..........
Yas pulang kerumahnya dengan
menaiki Taksi sesuai dengan perintah Ken.Sesampainya dirumah Yas langsung
mandi,dan sedikit mengerjakan tugas yang sebenarnya bisa ia lakukan esok
hari,tapi sengaja ia lakukan malam itu.
Yas tak tahu kenapa tapi hal itu
tetap saja ia lakukan,dan selama ia mengerjakan itu,tak henti hentinya ia
melirik keluar kaca jendelanya yang sengaja
tak ia tutupi gorden sepenuhnya,Yas menunggu Ken yang sampai melewati
tengah malam tak kunjung pulang.
Ada perasaan tertentu dalam hati
Yas,ia menjadi peduli dengan keberadaan Ken,yang hingga kini belum juga
pulang.Rasa khawatir menyelimuti Yas malam itu,Ia ingin tahu apa yang
terjadi,dan siapa wanita muda itu,apakah itu kekasih Ken?,Ken begitu antusias
ketika mereka bertemu,bahkan Ken tak mengenalkan gadis itu kepada dirinya,malah
terkesan menutup nutupi.
Pagi menjelang dan Yas
terbangun,ia terkejut ketika ia mendapati dirinya tertidur semalam diruang tamu
dengan sofa sebagai ranjangnya.Yas segera bangun dan berjalan menuju kamar
mandi dan sedikit ia menyibak Gorden dari jendela kacanya.Matanya langsung
tertuju pada kamar Ken yang masih tertutup dengan lampu kamar yang menyala.
Yas sedikit heran karena lampu
Kamar Ken menyala,sementara selama iani ia tahu setiap Ken tidur lampu kamarnya
selalu dimatikan.
“Apa Ken tidak pulang
semalam?”tanya Yas dalam hati yang kemudian melanjutkan langkahnya untuk ke
kamar mandi.
Setelah selesai dari kamar mandi
untuk sikat gigi dan membasuh wajahnya,Yas memberanikan diri untuk mendatangi
kamar Ken dan mencari tahu apakah Ken benar benar tidak pulang semalam.
Dengan perlahan Yas mencoba untuk
membuka pintu kamar Ken tapi pintunya terkunci.Yas mendesah dan segera pergi.
“Mungkin dia masih tidur!”Tebak
Yas sambil menuruni anak tangga untuk kembali ke rumahnya.
Setelah menyelesaikan pekerjaan
rumahnya,Yas melanjutkan pekerjaan pokoknya,yang sudah ia buat semalam.Dalam
kesibukannya mengerjakan pekerjaannya tiba tiba terlinta dalam pikiran Yas
sesuatu,ia mengangkat kepalanya,dan melihat jam didinding,waktu hampir
menunjukan tengah hari dan Ken belum juga keluar dari Kamarnya.
Yas teringat Kenpun belum turun
untuk sarapan hal yang tak pernah ia lewatkan.
Yas curiga,ia segera menghentikan
pekerjaannya dan segera berlari menuju kamar Ken untuk memastikan tebakannya.
Dengan alsan yang kuat Yas
menggedor pintu kamar Ken tapi tak ada jawaban,ia mencoba untuk membukanya,tapi
terkunci.Yas teringat ia masih memiliki kunci serep,
Yas segera turun dan mengambil
kunci serep miliknya yang ia simpan bersama seluruh kunci serep di rumah
itu,Dengan sedikit berlari Yas menuju kamarKen dan dengan segera ia membuka
pintu kamar Ken.
Kamar Ken masih rapi,dan tak
berpenghuni,dan lampumasih menyala.Sejenak Yas terdiam dan duduk di tepi kasur
milik Ken,ia memandangi kamar itu,dan ia menyadari Ken tak pulang semalam.
“Dimana kau!”Seru Yas dalam hati
yang tiba tiba menjadi khawatir.
Yas berada didalam kamar Ken
dalam waktu yang cuckup lama,sampai sore tiba Yas baru Keluar kamar,ia tak
melakuakan apa apa disana,tapi ada sesuatu yang membuatnya betah berlama lama
disana.
