Rabu, 16 Oktober 2013

05:05 parts 16



..........
Yas pulang kerumahnya dengan menaiki Taksi sesuai dengan perintah Ken.Sesampainya dirumah Yas langsung mandi,dan sedikit mengerjakan tugas yang sebenarnya bisa ia lakukan esok hari,tapi sengaja ia lakukan malam itu.
Yas tak tahu kenapa tapi hal itu tetap saja ia lakukan,dan selama ia mengerjakan itu,tak henti hentinya ia melirik keluar kaca jendelanya yang sengaja  tak ia tutupi gorden sepenuhnya,Yas menunggu Ken yang sampai melewati tengah malam tak kunjung pulang.
Ada perasaan tertentu dalam hati Yas,ia menjadi peduli dengan keberadaan Ken,yang hingga kini belum juga pulang.Rasa khawatir menyelimuti Yas malam itu,Ia ingin tahu apa yang terjadi,dan siapa wanita muda itu,apakah itu kekasih Ken?,Ken begitu antusias ketika mereka bertemu,bahkan Ken tak mengenalkan gadis itu kepada dirinya,malah terkesan menutup nutupi.
Pagi menjelang dan Yas terbangun,ia terkejut ketika ia mendapati dirinya tertidur semalam diruang tamu dengan sofa sebagai ranjangnya.Yas segera bangun dan berjalan menuju kamar mandi dan sedikit ia menyibak Gorden dari jendela kacanya.Matanya langsung tertuju pada kamar Ken yang masih tertutup dengan lampu kamar yang menyala.
Yas sedikit heran karena lampu Kamar Ken menyala,sementara selama iani ia tahu setiap Ken tidur lampu kamarnya selalu dimatikan.
“Apa Ken tidak pulang semalam?”tanya Yas dalam hati yang kemudian melanjutkan langkahnya untuk ke kamar mandi.
Setelah selesai dari kamar mandi untuk sikat gigi dan membasuh wajahnya,Yas memberanikan diri untuk mendatangi kamar Ken dan mencari tahu apakah Ken benar benar tidak pulang semalam.
Dengan perlahan Yas mencoba untuk membuka pintu kamar Ken tapi pintunya terkunci.Yas mendesah dan segera pergi.
“Mungkin dia masih tidur!”Tebak Yas sambil menuruni anak tangga untuk kembali ke rumahnya.
Setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya,Yas melanjutkan pekerjaan pokoknya,yang sudah ia buat semalam.Dalam kesibukannya mengerjakan pekerjaannya tiba tiba terlinta dalam pikiran Yas sesuatu,ia mengangkat kepalanya,dan melihat jam didinding,waktu hampir menunjukan tengah hari dan Ken belum juga keluar dari Kamarnya.
Yas teringat Kenpun belum turun untuk sarapan hal yang tak pernah ia lewatkan.
Yas curiga,ia segera menghentikan pekerjaannya dan segera berlari menuju kamar Ken untuk memastikan tebakannya.
Dengan alsan yang kuat Yas menggedor pintu kamar Ken tapi tak ada jawaban,ia mencoba untuk membukanya,tapi terkunci.Yas teringat ia masih memiliki kunci serep,
Yas segera turun dan mengambil kunci serep miliknya yang ia simpan bersama seluruh kunci serep di rumah itu,Dengan sedikit berlari Yas menuju kamarKen dan dengan segera ia membuka pintu kamar Ken.
Kamar Ken masih rapi,dan tak berpenghuni,dan lampumasih menyala.Sejenak Yas terdiam dan duduk di tepi kasur milik Ken,ia memandangi kamar itu,dan ia menyadari Ken tak pulang semalam.
“Dimana kau!”Seru Yas dalam hati yang tiba tiba menjadi khawatir.
Yas berada didalam kamar Ken dalam waktu yang cuckup lama,sampai sore tiba Yas baru Keluar kamar,ia tak melakuakan apa apa disana,tapi ada sesuatu yang membuatnya betah berlama lama disana.
