!,mungkin saja laki laki itu adalah pilihan kakakmu!”
“Tapi wanita yang tadi itu adalah kekasihnya!”Seru Kendar mengingatkan dan juga menebak.
“Siapa yang bilang!”Sebuah suara menggelegar memecahkan obrolan mereka.
Dan tak jauh dari tempat mereka berdiri Tyas dengan tentengan ditanganya.
Sejak awal pertwmuan merek Tyas sudah tidak suka dengan tingkah Kendar dan hal itu membuatnya makin tidak suka dengannya.
Tyas berjalan menghampiri mereka bertiga dan menyodorkan bungkusan yang dibawanya.
“Ibu!,ini saya bawakan makanan untuk kalian!,kalian belum makan kan!”Seru Tyas sambil mengambil satu bungkus untuk dipisahkan.
“Terima kasih nak Tyas!”Seru Ibu Kendar menerima dengan senang hati dan begitu juga dengan Raisha.
Tapi tidak dengan Kendar ia masih terdiam ditempatnya dan hanya mencuri curi pandang pada mereka bertiga.
“Kakak Ken dimana?”tanya Tyas yang melihat tidak ada diantara mereka.
“Dia ada dia ada didalam!”Seru Ibu Kendar sopan.
“Oh!”Seru Tyas yang kemudian mengambil satu lagi bungkusan makanan yang dibawanya,dan ia berjalan mendekati Kendar yang duduk menjauh dari mereka.
“Makanlah!”Seru Tyas sambil menyodorkan makanan pada Kendar.
Kendar diam saja,ia tak berniat untuk mengambinya tapi Tyas tetap bertahan dengan posisinya,Melihat hal itu Kendar tak tega dan akhirnya ia menerimanya.
“Terima kasih!”Seru Kendar tanpa menoleh dan dengan nada Cuek.
Tyas duduk disamping Kendar dan membuka Hpny.Ia asyik dengan hpnya sementara Kendar serius makan.Sesekali Tyas melirik Kendar yang makan dengan lahap,dan begitu guga dengan Kendar yang tetap gengsi walaupun ia kelaparan.
“Kenny bukan pacarku!,dia adalah kakak sepupuku!”Seru Tyas meralat tebakan Kendar.
“Siapa yang peduli!”Seru Kendar Tyas.
“Aku hanya meralat ucapanmu!,karena itu akan mengganggu hubungannya dengan kakakmu!”Seru Tyas yang tak kalah cuek.
Ken menghenetikan acara makannya dan menghadap Tyas untuk mencari tahu kanan ucapan Tyas.
“Apa maksudmu?”tanya Kendar dengan tatapan sinis dan ketus.
“Kau tidak tahu?,kasihan sekali!”seru Tyas dengan nada meremehkan.
“Kakakku!,akan menikahi kakakmu!,kau tak tahu itu!”Seru Tyas prihatin.
Kendar tak berkata apa apa ia hanya menyembunyikan kekesalannya dan kemudian melanjutkan makannya.
Hari makin larut sementara Ken masih berada didalam.Tyas bangkit dari tempat duduknya dan mencoba untuk menengok kedalam kamar Yas.
“Ibu!Raisha!,sebaiknya kalain pulang!,disini biarkan akau dan kak Kenny yang Menjaganya!”Seru Yas berinisiatif.tanpa menyebutkan nama Kendar untuk pulang juga.
Ibu Kendar terdiam sejenak dan berfikir,dan sesaat kemudian keputusan ia ambil.
Ibu Yas memutuskan untuk pulang,karena Esok hari Raisha sekolah dan begitu juga dengan Ken dar.Tapi Kendar langsung menolaknyadan beralasan ia akan pulang pagi pagi untuk bersekolah.
“Apa kau bisa pulang tepat waktu?”tanya Ibu Kendar sangsi.
“Tentu saja,bukankah Tyas hanya menyebutkan nama kalian untuk pulang!”Seru Kendar membela diri.
Tyas menggenggam tangannya gemas dan kesal melihat tingkah Kendar yang benar benar seperti anak Kecil.
“Kakakmu akan aman jika kami jaga!”Seru Tyas mengingatkan.
“Siapa yang bisa menjamin!”Seru Kendar dengan nada mengejek sambil melirik pada Tyas.
Tyas hanya mendesah penuh kekesalan.
“Maksudmu apa?,kau pikir kami akan berbuat tindakan kriminal pada kakakmu?”seru Tyas menebak.
“Selin cantik kau juga pintar!”Seru Kendar dengan nada mengejek.
“Sudah sudah!,baiklah!kau jaga Kakakmu dan jangan buat keributan!”Seru Ibu Kendar.
Tyas menengok kedalam kamar Yas,dan Ken mengetahinya dan kemudina ia keluar untuk bertemu dengan mereka.
Ibu Yas berpamitan,dan begitu juga dengan Raisha.Sementar Kendar memandang Ken sinis.
