Kamis, 28 November 2013

CERITA DALAM SEBUAH KISAH Parts 02

........
   .Aku tak tahu apa yang salah dariku.hal yang membuatku selalu salah dipandangan cowok itu.hal hal yang selalu membuatnya ketus padaku,membakar emosiku,untuk sesaat membencinya.tapi tak lama.hanya sesaat.setelah tak lagi melihatnya rasa marah benci kesal itu hilang.namun datang setiap kita bertemu mempermasalahkan hal halyang tak penting.dan memperbesarkan masalah yang kecil.sepertinya memang waktu tidak mengizinkan kita untuk dekat walau hanya untuk berteman saja.karena semua usahaku untuk mengawali pertemanan selalu digagalkan olehnya dengan kata kata yang membakar emosi.tapi walau bagaimanapun aku akan berusaha mendekatinya.karena aku tahu ada sesuatu yang dia miliki ada pengetahuan yang ingin aku gali dari cowok ketus itu.
.......
"Dhe?,kamu udah dapet bahan bahan buat pelajaran bahasa?"tanya Viko.
  Aku terdiam dan memikirkan apa yang dimaksud Viko.
  "Ya ampun aku lupa!"seruku histeris.
  "Lalu?"tanya Viko tampak bingung menatapku.
  Aku berfikir keras bagaimana mendapatkan bahan bahan itu dalam waktu singkat tanpa keluar dari sekolah.
  "Aku harus ke perpustakaan!"seruku,berlari meninggalkan Viko.
  "Waktu tinggal 20 menit lagi sebelum bel!"teriak Viko terdengar sayup sayup.dengan cepat aku masuk keperpustakaan yang tampak sepi.Dan segera kusambar bangku paling ujung tempat kosong yang langsung menghadap komputer.dengan cepat kumasuki Google dan ku ketik bahan bahan yang aku cari.semua berjalan lancar,tapi banyak pilihan dan mau tak mau aku harus memilih dan itu yang membuang waktuku dengan percuma.
  "Ga akan keburu kalo harus milih.dan harus mencari bahan lainnya.!"keluhku sambil membaca cepat artikel yang terpampang.
  "Nih,buat tugas loe!"seru sebuah suara sambil menaruh beberapa lembar kertas HVS berisi artikel diatas keyboard di hadapanku.aku terkejut dan kulihat orang itu.entah mengapa tiba tiba dan dengan cepat emosiku naik dan ingin marah rasanya.
  "Butuh ga tuh?"tanyanya kasar dan sedikit membentak.
  "Aku baca dulu,kalau sesuai aku ambil kalau enggak aku kembalikan!"seruku sesopan mungkin sambil menahan emosi.dan membaca artikel yang ada dihadapanku.
  "Ga usah dikembaliin,buang aja ditong sampah!"serunya sambil ngeloyor pergi.
  Sebenarnya aku tak mau menerima bantuannya.apalagi mendengar nada omongannya.tapi bagaimana lagi,saat ini aku membutuhkannya dan terpaksa aku mengambilnya.
........
       Jika mengutamakan ego aku seharusnya marah dan kesal atas sikapnya.tapi jika mengutamakan etika aku seharusnya mengucapkan terima kasih berkat artikel yang diberikannya aku sangat puas karena nilainya A.entah darimana cowok itu mendapatkan bahan.hingga menghasilkan artikel itu.
  Hem...aku harus mengucapkan terima kasih padanya walau hatiku menolak dengan keras.tapi itulah yang harus aku lakukan.ucapkan terima kasih dan hutang budi selesai.jam istirahan kedua aku cepat cepat ke perpustakaan karena jam pertama aku tak sempat keluar kelas karena terlalu sibuk dengan tugasku yang aku selesaikan dari nol.aku segera menemuinya ditempat favoritnya.yaitu bangku paling pojok perpustakaan.tapi aneh untuk saat ini ia tak ada ditempatnya.kutanyakan pada petugas,mereka jawab tak melihatnya masuk.dimana lagi tempatnya berdiam diri selain diperpustakaan.dan sepertinya etika aku simpan dulu untuk saat ini karena ego datang menghampiri.aku harus mengisi perutku yang sudah bernyanyi sejak tadi pagi.aku berjalan cepat menuju kantin bersaing dan memburu waktu istirahat yang hampir selesai.tapi sialnya aku.sampainya di kantin tak ada satu kedai makananpun yang sepi.semua menunggu dan mengantri.dan tak akan keburu untuku
  ."Makan nih daripada ngantri!"seru seseorang sambil menyodorkan sebungkus roti sobek padaku dengan rasa kombinasi.
