Minggu, 03 November 2013

PACARI AKU DONG,MBAK! Parts 04

...........
  Bian memacu motornya dengan kencang,berharap agar cepat sampai ditujuannya.dan perjalanan berjalan mulus.
  Bian sampai tanpa mengalami kemacetan yang panjang.tapi setibanya ditempat biasa Bian mengantarkan Rere,Bian berhenti.ia tak tahu dimana rumah Rere yang sebenarnya karena rumah rumah itu terbilang sempit jika dikatakan sebagai panti asuhan.dengan kecepatan rendah Bian melewati tiap rumah yang ada.sambil celingukan bian membaca plang nama yang ada.mulai dari tempat praktek dokter.penerimaan laundry kiloan dan salon.
   Beberapa meter dari plang yang dilewati akhirnya bian menemukan sebuah plang nama yang menjelaskan jika itu adalah panti asuhan.dari luar memang tidak tampak seperti sebuah panti,karena terlihat sangat kecil.tetapi tempat itu bertingkat dan memanjang kebelakang.
   Bian menghentikan motornya didepan panti dan dengan ragu bian memencet bel yang ada didekat gerbang.beberapa kali memencet bel akhirnya seorang perempuan datang dan membukakan pintu.
 "Maaf kami sudah tidak menerima tamu!"seru perempuan separuh baya itu pada Bian.
 "Maaf bu,saya cuma mau bertanya.apa dipanti ini ada yang bernama Rere em maksud saya Renata?"tanya Bian agak ragu.
  Wanita tua itu tak menjawab.ia memperhatikan Bian dalam waktu yang lumayan lama.sementara Bian merasa risih dengan perlakuan itu.
 "Kamu Bian?"tanya wanita itu.
 "I.. iya bu!"seru Bian tampak gugup.
 "Silahkan masuk dulu.Renata ada di dalam.nanti saya pangilkan."seru wanita itu sambil membukakan pintu untuk Bian.
   Bian masuk dan kemudian wanita itu mengajak Bian masuk kedalam rumahnya.
 "Bu,saya menunggu di luar saja!"seru Bian.
  "Baiklah.akan saya panggilkan Renata.
 "Wanita itu masuk kedalam rumahnya untuk memanggil Renata.
  Bian menunggu dengan perasaan cemas.dengan pikiran yang aneh aneh.beberapa saat kemudian terdengar pintu dibuka lebar.dan dengan perasaan tegang Bian bangkit dari duduknya.
.............
   Dalam waktu beberapa lama.Bian dan Rere diam tanpa kata.mereka hanya diam seperti orang yang tak kenal.
 "Ada apa kamu kesini?"tanya Rere terdengar ketus.
"Saya minta maaf!."seru Bian dengan suara lirih.
 "Berapa kali kamu minta maaf.Bian!.berapa kali kamu buat saya kecewa?"seru Rere terdengar emosi.
  Bian hanya diam.ia menunduk dan tak berani untuk melihat kemurkaan diwajah Rere.
 "Mbak!aku benar benar minta maaf untuk kali ini.ini yang terakhir.setelah itu aku janji aku akan tepat waktu untuk mengikuti pelajaran mbak Rere!"janji Bian tampak bersungguh sungguh.
 "Apa saya harus percaya dengan permintaan maaf kamu ini?"tanya Rere.
"Aku janji mbak!"seru Bian bersungguh sungguh.
"Apa yang bisa buat saya percaya dengan janji janji kamu?"
"Sa...saya juga berjanji diujian nanti akan memberikan nilai yang...tidak sempurna tapi diatas rata rata...!"seru Bian menjanjikan.
"Bukan itu yang saya mau!.saya mau kamu mendapatkan nilai yang memuaskan bukan untuk saya tapi untuk diri kamu sendiri.dan tunjukan pada ibu kamu,kalau kamu memang anak yang pintar.!"seru Rere.
  Bian terdiam ia berfikir keras.
  "Itu terlalu berat buat saya mbak!"seru Bian lirih.
 "Kamu harus menyanggupinya.dan buat saya bangga.Bian!"seru Rere tak mau tahu.
 "Oke!,tapi saya juga minta permintaan!"seru Bian tegas.
   Rere tampak terkejut dan memandang Bian.
  "Apa itu?"tanya Rere.
  "Nanti setelah saya memenuhi permintaan mbak Rere.dan mbak Rere harus memenuhi permintaan saya!"seru Bian tegas.
