..........
...........
Malam itu Ken menemani ayahnya
yang sedang terbaring di tempat tidurnya setelah siang tadi pulang dari rumah
sakit,Ayahnya terbaring tanpa tertidur,sementara Ken duduk disampingnya dan
terus menjaganya.
Baginya saat ini adalah saat
dimana ia harus mengalahkan egoisnya dan lebih meendengarkan apa kata kata
ayahnya,agar ia tah menyesal nanti,Tapi walupun begitu tetap saja Dalam hati
Ken tidak bisa menerima jika dalam waktu dekat ia harus menikah,apalagi dengan
wanita yang ia sendiri tak Tahu siapa.
“Ken kau masih ingat saat kau
berjanji kepada ayah?”tanya Ayah Ken Mengingatkan.
Ken terdiam sejenak dan mengingat
kira kira apa saja yang ia katakan ketika ayahnya dalm keadaan koma waktu lalu.
“Sepertinya aku ingat,tapi aku
juga tidak terlalu jelas apa itu!”Seru Ken bimbang yang takut kata katanya
tempo hari akan menjadi bumerang untuknya.
“Kau ingin ayah
mengingatkan?”tanya Ayah Ken yang terus menunggu kata kata itu sekali lagi dari
mulut putranya.
“Mungkin akan lebih baik jika
ayag yang mengingatkanku!,dan aku akan mempertimbangkannya!”Seru Ken dengan
senyum yang dipaksaan dan hati terasa getir.
“Ayah dengarkau mau bekerja di
perusahaan yang ayah bangun!”seru Ayah Ken mengingatkan.
“Benarkah!”Seru Ken terkejut,senang
dan lega.
“Dan...!”
“Dan Apa?”tanya Ken memotong kata
kata ayangnya dan seketika senyum kelegaan hilang dari wajahnya.
“Kau akan menikah!”
Ken membatu,kata kata yang ia
takutkan akhirnya ia dengar dari mulut ayahnya,dan yang mengejutkan lagi itu
adalah janjinya kepada ayanhnya ketika ia sedang kalut karena kondisi ayanhnya
yang tak mengalami kemajuan.
“Kapan aku mengatakannya?”tanya
Ken dengan sura seperti leher sedang tercekik dengan mata sedikit menyipit.
“Ayah tidak tahu tapi ayah
mendengarnya,karena itu datang dalam mimpi ayah!”
“Mimpi menikah!,bukankah itu
pertanda buruk!”Seru Ken mengelak pengakuan ayahnya.
Dan dari sana pula Ken teringat
kapan ia mengatakan hal itu,dan itu tepat sesaat ia berjanji akan menuruti
semua perintah ayanhnya untuk menjalankan bisnis keluarga,bahkan jika ia harus
menikah saat ini,dihadapannya asalkan ayahnya bangun dari koma Ken mau.
Ken mendesah kesal,kecewa pada
dirinya ketika ingatannya kembali akan kata katanya yang telah ia ucapkan.
“Bagaimana?”tanya Ayah Ken
mengingatkan dan menunggu jawaban putranya.
“Ayah menunggu jawabanku?”tanya
Ken sambil menatap ayahnya yang masih terlihat pucat tapi berkeras untuk pulang
kerumah.
“Bagaimana jika aku katakan
tunggu 1 atau 2 atau mungkin 3 tahun lagi!”tanya Ken mengulur.
“Bagaimana jika ayah meninggal 1
atau 2 atau mungkin 3 jam lagi?”tanya Ayah Ken menjawab pertanyaan Ken.
Ken mendesah,ia tak dapat berbuat
apa apa lagi dan tak ada alasan untuknya untuk menolak.
“Auah tidak akan memaksamu untuk
menikah dengan gadis yang ayah pilihkan untukmu!,bukankah itu sebuah
kelonggaran!”seru Ayah Ken memberitahu.
“Ya itu Mudah!,tapi sulit!,aku
tidak memiliki calon jika waktunya secepat ini!”Seru Ken mengingatkan.
