........
Bian mengantarkan Rere pulang.namun sebelum sampai dirumah Rere,Bian sengaja mampir ketoko sembako yang masih buka untuk membeli satu dus Mie instant.dan setelah itu Bian mengajak Rere mampir ke tukang nasi goreng.
"Untuk kali ini mbak Rere jangan nolak,temani aku makan!"seru Bian sebelum membuka jas hujannya.Rere tak menjawab iya atau tidak.
"Mau makan apa?"tanya Bian saat mereka sudah duduk didepan meja.
"Apa aja!"jawab Rere.
"Nasi goreng ya!"
Dan kemudian bian memesannya.setelah makan Bian tak langsung pulang.dengan alasan hujan yang kembali membesar.
"Bian,beberapa hari lalu kamu pernah bilang mau curhat.curhat tentang apa?"tanya Rere.membuka obrolan.
"Udah basi!"seru Bian."tidak ada kata kata basi.jika masih bisa dibicarakan,dan diselesaikan kenapa tidak dibicarakan dan dicari solusinya?!"seru Rere.
"Sebenarnya mau cewek apa sih?"seru Bian tiba tiba.membuat mata Rere terbelalak.
"Tergantung.kamu menanyakan dari sudut mana?.kalau dibicarakan banyak kemauannya.tak hanya perempuan tetapi juga laki laki juga punya kemauan.iyakan?"jelas Rere yang kemudian menyudutkan Bian.
"Cewek mutusin pacarnya!"jelas Bian singkat.
"Jadi kamu lagi putus cinta?.itu yang membuatmu lupa rumah.melupakan saya guru lesmu?"tanya Rere.
"Bian,dalam hal ini seorang perempuan hanya butuh.perhatian,keterbukaan kesetiaan ,dan saling percaya.jika laki laki memegang itu.seorang perempuan tidak akan meminta macam macam lagi.!"jelas Rere.
"Aku rasa semua yang mbak Rere katakan itu sudah aku lakukan tapi tetap saja...".
"Pacar kamu ninggalin kamu?"tebak Rere.
"Mungkin kamu terlalu monoton.tidak pernah memberi kejutan.perempuan kadang ada yang suka diberi kejutan dan sedikit gombalan!"seru Rere sambil tersenyum malu malu diakhir kalimatnya.
"Jadi kalo mbak Rere tipe yang bagaimana?"tanya Bian.
Rere terdiam dan tak menjawab.
"Sebenarnya perempuan paling tidak suka digombali.tapi entah mengapa masih saja perempuan termakan gombalan laki laki.dan laki laki tahu bagaimana merayu perempuan!"seru Rere.
"Tapi aku ga suka gombal ataupun merayu"seru Bian polos.
"Tidak suka atau tidak menyadarinya?"tanya Rere.
Rere dan Bian mengobrol terlalu banyak sampai mereka lupa bahwa waktu sudah larut malam.dan hujan sudah lama berhenti.
............
Bian mengantarkan Rere sampai tikungan gang.seperti waktu lalu.saat pertama kali Bian mengantarkan Rere.
"Mbak tunggu sebentar!"seru Bian saat rRere hendak melangkah pergi.
"Ada apa Bian?"tanya Rere."mbak Rere tinggal dipanti asuhan kan?"tanya Bian pelan.
Rere tak langsung menjawab.dari raut wajahnya ia tampak terkejut.
"Ya.darimana kamu tahu?"tanya Rere.
"Kenapa mbak Rere ga bilang waktu malam itu?.kalau aku tahu pasti aku ga akan paksa!"semua udah berlalu Bian."hibur Rere.
"Pasti rame ya mbak?"tanya Bian.
"Lumayan.kadang rame,kadang juga sepi.".
"Kenapa?tapi pasti lebg baik dibandingkan dengan aku.yang hidup dalam dunia maya.ga ada kebersamaan!".
