Senin, 21 Oktober 2013

05:05 parts 17

.......... 


...........
Malam itu Ken menemani ayahnya yang sedang terbaring di tempat tidurnya setelah siang tadi pulang dari rumah sakit,Ayahnya terbaring tanpa tertidur,sementara Ken duduk disampingnya dan terus menjaganya.
Baginya saat ini adalah saat dimana ia harus mengalahkan egoisnya dan lebih meendengarkan apa kata kata ayahnya,agar ia tah menyesal nanti,Tapi walupun begitu tetap saja Dalam hati Ken tidak bisa menerima jika dalam waktu dekat ia harus menikah,apalagi dengan wanita yang ia sendiri tak Tahu siapa.
“Ken kau masih ingat saat kau berjanji kepada ayah?”tanya Ayah Ken Mengingatkan.
Ken terdiam sejenak dan mengingat kira kira apa saja yang ia katakan ketika ayahnya dalm keadaan koma waktu lalu.
“Sepertinya aku ingat,tapi aku juga tidak terlalu jelas apa itu!”Seru Ken bimbang yang takut kata katanya tempo hari akan menjadi bumerang untuknya.
“Kau ingin ayah mengingatkan?”tanya Ayah Ken yang terus menunggu kata kata itu sekali lagi dari mulut putranya.
“Mungkin akan lebih baik jika ayag yang mengingatkanku!,dan aku akan mempertimbangkannya!”Seru Ken dengan senyum yang dipaksaan dan hati terasa getir.
“Ayah dengarkau mau bekerja di perusahaan yang ayah bangun!”seru Ayah Ken mengingatkan.
“Benarkah!”Seru Ken terkejut,senang dan lega.
“Dan...!”
“Dan Apa?”tanya Ken memotong kata kata ayangnya dan seketika senyum kelegaan hilang dari wajahnya.
“Kau akan menikah!”
Ken membatu,kata kata yang ia takutkan akhirnya ia dengar dari mulut ayahnya,dan yang mengejutkan lagi itu adalah janjinya kepada ayanhnya ketika ia sedang kalut karena kondisi ayanhnya yang tak mengalami kemajuan.
“Kapan aku mengatakannya?”tanya Ken dengan sura seperti leher sedang tercekik dengan mata sedikit menyipit.
“Ayah tidak tahu tapi ayah mendengarnya,karena itu datang dalam mimpi ayah!”
“Mimpi menikah!,bukankah itu pertanda buruk!”Seru Ken mengelak pengakuan ayahnya.
Dan dari sana pula Ken teringat kapan ia mengatakan hal itu,dan itu tepat sesaat ia berjanji akan menuruti semua perintah ayanhnya untuk menjalankan bisnis keluarga,bahkan jika ia harus menikah saat ini,dihadapannya asalkan ayahnya bangun dari koma Ken mau.
Ken mendesah kesal,kecewa pada dirinya ketika ingatannya kembali akan kata katanya yang telah ia ucapkan.
“Bagaimana?”tanya Ayah Ken mengingatkan dan menunggu jawaban putranya.
“Ayah menunggu jawabanku?”tanya Ken sambil menatap ayahnya yang masih terlihat pucat tapi berkeras untuk pulang kerumah.
“Bagaimana jika aku katakan tunggu 1 atau 2 atau mungkin 3 tahun lagi!”tanya Ken mengulur.
“Bagaimana jika ayah meninggal 1 atau 2 atau mungkin 3 jam lagi?”tanya Ayah Ken menjawab pertanyaan Ken.
Ken mendesah,ia tak dapat berbuat apa apa lagi dan tak ada alasan untuknya untuk menolak.
“Auah tidak akan memaksamu untuk menikah dengan gadis yang ayah pilihkan untukmu!,bukankah itu sebuah kelonggaran!”seru Ayah Ken memberitahu.
“Ya itu Mudah!,tapi sulit!,aku tidak memiliki calon jika waktunya secepat ini!”Seru Ken mengingatkan.
“Kau tak memiliki calon!,tapi adakah gadis yang kau suka?”Tanya Ayah Ken mengingatkan.
“Suka!”Seru Ken lirih dan kemudian terdiam dan berfikir.
“Suka!,tapi belum tentu dia menyukaiku juga!,dan jika harus segera menikah,belum tentu ia mau!”Seru Ken kemudian menyeruakan pendapatnya.
