............
Ken mengikuti Yas yang
dibawa Ambulance,Kecemasan dan kekhawatiran di wajahnya tampak begitu
jelas.Walaupun tim medis telah menghentikan darah yang keluar dari luka yang
terdapat diperutnya.
Ken terus
menggenggam tangan Yas yang tak sadarkan diri,tangannya terasa dingin dan rasa
takut yang dalam begitu mendera hatinya.
Sampainya dirumah
sakit Ken terus mengikuti Yas yang dibawa oleh para suster dan tim medis,tapi
ketika sampai didepan sebuah ruangan Suster melarangnya untuk masuk dan Ken
makin frustasi dibuatnya.
Didepan ruang UGD Ken
hanya mampu mondar mandir dn berdoa untuk keselamatan Yas,dengan baju yang
berlumuran darah.
Sesaat kemudian
seorang dokter dan mencari keluarga pasien.DengAn cepat Ken menghampiri dokter
itu dan menanyakan apa yang terjadi,dan harus dilakukan.
“Bagaimana keadaannya
dok?”tanya Ken yang tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.
“Anda keluarga
pasien?”tanya Dokter.
“Ya!,apa yang
terjadi?”
“Salah satu saluran
rahimnya mengalami kerusakan akibat luka yang disebabkan karena kecelakaan
itu,dan pasien harus menjalani operasi pengangkatan saluran rahim!”Seru Dokter
itu menjelaskan.
“Apa saja!,lakukan
saja!,asal dia selamat!”Seru Ken yang masih terus panik.
“Tapi operasi ini
memiliki resiko,Pasien akan sulit memiliki anak!.”Lanjut Dokter.
Ken sejenak
terdiam,dan bimbang.
“Apa hanya itu
jalan satu satunya untuk menyelamatkannya?”tanya Ken putus asa.
“Ya!,karena pasien
terluka parah dibagian itu!”
“Lakukan saja!”Seru
Ken kemudian.
“Kalau begitu
silahkan lakukan administrasi!”Seru Dokter sambil menunjuk Suster yang akan membantunya.
Ken mengikuti
suster dan akan menyelesaikan semua ketentuan yang berlaku.
Ken kemudian
menghubungi Tyas untuk datang kerumah sakit tanpa berkata apa apa tentang
keberadaannya disana.
Beberapa saat
kemudian Tyas datang sesuai dengan apa yang diperintahkan Ken.Tyas terkejut
ketika melihat Baju Ken berlumuran darah.
“Apa yang
terjadi?,kakak kecelakaan?,dimana Yas?”tanya Tyas berurutan.
“Dia sedang
menjalani operasi!,dia yang terluka!,ini darahnya!”Seru Ken tanpa ekspresi.
“Ayo ganti
bajumu!,aku akan menunggunya!”Seru Tyas sambil menyerahkan pesanan Ken.
Ken meninggalkan
Tyas didepan ruang operasi dengan perasaan was was.
“Bagaimana
bisa!”Seru Tyas tak percaya.
Sesaat kemudian
tiga orang datang bersama dengan seorang suster yang menanyakan ruang operasi
dimana Yas sedang menjalaninya.
Tyas berdiri ketika
melihat salah satu dari orang yang datang.seseorang yang pernah dilihatnya
beberapa hari yang lalu dirumag sakit.
Sesaat kemudian Ken
datang ,dan melihat orang yang datang itu,ia segera menghampirinya,tapi dengan
tiba tiba salah satu dari mereka datang menghampiri Ken dan mendorongnya ke
tembok,membuat sedikit kekacauan,tapi dengan cepat Tyas melerainya.
“Apa yang kau
lakukan pada kakakku?”tanya Kendar dengan nada marah yang tertahan sambil terus
Menahan Ken ketembok.
“Lepaskan dia!”Seru
Tyas yang terus berusaha untuk melepaskan Tangan Kendar dari baju Ken.
Sementara Ibu
Kendar menahan putranya untuk menghentikan tindakannya.
“Semua terjadi
begitu cepat dan aku tidak bisa menolongnya!”Seru Ken putus asa.
“Sudah
Kendar!,lepaskan dia!,mari kita dengar penjelasannya!”Seru Ibu Kendar bijak.
Kendar melepaskan
cengkraman tangannya dari baju Ken dan mencoba untuk tenang.Ibu Kendar mengajak
putranya untuk duduk dan diikuti oleh Tyas dan Ken.
Ken mulai menceritakan
apa yang terjadi,sesuai apa yang ia lihat sampai akhirnya mereka ada disana.
Mereka bertiga
menunggu dalam kecemasaan.dan saling diam.Ken yang paling terpukul,ia tahu Yas
sedang menjalani operasi apa,tapi ia tidak menceritakan pada orang yang kini ada dihadapannya.
“Sebaiknya kakak
istirahat!”Seru Tyas mengingatkan yang melihat wajah Ken tampak begitu lelah.
“Bagaimana mungkin
aku bisa istirahat!”Seru Ken parau.dengan airmata yang sudah mengering.
“Atau mau aku
belikan sesuatu?”tanya Tyas yang berdiri.
Ken menggeleng dan
tanpa bertanya lagi Tyas pergi meninggalkan Ken dan keluarga Yas.
Tyas menghampiri
keluarga Yas dan menanyakan sesuatu,karena ia akan ke kantin Rumah
sakit.Sejenak Tyas memandang Kendar dengan tatapan kesal.
“Kakak boleh aku
ikut?”tanya Raisha dengan nada akrab.
“Boleh!”Seru Tyas
dengan nada yang juga mengakrabi.
“Raisha jangan
bicara dengan orang asing!”Seru Kendar dengan nada ketus.
“Dia bukan orang
asing!,dia keluarga Kak Ken!”Seru Raisha mengingatkan.
Kendar terdiam dan
sejenak melirik pada Tyas dan kemudian membuang wajah.
“Ayo kita
pergi!”Seru Tyas sambil menggandeng tangan Raisha.
..........
Ken menunggu diluar ruangan sementara Kendar
dan Ibunya menemui Yas yang belum sadar.
Ken terus
mengepalkan kedua tangannya dan terus berdoa.Airmata tak tahan untuk tetap
tertahan di pelapuk matanya hingga akhirnya airmata itu jatuh dan dengan cepat
Ken menghapusnya ketika Ibu Yas keluar dari ruangan putrinya.