Yas turun dankembali kedapur,ia membuka tudung saji,dan melihat sarapan yang ia buatkan untuk Ken masih berada disana,tak ada yang menyentuhnya.Dan itu benra benar membuatnya sadar,kalau Ken memang benar benar tak pulang malam itu.
Yas berniat membuat sesuatu untuk makan malamnya,ia membuak kulkas dan melihat sesuatu didalam Freezer.Yas membuka tutup Freezer dan ia menemukan beberapa bungkus es krim dan Yaspun teringat akan Ken yang membelinya kemarin.
Yas tersenyum,IA mengambilnya satu dan membuka bungkusnya.Yas memakan eskrim itu dan teringat kata kata Ken,jika cokelat bisa menyembuhkan suasana hati yang sedang tidak nyaman.
Yas memakan es itu dan mencoba untuk membuktikan kebenarannya tapi,bukan ketenangan hati yang ia dapat,justru air matalah yang ia hasikan.
Yas tanpa sadar mengeluarkan airmata,ia mengis tanpa sadar,dan ia teringat Ken,Ia sadar saat ini,ia merasa sepi,tak ada teman bicara ataupun teman untuk dilihat dan ia merasa sendiri,takut.
“Ada apa?”tanya Yas pada diri sendiri yang tak seperti biasanya.
“Bukankah ini sudah biasa!”Lanjut Yas pada diri sendiri yang kemudian menghabiskan es krimnya dan segera beranjak dari tempatnya.
........
Semalaman semenjak kedatangannya,Ken tak sedikitpun berpindah tempat,ia terus terjaga disamping tubuh ayanhnya yang masih berada diatas tempat tidur dengan peralatan medis menempel di tubuhnya.
Dengan wajahnya yang lelah Ken terus berharap dan memohon pada ayahnya untuk segera bangun dari tidur panjangnya.
“Ayah!,apakah kau tak lelah dengan hanya tertidur terus sepanjang waktu!,bahkan untuk menunggumu bangun aku sengaja tidak tidur!”Seru Ken yang hampir menangis sambil terus menggenggam tangan ayahnya.
Dalam hati Ken ia merasa marah dan kesal pada diri sendiri dan Juga Tyas,Ia marah karena ia tak bisa lebih cepat berada didekat ayahnya yang koma,dan ia kesal karena Tyas membohonginya,Baginya stroke lebih baik daripada koma,Karena Stroke masih bisa membuatnya bisa berkomunikasi dengan Ayahnya,tapi koma,Itu lebuh parah karena ia tak dapat melakuan apa apa.
“Aku akan melakuan apa saja ,asal ayah membuka matamu!,tidakah kau bosan dengan tempat tidur sempit ini,tidakah kau merindukan tempat tidurmu yang empuk dan luas di rumah!,akupun seperti itu ayah!,selama kepergianku,aku selalu merindukan tempat tidurku yang empuk dan nyaman!”Seru Ken yang terus berbicara dengan ayanhnya yang diam seja sejak seminggu lalu.
“Kak Ken,sebaiknya kakak pulang dan beristirahat!,sejak semalam kakak belum tidur kan!”Seru Tyas yang baru datang berkunjung.
Ken bangun dari tempat duduknya dan menghampiri Tyas dengan raut wajah lelah dan marah.
“Kenapa kau tak menghubungiku sejak awal!”Seru Ken dengan nada marah tapi ditahan.
“Munghubungi!,harus dengan apa aku menghubungi kakak?”Tanya Tyas mengingatkan.
Ken terdiam dan ia tersadar,ia memang tidak memiliki hubungan apapun dengan rumah selam menghilang.
“Sebaiknya kakak mandi dan ganti baju!”Seru Tyas yang sudah membawakan baju ganti untuk Ken.
Ken tak menjawab,ia hanya melihat tas yang dibawa Tyas dan kemudian menyambarnya dan membawanaya kekamar mandi.
Selesai mandi Ken menemui dokter yang biasa merawat ayahnya untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Ken duduk tak bisa tenang,ia teru menggerak gerakan kakinya,sehingga menimbulkan getaran di tubuhnya,sementara dokter Rianto sedang memeriksa kondisi terakhir pasiennya yang sudah dibuatkan listnya oleh susuter pendampingnya.