“Kau sudah mengetakannya pada gadis itu?,kau sudah mengajaknya?”tanya Ayah Ken yang juga sebagai sebuag perintah.
Ken menggelengkan kepalanya dengan pelan dan menunduk.
“Lakukan!,dan dapatkan jawabanya!,jika gadis itu menolakmu,maka kau harus bersiap untuk menikah dengan gadis yang ayah pilihkan untukmu!”Ancam Ayah Ken tegas.
“Tapi Yah!,bukankah dari awal ayah sudah melonggarkanku!”
“Itu jika kau sudah benar benar mendapatkan calon istrimu!”seru Ayah Ken dengan nada sdikit membentak.
“Itu sangat sulit!,ini bukan seperti mencari calon murid atau karyawan!,tapi calon pendamping hidup!”Seru Ken mengingatkan dengan nada kesal dan kemudian melangkah pergi.
“Temui gadis yang kau suka!,tanyakan kepadanya apakah dia mau menjadi istrimu!”Seru AyAH Ken memerintah sebelum Ken meninggalkan kamar ayanhnya.
Ken menoleh kepada ayahnya dan kembali menghampirinya.
“Dia saja belum tahu perasaanku!,bagaimana aku bisa langsung mengajaknya untuk menikah!”Jawab Ken memberitahu.
Ken kembali meninggalkan ayahnya dan benar benar pergi menuju kamarnya.
Sampainya dikamarnya Ken membantingkan tubuhnya ke kasur dan kemudian ia mengambil hpnya yang selalu ia simpan di dalam laci mejanya.
Dilihatnya hpnya,dan tak ada satupun pemberitahuan untuknya.
“Dia tidak merindukanku!”Seru Ken yang kemudian menaruh kembali hpnya kedalam laci dan kemudian ia menutupi wajahnya dengan bantal dan merusaha untuk tidur.
“Lebih baik dikejar tugas kuliah daripada tugas mencari calon istri!”gumam Ken yang kemudian melepaskan bantal dari wajahnya.
Ken bangun dari tempat tidurnya,ia berjalan menjuju balkon rumahnya dan mengamati langit malam yang begitu gelap dan tanpa bintang.
“Seperti akan turun hujan!”Gumam Ken sambi duduk dilantai,seperti yang biasa ia lakukan saat masih dirumah Yas.
.......
Yas masih teringat kata kata Kendar siang tadi,yang bertemu dengan Ken dirumah sakit bersama dengan seorang gadis.Pertanyaan pertanyaan muncul diotaknya,pertanyaan yang seharusnya tidak ada untuk Ken darinya.
“Apa dia sakit?”tanya Yas sambil menatap langit malam didepan kamar Ken.
“Siapa gadis itu?,apa kekasihnya?”tanya Yas yang terus penasaran.
“Kenapa aku harus menanyakan hal itu!,bukankah itu bukan urusanku!”Seru Yas mengingatkan dirinya.
“Tapi kenapa ia tidak memberi tahuku apa yang terjadi,jika ia pergi kenapa ia tidak pamit dan pergi begitu saja!,apa dia pikir rumahku hanya tempat persingahan yang bisa didatangi dan pergi begitu saja!”Seru Yas mengomel sendiri,dan tanpa sadar ia menagis saking kesalnya.
Yas memelik kakinya dan menyembunyikan tangisannya,ia menagis bukan semata mata karena Ken pergi tanpa pamit,tapi ada hal lain yang membuatnya menagis dan ia sendiri tak tahu apa itu,yang ia tahu hanya ia terasa sakit dan sesak ketika mengingarnya.
Yas menundukan kepalanya menyembunyikan wajahnya diatas lututnya dan kembali menangis.
Tiba tiba hujan turun dan langsung deras dengan cepat Yas berlari menuju kamar Ken untuk berteduh.Yas terdiam dekat tempat tidur Ken tepat didekat pintu dengan daun pintu yang tidak tertutup sepenuhnya,ataupun sebaliknya.
Sambil memeluk Kakinya,Yasterus menatap hujan yang turun melompat ketika sampai dilantai,dan ingatnya kembali saat ia pertama bertemu dengan Ken disaat hari sedang hujan dan Ken memaksa untuk tinggal di rumahnya sampai esok hari,tapi janjinya ia ingkari,bahkan Ken berada dirumahnya sampai 1 bulan,dan sampai ia meninggalkan sesuatu yang membuat Yas merasa kehilangan.
