Kamis, 27 Juni 2013

TULANG RUSUK ADAM Bagian 01

......
  Setiap manusia pasti sudah diciptakan jodohnya masing masing tinggal menunggu waktu bertemu dan tempatnya.Dan usaha tentunya,tapi sepertinya usaha untuk mencari jodoh yang sudah ditentukan oleh Tuhan itu sulit,dan jika tidak kebetulan akan sangat menyakitkan. jika berakhir tak sesuai dengan yang diinginkan.
   Dan aku,Mungkin aku adalah orang yang paif,selama ini aku terlalu bahagia dengan kehidupan yang aku jalani tanpa harus menoleh,melihat kearah lain yang mungkin memiliki daya tarik yang lebih dari duniaku yang menurutku lebih menarik,tapi mungki menjenuhkan jika dilihat dari mata orang lain.
  Namaku Hawa,wanita berusia 23 tahun yang masih berfikir bahwa dirinya masih berusia dibawah 20 tahun,karena aku masih memiliki egois tinggi,tak peduli orang lain,bahkan yang ada di sekitarku,yang aku tahu aku senang dengan apa yang aku lakukan tanpa peduli orang lain akan senang atau tidak dengan apa yang aku senangi.
  Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara,Kakaku Nala,wanita berusia 27 tahun dan masih single.Dia seorang wanita yang penuh perhatian,dewasa,mandiri,dan sangat mudah bergaul.berbeda denganku yang cuek,masih kekanak kanakan,manja,dan sangat jauh dari kata bergaul,aku termasuk orang yang pendiam,aku lebuh banyak menghabiskan waktuku didepan layar komputer.Berselancar di internet,aktif di jejaring sosial jauh dari pergaulan dalam dunia nyata.Dan kadang hal itu membuat kakakutakut aku akan menjadi seperti dirinya yang terlalu asyik dengan duninya dan tak memikirkan kehidupan kedepan ,terutama kehidupan cinta.
  Dia menyesal,itu katanya karena diusianya yang sudah tidak lag muda ia belum juga mendapatkan pasangan,sementara untuk wanita seusia mereka pasti sudah memiliki pasangan dan terkadang sudah memiliki beberapa anak.Ia iri,itu mungkin pasti,tapi ia tak pernah menunjukannya,tapi aku tahu dan aku dapat merasakannya.
  "Aku belum memikirkan hal itu!"
  Seruku saat ia menyinggungku tentang kekasih,ya.Aku akui sampai saat ini,aku belum pernah sekalipun aku merasakan namanya pacaran,tapi aku pernah merasakan yang namanya jatuh cinta,dan aku selalu merasakannya,dan itu tak pernah menjadi kenyataan.Aku hanya merasakan betapa indahnya jatuh cinta dan mencintai,walaupun dalam kenyataanya aku tak pernah sekalipun merasakan cinta dari orang yang juga mencintaiku.
  Sangat menyakitkan memang tapi itulah kennyataanya yang harus aku terima dan aku menerimanya sampai saat ini,sampai aku menganggapnya biasa saja ,dan bukanlah hal yang luat biasa.
  Pernah kutuliskan dalam biodataku di sebuah biodata di jejting sosial,dalam kolom itu aku menuliskan kalimat
."LEBIH BAIK DICINTAI,DARIPADA MENCINTAI,KARENA DENGAN DICINTAI KITA BISA BELAJAR MENCINTAI,DAN WAKTULAH YANG AKAN MENUNTUN KITA."
   Dan sepertinya aku tak dapat menjalankan apa yang aku tuliskan itu,karena kenyataanya begitu sangat sulit untuk aku coba dan aku jalani.
  Itu hanyalah sebuah kalimat yang siapa saja bisa menulisnya,tapi dlam kehidupan pribadiku aku mengalaminya.Jujur saja walaupun tak pernah sekalipun dalam hidupku aku merasakan pacaran,tapi aku pernag merasakan jatuh cinta dan ingin dicintai.
   Aku pernah merasakan jatuh cinta,cinta tak terbalas,dan dicintai yang tak dicintai.Aku mencoba mencintai seseorang yang sudah secara teru sterang mengutarakan isi hatinya padaku,tapi dengan dingin aku menanggapinya,dan dengan ketus aku menolaknya,hingga diantara kami tercipta permusuhan yang membuat kami jauh,sementara saat aku membuang rasa maluku untuk mengatakan pada seseorang yang aku cinta,aku mengatakan aku mencintainya,dan dengan sangat sopan ia menolaku dengan alasan aku sama dengan mantan kekasihnya.
   Menyakitkan ,sangat menyakitkan tapi tetap aku jalani,sampai aku putuskan untuk tetap diam dan memendam apa yang sedang aku rasakan.Jatuh cinta,patah hati dan semua perasaan yang diciptakan dari kata,CINTA.
   Aku menyimpannya rapat rapat dalam hatiku,dan mungkin anya Tuhan dan aku yang atahu.semua perasaan yang sedang akau alami entah itu senang,sedih ataupun campuran.Dan sempat aku mendengar cerita aku adalah penyuka sesama jenis.Oh....benarkah1!!!,aku sendiri tidak mengetahuinya.
   Dan sampai saat ini aku senang dengan keadanku yang seorang JOMBLO ABADI,SEJATI ataupun JOJOBA (JOBLO JOMBLO BAHAGIA).
   Waktuku kuhabiskan untuk bekerja,hidup,menghirup udara yang Tuhan berikan,meniknati kebahagiaan besar yang tercipta dari hal kecil dalam hidupku,menikmati hal hal yang aku suka,dan kebetulan kesukaanku adalah berselancar di internet,MEMBACA dan menonton TV.Dan acara TV yang paling aku suka adalah acara musik dan drama korea.karena menurutku para karakter disana,para tokohnya adalah karakter yang sangat aku inginkan.Dan terkadanga aku terbawa akan karakter tersebut.
.....
   Aku menikmati duniaku,tapi aku juga terkadang ingin melepaskan diri,ataupun berusaha sedikit keluar dari duniaku yang lebih aktif didepan komputer ataupun pikiranku.
   Di kerjaanku aku mencoba membuka diri,mencoba menerima hati yang mencoba bertamu didalamnya,walaupun sulit tapi tetap aku coba.Tak pernh sekalipun aku merasakan yang namanya pacaran,tapi aku sudah pernah merasakan beberapa kali menolak seseorang yang terus terang mengurtarakan perasaanya padaku.
   Sekian lama aku menutup diri,akhirnya aku mencoba untuk membukanya.Awalnya aku tak yakin,tapi perasaan ini sama seperti dengan perasaan yang biasa aku rasakan pada tiap orang yang aku suka.
  Saat melihatnya jantung terasa lebih cepat berdetak,lebih cepat dari biasanya,Suhu badan terasa naik,dan panas dingin,dan yang pasti aku merasa tak berada di dalam tubuhku saat aku berad adidekatnya,dan hal aitu yang aku rasakan pada seseorang yang sebenarnya sudah aku tahu tapi belum begitu aku tahu.
  Namanya Nanda dia seorang yang tampan,tinggi tegas,dan putih.ia seorang pedagang didekat tempatku kerja,walaupuntempat kerjanya tak juah dari tepatku tapi kami tak pernah bertemu setiap waktu,kami akan bertemu jika dia menemui temannya yang juga temanku.
  Perkenalan kami begitu saja dan tak ada yang istimewa tapi sanga menyenangkan jika diingat.
....
belum TAMAT
  

Tidak ada komentar :

Posting Komentar