Setelah Ibu dan Raisha pergi Ken kembali masuk kedalam kamar Yas tapi tiba tiba di cegah oleh Tyas.
“Kakak.tunggu!.”Seru Tyas yang langsung menghampiri Ken
Ken menghentikan langkahnya dan menunggu Tyas menghampirinya.
“Ada apa?”tanya Ken tak bersemangat.
“Sebaiknya kakak makan dulu!,bukankah kakak belum makan dari tadi siang!”Seru Tyas mengingatkan.
“Aku tidak lapar!”Seru Ken tak bersemangat dan kemudian masuk.
Dengan cepat Tyas menarik lengan Ken dan menahannya.
“Kalau tidak makan nanti kakak sakit!”Seru Tyas memperhatikan.
Ken mendesah dan melihat minuman yang dibawa Tyas.Ken mengambilnya dan kemudian masuk.
“Hanya itu?”Tanya Tyas kecewa.
Ken hanya mengangguk pelan dan kemudian masuk kembali.
Kendar berjalan menghampiri pintu dan hendak membukanya tap dengan cepat Tyas menarik lengan Kendar dan menahannya.
“Ada apa?”tanya Kendar tak mengerti.
“Aku tidak ijinkan kau masuk jika hanya membuat keributan dengan Kenny!”Seru Tyas mengancam.
“Kau pikir seperti itu?,aku juga bis bersikap dewasa!”Seru Kendar mengingtakan.
“Oh ternyata kau bisa juga melkaukannya!”Seru Tyas mengejek.
Kendar mendesah dan merasa kesal karena Tyas begitu cerewet.
“Hey nona!,tidakah kau sadar,dirimulah pembuat keributan itu!”Seru Ken mengingatkan.
Tyas terdiam,dan Ken mencoba untuk membuka pintu lagi tapi sekali lagi Tyas menahannya.
“Biarkan mereka berdua!,biarkan Kenny bersamanya,dia terlihat sangat sedih!,dia menagis!,dan aku baru lihat ini untuk pertama kalinya selain saat ibunya meninggal!”Seru Tyas dengan nada lebih halus dan sopan.
Kendar menghela nafas dan menuruti perintah Tyas.Kendar duduk dibangku dan menunggu.Sementara Tyas masih berdiri didepan pintu.
Kendar duduk sambil menundukan kepalanya terlihat lelah dan putus asa.Sesaat kemudian Kendar mengangkat kepalanya lagi dan melihat kearah Tyas yang masih berdiri mematung.
“Hey!,apakah sekarang kau yang ingin masuk,dan melihat apa yang mereka lakukan?”tanya Kendar dengan nada meledek.
Tyas menoleh pada Kendar dan menggeleng.
“Tidak!”Jawab Tyas singkat.
“Kalau begitu duduklah!”Seru Kendar sambil mempersilahkan Tyas duduk di sampingnya.
Dengan ragu Tyas berjalan menghampiri Kendar dan duduk disana.Kembali Tyas mengeluarkan hpnya dan memilih untuk membuka Game untuk menghilangkan Kejenuhan.
“Seperti anak kecil saja!”seru Kendar dengan nada mengejek ketika melihat Permainan yang dimainkan Tyas .
“Da....”
Kalimat Tyas terhenti ketika Pintu terbuka dan munculah Ken.
“Kalian tidak pulang?”tanya Ken yang terkejut.
“Kami menemani kakak!”Seru Tyas dan Kendar hampir bersamaan.
Tyas dan Kendar saling melihat dan kemudian membuang muka,sementara Ken hanya mendesah.
“Kenapa tidak didalam saja!,didalam luas!”Seru Ken berinisiatif.Karena Ken mengambik kelas VIP.
Akhirnya Tyas,Ken,dan Kendar masuk kedalam kamar dan menunggu disana.Tyas tertidur tempat duduk yang memanjang.sementara Ken Dan Kendar memilih untuk duduk didekat tempat tidur Yas sambil duduk.
Kedua pria itu duduk di dua sisi yang bersebrangan ,tak ada kata diantara mereka,mereka hanya hanyut dalam pikiran masing masing.
“Apalah kau benar benar mencintai kakakku?,sejak kapan kau mencintainya?”tanya Kendar membuka obrolan.
“Apa aku harus mengatakannya padamu kapan itu?”tanya Ken yang tak ingin bicara.
Ken terus memperhatikan wajah Yas yang tenang dengan alat bantu nafas dihidungnya.
“Dia semakin cantik sejak pertama kalia aku melihatnya!”Seru Kendar yang secara tak sengaja bernostalgia.
“Ya!,dia memang cantik,itu yang membuatku jatuh cinta sejak pertama kali bertemu dengannya!”Seru Ken jujur yang kemudian melihat Yas dan Kendar bergantian.
“Jaga kakaku!,jangan buat dia menangis!”Seru Kendar yang secara tidak sengaja pula merestui mereka.
“Tentu saja itu akan aku lakukan!”Seru Ken mantap.
