........
Pagi menjelang dan aktifitas
seperti biasanya berlangsung,Ken memotong kain dan Yas menjahitnyaTapi pagi ini
ada yang aneh,dan itu dirasakan oleh Ken,ia merasa Yas pagi itu sudah
mendiaminya legih dari 30 menit,dan itu tak seperti biasanya.Karena biasanya
Yas akan bertanya,bercerita,ataupun sekedar basa basi,tapi kali ini tidak sama
sekali,bahkan ia juga tak mendiskusikan model baju yang baru saja mereka
buat,dan itu tak seperti biasanya.
“Kak!,apakah kakak suka es krim
rasa cokelat?”tanya Ken yang mendengar suara penjual es krim keliling.
“Tidak!”jawab Yas singkat tanpa
menoleh pada lawan bicaranya.
“Menurut penelitian cokelat bisa
meringankan suasana hati yang sedang buruk!”Seru Ken yang berusa mencairkan
suasana yang sejak tadi membeku.
Tak ada respon dari Yas dan itu
membuat Ken bingung.
“Oke!,kalau begitu,aku saja yang
beli!”Seru Ken sambil berjalan keluar rumah meninggalkan Yas yang masih sibuk
dengan pekerjaannya.
Yas menghentikannya
pekerjaannya,dan melihat kepergian Ken dari dalam rumah.
Beberapa saat berlalu,dan Ken
pulang dengan membawa pulang es krim yang ia beli didalam kantong plastik ,dan
ia menghampiri Yas yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
“Ini!”Seru Ken yang langsung
menyodorkan es krim yang sudah dibuka dari bungkusnya tapi belum dimakan.
“Aku sudah mengatakannya!,aku tidak
mau!”Seru Yas terkejut.
“Tapi aku sudah terlanjur
membukanya,dan terlambat kalau harus di masukan ke freezer!,karena bungkusnya
sudah aku buang!”Seru Ken beralasan.
“Bukankah kau beli untuk dirimu
sendiri!”Seru Yas mengingatkan.
“Punyaku sudah kuhabiskan tadi di
depan,dan ini sengaja aku belikan untuk kakak!,karena aku lihat suasana hati
kakak sedang tidak baik!”Seru Ken sambil menyodorkan es krim pada Yas agar
lebih dekat.
Yas tak berkata apa apa,ia hanya
terkejut dengan tindakan yang ditunjukan Ken padanya,Ken terlalu dekat
menyodorkan es krim itu kemulutnya.
“Apa yang akan kau lakukan?”tanya
Yas tak mengerti.
“Ayo makan!,esnya sudah
meleleh,dan janagn sampai lelehannya mengotori tanganku,karena aku harus
memotong kain warna merah itu!”Seru Ken yang terus memaksa.
Mau tidak mau Yas memakan es krim
yang disodorkan Ken,dan menghabiskannya.
“Ternyata Kakak harus disuapi
dulu,baru mau makan!”Seru Ken meledek.
Yas sejenak terdiam dan ia
menyadarinya.
“Kau yang memaksaku!”Seru Yas
membela diri.
“Bagaiman?,apakah suasana hati
kakak sudah baikan?”tanya Ken sambil menunggu jawaban dari Yas.
“Dadaku sakit!”Seru Yas
menjelaskan.
“Itu karena kakak,makannya
terburu buru jadi dinginya masih tertinggal didada!”Seru Ken menjelaskan.
“Kau yang memaksaku!”tuduh Yas.
“Jangan cari kambing hitam!,itu
karena kakak tidak makan pelan pelan!,atau mungkin kakak grogi karena aku
suapi?”seru Ken dengan nada meledek dan tersenyum jahil.
Yas tak menjawab,ia langsung
membuang wajahnya dan melanjutkan pekerjaannya.
“Lanjutkan pekerjaanmu!”seru Yas
tegas.
“Oke!”seru Ken yang tidak kembali
ke tempat kerjanya tapi malah ia pergi kedapur dan dan membuka kulkas.dan
memasukan sesuatu.
Dan kembali mereka bekerja dalam
diam,tanpa bicara seperti biasanya.
.......
Yas masih duduk dibelakang mesin
jahitnya sementara Ken sudah kembali ke kamarnya,karena hari sudah sore dan Ken
meminta izin untuk Mandi.Sementara Yas masih pada posisinya,walaupun sudah
tidak ada lagi pekerjaan yang ia kerjakan saat itu.