Ken bangkit dari
tempat duduknya dan menemui Ibu Yas
“Bagaimana keadaannya?”tanya Ken yang tampak begitu cemas.
“Dia belum
siuman!,apa hubunganmu dengan Yas?”tanya Ibu Yas dengan tatapan curiga.
“Saya!,saya teman
putri anda!”Jawab Ken hati hati dan kikuk.
“Teman seperti
apa?”Ibu Yas ingin lebih jelas.
“Saya mencintai putri
anda!”jawab Ken tegas.
Ibu Yas terdiam dan
menatap Ken,memperhatikannya dengan serius.
“Sudah berapa lama
hubungan kalian?”Tanya Ibu Yas untuk lebih meyakinkan.
Ken terdiam
sejenak,sangat sulit baginya untuk menjawab pertanyaan itu,karena usia hubungan
mereka belum ada 48 jam.
“Kami baru menjalani hubungan ini sejak kemarin!,tapi saya serius dengan
putri anda!,dan saya berencana untuk menikahinya!,bisakah ibu memberi restu
pada kami!”Seru Ken meyakinkan,dan spontan.
Sikap tenang terus ditunjukan oleh
Ibu Yas yang membuat Ken merasa serba salah.
“Tetaplah bersamanya!,dia sudah terlalu menderita,terlalu banyak
tuntutan!,dan jangan buat dia sakit lagi”Seru Ibu Yas kemudian buka suara.
Ken terkejut dengan pengakuan Ibu Yas yang
ternyata merestui hubungn mereka.
Sesaat kemudian
keluarlah Kendar dan Raisha.Kendar menatap Ken sinis tapi tidak dengan
Raisha,ia tampak masih bisa bersahabat dengan Ken.
“Boleh saya
masuk?”tanya Ken yang sudah tidak sabar untuk menemui Yas.
“Masuklah!”Seru Ibu
Yas yang ditolak oleh Kendar dengan bola matanya yang membesar.
Tanpa pikir dua
kali Ken langsung masuk kedalam ruangan Yas dirawat,Melewati Kendar yang
melihatnya benci.
Ken masuk kedalam
kamar Yas dimana Yas terbaring tak sadarkan diri dengan selang yang menempel
ditubunhya dan monitor yang memantau detak jantungnya.
Dengan langkah hati
hati Ken mendekati tempat tidur Yas dan kemudian duduk disamping tempat
tidurnya.Dengan pelan Ken menarik tangan Yas dan diganggamnya lembut.
“Maafkan aku!”Seru
Ken yang kemudian menunduk.Ken masih menyesali keputusannya.
Jika seandainya ia
mendengarkan ayahnya untuk membawa mobil mungkin kejadiannya tidak akan seperti
itu.Tapi semua sudah terjadi dan hanya penyesalan yang kini ia rasakan.
Ken terus berbicara
sendiri seolah oleh ia sedang bicara dengan Yas.
Ken menemani Yas
dengan sabar,sementara Keluarganya sendiri menunggu Diluar.
Kendar merasa
gelisah diluar kamar kakaknya,ia tak tenang meninggalkan Yas dan Ken hanya berdua
didalam.
Ibu Yas melihat
tingkah anakanya seperti cacing kepanansan,dan kemudian menegurnya.
“Apa yang sedang
kau lakukan Ken?”tanya Ibu Yas.
“Kenapa ibu
membiarkan mereka hanya berdua!”Seru Kendar tak setuju.
“Bukan masalah
kan!,dia adalah kekasih kakakmu!”Seru Ibunya enteng.
Kendar membulatkan
matanya terkejut dan tak percaya.
“Apa maksud
ibu?”tanya Kendar sambil duduk didepan ibunya.
“Mereka pacaran!”
“Tidak
mungkin!”Seru Kendar tak percaya dan protes.
“Kenapa tidak
mungkin!,usia kakakmu sudah cukup untuk menikah!,mungkin saja laki laki itu
adalah pilihan kakakmu!”
“Tapi wanita yang
tadi itu adalah kekasihnya!”Seru Kendar mengingatkan dan juga menebak.
“Siapa yang
bilang!”Sebuah suara menggelegar memecahkan obrolan mereka.
Dan tak jauh dari
tempat mereka berdiri Tyas dengan tentengan ditanganya.
Sejak awal pertwmuan
merek Tyas sudah tidak suka dengan tingkah Kendar dan hal itu membuatnya makin
tidak suka dengannya.
Tyas berjalan
menghampiri mereka bertiga dan menyodorkan bungkusan yang dibawanya.
“Ibu!,ini saya
bawakan makanan untuk kalian!,kalian belum makan kan!”Seru Tyas sambil
mengambil satu bungkus untuk dipisahkan.
“Terima kasih nak
Tyas!”Seru Ibu Kendar menerima dengan senang hati dan begitu juga dengan
Raisha.
Tapi tidak dengan
Kendar ia masih terdiam ditempatnya dan hanya mencuri curi pandang pada mereka
bertiga.
“Kakak Ken dimana?”tanya
Tyas yang melihat tidak ada diantara mereka.
“Dia ada dia ada
didalam!”Seru Ibu Kendar sopan.
“Oh!”Seru Tyas yang
kemudian mengambil satu lagi bungkusan makanan yang dibawanya,dan ia berjalan
mendekati Kendar yang duduk menjauh dari mereka.
“Makanlah!”Seru Tyas
sambil menyodorkan makanan pada Kendar.
Kendar diam saja,ia
tak berniat untuk mengambinya tapi Tyas tetap bertahan dengan posisinya,Melihat
hal itu Kendar tak tega dan akhirnya ia menerimanya.
“Terima kasih!”Seru
Kendar tanpa menoleh dan dengan nada Cuek.
Tyas duduk
disamping Kendar dan membuka Hpny.Ia asyik dengan hpnya sementara Kendar serius
makan.Sesekali Tyas melirik Kendar yang makan dengan lahap,dan begitu guga
dengan Kendar yang tetap gengsi walaupun ia kelaparan.
“Kenny bukan
pacarku!,dia adalah kakak sepupuku!”Seru Tyas meralat tebakan Kendar.
“Siapa yang
peduli!”Seru Kendar Tyas.
“Aku hanya meralat
ucapanmu!,karena itu akan mengganggu hubungannya dengan kakakmu!”Seru Tyas yang
tak kalah cuek.