  "Oke!saya terima!"seru Rere menyetujui.
 "Oke,apa sekarang kita baikan?"tanya Bian sambil mendekati
Rere.dan kemudian Bian mengulurkan kelingkingnya pada Rere.
  "Apa ini?"tanya Rere.Bian tak menjawab ia hanya terdiam dan menunggu.
 "Kayak anak kecil tahu!"seru Rere.
  "Berarti mbak Rere belum maafin aku!"seru bian.Rere memenuhi permintaan Bian dan kembali mereka berbaikan.
...........
   Semenjak malam itu Bian menepati janjinya.ia belajar lebih tekun.menomor duakan teman teman.Menomor tigakan ekstrakulikuler yang ditekuninya.dan Bian menghabiskan banyak waktu diperpustakaan untuk membaca dan bertukar pikiran dengan wita.pegawai perpustakaan.Dan Bian selalu tepat waktu sampai dirumah untuk mengikuti les private yang diberikan Rere padanya.dan dengan berjalannya waktu Bian merasakan sesuatu dalam hatinya yang perlahan dan semakin kuat.Perasaan kagum dengan kepintarannya.Terpesona dengan parasnya.
  Sikapnya.Bifatnya dan sesuatu yang membuat bian merasa ada sesuatu yang membuat Bian mengaguminya.dan yang membuatnya bersemangat untuk menjalankan lesnya.selain membahas tentang pelajaran sekolahnya Bianpun selalu mencuri kesempatan melemparkan pertanyaan pertanyaan yang menyangkut pribadi.
 "Jadi sudah berapa lama mbak Rpacaran?kapan mau menikah?jangan lupa ngundang ya!"seru Bian ditengah pelajaran.
 "Perhatikan pelajaran Bian.mana yang tidak kamu mengerti?"tanya Rere yang tak mau mengungkit masalah pribadinya.
 "Maaf mbak,bukannya sejak tadi kita tidak membicarakan soal pelajaran.kita sekang membahas tentang sekilas info untuk menghilangkan kejenuhan."jelas Bian.
  "Jawaban apa yang kamu mau dari saya?"tanya Rere tampak serius.
 "Jawaban dari pertanyaan aku!"seru Bian."pertanyaan kamu tidak perlu saya jawab.karena ini masalah pribadi saya!"seru Rere tampak ketus.
 "Kalau aku daftar boleh ga?"tanya Bian dengan nada bercanda.
 "Isi dulu formulir Universitas mana yang kamu tuju.baru pikirkan itu"seru Rere mengacuhkan seruan Bian.
 "Mbak Rere kan pernah bilang lebih bagus lagi kalau pacar kamu bisa memotivasi kamu untuk lebih giat belajar.dan aku...!".kalimat Bian terhenti dengan tiba tiba.otaknya buntu seketika.
  "Bian,ujian kamu beberapa minggu lagi.dan saya berharap kamu mengfokuskan diri pada ujian dan singkirkan tentang hal hal yang tak penting itu!".seru Rere.
 "Oke!kapan kapan mbak Rere harus mendengarkannya!"seru Bian mengancam.
...........
    Keakraban Bian dan Rere tak hanya saat les berlangsung tapi juga diluar itu.diluar itu keakraban terjadi karena saling membutuhkan sebagai teman untuk bercerita.bertanya dan tempat untuk membantu saat butuh.seperti saat ini.ketika sekolah Bian libur.
   Secara tak sengaja Bian bertemu dengan Rere yang tampak sedang kerepotan dengan barang belanjaannya.
 "Butuh bantuan mbak?"tanya Bian yang sengaja menghampiri Rere dengan 2 tentengannya dikedua tangannya.
  Rere tak menjawab namun Bian langsung mengambilnya dan membawanya ke motornya.sementara Rere mengikuti.
  "Kamu darimana ian?"tanya Rere.
  "Cari buku tapi ga ketemu.!"seru Bian beralasan.
  "Belanja banyak banget.ada acara ya?.boleh dong dateng??"tanya Bian basa basi.
  "Enggak juga.cuma belanja bulanan.kalau mau main,main aja.kamu belum pernah datang kan?"tanya Rere.
 "Siapa bilang!"seru Bian.
  "Bertemu dengan anak anak panti?"tanya Rere.
  Bian terdiam dan tebakan rere benar.walaupun ia pernah datang kepanti.tapi belum pernah bertemu dengan para penghuni panti.
...........

Tidak ada komentar :

Posting Komentar