“Lalu bagaimana denganmu.Apakah kau sudah menemukan penggantinya?”tanya Ken yang merasa terbebani dengan pengakuan Kendar pada Yas beberapa waktu lalu.
Ken melirik Yas,Ken dan juga Tyas yang tampak tertidur pulas.
“Tentu belum,tapi aku sedang mencobanya!”
“Sebaiknya cepat karena aku akan terus diganggu rasa tidak nyaman terhadapmu!”suruh Ken dengan nada meledak.lalu menoleh pada Tyas.
........
Pagi menjelang Ken membuka matanya dan orang yang pertama dilihatnya adalah Yas,yang masih begitu tenang tenggelam dalam tidurnya.Lalu Ken mengangkat kepalanya ia sudah tak melihat Tyas maupun Kendar,mereka sudah pergi meninggalkan mereka.
Ken mendesah dan kemudian bangkit dari tempat duduknya untuk mencuci mukanya.Selesai membersihkan tubuhnya Ken melihat ada bungkusan diatas meja dan ia menebak itu dari Tyas.Ken menghampiri bungkusan itu dan membukanya.
Ken langsung melahap sarapan yang dibawakan oleh Tyas,karena dari semalam ia belum makan dan pagi harinya cacing cacing didalam perutnya meronta minta diberi makan.Selesai makan Ken menemui dokter yang menangani Yas,untuk mengetahui keadaannya.
Dokter memberitahunya jika kondisi pasien dalam keadaan stabil walaupun sejak operasi pasien belum juga membuka matanya,Dan dokter mengatakan jika itu hanya pengaruh dari obat yang diberikan.
Ken belum bisa lega sepenuhnya atas kata kata dokter tapi ia berharap hal itu memang adalah hal yang baik.
Ken kembali keruangan Yas dan didepan kamar Yas ia melihat Ibu Yas yang berdiri didepan kamar Yas.Ken segera menghampiri wanita yang segera menjadi ibu mertunya itu.
“Ibu sudah datang!”Seru Ken berbasa basi.
“Ya!,Bagaimana keadaannya?”tanya Ibu Yas yang tampak begitu tenang.
“Saya sudah menemui dokter yang menangani Yas,dan dia bialng kalau Yas dlam keadaan stabil walaupun belum juga bangun.
Ibu Yas mengajak Ken untuk duduk didepan kamar Yas sebelum mereka masuk kedalam kamar Yas.
Ken duduk disamping Ibu Yas dan mencoba untuk mendengarkan apa yang ingin beliau katakan padanya.
“Jaga dia baik baik!”Seru Ibu Yas dengan nada yang begitu berharap.
Ken sejenak terdiam dan berfikir sejenak.
“Tentu!”Seru Ken yakin dan mantap.
“Dia anak yang tegar tai rapuh!,aku terlalu menekannya!,tapi ia tidak mengeluh ataupun membantah,tapi aku tahu ia menangis setelah itu!”Cerita Ibu sedih.
Ken hanya mengangguk dan membenarkan apa kata kata orang yang ada sdisebelahnya itu.
“Tapi menurut saya,anda sudh termasuk ibu yang sanagt baik,karena selama ini Yas tidak pernah bercerita yang buruk tentang anda!”
“Karena dia sangat pandai menyimpan perasaannya!”Seru Ibu Yas dengan tatapan menerawang.
       Ken tersenyum geli.
“Ya!,karena itu aku juga sedikit kesulitan untuk mengetahui perasaannya padaku!”Seru Ken malu.
Ibu Yas tersenyum sambil memandang calon mantunya itu.
“Lalu bagaiman aku melamarnya?”tanya Ibu Yas yang masih memandang Ken.
Ken terkejut senym sekolas hilsng didajahnya,wajahnya tampak bingung untuk menjawab pertanyaan itu.
“A...aku.sampai saat ini aku belum melamarnya!”seru Ken malu malu dan lalu menunduk.
Gurat kebingungan terlihat di wajah Ibu Yas tapi ia segera menghilangkannya dan menarik nafas.
“Aku berencana untuk melamarnya!,sebenarnya kemarin kami berniat untuk datang kerumag ibu,sampai musibah ini terjadi!”Seru Ken menyesal.
Ibu Yas tak mengatakan apa apa,ia hanya mengulurkan tangannya dan mengusap punggung Ken untuk menguatkannya.
...........
Tyas kembali kerumah sakit dengan membawakan baju ganti untuk Ken dan didepan Rumah sakit Tyas bertemu dengan Kendar yang baru memarkirkan motornya bersama dengan Raisha.Mengetahui ada Raisha Tyas menyapanya ramah,tapi tidak pada Kendar,Tyas tidak menunjukannya langsung tapi dari sikapnya terlihat ia mengacuhkannya.
“Hay kak Tyas!”Balas Raisha hangat.
Tyas menyambutnya dengan tersenyum lebar tapi tidak ketika melihat Kendar yang menyusul dibelakang Raisha.