Yas turun dankembali kedapur,ia
membuka tudung saji,dan melihat sarapan yang ia buatkan untuk Ken masih berada
disana,tak ada yang menyentuhnya.Dan itu benra benar membuatnya sadar,kalau Ken
memang benar benar tak pulang malam itu.
Yas berniat membuat sesuatu untuk
makan malamnya,ia membuak kulkas dan melihat sesuatu didalam Freezer.Yas
membuka tutup Freezer dan ia menemukan beberapa bungkus es krim dan Yaspun
teringat akan Ken yang membelinya kemarin.
Yas tersenyum,IA mengambilnya
satu dan membuka bungkusnya.Yas memakan eskrim itu dan teringat kata kata
Ken,jika cokelat bisa menyembuhkan suasana hati yang sedang tidak nyaman.
Yas memakan es itu dan mencoba
untuk membuktikan kebenarannya tapi,bukan ketenangan hati yang ia dapat,justru
air matalah yang ia hasikan.
Yas tanpa sadar mengeluarkan
airmata,ia mengis tanpa sadar,dan ia teringat Ken,Ia sadar saat ini,ia merasa
sepi,tak ada teman bicara ataupun teman untuk dilihat dan ia merasa
sendiri,takut.
“Ada apa?”tanya Yas pada diri
sendiri yang tak seperti biasanya.
“Bukankah ini sudah biasa!”Lanjut
Yas pada diri sendiri yang kemudian menghabiskan es krimnya dan segera beranjak
dari tempatnya.
........
Semalaman semenjak kedatangannya,Ken
tak sedikitpun berpindah tempat,ia terus terjaga disamping tubuh ayanhnya yang
masih berada diatas tempat tidur dengan peralatan medis menempel di tubuhnya.
Dengan wajahnya yang lelah Ken
terus berharap dan memohon pada ayahnya untuk segera bangun dari tidur
panjangnya.
“Ayah!,apakah kau tak lelah
dengan hanya tertidur terus sepanjang waktu!,bahkan untuk menunggumu bangun aku
sengaja tidak tidur!”Seru Ken yang hampir menangis sambil terus menggenggam
tangan ayahnya.
Dalam hati Ken ia merasa marah
dan kesal pada diri sendiri dan Juga Tyas,Ia marah karena ia tak bisa lebih
cepat berada didekat ayahnya yang koma,dan ia kesal karena Tyas
membohonginya,Baginya stroke lebih baik daripada koma,Karena Stroke masih bisa
membuatnya bisa berkomunikasi dengan Ayahnya,tapi koma,Itu lebuh parah karena ia
tak dapat melakuan apa apa.
“Aku akan melakuan apa saja ,asal
ayah membuka matamu!,tidakah kau bosan dengan tempat tidur sempit ini,tidakah
kau merindukan tempat tidurmu yang empuk dan luas di rumah!,akupun seperti itu
ayah!,selama kepergianku,aku selalu merindukan tempat tidurku yang empuk dan
nyaman!”Seru Ken yang terus berbicara dengan ayanhnya yang diam seja sejak
seminggu lalu.
“Kak Ken,sebaiknya kakak pulang
dan beristirahat!,sejak semalam kakak belum tidur kan!”Seru Tyas yang baru
datang berkunjung.
Ken bangun dari tempat duduknya
dan menghampiri Tyas dengan raut wajah lelah dan marah.
“Kenapa kau tak menghubungiku
sejak awal!”Seru Ken dengan nada marah tapi ditahan.
“Munghubungi!,harus dengan apa
aku menghubungi kakak?”Tanya Tyas mengingatkan.
Ken terdiam dan ia tersadar,ia
memang tidak memiliki hubungan apapun dengan rumah selam menghilang.
“Sebaiknya kakak mandi dan ganti
baju!”Seru Tyas yang sudah membawakan baju ganti untuk Ken.
Ken tak menjawab,ia hanya melihat
tas yang dibawa Tyas dan kemudian menyambarnya dan membawanaya kekamar mandi.
Selesai mandi Ken menemui dokter
yang biasa merawat ayahnya untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Ken duduk tak bisa tenang,ia teru
menggerak gerakan kakinya,sehingga menimbulkan getaran di tubuhnya,sementara
dokter Rianto sedang memeriksa kondisi terakhir pasiennya yang sudah dibuatkan
listnya oleh susuter pendampingnya.
