Kamis, 10 Oktober 2013

05:05 parts 15



........
Pagi menjelang dan aktifitas seperti biasanya berlangsung,Ken memotong kain dan Yas menjahitnyaTapi pagi ini ada yang aneh,dan itu dirasakan oleh Ken,ia merasa Yas pagi itu sudah mendiaminya legih dari 30 menit,dan itu tak seperti biasanya.Karena biasanya Yas akan bertanya,bercerita,ataupun sekedar basa basi,tapi kali ini tidak sama sekali,bahkan ia juga tak mendiskusikan model baju yang baru saja mereka buat,dan itu tak seperti biasanya.
“Kak!,apakah kakak suka es krim rasa cokelat?”tanya Ken yang mendengar suara penjual es krim keliling.
“Tidak!”jawab Yas singkat tanpa menoleh pada lawan bicaranya.
“Menurut penelitian cokelat bisa meringankan suasana hati yang sedang buruk!”Seru Ken yang berusa mencairkan suasana yang sejak tadi membeku.
Tak ada respon dari Yas dan itu membuat Ken bingung.
“Oke!,kalau begitu,aku saja yang beli!”Seru Ken sambil berjalan keluar rumah meninggalkan Yas yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Yas menghentikannya pekerjaannya,dan melihat kepergian Ken dari dalam rumah.
Beberapa saat berlalu,dan Ken pulang dengan membawa pulang es krim yang ia beli didalam kantong plastik ,dan ia menghampiri Yas yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
“Ini!”Seru Ken yang langsung menyodorkan es krim yang sudah dibuka dari bungkusnya tapi belum dimakan.
“Aku sudah mengatakannya!,aku tidak mau!”Seru Yas terkejut.
“Tapi aku sudah terlanjur membukanya,dan terlambat kalau harus di masukan ke freezer!,karena bungkusnya sudah aku buang!”Seru Ken beralasan.
“Bukankah kau beli untuk dirimu sendiri!”Seru Yas mengingatkan.
“Punyaku sudah kuhabiskan tadi di depan,dan ini sengaja aku belikan untuk kakak!,karena aku lihat suasana hati kakak sedang tidak baik!”Seru Ken sambil menyodorkan es krim pada Yas agar lebih dekat.
Yas tak berkata apa apa,ia hanya terkejut dengan tindakan yang ditunjukan Ken padanya,Ken terlalu dekat menyodorkan es krim itu kemulutnya.
“Apa yang akan kau lakukan?”tanya Yas tak mengerti.
“Ayo makan!,esnya sudah meleleh,dan janagn sampai lelehannya mengotori tanganku,karena aku harus memotong kain warna merah itu!”Seru Ken yang terus memaksa.
Mau tidak mau Yas memakan es krim yang disodorkan Ken,dan menghabiskannya.
“Ternyata Kakak harus disuapi dulu,baru mau makan!”Seru Ken meledek.
Yas sejenak terdiam dan ia menyadarinya.
“Kau yang memaksaku!”Seru Yas membela diri.
“Bagaiman?,apakah suasana hati kakak sudah baikan?”tanya Ken sambil menunggu jawaban dari Yas.
“Dadaku sakit!”Seru Yas menjelaskan.
“Itu karena kakak,makannya terburu buru jadi dinginya masih tertinggal didada!”Seru Ken menjelaskan.
“Kau yang memaksaku!”tuduh Yas.
“Jangan cari kambing hitam!,itu karena kakak tidak makan pelan pelan!,atau mungkin kakak grogi karena aku suapi?”seru Ken dengan nada meledek dan tersenyum jahil.
Yas tak menjawab,ia langsung membuang wajahnya dan melanjutkan pekerjaannya.
“Lanjutkan pekerjaanmu!”seru Yas tegas.
“Oke!”seru Ken yang tidak kembali ke tempat kerjanya tapi malah ia pergi kedapur dan dan membuka kulkas.dan memasukan sesuatu.
Dan kembali mereka bekerja dalam diam,tanpa bicara seperti biasanya.
.......                                                 
Yas masih duduk dibelakang mesin jahitnya sementara Ken sudah kembali ke kamarnya,karena hari sudah sore dan Ken meminta izin untuk Mandi.Sementara Yas masih pada posisinya,walaupun sudah tidak ada lagi pekerjaan yang ia kerjakan saat itu.