Waktu berlalu dan hujan tak ada tanda tanda akan berhenti,Yas lelash menunggu dan akhirnya ia tertidur dikamar Ken ketika menunggu hujan reda.
........
Yas terbangun dengan sedikit terkejut,seperti ada sesuatau yang membangunkannya dengan tiba tiba.Yas menguap dan memperhatikan kesekitar,Yas kembali terkejut ketika mendapati dirinya tertidur dikamar Ken.
“Sudah berapa lama aku disini!”Seru Yas sambil bangun dari tempatnya dan melihat hari sudah pagi.
“Aku ketiduran disini!”Seru Yas yang  Bangun dari tempatnya dan beranjak pergi.
Yas menutup pintu kamar Ken dan segera turun melewati anak tangga yang basah sampai pagi hari ini.
Hujan tak lagi besar dan menyisakan tetesan hujan kecil yang membuat suasana menjadi malas untuk melakukan aktifitas.
Yas menuruni anak tangga yang terakhir dan pandangannya tertuju pada pintu rumahnya yang sedikit terbuka.
Yas tiba tiba memiliki firasat buruk tentang itu.Iasegera berlari menuju rumahnya dan memeriksa semuanya.
Yas segera masuk kedalam rumahnyayang dimana pintu rumahnya sudah terbuka.
Yas memeriksa semua dan meneliti semuanya,Dan Yas hanya bisa terdiam dan terkejut dengan membulatkan bola matanya mengetahui apa yang sudah tidak ada di tempatnya.
Yas terduduk lemas didekat meja jahitnya yang hanya tersisa mejanya saja sementara kedua mesin jahitnya sudah hilang dari tempatnya.
Yas terdiam dan menunduk tak bisa berkata apa apa,Ia memeluk kakinya dan tak tahan lagi akhirnya Yas menangis meratapi semuanya.Dan tersadar ia telah kemalingan.
Yas kembali bangkit dan mengecek semuanya semua barang yanga da didalam rumahnya.
Yas mengecek dapur,kamar Raisha dan kamarnya.Yas terkejut keetika mengetahui kamarnya masih terkunci.
“Bagaimana bisa aku mengunci kamarku,sementara aku lupa mengunci pintu rumah!”Seru Yas kesal dan menganggap dirinya bodoh.
“Bagaimana ini!,Mesin jahitku hilang semuanya,bagaiamana aku bisa bekerja tanpa mereka!,semuanya telah hilang!”Seru Yas dengan persaan yang masih kacau,kesal sesak dan ia tak tahu apa yang harus ia lakukan.
Yas hanya mondar mandir sambil menggigit kuku jarinya dengan persaaan yang sangat kesal.Ingin menagis tapi sepertinya airmatanya sudah kering karena terlalu banyak menangis akhir akhir ini.Yang ia rasakan saat ini hanya kesal tak berujung karena tak dapat melakukan apa apa!.
“Pencuri itu menemukan korban yang sangat mudah!”Seru Yas kesal dan masih membodohkan dirinya sendiri.
“Bagaimana ini!,bagaimana ini!bagaimana ini!”Seru Yas yang terus mengomel pada dirinya dan udara dan terus mondar mandir didepan kamarnya.
Yas kemudian terhenti dan mencoba untuk menenangkan diri,ia tertubduk didepan meja tempat yang bisa ia gunakan untuk memotong pola.
Dan tangis Yaspun pecah,ia menangis sejadi jadinya sendiri didalam rumahnya.
Yas limbung dan terjatuh kelantai dan masih menangis sendiri.
“Kakak!”Suara seseorang memanggil dari luar tapi Yas tak menghiraukannya.Karena baginya walaupun ada seseorang yang datang untuk menitipkan jahitan itu tidak akan berguna tanpa mesin jahit yang menjadi modalnya mencari uang.
Panggilan itu terdengar semakin dekat dan jelas,tapi Yas tak menghiraukannya,ia masih menagisi keadaannya dan bersedih.
“Ya ampun kakak!”Teriak seseorang yang sudah didepan pintu.
Seseorang itu menghampiri Yas dan menariknya untuk duduk tegak.
Yas melihat siapa yang menariknya dan dan Yas sanagat terkejut dan kembali menangis.
“Hey kakak kenapa?”tanya orang itu,ingin tahu dan dan mencoba untuk menatap wajah Yas.
“Ken,mesin jahit kita hilang!”Seru Yas dalam tangisnya.