“Belum ada perubahan dari
seminggu yang lalau!”Seru dokter Rianto kemudian memberitahu sambil menutup
catatannya.
“Apa yang harus aku lakukan?”tanya
Ken tak berdaya dengan wajah memohon dan tak mampu untuk didongakan.
“Tetap berada didekatnya,adalah
cara yang paling baik!,kau tahu kondisi ayahmu sebelum mengalami koma?”tanya
Dokter Rianto sedikit terdengar menuduh.
Dengan lesu Ken menggelengkan kepalanya
tanda tak tahu.
“Ayahmu mengalami struk ringan!,tapi
kecelskssn di kamar mandi membuatnya fatal,dan itu bisa kau bisa lihat sendiri
sekarang!”
“Apa ada kemungkinan untuk
sembuh?”tanya Ken penuh harap.
“Secara medis sangat rendah tapi
jika Tuhan memberikan keajaiban itu adalah sebuag mukjizat!”Seru Dokter Rianto
yang menegarkan tapi juga menyiutkan harapan Ken.
Setelah mengobrol beberapa lama
akhirnya Ken keluar dari ruang dokter dengan jalan yang limbung,ia tak tahu apa
yang harus ia lakukan agar ayahnya bisa sadar,tapi dalam keputusasaannya Ken
hanya mampu menjalankan apa yang dokter sarankan,berada di dekatnya adalah
jalan yang paling baik!,dan hal itu juga bisa merangsang pasien untuk
sadar,dengan cara selalu mengajaknya berkomunikasi walaupun itu terlihat sulit.
Ken kembali kekamar ayahnya dan
ia mendapatkan Tyas dengan mengajak ayahnya berbicara walaupun tak ada respon.
“Seperti orang gila!”Gumam Ken
dalam hati pada Tyas,tapi itulah yang harus Ken lakukan untuk membantu pasien.
“Kakak tidak pulang?”tanya Tyas
yang mengetahui kedatangan Ken dan ia langsung bangun dari tempat duduknya.
“Bagaiman akau bisa
pulang!,sementara orang yang menungguku berada disini!”Seru Ken dengan nada
sedih sambil sekilas menatap ayahnya yang tak berdaya.
“Apa aku anak yang durhaka?”Tanya
Ken pada Tyas yang sejak tadi menatapnya.
Tyas tak menjawab,ia hanya
menghampiri Ken dan memeluknya.
“Apakah kau tak mengakui ayahmu
didepan calon istrimu?”Tanya Tyas yang masih memeluk Ken.
Ken tak menjawab,ia tak menegrti
arah bicara Tyas.
“Jika kau tak mengakinya,itu
berarti kau memang malin kundang!”Seru Tyas kemudian.
“Ayahmu selalu mengkhawatirkanmu
walupun kau melakukan hal hal yang membuat beliau marah!”Seru Tyas menghibur.
Ken melepaskan pelukan Tyas dan
menatapnya.
“Ya aku tahu!,selama pelarianku
beliau tak pernah memblokir kartu kreditku!”Seru Ken menjelaskan.
Tyas tersenyum tipis dan mereka
hanyut dalam pikiran masing masing.
Ken duduk didekat ayahnya dan
menggenggam tangan ayahnya sambil terus menatapnya,sementara Tyas memilihuntuk
pergi meninggalkan ayah dan anak itu berdua.
“Ayah aku sudah
keterlaluan?”tanya Ken sambil mencium tangan ayahnya yang terdapat jarum infus
menancap disana.
“Tidak bisakah ayah menunggu
sampai aku mampu untuk berdiri sendiri?”
“Ayo bangun yah!,aku masih
kecil,aku masih butuh perhatian ayah!Ayah tahuselam akepergianku,akau selalu
merindukan rumah,aku selalu rindu ayah marahi,aku selalu rindu ceramahan ayah
yang kadang membuatku kesal,akau merindukan itu yah!,ayo bangun dan lakuakn itu
sekarang!”Seru Ken yang terus bicara dan tanpa sadar airmatanya telah mengalir.