Sesaat Yas melihat Kalender meja miliknya yang ia taruh tak jauh dari meja mesin jahitnya,dimana ia menandai  di salah satu tanggal di bulan lalu yang belum ia ganti,ia melihat tanggal yang ia tandai sudah lewat dari tanggal yang sedang mereka jalani di bulan ini.
“Ken gajian!”seru Yas  mengingatkan dirinya sendiri.
“Berapa yang harus aku berikan kepadanya!”Seru Yas sambil mengigit jari.
“Apa kaka ingin es krim lagi?”tanya Ken yang baru masuk kedalam rumahnya.dengan keadaan yang sudah bersih dan rapi.
Yas terkejut,dan ia segera menghentikan kebiasaannya.
“Kau sudah selesai?”tanya Yas mengabaikan pertanyaan Ken.
“Kak!,aku lapar!”Seru Ken mengeluh dan seperti anak kecil.
“Emmmmm....,sepertinya aku belum masak!”Seru Yas yang teringat ketika tadi mereka makan singa,dan ia belum sempat memasak nasi
“Bagaiman kalau kita makan diluar?”seru Ken menyuarakan idenya.
Yas terdiam sejenak dan ia berfikir sejenak.
“Bagaimana?”Tanya Ken menyadarkan Yas.sambil memiringkan kepalanya dan mengamati Yas yang terdiam.
“Emmmmm....!,hari ini kau gajian!,apa kau mau mentelaktirku?”tanya Yas yang kemudian menyunggingkan senyum terpaksa.
“Benarkah?”seru Ken terkejut dan menghampiri Yas.
“Ya!,tapi aku tidak tahu,berapa aku harus menggajimu!,karena aku belum pernah memiliki karyawan,dan aku belum pernah menggaji seseorang!”jelas Yas polos.
Ken tersenyum dan duduk di dimeja mesin jahit dekat dengan Yas.
“Mungkin dengan makan malam di luar,sudah cukup untuk menggajiku!”Seru Ken menawari.
“Baiklah!”Seru Yas menyetujui rencana Ken.
“Kalau begitu!,ayo Kakak bersiap siap!”Seru Ken sambil berdiri dari tempat duduknya.
Yas segera bergerak dari tempat duduknya dan pergi untuk bersiap siap,sementara Ken menunggunya di luar.
Selesai mandi Yas bersiap siap,dan tanpa sengaja ia merasa harus mempersiapkan sesuatu untuk hal yang menurutnya penting,ia bingung memilih baju yang ada didialam lemarinya,dan ia juga tak lupa untuk berdandan.
Saat semua selesai,ia melihat dirinya yang sudah cantik di depan cerimnnya sambil merapikan rambutnya yang terurai,dan hal itu biasa ia lakukan ketika ia akan pergi untuk menemui Tommy.
“Kenapa aku melakukannya?”tanya Yas yang tersadar ia sudah berdandan tak seperti biasanya,ketika ia akan pergi bersama Ken.
Yas segera mengambil tissue yang ada dimeja riasnya.
“Kak!,sudah belum?”teriak Ken.
Yas terkejut dan ia tak sempat menghapus make upnya yang sederhana tapi sangat berlebihan menurutnya.Karen mereka hanya makan malam biasa,bukan makan malam spesial.Dan tak seperti biasa ketika ia pergi bersama Tommy.
Diluar Ken terus berteriak dan tak sabar membuat Yas makin gugup bimbang untuk sedikit menghapus,atau membiaraknnya.
Dan Yaspun keluar dari kamarnya dengan dandanannya yang semula.Ken melihatnya terkejut,dan tak bisa berkata apa apa.
“Ayo kita pergi!”Seru Yas yang mencoba untuk mengusai perasaannya.
“Apa kita akan makan malam spesial?”tanya Ken.
“Kenapa?”tanya Yas penasaran.
“Kakak,terlihat begitu cantik!,dan aku jadi minder!”Seru Ken dengan nada meledek dan hati senang.
“Dan....,mana ikat rambut kakak?,apa kakak menghilangkannya?”tanya Ken yang tak biasa melihat Yas tanpa ikat rambut ketika pergi bersamanya.
“Baiklah.kalau begitu aku akan menghapusnya!”Seru Yas datar.dan berbalik.