Ken menghenetikan
acara makannya dan menghadap Tyas untuk mencari tahu kanan ucapan Tyas.
“Apa
maksudmu?”tanya Kendar dengan tatapan sinis dan ketus.
“Kau tidak
tahu?,kasihan sekali!”seru Tyas dengan nada meremehkan.
“Kakakku!,akan
menikahi kakakmu!,kau tak tahu itu!”Seru Tyas prihatin.
Kendar tak berkata
apa apa ia hanya menyembunyikan kekesalannya dan kemudian melanjutkan makannya.
Hari makin larut sementara Ken
masih berada didalam.Tyas bangkit dari tempat duduknya dan mencoba untuk
menengok kedalam kamar Yas.
“Ibu!Raisha!,sebaiknya kalain
pulang!,disini biarkan akau dan kak Kenny yang Menjaganya!”Seru Yas
berinisiatif.tanpa menyebutkan nama Kendar untuk pulang juga.
Ibu Kendar terdiam sejenak dan
berfikir,dan sesaat kemudian keputusan ia ambil.
Ibu Yas memutuskan untuk
pulang,karena Esok hari Raisha sekolah dan begitu juga dengan Ken dar.Tapi
Kendar langsung menolaknyadan beralasan ia akan pulang pagi pagi untuk
bersekolah.
“Apa kau bisa pulang tepat
waktu?”tanya Ibu Kendar sangsi.
“Tentu saja,bukankah Tyas hanya
menyebutkan nama kalian untuk pulang!”Seru Kendar membela diri.
Tyas menggenggam tangannya gemas
dan kesal melihat tingkah Kendar yang benar benar seperti anak Kecil.
“Kakakmu akan aman jika kami
jaga!”Seru Tyas mengingatkan.
“Siapa yang bisa menjamin!”Seru
Kendar dengan nada mengejek sambil melirik pada Tyas.
Tyas hanya mendesah penuh
kekesalan.
“Maksudmu apa?,kau pikir kami
akan berbuat tindakan kriminal pada kakakmu?”seru Tyas menebak.
“Selin cantik kau juga pintar!”Seru
Kendar dengan nada mengejek.
“Sudah sudah!,baiklah!kau jaga
Kakakmu dan jangan buat keributan!”Seru Ibu Kendar.
Tyas menengok kedalam kamar
Yas,dan Ken mengetahinya dan kemudina ia keluar untuk bertemu dengan mereka.
Ibu Yas berpamitan,dan begitu
juga dengan Raisha.Sementar Kendar memandang Ken sinis.
Setelah Ibu dan Raisha pergi Ken
kembali masuk kedalam kamar Yas tapi tiba tiba di cegah oleh Tyas.
“Kakak.tunggu!.”Seru Tyas yang
langsung menghampiri Ken
Ken menghentikan langkahnya dan
menunggu Tyas menghampirinya.
“Ada apa?”tanya Ken tak
bersemangat.
“Sebaiknya kakak makan
dulu!,bukankah kakak belum makan dari tadi siang!”Seru Tyas mengingatkan.
“Aku tidak lapar!”Seru Ken tak
bersemangat dan kemudian masuk.
Dengan cepat Tyas menarik lengan
Ken dan menahannya.
“Kalau tidak makan nanti kakak
sakit!”Seru Tyas memperhatikan.
Ken mendesah dan melihat minuman
yang dibawa Tyas.Ken mengambilnya dan kemudian masuk.
“Hanya itu?”Tanya Tyas kecewa.
Ken hanya mengangguk pelan dan
kemudian masuk kembali.
Kendar berjalan menghampiri pintu
dan hendak membukanya tap dengan cepat Tyas menarik lengan Kendar dan
menahannya.
“Ada apa?”tanya Kendar tak
mengerti.
“Aku tidak ijinkan kau masuk jika
hanya membuat keributan dengan Kenny!”Seru Tyas mengancam.
“Kau pikir seperti itu?,aku juga
bis bersikap dewasa!”Seru Kendar mengingtakan.
“Oh ternyata kau bisa juga
melkaukannya!”Seru Tyas mengejek.
Kendar mendesah dan merasa kesal
karena Tyas begitu cerewet.
“Hey nona!,tidakah kau
sadar,dirimulah pembuat keributan itu!”Seru Ken mengingatkan.
Tyas terdiam,dan Ken mencoba
untuk membuka pintu lagi tapi sekali lagi Tyas menahannya.
“Biarkan mereka berdua!,biarkan
Kenny bersamanya,dia terlihat sangat sedih!,dia menagis!,dan aku baru lihat ini
untuk pertama kalinya selain saat ibunya meninggal!”Seru Tyas dengan nada lebih
halus dan sopan.
Kendar menghela nafas dan
menuruti perintah Tyas.Kendar duduk dibangku dan menunggu.Sementara Tyas masih
berdiri didepan pintu.
Kendar duduk sambil menundukan
kepalanya terlihat lelah dan putus asa.Sesaat kemudian Kendar mengangkat
kepalanya lagi dan melihat kearah Tyas yang masih berdiri mematung.
“Hey!,apakah sekarang kau yang
ingin masuk,dan melihat apa yang mereka lakukan?”tanya Kendar dengan nada
meledek.
Tyas menoleh pada Kendar dan
menggeleng.
“Tidak!”Jawab Tyas singkat.
“Kalau begitu duduklah!”Seru
Kendar sambil mempersilahkan Tyas duduk di sampingnya.
Dengan ragu Tyas berjalan
menghampiri Kendar dan duduk disana.Kembali Tyas mengeluarkan hpnya dan memilih
untuk membuka Game untuk menghilangkan Kejenuhan.
“Seperti anak kecil saja!”seru
Kendar dengan nada mengejek ketika melihat Permainan yang dimainkan Tyas .
“Da....”
Kalimat Tyas terhenti ketika
Pintu terbuka dan munculah Ken.
“Kalian tidak pulang?”tanya Ken
yang terkejut.
“Kami menemani kakak!”Seru Tyas
dan Kendar hampir bersamaan.
Tyas dan Kendar saling melihat
dan kemudian membuang muka,sementara Ken hanya mendesah.
“Kenapa tidak didalam
saja!,didalam luas!”Seru Ken berinisiatif.Karena Ken mengambik kelas VIP.