Tyas hanya mendesah ketika melihat Kendar dan kemudian ia berjalan sambil mengajak Raisha untuk berjalan lebih cepat dari Kendar.
Tapi ternyata Kendar juga tidak mau kalah,ia mengejar mereka berdua dengan langkahnya yang panjang.
“Hey nona!,untuk apa buru buru!,kau ingin berolahraga?”Seru Kendar dengan nada meledek dan terus menyamakan langkah dengan Tyas.
“Aku ingin buru buru menemui Kenny!”Seru Tyas beralasan.
Kendar hanya mengerutkan keningnya dan kemudian membiarkan Tyas dan Riasha untuk duluan pergi.
Tyas memelankan langkahnya dan berbalik,ia melihat Kendar berjalan mengikutinya tapi tidak terlalu cepat langkahnya.Tidak berniat untuk mengejarnya lagi.
..............
Ken duduk disamping Yas yang masih belum sadarkan diri sementara Ibu Yas pergi entah kemana,Tapi ibunya mengatakan untuk tidak khawatir karena ia hanya akan berkeliling.Tapi Ken menebak hal itu dilakuaknnya agar ia bisa terus berduaan terus dengan Yas.
Ken tersenyum sendiri saat pikiran itu datang tiba tiba di pikirannya.
“Apa yang membuatmu tertawa!”Sebuah suara lemah mengejutkan Ken.
Ken terkejut dan denagn cepat melihat kearah Yas,Dan denagn terkejutannya Ken berdiri dan tanpa disadarinya airmatanya tiba tiba mengalir.
“Kau sudah bangun?”tanya Ken yang baru bisa mengumpulkan suara untuk berkata.
“Dimana aku?”tanya Yas lemah dengan pandangan Melihat kesekitar.
Ken tak menjawab,ia hanya tersenyum sambil terus mengeluarkan airmata.
“Rumah sakit!”Seru Ken kemudian.
“Rumah sakit!,kenapa?”tanya Yas yang mencoba untuk bangun tapi Ken menahanya.
“Ahh!!!”Terik Yas yang merasa kesakitan.
“Jangan bangun dulu!,kondisimu masih lemah!”Seru Ken yang masih menahan Yas untuk tidak bergerak.
“Apa yang terjadi padaku?”tanya Yas yang masih belum menegrti.
Ken kembali duduk ditempatnya dan dengan lembut ia membelai rambut Yas dengan sayang dan tersenyum tipis.
“Kau baru bangun?.Atau tidur terlalu lama!”seru Ken dengan nada bertanya.
Yas tak mengerti dengan kata kata Ken yang menurutnya masih bercanda sementara ia kebingungan.
“Kau tidur lama sekali!,dan aku pikir kau adalah wanita yang suka tidur!”Seru Ken yang masih membuat Yas bingung.
“Apa Yang terjadi padaku?’tanya Yas dengan sedikit Kesal karena Ken terus bergurau.
“Kau baru saja melewati masa kritismu!,dan kata kataku tadi hanya selinga karena aku merasa stress selam menunggumu dari tidur panjangmu!”seru Ken yang tak henti hentinya tersenyum bahagia.
“Harusnya aku memberimu ciuman sejak awal,suapaya kau cepat bangun!,dan tidak membauatku khawatir!”Seru Ken yang terus bicara.
“Disaat aku seperti ini kau bertingkah seperti anak kecil!”Seru Yas kesal dan kemudian ia memegangi perutnya karena merasa sakit.
“A.....!”seru Yas menahan rasa sakit.
“Ada apa?”tanya Ken yang kemudian panik kembali.
“Sakit sekali!”Keluh Yas sambil menunjukan ekspresi kesakitan.
Ken gelagapan ia kalut,ia tak dapat berfikit normal apa yang harus ia lakukan!,walaupun dalam otaknya ia tahu apa yang harus ia lakuakn yaitu memanggil dokter.
Ken  mondar mandir di depan kamar Yas ia merasa bersalah karena melakuakn hal hal yang tidak dewasa dalam keadaan yang tidak tepat.Sesaat kemudian datang Tyas,Raisha ,Kendar dan ibu Yas yang membawa bungkusan.
“Ada apa Kak?”Tanya Tyas yang langsung menghampiri Kenyang tampak begitu panik.
“Yas!,Yasmine sudah sadar tapi.....!”Ken tidak bisa melnjutkan kalimatnya karena ia sendiri tidak tahu apa yang sedang terjadi didalam.
Sesaat kemudian dokter dan susuter keluar dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak.
“Bagaimana keadaanya Dok?”Sambar Ken tak sabar.
“Pasien baik baik saja!,rasa sakit yang dirtimbulkan terjadi karena ia melakukan gerakan yang sangat mendadak sehingga jahitannya sedikit mengalami gerakan sehingga menimbulkan rasa sakit!,tapi tidak papa!”Seru Dokter menemangkan.