“Belum ada perubahan dari seminggu yang lalau!”Seru dokter Rianto kemudian memberitahu sambil menutup catatannya.
“Apa yang harus aku lakukan?”tanya Ken tak berdaya dengan wajah memohon dan tak mampu untuk didongakan.
“Tetap berada didekatnya,adalah cara yang paling baik!,kau tahu kondisi ayahmu sebelum mengalami koma?”tanya Dokter Rianto sedikit terdengar menuduh.
Dengan lesu Ken menggelengkan kepalanya tanda tak tahu.
“Ayahmu mengalami struk ringan!,tapi kecelskssn di kamar mandi membuatnya fatal,dan itu bisa kau bisa lihat sendiri sekarang!”
“Apa ada kemungkinan untuk sembuh?”tanya Ken penuh harap.
“Secara medis sangat rendah tapi jika Tuhan memberikan keajaiban itu adalah sebuag mukjizat!”Seru Dokter Rianto yang menegarkan tapi juga menyiutkan harapan Ken.
Setelah mengobrol beberapa lama akhirnya Ken keluar dari ruang dokter dengan jalan yang limbung,ia tak tahu apa yang harus ia lakukan agar ayahnya bisa sadar,tapi dalam keputusasaannya Ken hanya mampu menjalankan apa yang dokter sarankan,berada di dekatnya adalah jalan yang paling baik!,dan hal itu juga bisa merangsang pasien untuk sadar,dengan cara selalu mengajaknya berkomunikasi walaupun itu terlihat sulit.
Ken kembali kekamar ayahnya dan ia mendapatkan Tyas dengan mengajak ayahnya berbicara walaupun tak ada respon.
“Seperti orang gila!”Gumam Ken dalam hati pada Tyas,tapi itulah yang harus Ken lakukan untuk membantu pasien.
“Kakak tidak pulang?”tanya Tyas yang mengetahui kedatangan Ken dan ia langsung bangun dari tempat duduknya.
“Bagaiman akau bisa pulang!,sementara orang yang menungguku berada disini!”Seru Ken dengan nada sedih sambil sekilas menatap ayahnya yang tak berdaya.
“Apa aku anak yang durhaka?”Tanya Ken pada Tyas yang sejak tadi menatapnya.
Tyas tak menjawab,ia hanya menghampiri Ken dan memeluknya.
“Apakah kau tak mengakui ayahmu didepan calon istrimu?”Tanya Tyas yang masih memeluk Ken.
Ken tak menjawab,ia tak menegrti arah bicara Tyas.
“Jika kau tak mengakinya,itu berarti kau memang malin kundang!”Seru Tyas kemudian.
“Ayahmu selalu mengkhawatirkanmu walupun kau melakukan hal hal yang membuat beliau marah!”Seru Tyas menghibur.
Ken melepaskan pelukan Tyas dan menatapnya.
“Ya aku tahu!,selama pelarianku beliau tak pernah memblokir kartu kreditku!”Seru Ken menjelaskan.
Tyas tersenyum tipis dan mereka hanyut dalam pikiran masing masing.
Ken duduk didekat ayahnya dan menggenggam tangan ayahnya sambil terus menatapnya,sementara Tyas memilihuntuk pergi meninggalkan ayah dan anak itu berdua.
“Ayah aku sudah keterlaluan?”tanya Ken sambil mencium tangan ayahnya yang terdapat jarum infus menancap disana.
“Tidak bisakah ayah menunggu sampai aku mampu untuk berdiri sendiri?”
“Ayo bangun yah!,aku masih kecil,aku masih butuh perhatian ayah!Ayah tahuselam akepergianku,akau selalu merindukan rumah,aku selalu rindu ayah marahi,aku selalu rindu ceramahan ayah yang kadang membuatku kesal,akau merindukan itu yah!,ayo bangun dan lakuakn itu sekarang!”Seru Ken yang terus bicara dan tanpa sadar airmatanya telah mengalir.