“Eh!,”Seru Ken sambil menahan tangan Yas.
“Jangan marah dong!,atau kakak lagi PMS?,Mudah sekali tersinggung!”keluh Ken.
Dan merekapun pergi dengan menggunakan bus umum.
Yas hanya diam sepanjang perjalanan,hanya menuruti kemana Ken akan mengajaknya makan.
“Apa kita sedang berkencan?”tanya Ken memecahkan keheningan diantara mereka.
Yas membesarkan matanya karena terkejut.
“Jangan terkejut seperti itu!”seru Ken yang melihatnya diwajah Yas.
“Kencan?”tanya Yas balik.
“Ya!,aku pikir seperti itu!,tapi kencan kita adalah HTS!”Seru Ken
“Hubungan tanpa status!”Lanjut Ken.
“Hubungan kita ada!,bukankah hubungan kita adalah bos dan karyawan!”Seru Yas mengingatkan sambil tersenyum.
Ken balas tersenyum dan merasa senang karena ia bisa membuat Yas tersenyum hari ini,walaupun sangat sedikit.
“Ya!,hubungan bos dan Karyawan!”Seru Ken mengulangi.
“Dan akan berubah nanti!”Seru Ken melanjutkan sambil melirik Yas yang sedang memandang kearahnya.
“Berubah?”tanya Yas terkejut dan tak mengerti,tapi kata kata itu membuat hatinya sedikit bergetar dan tubuhnya sedikit kebas.
“Ya!,BERUBAH!”seru Ken mengulangi lagi.Bukankah kita sekarang partner!,aku yang memberi modal dan kakak yang membuatnya.Kita ini simbiosis mutualisme!”Seru Ken menjelaskan.
Yas kembali tertawa,dan merasa malu pada diri sendiri karena telah berfikir macam macam.
Ken merasa semakin senang karena sudah berhasil membuat Yas kembali tersenyum kali ini.
.........
Ken mengajak Yas kesbuah resaurant yang sedikit lebih berkelas dari sebuah tempat makan kaki lima,awalnya Yas menolaknyadengan alasan ia tak bisa membayar makanan mereka jika Ken memesan makanan lebih dari dua macam makanan.Tapi Ken meyakinkannya,kali ini ia tidak akan makan banyak!,dan jika ia masih lapar,ia akan menambah porsi makannya,di kedai pinggir jalan.
“Bagaimana,apakah uang di dompet kakak masih mampu untuk membayar makanan kita?”tanya Ken ketika makanan yang mereka pesan sudah berada di hadapan mereka.
“Cukup!”Seru Yas sambil tertawa geli.
“Tenang kalau uang kakak kurang,akau bisa mengelurkan uangku!”Seru Ken sambil mencondongkan kepalanya kedepan,dan berbisik.
“Tidak bisa!,ini kan permintaanmu pada bosmu!”Seru Yas tak mau.
“Tapi ini kan pengganti gajiku!”Bela Ken.
“Tapi aku tidak membawa uang banyak!”Seru Yas mengingatkan.
“Karena itu!,aku akan membayar jika uang kakak tidak cukup!”timpa Ken.
“Bukankah kita sudah tahu berapa harga makanan ini!Seru Yas kemudian.
“Bagaimana kalau aku ingin nambah?”kata Ken lagi.
“Itu urusanmu!”Seru Yas kemudian.
Dan setelah berdebat sedikit,akhirnya mereka memakan makanan mereka,sambil diselingi obrolan ringan tentang mereka yang kadang menyerempet tentang hal pribadi mereka.
“Masih sore!”Seru Ken yang melihat jam tangannya menunjukan pukul 8 malam.
“Kita pulang!”Seru Yas kemudian.
Ken terkejut,dan melirik kearah Yas yang berdiri disampingnya ketika mereka sedang berjalan diterotoar.
“Kakak!,sudahmengantuk?”tanya Ken.
“Belum!”jawab Yas singkat.
“Kenapa ingin buru buru pulang?”
“Bukankah kau hanya bilang ingin makan malam di luar?”tanya Yas mengingatkan.
“Bagaiman kalau kita nonton film dulu!”Ajak Ken ketika mereka melihat gedung bioskop dengan memampangkan beberapa poster film.
“Nonton?”tanya Yas.
