Sabtu, 22 Juni 2013

....ITU AKU....BAGIAN 04

......
  Di sekolahan Dias melihat Naya dan Abu bersama dan mengobrol begitu akrab dan itu membuat ada perasaan yang aneh dalam hatinya.Ada sesuatu yang hilang dan datang.Hilang,Dias merasa posisinya telah diambil oleh Abu dan perasaan kehilangan telah menghampirinya.Disudut kelasnya,dengan jelas Dias melihat Abu dan Naya  mengobrol didekat balkon.
"Aku menyuruhmu untuk berbaikan dengannya bukannya kembali menjalin hubungan  dengannya!"gerutu Dias dalam hati sambil menggaruk garukan kepala.
 Dias memegangi dadanya seperti ada yang menusuk hatinya,rasanya begitu menyakitkan dan dalam.Rasa itu muncul sejak kemarin saat ia membentu Abu untuk menyelasaikan kesalah pahaman antara Abu dan Naya.Tapi ternyata perbuatan baikanya membuatnayasakit hati dan merana.Ia merasa telah kehilangan sesuatu,dan itu asalah Naya.
   Naya yang selalu menjadi temannya ketika istirahat kini sudah memiliki teman yang mungkin bisa lebih mengerti dirinya,biar bagaimanapun Abu pernah menjdi seseorang yang special dalam hatinya,hidupnya,dan Dias orang yang sudah sedari kecil ada bersamanya tak mengetahui akan hal itu.Dan itu sedikit membuatnya kecewa.
.......
   Pulang sekolah Dias dikejutkan dengan kedatangan Naya yang begitu tiba tiba.ada didepan kelasnya,namun keterkejutan itu ia sembunyikan karena ia tahu,Kedatangan Naya bukan untuk mengajaknya pulang bersama tapi untuk menemui Abu yang mungkin kini jadi partnernya untuk pulang bersama.
"Nay!,Abu masih ada di dalam!"seru Dias  dengan nada Datar.dan kemudian keluar kelas tanpa bekata apa apa lagi.
"Dias!,tunggu!"panggil Naya yang langsung mengejar Dias.
"Ada apa denganmu?,mengapa perlakukan aku seperti ini!"seru Naya dengan nada bertanya.
  Dias,terdiam dan menatap Naya lalu membuang muka.
"Aku tak memperlakukannmu berbeda!,"seru Dias tanpa memandang Naya.
"Tapi aku merasa seperti itu!,kau menjauhiku!,kenapa kau tak menemuiku saat istirahat tadi!"
   Dias kembali terdiam,tapi ia tak sedikitpun memandang Naya.Dan ia segerap pergi meninggalkan Naya tanpa mendengarkan panggilan Naya yang terus memanggilnya.
"Ada apa dengan Dias?"tanya Abu yang mendatangi Naya.
"Aku ga tahu!"seru Naya ketus,sambil meninggalkan Abu.
   Abu mengejar Naya dan mengajaknya untuk pulang bersama,aling tidak Abu berniat untuk menganarkannya pulang seperti saat dulu.
"Maaf!tapi aku ingin pulang sendiri!"seru Naya yang terus berjalan dan berharap dapat mengejar Dias yang entah ada dimana.Tapi dalam hatinya Naya yakin Dias ada diparkiran motornya.
"Maaf Bu!,aku harus pergi dulu!"seru Naya yang kini berlari meninggalkan Abu.
  Abu memperhatikan  Naya pergi,dan ia pergi ke Parkiran Motor,tidak langsung menuju Pintu gerbang.
   Abu mengikuti kemana Naya pergi dan benar saja Naya ke parkiran dan ia mencari seseorang dan entah itu siapa.Dari kejauhan Abu memperhatikan Naya.
......
  Naya mencari keberadaan motor Dias dan setelah menemuinya,Naya  langsung menghamirinya.
"Dias!"seru Naya yang tiba tiba ada di belakang Dias.
  Dias tampak terkejut dan berbalik.
"Naya!"seru Dias terkejut."Kamu ngapain disini!"Lanjut Dias.
"Bisa anterin aku!"seru Naya dengan nada memohon.
 Dias terdiam dan sedikit terdiam.
"Ayo!"jawab Dias kemudian.
   Dias dan Naya pergi mennggalkan Parkiran motor dan Abu melihatnya..
  Sepanjang perjalanan Dias dan Naya tak berbicara sedikitpun mereka saling diam dan dan tenggelam dalam pikiran masing masing.
"Ada Apa dengannmu Ias!"tanya Naya  menatap Bahu Dias yang ada didepannya.
   Dengan ragu tapi perlahan Naya memberanikan diri memasukan tangannya kesamping pinggang Dias yang sedang mengemudi.
  Dias dapat merasakan tangan Naya memeluk pinggangnya tapi ia biarkan saja.
  Mungkin Naya takut karena ia membawa motor terlalu kencang!.pikir Dias.
  Naya memberanikan diri untuk menyandarkan kepalanya di bahu Dias dan Dias hanya diam.
    Sesaat kemudian motor berhenti didepan rumah Naya dan Dias hendak turun Dari motornya tapi tangan Naya masih memeluknya.
"Naya!"seru Dias mencoba memberitahu.
"Dias!,aku mencintaimu!"seru Naya tiba tiba dan membuat Dias terkejut.
  Dias hendak melepaskan tangan Naya dari pnggangnya tapi Naya menolak.
"Biarkan tetap seperti ini!"seru Naya yang terasa makin erat memeluk pinggangnya.
"Aku tak tahu kapan aku merasakan perasaan itu tapiaku yakin aku menyukaimu sudah lama,hanya saja aku tak tahu perasaan apa itu.Aku merasa nyaman saat bersamamu,walaupun aku seharian tadib bersama Abu.
  Dias menghela nafas,dan memaksa membalikan badannya.
"SAMA!"Seru Dias sambil tersenyum.
"Jadi sekarang ada aku dihati kamu!"seru Dias.
.....

"


Tidak ada komentar :

Posting Komentar