Sesaat Yas melihat Kalender meja
miliknya yang ia taruh tak jauh dari meja mesin jahitnya,dimana ia
menandai di salah satu tanggal di bulan
lalu yang belum ia ganti,ia melihat tanggal yang ia tandai sudah lewat dari
tanggal yang sedang mereka jalani di bulan ini.
“Ken gajian!”seru Yas mengingatkan dirinya sendiri.
“Berapa yang harus aku berikan
kepadanya!”Seru Yas sambil mengigit jari.
“Apa kaka ingin es krim
lagi?”tanya Ken yang baru masuk kedalam rumahnya.dengan keadaan yang sudah
bersih dan rapi.
Yas terkejut,dan ia segera
menghentikan kebiasaannya.
“Kau sudah selesai?”tanya Yas
mengabaikan pertanyaan Ken.
“Kak!,aku lapar!”Seru Ken
mengeluh dan seperti anak kecil.
“Emmmmm....,sepertinya aku belum
masak!”Seru Yas yang teringat ketika tadi mereka makan singa,dan ia belum
sempat memasak nasi
“Bagaiman kalau kita makan
diluar?”seru Ken menyuarakan idenya.
Yas terdiam sejenak dan ia
berfikir sejenak.
“Bagaimana?”Tanya Ken menyadarkan
Yas.sambil memiringkan kepalanya dan mengamati Yas yang terdiam.
“Emmmmm....!,hari ini kau
gajian!,apa kau mau mentelaktirku?”tanya Yas yang kemudian menyunggingkan
senyum terpaksa.
“Benarkah?”seru Ken terkejut dan
menghampiri Yas.
“Ya!,tapi aku tidak tahu,berapa
aku harus menggajimu!,karena aku belum pernah memiliki karyawan,dan aku belum
pernah menggaji seseorang!”jelas Yas polos.
Ken tersenyum dan duduk di dimeja
mesin jahit dekat dengan Yas.
“Mungkin dengan makan malam di
luar,sudah cukup untuk menggajiku!”Seru Ken menawari.
“Baiklah!”Seru Yas menyetujui
rencana Ken.
“Kalau begitu!,ayo Kakak bersiap
siap!”Seru Ken sambil berdiri dari tempat duduknya.
Yas segera bergerak dari tempat
duduknya dan pergi untuk bersiap siap,sementara Ken menunggunya di luar.
Selesai mandi Yas bersiap
siap,dan tanpa sengaja ia merasa harus mempersiapkan sesuatu untuk hal yang
menurutnya penting,ia bingung memilih baju yang ada didialam lemarinya,dan ia
juga tak lupa untuk berdandan.
Saat semua selesai,ia melihat
dirinya yang sudah cantik di depan cerimnnya sambil merapikan rambutnya yang
terurai,dan hal itu biasa ia lakukan ketika ia akan pergi untuk menemui Tommy.
“Kenapa aku melakukannya?”tanya
Yas yang tersadar ia sudah berdandan tak seperti biasanya,ketika ia akan pergi
bersama Ken.
Yas segera mengambil tissue yang
ada dimeja riasnya.
“Kak!,sudah belum?”teriak Ken.
Yas terkejut dan ia tak sempat menghapus
make upnya yang sederhana tapi sangat berlebihan menurutnya.Karen mereka hanya
makan malam biasa,bukan makan malam spesial.Dan tak seperti biasa ketika ia
pergi bersama Tommy.
Diluar Ken terus berteriak dan
tak sabar membuat Yas makin gugup bimbang untuk sedikit menghapus,atau
membiaraknnya.
Dan Yaspun keluar dari kamarnya
dengan dandanannya yang semula.Ken melihatnya terkejut,dan tak bisa berkata apa
apa.
“Ayo kita pergi!”Seru Yas yang
mencoba untuk mengusai perasaannya.
“Apa kita akan makan malam spesial?”tanya
Ken.
“Kenapa?”tanya Yas penasaran.
“Kakak,terlihat begitu
cantik!,dan aku jadi minder!”Seru Ken dengan nada meledek dan hati senang.
“Dan....,mana ikat rambut
kakak?,apa kakak menghilangkannya?”tanya Ken yang tak biasa melihat Yas tanpa
ikat rambut ketika pergi bersamanya.
“Baiklah.kalau begitu aku akan
menghapusnya!”Seru Yas datar.dan berbalik.
