"Ini adalah hari kedua setelah hari itu,setelah dua hari terakhir Joon tak juga membalas pesan pesanku dan tak mengangkat telepon dariku,ini bukan dia,ini bukan dirinya.Aku tahu Joon akan membalas pesanku walaupun hanya satu dari semua pesan dari yang sudah aku kirimkan.Tapi ini sudah dua hari berlalu dan Joon sama sekali memberiku kabar.dan ini tak biasa.ini bukan Joon yang selama ini aku kenal.Kamu dimana Joon!."
Ria terus bertanya tanya dalam hati sambil menatap layar hpnya dan entah berapa pesan yang sudah ia kirimkan,dan entah berapa kali ia menghubungi tapi hanya mensin penjawab saja yang menjawab suaranya.
"Hey!,kau melamun lagi!"seru Jim sambil duduk disamping Ria dan menyodorkan air mineral padanya.
Cepat cepat Ria memasukan hpnya kedalam tasnya yang ada didepannya dan menerima pemberian dari Jim.
"Thanks!"seru Ria sambil cepat cepat membuka dan meminum isinya.
"Wah kamu haus ya!padahal tadi aku ragu mau beliin kamu minum!"seru Jim terus terang.
Tiba tiba Ria menghentikan minumnya dan berfikir sejenak,lalu melirik Jim.
"Memang seperti itu ya?"tanya Ria tak menyadari.
"Ya kau selalu menjaga jarak denganku dan itu membuatku menjadi merasa jauh!"seru Jim yang berbicara dengan nada serius.
"Benarkah!,aku tidak merasa seperti itu!"seu Ria membela diri.
"Mungkin aku hanya selalu terbawa suasana,aku selalu mengutamakan diri sendiri dan tak menhiraukan orang lain,aku terlalu egois ya!'lanjut Ria.
"Tidak juga,tapi terkadang kau juga harus memperhatikan orang disekitarmu!"
"Aku perhatikan beberapa hari ini kau selalu berteman dengan hpmu,sepanjang waktu aku selalu memperhatikannya,mengamatinya dan itu membuatku 'cemburu'"
Ria terbelalak dan menatap Jim aneh.
"Apa!,cemburu!"
"Cemburu sebagai teman,Kau mengacuhkanku dan membuatku kesepian!"Seru Jim meralat.
Ria tersenyum sekilas.dan kemudian merapikan tasnya.
"Aku kehilangan temanku,sudah dua hari ini dia tak dapat kuhubungi!"seru Ria terus terang.
"Laki laki atau wanita?"
"Apa aku harus memberitahumu?"
Jim mengeleng ditemani senyuman.
"Hanya ingi tahu!"lanjut Jim.
...
Jim mengajak Ria kesebuah tempat berharap itu dapat membuat Ria bisa melupakan sedikit kesedihanyang sedaang terjadi padanya.
"Kau mau mengajaku kemana?"tanya Ria yang duduk dibelakang Jim yang sedang membawa motornya.
"Diam aja nanti kalau sampai aku beri tahu!"seru Jim dibalik Helmnya.
"Aku ga mau Tahu aku maunya Ice cream!"seru Ria dengan nadaa bercanda.
Dari dalam helmya Jim hanya tersenyum simpul sambil terus memacu motornya.
Beberapa saat berlalu dan mereka sampai disebuah pantai,yang begitu bersih pasirnya dan disana ada sebuah dermaga kecil yang menjorok kelaut.Tanpa berkata apapun pada Jim Ria segera menuju Dermaga tersebut tanpa menghiraukan apa yanga sedang dilakukan oleh Jim.
Di ujung dermaga Ria mengeluarkan hpnya dan berharap Ada pesan dari Joon.Dan ternyata benar,sebuah pesan masuk kedalam inbox hpnya dan itu pesan dari joon orang yang diharapkan menbalas semua pesan yang telah ia kirimkan.
Dengan antusias Ria membuka isi pesan itu dan membacanya.
Sorry beberapa hari ini aku sibuk dan hp tidak aku perhatikan,jadi semua pesan darimu aku tak mengetahuinya.nanti pukul 3 aku akan menghubungimu!.
Ria tersenyum medapatkan pesan itu,paling tidak ia sedikit lega mendengar alasan itu,dan ia tak sabar menunggu waktu itu tiba.
Ria melirik jam tangannya dan waktu baru menunjukan pukul 2.45.masih butuh waktu 15 menit lagi untuk saat itu dan itu sangat membuat Ria tak sabar.