Ken melihat ketempat mesin jahit biasa berada dan ia melihat sudah tidak ada,bahnkan dengan mesin obrasnya.
“Sudah!,mesin bisa kita beli lagi,yang penting kakak jangan menagis terus dan bangun dari sini!”Seru Ken yang mencoba memapah Yas untuk duduk di sofa.
Yas terdiam sejenak dan memperhtaikan orang yang duduk disampingnya,Baginay itu seperti mimpi tapi jika itu mimpi maka mimpi itu terlalu nyata,dan jika itu nyata ia berharap itu hanya mimpi agar ketika ia bangun nanti mesin jahitnya masih ada.Tap semua itu adalah nyata,bahnka wajahnya basah karena airmata itupun masih begitu terasa.
“Aku harap ini hanya mimpi!”Seru Yas yang masih menadangi wajah Ken dan kemudian memalingkannya.
Ken mendesah dan kemduain memegang kedua lengan Yas,menariknya dan memeluknya.
“Apa ini terasa hanya mimpi?”tanya Ken didekat telinga Yas.
Yas hanya diam,ia hanya bisa merasakan jika Ken memeluknya dan pelukan itu  terasa sangat nyata.Yas membalas pelukannya dan kembali menangis.
Ken mempererat pelukannya dan mencurahkan semua kerinduan yang ia pendam selama ini.
“Mesin jahit masih bisa kita beli lagi!,tapi airmata yang sudah keluar sudah tidak bisa dimasukan kembali!”Seru Ken mencoba untuk menenangkan,dan menghibur.

“Jadi apa yang akan kita lakukan setelah ini?,apa kita akan berciuman kembali seperti malam itu?”tanya Ken enteng.
Yas membesarkan bola matanya dan segera melepaskan pelukannya dari Ken dan kecanggungan menyelimuti mereka pagi itu.
“Apa kakak sudah sarapan?”tanya Ken mencairkan susana.
“Kau masih ingat ‘pulang’?”tanya Yas mengalihkan pembicaraan.
Ken terdiam dan sama sekali tak menjawab ataupun mengalihkan pembicaraan.Yaspun tak berniat untuk memaksanya untuk menjawab,walaupun dalam hatinya pertanyaannya sangat ingin mendapatkan jawabannya.
“Aku akan menikah!”Seru Ken memecahkan keheningan diantar mereka.
Yas terkejut tapi ia menyembunyikan keterkejutannya.Tapi matanya tiba tiba kembali berkaca kaca.
“Ma....Mau sarapan apa?”tanya Yas yang kemudian bangkit dari tempat duduknya dan menuju dapur.
Ken hanya diam,memperhatiakan tingkah Yas yang seperti menghindarinya.Dalam hati Ken menjadi bimbang dan seperti tak ingin mengatakan hal yang ingin ia katakan dengan kedatangnnya kesana.
Ken bangun dari tempatnya dan menyusul Yas yang sedang membuat sarapan.Ken duduk di bangku dapur dan menunggu Yas.
Yas terus membelakangin Ken dan berusaha untuk tak bicara dengannya.
“Menurut kakak kira kira kata kata apa yang pas untuk melamar seorang wanita yang aku sendiri tidak tahu seperti apa perasaannya kepadaku!”Seru Ken dengan seikit malu malu.
Yas mendesah dan mencoba untuk baik baik saja,dan ia menoleh kepada Ken dan menatapnya datar.
“Bagaimana mungkin kau meminta seorang wanita untuk menjadi istrimu sementara kau sendiri tidak tahu perasaannya terhadapmu!,Seharusnya kau lakukan hal itu pada gadis yang kau inginkan menjadi kekasihmu!,jika ia mau menjadi kekasihmu barulah kau lamar untuk menjadi istrimu!”Seru Yas menjelaskan panjang lebar.
“Oh!,jadi seperti itu!”Seru Ken polos.
“Tapi ayahku memintaku untuk melamarnya!,dan segera menikah!”Seru Ken menjelaskan.
“Apa gadis itu yang aku temui malam itu?”tanya Yas penasaran.
“Yang mana?”tanya Ken mengingat ingat.
“Yang malam itu!,yang membuatmu meninggalkanku!”Seru Yas mengingatkan denagn nada kesal.
“Oh!”Seru Ken teringat dan tersenyum melihat ada kecemburuan diwajah dan suara Yas.
“Apa kakak marah karena malam itu?”tanya Ken mencoba untuk mencari tahu perasaan Yas.