“Eh!,”Seru Ken sambil menahan
tangan Yas.
“Jangan marah dong!,atau kakak
lagi PMS?,Mudah sekali tersinggung!”keluh Ken.
Dan merekapun pergi dengan menggunakan
bus umum.
Yas hanya diam sepanjang
perjalanan,hanya menuruti kemana Ken akan mengajaknya makan.
“Apa kita sedang berkencan?”tanya
Ken memecahkan keheningan diantara mereka.
Yas membesarkan matanya karena
terkejut.
“Jangan terkejut seperti itu!”seru
Ken yang melihatnya diwajah Yas.
“Kencan?”tanya Yas balik.
“Ya!,aku pikir seperti itu!,tapi
kencan kita adalah HTS!”Seru Ken
“Hubungan tanpa status!”Lanjut
Ken.
“Hubungan kita ada!,bukankah
hubungan kita adalah bos dan karyawan!”Seru Yas mengingatkan sambil tersenyum.
Ken balas tersenyum dan merasa
senang karena ia bisa membuat Yas tersenyum hari ini,walaupun sangat sedikit.
“Ya!,hubungan bos dan
Karyawan!”Seru Ken mengulangi.
“Dan akan berubah nanti!”Seru Ken
melanjutkan sambil melirik Yas yang sedang memandang kearahnya.
“Berubah?”tanya Yas terkejut dan
tak mengerti,tapi kata kata itu membuat hatinya sedikit bergetar dan tubuhnya
sedikit kebas.
“Ya!,BERUBAH!”seru Ken mengulangi
lagi.Bukankah kita sekarang partner!,aku yang memberi modal dan kakak yang membuatnya.Kita
ini simbiosis mutualisme!”Seru Ken menjelaskan.
Yas kembali tertawa,dan merasa
malu pada diri sendiri karena telah berfikir macam macam.
Ken merasa semakin senang karena
sudah berhasil membuat Yas kembali tersenyum kali ini.
.........
Ken mengajak Yas kesbuah
resaurant yang sedikit lebih berkelas dari sebuah tempat makan kaki
lima,awalnya Yas menolaknyadengan alasan ia tak bisa membayar makanan mereka
jika Ken memesan makanan lebih dari dua macam makanan.Tapi Ken
meyakinkannya,kali ini ia tidak akan makan banyak!,dan jika ia masih lapar,ia
akan menambah porsi makannya,di kedai pinggir jalan.
“Bagaimana,apakah uang di dompet
kakak masih mampu untuk membayar makanan kita?”tanya Ken ketika makanan yang
mereka pesan sudah berada di hadapan mereka.
“Cukup!”Seru Yas sambil tertawa
geli.
“Tenang kalau uang kakak
kurang,akau bisa mengelurkan uangku!”Seru Ken sambil mencondongkan kepalanya
kedepan,dan berbisik.
“Tidak bisa!,ini kan permintaanmu
pada bosmu!”Seru Yas tak mau.
“Tapi ini kan pengganti gajiku!”Bela
Ken.
“Tapi aku tidak membawa uang
banyak!”Seru Yas mengingatkan.
“Karena itu!,aku akan membayar
jika uang kakak tidak cukup!”timpa Ken.
“Bukankah kita sudah tahu berapa
harga makanan ini!Seru Yas kemudian.
“Bagaimana kalau aku ingin
nambah?”kata Ken lagi.
“Itu urusanmu!”Seru Yas kemudian.
Dan setelah berdebat
sedikit,akhirnya mereka memakan makanan mereka,sambil diselingi obrolan ringan
tentang mereka yang kadang menyerempet tentang hal pribadi mereka.
“Masih sore!”Seru Ken yang
melihat jam tangannya menunjukan pukul 8 malam.
“Kita pulang!”Seru Yas kemudian.
Ken terkejut,dan melirik kearah
Yas yang berdiri disampingnya ketika mereka sedang berjalan diterotoar.
“Kakak!,sudahmengantuk?”tanya
Ken.
“Belum!”jawab Yas singkat.
“Kenapa ingin buru buru pulang?”
“Bukankah kau hanya bilang ingin
makan malam di luar?”tanya Yas mengingatkan.
“Bagaiman kalau kita nonton film
dulu!”Ajak Ken ketika mereka melihat gedung bioskop dengan memampangkan
beberapa poster film.
“Nonton?”tanya Yas.