“Kau tak memiliki calon!,tapi
adakah gadis yang kau suka?”Tanya Ayah Ken mengingatkan.
“Suka!”Seru Ken lirih dan
kemudian terdiam dan berfikir.
“Suka!,tapi belum tentu dia
menyukaiku juga!,dan jika harus segera menikah,belum tentu ia mau!”Seru Ken
kemudian menyeruakan pendapatnya.
“Kau sudah mengetakannya pada
gadis itu?,kau sudah mengajaknya?”tanya Ayah Ken yang juga sebagai sebuag
perintah.
Ken menggelengkan kepalanya
dengan pelan dan menunduk.
“Lakukan!,dan dapatkan
jawabanya!,jika gadis itu menolakmu,maka kau harus bersiap untuk menikah dengan
gadis yang ayah pilihkan untukmu!”Ancam Ayah Ken tegas.
“Tapi Yah!,bukankah dari awal
ayah sudah melonggarkanku!”
“Itu jika kau sudah benar benar
mendapatkan calon istrimu!”seru Ayah Ken dengan nada sdikit membentak.
“Itu sangat sulit!,ini bukan
seperti mencari calon murid atau karyawan!,tapi calon pendamping hidup!”Seru
Ken mengingatkan dengan nada kesal dan kemudian melangkah pergi.
“Temui gadis yang kau
suka!,tanyakan kepadanya apakah dia mau menjadi istrimu!”Seru AyAH Ken
memerintah sebelum Ken meninggalkan kamar ayanhnya.
Ken menoleh kepada ayahnya dan
kembali menghampirinya.
“Dia saja belum tahu
perasaanku!,bagaimana aku bisa langsung mengajaknya untuk menikah!”Jawab Ken
memberitahu.
Ken kembali meninggalkan ayahnya
dan benar benar pergi menuju kamarnya.
Sampainya dikamarnya Ken
membantingkan tubuhnya ke kasur dan kemudian ia mengambil hpnya yang selalu ia
simpan di dalam laci mejanya.
Dilihatnya hpnya,dan tak ada
satupun pemberitahuan untuknya.
“Dia tidak merindukanku!”Seru Ken
yang kemudian menaruh kembali hpnya kedalam laci dan kemudian ia menutupi
wajahnya dengan bantal dan merusaha untuk tidur.
“Lebih baik dikejar tugas kuliah
daripada tugas mencari calon istri!”gumam Ken yang kemudian melepaskan bantal dari
wajahnya.
Ken bangun dari tempat
tidurnya,ia berjalan menjuju balkon rumahnya dan mengamati langit malam yang
begitu gelap dan tanpa bintang.
“Seperti akan turun hujan!”Gumam
Ken sambi duduk dilantai,seperti yang biasa ia lakukan saat masih dirumah Yas.
.......
Yas masih teringat kata kata
Kendar siang tadi,yang bertemu dengan Ken dirumah sakit bersama dengan seorang
gadis.Pertanyaan pertanyaan muncul diotaknya,pertanyaan yang seharusnya tidak
ada untuk Ken darinya.
“Apa dia sakit?”tanya Yas sambil
menatap langit malam didepan kamar Ken.
“Siapa gadis itu?,apa
kekasihnya?”tanya Yas yang terus penasaran.
“Kenapa aku harus menanyakan hal
itu!,bukankah itu bukan urusanku!”Seru Yas mengingatkan dirinya.
“Tapi kenapa ia tidak memberi
tahuku apa yang terjadi,jika ia pergi kenapa ia tidak pamit dan pergi begitu
saja!,apa dia pikir rumahku hanya tempat persingahan yang bisa didatangi dan
pergi begitu saja!”Seru Yas mengomel sendiri,dan tanpa sadar ia menagis saking
kesalnya.