Kekhawatiran sedikit hilang dari waajah Ken dan dengan segera ia masuk kekamar Yas yang diikuti oleh Ibu Yas dan Riasha,karena dokter menyarankan untuk tidak membuat Pasien kelelahan,mungkin dengan banyakanya pengunjung akan membuat pasien sedikit stres.
Dan dengan terpaksa Tyas dan Kendar mengalah,dan mereka menunggu didepan.
“Apa ini menurutmu adil?”tanya Kendar pada Tyas yang duduk disampingnya.
Tyas terdiam ia tak mengerti apa yang dikatakan Kendar,Tyas hanya mengerutkan kening dan mencoba untuk mencari tahu apa yang dikatakan Kendar padanya.
“Seharusnya aku yang ada didalam sana bukan Ken!”Seru Kendar yang meras tidak adik.
Tyas mendesah dan sedikit tersenyum tapi langsung ia sembunyikan.
“Kau merasa cemburu pada Kenny?”tanya Tyas dengan nada sedikit mengejek.
“Sepertinya ibumu lebih memilih Kenny daripada dirimu!”Seru Tyas yang makin menjadi!.
Sesaat kemudian Ken keluar dan menyuruh Kendar untuk masuk,Dan tanpa disuruh kedua kalinya Kendar masuk meninggalkan Tyas dan Ken.
“Bagaimana perasaan kakak sekarang?”tanya Tyas sambil terus menatap Ken yang sudah mulai tenang.
“Aku ingin menikahinya sekarang!”Seru Ken mantap dan membuat Tyas terkejut dan hanay bisa membuka mulutnya dan membulatkan matanya.
Ken hanya melihat Tyas dengan keterkejutannya,tanpa bertanya.Yang Ken pikirkan saat ini hanyalah kebahagiaan Yas,dan penjelasan dokter padanya.Untuk tetap membuat Yas kuat hanyalah tetap berada disampingnya dan meyakinkan dia untuk mengamnggap semua akan baik baik saja selama ia percaya kepadanya.
“Apa aku harus menghubungi Ayah?”tanya Tyas kemudian berinisiatif.
Ken terdiam dan ia menatap Tyas dan ia bisa mengeti apa maksud Tyas tadi.
“Baiklah!”Seru Ken setuju.
“Kalau begitu ganti bajumu!”Seru Tyas sambil menyerahkan tas berisi baju bersih pada Ken.
Sesaat kemudian Ibu Yas Keluar sementara Tyas pergi entah kemana.Dengan sedikit ragu Ken mendatangi Ibu Yas dan mengatakan maksudnya.Untuk sesaat Ibu Yas terdiam mendengar kata kata Ken tapi sesaat kemudian Ken menceritakan sesuatu yang membuat Ibu Yas mengeluarkan airmata dan restupun diberikannya.
...............
Ken masuk kedalam kamar Yas,dan disana Yas sudah terlihat lebih baik walaupun selang infus masih menempel di badannya.
Yas melihat Ken tampak berbeda ia terlihat lebih rapi dan segar.
“Hey!,anak muda kau terlihat rapi dan lebih tampan!”Seru Yas dengan nada meledek dan senyuman diwajahnya.
Ken hanya tersenyum tanpa bersuara,ia berjalan perlahan mendekati Yas dan kemudian duduk Disamping Tempat tidur Yas.
“Apa kau mengkhawatirkanku tadi?”tanya Yas yang mencoba untuk menenangkan.
“Ya!,dan aku merasa bersalah karena mengajakmu bercanda disaat yang tidak tepat!”Seru Ken penuh penyesalan sambil terus menatap Yas yang terus tersenyum padanya.
“Ini bukan dirimu!”Seru Yas yang tiba tiba mengusap wajah Ken.
Ken tersenyum dan ia meraih tangan Yas yang menempel diwajahnya dan menggenggamnya erat.
“Kakak.apapertanyaanku masih berlaku untuk kau jawab?”tanya Ken kemudian yang tak dimengerti Yas.
“Pertanyaan yang mana?”tanya Yas tak mengerti.
“Kata kata apa yang pantas untuk melamar seseorang!”Seru Ken mengingatkan.
Yas terdiam ia tiba tiba meras deg degan walau itu tak pasti.
“I...Itu terserah padamu!,kau yang akan memintanya!Seru Yas dengan nadagugup.
Ken dapat mendengar kegugupan dari suara Yas tapi ia diam saja.
“Kakak maukah kau menikah denganku?”seru Ken dengan nada bertanya.
“Kakak menikahlah denganku!”Seru Ken dengan nada meminta
"Kakak ayo kita menikah!"seru Ken dengan nada mengajak.
Yas terdimam matanya berkaca kaca dan tak bisa mengatakn apa apa.ingin rasanya ia bangun dari temaptnya tapi tidak bisa.ia hanya bisa terdiam dan menahan airmata di pelalukan matanya.
“Kau memintaku untuk jadi isrtimu sementara kau belum pernah mengatakan bahwa kau mencintaiku!”Seru Yas yang tiba tiba mengubah suasana menjadi berbeda.
Ken mendasah dan menutup matanya.