“Ya!,kita nonton!,mumpung kita
ada diluar!,jarang jarang kita bisa menikmati waktu senggang di luar
rumah!”Seru Ken yang langsung menyambar tangan Yas dan mengajaknya untuk
menyebrang.
“Hey!,apa yang kau lakukan!”tanya
Yas yang tak siap Dengan ajakan Ken.
“Kalau kita naik mobil pribadi
aku akan membawamu memutar balik,tapi karena kita naik kendaraan umum!,jadi
sebaiknya kita menyebrang!”Seru Ken menjelaskan.
Ken mengantri tiket sementara Yas
ditugaskan untuk membeli makanan,awalnya Yas menolak,karena mereka baru saja
makan,tapi Ken memaksanya,dan menyerahkan sejumlah uang,dan tanpa bisa menolak
Yas mengikuti perintah Ken.
“Filmnya tentang apa?’tanya Yas
ketika mereka baru saja duduk dan menunggu filmya diputar.
“Drama komedi romantis!”Seru Ken
sambil membenarkan posisi duduknya.
“Drama!”Seru Yas singkat.
“Ya!,aku tahu kakak masih dalam
masa patah hati.tapi hany film ini yang tersisa!”Seru Ken sambil berbisik
menjelaskan,sebelum Yas berkomentar.
Yas tak berkomentar apa apa,ia
hanya terdiam dan mencoba untuk menikmati film yang baru saja dimulai.
Film dimuli,Yas dan Ken
menikmatinya tanpa menyadari akan diri masing masing,Ketika mereka
tertawa,menangis atau terdiam,sampai akhirnya film selesai dan kantong mata
mereka terlihat mebengkak.
“Kakak mengis?”tanya Ken.
“Aku masih normal!,tentu saja aku
menangis!”Bela Yas.
“Tapi aku juga tertawa sampai
menangis!”Tambah Ken.
Yas tertawa,dan membenarkan
perkataan Ken,dimana mereka sedang membahas tentang film yang sudah mereka
tonton.
“Apa hari ini kakak senang?”tanya
Ken kemudian,mengalihkan pembicaraan.
“Memangnya kapan aku sedang tidak
senang?”tanya Yas mengoreksi.
“Mungkin tadi pagi!,tadi
siang!”Tuduh Ken.
Yas tak menjawab ia hany sedikit
menyunggingkan senyumnya pada Ken dan Ken membalasnya.
“Apa kita akan kesuatu
tempat?”tanya Yas.
“Apa kakak masih ingin berada
diluar rumah?”tanya Ken balik.
“Aku hanya bertanya!,karena hari
ini kan hari gajianmu!”Seru Yas mengingatkan.
“Ingi kan hanya hari
gajian!,bukan hari spesial!,sebaiknya kita pulang!”Seru Ken yang tiba tiba
menggandeng tangan Yas.
Yas terkejut dan dan mencoba
untuk menarik tangannya,tapi Ken menahanya dan melihat kearah Yas.
“Anggap saja kita sedang
berkencan!,bukankah kita sama sama single!,tidak akan ada yang marah kan kalau
aku melakuan ini pada kakak!”Seru Ken smabil mengangkat tangannya yang sedang
emnggenggam tangan Yas dan menunjukannya pada Yas.
Yas hanya tersenyum dan mengngguk
tanda membenarkan.
“Kita berkencan!,sekaligus
mencari pasangan,mungkin ada salah satu dari kita yang akan emnemukannya di
pinggir jalan!”Seru Ken pada Yas sambil terus menggandeng tangannya.
“Kau kira mereka tukang kacang
rebus!”Seru Yas yang latah karena melihat tukang kacang rebus didekat mereka.
“Kacang rebus?”seru Ken yang
kemudian tertawa ketika sadar ia juga melihat tukang kacang rebus.
Mereka menghampiri tukang kacang
rebus itu dan Ken melepaskan genggaman tangannya dari tanagn Yas,Sejenak Yas
terdiam,ia merasakan sesuatu,ketika Ken melepaskan tanagnnya,seperti sesuatu
ada yang hilang!,hatinya merasa kehilangan.Yas memperhatikan Ken yang sedang
berbicara padapenjual kacang rebus,dan ia merasa ada sesuatu yang muncul dalam
hatinya ketika ia melihat Ken.
Sekilas Ken menoleh kearahnya dan
dan melemparkan senyuman kepadanya dan kembali lagi pada tukang kacang.