“Lihatlah ayah,aku menangis!,buakankah laki laki tidak boleh menangis!,akau melakuakannya didepanmu,kenapa kau tak menegurku!,bukankah aku tekah melakukan kesalahan itu?”.
Dan Ken mengis dihadapan ayahnya yang tak bergerak sedikitpun dengan detak jantung yang tenang dilayar monitor.
.........
Satu minggu berlalu begitu saja tanpa bisa untuk berhenti,untuk menunggu.Dirumahnya Yas masih mencoba untuk baik baik saja,ia bekerja seperti biasa melewati hari sendiri,dan menganggap tak pernah ada orang yang bernama Ken yang pernah tinggal dirumahnya.
Tapi walaupun seperti itu,Yas tak bisa membohongi hatinya,ia benar benar merasa kesepian,tak ada lagi orang yang menghiburnya,tak ada lagi orang untuk diajaknya bicara,tak ada lagi orang yang memberikan kejutan kecil untuknya,dan tak ada lagi alasan untuknya untuk memasak makanan banyak.
Kesepian Yas bertambah dengan tidak datangnya kedua adiknya di tiap weekend,mungkin Kendar masih malu,atau marah padanya atas kejadian tempo hari,walaupun sesaat setelah kejadian itu,Yas telah memaafkannya.
Tapi walaupun begitu ia juga merasa senang,karena kerja keras Ken membawakan berkah untuknya,Tempat jahitnya menjadi banyak pengunjung dan pakaian pakaian hasil design ibu Ken laku keras,dan itu yang selalu membuatnya teringat akan Ken yang memang benar benar pernah tinggal di rumahnya.
“Kau masih punya alasan untuk kembali,untuk menjelaskan!”Seru Yas yang kini duduk sendiri didepan kamar Ken sambil menatap Lnagit hitam yang kosong tanpa bintang dan bulan.
“Sepertinya langitpun tak mendudkungku!”Gumam Yas yang terus menatap langit walupun tak ada yang berubah disana.
Yas mengegenggam hpnya dan mengecek nomor nomor yang ia miliki,ia ingin menghubungi seseorang tapi ia bingung ,siapakah yang harus ia hubungi untuk menemaninya,palingtidak untuk bercerita,mendengarkan tentang isi hatinya yang saat ini terasa begitu tak menentu dan tak ia mengerti.
“Kotak Suara?”tanya Yas kemudian sambil mengingat ingat siapa pemilik nonor itu.
Yas mengerutkan keningnya Dan ia teringat siapa yangmenaruh nomor itu.
Awalnya Yasragu untuk melakuakn apa yang diperintahkan oleh otaknya,tapi hatinyapun mendukung,membuatnya memberanikan diri yntuk menghubungi nomor itu.
Dengan ragu Yas menempelkan hpnya ke telinganya,menunggu panggilannya tersambung,tapi semua nihil,ia hanya bisa mndengarkan suara sambungan tapi tak ada yang mengangkat.
“Apa maksud perkataannya tempo hari!”Kleuh Yas yang memutuskan sambungan yang belum tersambung.
Yas menaruh hpnya disamping tuguhnya yang sedang duduk bersila,Perlahan ia menarik kakinya dan memeluknya.
“Tidak ada bintang ,tapi dingin!”Seru Yas yang masih terus menatap langit.
Tiba tiba lamunan Yas terganggu karena sebuah panggilan masuk mendatangi nomornya,dengan pandangan atak percaya Yas membaca siapa yang menghubunginya.
“Kotak suara!”Seru Yas tak percaya.
Dengan cepat Yas mengambil hpnya dan mengangkatnya.
“Halo!,Kenny!,apa itu kau?”seru Yas yansejak tadi menebak begitu.
Tak ada jawaban dari sebrang sana,tapi Yas memastikan jika mereka masih terhubung.
Yas berusaha untuk tenang dan mengatur suaranya,rasa drogi tiba tiba menghampirinya dan seperti mencekiknya.
“Kenny!”Seru Yas memanggil satu kata dari nama panjang Ken.