Akhirnya Tyas,Ken,dan Kendar
masuk kedalam kamar dan menunggu disana.Tyas tertidur tempat duduk yang
memanjang.sementara Ken Dan Kendar memilih untuk duduk didekat tempat tidur Yas
sambil duduk.
Kedua pria itu duduk di dua sisi
yang bersebrangan ,tak ada kata diantara mereka,mereka hanya hanyut dalam
pikiran masing masing.
“Apalah kau benar benar mencintai
kakakku?,sejak kapan kau mencintainya?”tanya Kendar membuka obrolan.
“Apa aku harus mengatakannya
padamu kapan itu?”tanya Ken yang tak ingin bicara.
Ken terus memperhatikan wajah Yas
yang tenang dengan alat bantu nafas dihidungnya.
“Dia semakin cantik sejak pertama
kalia aku melihatnya!”Seru Kendar yang secara tak sengaja bernostalgia.
“Ya!,dia memang cantik,itu yang
membuatku jatuh cinta sejak pertama kali bertemu dengannya!”Seru Ken jujur yang
kemudian melihat Yas dan Kendar bergantian.
“Jaga kakaku!,jangan buat dia
menangis!”Seru Kendar yang secara tidak sengaja pula merestui mereka.
“Tentu saja itu akan aku
lakukan!”Seru Ken mantap.
“Lalu bagaimana denganmu.Apakah
kau sudah menemukan penggantinya?”tanya Ken yang merasa terbebani dengan
pengakuan Kendar pada Yas beberapa waktu lalu.
Ken melirik Yas,Ken dan juga Tyas
yang tampak tertidur pulas.
“Tentu belum,tapi aku sedang
mencobanya!”
“Sebaiknya cepat karena aku akan
terus diganggu rasa tidak nyaman terhadapmu!”suruh Ken dengan nada meledak.lalu
menoleh pada Tyas.
........
Pagi menjelang Ken membuka
matanya dan orang yang pertama dilihatnya adalah Yas,yang masih begitu tenang
tenggelam dalam tidurnya.Lalu Ken mengangkat kepalanya ia sudah tak melihat
Tyas maupun Kendar,mereka sudah pergi meninggalkan mereka.
Ken mendesah dan kemudian bangkit
dari tempat duduknya untuk mencuci mukanya.Selesai membersihkan tubuhnya Ken
melihat ada bungkusan diatas meja dan ia menebak itu dari Tyas.Ken menghampiri
bungkusan itu dan membukanya.
Ken langsung melahap sarapan yang
dibawakan oleh Tyas,karena dari semalam ia belum makan dan pagi harinya cacing
cacing didalam perutnya meronta minta diberi makan.Selesai makan Ken menemui
dokter yang menangani Yas,untuk mengetahui keadaannya.
Dokter memberitahunya jika
kondisi pasien dalam keadaan stabil walaupun sejak operasi pasien belum juga
membuka matanya,Dan dokter mengatakan jika itu hanya pengaruh dari obat yang
diberikan.
Ken belum bisa lega sepenuhnya
atas kata kata dokter tapi ia berharap hal itu memang adalah hal yang baik.
Ken kembali keruangan Yas dan
didepan kamar Yas ia melihat Ibu Yas yang berdiri didepan kamar Yas.Ken segera
menghampiri wanita yang segera menjadi ibu mertunya itu.
“Ibu sudah datang!”Seru Ken
berbasa basi.
“Ya!,Bagaimana keadaannya?”tanya
Ibu Yas yang tampak begitu tenang.
“Saya sudah menemui dokter yang
menangani Yas,dan dia bialng kalau Yas dlam keadaan stabil walaupun belum juga
bangun.
Ibu Yas mengajak Ken untuk duduk
didepan kamar Yas sebelum mereka masuk kedalam kamar Yas.
Ken duduk disamping Ibu Yas dan
mencoba untuk mendengarkan apa yang ingin beliau katakan padanya.
“Jaga dia baik baik!”Seru Ibu Yas
dengan nada yang begitu berharap.
Ken sejenak terdiam dan berfikir
sejenak.
“Tentu!”Seru Ken yakin dan
mantap.
“Dia anak yang tegar tai
rapuh!,aku terlalu menekannya!,tapi ia tidak mengeluh ataupun membantah,tapi
aku tahu ia menangis setelah itu!”Cerita Ibu sedih.
Ken hanya mengangguk dan
membenarkan apa kata kata orang yang ada sdisebelahnya itu.
“Tapi menurut saya,anda sudh
termasuk ibu yang sanagt baik,karena selama ini Yas tidak pernah bercerita yang
buruk tentang anda!”
“Karena dia sangat pandai
menyimpan perasaannya!”Seru Ibu Yas dengan tatapan menerawang.
Ken
tersenyum geli.
“Ya!,karena itu aku juga sedikit
kesulitan untuk mengetahui perasaannya padaku!”Seru Ken malu.
Ibu Yas tersenyum sambil
memandang calon mantunya itu.
“Lalu bagaiman aku
melamarnya?”tanya Ibu Yas yang masih memandang Ken.
Ken terkejut senym sekolas hilsng
didajahnya,wajahnya tampak bingung untuk menjawab pertanyaan itu.
“A...aku.sampai saat ini aku
belum melamarnya!”seru Ken malu malu dan lalu menunduk.
Gurat kebingungan terlihat di wajah
Ibu Yas tapi ia segera menghilangkannya dan menarik nafas.
“Aku berencana untuk
melamarnya!,sebenarnya kemarin kami berniat untuk datang kerumag ibu,sampai
musibah ini terjadi!”Seru Ken menyesal.
Ibu Yas tak mengatakan apa apa,ia
hanya mengulurkan tangannya dan mengusap punggung Ken untuk menguatkannya.
...........
Tyas kembali kerumah sakit dengan
membawakan baju ganti untuk Ken dan didepan Rumah sakit Tyas bertemu dengan
Kendar yang baru memarkirkan motornya bersama dengan Raisha.Mengetahui ada
Raisha Tyas menyapanya ramah,tapi tidak pada Kendar,Tyas tidak menunjukannya
langsung tapi dari sikapnya terlihat ia mengacuhkannya.
“Hay kak Tyas!”Balas Raisha
hangat.
Tyas menyambutnya dengan
tersenyum lebar tapi tidak ketika melihat Kendar yang menyusul dibelakang
Raisha.