Yas menggenggam tangannya dimana
Ken pernah menggenggamnya tadi.
“Ayo!”Seru Ken yang kembali
meraih tangan Yas dan mengajaknya pergi.
Dan saat itu juga rasa nyaman
yang hilang dari dalam hatinya tiba tiba datang lagi dan melegakan gatinya.
“Apa ini?”tanya Yas bertanya
dalam hatinya,sambil sesekali melihat Ken.
Ken menoleh kearahnya dan kembali
tersenyum.
“Sebaiknya kita duduk dulu!,dan
mengobrol!”Seru Ken yang melihat halte bus.
“Ah ya!”Jawab Yas tersadar.
Ken dan Yas duduk halte,bukan
untuk menunggu bus yang akan mengantarkan mereka pulang,tapi untuk mengobrol,karena
sudah beberapakali bus lewat dan mereka mengabaikannya,dengan obrolan mereka
yang asyik.
“Kakak tahu sekarang kita sedang
menabur benih!”Seru Ken yang sedang sibuk mengupas kulit kacang.
Yasmengerutkan kening tanda tak
mengerti.
“Bukankah kacang adalah jenis
makanan yang bisa membuat jerawat makin subur!”Seru Ken menjelaskan.
“Oh!”
“Ken!,akan sampai kapan kau
menghindari ayahmu?”Tanya Yas mengalihkan pembicaraan sambil terus memandangi
Ken yang sibuk memakan kacang.
“Kakak mengusirku?,kakak ingin
aku pergi dari rumah kakak?,apa kakak merasa terganggu dengan
kehadiranku?”tanya Ken bertubi tubi.
“Bukan seperti itu!,aku hanya
bertanya!,dan kau punya hak untuk tak menjawabnya.
“Dan mungkin kalau posisi
kita terbalik aku juga akan bingung
untuk menjawabnya!”lanjut Yas.
“Aku akan kembali kalau aku sudah
sukses!”Jawab Ken pelan.
“Aku beritahu!,karena aku sudah
tidak mempunyai orang tua!”Seru Yas mengingatkan.
“Apa?”
“Saat ibuku meninggal aku sedang
berada di sekolah!,pagi itu,Sebelum berangkat kesekolah ibuku sudah memintaku
untuk tidak berangkat sekolah,dan menyuruhku untuk menemaninya,tapi aku
menolaknya,dan beralasan,kalau hari ini ada tes di kelas,dan aku tidak mau
mengikuti tes susulan.Ibuku memaksaku,tapi akupun memaksanya untuk
mengijinkanku pergi,sampai akhirnya beliau mengijinkanku dan ketika di
sekolah!,ketika aku sedang mengikuti tes,aku dipanggil oleh guruku dan
mengabarkan kalau ibuku sudah tiada!,dan saat itu aku begitu menyesal karena
ternyata itu adalah permintaannya yang terakhir dan aku tidak memenuhinya.
“Hal serupapun hampir aku alami
ketika ayahku pergi,saat itu akan pergi keluar kota,tapi ibu tiriku memintaku
untuk tidak pergi,kembali aku menolaknya,tapi saat aku melihat ayahku terbatuk
batuk tiba tiba aku teringat oleh ibuku yang begitu sehat dan tiba tiba pergi.
“Dan hal yang aku takutkanpun
terjadi,dua hari setelah aku memutuskan untuk tidak pergi,ayahku pergi
meninggalkan kami!,tidak bisa dibayangkan jika aku tidak mengindahkan
permintaan ibu tiriku untuk tidak pergi,karena aku berencana untuk pergi selama
1 minggu.Dan aku bersyukur walaupun 1 minggu aku pergi bersama teman
temanku,tapi 2 hari bersama ayahku
adalah hal yang paling berharga.Saat aku kehilangan ibuku,aku begitu sangat
menyesal,tapi saat ayahku pergi aku sangat bahagia,karena aku bisa menemaninya
disaat saat terakhir,dan itu untuk menembus esalahanku pada ibuku!”Cerita Yas
yang membuatnya kembali meneteskan airmata kesedihan.
Ken mendengarkan dengan
seksama,dan tanpa sadar iapun mengeluarkan airmata walupun tidak sampai jatuh.
“Maaf!”Seru Ken yang tiba tiba
menghapus air mata di wajah Yas.
Yas terkejut dan mundur dengan
tiba tiba untuk menjaga jarak.