“Menurutmu!”Seru Yas yang langsung membalikan tubuhnya dan kembali kegiatannya semula.
“Seharusnya tidak!,karena aku bukan siapa siapa bagi kakak!.Dan jika kakak marah pasti kakak memiliki sesuatu yang membuat kakak marah.”jawab Ken yang menyeruakan pendapatnya.
“Apa hanya karena itu?”tanya Yas.
“Memangnya harus apa?”tanya Ken.
Ken bangkit dari tempat duduknya dan diam diam menghampiri Yas.
“Ya malam itu aku sangat marah padamu!”Seru Yas tanpa menoleh pada Ken.
“Aku menyukai kakak!”
Yas terkejut dan ia membalikan badannya,tapi segera ia berbalik lagi karena ia mendapati Ken ada dibelakngnya.
“Aku menyukai kakak!”Seru Ken lagi dan kali ini Ken mencoba untuk memeluk Yas dari belakang.
Yas menghindar dengan maju lebih dekat dengan kompor dan tanpa berbicara apa apa.
“Aku menyukai kakak!”Seru Ken lagi menunggu jawaban Dari Yas.
Yas terkejut sejak tadi tapi ia tak menunjukannya ia hanya mampu untuk menghindarinya.
Yas membalikan badanya dan mendapati Ken sudah sangat dekat denganya hanya berjarak bebrapa senti darinya.
“Apa yang akan kau lakukan?”tanya Yas yang terkejut Ken masih berada dibelakngnya dan makin mendekatinya.
“Aku menunggu jawaban kakak!”Seru Ken sambil mematikan kompor.
“Hey itu belum matang!”Seru Yas mengingatkan.
“Aku menyukai kakak!”Seru Ken lagi dan untuk kesekian kalinya.
Yas menghindari kontak mata dengan Ken sambil mencoba untuk keluar dari tempat itu,tapi tangan Ken dengan cepat menghalanginya dan menahnya.
“Apa yang kau lakukan!”Tanya Yas yang terlihat begitu gugup.
“Kakak belum jawab pertanyaanku yang sudah aku lontarkan beberapa kali!”Seru Ken yang masih menahan Yas.
Sementara Yas masih berusaha untuk melepaskan diri.
“Apa yang harus aku jawab?,bukankah kita sudah tahu kriteria kita masing masing!”Seru Yas mengingatkan.
“Dengan meng-iya-kan untuk menikah saat ini,aku sudah tidak lagi mementingkan keriteria yanga aku buat sendiri!”Seru Ken mengingatkan.
“Dan kau tahu apa kriteriaku!”Seru Yas yang juga mengingatkan.
“Lalu apa jawaban kakak?”tanya Ken yang tak memperdulikan kata kata Yas.
“Maaf!,permisi!”Seru Yas yang lebih tegas untuk menghindari Ken.
Yas meninggalkan Ken dan masuk kedalam kamarnya.
Didalam kamar Yas terduduk di depan Pintu dan mefikirkan kata kata Ken yang diucapkannya beberapa kali.
Sementara Ken hanya terdiam didapur sambil menyelesaikan makanan yang dibuat Yas untuk sarapan mereka.
Dan setelah itu ia menuju kamarnya untuk berkemas.
.........
Ken merapikan semua barang barangnya,sesaat ia memperhatikan kamarnya memenuhi akan memorinya dan memorinya sebelum ia pergi untuk bertemu dengan Yas.Memorinya saat bersama dengan ayahnya sebelum pergi.
“Bagaimana keputusanmu?”tanya Ayah Ken ketika mereka sedang sarapan pagi.
“Aku akan pergi untuk menemuinya!”Seru Ken penuh semangat.
“Bagus itu!,dan ayah ingin menemuinya juga!,secepat mungkin!”seru Ayah Ken mengingatkan.
“Oke!,aku akan membawanya ketika ia sudah menerimaku!”Seru Ken yang masih begitu semangat.
Dan mereka sarapan dengan perasaan senang.
“Seperinya aku gagal!”Seru Ken sambil memasukan baju bajunya kedalam kantong plastik.
“Cintaku tak terbalas!”
Ken pergi meninggalkan kamarnya yang kini tampak berbeda.Dengan berat ia menuruni anak tangga sampai ia didepan pintu rumah Yas yang tertutup.
Ken menaruh barang barangnya didepan rumah dan mencoba untuk masuk kedalam rumah Yas yang kosong.