Yas memelik kakinya dan
menyembunyikan tangisannya,ia menagis bukan semata mata karena Ken pergi tanpa
pamit,tapi ada hal lain yang membuatnya menagis dan ia sendiri tak tahu apa
itu,yang ia tahu hanya ia terasa sakit dan sesak ketika mengingarnya.
Yas menundukan kepalanya
menyembunyikan wajahnya diatas lututnya dan kembali menangis.
Tiba tiba hujan turun dan
langsung deras dengan cepat Yas berlari menuju kamar Ken untuk berteduh.Yas
terdiam dekat tempat tidur Ken tepat didekat pintu dengan daun pintu yang tidak
tertutup sepenuhnya,ataupun sebaliknya.
Sambil memeluk Kakinya,Yasterus
menatap hujan yang turun melompat ketika sampai dilantai,dan ingatnya kembali
saat ia pertama bertemu dengan Ken disaat hari sedang hujan dan Ken memaksa
untuk tinggal di rumahnya sampai esok hari,tapi janjinya ia ingkari,bahkan Ken
berada dirumahnya sampai 1 bulan,dan sampai ia meninggalkan sesuatu yang
membuat Yas merasa kehilangan.
Waktu berlalu dan hujan tak ada
tanda tanda akan berhenti,Yas lelash menunggu dan akhirnya ia tertidur dikamar
Ken ketika menunggu hujan reda.
........
Yas terbangun dengan sedikit
terkejut,seperti ada sesuatau yang membangunkannya dengan tiba tiba.Yas menguap
dan memperhatikan kesekitar,Yas kembali terkejut ketika mendapati dirinya
tertidur dikamar Ken.
“Sudah berapa lama aku
disini!”Seru Yas sambil bangun dari tempatnya dan melihat hari sudah pagi.
“Aku ketiduran disini!”Seru Yas
yang Bangun dari tempatnya dan beranjak
pergi.
Yas menutup pintu kamar Ken dan
segera turun melewati anak tangga yang basah sampai pagi hari ini.
Hujan tak lagi besar dan
menyisakan tetesan hujan kecil yang membuat suasana menjadi malas untuk
melakukan aktifitas.
Yas menuruni anak tangga yang
terakhir dan pandangannya tertuju pada pintu rumahnya yang sedikit terbuka.
Yas tiba tiba memiliki firasat
buruk tentang itu.Iasegera berlari menuju rumahnya dan memeriksa semuanya.
Yas segera masuk kedalam
rumahnyayang dimana pintu rumahnya sudah terbuka.
Yas memeriksa semua dan meneliti
semuanya,Dan Yas hanya bisa terdiam dan terkejut dengan membulatkan bola
matanya mengetahui apa yang sudah tidak ada di tempatnya.
Yas terduduk lemas didekat meja
jahitnya yang hanya tersisa mejanya saja sementara kedua mesin jahitnya sudah
hilang dari tempatnya.
Yas terdiam dan menunduk tak bisa
berkata apa apa,Ia memeluk kakinya dan tak tahan lagi akhirnya Yas menangis
meratapi semuanya.Dan tersadar ia telah kemalingan.
Yas kembali bangkit dan mengecek
semuanya semua barang yanga da didalam rumahnya.
Yas mengecek dapur,kamar Raisha
dan kamarnya.Yas terkejut keetika mengetahui kamarnya masih terkunci.
“Bagaimana bisa aku mengunci
kamarku,sementara aku lupa mengunci pintu rumah!”Seru Yas kesal dan menganggap
dirinya bodoh.
“Bagaimana ini!,Mesin jahitku
hilang semuanya,bagaiamana aku bisa bekerja tanpa mereka!,semuanya telah
hilang!”Seru Yas dengan persaan yang masih kacau,kesal sesak dan ia tak tahu
apa yang harus ia lakukan.
Yas hanya mondar mandir sambil
menggigit kuku jarinya dengan persaaan yang sangat kesal.Ingin menagis tapi
sepertinya airmatanya sudah kering karena terlalu banyak menangis akhir akhir
ini.Yang ia rasakan saat ini hanya kesal tak berujung karena tak dapat
melakukan apa apa!.