“Jika itu kau!,kau masih mempunyai janji padaku!,kau berjanji akan membangunusaha denganku,dan kini usah usulanmu perlahan mulai menmpakan keberhasilannya,kau harus bertanggung jawab,karena kau aku harusbekerja lembur tiap malam,karena banyaknya pesanan,dan kau harus ‘kembali’untuk membantuku!”Seru Yas yang kemudian menutup teleponnya duluan.
Setelah menutup telepon,Yas menarik nafas panjang dan meraakan kelegaan,walaupun ,ia masih ragu jika iu memang benar nomor Ken.
Yas kembali menatap layar hpnya berharap ‘kotak suara kembali menghubunginya,tapi kembali hasilnya nihil tak ada panggilan,dan ia merasa sedikit kecewa,karena ia duluan yang menutuskan hubungan,sementara orang dari sebrang sanalah yang duludn menghubunginya.
.......
Berdiri di balkon kamarnya,ia tersenyum melihat hpnya ,entah apa yang terjadi,tap setelah ia mendengarkan suara seseorang dari sebrang sana ,rasa rindu yang selama ini ia rasakan tiba tiba hilang,walupun belum sepenuhnya menghilang.
Ken memasuka hpnya kedalam saku kantongnya,dan ia bergegas untuk turun,untuk kembali kerumah sakit untuk bertemu dengan ayahnya.
Semenjak kehadirnnya perubahan sedikit tampak pada kondisi ayah Keni,beliau mapu menggerakan jarinya walupun belum bisa dipastikan jika beliau sadar,tap menurut dokter itu merupakan kemajuan yang sanagt bagus,dan itu semua berkat Ken yang tak pernah putus asa untuk memberikan semanagt untuk ayahnya.
Ken datang bersama dengan Tyas,seseorang yang selalu menemaninya ssepanjang waktu,yang selalu memperhatiaknya,mengingatkannya,dan menegarkan hatinya,untuk tidak selalu menyakahkan dirinya atas apa yang telah terjadi pada ayahnya saat ini.
“Kau tahu berita baik dari dokter tentang ayahmu?”Tanya Tyas yketika mereka berjalan di lorong rumah sakit.
“Ya!,dan aku menyaksikannya,ayahku menggerakan telunjuknya dan itu saat aku berada didekatnya.
“Seharusnya kau yang memberitahuku,bukan sebaliknya!”Seru Tyas protes.
“Kadang kebahagiaan itu tak perlu untuK dibagi!”Seru Ken yang sudah bisa menyunggingakan senyum diwajahnya.
“Ya!,tapi akan lebih baik jika kau mau berbagi kebahagiaan itu bersama orang lain!”Seru Tyas tak membenarkan.
Tiba tiba langkah Ken terhenti ketika dari kejauhan ia amelihat seseorang yang sepertinya ia kenal,Ken kembali melanjutkan langkahnya yang diikuti oleh Tyas yang masih bingung dengan tingkah Ken.ia hanya bertanya tanya dalam hati.
“Kendar!”
Ken memanggil seseorang yang masih terlalu juah darinya.
Tapi teriakan itu membawa hasil,Kendar berhanti dan berjalan menghampiri orang yang memanggilnya,sejenak ia terdiam dan memastika siapa orang yang akan ia datang itu,seseorang bersama dengan wanita yang terlihat begitu cantik,modis dan tentu itu orang kaya.
“Apa yang sedang kau lakukan disini?”tanya Ken ketika mereka sudah berhadapan.
“A....aku!,aku sedang menjenguk temanku!”Seru Kendar dengan nada terkejut.
“Bagaimana kakak sendiri?”tanya Kendar kemudian.
Ken terdiam sejenak,ia terkejut,Kendar memanggilnya begitu sopan dan menggunakan kata kata kakak.
Senyum munul diwajah Ken kemudian,dan ia memperhtikan Kendar yang terus melilik pawa gadis yang ada disampingnya.
“Aku!,aku akan menemui seseorang!”jawab Ken kemudian.
Mendengarkan jawabann itu membuat Tyas terkejut dan membulatkan matanya menoleh pada Ken.