“Kak!”Panggil Ken dari luar kamar.
Sementara didalam kamarnya Yas masih ditempatnya yang masih dilema,antara hatinya dengan pikirannya.Dalam hatinya ia mengakui jika hatinya memang tertarik pada Ken,wajahnya,sifatnya dan sesuatu dari dalam dirinya yang tak bisa ia katakan tapi sanagt membuatnya nyaman.Tapi dalam otaknya ia berfikir,usia mereka terpaut 5 tahun dan ia lebih tua dari Ken.
Mungkin jika ia menerimanya Ken akan baik baik saja,tapi bagaimana dengan keluarga Ken,pastilah mereka tidak setuju.Dan bukankah Ken akan menikah!,lalu mengapa ia malah menyatakan cinta kepada dirinya.Yas makin bingung dibuatnya.
Panggilan Ken dari luar membuatnya tak tega untuk berlama lama di dalam kamar dan dengan hati yang bercampur aduk Yas memberanikan diri untu menemui Ken yang sejak tadi menunggunya dan memanggilnya.
Yas membuka pintu kamarnya dan dilihatnya Ken berdiri dengan pakain yang tak bisa,ia menggunakan kemeja warna biru laut,dengan lengan yang digulung dan celana bahan warna hitam,sedikit bulu tipis menghiasi wajahnya membuatnya tampak berwibawa dan lebih dewasa.
Mereka berdua hanya saling berpandangan dalam diam,tanpa kata yang keluar dari mulut masing masing.
“Ada apa?”tanya Yas lirih.
“Aku akan kembali ke tempatku!,dan terima kasih untuk selama ini!”Seru Ken lesu yang sudah tidak punya harapan lagi.
Yas hanya terdiam mematung mendengarkan kata kata Ken yang membuatnya terasa menyakitkan.
Ken membalikan badannya dan segera pergi.walaupun berat Ken tetap berusaha untuk tampak biasa saja.
Yas masih terdiam di tempatnya,hanya mampu melihat Kepergian Ken yang sudah didepan pintu rumahnya.
Yas tak bisa menahan airmatanya,ia menagis tanpa suara,dan dengan segera ia berlari mengejar Ken.
Yas berlari menghampiri Ken dan terdiam dihadapannya.
“Jangan pergi!”seru Yas.
Ken terdiam dia hanya mematung memandangi Yas yang berdiri tepat dihadapnnya,menunduk tanpa menatapnya.
“Apa yang harus ia lakukan.’memintanya ‘lagi atau menyerah!.”
       “Ada apa?”.tanya Ken dengan suara datar tapi masih berharap.
“Tinggalah disini untuk semalam!,aku masih merasa takut!”Seru Yas beralasan sambil menegakan kepalanya dan menatap Ken.
Ken memperhatikan wajah Yas matanya tanpak berkaca kaca seperti menahan tangis tapi ia sendiri tak tahu tangis apa itu.
“Apa hanya itu?””tanya Ken memastikan.
“Ka...karena aku juga menyukaimu!”Seru Yas dengan terbata dan langsung mengalihkan pandangnya.
Sebuah senyum tipis tersungging diwajah Ken dan dengan cepat ia menarik Yas kedalam pelukannya.
 “Aku sudah mengetahuinya!”Seru Ken dengan senyum jahil tanpa diketahui oleh Yas.
“Sejak kapan?”tanya Ken sambil mencari wajah Yas yang masih tertunduk.
Yas mengangkat wajahnya dan keterkejutan tampak diwajahnya.
“Kapan?”tanya Ken lagi menunggu.
“Aku tidak tahu!”Seru Yas pelan.
Sementara Ken hanya tersenyum.
.........
Malam menjelang dan Ken memutuskan untuk menginap semalam di rumah Yas.Walaupun sudah biasa tapi karena statusnya sekarang membuatnya menjadi canggung.
Menjelang malam Ken dan Yas memutuskan untuk bersantai dibalkon kamar Ken ,karena mereka sudah tidak memiliki pekerjaan.bukan memiliki,tapi terpaksa tidak memiliki karena tidak ada mesin jahit untuk menjahitnya.
“Kira kira kapan hal itu terjadi?,dan kenapa itu bisa terjadi?”tanya Ken yang duduk sambil menggantungkan kakinya diatas balkon yang juga diikuti oleh Yas.