“Maaf!,untuk apa?”tanya Yas.
“Untuk kakak!,untuk aku,hanya
untuk menyadarkanku kakak harus membuka luka lama kakak!”jelas Ken.
Yas tersenyum simpul dan
membersihkan airmata di wajahnya.
“Aku akan pulang!,tapi bukan
untuk sekarang!,aku pasti pulang!”Seru Ken yakin.
“Ayo kita pulang!”Seru Yas
bangkit dari tempat duduknya.
“Ya!,sudah malam juga!”seru Ken
mendukung.
Ken dan Yas hanya membetulkan
posisi duduknya,dan menunggu bus yang akan mengantarkan mereka.
“Apa masih ada bus yang
lewat?”tanya Yas yang melihat tempat itu sudah sepi.
“Hampir tengah malam!”seru Ken
yang kembali melihat jam tangannya kembali.
“Bagaimana kalau kita naik
Taksi!”seru Ken mengusulkan.
“Jangan!,kita harus irit!,sabar
sedikit,nanti juga datang!”seru Yas protes.
“Tyas!”Seru Ken yang langsung
berdiri dari tempat duduknya.
Ken menghampiri orang yang
dipanggil Tyas yang berdiri tak jauh di belakang Yas.Ken mengajak orang itu
untuk menjauh dan mereka berdua berbicara,sementara Yas hanya bisa melihat
mereka bicara berbisik bisik dengan perasaan yang tiba tiba menyusup didalam
hatinya.
“Apa yang sedang kau lakukan
disini?”tanya Ken sambil memandangi orang yang bernama Tyas itu.
“Kakak!,apa yang sedang kakak
lakukan?,aku mencarimu kemana mana!”
“Kau mencariku?”tanya Ken curiga.
“Apa kau adalah salah satu orang
ynag diperintahkan ayahku?”Tanya Ken sambil meremas kedua lengan Tyas.
“Bukan waktu yang tepat untuk menanyakan
hal itu!”Seru Tyas membela diri.
“Lalu!,apa?,apa kau sedang jalan
jalan?”tanya Ken sedikit dengan nada menggoda.
“Sebaiknya kakak pulang!”
“Kau seperti ayahku!”
“Ini untuk ayahmu!”
“Tentu saja!,karena itu perintah
ayahku!”seru Ken meremehkan
“Ayahmu sakit!”Seru Tyas dengan
nada tinggi.
“Itu bukan alsanan yang
bagus!”Seru Ken yang kemudian pergi meninggalkan Tyas.
“Beliau jatuh di kamar mandi dan
sekarang struk!”seru Tyas dengan nada sedikit meninggi agar Ken mendengar.
Ken terdiam di tempatnya ,tiba
tiba saja kepalanya menjadi berat seperti ada sesuatu yang memukul kepalnya dan
kemudian terasa sakit.
Ken melihat Yas yang masih duduk
manis ditempatnya,sambil terus memperhatikannya,dan kemudian ia berbalik dan
melihat Tyas menghampirinya.
“Aku tidak bohong!,ayah kakak
terjatuk kemarin ,dan beliau ingin bertemu kakak sekarang!”Seru Tyas
menjelaskan.
“Benarkah!”Seru Ken tak
percaya.Tapi hatinya berteriak padanya untuk segera menemuinya.
“Tunggu disini!”Seru Ken pada Tyas.
Ken menghampiri Yas dan Yas segera
menghampirinya,berharap Ken akan mengenalkan wanita muda itu kepadanya.
“Ken!”Seru Yas berusaha biasa
saja.
“Kakak!,kakak pulang duluan
ya!,aku mungkin kan pulang terlambat!”Seru Ken denagn nada gusar sambil mencari
sesuatu di dalam saku celananya.
“Ini!”Seru Ken sambil menyerahkan
beberapa lembar uang pada Yas.
“Kau akan kemana?”tanya Yas yang
kemudian menjadi khawatir.
“Pulanglah naik Taksi!”Seru Ken
yang tak menjawab pertanyaan Yas dan kemudian pergi bebalik arah menemui Tyas.
Yas masih terdiam di
tempatnya,sambil terus memperhatikan Ken pergi bersama wanita muda yang baru
dilihatnya itu.
“Siapa dia?,apa yang terjadi?”tanya
Yas dalam hati dengan perasaan yang tiba tiba terasa sakit.
...........
Tidak ada komentar :
Posting Komentar