“Benarkah akau tidak pernah mengatakannya aku rasa kakak saj yang tidak mendengarnya,karena sepanjang malam aku terus mengatakan kalimat itu padamu!”Seru Ken tidak mau disalahkan.
“Tapi aku tidak pernah mendengarnya secara langsung!”Bela Yas
Yas Kembali terdiam dan kemudian ia mengulaing kalimatnya yang pernah ia ucapkan saat mereka didalam bus.
Te amo!”(aku mencintaimu!).seru Ken yang kembali membuat Yas bingung.
  “Aku mencintaimu!”Seru Ken mengartikan.
    Yas tersenyum dan kemudian cemberut karena merasa dibodohi.
“Kau merendahkanku!”Seru Yas.
“Aku hanya ingin suasana yang berbeda bela Ken.
    “Lalu apa jawaban kakak?”Tanya Ken menagih.
    Yas terdiam ia berfikir .
   “Hey anak muda yang tampan!,maukah kau menikahiku!”Seru Yas dengan nada bertanya.
    Ken tersenyum dan ia berniat memeluk Yas tapi ia urungkan karena akan sangat sulit untuk melakuakannya.
Lalu Ken mencondongkan kepalanya dan berniat untuk mencium kening Yas,Yas hanya terdiam dengan perasaan berdebar.
“Apa itu tanya Ken ketika mendengar suara asing dan dilihatnya monitor yang menunjukan detak jantung Yas menunjukan aktifitas detak jantung diatas normal.
Ken mengerutkan keningnya dan memandang Yas.
“Apa jantung kakak berdebar debar?”tanya Ken dengan nada meledek.
“Tidak!”Seru Yas membela.
“Tapi alat itu mengatakan YA!”Seru Ken yang kemudian mencium kening Yas.
Satu jam kemudian dengan perasaan keterkejutan yang tidak terduga membuat Yas hanya bisa menangis bahagia dengan kedataangan orang orang yang di kenalnya.Dengan pembuktian kata kata Ken yang memintanya untuk menikah denganya.
Dan kehadiran orang tersebut adalah saksi pernikahan sederhana yang dilaksanakan secara sederhana di ruangan yang tidak bisa dibilang luas tapi juga tidak bisa dibilang sempit.
..........
Beberapa hari berlalu dan Yas sudah diizinkan untuk pulang karena bekas operasinya sudah lebih baik.Pengantin baru itu memilih untuk pulang kerumah mereka yaitu rumah Yas walaupun dengan tegas Ayah Ken menyuruh mereka untuk pulang Kerumahnya,hal itu dilakuakn agar ada orang yang bisa merawat Yas dengan baik,Tapi Ken berkeras untuk merawat istrinya sendiri dan dengan memegang janjinya sebagai suami yang bertanggung jawab Ken berhasil memenangkan kepercayaan ayahnya jika ai bisabertanggung jawab dan menjaga  terhadap istrinya sendiri.
Dengan menaiki mobil miliknya Ken membawa istrinya pulang dengan Tyas sebagai supir mereka.
Ken membopong istrinya masuk kedalam rumah ketika mereka sampai.Walaupun Yas sudah bisa berjalan,tapi Ken tetap melakuakn itu,hal yang membuat Yas harus menahan malu.Ken dan Yas masuk kedalam rumah dan sebuah kejutan menanti mereka,Kejutan yang dibuat oleh Ken untuk istri tercintanya.
Sementara Tyas memilih untuk kembali pulang karena tidak mau mengganggu pengantin baru itu
Sebuah mesin jahit baru menanti mereka di ruang tamu.Yas tak bisa mengatakan apa apa,ia hanya bisa menangis terharu dan memeluk suaminya dan menangis.
Ken mendudukan istrinya disofa di rumah mereka,sambil terus tersenyum Ken terus menggoda istrinya yang masih menangis karena terharu.
“Kau menagis untuk apa?”Tanya Ken yang berjongkok dihadapan Yas.
“Banyak hal yang harus ditangaisi didunia ini!”Seru Yas beralasan sambil menyapu airmatanya.
Ken membantu menyekanya!,itu hadiah untukmu !”Seru Ken mengingatkan
“Semoga dengan itu kita bisa membangun keluarga yang kita harapkan dengan usaha yang kita bangun sendiri!”Seru Yas senang.
“Ya!,tentu!”Jawab Ken yang masih tersenyum.
“Anak yang lucu!berlarian disekitar kita!,sepertinya akan sangat menyenangkan!”Seru Yas bahagia.
Sesaat senyum hilang diwajah Ken tapi ia mencoba untuk menutupinya dengan kembali tersenyum pada istrinya.
“Berapa anak yang ingin kau lahirkan?”tanya Ken dengan nada menggoda.
Yas tersenyum sambil memandang kelangit langit rumah.
“Ayahmu ingin cucu berapa?,aku ingin mengabulkannya!,karena aku tidak ingin anakku seperti ayahnya yang hanya menjadi anak tunggal dengan adik sepupunya!”Seru Yas dengan nada meledek dan terus tersenyum.