“Ya!,kita nonton!,mumpung kita ada diluar!,jarang jarang kita bisa menikmati waktu senggang di luar rumah!”Seru Ken yang langsung menyambar tangan Yas dan mengajaknya untuk menyebrang.
“Hey!,apa yang kau lakukan!”tanya Yas yang tak siap Dengan ajakan Ken.
“Kalau kita naik mobil pribadi aku akan membawamu memutar balik,tapi karena kita naik kendaraan umum!,jadi sebaiknya kita menyebrang!”Seru Ken menjelaskan.
Ken mengantri tiket sementara Yas ditugaskan untuk membeli makanan,awalnya Yas menolak,karena mereka baru saja makan,tapi Ken memaksanya,dan menyerahkan sejumlah uang,dan tanpa bisa menolak Yas mengikuti perintah Ken.
“Filmnya tentang apa?’tanya Yas ketika mereka baru saja duduk dan menunggu filmya diputar.
“Drama komedi romantis!”Seru Ken sambil membenarkan posisi duduknya.
“Drama!”Seru Yas singkat.
“Ya!,aku tahu kakak masih dalam masa patah hati.tapi hany film ini yang tersisa!”Seru Ken sambil berbisik menjelaskan,sebelum Yas berkomentar.
Yas tak berkomentar apa apa,ia hanya terdiam dan mencoba untuk menikmati film yang baru saja dimulai.
Film dimuli,Yas dan Ken menikmatinya tanpa menyadari akan diri masing masing,Ketika mereka tertawa,menangis atau terdiam,sampai akhirnya film selesai dan kantong mata mereka terlihat mebengkak.
“Kakak mengis?”tanya Ken.
“Aku masih normal!,tentu saja aku menangis!”Bela Yas.
“Tapi aku juga tertawa sampai menangis!”Tambah Ken.
Yas tertawa,dan membenarkan perkataan Ken,dimana mereka sedang membahas tentang film yang sudah mereka tonton.
“Apa hari ini kakak senang?”tanya Ken kemudian,mengalihkan pembicaraan.
“Memangnya kapan aku sedang tidak senang?”tanya Yas mengoreksi.
“Mungkin tadi pagi!,tadi siang!”Tuduh Ken.
Yas tak menjawab ia hany sedikit menyunggingkan senyumnya pada Ken dan Ken membalasnya.
“Apa kita akan kesuatu tempat?”tanya Yas.
“Apa kakak masih ingin berada diluar rumah?”tanya Ken balik.
“Aku hanya bertanya!,karena hari ini kan hari gajianmu!”Seru Yas mengingatkan.
“Ingi kan hanya hari gajian!,bukan hari spesial!,sebaiknya kita pulang!”Seru Ken yang tiba tiba menggandeng tangan Yas.
Yas terkejut dan dan mencoba untuk menarik tangannya,tapi Ken menahanya dan melihat kearah Yas.
“Anggap saja kita sedang berkencan!,bukankah kita sama sama single!,tidak akan ada yang marah kan kalau aku melakuan ini pada kakak!”Seru Ken smabil mengangkat tangannya yang sedang emnggenggam tangan Yas dan menunjukannya pada Yas.
Yas hanya tersenyum dan mengngguk tanda membenarkan.
“Kita berkencan!,sekaligus mencari pasangan,mungkin ada salah satu dari kita yang akan emnemukannya di pinggir jalan!”Seru Ken pada Yas sambil terus menggandeng tangannya.
“Kau kira mereka tukang kacang rebus!”Seru Yas yang latah karena melihat tukang kacang rebus didekat mereka.
“Kacang rebus?”seru Ken yang kemudian tertawa ketika sadar ia juga melihat tukang kacang rebus.
Mereka menghampiri tukang kacang rebus itu dan Ken melepaskan genggaman tangannya dari tanagn Yas,Sejenak Yas terdiam,ia merasakan sesuatu,ketika Ken melepaskan tanagnnya,seperti sesuatu ada yang hilang!,hatinya merasa kehilangan.Yas memperhatikan Ken yang sedang berbicara padapenjual kacang rebus,dan ia merasa ada sesuatu yang muncul dalam hatinya ketika ia melihat Ken.
Sekilas Ken menoleh kearahnya dan dan melemparkan senyuman kepadanya dan kembali lagi pada tukang kacang.