"jangan ngomong begitu.mama kamu lakukan itu semua buat kamu.semua ada alasannya bian."jelas rere.
"Apa boleh aku main kapan kapan?"tanya Bian.
"Oh tentu aja.kapan kamu mau datang?"tanya Rere tampak bersemangat.
"Liat waktunya,oh ya mbak.ini untuk anak anak panti,semoga bermanfaat dan aku minta maaf untuk hari ini!"seru Bian sambil menyerahkan satu Dus mie instant.
"Terima kasih Bian.pasti anak anak akan senang."seru Rere sambil menerima pemberian Bian.
Bian meninggalkan Rere dengan perasaan sedikit lega.dan ia menyadari kesalahannya.ia mengerti selama ini Bian tak pernah memberi perhatian lebih pada Aulia.ia terlalu sibuk dengan kegiatan ekskulnya dan mereka hanya bertemu saat disekolah dan jikapun ada waktu itu ia habiskan untuk berkumpul dengan teman temannya.dan mungkin itu pula yang membuat Aulia jenuh.
...........
"Aku ga pernah merasakan ini sebelumnya.dari semua cewek yang pernah aku pacarin ga ada yang kayak ini.biasanya aku ga pernah seperti ini.aku begitu menginginkannya.biasanya aku terlalu cuek hingga mereka yang menembaku dan mereka juga yang memutuskanku.aku memang benar benar telah jatuh cinta padanya tak peduli seperti apa dirinya berapa usianya.ataupun dia mencintaiku atau tidak."cerita Bian pada pegawai baru di perpustakaan sekolahnya yang seorang wanita.
"Kalau saran saya.sekarang saatnya kamu move on.giliran kamu yang lebih agresif.kamu tembak dia duluan.kamu kan tahu tipe cewek itu.jadi kemungkinan besar walaupun dia suka kamu,ga akan nembak kamu duluan.jadi kamulah yang harus tembak dia duluan."seru perempuan bernama Wita itu.
"Itu masalahnya,aku ga bisa.aku terlalu pengecut.selama ini aku selalu bersembunyi dibalik punggung teman temanku.menjadikan mereka tameng untuku.dan memenuhi keinginan mereka adalah bayaran dari semuanya."jelas Bian lagi.
"Kamu memang pengecut.Bian."seru Wita ketus.
Bian terkejut dengan pengakuan jujur Wita,tapi Bianpun tak menampiknya.dan yang membuat Bian terkejut lagi ketika ia melihat jam tangannya.yang menunjukan waktu sudah sore.
"Ya ampun mbak,aku udah telat!"seru bian terkejut sambil bangkit dari tempatnya.
"Telat apa?"tanya Wita santai.
"Aku ada les!"seru Bian sambil menggendong tasnya.
"Anak rajin"puji Wita kemudian.
Bian pergi meninggalkan perpustakaan menuju tempat parkir motornya.dan dengan kecepatan tinggi bian mengegas motornya.
"Kena marah lagi gua!"seru bian dalam perjalanan.
..............
Secepat cepatnya Bian menjalankan motornya.tetap saja ia telat makin jauh,jalanan yang macet yang makin membuat Bian telat.bian menghentikan motornya tepat didepan rumahnya.
Berharap Rere masih menunggunya didalam,seperti waktu waktu sebelumnya saat dia telat.dengan langkah cepat Bian masuk keteras rumah ia tak melihat Rere duduk disana,tetapi pintu rumah tampak masih tertutup dan terkunci jadi tak mungkin Rere ada didalam.dengan cepat Bian menelepon ibunya yang ada dikantor.
"Halo,mama.mama dimana?".cerocos Bian.
"Dikantor.ada apa Bian?.kamu udah lesnya?"tanya ibu Dian.Bian tampak bingung untuk menjawab pertanyaan ibunya.
"Ga ma!ma udah dulu ya...."cepat cepat Bian memutuskan sambungan teleponnya.