“Lihatlah ayah,aku
menangis!,buakankah laki laki tidak boleh menangis!,akau melakuakannya
didepanmu,kenapa kau tak menegurku!,bukankah aku tekah melakukan kesalahan
itu?”.
Dan Ken mengis dihadapan ayahnya
yang tak bergerak sedikitpun dengan detak jantung yang tenang dilayar monitor.
.........
Satu minggu berlalu begitu saja
tanpa bisa untuk berhenti,untuk menunggu.Dirumahnya Yas masih mencoba untuk
baik baik saja,ia bekerja seperti biasa melewati hari sendiri,dan menganggap
tak pernah ada orang yang bernama Ken yang pernah tinggal dirumahnya.
Tapi walaupun seperti itu,Yas tak
bisa membohongi hatinya,ia benar benar merasa kesepian,tak ada lagi orang yang
menghiburnya,tak ada lagi orang untuk diajaknya bicara,tak ada lagi orang yang
memberikan kejutan kecil untuknya,dan tak ada lagi alasan untuknya untuk
memasak makanan banyak.
Kesepian Yas bertambah dengan
tidak datangnya kedua adiknya di tiap weekend,mungkin Kendar masih malu,atau
marah padanya atas kejadian tempo hari,walaupun sesaat setelah kejadian itu,Yas
telah memaafkannya.
Tapi walaupun begitu ia juga
merasa senang,karena kerja keras Ken membawakan berkah untuknya,Tempat jahitnya
menjadi banyak pengunjung dan pakaian pakaian hasil design ibu Ken laku
keras,dan itu yang selalu membuatnya teringat akan Ken yang memang benar benar
pernah tinggal di rumahnya.
“Kau masih punya alasan untuk
kembali,untuk menjelaskan!”Seru Yas yang kini duduk sendiri didepan kamar Ken
sambil menatap Lnagit hitam yang kosong tanpa bintang dan bulan.
“Sepertinya langitpun tak
mendudkungku!”Gumam Yas yang terus menatap langit walupun tak ada yang berubah
disana.
Yas mengegenggam hpnya dan
mengecek nomor nomor yang ia miliki,ia ingin menghubungi seseorang tapi ia
bingung ,siapakah yang harus ia hubungi untuk menemaninya,palingtidak untuk
bercerita,mendengarkan tentang isi hatinya yang saat ini terasa begitu tak
menentu dan tak ia mengerti.
“Kotak Suara?”tanya Yas kemudian
sambil mengingat ingat siapa pemilik nonor itu.
Yas mengerutkan keningnya Dan ia
teringat siapa yangmenaruh nomor itu.
Awalnya Yasragu untuk melakuakn
apa yang diperintahkan oleh otaknya,tapi hatinyapun mendukung,membuatnya
memberanikan diri yntuk menghubungi nomor itu.
Dengan ragu Yas menempelkan hpnya
ke telinganya,menunggu panggilannya tersambung,tapi semua nihil,ia hanya bisa
mndengarkan suara sambungan tapi tak ada yang mengangkat.
“Apa maksud perkataannya tempo
hari!”Kleuh Yas yang memutuskan sambungan yang belum tersambung.
Yas menaruh hpnya disamping
tuguhnya yang sedang duduk bersila,Perlahan ia menarik kakinya dan memeluknya.
“Tidak ada bintang ,tapi
dingin!”Seru Yas yang masih terus menatap langit.
Tiba tiba lamunan Yas terganggu
karena sebuah panggilan masuk mendatangi nomornya,dengan pandangan atak percaya
Yas membaca siapa yang menghubunginya.
“Kotak suara!”Seru Yas tak
percaya.
Dengan cepat Yas mengambil hpnya
dan mengangkatnya.
“Halo!,Kenny!,apa itu kau?”seru
Yas yansejak tadi menebak begitu.
Tak ada jawaban dari sebrang
sana,tapi Yas memastikan jika mereka masih terhubung.
Yas berusaha untuk tenang dan
mengatur suaranya,rasa drogi tiba tiba menghampirinya dan seperti mencekiknya.
“Kenny!”Seru Yas memanggil satu
kata dari nama panjang Ken.