“Pencuri itu menemukan korban
yang sangat mudah!”Seru Yas kesal dan masih membodohkan dirinya sendiri.
“Bagaimana ini!,bagaimana
ini!bagaimana ini!”Seru Yas yang terus mengomel pada dirinya dan udara dan
terus mondar mandir didepan kamarnya.
Yas kemudian terhenti dan mencoba
untuk menenangkan diri,ia tertubduk didepan meja tempat yang bisa ia gunakan
untuk memotong pola.
Dan tangis Yaspun pecah,ia menangis
sejadi jadinya sendiri didalam rumahnya.
Yas limbung dan terjatuh kelantai
dan masih menangis sendiri.
“Kakak!”Suara seseorang memanggil
dari luar tapi Yas tak menghiraukannya.Karena baginya walaupun ada seseorang
yang datang untuk menitipkan jahitan itu tidak akan berguna tanpa mesin jahit
yang menjadi modalnya mencari uang.
Panggilan itu terdengar semakin
dekat dan jelas,tapi Yas tak menghiraukannya,ia masih menagisi keadaannya dan
bersedih.
“Ya ampun kakak!”Teriak seseorang
yang sudah didepan pintu.
Seseorang itu menghampiri Yas dan
menariknya untuk duduk tegak.
Yas melihat siapa yang menariknya
dan dan Yas sanagat terkejut dan kembali menangis.
“Hey kakak kenapa?”tanya orang
itu,ingin tahu dan dan mencoba untuk menatap wajah Yas.
“Ken,mesin jahit kita
hilang!”Seru Yas dalam tangisnya.
Ken melihat ketempat mesin jahit
biasa berada dan ia melihat sudah tidak ada,bahnkan dengan mesin obrasnya.
“Sudah!,mesin bisa kita beli
lagi,yang penting kakak jangan menagis terus dan bangun dari sini!”Seru Ken
yang mencoba memapah Yas untuk duduk di sofa.
Yas terdiam sejenak dan
memperhtaikan orang yang duduk disampingnya,Baginay itu seperti mimpi tapi jika
itu mimpi maka mimpi itu terlalu nyata,dan jika itu nyata ia berharap itu hanya
mimpi agar ketika ia bangun nanti mesin jahitnya masih ada.Tap semua itu adalah
nyata,bahnka wajahnya basah karena airmata itupun masih begitu terasa.
“Aku harap ini hanya mimpi!”Seru
Yas yang masih menadangi wajah Ken dan kemudian memalingkannya.
Ken mendesah dan kemduain
memegang kedua lengan Yas,menariknya dan memeluknya.
“Apa ini terasa hanya
mimpi?”tanya Ken didekat telinga Yas.
Yas hanya diam,ia hanya bisa
merasakan jika Ken memeluknya dan pelukan itu
terasa sangat nyata.Yas membalas pelukannya dan kembali menangis.
Ken mempererat pelukannya dan
mencurahkan semua kerinduan yang ia pendam selama ini.
“Mesin jahit masih bisa kita beli
lagi!,tapi airmata yang sudah keluar sudah tidak bisa dimasukan kembali!”Seru
Ken mencoba untuk menenangkan,dan menghibur.
“Jadi apa yang akan kita lakukan
setelah ini?,apa kita akan berciuman kembali seperti malam itu?”tanya Ken
enteng.
Yas membesarkan bola matanya dan
segera melepaskan pelukannya dari Ken dan kecanggungan menyelimuti mereka pagi
itu.
“Apa kakak sudah sarapan?”tanya
Ken mencairkan susana.
“Kau masih ingat ‘pulang’?”tanya
Yas mengalihkan pembicaraan.
Ken terdiam dan sama sekali tak
menjawab ataupun mengalihkan pembicaraan.Yaspun tak berniat untuk memaksanya
untuk menjawab,walaupun dalam hatinya pertanyaannya sangat ingin mendapatkan
jawabannya.