"Aku harus menemui mbak Rere!"seru Bian yang cepat cepat menaiki motornya dan meluncur menuju tempat Rere.
"Alasan apa lagi biar mbak Rere percaya!"pikir Bian sepanjang perjalanan.motor Bian terhenti ketika lampu merah menyala dijalan.matanya jalan jalan dan dari kejauhan dilihatnya seseorang yang dikenalnya.
"Kok dia disitu!"seru Bian yang melihat orang diseberang.
Motor Bian berbelok dan memutar arah ketika lampu hijau menyala.didepan pertokoan Bian menghentikan motornya dan menunggu.Bian meninggalkan motornya ditepi jalan dan berjalan menuju tempat orang yang dilihatnya.
Bian memperhatikan dari kejauhan diperhatikannya tiap gerak gerik.mereka tampak sedang bertengkar.emosi tertahan tampak dari keduanya dan singkatnya mereka berpisah.beberapa saat kemudian Bian mendekati laki laki yang ditinggalkan oleh teman perempuannya.Bian duduk disamping laki laki yang menyendiri itu.
"Baru putus ya mas!"seru bian to the point.laki laki itu terkejut dan menatap Bian aneh dan kesal.
"Sorry bukannya gue lancang.tapi tadi gua liat kalian".jelas Bian.
"Perempuan diperhatikan dibilang over protektif.dicuekin dikira ga peduli.perempuan maunya apa sih??"keluh pria itu pada Bian.
"Perempuan maunya diperhatikan tapi juga jangan terlalu berlebihan."seru Bian mengikuti ucapan Rere yang dikatakan padanya beberapa hari lalu.Bian dan pria itu mengobrol kanan kiri.
"Jadi kalian sudah putus?"tanya Bian memastikan.
"Dia yang menginginkannya."seru pria itu pasrah.
"Sudah malam saya harus pulang."seru Bian yang kemudian beranjak dari tempatnya.
............
Bian mengantarkan Rere pulang.namun sebelum sampai dirumah Rere,Bian sengaja mampir ketoko sembako yang masih buka untuk membeli satu dus Mie instant.dan setelah itu Bian mengajak Rere mampir ke tukang nasi goreng.
"Untuk kali ini mbak Rere jangan nolak,temani aku makan!"seru Bian sebelum membuka jas hujannya.Rere tak menjawab iya atau tidak.
"Mau makan apa?"tanya Bian saat mereka sudah duduk didepan meja.
"Apa aja!"jawab Rere.
"Nasi goreng ya!"
Dan kemudian bian memesannya.setelah makan Bian tak langsung pulang.dengan alasan hujan yang kembali membesar.
"Bian,beberapa hari lalu kamu pernah bilang mau curhat.curhat tentang apa?"tanya Rere.membuka obrolan.
"Udah basi!"seru Bian."tidak ada kata kata basi.jika masih bisa dibicarakan,dan diselesaikan kenapa tidak dibicarakan dan dicari solusinya?!"seru Rere.
"Sebenarnya mau cewek apa sih?"seru Bian tiba tiba.membuat mata Rere terbelalak.
"Tergantung.kamu menanyakan dari sudut mana?.kalau dibicarakan banyak kemauannya.tak hanya perempuan tetapi juga laki laki juga punya kemauan.iyakan?"jelas Rere yang kemudian menyudutkan Bian.
"Cewek mutusin pacarnya!"jelas Bian singkat.
"Jadi kamu lagi putus cinta?.itu yang membuatmu lupa rumah.melupakan saya guru lesmu?"tanya Rere.
"Bian,dalam hal ini seorang perempuan hanya butuh.perhatian,keterbukaan kesetiaan ,dan saling percaya.jika laki laki memegang itu.seorang perempuan tidak akan meminta macam macam lagi.!"jelas Rere.
"Aku rasa semua yang mbak Rere katakan itu sudah aku lakukan tapi tetap saja...".