“Sepertinya kami tidak bisa berlama lam,jadi maaf,mungkin lain kali kita akn bicara lagi!”Seru Ken yang pamit duluan dan kemudian pergi.
Kendar masih terpaku ketika Ken meninggalkannya,dalam hatinya ia bertanya tanya tentang siapa yang ia kunjungi,siapa gadis itu,dan ada hubungan apa diantara mereka berdua.
Sementara itu,Tyas menunggu Ken untuk menjelaskan siapa laki laki itu ,mengapa Ken harus mengatakan menemui seseorang.Bukankah sudah jelas jika seseorang kerumah sakit itu untuk berobat,ataupun untuk mengjenguk seseorang,tapi kata kata Ken tadi seseolah mereka sedang berada dihotel dan akan melakukan bisnis.
“Siapa dia?”tanya Tyas menagih.
“Kenapa?,dia tampan!,kau menyukainya?,dia masih anak SMA!”Seru Ken menjelaskan.
“Apa kakak mengenaknya akrab?”tanya Tyas terus yang belum terpuaskan ras penasarannya.
“Seseorang yang sanagt aku kenal!”Seru Ken yang kemudian ia membuka pintu kamar dan terkejut ketika melihat dokter Rianto dan suster berada disana.
Raut wajah Ken langsung berubah Khawatir dan langsung menghampiri ayahnya.
“Apa yang sudah terjadi dok?”tanya Ken yang ketakutan.
Dokter Rianto tersenyum menyambut wajah khawatir Ken.
“Ayahmu sudah sadar!”Seru Dokter Rianto senang.
Ken tak percaya dan ia segera melihat ayahnya yang ternyata sudah bisa membuka matanya walaupun tidak sepenuhnya.
Airmata kebahagiaan keluar begitu saja dari mata Ken,dan dengan segera ia menghampiri ayahnya dan meraih tangannya.
“Ayah sudah sada?”Seru Ken yang kemudian memeluk ayahnya.
“ya!”Jawab ayah Ken.
”Ini berkat janjimu!”lanjut Ayahnya.
Ken terdiam dan berfikir,apa yang sudah ia janjikan pada ayahnya saat ia tak sadarkan diri.
“Memangnya apa yang sudah aku janjikan?”Tanya Ken hati hati sambil melepaskan pelukna ayahnya.
Ayah Ken hanya tersenyum dan menganggapanya tak pernah mengatakan apa apa.
Ken diam dan membiarkannya.
........
 Didepan rumah Kakaknya Kendar hanya mampu mondar mandir tanpa berniat untuk masuk,sementara deri dalam rumah Yas mengetahui keberadaan Kendar yang sudah berada didepan rumahnya sejak tadi.Yas hanya tersenyum melihat tingkah adiknya yang hanya diam tanpa mau masuk.
Yas meninggalkan pekerjaannya dan membuka pintu untuk menemui adiknya yanga masih berada diluar gerbang,berdiri di bawah plang nama tempat jahitnya.
“Masuk!”Seru Yas memerintahkan sambil membuka pintu gerbang.
Kendar tampak terkejut mendapati kakaknya sudah membukakan pintu gerbang untuknya.
Kendar hanya menganggut dan kemudian masuk kehalaman rumah Yas.
Setelah menutup pintu gerbang kembali,Yas berjalan mendahului Kendar untuk masuk kedalam rumahnya.
Sementara Kendar hanya berjalan perlahan memperhatikan kakaknya yang melangkah melewatinya tanpa mau mengajaknya berbicara.Dan sekilas Kendar menoleh ke rumah tingkat paling tinggi,yaitu kamar Ken.
Kemudian Kendar berlari untuk masuk dan menemui kakaknya.
“Lama sekali kalian tidak datang kesini!”Seru Yas yang sudah sibuk didepan kerjaannya tanpa menoleh pada Kendar yang masih berdiri di depan pintu.
“Aku dan Raisha sibuk minggu minggu ini!”Jawab Kendar beralasan.
“Kakak!”
“ya!”
“Maafkan aku!”Seru Kendar kemudian.