“Aku akan menikah!”Seru Ken
memecahkan keheningan diantar mereka.
Yas terkejut tapi ia
menyembunyikan keterkejutannya.Tapi matanya tiba tiba kembali berkaca kaca.
“Ma....Mau sarapan apa?”tanya Yas
yang kemudian bangkit dari tempat duduknya dan menuju dapur.
Ken hanya diam,memperhatiakan tingkah
Yas yang seperti menghindarinya.Dalam hati Ken menjadi bimbang dan seperti tak
ingin mengatakan hal yang ingin ia katakan dengan kedatangnnya kesana.
Ken bangun dari tempatnya dan
menyusul Yas yang sedang membuat sarapan.Ken duduk di bangku dapur dan menunggu
Yas.
Yas terus membelakangin Ken dan
berusaha untuk tak bicara dengannya.
“Menurut kakak kira kira kata
kata apa yang pas untuk melamar seorang wanita yang aku sendiri tidak tahu
seperti apa perasaannya kepadaku!”Seru Ken dengan seikit malu malu.
Yas mendesah dan mencoba untuk
baik baik saja,dan ia menoleh kepada Ken dan menatapnya datar.
“Bagaimana mungkin kau meminta
seorang wanita untuk menjadi istrimu sementara kau sendiri tidak tahu
perasaannya terhadapmu!,Seharusnya kau lakukan hal itu pada gadis yang kau
inginkan menjadi kekasihmu!,jika ia mau menjadi kekasihmu barulah kau lamar
untuk menjadi istrimu!”Seru Yas menjelaskan panjang lebar.
“Oh!,jadi seperti itu!”Seru Ken
polos.
“Tapi ayahku memintaku untuk
melamarnya!,dan segera menikah!”Seru Ken menjelaskan.
“Apa gadis itu yang aku temui
malam itu?”tanya Yas penasaran.
“Yang mana?”tanya Ken mengingat
ingat.
“Yang malam itu!,yang membuatmu
meninggalkanku!”Seru Yas mengingatkan denagn nada kesal.
“Oh!”Seru Ken teringat dan
tersenyum melihat ada kecemburuan diwajah dan suara Yas.
“Apa kakak marah karena malam
itu?”tanya Ken mencoba untuk mencari tahu perasaan Yas.
“Menurutmu!”Seru Yas yang
langsung membalikan tubuhnya dan kembali kegiatannya semula.
“Seharusnya tidak!,karena aku
bukan siapa siapa bagi kakak!.Dan jika kakak marah pasti kakak memiliki sesuatu
yang membuat kakak marah.”jawab Ken yang menyeruakan pendapatnya.
“Apa hanya karena itu?”tanya Yas.
“Memangnya harus apa?”tanya Ken.
Ken bangkit dari tempat duduknya
dan diam diam menghampiri Yas.
“Ya malam itu aku
sangat marah padamu!”Seru Yas tanpa menoleh pada Ken.
“Aku menyukai
kakak!”
Yas terkejut dan ia
membalikan badannya,tapi segera ia berbalik lagi karena ia mendapati Ken ada
dibelakngnya.
“Aku menyukai
kakak!”Seru Ken lagi dan kali ini Ken mencoba untuk memeluk Yas dari belakang.
Yas menghindar
dengan maju lebih dekat dengan kompor dan tanpa berbicara apa apa.
“Aku menyukai
kakak!”Seru Ken lagi menunggu jawaban Dari Yas.
Yas terkejut sejak
tadi tapi ia tak menunjukannya ia hanya mampu untuk menghindarinya.
Yas membalikan
badanya dan mendapati Ken sudah sangat dekat denganya hanya berjarak bebrapa
senti darinya.
“Apa yang akan kau
lakukan?”tanya Yas yang terkejut Ken masih berada dibelakngnya dan makin
mendekatinya.
“Aku menunggu
jawaban kakak!”Seru Ken sambil mematikan kompor.
“Hey itu belum
matang!”Seru Yas mengingatkan.