Tyas hanya mendesah ketika
melihat Kendar dan kemudian ia berjalan sambil mengajak Raisha untuk berjalan
lebih cepat dari Kendar.
Tapi ternyata Kendar juga tidak
mau kalah,ia mengejar mereka berdua dengan langkahnya yang panjang.
“Hey nona!,untuk apa buru
buru!,kau ingin berolahraga?”Seru Kendar dengan nada meledek dan terus
menyamakan langkah dengan Tyas.
“Aku ingin buru buru menemui
Kenny!”Seru Tyas beralasan.
Kendar hanya mengerutkan
keningnya dan kemudian membiarkan Tyas dan Riasha untuk duluan pergi.
Tyas memelankan langkahnya dan
berbalik,ia melihat Kendar berjalan mengikutinya tapi tidak terlalu cepat
langkahnya.Tidak berniat untuk mengejarnya lagi.
..............
Ken duduk disamping Yas yang
masih belum sadarkan diri sementara Ibu Yas pergi entah kemana,Tapi ibunya
mengatakan untuk tidak khawatir karena ia hanya akan berkeliling.Tapi Ken
menebak hal itu dilakuaknnya agar ia bisa terus berduaan terus dengan Yas.
Ken tersenyum sendiri saat
pikiran itu datang tiba tiba di pikirannya.
“Apa yang membuatmu
tertawa!”Sebuah suara lemah mengejutkan Ken.
Ken terkejut dan denagn cepat
melihat kearah Yas,Dan denagn terkejutannya Ken berdiri dan tanpa disadarinya
airmatanya tiba tiba mengalir.
“Kau sudah bangun?”tanya Ken yang
baru bisa mengumpulkan suara untuk berkata.
“Dimana aku?”tanya Yas lemah
dengan pandangan Melihat kesekitar.
Ken tak menjawab,ia hanya
tersenyum sambil terus mengeluarkan airmata.
“Rumah sakit!”Seru Ken kemudian.
“Rumah sakit!,kenapa?”tanya Yas
yang mencoba untuk bangun tapi Ken menahanya.
“Ahh!!!”Terik Yas yang merasa
kesakitan.
“Jangan bangun dulu!,kondisimu
masih lemah!”Seru Ken yang masih menahan Yas untuk tidak bergerak.
“Apa yang terjadi padaku?”tanya
Yas yang masih belum menegrti.
Ken kembali duduk ditempatnya dan
dengan lembut ia membelai rambut Yas dengan sayang dan tersenyum tipis.
“Kau baru bangun?.Atau tidur
terlalu lama!”seru Ken dengan nada bertanya.
Yas tak mengerti dengan kata kata
Ken yang menurutnya masih bercanda sementara ia kebingungan.
“Kau tidur lama sekali!,dan aku
pikir kau adalah wanita yang suka tidur!”Seru Ken yang masih membuat Yas
bingung.
“Apa Yang terjadi padaku?’tanya
Yas dengan sedikit Kesal karena Ken terus bergurau.
“Kau baru saja melewati masa kritismu!,dan
kata kataku tadi hanya selinga karena aku merasa stress selam menunggumu dari
tidur panjangmu!”seru Ken yang tak henti hentinya tersenyum bahagia.
“Harusnya aku memberimu ciuman
sejak awal,suapaya kau cepat bangun!,dan tidak membauatku khawatir!”Seru Ken
yang terus bicara.
“Disaat aku seperti ini kau
bertingkah seperti anak kecil!”Seru Yas kesal dan kemudian ia memegangi
perutnya karena merasa sakit.
“A.....!”seru Yas menahan rasa
sakit.
“Ada apa?”tanya Ken yang kemudian
panik kembali.
“Sakit sekali!”Keluh Yas sambil
menunjukan ekspresi kesakitan.
Ken gelagapan ia kalut,ia tak
dapat berfikit normal apa yang harus ia lakukan!,walaupun dalam otaknya ia tahu
apa yang harus ia lakuakn yaitu memanggil dokter.
Ken mondar mandir di depan kamar Yas ia merasa
bersalah karena melakuakn hal hal yang tidak dewasa dalam keadaan yang tidak
tepat.Sesaat kemudian datang Tyas,Raisha ,Kendar dan ibu Yas yang membawa bungkusan.
“Ada apa Kak?”Tanya Tyas yang
langsung menghampiri Kenyang tampak begitu panik.
“Yas!,Yasmine sudah sadar
tapi.....!”Ken tidak bisa melnjutkan kalimatnya karena ia sendiri tidak tahu
apa yang sedang terjadi didalam.
Sesaat kemudian dokter dan susuter
keluar dengan raut wajah yang tidak bisa ditebak.
“Bagaimana keadaanya Dok?”Sambar
Ken tak sabar.
“Pasien baik baik saja!,rasa
sakit yang dirtimbulkan terjadi karena ia melakukan gerakan yang sangat
mendadak sehingga jahitannya sedikit mengalami gerakan sehingga menimbulkan
rasa sakit!,tapi tidak papa!”Seru Dokter menemangkan.
Kekhawatiran sedikit hilang dari
waajah Ken dan dengan segera ia masuk kekamar Yas yang diikuti oleh Ibu Yas dan
Riasha,karena dokter menyarankan untuk tidak membuat Pasien kelelahan,mungkin
dengan banyakanya pengunjung akan membuat pasien sedikit stres.
Dan dengan terpaksa Tyas dan
Kendar mengalah,dan mereka menunggu didepan.
“Apa ini menurutmu adil?”tanya
Kendar pada Tyas yang duduk disampingnya.
Tyas terdiam ia tak mengerti apa
yang dikatakan Kendar,Tyas hanya mengerutkan kening dan mencoba untuk mencari
tahu apa yang dikatakan Kendar padanya.
“Seharusnya aku yang ada didalam
sana bukan Ken!”Seru Kendar yang meras tidak adik.
Tyas mendesah dan sedikit
tersenyum tapi langsung ia sembunyikan.
“Kau merasa cemburu pada
Kenny?”tanya Tyas dengan nada sedikit mengejek.
“Sepertinya ibumu lebih memilih
Kenny daripada dirimu!”Seru Tyas yang makin menjadi!.
Sesaat kemudian Ken keluar dan
menyuruh Kendar untuk masuk,Dan tanpa disuruh kedua kalinya Kendar masuk
meninggalkan Tyas dan Ken.