Sambil memainkan hpnya Ria menunggu waktu itu tiba sambil menikmati pemandangan yang ada dihadapannya.Laut yang luas dengan dengan ombak ombak kecil yang menggulung gulung dan pecah dipantai.
"Hey!"suara Jim mengejutkan Ria.
Dengan refleks Ria menjerit karen adengan tiba tiba hp ris dengnan mudahnya terjun bebas kedalam laut.
Ria histeris dan sibuk dengan dirinya sendiri dan membuat Jim bingung.
"Hey,kamu kenapa kenapa seperti cacing kepanasan,sibuk sendiri?"tanya Jim penasaran yang sedang memegangi dua cone ice cream.
"H....HPku tenggelam!"seru Ria sepeti tercekek."Dan nanti ada yang akan menghubunguku!"lanjut Ria.
Jim terdiam sejenak dan ia menyadarinya.Dengan segera Jim menyerahkan dua cone ice cream yang dibawanya pada Ria dan dengan cepat ia membuka meletakan barang barang yang dibawanya dilantai dermaga dan segera ia menyeburkan diri kedalam laut.
"Jim!,apa yang kau lakukan!"teriak Ria terkejut
Jim tak menjawab,dan ia tak muncul dipermukaan dalam waktu yang cukup lama dan itu membuat Ria makin panik
"Jim jangan nakuti aku dong!"seru Ria berteriak teriak tak jelas dan membuat Ria menangis.
"Aku mendapatkannya!"teriak Jim yang muncul dari dalam air ambil mengacungkan hp Ria yang basah.
Ria membuang ice cream yang sejak tadi meleh ditangannya dan segera membantu Jim yang akan naik keatas.
"Jim kamu nekad banget sih!"seru Ria kesal sambil menarik tubuh Jim.
"Ini tanggung jawabku!,aku yang membuatnya jatuh kan!karena mengejutkanmu"seru Jim menebak dan itu benar.
"Tapi kamu tidak harus melakukan hal itu juga1"seru Ria sambil manyun.
"Yang penting hpnya selamat dan lagi pula aku bisa berenang ,lalu apa yang harus dikhawatirkan!,kau mengkhawatirkanku?"tanya Jim menebak.
"Siapa bilang!"seru Ria tak mau mengaku.
"Tapi kamu menangis!"kata Jim sambil tersenyum.dan menyerahkan hp Ria yang basah.
Ria menerima hpnya kembali dan ia mencoba untuk menyalakannya tapi sayang mati total.
"Terlalu PD kamu!.aku menangis karena hpku jatuh dan....."Ria melirik jam tangnnya dan waktu menunjukan pukul 3 kurang beberapa menit."seharusnya aku menerima telepon dari nya saat ini!"seru Ria histeris tapi ia tak dapat melakukan apapun karena hpnya sudah berendam.
"Hey,siapa sih yang kamu tunggu!?"tanya Jim penasaran sambil menarik tasnya yang ada dilantai.
Jim membuka tasnya dan mengambil hpnya.dalam diam Jim membuka hpnya dan dengan kasar Jim merebut hp milik Ria dan membukanya diambilnya SIM card dari tempatnya dan dipindahkannya kedalam hpnya.dan kemudian ia serahkan pada Ria.pakai HPku!"seru Jim sambil menyerahkan hpnya pada Ria yang sedang memperhatikan.
....
Sore menjelang dan matahari yang berwarna jingga sudah mulai masuk keperaduannya sementara Jim dan Ria masih asyik bermain ombak yang makin sore makin meninggi sambil berlarian mengejar onbak atau berlari menghindari ombak mereka menghabiskan waktu bersama.
Rona kebahagiaan terpancar dari Waja Ria yang ketika sore tadi ia mendapatkan telepon dari orang yang memang sudah lama ia tunggu.
"Siapa dia!,apa kekasihmu?"tanya Jim pada Ria ketika mereka sedang bersantai diatas pasir sambil menikmati sunset.
Ria tak menjawab ia hanya tersenyum sambil menikmati pemandangan dihadapannya dengan sangat serius.
"Hey!,aku bertanya padamu!"seru Jim yang tak mendapatkan jawaban.
Ria melirik Jim dan kembali tersenyum.
"Kau tak perlu tahu sia dia,yang perlu kau tahu dia membuatku bahagia hari ini!"seru Ria membuat teka teki baru untuk Jim.
"Apa aku tidak membuatmu bahagia selama ini?,saat ini?"tanya Jim dengan nada serius.
Sesaat keheningan tercipta diantara mereka hanya suara burung yang kembali ketempatnya dan ombak yang terdengar.