“Aku menyukai
kakak!”Seru Ken lagi dan untuk kesekian kalinya.
Yas menghindari
kontak mata dengan Ken sambil mencoba untuk keluar dari tempat itu,tapi tangan
Ken dengan cepat menghalanginya dan menahnya.
“Apa yang kau
lakukan!”Tanya Yas yang terlihat begitu gugup.
“Kakak belum jawab
pertanyaanku yang sudah aku lontarkan beberapa kali!”Seru Ken yang masih
menahan Yas.
Sementara Yas masih
berusaha untuk melepaskan diri.
“Apa yang harus aku
jawab?,bukankah kita sudah tahu kriteria kita masing masing!”Seru Yas
mengingatkan.
“Dengan
meng-iya-kan untuk menikah saat ini,aku sudah tidak lagi mementingkan keriteria
yanga aku buat sendiri!”Seru Ken mengingatkan.
“Dan kau tahu apa
kriteriaku!”Seru Yas yang juga mengingatkan.
“Lalu apa jawaban
kakak?”tanya Ken yang tak memperdulikan kata kata Yas.
“Maaf!,permisi!”Seru
Yas yang lebih tegas untuk menghindari Ken.
Yas meninggalkan
Ken dan masuk kedalam kamarnya.
Didalam kamar Yas
terduduk di depan Pintu dan mefikirkan kata kata Ken yang diucapkannya beberapa
kali.
Sementara Ken hanya
terdiam didapur sambil menyelesaikan makanan yang dibuat Yas untuk sarapan
mereka.
Dan setelah itu ia
menuju kamarnya untuk berkemas.
.........
Ken merapikan semua
barang barangnya,sesaat ia memperhatikan kamarnya memenuhi akan memorinya dan
memorinya sebelum ia pergi untuk bertemu dengan Yas.Memorinya saat bersama
dengan ayahnya sebelum pergi.
“Bagaimana keputusanmu?”tanya
Ayah Ken ketika mereka sedang sarapan pagi.
“Aku akan pergi
untuk menemuinya!”Seru Ken penuh semangat.
“Bagus itu!,dan
ayah ingin menemuinya juga!,secepat mungkin!”seru Ayah Ken mengingatkan.
“Oke!,aku akan
membawanya ketika ia sudah menerimaku!”Seru Ken yang masih begitu semangat.
Dan mereka sarapan
dengan perasaan senang.
“Seperinya aku
gagal!”Seru Ken sambil memasukan baju bajunya kedalam kantong plastik.
“Cintaku tak
terbalas!”
Ken pergi
meninggalkan kamarnya yang kini tampak berbeda.Dengan berat ia menuruni anak
tangga sampai ia didepan pintu rumah Yas yang tertutup.
Ken menaruh barang
barangnya didepan rumah dan mencoba untuk masuk kedalam rumah Yas yang kosong.
“Kak!”Panggil Ken
dari luar kamar.
Sementara didalam
kamarnya Yas masih ditempatnya yang masih dilema,antara hatinya dengan
pikirannya.Dalam hatinya ia mengakui jika hatinya memang tertarik pada
Ken,wajahnya,sifatnya dan sesuatu dari dalam dirinya yang tak bisa ia katakan
tapi sanagt membuatnya nyaman.Tapi dalam otaknya ia berfikir,usia mereka terpaut
5 tahun dan ia lebih tua dari Ken.
Mungkin jika ia
menerimanya Ken akan baik baik saja,tapi bagaimana dengan keluarga Ken,pastilah
mereka tidak setuju.Dan bukankah Ken akan menikah!,lalu mengapa ia malah
menyatakan cinta kepada dirinya.Yas makin bingung dibuatnya.
Panggilan Ken dari
luar membuatnya tak tega untuk berlama lama di dalam kamar dan dengan hati yang
bercampur aduk Yas memberanikan diri untu menemui Ken yang sejak tadi
menunggunya dan memanggilnya.