"Pacar kamu ninggalin kamu?"tebak Rere.
"Mungkin kamu terlalu monoton.tidak pernah memberi kejutan.perempuan kadang ada yang suka diberi kejutan dan sedikit gombalan!"seru Rere sambil tersenyum malu malu diakhir kalimatnya.
"Jadi kalo mbak Rere tipe yang bagaimana?"tanya Bian.
Rere terdiam dan tak menjawab.
"Sebenarnya perempuan paling tidak suka digombali.tapi entah mengapa masih saja perempuan termakan gombalan laki laki.dan laki laki tahu bagaimana merayu perempuan!"seru Rere.
"Tapi aku ga suka gombal ataupun merayu"seru Bian polos.
"Tidak suka atau tidak menyadarinya?"tanya Rere.
Rere dan Bian mengobrol terlalu banyak sampai mereka lupa bahwa waktu sudah larut malam.dan hujan sudah lama berhenti.
............
Bian mengantarkan Rere sampai tikungan gang.seperti waktu lalu.saat pertama kali Bian mengantarkan Rere.
"Mbak tunggu sebentar!"seru Bian saat rRere hendak melangkah pergi.
"Ada apa Bian?"tanya Rere."mbak Rere tinggal dipanti asuhan kan?"tanya Bian pelan.
Rere tak langsung menjawab.dari raut wajahnya ia tampak terkejut.
"Ya.darimana kamu tahu?"tanya Rere.
"Kenapa mbak Rere ga bilang waktu malam itu?.kalau aku tahu pasti aku ga akan paksa!"semua udah berlalu Bian."hibur Rere.
"Pasti rame ya mbak?"tanya Bian.
"Lumayan.kadang rame,kadang juga sepi.".
"Kenapa?tapi pasti lebg baik dibandingkan dengan aku.yang hidup dalam dunia maya.ga ada kebersamaan!".
"jangan ngomong begitu.mama kamu lakukan itu semua buat kamu.semua ada alasannya bian."jelas rere.
"Apa boleh aku main kapan kapan?"tanya Bian.
"Oh tentu aja.kapan kamu mau datang?"tanya Rere tampak bersemangat.
"Liat waktunya,oh ya mbak.ini untuk anak anak panti,semoga bermanfaat dan aku minta maaf untuk hari ini!"seru Bian sambil menyerahkan satu Dus mie instant.
"Terima kasih Bian.pasti anak anak akan senang."seru Rere sambil menerima pemberian Bian.
Bian meninggalkan Rere dengan perasaan sedikit lega.dan ia menyadari kesalahannya.ia mengerti selama ini Bian tak pernah memberi perhatian lebih pada Aulia.ia terlalu sibuk dengan kegiatan ekskulnya dan mereka hanya bertemu saat disekolah dan jikapun ada waktu itu ia habiskan untuk berkumpul dengan teman temannya.dan mungkin itu pula yang membuat Aulia jenuh.
...........
"Aku ga pernah merasakan ini sebelumnya.dari semua cewek yang pernah aku pacarin ga ada yang kayak ini.biasanya aku ga pernah seperti ini.aku begitu menginginkannya.biasanya aku terlalu cuek hingga mereka yang menembaku dan mereka juga yang memutuskanku.aku memang benar benar telah jatuh cinta padanya tak peduli seperti apa dirinya berapa usianya.ataupun dia mencintaiku atau tidak."cerita Bian pada pegawai baru di perpustakaan sekolahnya yang seorang wanita.
"Kalau saran saya.sekarang saatnya kamu move on.giliran kamu yang lebih agresif.kamu tembak dia duluan.kamu kan tahu tipe cewek itu.jadi kemungkinan besar walaupun dia suka kamu,ga akan nembak kamu duluan.jadi kamulah yang harus tembak dia duluan."seru perempuan bernama Wita itu.