  "Terima kasih!"seruku sambil berbalik dan melihat malaikat penyelamat itu.dan W.O.W luar biasa,dia selalu datang tiba tiba.
  "Kamu!!" seruku terkejut.
  "Aku pikir buku doang makanan kamu!!"kataku mencoba mengakrabi.
"Cepat makan sebelum bel masuk bunyi!"perintahnya masih dan selalu ketus padaku.
"BTW thanks ya!atas bantuannya!"seruku teringat rencana awal.
  "Gue kira udah loe buang!".dengan cepat emosi dalam diriku muncul tiap kali mendengar katanya yang selalu ketus.
  "Bisa ga sih jangan selalu ketus padaku??"tanyaku.
 "Abisin!sebentar lagi masuk"serunya sambil meninggalkanku yang memakan hampir seperdelapan roti itu.
  Sebenarnya apa mau cowok itu.sesaat ia datang sebagai malaikat penyelamat dan sesaat ia pergi seperti iblis yang berhasil memperdayai manusia untuk marah.
........
   Sebenernya mau cowok itu apa sih?.aku merasa tak punya masalah sama dia.tapi kenapa dia selalu ketus sama aku.apa aku pernah melakukan kesalahan yang tidak aku sadari?tapi kayaknya enggak deh.kita jarang ketemu dan tentu juga jarang mengobrol.
  "Dhea!,ada yang nunggu kamu di depan gerbang!"seru Wahyu yang datang hanya untuk menyampaikan hal itu.ya.saat ini aku melangkah menuju pintu gerbang untuk pulang.langkahku kupercepat dan segera mencari orang yang mencariku.didepan gerbang aku celingukan mencari orang yang mencariku.
  "Halo Dhea!"sapa seseorang mengagetkanku.
  "Dimas!!!"seruku terkejut.
  "Tadi aku nunggu kamu waktu istirahat kamu ga keliatan.jadi kutunggu disini!"jelasnya panjang.
  "Ada apa?"tanyaku yang tak sabar untuk pergi.
  "CLBK nih!"seru Viko yang lewat.
  "Apaan sih!"seruku pada Viko yang tak setuju dengan gurauannya.
  "Ada apa?"tanyaku lagi.
 "Aku pengen kita balikan!"seru Dimas.aku terdiam dan mencoba mencerna kata kata Dimas.
  "Apa??"tanyaku kemudian.
  "Aku pengen kita balikan!"ulang Dimas.
  "Ga mungkin.Dimas!"seruku tegas.
  "Kenapa?".tanya Dimas.
  "Aku pikir kamu tahu.bukannya kamu yang selalu minta putus tapi aku ga pernah mau.dan sekarang.aku kabulkan permintaan kamu.tapi kenapa kamu minta balikan lagi?.
  ".Dimas terdiam ia tak bisa menjawab pertanyaanku.
  "Aku ga mau kita balikan!"seruku tegas dan kemudian pergi meninggalkan Dimas.
  "Dhea tunggu!"teriak Dimas sambil menarik tas cangklongku.
  "Dimas,lepasin!"pintaku.apalagi tak hanya satu pasang mata yang memandangku tapi beberapa mata siswa yang memperhatikan kami.
  "Aku ga terima!"seru Dimas menahan emosi.
  "Itu konsekuensinya dimas.aku udah mengabulkan permintaan kamu!"jelasku lagi.
  "Ga ada cowok ya?beraninya sama cewek?!"seru suara yang ketus.aku menoleh dan cowok itu ada dihadapan kami.
  Dengan cepat dimas melepaskan tangannya dari tasku.
  "Siapa loe?"tanya Dimas pada cowok itu.kulihat Dimas terbakar emosi dan aku harus segera ambil tindakan.
  "Jangan ribut disini!"seruku sambil menjauh dari Dimas dan mendekati cowok itu.aku mendorong cowok itu untuk menjauh.
  "Ayo kita pergi!"seruku pada cowok itu.dan kini giliran aku yang harus menarik tas cowok itu untuk menjauh.
......
  "Loe bisa ga ga buat masalah yang ngerepotin gua!!"seru cowok itu ketika kami sudah jauh dari Dimas.
  Aku terkejut mendengar ucapan cowok itu yang seolah olah aku selalu menyusahkannya.
  "Sejak kapan aku nyusahin kamu? dan kalau kejadian tadi mengganggu kamu aku minta maaf"seruku kesal.seperti biasa dia selalu membuatku emosi.
  "Bagus deh kalau begitu!dan satu pesan buat loe.jangan lagi berurusan sama tuh cowok.!"serunya memperingatkan.
  "Apa urusan kamu?"tanyaku.
  "Gua cuma kasih tahu aja.kalo ga dipake buang aja ke tong sampah
  "Oke fine!mau kamu apa sebenernya?"tanyaku yang dengan nada meninggi hampir membentak.cowok itu tak menjawab.ia pergi meninggalkanku.
........

Tidak ada komentar :

Posting Komentar