Yas menghentikan pekerjaannya dan berjalan menghampiri adiknya yang masih berdiri dengan terus menatapnya.
“Kakak sudah memaafkanmu jauh sebelum saat ini!,asal kau tidak melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya”Seru Yas.
“ya!,Saat itu mungkin aku sedang gila!”jelas Kendar menyalahkan diri sendiri.
“Kakak tahu!”
Kendar mendelikan matanya tak percaya kalau kakaknya membenarkan kata katanya.
“Kakak tahu,saat itu kau dalam keadaan sadar!”seru Yas yang kemudian tersenyum.
Kendar langsung menunduk dan merasa malu.
“Dimana Ken?,apa dia belum pulang?”tanya Kendar mengalihkan pembicaraan.
Yas terkejut mendengar Kata Kata Kendar yang seolah oleh mereka sudah bertemu diluar.Yas menjauhi Kendar dan melanjutkan pekerjaannya.
“Kau bertemu dengannya diluar?”tanya Yas dengan nada datar,mencoba untuk menyembunyikan rasa keingin tahuannya.
“Ya!”Seru Kendar sambil duduk Di sofa dan seperti biasanya.
“Dimana?”lanjut Yas yang begitu ingin tahu.
“Tadi aku menemuinya dirumah sakit!”Jawab Kendar yang kemudian berdiri kembali lalu menuju dapur.
Yas terkejut,ia mengangkat kepalanya dan segera menghampiri Kendar untuk mencari thau apa maksudnya.
Kendar mengambil air dari dalam kulkas,dai iapun membuka freezer melihat ada es krim,Kendar tergoda untuk mengambilnya.
“Dirumah sakit?.Apa maksudmu?”tanya Yas yang begitu penasaran.
Kendar terkejut ketika ia menutup pintu kulkas dan berbalik dan mendapati kakaknya berdiri dihadapannya dengan peranyaan tersebut.
“Kakak kenapa?”tanya Kendar yang melihat kakaknya tak biasa terhadap Ken.
“Kendar berjalan santai menuju ruang tamu,dambil membawa es krim yang di ambilnya dari dalam kulkas.
“Tadi aku kerumah sakit untuk menjenguk seorang teman!,dan aku bertemu dengan Ken disana!”Jelas Kendar santai sambil membuka bungkus es  krimnya.
“Kenapa dia dirumah sakit!,apa dia sakit?”tanya Yas yang begitu khawatir,penasaran,tapi ia tetap menjaga nada bicaranya.
“Aku tidak tahu,tapi aku lihat ia bersama seorang gadis muda,dan sepertinya mereka menjenguk seseorang,karena Ken terlihat begitu rapi,bukan untuk seseorang yang menginap di rumah sakit!,apa dia tidak memberitahu kakak kemana ia pergi tadi?”seru Kendar yang membuat Yas sedikit ‘panas’
“Ken pergi sejak 1 minggu yang lalu,dan belum ‘pulang’!”Seru Yas kemudian.
Kendar terkejut mendengar kenyataaan,jika Ken sudah meninggalkan rumah kakaknya beberapa hari yang lalu.
“Apa dia sudah memutuskan untuk kembali kerumahnya?”tanya Kendar yang melihat kakaknya tampak berbeda.
Yas tak menjawab,ia hanya kembali kemejanya dan melanjutkan menjahit.
“Jadiselama ini kakak sudah tinggal sendiri lagi?”tanya Kendar dengan nada senang yang disembunyikan.
“Bukankah kakak sudah biasa hidup sendiri!”Seru Yas mengingatkan.
“Tapi akan berbeda,jika sudah biasa hidup ditemani,lalu kembali sendiri!”Seru Kendar dengan nada sedikit mneyindir.
“Apa kau akan mengajukan diri untuk menemani kakak?”tanya Yas menebak.
“T...Tidak!”Seru Kendar sedikit tergagap.
“Kalaupun Benar kakak mau Cukup Raisha saja yang menemani kakak!”Jelas Yas.
Kendar mendesah dan memakan es krimnya.
..........

Tidak ada komentar :

Posting Komentar