“Bagaimana perasaan kakak
sekarang?”tanya Tyas sambil terus menatap Ken yang sudah mulai tenang.
“Aku ingin menikahinya
sekarang!”Seru Ken mantap dan membuat Tyas terkejut dan hanay bisa membuka
mulutnya dan membulatkan matanya.
Ken hanya melihat Tyas dengan
keterkejutannya,tanpa bertanya.Yang Ken pikirkan saat ini hanyalah kebahagiaan
Yas,dan penjelasan dokter padanya.Untuk tetap membuat Yas kuat hanyalah tetap
berada disampingnya dan meyakinkan dia untuk mengamnggap semua akan baik baik
saja selama ia percaya kepadanya.
“Apa aku harus menghubungi
Ayah?”tanya Tyas kemudian berinisiatif.
Ken terdiam dan ia menatap Tyas
dan ia bisa mengeti apa maksud Tyas tadi.
“Baiklah!”Seru Ken setuju.
“Kalau begitu ganti bajumu!”Seru
Tyas sambil menyerahkan tas berisi baju bersih pada Ken.
Sesaat kemudian Ibu Yas Keluar
sementara Tyas pergi entah kemana.Dengan sedikit ragu Ken mendatangi Ibu Yas
dan mengatakan maksudnya.Untuk sesaat Ibu Yas terdiam mendengar kata kata Ken
tapi sesaat kemudian Ken menceritakan sesuatu yang membuat Ibu Yas mengeluarkan
airmata dan restupun diberikannya.
...............
Ken masuk kedalam kamar Yas,dan
disana Yas sudah terlihat lebih baik walaupun selang infus masih menempel di
badannya.
Yas melihat Ken tampak berbeda ia
terlihat lebih rapi dan segar.
“Hey!,anak muda kau terlihat rapi
dan lebih tampan!”Seru Yas dengan nada meledek dan senyuman diwajahnya.
Ken hanya tersenyum tanpa
bersuara,ia berjalan perlahan mendekati Yas dan kemudian duduk Disamping Tempat
tidur Yas.
“Apa kau mengkhawatirkanku
tadi?”tanya Yas yang mencoba untuk menenangkan.
“Ya!,dan aku merasa bersalah
karena mengajakmu bercanda disaat yang tidak tepat!”Seru Ken penuh penyesalan
sambil terus menatap Yas yang terus tersenyum padanya.
“Ini bukan dirimu!”Seru Yas yang
tiba tiba mengusap wajah Ken.
Ken tersenyum dan ia meraih
tangan Yas yang menempel diwajahnya dan menggenggamnya erat.
“Kakak.apapertanyaanku masih
berlaku untuk kau jawab?”tanya Ken kemudian yang tak dimengerti Yas.
“Pertanyaan yang mana?”tanya Yas
tak mengerti.
“Kata kata apa yang pantas untuk
melamar seseorang!”Seru Ken mengingatkan.
Yas terdiam ia tiba tiba meras
deg degan walau itu tak pasti.
“I...Itu terserah padamu!,kau
yang akan memintanya!Seru Yas dengan nadagugup.
Ken dapat mendengar kegugupan
dari suara Yas tapi ia diam saja.
“Kakak maukah kau menikah
denganku?”seru Ken dengan nada bertanya.
“Kakak menikahlah denganku!”Seru
Ken dengan nada meminta
"Kakak ayo kita menikah!"seru Ken dengan nada mengajak.
Yas terdimam matanya berkaca kaca
dan tak bisa mengatakn apa apa.ingin rasanya ia bangun dari temaptnya tapi
tidak bisa.ia hanya bisa terdiam dan menahan airmata di pelalukan matanya.
“Kau memintaku untuk jadi isrtimu
sementara kau belum pernah mengatakan bahwa kau mencintaiku!”Seru Yas yang tiba
tiba mengubah suasana menjadi berbeda.
Ken mendasah dan menutup matanya.
“Benarkah akau tidak pernah
mengatakannya aku rasa kakak saj yang tidak mendengarnya,karena sepanjang malam
aku terus mengatakan kalimat itu padamu!”Seru Ken tidak mau disalahkan.
“Tapi aku tidak pernah
mendengarnya secara langsung!”Bela Yas
Yas Kembali terdiam dan kemudian
ia mengulaing kalimatnya yang pernah ia ucapkan saat mereka didalam bus.
“Te amo!”(aku mencintaimu!).seru Ken yang kembali membuat Yas
bingung.
“Aku mencintaimu!”Seru Ken mengartikan.
Yas tersenyum dan kemudian cemberut karena
merasa dibodohi.
“Kau merendahkanku!”Seru Yas.
“Aku hanya ingin suasana yang
berbeda bela Ken.
“Lalu apa jawaban kakak?”Tanya Ken menagih.
Yas terdiam ia berfikir .
“Hey anak muda yang tampan!,maukah kau
menikahiku!”Seru Yas dengan nada bertanya.
Ken tersenyum dan ia berniat memeluk Yas
tapi ia urungkan karena akan sangat sulit untuk melakuakannya.
Lalu Ken
mencondongkan kepalanya dan berniat untuk mencium kening Yas,Yas hanya terdiam
dengan perasaan berdebar.
“Apa itu tanya Ken
ketika mendengar suara asing dan dilihatnya monitor yang menunjukan detak
jantung Yas menunjukan aktifitas detak jantung diatas normal.
Ken mengerutkan
keningnya dan memandang Yas.
“Apa jantung kakak
berdebar debar?”tanya Ken dengan nada meledek.
“Tidak!”Seru Yas
membela.
“Tapi alat itu
mengatakan YA!”Seru Ken yang kemudian mencium kening Yas.
Satu jam kemudian
dengan perasaan keterkejutan yang tidak terduga membuat Yas hanya bisa menangis
bahagia dengan kedataangan orang orang yang di kenalnya.Dengan pembuktian kata
kata Ken yang memintanya untuk menikah denganya.
Dan kehadiran orang
tersebut adalah saksi pernikahan sederhana yang dilaksanakan secara sederhana
di ruangan yang tidak bisa dibilang luas tapi juga tidak bisa dibilang sempit.
..........