Yas menggenggam tangannya dimana Ken pernah menggenggamnya tadi.
“Ayo!”Seru Ken yang kembali meraih tangan Yas dan mengajaknya pergi.
Dan saat itu juga rasa nyaman yang hilang dari dalam hatinya tiba tiba datang lagi dan melegakan gatinya.
“Apa ini?”tanya Yas bertanya dalam hatinya,sambil sesekali melihat Ken.
Ken menoleh kearahnya dan kembali tersenyum.
“Sebaiknya kita duduk dulu!,dan mengobrol!”Seru Ken yang melihat halte bus.
“Ah ya!”Jawab Yas tersadar.
Ken dan Yas duduk halte,bukan untuk menunggu bus yang akan mengantarkan mereka pulang,tapi untuk mengobrol,karena sudah beberapakali bus lewat dan mereka mengabaikannya,dengan obrolan mereka yang asyik.
“Kakak tahu sekarang kita sedang menabur benih!”Seru Ken yang sedang sibuk mengupas kulit kacang.
Yasmengerutkan kening tanda tak mengerti.
“Bukankah kacang adalah jenis makanan yang bisa membuat jerawat makin subur!”Seru Ken menjelaskan.
“Oh!”
“Ken!,akan sampai kapan kau menghindari ayahmu?”Tanya Yas mengalihkan pembicaraan sambil terus memandangi Ken yang sibuk memakan kacang.
“Kakak mengusirku?,kakak ingin aku pergi dari rumah kakak?,apa kakak merasa terganggu dengan kehadiranku?”tanya Ken bertubi tubi.
“Bukan seperti itu!,aku hanya bertanya!,dan kau punya hak untuk tak menjawabnya.
“Dan mungkin kalau posisi kita  terbalik aku juga akan bingung untuk menjawabnya!”lanjut Yas.
“Aku akan kembali kalau aku sudah sukses!”Jawab Ken pelan.
“Aku beritahu!,karena aku sudah tidak mempunyai orang tua!”Seru Yas mengingatkan.
“Apa?”
“Saat ibuku meninggal aku sedang berada di sekolah!,pagi itu,Sebelum berangkat kesekolah ibuku sudah memintaku untuk tidak berangkat sekolah,dan menyuruhku untuk menemaninya,tapi aku menolaknya,dan beralasan,kalau hari ini ada tes di kelas,dan aku tidak mau mengikuti tes susulan.Ibuku memaksaku,tapi akupun memaksanya untuk mengijinkanku pergi,sampai akhirnya beliau mengijinkanku dan ketika di sekolah!,ketika aku sedang mengikuti tes,aku dipanggil oleh guruku dan mengabarkan kalau ibuku sudah tiada!,dan saat itu aku begitu menyesal karena ternyata itu adalah permintaannya yang terakhir dan aku tidak memenuhinya.
“Hal serupapun hampir aku alami ketika ayahku pergi,saat itu akan pergi keluar kota,tapi ibu tiriku memintaku untuk tidak pergi,kembali aku menolaknya,tapi saat aku melihat ayahku terbatuk batuk tiba tiba aku teringat oleh ibuku yang begitu sehat dan tiba tiba pergi.
“Dan hal yang aku takutkanpun terjadi,dua hari setelah aku memutuskan untuk tidak pergi,ayahku pergi meninggalkan kami!,tidak bisa dibayangkan jika aku tidak mengindahkan permintaan ibu tiriku untuk tidak pergi,karena aku berencana untuk pergi selama 1 minggu.Dan aku bersyukur walaupun 1 minggu aku pergi bersama teman temanku,tapi 2 hari bersama  ayahku adalah hal yang paling berharga.Saat aku kehilangan ibuku,aku begitu sangat menyesal,tapi saat ayahku pergi aku sangat bahagia,karena aku bisa menemaninya disaat saat terakhir,dan itu untuk menembus esalahanku pada ibuku!”Cerita Yas yang membuatnya kembali meneteskan airmata kesedihan.
Ken mendengarkan dengan seksama,dan tanpa sadar iapun mengeluarkan airmata walupun tidak sampai jatuh.
“Maaf!”Seru Ken yang tiba tiba menghapus air mata di wajah Yas.
Yas terkejut dan mundur dengan tiba tiba untuk menjaga jarak.