Yas membuka pintu
kamarnya dan dilihatnya Ken berdiri dengan pakain yang tak bisa,ia menggunakan
kemeja warna biru laut,dengan lengan yang digulung dan celana bahan warna
hitam,sedikit bulu tipis menghiasi wajahnya membuatnya tampak berwibawa dan
lebih dewasa.
Mereka berdua hanya
saling berpandangan dalam diam,tanpa kata yang keluar dari mulut masing masing.
“Ada apa?”tanya Yas
lirih.
“Aku akan kembali
ke tempatku!,dan terima kasih untuk selama ini!”Seru Ken lesu yang sudah tidak
punya harapan lagi.
Yas hanya terdiam
mematung mendengarkan kata kata Ken yang membuatnya terasa menyakitkan.
Ken membalikan
badannya dan segera pergi.walaupun berat Ken tetap berusaha untuk tampak biasa
saja.
Yas masih terdiam
di tempatnya,hanya mampu melihat Kepergian Ken yang sudah didepan pintu
rumahnya.
Yas tak bisa menahan
airmatanya,ia menagis tanpa suara,dan dengan segera ia berlari mengejar Ken.
Yas berlari
menghampiri Ken dan terdiam dihadapannya.
“Jangan pergi!”seru
Yas.
Ken terdiam dia
hanya mematung memandangi Yas yang berdiri tepat dihadapnnya,menunduk tanpa menatapnya.
“Apa yang harus ia
lakukan.’memintanya ‘lagi atau menyerah!.”
“Ada apa?”.tanya Ken dengan suara datar
tapi masih berharap.
“Tinggalah disini
untuk semalam!,aku masih merasa takut!”Seru Yas beralasan sambil menegakan
kepalanya dan menatap Ken.
Ken memperhatikan
wajah Yas matanya tanpak berkaca kaca seperti menahan tangis tapi ia sendiri
tak tahu tangis apa itu.
“Apa hanya itu?””tanya
Ken memastikan.
“Ka...karena aku
juga menyukaimu!”Seru Yas dengan terbata dan langsung mengalihkan pandangnya.
Sebuah senyum tipis
tersungging diwajah Ken dan dengan cepat ia menarik Yas kedalam pelukannya.
“Aku sudah mengetahuinya!”Seru Ken dengan
senyum jahil tanpa diketahui oleh Yas.
“Sejak kapan?”tanya
Ken sambil mencari wajah Yas yang masih tertunduk.
Yas mengangkat
wajahnya dan keterkejutan tampak diwajahnya.
“Kapan?”tanya Ken
lagi menunggu.
“Aku tidak
tahu!”Seru Yas pelan.
Sementara Ken hanya
tersenyum.
.........
Malam menjelang dan
Ken memutuskan untuk menginap semalam di rumah Yas.Walaupun sudah biasa tapi
karena statusnya sekarang membuatnya menjadi canggung.
Menjelang malam Ken
dan Yas memutuskan untuk bersantai dibalkon kamar Ken ,karena mereka sudah
tidak memiliki pekerjaan.bukan memiliki,tapi terpaksa tidak memiliki karena
tidak ada mesin jahit untuk menjahitnya.
“Kira kira kapan
hal itu terjadi?,dan kenapa itu bisa terjadi?”tanya Ken yang duduk sambil
menggantungkan kakinya diatas balkon yang juga diikuti oleh Yas.
“Tidak tahu!,karena
saat itu aku tidak ada didalam rumah!”Jawab Yas pelan dan malu malu.
Ken menolehkan
kepalanya dan menatap Yas tak percaya.
“Tidak ada didalam
rumah?,malam malam!”Semalam kakak dimana?,kakak menginap dirumah ibu
kakak?”tanya Ken terkejut.
“Bu...bukan!,aku
ada di rumah tapi tidak tidur dikamarku!”Seru Yas hati hati.
“Tidak tidur
dikamar?,lalu tidur dimana?”tanya Ken penasaran.
Yas diam dan tak
menjawab.