Beberapa hari
berlalu dan Yas sudah diizinkan untuk pulang karena bekas operasinya sudah
lebih baik.Pengantin baru itu memilih untuk pulang kerumah mereka yaitu rumah
Yas walaupun dengan tegas Ayah Ken menyuruh mereka untuk pulang Kerumahnya,hal
itu dilakuakn agar ada orang yang bisa merawat Yas dengan baik,Tapi Ken
berkeras untuk merawat istrinya sendiri dan dengan memegang janjinya sebagai
suami yang bertanggung jawab Ken berhasil memenangkan kepercayaan ayahnya jika
ai bisabertanggung jawab dan menjaga
terhadap istrinya sendiri.
Dengan menaiki
mobil miliknya Ken membawa istrinya pulang dengan Tyas sebagai supir mereka.
Ken membopong
istrinya masuk kedalam rumah ketika mereka sampai.Walaupun Yas sudah bisa berjalan,tapi
Ken tetap melakuakn itu,hal yang membuat Yas harus menahan malu.Ken dan Yas
masuk kedalam rumah dan sebuah kejutan menanti mereka,Kejutan yang dibuat oleh
Ken untuk istri tercintanya.
Sementara Tyas
memilih untuk kembali pulang karena tidak mau mengganggu pengantin baru itu
Sebuah mesin jahit
baru menanti mereka di ruang tamu.Yas tak bisa mengatakan apa apa,ia hanya bisa
menangis terharu dan memeluk suaminya dan menangis.
Ken mendudukan
istrinya disofa di rumah mereka,sambil terus tersenyum Ken terus menggoda
istrinya yang masih menangis karena terharu.
“Kau menagis untuk
apa?”Tanya Ken yang berjongkok dihadapan Yas.
“Banyak hal yang
harus ditangaisi didunia ini!”Seru Yas beralasan sambil menyapu airmatanya.
Ken membantu
menyekanya!,itu hadiah untukmu !”Seru Ken mengingatkan
“Semoga dengan itu
kita bisa membangun keluarga yang kita harapkan dengan usaha yang kita bangun
sendiri!”Seru Yas senang.
“Ya!,tentu!”Jawab
Ken yang masih tersenyum.
“Anak yang
lucu!berlarian disekitar kita!,sepertinya akan sangat menyenangkan!”Seru Yas
bahagia.
Sesaat senyum
hilang diwajah Ken tapi ia mencoba untuk menutupinya dengan kembali tersenyum
pada istrinya.
“Berapa anak yang
ingin kau lahirkan?”tanya Ken dengan nada menggoda.
Yas tersenyum
sambil memandang kelangit langit rumah.
“Ayahmu ingin cucu
berapa?,aku ingin mengabulkannya!,karena aku tidak ingin anakku seperti ayahnya
yang hanya menjadi anak tunggal dengan adik sepupunya!”Seru Yas dengan nada
meledek dan terus tersenyum.
Ken terdiam dan
menatap pada istrinya.
“Kau pikir anak itu
baju yang bisa dipesan dalam jumlah banyak!”Seru Ken kemudian Dengan nada
kesal.
“Hey kau
marah?”tanya Yas yang menarik wajah suaminya untuk menatap padanya.
“Menurutmu?,”seru
Ken tanya balik.
“Oke kita ikuti
waktu!”Seru Yas yang tak ingin berdebat soal anak.
“Apa kau
lapar?”tanya Yas yang berniat untuk bangun tapi kemudian Ken menahanya.
“Bukankah kita sudh
makan tadi?”seru Ken mengingatkan.
“Aku pikir kau akan
lapar lagi karena menggendongku tadi!”seru Yas beralasan.
“Kau tidak seberat
itu hingga membuat tenagaku cepat habis!,Bagaimana kalau kita keatas!,aku ingin
melihat bintang malam ini!,karena kemarin aku melihatnya sangat banyak!”Seru
Ken yang langsung nagkit dari tempatnya dan berniat membopong Yas.Tapi Yas
menolaknya dan memintanya untuk memapahnya saja.
Ken menuruti dan
mereka menaiki anak tangga satu persatu sampai merka sampai di balkon tertinggi
yaotu depan kamar Ken.
Ken dan Yas duduk
santai dibalkon sambil menikmati bintang yang memang benar benar banyak malam
itu bulan yang belum sepenuhnya bulat.
“Biasanya kalau
banyak bintang udara akan terasa lebih dingin!”Seru Ken yang sedari tadi
memeluk istrinya dari belakang.
“Ya memang seperti
itu!”Jawab Yas tanpa melihat pada suaminya yang terus mendekatkan wajahnya.
“Ayo kita turun!,sudah
malam!”Seru Yas mengingatkan.
“Bagaimana kalau
malam ini kita tidur disini!,aku rindu tempat ini!”Seru Ken sambil melepaskan
pelukannya dn bergeser menghadap Yas.
Kini mereka duduk
berhadapan Ken memandangi wajah istrinya yang cantik sementara Yas mencoba
untuk menghindari kontak mata dengan suaminya.
Ken mengangkat
kedua tangannya dan menempelkannya pada wajah Yas,melakukan hal yang biasa ia
lakuakn pada Yas.
Sementara Yas hanya
terdiam tak berkata apapun.
“Apa lukamu masih
terasa sakit?”tanya Ken memperhatikan.
“Tidak!,hanya saja
jika melakuakn gerakan yang tiba tiba membuatnya terasa sedikit sakit!”Jelas
Yas.
“Kalau begitu diam
saja!”Perintah Ken dan Yas menurutinya patuh.
Pelahan Ken
mendekatkan wajahnya dan dengan lembut ia mencium pipi istrinya.
“Aku
mencintaimu!”Bisik Ken.
Ken kembali mencium
kening Yas dan kembali berbisik
“Aku
mencintaimu!”kata Ken Lagi.
“Aku
menicntaimu!”Kata Ken lagi dan membuat Yas terkejut karena Ken tidak melakukan
apa apa tidak seperti hal yang ia lakukan sebelumnya.
Dengan perlahan Ken
mendekatkan wajahnya pada wajah Yas dan ia mencium bibir Yas dengan lembut dan
kemudian lebih bergairah.
Beberapa saat
berlalu dan Yas mengaduk kesakitan karena luka bekas operasi terasa
perih.Dengan segera Ke memeriksanya dan dilihatnya ada darah yang keluar dari
bekas jahitanya.Dengan sigap Ken menggendong istrinya untuk turun dan sampainya
dibawah Ken mengganti kain yang digunkan untuk menutupi luka,sesuai dengan
petunjuk yang disarankan dokter.