“Maaf!,untuk apa?”tanya Yas.
“Untuk kakak!,untuk aku,hanya untuk menyadarkanku kakak harus membuka luka lama kakak!”jelas Ken.
Yas tersenyum simpul dan membersihkan airmata di wajahnya.
“Aku akan pulang!,tapi bukan untuk sekarang!,aku pasti pulang!”Seru Ken yakin.
“Ayo kita pulang!”Seru Yas bangkit dari tempat duduknya.
“Ya!,sudah malam juga!”seru Ken mendukung.
Ken dan Yas hanya membetulkan posisi duduknya,dan menunggu bus yang akan mengantarkan mereka.
“Apa masih ada bus yang lewat?”tanya Yas yang melihat tempat itu sudah sepi.
“Hampir tengah malam!”seru Ken yang kembali melihat jam tangannya kembali.
“Bagaimana kalau kita naik Taksi!”seru Ken mengusulkan.
“Jangan!,kita harus irit!,sabar sedikit,nanti juga datang!”seru Yas protes.
“Tyas!”Seru Ken yang langsung berdiri dari tempat duduknya.
Ken menghampiri orang yang dipanggil Tyas yang berdiri tak jauh di belakang Yas.Ken mengajak orang itu untuk menjauh dan mereka berdua berbicara,sementara Yas hanya bisa melihat mereka bicara berbisik bisik dengan perasaan yang tiba tiba menyusup didalam hatinya.
“Apa yang sedang kau lakukan disini?”tanya Ken sambil memandangi orang yang bernama Tyas itu.
“Kakak!,apa yang sedang kakak lakukan?,aku mencarimu kemana mana!”
“Kau mencariku?”tanya Ken curiga.
“Apa kau adalah salah satu orang ynag diperintahkan ayahku?”Tanya Ken sambil meremas kedua lengan Tyas.
“Bukan waktu yang tepat untuk menanyakan hal itu!”Seru Tyas membela diri.
“Lalu!,apa?,apa kau sedang jalan jalan?”tanya Ken sedikit dengan nada menggoda.
“Sebaiknya kakak pulang!”
“Kau seperti ayahku!”
“Ini untuk ayahmu!”
“Tentu saja!,karena itu perintah ayahku!”seru Ken meremehkan
“Ayahmu sakit!”Seru Tyas dengan nada tinggi.
“Itu bukan alsanan yang bagus!”Seru Ken yang kemudian pergi meninggalkan Tyas.
“Beliau jatuh di kamar mandi dan sekarang struk!”seru Tyas dengan nada sedikit meninggi agar Ken mendengar.
Ken terdiam di tempatnya ,tiba tiba saja kepalanya menjadi berat seperti ada sesuatu yang memukul kepalnya dan kemudian terasa sakit.
Ken melihat Yas yang masih duduk manis ditempatnya,sambil terus memperhatikannya,dan kemudian ia berbalik dan melihat Tyas menghampirinya.
“Aku tidak bohong!,ayah kakak terjatuk kemarin ,dan beliau ingin bertemu kakak sekarang!”Seru Tyas menjelaskan.
“Benarkah!”Seru Ken tak percaya.Tapi hatinya berteriak padanya untuk segera menemuinya.
“Tunggu disini!”Seru Ken pada Tyas.
Ken menghampiri Yas dan Yas segera menghampirinya,berharap Ken akan mengenalkan wanita muda itu kepadanya.
“Ken!”Seru Yas berusaha biasa saja.
“Kakak!,kakak pulang duluan ya!,aku mungkin kan pulang terlambat!”Seru Ken denagn nada gusar sambil mencari sesuatu di dalam saku celananya.
“Ini!”Seru Ken sambil menyerahkan beberapa lembar uang pada Yas.
“Kau akan kemana?”tanya Yas yang kemudian menjadi khawatir.
“Pulanglah naik Taksi!”Seru Ken yang tak menjawab pertanyaan Yas dan kemudian pergi bebalik arah menemui Tyas.
Yas masih terdiam di tempatnya,sambil terus memperhatikan Ken pergi bersama wanita muda yang baru dilihatnya itu.
“Siapa dia?,apa yang terjadi?”tanya Yas dalam hati dengan perasaan yang tiba tiba terasa sakit.
...........

Tidak ada komentar :

Posting Komentar