Ken terdiam dan menatap pada istrinya.
“Kau pikir anak itu baju yang bisa dipesan dalam jumlah banyak!”Seru Ken kemudian Dengan nada kesal.
“Hey kau marah?”tanya Yas yang menarik wajah suaminya untuk menatap padanya.
“Menurutmu?,”seru Ken tanya balik.
“Oke kita ikuti waktu!”Seru Yas yang tak ingin berdebat soal anak.
“Apa kau lapar?”tanya Yas yang berniat untuk bangun tapi kemudian Ken menahanya.
“Bukankah kita sudh makan tadi?”seru Ken mengingatkan.
“Aku pikir kau akan lapar lagi karena menggendongku tadi!”seru Yas beralasan.
“Kau tidak seberat itu hingga membuat tenagaku cepat habis!,Bagaimana kalau kita keatas!,aku ingin melihat bintang malam ini!,karena kemarin aku melihatnya sangat banyak!”Seru Ken yang langsung nagkit dari tempatnya dan berniat membopong Yas.Tapi Yas menolaknya dan memintanya untuk memapahnya saja.
Ken menuruti dan mereka menaiki anak tangga satu persatu sampai merka sampai di balkon tertinggi yaotu depan kamar Ken.
Ken dan Yas duduk santai dibalkon sambil menikmati bintang yang memang benar benar banyak malam itu bulan yang belum sepenuhnya bulat.
“Biasanya kalau banyak bintang udara akan terasa lebih dingin!”Seru Ken yang sedari tadi memeluk istrinya dari belakang.
“Ya memang seperti itu!”Jawab Yas tanpa melihat pada suaminya yang terus mendekatkan wajahnya.
“Ayo kita turun!,sudah malam!”Seru Yas mengingatkan.
“Bagaimana kalau malam ini kita tidur disini!,aku rindu tempat ini!”Seru Ken sambil melepaskan pelukannya dn bergeser menghadap Yas.
Kini mereka duduk berhadapan Ken memandangi wajah istrinya yang cantik sementara Yas mencoba untuk menghindari kontak mata dengan suaminya.
Ken mengangkat kedua tangannya dan menempelkannya pada wajah Yas,melakukan hal yang biasa ia lakuakn pada Yas.
Sementara Yas hanya terdiam tak berkata apapun.
“Apa lukamu masih terasa sakit?”tanya Ken memperhatikan.
“Tidak!,hanya saja jika melakuakn gerakan yang tiba tiba membuatnya terasa sedikit sakit!”Jelas Yas.
“Kalau begitu diam saja!”Perintah Ken dan Yas menurutinya patuh.
Pelahan Ken mendekatkan wajahnya dan dengan lembut ia mencium pipi istrinya.
“Aku mencintaimu!”Bisik Ken.
Ken kembali mencium kening Yas dan kembali berbisik
“Aku mencintaimu!”kata Ken Lagi.
“Aku menicntaimu!”Kata Ken lagi dan membuat Yas terkejut karena Ken tidak melakukan apa apa tidak seperti hal yang ia lakukan sebelumnya.
Dengan perlahan Ken mendekatkan wajahnya pada wajah Yas dan ia mencium bibir Yas dengan lembut dan kemudian lebih bergairah.
Beberapa saat berlalu dan Yas mengaduk kesakitan karena luka bekas operasi terasa perih.Dengan segera Ke memeriksanya dan dilihatnya ada darah yang keluar dari bekas jahitanya.Dengan sigap Ken menggendong istrinya untuk turun dan sampainya dibawah Ken mengganti kain yang digunkan untuk menutupi luka,sesuai dengan petunjuk yang disarankan dokter.
“Maafkan aku!”Seru Ken menyesal.
“Tidak papa!”Seru Yas melapangkan
“Sebaiknya kita tidur sekarnag!”Seru Yas yang berniat untuk bangun tapi Ken emncegahnya dan segera membawanya Ke Kamar.
.........
Yas duduk disudut tempat tidurnya sementara Ken duduk disudut yang lainya,sesaat kecanggungan menghampiri mereka karena berada di dalam kamar yang sama.Ken mengubah posisinya dan kemudian merebahkan tubuhnya ditempat tidur,sementara Yas masih duduk ditampatnya hanya melihat sekilas Ken yang sudah nyaman dengan keadaannya.
“Mari kita tidur!”Ajak Ken.
Dengan tanpa bersuara Yas menuruti dan menyamakan posisinya seperti Ken.Ken tiba tiba memiringkan badannya hingga menghadap Yas dan dengan kecanggungannya Yas menatap wakah suaminya yang kini sedang menatapnya.
Dengan perlahan Ken menjukurkan lengannya dan memasukannya kedalam celah yang ada bawah kepala Yas,memasuki lubang yang ada diantar kepala dan bahu  Yas,Ken meminta Yas untuk menjadikan lengannya untuk bantalnya.Yas menuruti dan bantal milik Yas Ken singkirkan.