“Maafkan aku!”Seru
Ken menyesal.
“Tidak papa!”Seru
Yas melapangkan
“Sebaiknya kita
tidur sekarnag!”Seru Yas yang berniat untuk bangun tapi Ken emncegahnya dan
segera membawanya Ke Kamar.
.........
Yas duduk disudut
tempat tidurnya sementara Ken duduk disudut yang lainya,sesaat kecanggungan
menghampiri mereka karena berada di dalam kamar yang sama.Ken mengubah
posisinya dan kemudian merebahkan tubuhnya ditempat tidur,sementara Yas masih
duduk ditampatnya hanya melihat sekilas Ken yang sudah nyaman dengan
keadaannya.
“Mari kita
tidur!”Ajak Ken.
Dengan tanpa
bersuara Yas menuruti dan menyamakan posisinya seperti Ken.Ken tiba tiba
memiringkan badannya hingga menghadap Yas dan dengan kecanggungannya Yas
menatap wakah suaminya yang kini sedang menatapnya.
Dengan perlahan Ken
menjukurkan lengannya dan memasukannya kedalam celah yang ada bawah kepala
Yas,memasuki lubang yang ada diantar kepala dan bahu Yas,Ken meminta Yas untuk menjadikan
lengannya untuk bantalnya.Yas menuruti dan bantal milik Yas Ken singkirkan.
“Aku tidak akan
melakukan apa apa malam ini!,aku hanya ingin memelukmu,dan lebih dekat
denganmu!”Seru Ken yang memang mendekatkan diri pada Yas hingga mereka begitu sangat
dekat.
Yas hanya terdiam
dan menggapai tubuh suaminya dan memeluknya.
“Aku sudah
mengabulkan permintaanmu!”Seru Ken berbisik.
Yas tak menegrti
kemudian ia mendongakan kepalanya dan menatap suaminya.
“Permintaan?”tanya
Yas tak mengerti.
“Doamu ketika kita
berulang tahun!,bukankah kau ingin menikah ditahun ini?,dan tahun baru tinggal
1 bulan lagi!”Seru Yas mengingatkan.
Yas tak berkata apa
apa ia hanya tersenyum.
“Kini Kita hanya
tinggal mengabulkan permintaanku!”
“Apa?”tanya Yas
kemudian.
“Aku ingin mmebangun
usahaku sendiri dan dengan keluarga baruku!”seru Ken sambil memeluk erat
istrinya.
Sesaat Ken teringat
kata kata dokter tentang kemungkinan Yas yang akan sulit untuk memiliki
anak,mengingat hal itu membuat Ken tiba tiba mengeluarkan airmata.
“Kau menagis?”tanya
Yas yang mengetahuinya.
Cepat cepat Ken
menghapusnya,tapi Yas sudah mengetahuinya.Yas mencoba untuk melepaskan diri
tapi Ken menahanya.
“Ada apa?,ceritakan
kepadaku!”Seru Yas memaksa.
“Bukan apa
apa!”Seru Ken menengkan dan terus memeluk istrinya.
Tapi Yas tidak
percaya dan terus memaksa untuk menceritakannya.
“Jika aku bercerita
kau janji untuk tenang!”Seru Ken
Mendengar kata kata
Ken membuat Yas makin penasaran dan juga tak bisa tenang.
“Apa itu!”seru Yas
yang berjanji.
Ken mendesah
sebelum bercerita,baginya hal itu sangat berat untuknya,untuk bercerita tapi
cepat atau lambat ia juga harus bercerita agar Yas tidak terus menaggung
kesedihan.
“Kau tahu operasi
apayang baru saja kau jalani?’tanya Ken membuka ceritanya.
Yas tak menjawab,ia
hanya menggelengdan terus mendekap suaminya.
“Itu adalah operasi
pengangkatan saluran rahim!”
“Dokter bilang
operasi itu memiliki resiko,dan resikonya adalah pasien akan sulit memiliki
anak!”Lanjut Ken.
Mendengar itu Yas
tak bisa berkata apa apa,dengan cepat airmata keluar dari matanya,Dadanya
terasa sesak kepalanya terasa sakit dan udara terasa sulit untuk dihirunya.
“Dokter harus
melakukan itu untuk menyelamatkanmu!,kau tahu itu sangat sulit bagiku!,tapi
nyawamu lebih penting daripada itu!,seandainya aku dapat memilih,aku mungkin
akan menukarnya!”
Sejenak Ken
terdiam,dan melihat istrinya yang tak berreaksi,ia mendongakan kepala istrinya
untuk melihatnya.
“Kau tidak
papa?”tanya Ken memastikan.
Yas melihat wajah
suaminya yang berlinangkan airmata dan begitu juga dengan dirinya.
“Apa yang harus aku
lakukan?,semua sudah terjadi!”Jawab Yas mencoba kuat.
“Kau tahu apa
artinya itu?”tanya Ken.
“Apapun itu!,semua
sudah terjadi dan aku tidak bisa memintanya kembali!”
“Yah!,apapun yang
akan terjadi itu,aku harap bisa melewatinya bersamamu!”Seru Ken yang mencoba
untuk memeluk istrinya lebih erat.
Yas menyembunyikan
wajahnya kedalam dada Ken dan kemudian ia menangis.Yas tak bisa menyembunyikan
kesedihannya.Ia terus menangis.Sementara Ken mencoba untuk menguatkannya dengan
mengusap punggungnya dan mencium kepala istrinya.
“Aku akan selalu
disampingmu!”Seru Ken lirih.
“Lalu bagaiman
dengan ayahmu!,bukankah dia ingin memiliki banyak cucu dariku?”Tanya Yas
mengingatkan.
“Dia akn
mendapatkan banyak cucu dari Tyas!,jadi kita pikirkan kehidupan kita
sendiri.Kita jalani hidup kita dan aku yakin apaun yang dikatakn dokter tidak
semua benar karena masih ada Tuhan yang bisa menjadikan apapun menjadi
mungkin!”seru Ken yang terus menguatkan Istrinya.
Yas kembali
menangis dan lebih erat memeluk suaminya.
“Ayo kita tidur
karena mulai besok kita akan memulai hari kita!”Seru Ken yang mencoba untuk
memejamkan matanya.
Dan mereka melalui
malam pertama mereka dengan airmata kesedihan.
...............
TAMAT
Tidak ada komentar :
Posting Komentar