"Kau selalu membuatku bahagia!,sungguh."seru Ria
"Tapi hari ini aku cemburu!"seru Jim tanpa melihat Ria.
"Cemburu!,kenapa?"tanya Ria tak mengerti.
"Entahlah,aku merasa sesak nafas saat aku menerima telepon tadi,saat kau tertawa,dengan oranga yang aku tak kenal!"
"Mungkin Kau merasakan hal itu karena kau masuk angin!"tebak Ria.
"Tidak!,aku benar benar cemburu!,Ria.aku cemburu,dan itu memang benar dari dalam hataiku!"
Kali ini Jim mengatakannya dengan menatap Ria dari sianr matahari yanga mulai meredup dan itu membuat Ria menjadi enak dan tak tahu harus berbuat apa.
"Kamu bercanda Jim!"seru Ria menyangkal tebakannya.
Jim tak menjawab namun tiba tiba Jim menarik tangan Ria,untuk sesaat ada perlawanan dari Ria,namun Jim tetap memaksanya hingga saatnya tangan Ria menempel didada Jim.
"Disini sudah lama tersimpan ruang untuk kau isi!"seru Ji yang terus menatap Ria,sementara Ria mencoba untuk menghindarinya.
"Maaf Jim tapi itu ga bisa dan tak mungkin!"seru Ria yang terus menunduk tak mampu menatap.
"Kenapa?,kau sudah memiliki kekasih,orang itu kekasihmu?"tanya Jim menebak.
Ria tak menjawab ia menarik tangannya dan menyembunyikan tangannya dibalik tangan yang lainya.
"Apa selama ini aku memberimu harapan?"tanya Ria yang mulai berani menatap Jim.
"Mungkin aku yang terlalu berharap!"seru Jim lesu.
Dengan tiba tiba Ria Mendekatkan diri pada Jim Dan kemudian memeluknya.
"Kamu temanku,sahabatku dan akan seperti itu sampai kapanpun.Jangan buat hal itu menjadi jarak diantara kita!"bisik Ria.
Jim diam dalam pelukan Ria dan dengan sangat halus Ria melepaskan pelukannya.Ditatapnya wajah Jim yang juga menatapnya.
Dengan perlahan dan dengan sangat sadar Ria mendekatkan wajahnya pada wajah Jim dan dengan perlahan dan lembut Ria memberikan ciuman pada kening Jim.
"Pernah beberapa detik dalam hidupku semenjak aku mengenalmu aku memikirkannku!"seru Ria
"Lalu apa arti Ciuman tadi?"tanya Ria mengungkit.
Ria menghela nafas dan kemudian kembali menatap Jim.
"Itu hanya tindakan yang pernah aku pikirkan tentangmu!"
"Kau juga menyukaiku!"seru Jim yang juga berharap.
"Pernah tapi itu tidak mungkin kan!"seru Ria.
"Jim!,maukah aku mengantar aku pulang!"seru Ria.
...
Sepanjang perjalanan tak ada obrolan ynag menghangatkan mereka.Semua saling diam dan beradu dalam pikiran masing masing sampai motor berhenti didepan rumah Ria.
Ria turun dari motor Jim dan kecanggungan hadir diantara mereka,Ria yang biasanya mengajak Jim untuk mampir terlebih dahulu,menjadi cuke dan tak ada pembicaraan.
"Selamat malam!"seru Ria mengucapkan kata perpisahan.
"Ria tunggu!"seru Jim yang tiba tiba turun dari motornya.
Jim melepas helmnya dan dengan tiba tiba menarik tangan Ria dan memasukannya kedalam pelukannya.dan tanpa meminta izin Tiba tiba Jim mencium bibir Ria.
Ria terkejut dengan segera ia mencoba melepaskannya tapi tangan Jim menahan tubuhnya dan akhirnya Ria pasrah dan membalas ciuman itu.
"Maaf!"seru Jim setelah mereka berciuman.
Ria tak mengatakan apa apa ia segera berlari meninggalkan Jim menuju pintu rumahnya yang hany berjarak beberapa meter.
Dengan membantibg pintu Ria merasa marah dan kesal pada dirinya karena telah berbuat serong.Dibalik pntu Ria menangis ketika mengingat hal yang baru ia lakukan denagn Jim.
Tiba tiba pintu Rumahnya diketuk dan dan ketakutan melanda Ria.
"Siapa?"tanya Ria dengan suara serak.
Tak ada jawaban dan segera Ria bangkit dari tempatnya dan dari kaca jendela rumahnya Ria menguntip keluar.
Ria tak mengenali sosok itu tpi ia penasaran dan akhirnya ia membuka pintu dengan ragu.