“Jika itu kau!,kau masih
mempunyai janji padaku!,kau berjanji akan membangunusaha denganku,dan kini usah
usulanmu perlahan mulai menmpakan keberhasilannya,kau harus bertanggung
jawab,karena kau aku harusbekerja lembur tiap malam,karena banyaknya
pesanan,dan kau harus ‘kembali’untuk membantuku!”Seru Yas yang kemudian menutup
teleponnya duluan.
Setelah menutup telepon,Yas
menarik nafas panjang dan meraakan kelegaan,walaupun ,ia masih ragu jika iu
memang benar nomor Ken.
Yas kembali menatap layar hpnya
berharap ‘kotak suara kembali menghubunginya,tapi kembali hasilnya nihil tak
ada panggilan,dan ia merasa sedikit kecewa,karena ia duluan yang menutuskan
hubungan,sementara orang dari sebrang sanalah yang duludn menghubunginya.
.......
Berdiri di balkon kamarnya,ia
tersenyum melihat hpnya ,entah apa yang terjadi,tap setelah ia mendengarkan
suara seseorang dari sebrang sana ,rasa rindu yang selama ini ia rasakan tiba
tiba hilang,walupun belum sepenuhnya menghilang.
Ken memasuka hpnya kedalam saku
kantongnya,dan ia bergegas untuk turun,untuk kembali kerumah sakit untuk bertemu
dengan ayahnya.
Semenjak kehadirnnya perubahan
sedikit tampak pada kondisi ayah Keni,beliau mapu menggerakan jarinya walupun
belum bisa dipastikan jika beliau sadar,tap menurut dokter itu merupakan
kemajuan yang sanagt bagus,dan itu semua berkat Ken yang tak pernah putus asa
untuk memberikan semanagt untuk ayahnya.
Ken datang bersama dengan
Tyas,seseorang yang selalu menemaninya ssepanjang waktu,yang selalu
memperhatiaknya,mengingatkannya,dan menegarkan hatinya,untuk tidak selalu
menyakahkan dirinya atas apa yang telah terjadi pada ayahnya saat ini.
“Kau tahu berita baik dari dokter
tentang ayahmu?”Tanya Tyas yketika mereka berjalan di lorong rumah sakit.
“Ya!,dan aku
menyaksikannya,ayahku menggerakan telunjuknya dan itu saat aku berada
didekatnya.
“Seharusnya kau yang
memberitahuku,bukan sebaliknya!”Seru Tyas protes.
“Kadang kebahagiaan itu tak perlu
untuK dibagi!”Seru Ken yang sudah bisa menyunggingakan senyum diwajahnya.
“Ya!,tapi akan lebih baik jika
kau mau berbagi kebahagiaan itu bersama orang lain!”Seru Tyas tak membenarkan.
Tiba tiba langkah Ken terhenti
ketika dari kejauhan ia amelihat seseorang yang sepertinya ia kenal,Ken kembali
melanjutkan langkahnya yang diikuti oleh Tyas yang masih bingung dengan tingkah
Ken.ia hanya bertanya tanya dalam hati.
“Kendar!”
Ken memanggil seseorang yang
masih terlalu juah darinya.
Tapi teriakan itu membawa
hasil,Kendar berhanti dan berjalan menghampiri orang yang memanggilnya,sejenak
ia terdiam dan memastika siapa orang yang akan ia datang itu,seseorang bersama
dengan wanita yang terlihat begitu cantik,modis dan tentu itu orang kaya.
“Apa yang sedang kau lakukan
disini?”tanya Ken ketika mereka sudah berhadapan.
“A....aku!,aku sedang menjenguk
temanku!”Seru Kendar dengan nada terkejut.
“Bagaimana kakak sendiri?”tanya
Kendar kemudian.
Ken terdiam sejenak,ia
terkejut,Kendar memanggilnya begitu sopan dan menggunakan kata kata kakak.
Senyum munul diwajah Ken
kemudian,dan ia memperhtikan Kendar yang terus melilik pawa gadis yang ada
disampingnya.
“Aku!,aku akan menemui
seseorang!”jawab Ken kemudian.
Mendengarkan jawabann itu membuat
Tyas terkejut dan membulatkan matanya menoleh pada Ken.