"Itu masalahnya,aku ga bisa.aku terlalu pengecut.selama ini aku selalu bersembunyi dibalik punggung teman temanku.menjadikan mereka tameng untuku.dan memenuhi keinginan mereka adalah bayaran dari semuanya."jelas Bian lagi.
"Kamu memang pengecut.Bian."seru Wita ketus.
Bian terkejut dengan pengakuan jujur Wita,tapi Bianpun tak menampiknya.dan yang membuat Bian terkejut lagi ketika ia melihat jam tangannya.yang menunjukan waktu sudah sore.
"Ya ampun mbak,aku udah telat!"seru bian terkejut sambil bangkit dari tempatnya.
"Telat apa?"tanya Wita santai.
"Aku ada les!"seru Bian sambil menggendong tasnya.
"Anak rajin"puji Wita kemudian.
Bian pergi meninggalkan perpustakaan menuju tempat parkir motornya.dan dengan kecepatan tinggi bian mengegas motornya.
"Kena marah lagi gua!"seru bian dalam perjalanan.
..............
Secepat cepatnya Bian menjalankan motornya.tetap saja ia telat makin jauh,jalanan yang macet yang makin membuat Bian telat.bian menghentikan motornya tepat didepan rumahnya.
Berharap Rere masih menunggunya didalam,seperti waktu waktu sebelumnya saat dia telat.dengan langkah cepat Bian masuk keteras rumah ia tak melihat Rere duduk disana,tetapi pintu rumah tampak masih tertutup dan terkunci jadi tak mungkin Rere ada didalam.dengan cepat Bian menelepon ibunya yang ada dikantor.
"Halo,mama.mama dimana?".cerocos Bian.
"Dikantor.ada apa Bian?.kamu udah lesnya?"tanya ibu Dian.Bian tampak bingung untuk menjawab pertanyaan ibunya.
"Ga ma!ma udah dulu ya...."cepat cepat Bian memutuskan sambungan teleponnya.
"Aku harus menemui mbak Rere!"seru Bian yang cepat cepat menaiki motornya dan meluncur menuju tempat Rere.
"Alasan apa lagi biar mbak Rere percaya!"pikir Bian sepanjang perjalanan.motor Bian terhenti ketika lampu merah menyala dijalan.matanya jalan jalan dan dari kejauhan dilihatnya seseorang yang dikenalnya.
"Kok dia disitu!"seru Bian yang melihat orang diseberang.
Motor Bian berbelok dan memutar arah ketika lampu hijau menyala.didepan pertokoan Bian menghentikan motornya dan menunggu.Bian meninggalkan motornya ditepi jalan dan berjalan menuju tempat orang yang dilihatnya.
Bian memperhatikan dari kejauhan diperhatikannya tiap gerak gerik.mereka tampak sedang bertengkar.emosi tertahan tampak dari keduanya dan singkatnya mereka berpisah.beberapa saat kemudian Bian mendekati laki laki yang ditinggalkan oleh teman perempuannya.Bian duduk disamping laki laki yang menyendiri itu.
"Baru putus ya mas!"seru bian to the point.laki laki itu terkejut dan menatap Bian aneh dan kesal.
"Sorry bukannya gue lancang.tapi tadi gua liat kalian".jelas Bian.
"Perempuan diperhatikan dibilang over protektif.dicuekin dikira ga peduli.perempuan maunya apa sih??"keluh pria itu pada Bian.
"Perempuan maunya diperhatikan tapi juga jangan terlalu berlebihan."seru Bian mengikuti ucapan Rere yang dikatakan padanya beberapa hari lalu.Bian dan pria itu mengobrol kanan kiri.
"Jadi kalian sudah putus?"tanya Bian memastikan.
"Dia yang menginginkannya."seru pria itu pasrah.
"Sudah malam saya harus pulang."seru Bian yang kemudian beranjak dari tempatnya.
............
Tidak ada komentar :
Posting Komentar