“Tidak tahu!,karena saat itu aku tidak ada didalam rumah!”Jawab Yas pelan dan malu malu.
Ken menolehkan kepalanya dan menatap Yas tak percaya.
“Tidak ada didalam rumah?,malam malam!”Semalam kakak dimana?,kakak menginap dirumah ibu kakak?”tanya Ken terkejut.
“Bu...bukan!,aku ada di rumah tapi tidak tidur dikamarku!”Seru Yas hati hati.
“Tidak tidur dikamar?,lalu tidur dimana?”tanya Ken penasaran.
Yas diam dan tak menjawab.
“Apa kakak tidur dikamarku!.karena kakak begitu merindukanku!”Seru Ken menebak dengan nada meledak.
Yas sama sekali tak menjawab ia hanya terdiam dan menatap langit.
“Semalam hujan!”seru Yas mengalihkan pembicaraan.
“Hemmmmm....jadi kakak tidak mau mengaku!”Seru Ken yang terus memaksa.
“Bagaimana kau bisa menyatakan perasaanmu padaku!,sementara kau akan menikah dengan wanita lain!”seru Yas mengalihkan pembicaraan dengan menyelipkan sedikit kecemburuan.
“Wanita lain!”Seru Ken sambil melirik Yas yang tak memperhatikannya.Dan pandangnnya langsung ia alihkan ketika Yas menatap kearahnya.
“Ya!,wanita lain.Bukankah kau akan melamar wanita itu untuk kau jadikan istri!”Seru Yas mengingatkan.
“Ayahku memberiku pilihan!,aku menikah dengan wanita yang dipilihkannya atau aku memperkenalkan wanita pilihanku!”Seru Ken menjelaskan.
“Lalu pilihanmu?”tanya Yas penasaran.
“Tentu saja pilihanku!”Seru Ken seraya merangkul Yas dan dan menarik lehernya hingga terjepit diantara tanagnya.
“Hey lepaskan!”Teriak Yas sambil berusaha untuk melepaskan dan Kenpun melepaskannya sambil terus tertawa.
“Pilihanmu!,apa itu aku?”tanya Yas hati hati.
“Ya!tapi mohon tunggu sampai aku siap ya untuk memperkenalkanmu sebagai calon istriku pada ayahku!”Seru Ken dengan nada merendah diakhir kalimatnya.
Ken memandangi Yas yang tidak melihatnya.
“Tunggu sampai aku mencapai mimpiku! Dan itu tidak akan lama”tanbah Ken menyemangati.
“Tidak papa!,kau tidak perlu merasa terbebani,karena kau tidak melakuan hal hal yang membuatmu harus bertanggung jawab terhadapku!”Seru Yas tampak biasa saja.
Ken tersenyum memandangi Yas yang juga tersenyum padanya.Tapi tiba tiba senyum diwajah Ken hilang,tapi tatapannya tak beralih dari Yas.
“Tapi kakak yang harus bertanggung jawab!”Seru Ken tegas dan tanpa senyum.
“Tanggung jawab!,apa?”tanya Yas penasaran dan was was.
“Kakak harus bertanggung jawab karena kakak sudah memasuki hatiku tanpa izin!”Seru Ken sambil tersenyum licik.
Yas terkejut dan memukul Ken,tapi Ken menampiknya dan dengan cepat ia menyodorkan wajahnya.Dengan cepat Yas menarik wajahnya dan Ken menghentikan aksinya.
“Apa yang akan kau lakukan?”tanya Yas dengan kepala condong kebelakang dan heran.
Ken tak menjawab ia hanya tersenyum dan berniat untuk melakukan aksinya lagi.
“Apa itu yang kau inginkan!”Seru Yas setelah mencium pipi Ken.
Ken hanya terdiam dan mundur dari tempatnya,dan lalu tersenyum sambil memegangi pipinya.
“Bagaimana kau mengejar mimpimu sementara mesin jahit kita hilang?”tanya Yas yang kemudian mengalihkan pembicaraan dan masih malu dengan hal yang baru ia lakukan.
Ken tak menjawab ia hanya menarik Yas dan merangkulnya.
“Untuk saat ini jangan bicarakan hal itu,bukankah kita sednag menikmati masa masa kita berdua!,bukankah kita sedang melepas rindu!”Seru Ken mengingatkan.
Yas tak menjawab,ia hanya menunduk dan tersenyum malu dan senang.
..........

Tidak ada komentar :

Posting Komentar