“Sepertinya kami tidak bisa
berlama lam,jadi maaf,mungkin lain kali kita akn bicara lagi!”Seru Ken yang
pamit duluan dan kemudian pergi.
Kendar masih terpaku ketika Ken
meninggalkannya,dalam hatinya ia bertanya tanya tentang siapa yang ia
kunjungi,siapa gadis itu,dan ada hubungan apa diantara mereka berdua.
Sementara itu,Tyas menunggu Ken
untuk menjelaskan siapa laki laki itu ,mengapa Ken harus mengatakan menemui
seseorang.Bukankah sudah jelas jika seseorang kerumah sakit itu untuk
berobat,ataupun untuk mengjenguk seseorang,tapi kata kata Ken tadi seseolah
mereka sedang berada dihotel dan akan melakukan bisnis.
“Siapa dia?”tanya Tyas menagih.
“Kenapa?,dia tampan!,kau
menyukainya?,dia masih anak SMA!”Seru Ken menjelaskan.
“Apa kakak mengenaknya
akrab?”tanya Tyas terus yang belum terpuaskan ras penasarannya.
“Seseorang yang sanagt aku
kenal!”Seru Ken yang kemudian ia membuka pintu kamar dan terkejut ketika
melihat dokter Rianto dan suster berada disana.
Raut wajah Ken langsung berubah
Khawatir dan langsung menghampiri ayahnya.
“Apa yang sudah terjadi
dok?”tanya Ken yang ketakutan.
Dokter Rianto tersenyum menyambut
wajah khawatir Ken.
“Ayahmu sudah sadar!”Seru Dokter
Rianto senang.
Ken tak percaya dan ia segera
melihat ayahnya yang ternyata sudah bisa membuka matanya walaupun tidak
sepenuhnya.
Airmata kebahagiaan keluar begitu
saja dari mata Ken,dan dengan segera ia menghampiri ayahnya dan meraih
tangannya.
“Ayah sudah sada?”Seru Ken yang
kemudian memeluk ayahnya.
“ya!”Jawab ayah Ken.
”Ini berkat janjimu!”lanjut
Ayahnya.
Ken terdiam dan berfikir,apa yang
sudah ia janjikan pada ayahnya saat ia tak sadarkan diri.
“Memangnya apa yang sudah aku
janjikan?”Tanya Ken hati hati sambil melepaskan pelukna ayahnya.
Ayah Ken hanya tersenyum dan
menganggapanya tak pernah mengatakan apa apa.
Ken diam dan membiarkannya.
........
Didepan rumah Kakaknya Kendar hanya mampu
mondar mandir tanpa berniat untuk masuk,sementara deri dalam rumah Yas
mengetahui keberadaan Kendar yang sudah berada didepan rumahnya sejak tadi.Yas
hanya tersenyum melihat tingkah adiknya yang hanya diam tanpa mau masuk.
Yas meninggalkan pekerjaannya dan
membuka pintu untuk menemui adiknya yanga masih berada diluar gerbang,berdiri
di bawah plang nama tempat jahitnya.
“Masuk!”Seru Yas memerintahkan
sambil membuka pintu gerbang.
Kendar tampak terkejut mendapati
kakaknya sudah membukakan pintu gerbang untuknya.
Kendar hanya menganggut dan
kemudian masuk kehalaman rumah Yas.
Setelah menutup pintu gerbang kembali,Yas
berjalan mendahului Kendar untuk masuk kedalam rumahnya.
Sementara Kendar hanya berjalan
perlahan memperhatikan kakaknya yang melangkah melewatinya tanpa mau
mengajaknya berbicara.Dan sekilas Kendar menoleh ke rumah tingkat paling
tinggi,yaitu kamar Ken.
Kemudian Kendar berlari untuk
masuk dan menemui kakaknya.
“Lama sekali kalian tidak datang
kesini!”Seru Yas yang sudah sibuk didepan kerjaannya tanpa menoleh pada Kendar
yang masih berdiri di depan pintu.
“Aku dan Raisha sibuk minggu
minggu ini!”Jawab Kendar beralasan.
“Kakak!”
“ya!”
“Maafkan aku!”Seru Kendar
kemudian.