Ria terkejut ketika mengetahui siapa dia.
Dengna senanga Ria memeluk sosok yang ada dihadapannya.dan Raia menangis dalam pelukan orang itu.
"Aku sangat merindukanmu!"seru Ria sambil terus memeluk.
"Sore ini kau tidak kemana mana!"seru orang itu.
"Aku baru saja pulang dan aku sedang menunggu mu!"seru Ria yang merasa bersalah.
....................................................................TAMAT...............................................................
CATATAN;Manusia tempat lupa dan khilaf,walau kadang raga baerbuat yang tak semestinya tapi hati selalu menyadarinya
"Kenapa?,kau sudah memiliki kekasih,orang itu kekasihmu?"tanya Jim menebak.
Ria tak menjawab ia menarik tangannya dan menyembunyikan tangannya dibalik tangan yang lainya.
"Apa selama ini aku memberimu harapan?"tanya Ria yang mulai berani menatap Jim.
"Mungkin aku yang terlalu berharap!"seru Jim lesu.
Dengan tiba tiba Ria Mendekatkan diri pada Jim Dan kemudian memeluknya.
"Kamu temanku,sahabatku dan akan seperti itu sampai kapanpun.Jangan buat hal itu menjadi jarak diantara kita!"bisik Ria.
Jim diam dalam pelukan Ria dan dengan sangat halus Ria melepaskan pelukannya.Ditatapnya wajah Jim yang juga menatapnya.
Dengan perlahan dan dengan sangat sadar Ria mendekatkan wajahnya pada wajah Jim dan dengan perlahan dan lembut Ria memberikan ciuman pada kening Jim.
"Pernah beberapa detik dalam hidupku semenjak aku mengenalmu aku memikirkannku!"seru Ria
"Lalu apa arti Ciuman tadi?"tanya Ria mengungkit.
Ria menghela nafas dan kemudian kembali menatap Jim.
"Itu hanya tindakan yang pernah aku pikirkan tentangmu!"
"Kau juga menyukaiku!"seru Jim yang juga berharap.
"Pernah tapi itu tidak mungkin kan!"seru Ria.
"Jim!,maukah aku mengantar aku pulang!"seru Ria.
...
Sepanjang perjalanan tak ada obrolan ynag menghangatkan mereka.Semua saling diam dan beradu dalam pikiran masing masing sampai motor berhenti didepan rumah Ria.
Ria turun dari motor Jim dan kecanggungan hadir diantara mereka,Ria yang biasanya mengajak Jim untuk mampir terlebih dahulu,menjadi cuke dan tak ada pembicaraan.
"Selamat malam!"seru Ria mengucapkan kata perpisahan.
"Ria tunggu!"seru Jim yang tiba tiba turun dari motornya.
Jim melepas helmnya dan dengan tiba tiba menarik tangan Ria dan memasukannya kedalam pelukannya.dan tanpa meminta izin Tiba tiba Jim mencium bibir Ria.
Ria terkejut dengan segera ia mencoba melepaskannya tapi tangan Jim menahan tubuhnya dan akhirnya Ria pasrah dan membalas ciuman itu.
"Maaf!"seru Jim setelah mereka berciuman.
Ria tak mengatakan apa apa ia segera berlari meninggalkan Jim menuju pintu rumahnya yang hany berjarak beberapa meter.
Dengan membantibg pintu Ria merasa marah dan kesal pada dirinya karena telah berbuat serong.Dibalik pntu Ria menangis ketika mengingat hal yang baru ia lakukan denagn Jim.
Tiba tiba pintu Rumahnya diketuk dan dan ketakutan melanda Ria.
"Siapa?"tanya Ria dengan suara serak.
Tak ada jawaban dan segera Ria bangkit dari tempatnya dan dari kaca jendela rumahnya Ria menguntip keluar.
Ria tak mengenali sosok itu tpi ia penasaran dan akhirnya ia membuka pintu dengan ragu.
Ria terkejut ketika mengetahui siapa dia.
Dengna senanga Ria memeluk sosok yang ada dihadapannya.dan Raia menangis dalam pelukan orang itu.
"Aku sangat merindukanmu!"seru Ria sambil terus memeluk.
"Sore ini kau tidak kemana mana!"seru orang itu.
"Aku baru saja pulang dan aku sedang menunggu mu!"seru Ria yang merasa bersalah.
....................................................................TAMAT...............................................................
CATATAN;Manusia tempat lupa dan khilaf,walau kadang raga baerbuat yang tak semestinya tapi hati selalu menyadarinya
Tidak ada komentar :
Posting Komentar