“Apa kakak tidur
dikamarku!.karena kakak begitu merindukanku!”Seru Ken menebak dengan nada
meledak.
Yas sama sekali tak
menjawab ia hanya terdiam dan menatap langit.
“Semalam
hujan!”seru Yas mengalihkan pembicaraan.
“Hemmmmm....jadi
kakak tidak mau mengaku!”Seru Ken yang terus memaksa.
“Bagaimana kau bisa
menyatakan perasaanmu padaku!,sementara kau akan menikah dengan wanita
lain!”seru Yas mengalihkan pembicaraan dengan menyelipkan sedikit kecemburuan.
“Wanita lain!”Seru
Ken sambil melirik Yas yang tak memperhatikannya.Dan pandangnnya langsung ia
alihkan ketika Yas menatap kearahnya.
“Ya!,wanita
lain.Bukankah kau akan melamar wanita itu untuk kau jadikan istri!”Seru Yas
mengingatkan.
“Ayahku memberiku
pilihan!,aku menikah dengan wanita yang dipilihkannya atau aku memperkenalkan
wanita pilihanku!”Seru Ken menjelaskan.
“Lalu
pilihanmu?”tanya Yas penasaran.
“Tentu saja
pilihanku!”Seru Ken seraya merangkul Yas dan dan menarik lehernya hingga
terjepit diantara tanagnya.
“Hey
lepaskan!”Teriak Yas sambil berusaha untuk melepaskan dan Kenpun melepaskannya
sambil terus tertawa.
“Pilihanmu!,apa itu
aku?”tanya Yas hati hati.
“Ya!tapi mohon
tunggu sampai aku siap ya untuk memperkenalkanmu sebagai calon istriku pada
ayahku!”Seru Ken dengan nada merendah diakhir kalimatnya.
Ken memandangi Yas
yang tidak melihatnya.
“Tunggu sampai aku
mencapai mimpiku! Dan itu tidak akan lama”tanbah Ken menyemangati.
“Tidak papa!,kau
tidak perlu merasa terbebani,karena kau tidak melakuan hal hal yang membuatmu
harus bertanggung jawab terhadapku!”Seru Yas tampak biasa saja.
Ken tersenyum
memandangi Yas yang juga tersenyum padanya.Tapi tiba tiba senyum diwajah Ken
hilang,tapi tatapannya tak beralih dari Yas.
“Tapi kakak yang
harus bertanggung jawab!”Seru Ken tegas dan tanpa senyum.
“Tanggung
jawab!,apa?”tanya Yas penasaran dan was was.
“Kakak harus
bertanggung jawab karena kakak sudah memasuki hatiku tanpa izin!”Seru Ken
sambil tersenyum licik.
Yas terkejut dan
memukul Ken,tapi Ken menampiknya dan dengan cepat ia menyodorkan
wajahnya.Dengan cepat Yas menarik wajahnya dan Ken menghentikan aksinya.
“Apa yang akan kau
lakukan?”tanya Yas dengan kepala condong kebelakang dan heran.
Ken tak menjawab ia
hanya tersenyum dan berniat untuk melakukan aksinya lagi.
“Apa itu yang kau
inginkan!”Seru Yas setelah mencium pipi Ken.
Ken hanya terdiam
dan mundur dari tempatnya,dan lalu tersenyum sambil memegangi pipinya.
“Bagaimana kau
mengejar mimpimu sementara mesin jahit kita hilang?”tanya Yas yang kemudian
mengalihkan pembicaraan dan masih malu dengan hal yang baru ia lakukan.
Ken tak menjawab ia
hanya menarik Yas dan merangkulnya.
“Untuk saat ini
jangan bicarakan hal itu,bukankah kita sednag menikmati masa masa kita berdua!,bukankah
kita sedang melepas rindu!”Seru Ken mengingatkan.
Yas tak menjawab,ia
hanya menunduk dan tersenyum malu dan senang.
..........
Tidak ada komentar :
Posting Komentar