Yas menghentikan pekerjaannya dan
berjalan menghampiri adiknya yang masih berdiri dengan terus menatapnya.
“Kakak sudah memaafkanmu jauh
sebelum saat ini!,asal kau tidak melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya”Seru Yas.
“ya!,Saat itu mungkin aku sedang
gila!”jelas Kendar menyalahkan diri sendiri.
“Kakak tahu!”
Kendar mendelikan matanya tak
percaya kalau kakaknya membenarkan kata katanya.
“Kakak tahu,saat itu kau dalam
keadaan sadar!”seru Yas yang kemudian tersenyum.
Kendar langsung menunduk dan
merasa malu.
“Dimana Ken?,apa dia belum
pulang?”tanya Kendar mengalihkan pembicaraan.
Yas terkejut mendengar Kata Kata
Kendar yang seolah oleh mereka sudah bertemu diluar.Yas menjauhi Kendar dan
melanjutkan pekerjaannya.
“Kau bertemu dengannya diluar?”tanya
Yas dengan nada datar,mencoba untuk menyembunyikan rasa keingin tahuannya.
“Ya!”Seru Kendar sambil duduk Di
sofa dan seperti biasanya.
“Dimana?”lanjut Yas yang begitu
ingin tahu.
“Tadi aku menemuinya dirumah
sakit!”Jawab Kendar yang kemudian berdiri kembali lalu menuju dapur.
Yas terkejut,ia mengangkat
kepalanya dan segera menghampiri Kendar untuk mencari thau apa maksudnya.
Kendar mengambil air dari dalam
kulkas,dai iapun membuka freezer melihat ada es krim,Kendar tergoda untuk
mengambilnya.
“Dirumah sakit?.Apa maksudmu?”tanya
Yas yang begitu penasaran.
Kendar terkejut ketika ia menutup
pintu kulkas dan berbalik dan mendapati kakaknya berdiri dihadapannya dengan
peranyaan tersebut.
“Kakak kenapa?”tanya Kendar yang
melihat kakaknya tak biasa terhadap Ken.
“Kendar berjalan santai menuju
ruang tamu,dambil membawa es krim yang di ambilnya dari dalam kulkas.
“Tadi aku kerumah sakit untuk
menjenguk seorang teman!,dan aku bertemu dengan Ken disana!”Jelas Kendar santai
sambil membuka bungkus es krimnya.
“Kenapa dia dirumah sakit!,apa
dia sakit?”tanya Yas yang begitu khawatir,penasaran,tapi ia tetap menjaga nada
bicaranya.
“Aku tidak tahu,tapi aku lihat ia
bersama seorang gadis muda,dan sepertinya mereka menjenguk seseorang,karena Ken
terlihat begitu rapi,bukan untuk seseorang yang menginap di rumah sakit!,apa
dia tidak memberitahu kakak kemana ia pergi tadi?”seru Kendar yang membuat Yas
sedikit ‘panas’
“Ken pergi sejak 1 minggu yang
lalu,dan belum ‘pulang’!”Seru Yas kemudian.
Kendar terkejut mendengar
kenyataaan,jika Ken sudah meninggalkan rumah kakaknya beberapa hari yang lalu.
“Apa dia sudah memutuskan untuk
kembali kerumahnya?”tanya Kendar yang melihat kakaknya tampak berbeda.
Yas tak menjawab,ia hanya kembali
kemejanya dan melanjutkan menjahit.
“Jadiselama ini kakak sudah
tinggal sendiri lagi?”tanya Kendar dengan nada senang yang disembunyikan.
“Bukankah kakak sudah biasa hidup
sendiri!”Seru Yas mengingatkan.
“Tapi akan berbeda,jika sudah
biasa hidup ditemani,lalu kembali sendiri!”Seru Kendar dengan nada sedikit
mneyindir.
“Apa kau akan mengajukan diri
untuk menemani kakak?”tanya Yas menebak.
“T...Tidak!”Seru Kendar sedikit
tergagap.
“Kalaupun Benar kakak mau Cukup
Raisha saja yang menemani kakak!”Jelas Yas.
Kendar mendesah dan memakan es
krimnya.
..........
Tidak ada komentar :
Posting Komentar