“Aku tidak akan melakukan apa apa malam ini!,aku hanya ingin memelukmu,dan lebih dekat denganmu!”Seru Ken yang memang mendekatkan diri pada Yas hingga mereka begitu sangat dekat.
Yas hanya terdiam dan menggapai tubuh suaminya dan memeluknya.
“Aku sudah mengabulkan permintaanmu!”Seru Ken berbisik.
Yas tak menegrti kemudian ia mendongakan kepalanya dan menatap suaminya.
“Permintaan?”tanya Yas tak mengerti.
“Doamu ketika kita berulang tahun!,bukankah kau ingin menikah ditahun ini?,dan tahun baru tinggal 1 bulan lagi!”Seru Yas mengingatkan.
Yas tak berkata apa apa ia hanya tersenyum.
“Kini Kita hanya tinggal mengabulkan permintaanku!”
“Apa?”tanya Yas kemudian.
“Aku ingin mmebangun usahaku sendiri dan dengan keluarga baruku!”seru Ken sambil memeluk erat istrinya.
Sesaat Ken teringat kata kata dokter tentang kemungkinan Yas yang akan sulit untuk memiliki anak,mengingat hal itu membuat Ken tiba tiba mengeluarkan airmata.
“Kau menagis?”tanya Yas yang mengetahuinya.
Cepat cepat Ken menghapusnya,tapi Yas sudah mengetahuinya.Yas mencoba untuk melepaskan diri tapi Ken menahanya.
“Ada apa?,ceritakan kepadaku!”Seru Yas memaksa.
“Bukan apa apa!”Seru Ken menengkan dan terus memeluk istrinya.
Tapi Yas tidak percaya dan terus memaksa untuk menceritakannya.
“Jika aku bercerita kau janji untuk tenang!”Seru Ken
Mendengar kata kata Ken membuat Yas makin penasaran dan juga tak bisa tenang.
“Apa itu!”seru Yas yang berjanji.
Ken mendesah sebelum bercerita,baginya hal itu sangat berat untuknya,untuk bercerita tapi cepat atau lambat ia juga harus bercerita agar Yas tidak terus menaggung kesedihan.
“Kau tahu operasi apayang baru saja kau jalani?’tanya Ken membuka ceritanya.
Yas tak menjawab,ia hanya menggelengdan terus mendekap suaminya.
“Itu adalah operasi pengangkatan saluran rahim!”
“Dokter bilang operasi itu memiliki resiko,dan resikonya adalah pasien akan sulit memiliki anak!”Lanjut Ken.
Mendengar itu Yas tak bisa berkata apa apa,dengan cepat airmata keluar dari matanya,Dadanya terasa sesak kepalanya terasa sakit dan udara terasa sulit untuk dihirunya.
“Dokter harus melakukan itu untuk menyelamatkanmu!,kau tahu itu sangat sulit bagiku!,tapi nyawamu lebih penting daripada itu!,seandainya aku dapat memilih,aku mungkin akan menukarnya!”
Sejenak Ken terdiam,dan melihat istrinya yang tak berreaksi,ia mendongakan kepala istrinya untuk melihatnya.
“Kau tidak papa?”tanya Ken memastikan.
Yas melihat wajah suaminya yang berlinangkan airmata dan begitu juga dengan dirinya.
“Apa yang harus aku lakukan?,semua sudah terjadi!”Jawab Yas mencoba kuat.
“Kau tahu apa artinya itu?”tanya Ken.
“Apapun itu!,semua sudah terjadi dan aku tidak bisa memintanya kembali!”
“Yah!,apapun yang akan terjadi itu,aku harap bisa melewatinya bersamamu!”Seru Ken yang mencoba untuk memeluk istrinya lebih erat.
Yas menyembunyikan wajahnya kedalam dada Ken dan kemudian ia menangis.Yas tak bisa menyembunyikan kesedihannya.Ia terus menangis.Sementara Ken mencoba untuk menguatkannya dengan mengusap punggungnya dan mencium kepala istrinya.
“Aku akan selalu disampingmu!”Seru Ken lirih.
“Lalu bagaiman dengan ayahmu!,bukankah dia ingin memiliki banyak cucu dariku?”Tanya Yas mengingatkan.
“Dia akn mendapatkan banyak cucu dari Tyas!,jadi kita pikirkan kehidupan kita sendiri.Kita jalani hidup kita dan aku yakin apaun yang dikatakn dokter tidak semua benar karena masih ada Tuhan yang bisa menjadikan apapun menjadi mungkin!”seru Ken yang terus menguatkan Istrinya.
Yas kembali menangis dan lebih erat memeluk suaminya.
“Ayo kita tidur karena mulai besok kita akan memulai hari kita!”Seru Ken yang mencoba untuk memejamkan matanya.
Dan mereka melalui malam pertama mereka dengan airmata kesedihan.
...............
TAMAT

Tidak ada komentar :

Posting Komentar